msds

12,086 views

Published on

5 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
12,086
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
16
Actions
Shares
0
Downloads
1,011
Comments
5
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

msds

  1. 1. <ul><li>Material Safety Data Sheets </li></ul>Budhiarti 08303241010 Rahayu 08303241039 Ratnawati 08303241022
  2. 2. <ul><li>Pendahuluan </li></ul><ul><li>Pengertian MSDS </li></ul><ul><li>Fungsi MSDS </li></ul><ul><li>Requirements </li></ul><ul><li>Isi MSDS </li></ul><ul><li>Pengelolaan MSDS </li></ul><ul><li>Googling M S DS </li></ul><ul><li>Aplikasi MSDS </li></ul>
  3. 3. MAHASISWA Sebelum lulus Bekal Pendidikan dan Keterampilan Disiplin ilmu kimia & beberapa ilmu lain Keterampilan bekerja di Laboratorium Modal untuk terjun di dunia kerja Mendukung jaminan dan keselamatan kerja
  4. 4. <ul><li>MSDS adalah dokumen yang dibuat khusus </li></ul><ul><li>tentang suatu bahan kimia mengenai </li></ul><ul><li>pengenalan umum, sifat-sifat bahan, cara penanganan, penyimpanan, pemindahan dan pengelolaan limbah buangan bahan kimia tersebut. </li></ul>
  5. 5. Masing-masing bagian akan terisi dengan angka skore tertentu dengan nilai 0, 1, 2, 3 atau 4 tergantung dari tingkat bahaya bahan kimia. Skore 0 mengindikasikan bahan kimia tidak berbahaya, sedangkan skore 1 menunjukkan bahaya pada level rendah dan skore 4 menunjukkan bahan tersebut termasuk sangat berbahaya. Untuk MSDS yang dibuat dalam file teks, maka tanda bahaya dituliskan dalam bentuk 4 atau 3 angka berturutan, sebagai berikut : [4,1,1,0] atau [4,1,1] 1. Bagian sebelah kiri berwarna biru menunjukkan skala bahaya kesehatan. 2. Bagian sebelah atas berwarna merah menunjukkan skala bahaya kemudahan terbakar. 3. Bagian sebelah kanan berwarna kuning menunjukkan skala bahaya reaktivitas. 4. Bagian sebelah bawah berwarna putih menunjukkan skala bahaya khusus lainnya.
  6. 6. Bahaya Terhadap Kesehatan
  7. 7. Bahaya Kemudahan Terbakar
  8. 8. Bahaya Reaktivitas
  9. 9. <ul><li>Mendukung budaya terciptanya </li></ul><ul><li>kesehatan dan keselamatan kerja. </li></ul>Seberapa pentingkah MSDS ? Data dari MSDS sangat penting dalam penyimpanan, penanganan, pemakaian, pembuangan zat kimia. Data MSDS merupakan protokol standar keamanan dan keselamatan kerja
  10. 10. <ul><ul><li>R equired for each chemical . </li></ul></ul><ul><ul><li>R equires lab technician and student review . </li></ul></ul><ul><ul><li>M ust be accessible for everyone in the lab. </li></ul></ul><ul><li>MSDS for hazardous chemicals must be in workplace </li></ul><ul><li>employees must be able to interpret MSDS information </li></ul><ul><li>MSDS may be in printed form or available electronically </li></ul><ul><li>MSDS that is missing must be replaced within 30 days </li></ul><ul><li>hazardous chemicals may not be used if a MSDS is not available </li></ul><ul><li>MSDS shall be readily available for review by employees </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Informasi umum </li></ul><ul><li>Informasi tentang komponen berbahaya </li></ul><ul><li>Informasi data fisika </li></ul><ul><li>Informasi tentang data kemudahan terbakar dan ledakan </li></ul><ul><li>Informasi tentang data reaktivitas </li></ul><ul><li>Informasi tentang bahaya kesehatan </li></ul><ul><li>Informasi prosedur pengumpulan, pengelolaan </li></ul><ul><li>dan pengolahan limbah </li></ul><ul><li>Informasi perlindungan bahan kimia </li></ul><ul><li>Informasi penanganan awal khusus </li></ul><ul><li>Data transportasi </li></ul>
  12. 12. Material Safety Data Sheet (MSDS)
  13. 13. <ul><li>Tanggal pembuatan </li></ul><ul><li>Alamat produsen atau suplier </li></ul><ul><li>Nomor seri CAS (Chemical Abstract Serial Number) </li></ul><ul><li>Nama kimia </li></ul><ul><li>Nama perdagangan dan sinonim </li></ul><ul><li>Nama kimia lainnya </li></ul><ul><li>Rumus struktur dan rumus kimia </li></ul><ul><li>Tanda bahaya bahan kimia </li></ul>Informasi umum
