1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Sumber: www.midas-cichlid 
Pewaris 
an Sifat 4
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Pewarisan Sifat 
Peran Pembelahan Sel 
dalam Pewarisan Sifat 
Pola-Pola 
Hereditas 
Pewarisan Sifat 
menurut Mendel 
Kelainan Bawaan 
pada Manusia 
Perbaikan Mutu 
Genetik 
Mitosis Meiosis 
Hukum 
Mendel I 
Hukum 
Mendel II 
Penyimpangan Semu 
Hukum Mendel 
Tautan 
Gen 
Pindah 
Silang 
Determinasi 
Kelamin 
Rangkai 
Kelamin 
Gen 
Letal 
Alel 
Ganda 
Kelainan 
pada Gen 
Kelainan 
Jumlah Kromosom 
Seleksi Persilangan Mutasi Kloning Gen 
meliputi 
tercantum dalam 
meliputi meliputi meliputi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Pewarisan Sifat 
A. Peran Mitosis dan Meisosis dalam Pewarisan Sifat 
B. Pewarisan Sifat menurut Mendel 
C. Pola-Pola Hereditas 
D. Kelainan Bawaan pada Manusia 
E. Perbaikan Mutu Genetik
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
A.Peran Mitosis dan Meiosis dalam 
Pewarisan Sifat 
Pembelahan yang menghasilkan dua sel anak dengan jumlah 
kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induk 
Berfungsi untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak, 
dan mempertahankan jumlah kromosom 
Hanya terjadi pada sel-sel eukariota 
Tumbuhan 
Jaringan meristem, misalnya ujung 
akar dan pucuk batang 
Hewan 
Semua sel tubuh (somatis), kecuali 
sel-sel kelamin (gamet) 
Pembelahan mitosis 
terdiri atas 4 tahap: 
Profase Metafase Anafase Telofase
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
PROFASE Sentrosom  replikasi  2 sentrosom  masing-masing 
ke kutub inti sel berlawanan  mikrotubulus 
mulai terlihat  benang gelendong (spindel) pada 
hewan tiap sentrosom punya sentriol  kromosom 
jelas  nukleolus dan membran inti menghilang. 
METAFASE Kromatid  ke bidang ekuator (bagian tengah inti 
sel)  terbentuk lempeng metafase  sentromer 
 2 kinetokor  dihubungkan satu sentrosom. 
ANAFASE Kromatid memisahkan diri  setiap kromosom 
membentuk sentromer  kromosom ditarik 
kinetokor  terpisah  bergerak ke kutub 
berlawanan  sitokenesis mulai terjadi. 
TELOFASE Kromosom sampai di kutub berlawanan  benang 
gelendong tidak terlihat  kromosom panjang, tipis, 
tidak terlihat jelas  kromatin  membran inti 
terbentuk  sitokinesis lengkap  2 sel anak 
identik.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Pembelahan mitosis pada sel hewan 
Interfase 
Profase 
Metafase 
Anafase 
• Interfase merupakan tahap istirahat di 
antara dua pembelahan sel dan 
merupakan tahap terlama dalam siklus 
sel. 
• Sel melaksanakan fungsinya seperti 
biasa, tumbuh dan berkembang 
menjadi sel matang. 
Telofase 
Interfase
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Siklus Sel
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Terjadi pada sel-sel kelamin (gamet)  sperma dan ovum. 
Tujuan  menjaga agar keturunan hasil reproduksi seksual tetap 
memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya. 
Pengurangan jumlah kromosom induk  
PEMBELAHAN REDUKSI. 
Dihasilkan 4 sel anak  mengandung setengah jumlah kromosom 
sel induk. 
Dua kali periode pembelahan. 
Meiosis I  reduksi kromosom induk. 
Meiosis II  pemisahan kromosom. 
Antara meiosis I dan II  periode pendek  
interkinesis.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Pembelahan Meiosis pada Sel Hewan 
Interfase I 
Profase I 
Metafase I 
Anafase I 
Telofase I 
Interfase II 
Telofase II 
Anafase II 
Metafase II 
Profase II
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
PROFASE I Kromosom  memendek dan menebal  2 
kromosom homolog saling berdekatan  benang 
gelendong terbentuk  perlekatan antarkromatid 
 kiasma  pertukaran segmen kromatid  
pindah silang. 
METAFASE I Kromosom homolog berjajar berhadapan  
menempatkan diri pada bidang ekuator 
ANAFASE I Kromosom homolog  memisahkan diri dari 
pasangan homolog  bergerak ke arah kutub 
berlawanan 
TELOFASE I Sitokenesis  2 sel anak  setengah jumlah 
kromosom sel induk  membran inti mulai 
terbentuk  2 kromatid identik
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
PROFASE 2 
Kromosom memendek dan menebal  mudah 
diamati  benang-benang gelendong pada 
masing-masing kutub 
METAFASE 2 
Kromosom pada bidang ekuator  sentromer 
membelah  pasangan kromatid memisahkan 
diri  membran inti tidak terlihat 
ANAFASE 2 Kromosom dengan 1 kromatid  memisahkan diri 
 bergerak ke arah kutub berlawanan 
TELOFASE 2 Tiap sel  2 sel anak haploid
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
B. Pewarisan Sifat Menurut Mendel 
Gregor Johann Mendel (1822-1884)  Bapak Genetika 
Meletakkan dasar-dasar ilmu genetika  percobaan 
menggunakan kacang kapri/ercis (Pisum sativum). 
Siklus hidup tidak lama 
Mudah disilangkan 
Memiliki bunga sempurna 
Memiliki 7 sifat beda yang mencolok 
ALASAN 
HUKUM MENDEL I: Segregasi/pemisahan gen-gen secara bebas/ 
segregation of allelic genes  Tiap organisme memiliki 2 alel untuk setiap 
sifat  alel memisah selama pembentukan gamet  setiap gamet 
memiliki satu alel untuk satu sifat  persilangan monohibrid. 
