Pemasangan
Iklan & Customer Service:
021 5821303
No Bebas Pulsa:
08001990990
e-mail:
cs@mediaindonesia.com
Rp2.900/eks
(di...
2 MINGGU, 30 MARET 2014SELEKTA
N
UR Afriana, 20, terus mengu-
rung diri di kamar akhir-akhir
ini. Para tamu yang hilir mud...
4 MINGGU, 30 MARET 2014UMUM
TIM penyidik Polda Jawa Barat
dan Polrestabes Bandung ber-
hasil menangkap Desi Ariani,
32, te...
Perjalanan
Reformasi
Dikoreksi
MINGGU, 30 MARET 2014 5INDONESIA MEMILIH
YAHYA FARID NASUTION
E
RA reformasi ternyata
belum...
6 MINGGU, 30 MARET 2014JENDELA BUKU
ATEIS
CeritaMasaLalusebagai
Cermin Kekinian PENGANTAR
Dalam rangka memperingati 44
tah...
PADA sekali waktu dalam suatu rapat di Komisi
Kesejahteraan yang semua anggotanya laki-laki,
perundingan berlangsung lama ...
8 MINGGU, 30 MARET 2014OLAHRAGA
Dominasi
Mercedesdi
SepangBerlanjut
SETELAH menguasai tiga
latihan bebas, tim Mercedes
mel...
MINGGU, 30 MARET 2014 9SEPAK BOLA
JADI ANCAMAN: Duet striker Liverpool Luis Suarez (kiri) dan Daniel Sturridge akan menjad...
ONO SARWONO
TIBALAH waktunya Negara Republik Astina menggelar
gawean nasional lima tahunan, pemilihan umum
legislatif. Saa...
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Media Indonesia 30 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Indonesia 30 Maret 2014

977
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
977
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Indonesia 30 Maret 2014

  1. 1. Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Halaman 28 30 MARET 2014 | NO.12032 | TAHUN XLV Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Minggu SELA S EKITAR 50% caleg perempuan ditem- patkan di luar daerah pemilihan tem- pat dia bermukim atau berasal. Pere- krutan partai yang asal-asalan membuat posisi caleg perempuan kerap tersudutkan. Apalagi, pemberitaan media massa cende- rung sinis, tidak mengeksplorasi kemam- puan caleg perempuan. “Lihat saja, jumlah pemberitaan caleg artis perempuan lebih banyak jika diban- dingkan dengan caleg laki-laki. Seharusnya jangan label perempuannya yang disorot, tetapi kebijakan partai yang merekrut asal-asalan,” ujar Nurul Arifin, 47, yang sudah dua periode duduk di kursi legislatif dan kini menghadapi pencalonan ketiga kalinya. Calon anggota legislatif dari PDI Perjuang- an Eva Sundari, 48, juga merasakan hal yang sama. Perempuan, kata dia, sering kali hanya ditempatkan sebagai kandidat pengisi daftar. “Dengan kondisi seperti itu, untuk memenangi pertarungan bebas di sistem patriarkat akan sulit,” cetusnya ketika diwawancarai baru-baru ini. Kondisi tersebut, lanjut Eva, diperparah dengan kebijakan parpol untuk merekrut artis yang hanya dijadikan alat pengumpul suara. “Ini yang harus diubah. Jalan pintas seperti itu hanya akan mengesampingkan pertimbangan kemampuan sehingga tidak mewakili kaum minoritas dan marginal,” tegasnya. Direktur Eksekutif Pusat Pemberdayaan Perempuan dalam Politik Titi Sumbung juga menyoroti sistem perekrutan dan kebijakan partai yang merugikan. Sekitar 50% caleg perempuan, ujar dia, ditempat- kan di luar daerah pemilihan tempat dia bermukim atau berasal. “Perekrutan yang asal-asalan dan ke- bijakan partai yang kurang berpihak kepada perempuan jadi tantangan dan kendala tersendiri. Perempuan terpaksa harus mulai dari awal untuk memahami daerah baru.” Kendala-kendala tersebut membuat sosiolog Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito pesimistis. Apalagi, kata dia, ke- banyakan caleg perempuan minim modal ketimbang laki-laki. “Butuh strategi khusus. Caleg perempuan sekarang ini terlihat masih kedodoran, apalagi perekrutan partai terlihat masih asal-asalan,” tandasnya. (Her/Ric/M-7) MENANAM pohon dan memperbanyak kuantitas taman di perkotaan untuk me- nekan tingkat polusi udara tidak bisa lagi ditawar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 7 juta orang me- ninggal akibat polusi udara pada 2012. Disebutkan pula, 1 dari 8 orang di dunia meninggal akibat pengaruh polusi udara. Hampir 6 juta kematian itu terjadi di Asia Tenggara dan kawasan Pasifik Barat. Temuanitujugamenunjukkanketerkaitan antara polusi udara dan penyakit jantung, pernapasan, serta kanker. Risiko polusi udara sekarang jauh lebih besar daripada sebelumnya. (BBC/Hym/X-8) PolusiPicuKematian MATIKAN LAMPU 1 JAM: Suasana kawasan Bundaran HI sebelum kampanye Global Earth Hour 2014 (kiri) dan saat kampanye mematikan lampu di Jakarta, tadi malam. Aksi Earth Hour 2014 dengan mematikan lampu 1 jam di Jakarta belum sepenuhnya mendapat dukungan dan partisipasi dari masyarakat. RUDI KURNIAWANSYAH S EJUMLAH kalangan mendesak pene- gakhukumsegeramenindakseluruh pelaku bancakan lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dari 12 orang yang diduga menyerobot kawasan konser- vasi