Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Aplikasi teori permintaan dan penawaran

2,501 views

Published on

ekonomi mikro

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

Aplikasi teori permintaan dan penawaran

  1. 1. AplikasiTeori Permintaan dan Penawaran Alfattan Kurniawan (1315100032) Angga Mahendra (1315100035)
  2. 2. AplikasiTeori Permintaan dan Penawaran • Masalah Jangka Panjang Sektor Pertanian • Masalah Jangka Pendek Dalam Sektor Pertanian • Menstabilkan Harga Dan Pendapatan Pertanian • Kebijakan Harga Maksimum • Pengaruh Pajak Penjualan • Pengaruh Subsidi Pemerintah
  3. 3. Masalah Jangka Panjang Sektor Pertanian Di dalam perekonomian negara yang berkembang, sektor pertanian penting sekali artinya.Sebagian besar dari produksi nasional merupakan hasil pertanian dan sebagian besar pendapatan rumah tangga di belanjakan untuk membeli hasil-hasil pertanian. Perkembangan ekonomi sedikit demi sedikit akan mengurangi peranan sektor pertanian yang besar tersebut. Lain halnya dengan negara industri yang modern hanya sebagian kecil penduduk melakukan kegiatan di sektor pertanian
  4. 4. Faktor yang Mempengaruhi Kemunduran Sektor Pertanian 1. Pertambahan permintaan barang pertanian lambat Pertumbuhan ekonomi menyebabkan pendapatan terus-menerus bertambah.Corak permintaan masyarakat mengalami perubahan yang sangat drastis dalam perekonomian yang semakin maju. Kenaikan pendapatan akan menaikkan konsumsi berbagai macam barang, baik barang industri maupun barang pertanian.Pertambahan konsumsi barang-barang bukan pertanian seperti barang pakaian, perumahan, barang tahan lama, ataupun hiburan semakin tinggi.Ini berarti barang-barang seperti itu mempunyai elastisitas permintaan pendapatan yang tinggi. Atau dapat dikatakan bahwa permintaan terhadap hasil-hasil pertanian bertambah lebih lambat daripada pertambahan kenaikan pendapatan, yang berarti elastisitas permintaan pendapatanya rendah. Akibatnya, dalam jangka panjang perbedaan harga antara harga barang industri dengan harga barang pertanian cenderung semakin melebar.
  5. 5. 2. Kemajuan teknologi yang pesat Telah dijelaskan diatas bahwa negara-negara maju hanya sebagian kecil penduduknya yang bekerja pada sektor pertanian. Hal ini di mungkinkan oleh perkembangan teknologi yang cepat disektor tersebut sehingga memungkinkan kenaikan produksivitas yang sangat tinggi. Sebagai contoh, dalam tahun 1929di Amerika serikat sebanyak 12,8 juta orang bekerja di sektor pertanian. Produksi yang mereka ciptakan pada tahun 1929, kalau dihasilkan pada masa sekarang, yaitu kurang lebih sesudah tujuh dekade, hanya memerlukan pekerja sebanyak 1,7 juta orang saja.
  6. 6. • Mendorong kepada perpindahan tenaga kerja dari sector pertanian ke sector industry • Menimbulkan masalah kelebihan produksi pertanian. Keadaan ini menyebabkan harga barang pertanian cenderung untuk tetap berada ditingkat yang rendah. Dampak kemajuan teknologi disektor pertanian yang memungkinkan pertambahan produktivitas yang tinggi :
  7. 7. Masalah Jangka Pendek dalam Sektor Pertanian Harga hasil-hasil pertanian cenderung mengalami fluktuasi yang relative besar. Disebabkan oleh permintaan dan penawaran terhadap berang pertanian yang sifatnya tidak elastis. Factor yang menyebabkan ketidakstabilan harga pertanian dalam jangka pendek : a. Perubahan penawaran Produksi pertanian sangat dipengaruhi oleh factor alamiah. Menyebabkan tingkat produksi pertanian cenderung mengalami perubahan yang relative besar dari musim ke musim. Hal ini juga menyebabkan terjadi fluktuasi pada penawarannya, sehingga harga menjadi tidak stabil
  8. 8. Dalam jangka pendek maupun jangka panjang, permintaan terhadap barang pertanian bersifat tidak elastic. Kenaikan dalam pendapatan hanya menimbulkan kenaikan yang kecil saja terhadap permintaan. Dalam jangka pendek, ia tidak elastic karena kebanyakan hasil-hasil pertanian merupakan barang kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari. Jumlah konsumsi hampir sama walaupun harganya mahal atau murah. b. Perubahan permintaan
  9. 9. Menstabilkan harga dan pendapatan produsen hasil pertanian, berbagai negara (pemerintah) banyak yang melakukan campur tangan dalam penentuan produksi dan harga. Campur tangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara : MENSTABILKAN HARGA DAN PENDAPATAN PERTANIAN 1. Membatasi (menentukan kuota) pada tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap-tiap produsen. Menimbulkan dua macam perubahan, yaitu : a) Harga barang akan naik b) Jumlah yang boleh diproduksi dan dijual para petani berkurang. 2. Melakukan pembelian-pembelian barang yang ingin distabilkan harganya dipasaran bebas. 3. Memberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar adalah lebih rendah daripada harga yang dianggap sesuai oleh pemerintah. Pemerintah tidak menentukan harga pasar tetapi menetapkan harga jaminan yang akan diterima petani untuk setiap produksinya.