HUKUM MENDEL II: Asortasi/pengelompokan gen-gen secara bebas 
 Gen-gen yang sealel memisah secara bebas ketika pembelahan meiosis 
pada waktu pembentukan gamet  persilangan dihibrid atau lebih.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Sifat-sifat kacang kapri yang dipelajari Mendel 
a. Letak bunga 
b. Bentuk polong 
c. Bentuk biji 
d. Warna polong 
hijau kuning 
e. Warna biji 
f. Warna testa (kulit biji) 
terminal aksial 
rata berlekuk 
bulat keriput 
hijau kuning 
Abu-abu putih
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Mendel: Tanaman kapri galur murni berbatang tinggi >< 
tanaman galur murni batang rendah. 
F1 
 semua berbatang tinggi  disilangkan sesamanya  F2 
 tinggi : rendah = 3 :1 
Persilangan dominansi penuh  Batang tinggi TT 
(homozigot dominan) >< batang rendah tt (homozigot 
resesif)  F1 
 Tt (heterozigot)  batang tinggi 
karena T dominan terhadap t 
F1 membentuk gamet  T dan t  saat pembentukan 
gamet  kedua alel (T dan t) mengalami segregasi  
HUKUMSEGREGASI / PEMISAHAN 
Jika F1 disilangkan sesamanya  genotipe yang 
terbentuk  TT, Tt, Tt, dan tt  fenotipe: 3 tanaman 
berbatang tinggi dan 1 tanaman berbatang rendah
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Salah satu persilangan yang dilakukan oleh Mendel
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Persilangan 
Sifat anakan tidak sama 
dengan salah satu induk 
Gabungan/campuran 
dari kedua induknya 
Pengaruh masing-masing 
induk kuat 
PERSILANGAN 
SEMIDOMINAN/ 
INTERMEDIET 
M 
M 
M M 
m 
m 
M m 
M m m m
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Persilangan organisme yang memiliki dua sifat beda 
Contoh yang dilakukan Mendel : 
Kapri galur murni biji bulat warna kuning (BBKK) >< kapri 
galur murni biji keriput warna hijau (bbkk). Bulat dominan 
terhadap keriput, kuning dominan terhadap hijau. 
F1  semua berbiji bulat dan berwarna kuning (BbKk) 
F1 disilangkan sesamanya  F2  4 kombinasi fenotipe 
 bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, keriput hijau  
9 : 3 : 3 :1  Pengelompokan 2 pasang gen secara 
bebas  HUKUM MENDEL II 
B mengelompok dengan K  gamet BK 
B mengelompok dengan k  gamet Bk 
b mengelompok dengan K  gamet bK 
b mengelompok dengan k  gamet bk
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
CONTOH PERSILANGAN DIHIBRID
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Persilangan organisme yang memiliki tiga sifat beda. 
Contoh: Tanaman kapri galur murni berbatang tinggi, berbiji 
bulat, dan warna biji kuning (TTBBKK) >< galur murni 
berbatang rendah, berbiji keriput, dan warna biji hijau (ttbbkk). 
Batang tinggi dominan terhadap batang rendah, biji bulat 
dominan terhadap biji keriput, biji kuning dominan terhadap 
biji hijau. 
F1  semua tanaman berbatang tinggi, biji bulat, warna biji 
kuning (TtBbKk). 
F1 disilangkan sesamanya  F2  8 kombinasi fenotipe 
 27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
d. Back Cross dan Test Cross 
Back cross/perkawinan balik merupakan perkawinan 
antara F1 dan induk jantan atau betina. 
Back cross membuktikan bahwa individu yang memiliki 
fenotipe sama dapat memiliki genotipe yang berbeda. 
Test cross atau uji silang adalah perkawinan antara F1 
dan individu homozigot resesif. 
Test cross digunakan untuk menguji kemurnian suatu 
galur.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
CONTOH BACK CROSS 
CONTOH TEST CROSS
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
C. Pola-Pola Hereditas 
1. Penyimpangan semu hukumMendel 
EPISTASIS 
HIPOSTASIS 
Peristiwa suatu gen 
mengalahkan ekspresi gen lain 
yang bukan alelnya 
Peristiwa suatu gen dikalahkan 
oleh ekspresi gen lain yang 
bukan alelnya 
Epistasis dominan 
Contoh: warna umbi lapis pada bawang  
12 : 3 : 1 
Epistasis resesif Contoh: warna rambut tikus  9 : 3 : 4
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
b. Gen-gen Komplementer 
Gen-gen yang saling berinteraksi untuk memunculkan 
fenotipe tertentu. 
Contoh: warna ungu pada bunga kacang 
Pembentukan warna ini melibatkan dua gen 
dominan, yaitu gen A dan P. Tidak adanya salah satu 
gen dominan itu menyebabkan tidak terbentuknya 
warna ungu sehingga bunga berwarna putih. 
Perbandingan keturunan = 9 : 7. 
Peristiwa beberapa pasang gen yang bukan sealel 
memengaruhi sifat tertentu. 
Pembentukan sifat oleh lebih dari 1 gen  poligen 
Perbandingan keturunan = 15 : 1.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tertutupnya ekspresi gen dominan apabila berdiri 
sendiri. 
Dipandang sebagai epistasis resesif 
Contoh: warna bunga Linnaria maroccana 
Perbandingan keturunan = 9 : 3 : 4 
Munculnya sifat akibat interaksi dari beberapa gen. 