itu, baru satu yang menjadi tersangka. Menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau Riko Kurniawan, mereka harus secepatnya diusut dan jika terbukti terlibat, wajib dihu- kum berat. Terlebih lagi, beberapa di antara mereka merupakan aparat TNI/Polri dan pejabat negara. Bahkan terdapat dua man- tan kapolres di wilayah Polda Riau, perwira tinggi TNI-AU, dan anggota DPR. Komandan Satgas Pasukan Darat Operasi Darurat Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto juga mengakui adanya sejumlah orang yang menguasai lahan di Cagar Bios- fer Giam Siak Kecil-Bukit Batu. Informasi itu didapat dari keterangan Sersan Kepala Sudigdo yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Nama-nama itu kini sudah dikantongi pihak penegak hukum. “Mereka harus diadili di pengadilan umum, ja- ngan di pengadilan militer. Mereka harus dihukum seberat-beratnya. Mereka kan aparat dan pejabat yang paham soal hukum, tetapi justru terdepan melanggar hukum,” tegas Riko di Pekanbaru, kemarin. Ia menyatakan bencana asap di Riau kali ini harus menjadi momentum untuk memberantas kejahatan lingkungan. Aparat yang terlibat, jelas Riko, hanya merupakan lapisan kedua dalam hierarki kejahatan perambahan hutan. “Lapisan pertama ialah para cukong yang mendanai kejahatan itu. Merekalah otaknya.’’ Riko menuntut pelaku dijerat pasal berla- pis. Tidak cuma dipidana minimal 5 tahun, mereka juga harus dimiskinkan dan lahan disita untuk dikembalikan kepada negara. Koordinator Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau Musli sepakat perambah lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu pantang dibi- arkan bebas. Begitu pula yang disuarakan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PAN, Totok Daryanto. “Jangan dilihat pejabat atau aparat. Kalau salah ya segera tangkap dan proses supaya tidak ada lagi yang berani bermain-main dengan lingkungan,” tandas Totok. Dimusnahkan Luas lahan yang dikuasai ke-12 orang tersebut sekitar 3.000 hektare dari total 705 ribu hektare Cagar Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu dan telah disulap menjadi perke- bunan kelapa sawit. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kementerian Kehutanan Riau Kemal Amas mengatakan, kemarin, tanaman kelapa sawit itu harus segera dimusnahkan karena ditanam di kawasan konservasi. ‘’Sawit juga bukan jenis tanaman ke- hutanan. Kawasan yang dirambah harus direhabilitasi. Langkah ini akan dilakukan setelah proses hukum terhadap para pelaku perambahan selesai. Saat ini, tim Satuan Po- lisi Hutan Reaksi Cepat BBKSDA Riau sedang fokus pada identifikasi dan pengumpulan bukti,’’ ucap Kemal, kemarin. Brigjen Prihadi yang juga Komandan Korem 031/Wirabima Pekanbaru menyata- kan penyelesaian kasus perambahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu berada di tangan Menteri Kehutanan. Mengenai status anggota TNI/Polri yang disebut menguasai lahan di kawasan itu, ia mengatakan tim masih mendalami. (BG/Wnd/X-8) rudi@mediaindonesia.com Tanaman kelapa sawit di lahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu harus segera dimusnahkan. Segera Usut Perambah Cagar MI/ANGGA YUNIAR BERBAGAI bangunan ikon dunia gelap gulita selama 1 jam, tadi malam. Mulai dari Opera Sydney House di Australia, Bank of China Tower Hong Kong, Marina Bay Sands Singapura, Petronas Malaysia, hingga Monas di Jakarta, yang biasanya gebyar dengan lampu warna-warni, prak- tis tak menyisakan cahaya. Itulah pemandangan saat kampanye 60+ Earth Hour yang digerakkan organisasi lingkungan WWF, kemarin. Masyarakat diajak menghemat energi dengan cara me- matikan lampu selama 1 jam, dari pukul 20.30 hingga 21.30. “Earth Hour bukan sekadar mematikan lampu dan alat-alat elektronik selama satu jam, tapi lebih merupakan simbolisasi akan sebuah tindakan yang sederhana yang dilakukan oleh seseorang, yang berdampak sangat besar bagi perbaikan lingkungan bila dilakukan secara ber- sama-sama,” kata Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia Nyoman Iswarayoga. Data WWF menyebutkan tahun lalu gerakan mematikan lampu selama satu jam berhasil mengajak lebih dari 2,3 mi- liar orang di 154 negara untuk berpartisi- pasi. Di Jakarta, kendati diwarnai dengan hujan lebat, lampu-lampu yang menerangi sejumlah ikon Ibu Kota, antara lain Mo- nas, Patung Arjuna Wiwaha di Thamrin, Patung Pemuda Membangun di Senayan, dan Bundaran HI, dimatikan. Sejumlah pusat perbelanjaan juga berpartisipasi dalam kampanye tersebut. Pengelola mal mematikan lampu-lampu taman dan lampu luar mal. Aksi tadi malam merupakan gerakan Earth Hour keenam kali bagi Indonesia, setelah aksi pertama kali dilakukan pada Maret 2009. Nyoman mengatakan jumlah kota yang bergabung dalam kampanye Earth Hour tahun ini meningkat menjadi 37 kota, dari 31 kota pada tahun lalu. Di DKI Jakarta, hanya dengan mematikan lampu dan perangkat listrik yang sedang tidak diguna- kan selama satu jam, tahun lalu, lis- trik yang bisa dihemat sebesar 236 Mw. Angka tersebut setara dengan penghe- matan uang sebesar Rp260 juta. Secara nasional, Earth Hour tahun lalu mampu mengurangi konsumsi listrik hingga 575 Mw, atau setara Rp540 juta. (Fat/X-2) Lebih2Miliar OrangIkuti EarthHour Jeda Hlm 7 Aparat yang terlibat hanya merupakan lapisan kedua dalam hierarki kejahatan perambahan hutan. Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com Suara dan Simbol Perlawanan Setelah menyabet Prince Claus Award 2013, Teater Garasi menghadirkan pentas eksperimental. Mereka menyoroti peristiwa 1998 secara simbolis. Tifa, Hlm 11 SAS Bisa Jadi Mimpi Buruk Spurs Liverpool merupakan klub paling produktif di Liga Primer setelah mencetak 84 gol dari total 31 laga atau rata-rata membuat 2,7 gol per pertandingan. Sepak Bola, Hlm 9 Jelang Nyepi, Okupansi Hotel Naik 5% Menjelang perayaan Nyepi pada esok hari, tingkat hunian hotel di Bali justru meningkat sampai 5%. Padahal saat Nyepi di Bali, seluruh masyarakat tidak boleh beraktivitas. Umum, Hlm 4 PerekrutanPartaiAsal-asalan BERKENAAN dengan Hari Raya Nyepi yang merupakan hari libur nasional, Media Indonesia tidak terbit pada 31 Maret 2014. Media Indonesia kembali terbit pada Selasa, 1 April 2014. Kepada pembaca dan relasi harap maklum. Pembaca masih bisa mengikuti perkembangan berita dengan mengakses Metrotvnews.com. PENERBIT TIDAK TERBIT
  2. 2. 2 MINGGU, 30 MARET 2014SELEKTA N UR Afriana, 20, terus mengu- rung diri di kamar akhir-akhir ini. Para tamu yang hilir mudik menyambangi rumah pakdenya, Paeri al Feri, 46, tak mengusiknya untuk keluar kamar barang sekejap sekadar menyapa tamu. Padahal, anak semata wayang Satinah, buruh migran yang tengah menghitung hari menghadapi hukuman pancung di Arab Saudi, itu tidak terbiasa mengurung diri. Bahkan, tetangga yang mencoba membujuk Nur tidak direspons. “Tampaknya dia sedih, kalau saja ibunya jadi dihukum pancung,” ujar Paeri, kakak kandung Satinah, di rumahnya di Dusun Mrunten Wetan, Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/3). Sulastri, istri Paeri, tak juga berhasil membujuk sang keponakan yang dititipkan oleh ibundanya tersebut. Ia tak kuasa menahan air mata saat ingat pesan yang disampaikan Satinah, ketika Sulastri berkesempatan berbicara langsung dengan adik iparnya itu melalui telepon seluler pada Minggu (23/3). Satinah bercerita bahwa ia diperlakukan secara baik selama di penjara. Satinah menghabiskan hari-harinya dengan mengaji, menghafalkan ayat-ayat Alquran, serta belajar berbagai keterampilan. Satinah juga menanyakan kabar anaknya, Nur Afriana. “Nur diingatkan jangan sampai lupa salat, tidak lupa mendoakan ibunya agar bisa kumpul dengan keluarga lagi, nurut sama Pakde dan Makde di rumah,” tutur Sulastri. Tak lupa, Satinah juga menitipkan anaknya. “Dia bilang ‘Titip Nur, nek ono sing seneng dinikahke wae, ojo ngenteni aku (kalau ada yang menaksir dinikahkan saja, tidak usah menunggu saya). Mungkin kita tidak bertemu di dunia, tapi nanti bertemu di akhirat. Insya Allah kalau niat kita baik, pasti dapat bertemu’,” kata Sulastri menirukan ucapan Satinah di ujung telepon. Atas nama keluarga, Sulastri juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan seluruh elemen masyarakat yang membantu menggalang dana untuk adik iparnya. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian seluruh masyarakat.” Hingga kini, pemerintah tengah mengupayakan meminta penangguhan hukuman pancung atas Satinah. “Tim satgas akan kembali meminta penangguhan hukuman Satinah kepada pihak keluarga korban,” ujar Direktur Perlindungan TKI Kementerian Luar Negeri Tatang Razak, kemarin. Tim satgas diketuai mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni, dengan anggota Deputi II Kemenko Polhukam Agus Priyono, dan Tatang Razak. Tim berangkat kemarin sore. Pemerintah telah meminta penundaan hukuman yang seharusnya dijatuhkan pada Agustus 2011 sebanyak lima kali, yakni Desember 2011, Desember 2012, Juni 2013, Februari 2014, dan April 2014. Kepala Humas Kemenakertrans Suhartono menambahkan, pemerintah terus mengupayakan agar keluarga korban menyetujui nilai diat 4 juta dinar, sekitar Rp12 miliar. (Haryanto/Wes/Vei/Hym/X-2) ARNOLDUS DHAE P ENAIKAN tarif pelayanan jasa pe- numpang pesawat udara (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) atau yang lebih dikenal dengan air- port tax di lima bandara di Indonesia per 1 April 2014 dikeluhkan masyarakat dan para pengusaha industri pariwisata. Lima bandara di bawah naungan PT Ang- kasa Pura I yang akan menaikkan airport tax ialah Juanda, Surabaya, Ngurah