16-Cost and Benefit Analysis - Presentation Transcript
Analisis Kelayakan Proyek Dr. Fahmy Radhi, MBA. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada
Kebijakan Publik
Perlukah membangun rumah sakit baru?
Membangun bandara atau menambah rail kereta api?
Merubah area perkotaan menjadi perumahan atau tetap sebagai lahan pertanian?
Membangun generator listrik dari tenaga uap, air, batu bara atau tenaga matahari?
Tahapan Analisis
Identifikasi kebutuhan masyarakat
Evaluasi dengan arah pembangunan
Screening awal ide proyek
Analisis Kelayakan: Analisis pasar, teknikal, dan finansial
Rekomendasi hasil analisis (layak/tdk.layak)
Penyusunan proposal
Analisis Evaluasi Proyek
Metode untuk menilai manfaat dan biaya dari berbagai alternatif kebijakan publik.
Manfaat dan biaya diukur berdasar nilai ekonomis dari sudut pandang masyarakat luas (social benefit) .
Analisis biaya-manfaat harus sejalan dengan prioritas pembangunan nasional/daerah.
Social benefit berbeda dengan private benefit .
Prioritas Pembangunan
Mendorong pemerataan pendapatan.
Contoh proyek: mengembangkan UKM
Pengurangan pengangguran.
Jenis proyek: proyek-proyek padat karya
Stabilisasi nilai tukar valas.
Jenis proyek: proyek berorientasi ekspor.
Pengukuran Biaya-Manfaat
Menggunakan harga pasar.
Jika produk/jasa yang dihasilkan ditransaksikan di pasar dan harga ditetapkan oleh transaksi pasar.
Tanpa menggunakan harga pasar.
Shadow price digunakan jika tidak tersedia harga pasar atau terjadi distorsi terhadap harga pasar. Misal, pajak, tarif dan subsidi.
Analisis Pasar
Analisis Teknikal
Analisis Keuangan
Aspek Analisis
Analisis Pasar
Deskripsi pasar: area pemasaran, metode transportasi produk, saluran distribusi.
Kondisi permintaan: siapa konsumen utama produk, jumlah dan nilai konsumsi.
Proyeksi permintaan masa depan.
Kondisi persaingan: strategi harga, jumlah pesaing, program promosi dan iklan.
Analisis Teknikal
Menilai apakah secara teknis proyek memang benar-benar dapat diimplementasikan.
Menilai berbagai alternatif pilihan teknologi, infrastruktur, ecology , metode produksi, ketersediaan SDM dll.
Alat Analisis Keuangan
Average Rate of Return (ARR)
Net Present Value (NPV)
Internal Rate of Return (IRR)
Profitability Index (PI)
Payback Period (PP)
Average Rate of Return
Mengukur rata-rata tingkat keuntungan investasi.
Misal, investasi proyek poliklinik baru
- Aktiva tetap : Rp 800 juta, umur 8 thn.
- Modal kerja : Rp 200 juta
- Penghasilan Rp 1.500 juta/thn.
- Biaya operasional tunai Rp 1.000 juta
- Tarif pajak 35%
lanjutan Pendapatan Rp 1.500jt Biaya -biaya: - Operasional tunai Rp 1.000jt - Penyusutan (Rp 800jt/8) Rp 1.100jt Laba sblm pajak Rp 400jt Pajak (35%) Rp 140jt Laba stlh pajak Rp 260jt
Tujuan proyek: peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi sampah.
Saat ini pendapatan dari retribusi sampah Rp 125 juta/thn (masih jauh di bawah potensi).
Data Deskriptif:
Jumlah keluarga = 120.902
Juml. pedagang pasar = 28.000
Tarif sampah rumah tangga = 7.500
Tarif sampah pasar = 15.000
lanjutan
Siapkan analisis kelayakan pengelolaan sampah kota yang terdiri dari:
Analisis teknis: alat-alat yg diperlukan, lokasi dan desain tempat pembuangan akhir (TPA), kelayakan lingkungan TPA, tenaga kerja, dll.
Analisis keuangan: sumber modal awal, investasi awal yang diperlukan, biaya beli/sewa alat, biaya perawatan, aliran kas masuk, anggaran gaji, biaya operasional, dll.
Pelaksana kegiatan (dikontrakkan swasta atau dikelola Pemda).
Studi Kasus: Pengelolaan Retribusi Parkir
Tujuan proyek: peningkatan pendapatan daerah melalui retribusi parkir.
Area retribusi: area parkir terminal, parkir taman kota, parkir jalan raya, tempat hiburan.
Detail analisis:
panjang jalan, daya tampung mobil/motor per-kilometer, % hunian parkir, jumlah tempat hiburan, luas dan daya tampung parkir tempat hiburan, luas parkir taman kota, rasio petugas parkir: kendaraan, frekuensi parkir, gaji dan tunjangan petugas parkir, biaya operasi per-hari.
4 comments
Comments 1 - 4 of 4 previous next Post a comment