Contoh: jengger/pial ayam 
Pial walnut Pial ercis Pial mawar Pial tunggal
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Tautan Gen (Gene Linked) 
Gen-gen yang terangkai pada kromosom yang sama 
Tokoh: Thomas Hunt Morgan 
Contoh gen berangkai: penentu bentuk sayap dan 
warna dada Drosophila melanogaster 
K = sayap normal , k = sayap keriput 
L = dada berwarna, l = dada polos 
Jenis tautan gen 
Terangkai sempurna  berdekatan 
Terangkai tidak sempurna  jauh
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
3. Pindah Silang (Crossing Over) 
Peristiwa pertukaran segmen kromatid yang bukan 
kromatid kembarannya dari sepasang kromosom 
homolog 
Kromosom mulai memisah  kromatid yang saling 
menyilang terputus  kiasma  perpindahan gen 
dari satu kromatid ke kromatid lainnya 
Tipe pindah silang 
Pindah silang 
tunggal 
Pindah silang 
ganda 
Gamet tipe rekombinasi  
rekombinasi dari parental
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
4. Determinasi Kelamin 
Jenis Kelamin 
Faktor genetik 
Faktor 
lingkungan 
Ditentukan materi 
genetik dalam 
kromosom 
Jenis kelamin ditentukan 
oleh kromosom kelamin 
Yang paling 
berpengaruh: suhu 
Penentuan jenis kelamin
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tipe XY 
1) Pada Serangga 
Contoh: lalat buah (Drosophilla melanogaster) 
4 pasang kromosom: 3 kromosom tubuh + 1 kromosom kelamin
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Rumus kromosom lalat buah 
Betina: 3AAXX Jantan: 3AAXY 
Gagal berpisah (non-disjunction) 
3AXX dan 3A0 
Homogamet 
3AX dan 3AY 
Heterogamet 
3AAXXX Betina super 
3AAXXY Betina fertil (subur) 
3AAX0 Jantan steril (mandul) 
3AAY0 Letal (mati
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Teori Keseimbangan Kelamin dari Calvin Bridges 
Jenis kelamin lalat buah ditentukan oleh hadirnya 
kromosom X dan Y, serta perbandingan antara 
kromosom X dan autosom 
INDEKS KELAMIN
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2) Pada Manusia 
46 kromosom: 22 pasang autosom, 1 pasang gonosom 
Rumus kelamin: ♀  22 AAXX, ♂  22AAXY 
Determinasi kelamin pada saat fertilisasi oleh sperma 
Perempuan 
Laki-Laki 
... zigot mengandung 
dua kromosom X dan 
keturunannya berjenis 
kelamin perempuan 
... zigot mengandung 
satu kombinasi XY dan 
keturunannya berjenis 
kelamin laki-laki 
Jika ovum 
dibuahi oleh 
sperma X ... 
Tiap ovum 
mengandung satu 
kromosom X 
Jika ovum 
dibuahi oleh 
sperma Y ... 
Satu sel sperma 
mengandung satu 
kromosom X atau Y
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tipe-Tipe Lain 
Jenis Contoh Jantan Betina 
X0 Belalang X0 XX 
ZW Reptil ZZ ZW 
Z0 Unggas ZZ Z0
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
5. Rangkai Kelamin (Sex Linkage) 
GEN 
Terdapat di 
dalam 
kromosom 
Sebagian 
besar 
terdapat di 
kromosom 
tubuh 
Gen yang ada 
pada kromosom 
kelamin 
Gen terangkai 
kelamin/rangkai 
kelamin/tautan 
kelamin 
Gen terangkai 
kromosom X atau Y
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Lalat buah 
(Drosophilla melanogaster) 
Kucing 
Gen penentu warna 
mata 
Gen W dan w terangkai 
pada kromosom X 
W= mata merah 
w = mata putih 
Lalat liar: mata merah 
Mutan: mata putih 
Gen penentu 
warna rambut 
Terangkai pada 
kromosom X 
B: hitam 
b: kuning 
Bb: belang tiga
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Penyakit keturunan  tidak dapat membedakan warna 
Gen penyebab  c (colourblind)  terangkai pada 
kromosom X 
Lebih banyak diderita oleh laki-laki 
Perempuan normal × laki-laki buta warna  semua 
keturunan normal 
Perempuan buta warna × laki-laki normal  anak laki-laki 
semua buta warna, perempuan normal
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2) Hemofilia 
Penyakit keturunan  darah sukar membeku 
Ditentukan oleh gen h pada kromosom X, bersifat 
letal pada perempuan 
Perempuan  carrier  membawa sifat 
 diturunkan pada anak laki-laki
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2) Rangkai Kelamin pada Kromosom Y 
Hipertrikosis  pertumbuhan rambut yang berlebihan pada 
bagian tubuh seseorang, misalnya pada telinga
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
6. Gen Letal 
Gen yang menyebabkan kematian pada individu yang 
memilikinya 
Menyebabkan kematian jika dalam keadaan homozigot 
Heterozigot  normal atau subletal 
Karena peran gen asli untuk menumbuhkan karakter 
atau bagian tubuh yang penting terganggu sehingga 
tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik 
Letal dominan: Huntington’s Disease, brakidaktili, tikus 
kuning, ayam redep (creeper) 
Letal resesif: albino pada tanaman jagung
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Gen Letal Dominan 
Ayam redep 
(creeper) 
Gen c = mengontrol pertumbuhan tulang 
Gen C = menghambat pertumbuhan tulang 
CC = letal, mati sewaktu embrio 
Cc = hidup, kaki dan sayap pendek  redep 
cc = normal
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Tikus Kuning 
Tikus normal: hitam/abu-abu 
Pembentukan pigmen hitam dan abu-abu: gen y 
Gen Y: tikus membentuk warna kuning (yellow) 
YY: letal, Yy: hidup (kuning), yy: normal
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Gen Letal Resesif 
Contoh: Albino pada tanaman jagung 
Tidak terbentuknya klorofil 
Tidak dapat melakukan fotosintesis 
Mati setelah berkecambah 
Sifat albino ditentukan oleh gen a  genotipe Aa 
normal daun kekuningan
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
7. Alel Ganda 
Beberapa gen yang memiliki alel lebih dari satu 
Contoh: gen yang menentukan golongan darah 
Sistem Penggolongan Darah 