Rai, Bali, Sultan Hasanuddin, Makassar, Sepinggan, Ba- likpapan, dan Lombok, Mataram. Beberapa warga Bali yang dimintai konfirmasi terkait dengan kenaikan airport tax tersebut mengeluh jika tarif baru pascapenetapan tersebut terlalu besar, khususnya untuk penumpang do- mestik. “Bagi sebagian orang, duit Rp75 ribu tidak ada artinya. Namun untuk masyarakat kecil, itu angka yang besar karena sebelumnya kita hanya mem- bayar Rp40 ribu. Kalau dinaikkan, ya, cu- kup Rp50 ribu saja lah,” ujar Ketut Selamet, warga Denpasar yang sering bolak-balik ke Lombok itu, kemarin. Ia mengusulkan seharusnya harga air- port tax internasional yang lebih besar, bukan sebaliknya. “Angka Rp200 ribu un- tuk airport yang internasional tidak ada artinya bagi wisatawan mancanegara,” ujar Kristian, pedagang suvenir di kawasan Kuta, kemarin. Keluhan yang sama juga disampaikan pelaku industri pariwisata di Bali. Mereka komplain atas pengumuman penaikan yang terkesan tiba-tiba. Ketua Asita Bali Ketut Ardhana mengatakan penaikan ter- sebut seharusnya sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. Namun, GM Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, meng- aku mengingat saat ini terminal domestik Bandara Ngurah Rai masih dalam proses renovasi, penyesuaian tarif PJP2U pener- bangan dalam negeri baru akan diberlaku- kan 1 Agustus 2014. Penumpang di Bandara Juanda Surabaya, Abdurahman, menilai seharusnya sebelum airport tax dinaikkan, ada sosialisasi ke penumpang. Apalagi penaikan dari Rp40 ribu naik menjadi Rp75 ribu dinilai terlalu tinggi. Di sisi lain, Bandara Juanda dinilai kurang tertib. Masih banyak dijumpai pen- jemput yang tidur seenaknya di bandara. Yudi, 35, warga asal Samarinda yang hen- dak ke Jakarta, dapat memahami bahwa penaikan itu karena Angkasa Pura I sudah mengeluarkan anggaran yang besar untuk pengembangan Bandara Sepinggan. “Namun, penaikan jangan juga orien- tasi profit saja. Harusnya dikaji semua sisi karena yang naik pesawat kan tidak semua banyak duit. Petugasnya juga masih banyak yang bingung,” tuturnya. Salah satu anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel Abdul Rahman mempertanyakan ren- cana penaikan airport tax tersebut. “Untuk apa airport tax dinaikkan? Sementara pelayanan bandara atau Angkasa Pura ke kon- sumen tidak setimpal,” ungkapnya di Ma- kassar, kemarin. Dimasukkan ke tiket Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai penaikan retribusi yang dibebankan kepada penumpang disebab- kan tidak adanya subsidi pemerintah bagi pengelola bandara sejak dua tahun bela- kangan. Di sisi lain, pemerintah kemudian melakukan pemisahan sistem navigasi dari PT Angkasa Pura I dan II, yang mengakibat- kan pendapatan yang menurun. Dalam pandangan Agus, pengelola ban- dara membutuhkan biaya besar untuk mengelola bandara, mulai dari kebersihan, pengawasan, pemeliharaan, sampai pem- bangunan. Jika hanya berharap dari sewa toko atau sarana lain, pendapatan itu tidak mencukupi. Di seluruh dunia, kata dia, biasanya 99% biaya itu dimasukkan langsung ke harga tiket, jadi mahalnya tidak begitu terasa. “Kalau di Indonesia kan baru Garuda dan Citilink yang memasukkan tarif tersebut ke harga tiket, sedangkan maskapai lain masih menolak karena takut harga jadi mahal.” Padahal, ia mengemukakan, masyara- kat selama ini tidak mempermasalahkan penaikan harga tiket. (Ire/SY/FL/LN/E-4) arnold@mediaindonesia.com Agus Pambagio Pengamat kebijakan publik DOK. MI Di seluruh dunia, biasanya 99% biaya itu dimasukkan langsung ke harga tiket, jadi mahalnya tidak begitu terasa. PencarianMH370Berlanjut,ObjekBaruDitemukan SBYSebaiknyaMenjadiTeladan PRESIDEN Susilo Bambang Yu- dhoyono sebaiknya menjadi te- ladan dengan tidak mengguna- kan fasilitas negara atau uang negara untuk kampanye Partai Demokrat. Pasalnya, masyara- kat saat ini kekurangan contoh pejabat yang berintegritas. “SBY lebih baik menjadi tela- dan, mestinya dia mengguna- kan fasilitas pribadi ketika dia berkampanye karena ketika berkampanye partai politik, ia melakukan kegiatan untuk kepentingan partisan,” kata Direktur Eksekutif Perkumpu- lan untuk Pemilu dan Demo- krasi (Perludem) Titi Anggraeni di Gedung Komisi Pemilihan Umum Jakarta, kemarin. Sebelumnya, Direktur Ekse- kutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti melaporkan Presiden Yudho- yono kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ray men- duga Yudhoyono selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat menggunakan uang negara un- tuk perjalanannya ke Lampung dalam rangka kampanye Partai Demokrat pada Rabu (26/3). Ray mengatakan laporan ter- sebut mengarah pada dugaan penyalahgunaan uang negara, bukan fasilitas negara. Ketua Umum Partai Demokrat itu disebut melakukan perjalanan dengan pesawat komersial un- tuk kepentingan partai yang disewa dengan uang negara. Dalam menjawab laporan tersebut, Bawaslu akan me- manggil Partai Demokrat dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Hal itu disampai- kan anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak. Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Spar- ringa mengatakan Presiden menghormati undang-undang terkait akuntabilitas anggaran negara. Presiden Yudhoyono siap diperiksa BPK (Media In- donesia, 29/3). Menurut anggota Bawaslu Nasrullah, Yudhoyono dapat dikenai pidana dua tahun pen- jara atau denda Rp24 juta se- suai dengan yang diamanat- kan dalam Pasal 299 bahwa pelaksana petugas kampanye dilarang menggunakan fasilitas negara. “Dalam pasal itu sudah sangat jelas terkait sanksi bagi kampanye yang terbukti meng- gunakan fasilitas negara dan pemerintah,” jelas Nasrullah saat dihubungi, kemarin. Namun, hingga saat ini Ba- waslu masih mengkaji laporan pengaduan tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan Yudhoyono. Pengamat hukum tata negara dariUniversitasAndalasKhairul Fahmi meminta ketegasan Ba- waslu atas laporan pengaduan tentang Yudhoyono. “Harusnya semua anggota Bawaslu satu suara dalam meni- lai dugaan pelanggaran pemilu. Jangan memunculkan kesan komisioner Bawaslu ditung- gangi kepentingan salah satu parpol,” kata Fahmi kala me- nanggapi sikap Ketua Bawaslu Muhammad yang terlalu dini menyimpulkan tak ada pelang- garan yang dilakukan Presiden Yudhoyono. (AT/SU/Wnd/X-5) PESAWAT Ilyushin IL-76 milik Tiongkok mengidentifikasi tiga objek lagi di area pencarian pe- sawat Malaysia Airlines MH 370 di Samudra Hindia, kemarin. Kantor berita resmi Beijing, Xinhua, melaporkan ketiga objek baru tersebut masing- masing berwarna putih, merah, dan oranye. Setelah tim pencari menjatuhkan alat penanda di lokasi, kru pesawat langsung melaporkannya ke Otoritas Keamanan Maritim Australia (AMSA) selaku koordinator o- perasi pencarian. Dua hari lalu, tim pencari juga telah menemukan lima ob- jek beraneka warna terapung di permukaan laut di kawa- san pencarian yang berjarak 1.850 km sebelah barat Perth, Australia. Operasi pencarian kemarin melibatkan 8 pesawat serta 6 kapal yang diperkirakan akan mencapai area tersebut men- jelang malam. Di hari yang sama, dua kapal Tiongkok juga dilaporkan telah mencapai daerah pencarian yang sesuai dengan identifikasi dan analisis terbaru. Menurut AMSA, tim di lapangan mengidentifikasi beberapa objek yang mungkin saja berkaitan dengan rute pesawat Kuala Lumpur-Beijing yang hilang pada 8 Maret lalu itu. Semua objek temuan itu belum bisa dipastikan terkait dengan pesawat MH 370. Pasal- nya, diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu. Namun, setiap objek yang ditemukan selalu memunculkan harapan baru. Marsekal Kevin Short dari Angkatan Udara Selandia Baru, yang terlibat dalam pencarian MH 370, mengatakan timnya juga mengidentifikasi 11 objek berbentuk persegi panjang ber- warna putih di bawah permu- kaan air dan berjarak sekitar 1.600 km sebelah barat Perth, Australia. “Benda-benda itu teriden- tifikasi berukuran 1 meter persegi serta berada dalam jarak 5 meter satu sama lain,” ujar Short. Sementara itu, Perdana Men- teri Australia Tony Abbott me- nyatakan pemerintahnya tidak menghitung-hitung biaya yang dikeluarkan selama operasi pencarian pesawat Boeing 777-200 ER yang membawa 239 penumpang itu. Biaya operasi pencarian yang melibatkan Australia, Tiong- kok, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan itu, menurut Abbott dalam konferensi pers kemarin di Sydney, ditanggung oleh negara masing-masing. Kendati mengakui tanggung jawab legal operasi pencarian sesungguhnya ada di tangan Malaysia, tempat MH 370 ter- daftar, Abbott berpendapat negara-negara lain pun punya kepentingan dalam operasi ter- sebut. Amerika Serikat, misal- nya, sebagai pembuat pesawat, Inggris sebagai pembuat mesin, Prancis sebagai pemasok sistem penerbangan, serta Tiongkok, negara yang warganya paling banyak menumpangi MH 370. Abbott menambahkan, perangkat pencari kotak hitam akan dipasangkan ke kapal ang- katan laut Australia. (Xinhua/ Reuters/Hym/M-1) OBROLAN PEMBACA MI: Sejarawan Salim Said (kiri) menyampaikan paparan bukunya yang berjudul Dari Gestapu ke Reformasi-Serangkaian Kesaksian, disaksikan moderator Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia (MI) Abdul Kohar dalam forum Obrolan Pembaca MI di Freedom Institute, Jakarta, kemarin. MI/ATET DWI PRAMADIA KEMBALI TURUN KE JALAN: Ribuan pengunjuk rasa antipemerintah melakukan long march di Bangkok, Thailand, kemarin. Mereka kembali turun ke jalan menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur. Demonstrasi oposisi itu digelar menjelang pemilihan parlemen yang akan memutuskan nasib Yingluck. AP/APICHART WEERAWONG UNJUK RASA KASUS SATINAH: Aktivis yang tergabung dalam Legal Resources Center untuk Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia membawa kotak sumbangan uang membantu TKI Satinah, saat berunjuk rasa, di Semarang, Jumat (28/3). Mereka mendesak pemerintah membebaskan Satinah dari hukuman mati. ANTARA/R REKOTOMO Pesan Satinah untuk Anak Semata Wayangnya AirportTaxNaik KurangSosialisasi
