• Like
Kiat Mengatasi Kesenjangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Kiat Mengatasi Kesenjangan

  • 5,923 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
5,923
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
47
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Kiat Bangkit Mengatasi Kesenjangan Oleh Musni Umar, Ph.DKesenjangan merupakan sunnatullah (natural law). Manusia diberi tenaga, fikiran dan akalsehat untuk mengatasi kesenjangan. Bukan menyerah apalagi pasrah terhadap kesenjanganyang terjadi.Kesenjangan berasal dari kata senjang, yang padanan maknanya ialah ketimpangan,kontradiktif, gap, divergen, jurang, ketidakseimbangan, dan ketidaksimetrian.Bentuk kesenjangan banyak sekali seperti kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi,kesenjangan sosial budaya, kesenjangan gender, kesenjangan pendapatan, kesenjanganinformasi, kesenjangan harga dan lain sebagainya.Pembangunan sejatinya untuk mengurangi dan bahkan untuk menghilangkan kesenjangan.Akan tetapi dalam banyak hal, justeru pembangunan melahirkan kesenjangan antar orang dankelompok masyarakat, kesenjangan antar kota dan desa, kesenjangan antar kawasan atauwilayah dan lain sebagainya.Pembangunan EkonomiPembanguna di masa Orde Baru telah menciptakan kemajuan dan ketidakadilan. Melalui UUPenanaman Modal Asing (PMA) dan UU Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), ekonomiIndonesia dibangun.Dengan menggunakan teori "membangun kue besar" untuk mewujudkan "trickle down"(menetes ke bawah) ke masyarakat luas hasil-hasil pembangunan, pemerintah membangunekonomi Indonesia dengan menggunakan paling tidak lima strategi.Pertama, investasi asing. Pemerintah mengundang para penanam Modal asing (investors)untuk menanamkan modalnya di Indonesia dengan memberi kemudahan serta berbagaifasilitas dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Kedua, investasi dalam negeri. Pemerintah membuka kesempatan seluas-luasnya kepadapengusaha di dalam negeri dengan berbagai kemudahan dan fasilitas untuk menanamkan
  • 2. modalnya di dalam negeri.Penanaman modal asing dan dalam negeri digenjot habis-habisan untuk mendorongpertumuhan ekonomi yang tinggi. Konsekuensinya, pembangunan ekonomi semacam itu,hanya semakin memperkaya orang yang sudah kaya dengan memberi tetesan ekonomi sedikitkepada masyarakat bawah.Mereka yang bisa berpartisipasi (ikut serta) dalam pembangunan, hanya mereka yang sudahsiap. Siapa mereka itu? Ialah orang-orang China yang sejak zaman penjajahan sudahdigolongkan sebagai "Timur Asing" yang diberi peluang bergerak di dunia bisnis. Selain itu, parapenjajah yang diundang ke Indonesia untuk menanamkan modalnya.Ketiga, berutang. Strategi yang dipergunakan untuk bisa membangun ialah dengan berutang.Sejak Orde Baru mulai berkuasa tahun 1967, Indonesia sudah berutang. Utang itu terusberlanjut hingga sekarang di era Orde Reformasi. Maka tidak heran jika utang Indonesia, sampaisaat ini telah mencapai sekitarKeempat, stabilitas. Untuk mengamankan jalannya pembangunan ekonomi, maka stabilitasnasional dijadikan sebagai salah satu trilogi pembangunan. Dengan strategi semacam itu, makaTNI mengamalkan dwifungsi yaitu selain mengabdi dikesatuannya di TNI, juga dikaryakan dibirokrasi dan BUMN. Keamanan mendapat prioritas utama dan siapa yang menciptakaninstabilitas, maka akan dihadapi TNI. Setelah reformasi, stabilitas keamanan diserahkankepada polisi.Kelima, pemerataan. Strategi pembangunan yang mementingkan pemerataan disampingpertumbuhan dan stabilitas, gagal diwujudkan karena yang dapat maju dan bisa menikmatipertumbuhan ekonomi yang tinggi, adalah mereka yang mempunyai pendidikan yang baik danmemadai, memiliki skill (kepakaran), modal, jaringan dan ketrampilan berusaha.Golongan masyarakat bawah tidak dapat memanfaatkan momentum pembangunan karenatidak memiliki berbagai persyaratan yang diperlukan untuk bisa berpartisipasi dalampembangunan. Akibatnya mereka terus terpuruk, seolah Tuhan telah menakdirkan merekamenjadi kurang berpendidikan, miskin dan terkebelakang (tertinggal).Dampak PembangunanPembangunan yang dilaksanakan di masa Orde Baru telah membawa kemajuan ekonomibangsa dan negara, dan kekayaan yang luar biasa kepada segentir orang.