ABO MN RHESUS
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Sistem ABO 
Ditemukan oleh Karl Landsteiner pada tahun 1901 
Dikenal 4 macam golongan darah: A, B, AB, dan O 
Ditentukan oleh alel ganda IA, IB, dan i 
Gen i resesif terhadap gen IA dan IB  gen IA dan IB 
tidak bersifat dominan satu sama lain 
Gen IAmenyandikan antigen A, gen IB menyandikan 
antigen B 
Genotipe
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Persilangan antara laki-laki yang bergolongan darah AB 
dan perempuan bergolongan darah B
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Sistem MN 
Ditemukan oleh K. Landsteiner dan P. Levine pada tahun 1927 
Berdasarkan adanya antigen M dan antigen N dalam 
eritrosit 
Antigen M dibawa oleh gen LM dan antigen N dibawa 
oleh gen LN 
Gen LM dan gen LN  alel kodominan  memberikan 
pengaruh yang sama 
Pembagian golongan darah berdasarkan sistem MN: 
M, MN, dan N 
Serum/plasma darah tidak mengandung antibodi M 
maupun N  tidak digunakan sebagai dasar transfusi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Seorang laki-laki yang bergolongan darah MN 
menikah dengan perempuan bergolongan darah N
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Sistem Rhesus 
Ditemukan pada tahun 1940 oleh K. Landsteiner dan A. S. Wiener 
Rhesus  sejenis kera di India yang banyak dipakai untuk 
penyelidikan darah manusia 
Didasarkan pada adanya antigen Rh pada eritrosit 
Memiliki arti penting dalam transfusi darah  penggumpalan 
eritrosit resipien jika antigen Rh bertemu dengan antigen rh
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
D. Kelainan Bawaan pada Manusia 
1. Kelainan bawaan karena kelainan gen 
ALBINO 
Kelainan yang ditandai tubuh tidak 
mampu membentuk pigmen melanin  
kulit dan tubuh berwarna putih 
Normal: gen A, genotipe AA atau Aa 
Albino: gen a, genotipe aa
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Persilangan Albino
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Diabetes Mellitus 
(Kencing Manis) 
Penyakit metabolisme pada tubuh manusia yang ditandai 
dengan tubuh yang tidak mampu mengubah glukosa 
menjadi glikogen karena pankreas kurang atau tidak mampu 
menghasilkan insulin 
Kelebihan glukosa pada darah  dibuang melalui urine  
urine mengandung glukosa 
Ditentukan oleh gen d  ♀ normal + ♂ diabetes  
keturunan semua normal tapi carrier
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Thalassemia 
Ditandai dengan sel-sel darah merah yang mudah sekali 
mengalami hemolisis (pecah) 
Bentuk eritrosit tidak teratur, mengandung sedikit hemo-globin 
 penderita akan mengalami anemia 
Dibagi menjadi 2 jenis: 
Thalassemia mayor 
Thalassemia minor 
Mati sewaktu masih bayi 
Transfusi darah rutin 
Disebabkan oleh gen Th  genotipe Thth  talasemia 
minor thth  normal 
Laki-laki menderita talasemia minor menikah dengan 
perempuan sesama penderita talasemia minor, perbanding-an 
keturunannya = talasemia minor : normal  2 : 1
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Persilangan
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
2. Kelainan Bawaan Karena Ketidaknormalan 
Jumlah Kromosom 
MANUSIA 46 kromosom 
22 pasang 
autosom 
1 pasang 
gonosom 
Laki-laki: 
XY  22AAXY 
Perempuan: 
XX 22AAXX 
Kelebihan jumlah 
kromosom 
KELAINAN 
Sindrom Turner, sindrom Klinefelter, laki-laki super, 
perempuan super, dan sindrom Down
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Cara menghindari Penyakit Keturunan 
1. Menghindari perkawinan antarkeluarga dekat. 
2. Menghindari perkawinan dengan orang yang memiliki kelainan 
mental. 
3. Melakukan pemeriksaan tentang asal-usul kesehatan pasang-an 
sebelum melangsungkan pernikahan. 
4. Memahami dan memasyarakatkan prinsip-prinsip genetika di 
kalangan muda.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
Organisme 
Menguntungkan 
Ciri-ciri 
Kurang 
Menguntungkan 
Tidak dikehendaki 
Ditentukan faktor 
genetik 
Perbaikan kondisi 
genetik 
PEMULIAAN 
Organisme dengan 
sifat-sifat unggul 
BIBIT UNGGUL
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
1. Seleksi 
Kegiatan pemilihan organisme yang sesuai dengan keingin-an 
manusia. 
Hasil seleksi  organisme yang memiliki sifat-sifat yang 
menguntungkan. 
Seleksi tanaman pangan  berproduksi tinggi, berumur 
pendek, dan tahan terhadap hama. 
2. Persilangan 
Usaha mengawinkan dua galur yang berbeda, tetapi masih 
dalam satu spesies. 
Untuk mendapat galur baru yang memiliki sifat-sifat 
gabungan unggul yang diperoleh dari galur yang 
disilangkan.
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
3. Mutasi 
Perubahan materi genetik, baik pada tingkat DNA 
maupun pada tingkat kromosom. 
Yang mengalami mutasi  mutan, yang menyebabkan 
mutasi  mutagen. 
Mutagen: radiasi (UV, gama, sinar-X) atau senyawa 
kimia (etil metana sulfonat, dietil sulfat, dan bromourasil). 
Semangka tanpa biji hasil mutasi
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
4. Rekayasa Genetik 
Teknologi perbaikan mutu genetik dengan menyisip-kan 
gen tertentu dari suatu organisme ke dalam sel 
organisme lain. 
Contoh: 
Sepotong gen bakteri disisipkan ke dalam sel 
tanaman atau sepotong gen hewan disisipkan 
ke dalam sel bakteri. 
Tanaman kapas disisipi gen bakteri Bacillus 
thuringiensis  tahan terhadap serangan ha-ma 
ulat grayak. 
Dihasilkannya bakteri yang mampu menghasil-kan 
hormon insulin karena telah disisipi gen 
insulin dari manusia.

Buku xii bab 4 (Pewarisan Sifat)

  • 1.
    1 2 3 4 5 6 7 Sumber: www.midas-cichlid Pewaris an Sifat 4
  • 2.