  14. 14. <ul><li>Batas paparan tiap komponen </li></ul><ul><li>Komposisi </li></ul><ul><li>Persen berat </li></ul>Informasi tentang komponen berbahaya
  15. 15. <ul><li>Titik didih </li></ul><ul><li>Tekanan uap </li></ul><ul><li>Kerapatan uap </li></ul><ul><li>Titik beku atau titik leleh </li></ul><ul><li>Kerapatan cairan </li></ul><ul><li>Persen penguapan </li></ul><ul><li>Kelarutan </li></ul><ul><li>Penampakan fisik dan bau </li></ul>Informasi data fisika
  16. 16. <ul><li>Titik nyala </li></ul><ul><li>Batas kemampuan terbakar </li></ul><ul><li>Batas temperatur terendah yang menimbulkan ledakan </li></ul><ul><li>Batas temperatur tertinggi yang menimbulkan ledakan </li></ul><ul><li>Media /bahan kimia yang digunakan untuk pemadaman </li></ul><ul><li>Prosedur khusus untuk pemadaman </li></ul>Informasi tentang data kemudahan terbakar dan ledakan
  17. 17. <ul><li>Stabilitas bahan </li></ul><ul><li>Pengaturan lokasi penempatan bahan </li></ul><ul><li>Produk dekomposisi yang berbahaya </li></ul><ul><li>Produk polimerisasi yang berbahaya </li></ul>Informasi tentang data reaktivitas
  18. 18. <ul><li>Efek terkena paparan yang berlebihan </li></ul><ul><li>Prosedur pertolongan darurat dan </li></ul><ul><li>pertolongan pertama akbiat kecelakaan </li></ul><ul><li>Kontak pada mata </li></ul><ul><li>Kontak pada kulit </li></ul><ul><li>Terhirup pada pernafasan </li></ul>Informasi tentang bahaya kesehatan
  19. 19. <ul><li>Langkah-langkah yang harus diambil untuk pengumpulan limbah </li></ul><ul><li>Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di lapangan </li></ul><ul><li>Prosedur pengelolaan dan pengolahan limbah di laboratorium </li></ul><ul><li>Metoda pemusnahan limbah bahan kimia </li></ul>Informasi prosedur pengumpulan, pengelolaan dan pengolahan limbah
  20. 20. <ul><li>Perlindungan respiratory </li></ul><ul><li>Ventilasi </li></ul><ul><li>Sarung tangan pelindung </li></ul><ul><li>Pelindung mata </li></ul><ul><li>Peralatan pelindung lainnya </li></ul><ul><li>Pengawasan perlindungan </li></ul>Informasi perlindungan bahan kimia
  21. 21. <ul><li>Nama dan jenis transportasi </li></ul><ul><li>Tanda kelas bahaya bahan </li></ul><ul><li>Tanda label </li></ul><ul><li>Tanda merk </li></ul><ul><li>Prosedur darurat akibat kecelakaan </li></ul><ul><li>Prosedur penanganan awal yang harus dilakukan selama tranportasi. </li></ul>Data transportasi
  22. 22. Untuk MSDS yang dibuat dari beberapa penyusun sering berbeda dalam hal urutan penyajian, penonjolan dan prioritas materi, tidak memuat beberapa prosedur pendukung, atau detail proses yang berlaku standar tidak dituliskan secara lengkap. Meskipun demikian pengguna atau mahasiswa dapat merujuk MSDS dari beberapa sumber untuk dikomparasikan sehingga saling melengkapi.
  23. 23. <ul><li>Inventarisasi bahan-bahan kimia yang terkait dengan riset yang dilakukan. </li></ul><ul><li>Pengumpulan dan penelusuran dokumen MSDS </li></ul><ul><li>Modifikasi MSDS </li></ul><ul><li>Implementasi MSDS. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Langsung menuju alamat URL situs penyedia MSDS. MSDS dari bahan kimia yang akan dicari dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas searching atau pemilihan bahan yang tersedia. Contoh situs penyedia MSDS adalah http://www.msdsonline.com/ (komersial) </li></ul><ul><li>http://www.state.nj.us/health/eoh/rtkweb/rtksfs.htm (non komersial) </li></ul><ul><li>b. Penelusuran dengan memanfaatkan fasilitas web-link tentang MSDS yang tersedia. </li></ul><ul><li>Contoh situs web-link MSDS yang popular adalah : http://www.ilpi.com/msds/ </li></ul><ul><li>c. Penelusuran dengan memanfaatkan fasilitas searching engine seperti situs yahoo, altavista, google dan lain-lain. </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Kimia dan Farmasi </li></ul><ul><li>Kedokteran </li></ul><ul><li>Pertanian </li></ul><ul><li>Pangan </li></ul><ul><li>Teknik </li></ul><ul><li>Lingkungan </li></ul>