  3. 3. 4 MINGGU, 30 MARET 2014UMUM TIM penyidik Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung ber- hasil menangkap Desi Ariani, 32, tersangka kasus penculikan bayi di Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung, Jumat (28/3) malam. Meski demikian, tim penyi- dik masih sulit mendalami motif yang dilakukan Desi ka- rena tersangka saat ini masih dalam perawatan di UGD RS Hasan Sadikin. Tersangka berusaha bunuh diri dengan loncat dari jem- batan layang Pasopati setinggi 15 meter, setelah polisi men- datangi tempat indekosnya yang berjarak 50 meter dari RS Hasan Sadikin. Kabid Humas Polda Jawa Ba- rat, Kombes Martinus Sitompul menjelaskan, sampai sekarang polisi belum bisa mengem- bangkan penyidikan termasuk kemungkinanadanyatersangka lain dalam kasus tersebut. “Begitu juga apakah tersang- ka merupakan jaringan pencu- likan bayi. Polisi sudah men- gumpulkan keterangan dari Swara Mardika, suami Desi Ariani. Menurut suaminya, aksi itu untuk menipu suaminya dengan mengakui bayi itu anak kandungnya. Kami masih men- dalami keterangan itu,” ujar Martinus, kemarin. DesidanSwaramenikahpada Juli2013.DaripengakuanSwara, merekaharusmenikahlantaran Desi mengaku telah hamil dua bulan. Pada malam penculikan itu, Desi pulang membawa bayi sambil mengaku bahwa ia baru saja melahirkan anak. Martinus menambahkan, kasus tersebut terungkap saat polisi menyisir sebuah rumah di Gang Sukawarna, Pasirka- liki, Sukajadi, Kota Bandung, Jumat (28/3) sekitar pukul 21.10 WIB. Kecurigaan polisi bertam- bah saat mendengar suara tangisan bayi. Sebelum digere- bek, Desi keluar dari rumah hendak pergi ke warung. “Saat itu polisi masuk ke kamar Desi dan menemukan bayi Toni Manurung. Tidak lama kemu- dian polisi mendapat laporan bahwa ada perempuan jatuh dari jembatan layang Pasopati. Tak lain perempuan itu Desi,” kata Martinus. Kabar penemuan bayi itu membuat Toni Manurung dan Boru Manulang lega dan bahagia. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada aparat kepolisian yang telah bekerja maksimal,” ujar Boru Manulang, seusai melakukan tes fisik anaknya di RS Hasan Sadikin. (EM/N-3) PelakuPenculikanBayi BerusahaBunuhDiri Jelang Nyepi, Okupansi Hotel di Bali Naik 5% ARNOLDUS DHAE M ENJELANG pe- rayaan Nyepi y a n g j a t u h pada 31 Maret, tingkat hunian hotel di Bali justru meningkat sampai 5%. Umumnya saat pelaksa- naan Nyepi di Bali, seluruh masyarakat tidak boleh ber- aktivitas. Namun uniknya, Bali tetap memesona bagi para wisatawan sehingga pada saat Nyepi pun peng- huni hotel meningkat. Ketua Perhimpunan Ho- tel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Rai Wijaya menjelaskan rata- rataokupansihotelsecaraglo- bal di seluruh Bali mencapai 65%. Namun, kini bertambah menjelang Hari Raya Nyepi. “Masuk akal bila bertambah karena long weekend. Banyak warga dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung datang ke Bali untuk berlibur, entah me- reka ingin merasakan Nyepi atau sekadar berlibur seperti biasa,” ujar Rai, kemarin. Dia menambahkan, saat ini banyak hotel menawarkan paket Nyepi dengan harga diskon mencapai 30% se- hingga menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Dewata. Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Ngurah Wijaya, mengatakan, berdasarkan ke- terangan para pemilik hotel, banjirnya hunian disebab- kan sebagian warga ingin menghindari Nyepi di rumah. Namun, ada juga wisatawan dari luar daerah dan luar ne- geri memilih berada di Bali pada saat Nyepi. “Kalau dari luar daerah dan luar negeri, rata-rata su- dah tiba di Bali Jumat (28/3). Inilah salah satu keuntungan bagi Bali. Semakin orang penasaran, semakin banyak orang datang saat Nyepi.” Pada umumnya, lanjut Rai, para turis mendapatkan in- formasi tentang pelaksa- naan Nyepi sehari sebelum perayaan sampai acara pun- cak. “Dengan melaksanakan Nyepi, bisa menghemat ener- gi, menciptakan lingkung- an hidup lebih ramah, me- ngurangi pencemaran, dan sebagainya,” jelas Rai. Melonjak Sebaliknya, banyak pula warga Bali yang mening- galkan Pulau Dewata menu- ju Surabaya, Lombok, dan Labuan Bajo, Flores Barat. Pada H-3 Nyepi, jumlah kendaraan roda dua yang meninggalkan Bali naik 200% ketimbang hari-hari biasa. “Biasanya, pada H-2 jumlah kendaraan akan bertambah banyak. Diprediksikan