    1 2 3 4 5 6 7 Pewarisan Sifat Peran Pembelahan Sel dalam Pewarisan Sifat Pola-Pola Hereditas Pewarisan Sifat menurut Mendel Kelainan Bawaan pada Manusia Perbaikan Mutu Genetik Mitosis Meiosis Hukum Mendel I Hukum Mendel II Penyimpangan Semu Hukum Mendel Tautan Gen Pindah Silang Determinasi Kelamin Rangkai Kelamin Gen Letal Alel Ganda Kelainan pada Gen Kelainan Jumlah Kromosom Seleksi Persilangan Mutasi Kloning Gen meliputi tercantum dalam meliputi meliputi meliputi
  • 3.
    1 2 3 4 5 6 7 Pewarisan Sifat A. Peran Mitosis dan Meisosis dalam Pewarisan Sifat B. Pewarisan Sifat menurut Mendel C. Pola-Pola Hereditas D. Kelainan Bawaan pada Manusia E. Perbaikan Mutu Genetik
  • 4.
    1 2 3 4 5 6 7 A.Peran Mitosis dan Meiosis dalam Pewarisan Sifat Pembelahan yang menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induk Berfungsi untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak, dan mempertahankan jumlah kromosom Hanya terjadi pada sel-sel eukariota Tumbuhan Jaringan meristem, misalnya ujung akar dan pucuk batang Hewan Semua sel tubuh (somatis), kecuali sel-sel kelamin (gamet) Pembelahan mitosis terdiri atas 4 tahap: Profase Metafase Anafase Telofase
  • 5.
    1 2 3 4 5 6 7 PROFASE Sentrosom  replikasi  2 sentrosom  masing-masing ke kutub inti sel berlawanan  mikrotubulus mulai terlihat  benang gelendong (spindel) pada hewan tiap sentrosom punya sentriol  kromosom jelas  nukleolus dan membran inti menghilang. METAFASE Kromatid  ke bidang ekuator (bagian tengah inti sel)  terbentuk lempeng metafase  sentromer  2 kinetokor  dihubungkan satu sentrosom. ANAFASE Kromatid memisahkan diri  setiap kromosom membentuk sentromer  kromosom ditarik kinetokor  terpisah  bergerak ke kutub berlawanan  sitokenesis mulai terjadi. TELOFASE Kromosom sampai di kutub berlawanan  benang gelendong tidak terlihat  kromosom panjang, tipis, tidak terlihat jelas  kromatin  membran inti terbentuk  sitokinesis lengkap  2 sel anak identik.
  • 6.
    1 2 3 4 5 6 7 Pembelahan mitosis pada sel hewan Interfase Profase Metafase Anafase • Interfase merupakan tahap istirahat di antara dua pembelahan sel dan merupakan tahap terlama dalam siklus sel. • Sel melaksanakan fungsinya seperti biasa, tumbuh dan berkembang menjadi sel matang. Telofase Interfase
  • 7.
    1 2 3 4 5 6 7 Siklus Sel
  • 8.
    1 2 3 4 5 6 7 Terjadi pada sel-sel kelamin (gamet)  sperma dan ovum. Tujuan  menjaga agar keturunan hasil reproduksi seksual tetap memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Pengurangan jumlah kromosom induk  PEMBELAHAN REDUKSI. Dihasilkan 4 sel anak  mengandung setengah jumlah kromosom sel induk. Dua kali periode pembelahan. Meiosis I  reduksi kromosom induk. Meiosis II  pemisahan kromosom. Antara meiosis I dan II  periode pendek  interkinesis.
  • 9.
    1 2 3 4 5 6 7 Pembelahan Meiosis pada Sel Hewan Interfase I Profase I Metafase I Anafase I Telofase I Interfase II Telofase II Anafase II Metafase II Profase II
  • 10.
    1 2 3 4 5 6 7 PROFASE I Kromosom  memendek dan menebal  2 kromosom homolog saling berdekatan  benang gelendong terbentuk  perlekatan antarkromatid  kiasma  pertukaran segmen kromatid  pindah silang. METAFASE I Kromosom homolog berjajar berhadapan  menempatkan diri pada bidang ekuator ANAFASE I Kromosom homolog  memisahkan diri dari pasangan homolog  bergerak ke arah kutub berlawanan TELOFASE I Sitokenesis  2 sel anak  setengah jumlah kromosom sel induk  membran inti mulai terbentuk  2 kromatid identik
  • 11.
    1 2 3 4 5 6 7 PROFASE 2 Kromosom memendek dan menebal  mudah diamati  benang-benang gelendong pada masing-masing kutub METAFASE 2 Kromosom pada bidang ekuator  sentromer membelah  pasangan kromatid memisahkan diri  membran inti tidak terlihat ANAFASE 2 Kromosom dengan 1 kromatid  memisahkan diri  bergerak ke arah kutub berlawanan TELOFASE 2 Tiap sel  2 sel anak haploid
  • 12.
    1 2 3 4 5 6 7 B. Pewarisan Sifat Menurut Mendel Gregor Johann Mendel (1822-1884)  Bapak Genetika Meletakkan dasar-dasar ilmu genetika  percobaan menggunakan kacang kapri/ercis (Pisum sativum). Siklus hidup tidak lama Mudah disilangkan Memiliki bunga sempurna Memiliki 7 sifat beda yang mencolok ALASAN HUKUM MENDEL I: Segregasi/pemisahan gen-gen secara bebas/ segregation of allelic genes  Tiap organisme memiliki 2 alel untuk setiap sifat  alel memisah selama pembentukan gamet  setiap gamet memiliki satu alel untuk satu sifat  persilangan monohibrid. HUKUM MENDEL II: Asortasi/pengelompokan gen-gen secara bebas  Gen-gen yang sealel memisah secara bebas ketika pembelahan meiosis pada waktu pembentukan gamet  persilangan dihibrid atau lebih.
  • 13.