  • 3. Sebagai contoh aktual kasus Lim Sioe Liong, yang meninggal di Singapura beberapa hari lalu.Wartawan memberitakan bahwa rumah tempat tinggalnya seluas 8.000 meter persegi dengannilai Rp 1 triliun rupiah. Peti mati untuk Lim Sioe Liong seharga 9.000 dollar Singapura atau 67,5juta.Sedangkan untuk menjamu para politisi, pengusaha serta diplomat dan handai tolan yangdatang dari China dan Jakarta, untuk memberi penghormatan terakhir kepada beliau, perhariRp 1,2 milyar perhariPara konglomerat yang dibesarkan Presiden Soeharto dan rezim Orde Baru, setelah terjadireformasi mereka lari keluar negeri dengan membawa uang dan harta yang dimiliki serta hasiljarahan dari BLBI sekitar 650 trilun.Pemerintah Indonesia kemudian menyehatkan perbankan dan perusahaan yang dijarahuangnya dan ditinggal lari pemiliknya serta pemimpinnya keluar negeri. Setelah bank danperusahaan itu sehat, pemerintah menjualnya dengan harga murah kepada pihak asing yangtidak jarang adalah bekas pemilik lama yang masuk ke Indonesia dengan memakai benderaasing (investor asing).Krisis ekonomi yang dialami Indonesia tahun 1997 telah memberi berkah kepada orang-orangkaya dari keturunan China karena uang mereka dibawa lari ke Singapura dan mereka tinggal dinegeri itu. Pelanggaran hukum yang mereka lakukan tidak tersentuh sedikitpun, begitu jugaperbuatan korupsi, karena pemerintah Singapura melindungi mereka.Dampaknya setelah terjadi reformasi, mereka semakin kaya, sementara Indonesia harusmenanggung beban yang luar biasa besar, dan masyarakat bawah Indonesia terus terpuruk.Kiat BangkitMasyarakat Indonesia yang selama ini masih terpuruk, tidak ada pilihan lain kecuali bangkit danmaju. Untuk bisa bangkit dan maju, maka kiatnya.Pertama, menumbuhkan harapan. Harapan itu masih ada walaupun kesulitan menghimpit.Kedua, harus ada kemauan keras untuk berubah dan maju.Ketiga, beri beri beasiswa penuh kepada anak-anak miskin.Mereka yang diberi beasiswa harus berhijrah ke provinsi lain dan memasuki pendidikan
  • 4. berasrama. Ini penting untuk merubah budaya miskin yang dihinggapi orang-orang miskin. Iniadalah strategi untuk memotong pewarisan kemiskinan.Keempat, bentuk komisi beasiswa. Pembentukan komisi beasiswa di tiap provinsi sangatpenting karena untuk memutus lingkaran setan kemiskinan hanya melalui pendidikan. Untukperlu ada komisi beasiswa yang dipimpin para tokoh dari kalangan pendidikan, sosiolog, tokohagama dan tokoh masyarakat. Sumber dananya dari APBD, CSR dari perusahaan BUMN, BUMDdan perusahaan swasta, , donatur dalam dan luar negeri.Kelima, beri special treatment (perlakuan istimewa) kepada masyarakat bawah dalampembangunan ekonomi. Mereka harus diberi tempat berusaha di mal-mal, ditempat berusahayang strategis, diberi izin usaha, dilatih berbisnis dan mengelola bisnis,, diberi dorongan danharapan, diberi modal usaha dan modal kerja, dibina manajemen, dan dikontrol perkembanganusaha mereka.KesimpulanKesenjangan adalah persoalan yang harus dihadapi dan dipecahkan. Tidak boleh dibiarkankarena akan membawa negeri ini menjadi negara gagal.Pemecahan masalah kesenjangan harus dipelopori oleh diseluruh jajaran pemerintah danpartisipasi seluruh masyarakat. Partispasi sangat penting karena pada akhirnya yangmenentukan berhasil tidaknya mengatasi kesenjangan adalah masyarakat sebagai subyekpembangunan.Kiat untuk bangkit mengatasi kesenjangan harus bermula dari masyarakat yang memilikiharapan. Pemerintah kemudian mengapresiasi harapan itu dengan menyediakan sarana danprasana. Pemberian beasiswa penuh kepada anak-anak miskin merupakan kiat untukmemecahkan kesenjangan pendidikan dan sosial.Kiat untuk mengatasi kesenjangan ekonomi harus ada special treatment (perlakuan istimewa)terhadap masyakarat bawah yang berprofesi usaha kecil dan mikro. Mereka harus diberitempat berusaha yang strategis seperti di mal, digedung-gedung atau jalan yang ramaididatangi pembeli, mereka dibina, diberi modal kerja dan modal usaha, izin usaha, dilatihkepakaran berusaha dan dilakukan kontrol secara rutin mengetahui perkembangan usahamereka. Jangan seperti sekarang dilepas untuk bersaing besar dengan para konglomerat danperusahaan asing.
  • 5. * makalah ini dipresentasikan dalam program pemberdayaan masyarakat se Jakarta Pusat, pada 22 Juni2012, di Gedung Teja Buana, Jalan Menteng Raya 26 Menteng, Jakarta Pusat.