mulai H-2 (Sabtu, 29/3) hingga dini hari akan dipenuhi kenda- raan yang keluar Bali,” ujar Manajer Operasional Ang- kutan Sungai Danau dan Pe- nyeberangan Pelabuhan Gili- manuk, Wahyudi Susianto. Adapun kendaraan roda dua melonjak sekitar 50% atau di atas 1.000 mobil. Pa- dahal, pada hari-hari biasa hanya 600-700 mobil. “Un- tuk sementara kami masih mengoperasikan 32 kapal ka- rena belum ada penumpukan meski ada lonjakan,” jelas Wahyudi. Kendaraan yang masuk ke Bali hingga kini belum dihitung. Namun, dia yakin jumlah orang dan kenda- raan yang masuk dipastikan menurun. Terkait dengan Nyepi yang akan dimulai Senin (31/3) pukul 06.00 Wita, pihak ASDP Gilimanuk akan memberang- katkan kapal terakhir ke Keta- pang, Banyuwangi, Jawa Ti- mur, pada pukul 05.55 Wita. Adapun keberangkatan dari Pelabuhan Ketapang terakhir pada pukul 23.00 Wita. Menjelang Nyepi, Dinas Perhubungan Bali telah mengalihkan arus lalu lintas terkait dengan persiapan upacara Tawur Agung Kesa- nga yang dilaksanakan di perempatan jalan utama (Ca- tus Pata) pada Minggu (30/3) atau sehari menjelang Nyepi. (RS/N-3) arnold@mediaindonesia.com Kendaraan roda dua yang menyeberangi Gilimanuk menuju Ketapang, Banyuwangi, melonjak hingga 200%. KEMBALI KE PELUKAN ORANGTUA: Toni Manurung mencium bayinya yang digendong sang istri, Lasmaria Boru Manulang, saat dipertemukan di Polsek Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/3) malam. Bayi perempuan yang baru dilahirkan itu diculik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Polisi menemukan bayi tersebut di sebuah rumah indekos yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah sakit itu. ANTARA/NOVRIAN ARBI SELAMATKAN HARIMAU SUMATRA: Sejumlah aktivis dan relawan dari Greenpeace menggelar aksi untuk menyelamatkan hutan dan harimau sumatra, di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Mereka menuntut pemerintah menghentikan segala bentuk deforestasi. MI/ANGGA YUNIAR D ENGAN berkemeja putih dilapis rompi garis-garis, Iis Novi- yanti, 30, masuk ke ruang Pediatric Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara. Di sana terbaring anak kan- dungnya, Iqbal Amarullah, 3,5. Iis tak kuasa menahan emosi. Dia pingsan. Iis kemudian sadar lagi. Dia lantas bangkit dan melanjutkan niatnya untuk menengok Iqbal. Tidak lama berselang, Iis berseru histeris dan lari ke luar ru- angan. Iqbal, yang sebelum- nya tidur, bangun gara-gara terkejut. Bocah itu menangis sama histerisnya sembari memanggil ‘mama’. Perjumpaan anak-ibu kemarin siang itu merupa- kan pertama kalinya sejak Iqbal dirawat di RSUD Koja. Si bocah, yang sebelumnya diberitakan bernama Iqbal Saputra ditemukan oleh warga di halte di Jakarta Utara, pada Kamis (13/3), da- lam kondisi menyedihkan, termasuk patah tangan, luka bakar di sekujur tubuh, dan luka pada alat kelamin. Dadang Supriatna, peng- aniaya Iqbal yang sehari- hari mengamen di Ibu Kota ditetapkan sebagai ter- sangka oleh polisi. Namun, keberadaan Iis tidak dike- tahui sampai Jumat (28/3) malam. Saat ditemukan, menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi, Iis bekerja seba- gai asisten rumah tangga di Jakarta Barat. Informasi itu berasal dari Nanang, 26, yang pernah menyalurkan Iis ke yayasan penyalur pembantu rumah tangga, PT Angin Dharmawati, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pada Jumat (28/3) pukul 23.00 WIB, polisi menjemputnya di sana. Dia dibawa ke kantor polisi lalu menjumpai Iqbal di RSUD Koja, kemarin. Perjumpaan itu tak ber- langsung lama. Setelah ping- san dan histeris, Iis masuk ruang perawatan. “Situasi emosionalnya belum stabil. Dia depresi, bingung antara sedih dan gembira. Sekarang ditangani psikiater,” kata dr Dewi Iriani di RSUD Koja. Kepada polisi, Daddy menjelaskan, Iis mengakui Iqbal adalah anak kandung- nya. Iis sempat berpacaran dengan Dadang, tapi tidak lama karena perilakunya kasar, termasuk kepada Iqbal. Ketika sosok Iqbal marak mengisi media massa, Iis yang baru seminggu beker- ja di bilangan Jakarta Barat mengaku sama sekali tidak mengetahuinya. “Saya eng- gak boleh nonton TV sama nyonya, cuma disuruh kerja aja jadi pembantu,” ujar Daddy menirukan Iis. Ira Mariani, kakak kand- ung Iis, mengatakan kon- disi kejiwaan Iis memang banyak berubah sejak ibu mereka meninggal dunia, disusul Yassin, suami Iis, de- lapan bulan lalu. “Dia suka ngelantur, kadang pikun, karena stres,” kata Ira. Iis pun, dikisahkan Ira, kerap melihat Dadang melu- kai Iqbal, tetapi tidak berani melaporkannya ke polisi. “Dia cuma bisa berteriak dan menceritakan ke teman- nya,” tutur Ira. (Thomas Harming Suwarta/M-1) JumpaPertamaIqbaldanIbunya