    1 2 3 4 5 6 7 Sifat-sifat kacang kapri yang dipelajari Mendel a. Letak bunga b. Bentuk polong c. Bentuk biji d. Warna polong hijau kuning e. Warna biji f. Warna testa (kulit biji) terminal aksial rata berlekuk bulat keriput hijau kuning Abu-abu putih
  • 14.
    1 2 3 4 5 6 7 Mendel: Tanaman kapri galur murni berbatang tinggi >< tanaman galur murni batang rendah. F1  semua berbatang tinggi  disilangkan sesamanya  F2  tinggi : rendah = 3 :1 Persilangan dominansi penuh  Batang tinggi TT (homozigot dominan) >< batang rendah tt (homozigot resesif)  F1  Tt (heterozigot)  batang tinggi karena T dominan terhadap t F1 membentuk gamet  T dan t  saat pembentukan gamet  kedua alel (T dan t) mengalami segregasi  HUKUMSEGREGASI / PEMISAHAN Jika F1 disilangkan sesamanya  genotipe yang terbentuk  TT, Tt, Tt, dan tt  fenotipe: 3 tanaman berbatang tinggi dan 1 tanaman berbatang rendah
  • 15.
    1 2 3 4 5 6 7 Salah satu persilangan yang dilakukan oleh Mendel
  • 16.
    1 2 3 4 5 6 7 Persilangan Sifat anakan tidak sama dengan salah satu induk Gabungan/campuran dari kedua induknya Pengaruh masing-masing induk kuat PERSILANGAN SEMIDOMINAN/ INTERMEDIET M M M M m m M m M m m m
  • 17.
    1 2 3 4 5 6 7 Persilangan organisme yang memiliki dua sifat beda Contoh yang dilakukan Mendel : Kapri galur murni biji bulat warna kuning (BBKK) >< kapri galur murni biji keriput warna hijau (bbkk). Bulat dominan terhadap keriput, kuning dominan terhadap hijau. F1  semua berbiji bulat dan berwarna kuning (BbKk) F1 disilangkan sesamanya  F2  4 kombinasi fenotipe  bulat kuning, bulat hijau, keriput kuning, keriput hijau  9 : 3 : 3 :1  Pengelompokan 2 pasang gen secara bebas  HUKUM MENDEL II B mengelompok dengan K  gamet BK B mengelompok dengan k  gamet Bk b mengelompok dengan K  gamet bK b mengelompok dengan k  gamet bk
  • 18.
    1 2 3 4 5 6 7 CONTOH PERSILANGAN DIHIBRID
  • 19.
    1 2 3 4 5 6 7 Persilangan organisme yang memiliki tiga sifat beda. Contoh: Tanaman kapri galur murni berbatang tinggi, berbiji bulat, dan warna biji kuning (TTBBKK) >< galur murni berbatang rendah, berbiji keriput, dan warna biji hijau (ttbbkk). Batang tinggi dominan terhadap batang rendah, biji bulat dominan terhadap biji keriput, biji kuning dominan terhadap biji hijau. F1  semua tanaman berbatang tinggi, biji bulat, warna biji kuning (TtBbKk). F1 disilangkan sesamanya  F2  8 kombinasi fenotipe  27 : 9 : 9 : 9 : 3 : 3 : 3 : 1.
  • 20.
    1 2 3 4 5 6 7 d. Back Cross dan Test Cross Back cross/perkawinan balik merupakan perkawinan antara F1 dan induk jantan atau betina. Back cross membuktikan bahwa individu yang memiliki fenotipe sama dapat memiliki genotipe yang berbeda. Test cross atau uji silang adalah perkawinan antara F1 dan individu homozigot resesif. Test cross digunakan untuk menguji kemurnian suatu galur.
  • 21.
    1 2 3 4 5 6 7 CONTOH BACK CROSS CONTOH TEST CROSS
  • 22.
    1 2 3 4 5 6 7 C. Pola-Pola Hereditas 1. Penyimpangan semu hukumMendel EPISTASIS HIPOSTASIS Peristiwa suatu gen mengalahkan ekspresi gen lain yang bukan alelnya Peristiwa suatu gen dikalahkan oleh ekspresi gen lain yang bukan alelnya Epistasis dominan Contoh: warna umbi lapis pada bawang  12 : 3 : 1 Epistasis resesif Contoh: warna rambut tikus  9 : 3 : 4
  • 23.
    1 2 3 4 5 6 7 b. Gen-gen Komplementer Gen-gen yang saling berinteraksi untuk memunculkan fenotipe tertentu. Contoh: warna ungu pada bunga kacang Pembentukan warna ini melibatkan dua gen dominan, yaitu gen A dan P. Tidak adanya salah satu gen dominan itu menyebabkan tidak terbentuknya warna ungu sehingga bunga berwarna putih. Perbandingan keturunan = 9 : 7. Peristiwa beberapa pasang gen yang bukan sealel memengaruhi sifat tertentu. Pembentukan sifat oleh lebih dari 1 gen  poligen Perbandingan keturunan = 15 : 1.
  • 24.
    1 2 3 4 5 6 7 Tertutupnya ekspresi gen dominan apabila berdiri sendiri. Dipandang sebagai epistasis resesif Contoh: warna bunga Linnaria maroccana Perbandingan keturunan = 9 : 3 : 4 Munculnya sifat akibat interaksi dari beberapa gen. Contoh: jengger/pial ayam Pial walnut Pial ercis Pial mawar Pial tunggal
  • 25.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Tautan Gen (Gene Linked) Gen-gen yang terangkai pada kromosom yang sama Tokoh: Thomas Hunt Morgan Contoh gen berangkai: penentu bentuk sayap dan warna dada Drosophila melanogaster K = sayap normal , k = sayap keriput L = dada berwarna, l = dada polos Jenis tautan gen Terangkai sempurna  berdekatan Terangkai tidak sempurna  jauh
  • 26.