  26. 26. Bidang Kimia dan Farmasi <ul><li>Dalam bidang kimia, penelitian dapat dilakukan untuk keperluan sintesis, analisis, pengujian atau kajian eksperimental kimia lainnya. Demikian juga dalam bidang farmasi, penelitian yang dilakukan akan menggunakan bahan kimia misal untuk sintesis obat, isolasi bahan obat, pengujian farmakologi dan lain-lain. </li></ul><ul><li>Secara umum, MSDS yang harus diperhatikan meliputi bahan kimia yang memiliki potensi bahaya cukup besar seperti berbagai pelarut (karena potensi kemudahan untuk terbakar), bahan organik sangat toksik misal sianida, gas-gas beracun atau mudah terbakar, garam-garam beracun seperti arsen, merkuri atau selenium, dan lain-lain. </li></ul>
  27. 27. Bidang pertanian <ul><li>Beberapa penelitian di bidang pertanian melibatkan pemakaian bahan kimia dalam jumlah cukup intensif seperti pemakaian pupuk dan pestisida seperti insektisida, herbisida, fungisida, nematisida, rodentisida serta bahan pemberantas </li></ul><ul><li>hama dan obat penyakit tanaman lainnya. MSDS dari jenis bahan-bahan tersebut dapat diperoleh dari buku-buku khusus yang diterbitkan oleh produsen bahan kimia tersebut atau dari situs internet khusus yang dikelola oleh produsen bahan kimia tersebut. MSDS sendiri dapat dimintakan ke produsen dengan permintaan langsung atau melalui situs-situs internet seperti Zeneca Agricultural Product, Crop Data Management System, EXTOXNET, Norvartis Crop Protection, DuPont Agricultural Products dan lain-lain. </li></ul>
  28. 28. Bidang kedokteran <ul><li>Beberapa penelitian di bidang kedokteran seringkali menggunakan pemakaian bahan kimia meskipun seringkali hanya dalam jumlah kecil. Akan tetapi untuk keperluan pembiusan atau keperluan lain akan menggunakan gas-gas tertentu seperti oksigen, khlor etilen, ether dan lain-lain. Mahasiswa dapat mempelajari sifat, tatacara penanganan, bahaya dan takaran yang diperbolehkan dari gas-gas tersebut dengan menggunakan MSDS. </li></ul>
  29. 29. Bidang pangan <ul><li>Riset dalam bidang pangan menggunakan bahan kimia seperti bahan yang berfungsi untuk aditif, pengawet, emulgator, bahan pewarna, bahan pemberi rasa atau aroma, bahan pengatur tekstur dan lain-lain. Riset tentang pembuatan bahan pangan dengan menggunakan bahan-bahan tersebut dapat dikaji terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kandungan bahaya dari setiap bahan yang dilibatkan. Hal itu </li></ul><ul><li>dapat dipelajari menggunakan informasi yang terdapat di dokumen MSDS. </li></ul>
  30. 30. Bidang teknik <ul><li>Untuk rekayasa dalam bidang kimia yang melibatkan riset kajian produksi dan instalasi proses produksi maka dokumen </li></ul><ul><li>MSDS dapat membantu sebagai bahan pertimbangan aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Sifat korosi bahan dapat dipelajari dari MSDS yang memuat keterangan reaktivitas bahan-bahan kimia yang digunakan. Hal ini cukup membantu </li></ul><ul><li>untuk mahasiswa teknik mesin, sipil atau perencana jaringan pipa. Penelitian dalam bidang tambang, geologi dan pengolahan hasil tambang maka kebutuhan pengetahuan </li></ul><ul><li>tentang bahan kimia yang terlibat dapat dipenuhi dari MSDS. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui efek toksik terhadap para penambang atau pekerja lainnya. </li></ul>
  31. 31. Bidang lingkungan <ul><li>Untuk riset di bidang lingkungan dokumen MSDS sangat penting dan membantu khususnya untuk pengumpulan dan pengelolaan buangan bahan kimia serta pemusnahan limbah. Detail prosedur pengelolaan limbah termuat pada MSDS dengan lengkap terutama pada MSDS yang dibuat oleh atau mengacu pada Environmental Protection Agency (EPA). Dengan menggunakan MSDS ini mahasiswa dapat </li></ul><ul><li>mengetahui bahaya, mengantisipasi ancaman bahaya terhadap lingkungan serta meminimalkan risiko kerusakan lingkungan. </li></ul>

×