  10. 10. KEBIJAKAN HARGA MAKSIMUM Kebijakan ini dilakukan pemerintah apabila harga di pasar bebas di anggap terlalu tinggi, sehingga dikhawatirkan membawa dampak yang tidak diinginkan seperti terjadinya inflasi dan juga mempengaruhi pada kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, jumlah permintaan (Qd) lebih besar dari jumlah penawaran (Qs). Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan shortage dimana terjadi kekurangan pasokan barang. Pada keadaan seperti ini produsen berlomba-lomba untuk menjualkan barang dagangannya dengan harga yang lebih tinggi, sehingga peran pemerintahlah yang mengeluarkan kebijakan ini. Ada batasan harga tertinggi yang bisa dilakukan oleh produsen untuk menjual barangnya yang berada di bawah harga pasar.Hal ini dilakukan untuk melindungi konsumen.
  11. 11. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebijakan harta maksimum mempengaruhi: 1) Harga 2) Menciptakan kelebihan permintaan 3) Berkurangnya penawaran 4) Menurunnya kuantitas yang diperjualbelikan (shortage) KEBIJAKAN HARGA MAKSIMUM
  12. 12. PENGARUH PAJAK PENJUALAN Pajak penjualan adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah dan dibayar pada waktu jual beli ke atas barang-barang yang dikenakan pajak penjualan itu dilakukan.Pada umumnya pajak penjualan dikenakan dalam bentuk suatu persentasi tertentu dari hasil penjualan. Pajak penjualan ini merupakan pajak tidak langsung, yang berarti beban pajak dapat dialihkan kepada pihak ketiga, yang dalam hal ini adalah konsumen. Pajak yang dipungut pemerintah dapat berupa lump sum tax, yaitu besarnya sudah tertentu, misal Rp100,000, dan dapat berupa propotional tax, yaitu dalam bentuk presentase dari harga, misalnya 5% P atau 0,05 P. keduanya akan menaikkan biaya produksi
  13. 13. PENGARUH SUBSIDI PEMERINTAH Pajak yang dikenakan atas penjualan sesuatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih mahal. Sebab setelah dikenakan pajak, produsen akan berusaha mengalihkan beban pajak tersebut kepada konsumen, yaitu dengan jalan menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta menjadi lebih mahal daripada harga keseimbangan sebelum pajak, dan jumlah keseimbangannya menjadi lebih sedikit
  14. 14. KESIMPULAN 1. Di dalam perekonomian yang belum berkembang, sektor pertanian penting sekali artinya.Sebagian besar dari produksi nasional merupakan hasil pertanian dan sebagian besar pendapatan rumah tangga di belanjakan untuk membeli hasil-hasil pertanian. Perkembangan ekonomi sedikit demi sedikit akan mengurangi peranan sektor pertanian yang besar tersebut. 2. Dalam jangka pendek harga barang-barang hasil pertanian mengalami naik turun yang relatif besar. Harganya boleh mencapai ke tingkat yang lebih tinggi pada suatu masa, sebaliknya mengalami kemrosotan yang sangat buruk pada masa berikutnya. 3.Menstabilkan harga dan pendapatan produsen hasil pertanian, berbagai negara banyak yang melakukan campur tangan dalam penentuan produksi dan harga. 4. Kebijakan ini dilakukan pemerintah apabila harga di pasar bebas di anggap terlalu tinggi, sehingga dikhawatirkan membawa dampak yang tidak diinginkan seperti terjadinya inflasi dan juga mempengaruhi pada kesejahteraan masyarakat.
  15. 15. CONTOH SOAL
  16. 16. CONTOH SOAL
  17. 17. CONTOH KASUS komoditas cabe adalah salah satu komoditas yang dianggap penting dalam konsumsi masyarakat khususnya rumah tangga, komoditas ini juga merupakan komoditas yang di butuhkan oleh kalangan pelaku bisnis/industri, baik industri besar maupun industri kecil sebagai bahan baku untuk produksi industri itu sendiri.
  18. 18. CONTOH KASUS Beberapa waktu lalu ketua agrobisnis cabai indonesia dadi sudiyana mengungkapkan, akibat tingginya curah hujan ini produktifitas tanaman cabai bisa melorot hingga 30%. Dalam gambarannya, jika biasanya satu hektar lahan dalam kondisi normal bisa menghasilkan 12 ton cabai merah, maka akibat kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan tinggi membuat produksi cabai menurun menjadi sekitar 8,4 ton per hektar akibatnya penurunan produksi cabai dan harga cabai di pasaran terus melambung. Bahkan, harga cabai sempat menyentuh harga Rp 50.000 – Rp 60.000 per kg. Tapi, Kalau di tingkat petani, harga cabai masih di kisaran Rp 17.000 – Rp 20.000 per kg.
  19. 19. CONTOH KASUS Dengan terjadinya peningkatan harga cabai tersebut dapat diartikan bahwa produksi cabai menurun sehingga mengakibatkan kenaikan harga yang menunjukkan bahwa produksi cabai menurun dari kondisi normal dan terjadi kelangkaan barang sehingga dengan langkanya barang dari kondisi normal tersebut maka pengusaha menaikkan harga, sesuai dengan teori permintaan yang menyebutkan bila permintaan meningkat maka terjadi kenaikan harga (cateris paribus).
  20. 20. TERIMAKASIH 

×