    1 2 3 4 5 6 7 3. Pindah Silang (Crossing Over) Peristiwa pertukaran segmen kromatid yang bukan kromatid kembarannya dari sepasang kromosom homolog Kromosom mulai memisah  kromatid yang saling menyilang terputus  kiasma  perpindahan gen dari satu kromatid ke kromatid lainnya Tipe pindah silang Pindah silang tunggal Pindah silang ganda Gamet tipe rekombinasi  rekombinasi dari parental
  • 27.
    1 2 3 4 5 6 7 4. Determinasi Kelamin Jenis Kelamin Faktor genetik Faktor lingkungan Ditentukan materi genetik dalam kromosom Jenis kelamin ditentukan oleh kromosom kelamin Yang paling berpengaruh: suhu Penentuan jenis kelamin
  • 28.
    1 2 3 4 5 6 7 Tipe XY 1) Pada Serangga Contoh: lalat buah (Drosophilla melanogaster) 4 pasang kromosom: 3 kromosom tubuh + 1 kromosom kelamin
  • 29.
    1 2 3 4 5 6 7 Rumus kromosom lalat buah Betina: 3AAXX Jantan: 3AAXY Gagal berpisah (non-disjunction) 3AXX dan 3A0 Homogamet 3AX dan 3AY Heterogamet 3AAXXX Betina super 3AAXXY Betina fertil (subur) 3AAX0 Jantan steril (mandul) 3AAY0 Letal (mati
  • 30.
    1 2 3 4 5 6 7 Teori Keseimbangan Kelamin dari Calvin Bridges Jenis kelamin lalat buah ditentukan oleh hadirnya kromosom X dan Y, serta perbandingan antara kromosom X dan autosom INDEKS KELAMIN
  • 31.
    1 2 3 4 5 6 7 2) Pada Manusia 46 kromosom: 22 pasang autosom, 1 pasang gonosom Rumus kelamin: ♀  22 AAXX, ♂  22AAXY Determinasi kelamin pada saat fertilisasi oleh sperma Perempuan Laki-Laki ... zigot mengandung dua kromosom X dan keturunannya berjenis kelamin perempuan ... zigot mengandung satu kombinasi XY dan keturunannya berjenis kelamin laki-laki Jika ovum dibuahi oleh sperma X ... Tiap ovum mengandung satu kromosom X Jika ovum dibuahi oleh sperma Y ... Satu sel sperma mengandung satu kromosom X atau Y
  • 32.
    1 2 3 4 5 6 7 Tipe-Tipe Lain Jenis Contoh Jantan Betina X0 Belalang X0 XX ZW Reptil ZZ ZW Z0 Unggas ZZ Z0
  • 33.
    1 2 3 4 5 6 7 5. Rangkai Kelamin (Sex Linkage) GEN Terdapat di dalam kromosom Sebagian besar terdapat di kromosom tubuh Gen yang ada pada kromosom kelamin Gen terangkai kelamin/rangkai kelamin/tautan kelamin Gen terangkai kromosom X atau Y
  • 34.
    1 2 3 4 5 6 7 Lalat buah (Drosophilla melanogaster) Kucing Gen penentu warna mata Gen W dan w terangkai pada kromosom X W= mata merah w = mata putih Lalat liar: mata merah Mutan: mata putih Gen penentu warna rambut Terangkai pada kromosom X B: hitam b: kuning Bb: belang tiga
  • 35.
    1 2 3 4 5 6 7 Penyakit keturunan  tidak dapat membedakan warna Gen penyebab  c (colourblind)  terangkai pada kromosom X Lebih banyak diderita oleh laki-laki Perempuan normal × laki-laki buta warna  semua keturunan normal Perempuan buta warna × laki-laki normal  anak laki-laki semua buta warna, perempuan normal
  • 36.
    1 2 3 4 5 6 7 2) Hemofilia Penyakit keturunan  darah sukar membeku Ditentukan oleh gen h pada kromosom X, bersifat letal pada perempuan Perempuan  carrier  membawa sifat  diturunkan pada anak laki-laki
  • 37.
    1 2 3 4 5 6 7 2) Rangkai Kelamin pada Kromosom Y Hipertrikosis  pertumbuhan rambut yang berlebihan pada bagian tubuh seseorang, misalnya pada telinga
  • 38.
    1 2 3 4 5 6 7 6. Gen Letal Gen yang menyebabkan kematian pada individu yang memilikinya Menyebabkan kematian jika dalam keadaan homozigot Heterozigot  normal atau subletal Karena peran gen asli untuk menumbuhkan karakter atau bagian tubuh yang penting terganggu sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik Letal dominan: Huntington’s Disease, brakidaktili, tikus kuning, ayam redep (creeper) Letal resesif: albino pada tanaman jagung
  • 39.
    1 2 3 4 5 6 7 Gen Letal Dominan Ayam redep (creeper) Gen c = mengontrol pertumbuhan tulang Gen C = menghambat pertumbuhan tulang CC = letal, mati sewaktu embrio Cc = hidup, kaki dan sayap pendek  redep cc = normal
  • 40.
    1 2 3 4 5 6 7 Tikus Kuning Tikus normal: hitam/abu-abu Pembentukan pigmen hitam dan abu-abu: gen y Gen Y: tikus membentuk warna kuning (yellow) YY: letal, Yy: hidup (kuning), yy: normal
  • 41.
    1 2 3 4 5 6 7 Gen Letal Resesif Contoh: Albino pada tanaman jagung Tidak terbentuknya klorofil Tidak dapat melakukan fotosintesis Mati setelah berkecambah Sifat albino ditentukan oleh gen a  genotipe Aa normal daun kekuningan
  • 42.
    1 2 3 4 5 6 7 7. Alel Ganda Beberapa gen yang memiliki alel lebih dari satu Contoh: gen yang menentukan golongan darah Sistem Penggolongan Darah ABO MN RHESUS
  • 43.
    1 2 3 4 5 6 7 Sistem ABO Ditemukan oleh Karl Landsteiner pada tahun 1901 Dikenal 4 macam golongan darah: A, B, AB, dan O Ditentukan oleh alel ganda IA, IB, dan i Gen i resesif terhadap gen IA dan IB  gen IA dan IB tidak bersifat dominan satu sama lain Gen IAmenyandikan antigen A, gen IB menyandikan antigen B Genotipe
  • 44.
    1 2 3 4 5 6 7 Persilangan antara laki-laki yang bergolongan darah AB dan perempuan bergolongan darah B
  • 45.
    1 2 3 4 5 6 7 Sistem MN Ditemukan oleh K. Landsteiner dan P. Levine pada tahun 1927 Berdasarkan adanya antigen M dan antigen N dalam eritrosit Antigen M dibawa oleh gen LM dan antigen N dibawa oleh gen LN Gen LM dan gen LN  alel kodominan  memberikan pengaruh yang sama Pembagian golongan darah berdasarkan sistem MN: M, MN, dan N Serum/plasma darah tidak mengandung antibodi M maupun N  tidak digunakan sebagai dasar transfusi
  • 46.
    1 2 3 4 5 6 7 Seorang laki-laki yang bergolongan darah MN menikah dengan perempuan bergolongan darah N
  • 47.
    1 2 3 4 5 6 7 Sistem Rhesus Ditemukan pada tahun 1940 oleh K. Landsteiner dan A. S. Wiener Rhesus  sejenis kera di India yang banyak dipakai untuk penyelidikan darah manusia Didasarkan pada adanya antigen Rh pada eritrosit Memiliki arti penting dalam transfusi darah  penggumpalan eritrosit resipien jika antigen Rh bertemu dengan antigen rh
  • 48.
    1 2 3 4 5 6 7 D. Kelainan Bawaan pada Manusia 1. Kelainan bawaan karena kelainan gen ALBINO Kelainan yang ditandai tubuh tidak mampu membentuk pigmen melanin  kulit dan tubuh berwarna putih Normal: gen A, genotipe AA atau Aa Albino: gen a, genotipe aa
  • 49.
    1 2 3 4 5 6 7 Persilangan Albino
  • 50.
    1 2 3 4 5 6 7 Diabetes Mellitus (Kencing Manis) Penyakit metabolisme pada tubuh manusia yang ditandai dengan tubuh yang tidak mampu mengubah glukosa menjadi glikogen karena pankreas kurang atau tidak mampu menghasilkan insulin Kelebihan glukosa pada darah  dibuang melalui urine  urine mengandung glukosa Ditentukan oleh gen d  ♀ normal + ♂ diabetes  keturunan semua normal tapi carrier
  • 51.
    1 2 3 4 5 6 7 Thalassemia Ditandai dengan sel-sel darah merah yang mudah sekali mengalami hemolisis (pecah) Bentuk eritrosit tidak teratur, mengandung sedikit hemo-globin  penderita akan mengalami anemia Dibagi menjadi 2 jenis: Thalassemia mayor Thalassemia minor Mati sewaktu masih bayi Transfusi darah rutin Disebabkan oleh gen Th  genotipe Thth  talasemia minor thth  normal Laki-laki menderita talasemia minor menikah dengan perempuan sesama penderita talasemia minor, perbanding-an keturunannya = talasemia minor : normal  2 : 1
  • 52.
    1 2 3 4 5 6 7 Persilangan
  • 53.
    1 2 3 4 5 6 7 2. Kelainan Bawaan Karena Ketidaknormalan Jumlah Kromosom MANUSIA 46 kromosom 22 pasang autosom 1 pasang gonosom Laki-laki: XY  22AAXY Perempuan: XX 22AAXX Kelebihan jumlah kromosom KELAINAN Sindrom Turner, sindrom Klinefelter, laki-laki super, perempuan super, dan sindrom Down
  • 54.
    1 2 3 4 5 6 7 Cara menghindari Penyakit Keturunan 1. Menghindari perkawinan antarkeluarga dekat. 2. Menghindari perkawinan dengan orang yang memiliki kelainan mental. 3. Melakukan pemeriksaan tentang asal-usul kesehatan pasang-an sebelum melangsungkan pernikahan. 4. Memahami dan memasyarakatkan prinsip-prinsip genetika di kalangan muda.
  • 55.
    1 2 3 4 5 6 7 Organisme Menguntungkan Ciri-ciri Kurang Menguntungkan Tidak dikehendaki Ditentukan faktor genetik Perbaikan kondisi genetik PEMULIAAN Organisme dengan sifat-sifat unggul BIBIT UNGGUL
  • 56.
    1 2 3 4 5 6 7 1. Seleksi Kegiatan pemilihan organisme yang sesuai dengan keingin-an manusia. Hasil seleksi  organisme yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan. Seleksi tanaman pangan  berproduksi tinggi, berumur pendek, dan tahan terhadap hama. 2. Persilangan Usaha mengawinkan dua galur yang berbeda, tetapi masih dalam satu spesies. Untuk mendapat galur baru yang memiliki sifat-sifat gabungan unggul yang diperoleh dari galur yang disilangkan.
  • 57.
    1 2 3 4 5 6 7 3. Mutasi Perubahan materi genetik, baik pada tingkat DNA maupun pada tingkat kromosom. Yang mengalami mutasi  mutan, yang menyebabkan mutasi  mutagen. Mutagen: radiasi (UV, gama, sinar-X) atau senyawa kimia (etil metana sulfonat, dietil sulfat, dan bromourasil). Semangka tanpa biji hasil mutasi
  • 58.
    1 2 3 4 5 6 7 4. Rekayasa Genetik Teknologi perbaikan mutu genetik dengan menyisip-kan gen tertentu dari suatu organisme ke dalam sel organisme lain. Contoh: Sepotong gen bakteri disisipkan ke dalam sel tanaman atau sepotong gen hewan disisipkan ke dalam sel bakteri. Tanaman kapas disisipi gen bakteri Bacillus thuringiensis  tahan terhadap serangan ha-ma ulat grayak. Dihasilkannya bakteri yang mampu menghasil-kan hormon insulin karena telah disisipi gen insulin dari manusia.