  4. 4. Perjalanan Reformasi Dikoreksi MINGGU, 30 MARET 2014 5INDONESIA MEMILIH YAHYA FARID NASUTION E RA reformasi ternyata belum bisa memper- baiki kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan kes- ejahteraan secara menyeluruh. Bahkan cita-cita bangsa Indone- siasemakinmenjauh.PartaiNas- Dem melalui gerakan restorasi ingin mengoreksi perjalanan reformasi yang salah arah. Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam orasi politik pada kampanye akbar Partai Nas- Dem di Lapangan Hertasning, Makassar, Sulawesi Selatan. Surya menilai pemerintahan yang berjalan selama 16 tahun terakhir tidak sesuai dengan amanat rakyat. “Cita-cita refor- masi yang ingin memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme malah menciptakan jurang KKN yang lebih besar.” Itu artinya, lanjut Surya, NasDem tertantang untuk me- ngoreksi sang pengoreksi (re- formasi). “Saya tekankan, Nas- Dem sebagai gerakan restorasi yang ingin mengoreksi refor- masi!,” kata Surya di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem. Ia meyakinkan seluruh kader Partai NasDem berani membawa gerakan restorasi demi masa depan bangsa yang lebih baik. Pada kesempatan itu, Surya juga menyanjung warga Ma- kassar, yang disebutnya seba- gai masyarakat yang berani, terbuka, dan jujur. “Saya ber- doa, ya Allah, jika apa yang kami ucapkan ini adalah de- ngan kejujuran dan konsis- tensi, jadikan NasDem sebagai pemenang. Namun jika apa yang kami ucapakan ini tidak dengan kejujuran dan konsis- tensi, sebaiknya jangan diberi kemenangan,” tuturnya. Ketua Koordinator Wilayah Partai NasDem Sulsel Akbar Faisal, saat berorasi, mengajak para kader dan simpatisan un- tuk memenangkan NasDem di Provinsi Sulsel. “Sejak awal kelahirannya, banyak yang ti- dak menghendaki keberadaan NasDem karena takut NasDem meraih simpati yang besar dari masyarakat. Mari kita bukti- kan kekhawatiran mereka itu benar adanya pada hari pen- coblosan 9 April mendatang,” tukas Akbar. Target Sulawesi Selatan selama ini memang dikenal sebagai lumbung suara Partai Golkar. Oleh karenanya, Surya Paloh pun menargetkan Partai Nas- Dem bisa menempel perolehan suara Partai Golkar. Hal itu ia ungkapkan saat bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Surya mengaku sebagai politikus yang pernah berkecimpung di Partai Golkar selama 43 tahun, Sulawesi Selatan memiliki euforia tertentu bagi dirinya. Selain persahabatannya de- ngan Jusuf Kalla, Syahrul yang juga menjabat Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar memi- liki hubungan dekat dengan Surya. “NasDem cukup dekat-dekat saja dengan Golkar. Tidak boleh di atasnya. Di Sulsel fat- sunnya begitu, etikanya demi- kian. Sulsel ini dipimpin oleh adik (Syahrul Yasin Limpo) saya. Salah kalau seorang kakak tidak memberi adiknya kesempatan untuk lebih maju,” ujar Surya. DijawabSyahrul,sosokSurya Paloh pun sudah dianggapnya seperti kakak sendiri. “Jadi saya pikir tidak ada ancaman- ancaman antara Golkar dan NasDem,” tandasnya. (LN/P-2) yahya@mediaindonesia.com Rakyat Indonesia harus berani kritis bahwa perjalanan reformasi hingga saat ini belum membawa perubahan lebih baik. PERNIK KAMPANYE LogistikPemilu LudesTerbakar PEMBAKARAN kantor KPU Sumba Barat Daya oleh mas- sa mengancam jadwal pelak- sanaan pemilu legislatif di sana. Semua logistik Pemilu Legislatif 2014 yang disim- pan di kantor KPU ludes. “Kami pastikan logistik pe- milu di sana kondisinya sa- ngat parah,” kata Ketua KPU NTT Johanes Depa di Ku- pang, kemarin. Kantor KPU Sumba Barat Daya dibakar massa pendukung pasangan Bupati Kornelius Kodi Mete- Daud Lende Umbu Moto yang kalah dalam pemilu kada Agustus 2013. Terkait terbakarnya logistik, Johanes belum berani memastikan pemilu di Sumba Barat Daya bisa digelar 9 April. (PO/P-2) CalegPAN Dikeroyok AKSI kekerasan menjelang pelaksanaan pemilu terus terjadi di Aceh. Kali ini me- nimpa Muliadi, caleg dari PAN untuk Dewan Perwa- kilanAceh(DPRA).Pada,Jum- at (28/3) korban dikeroyok 20 orang di Dusun Kule, Aceh Timur. Peristiwa bermula saat Muliadi didatangi 20 pemuda, kawannya sesama kombatan saat konflik Aceh 9 tahun lalu. Tiba-tiba, korban dikeroyok hingga menderita luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Kini Muliadi harus menjalani perawatan inten- sif. (MR/P-2) MASA DEPAN BANGSA: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyimulasi pencoblosan saat kampanye terbuka Partai NasDem di Lapangan Hertasning, Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin. Untuk memperbaiki masa depan bangsa ini, ribuan kader dan simpatisan yang hadir diajak Surya untuk tidak ragu mencoblos partai nomor 1. MI/RAMDANI HariiniPemiludiLuarNegeri HARI ini Komisi Pemilihan Umum mulai menggelar Pemilu 2014 untuk pemilih di luar negeri. Ada enam wilayah yang akan menggelar pemilu legislatif, yakni Beijing, Brasil, Hong Kong, Kopenhagen, Santiago, dan Shanghai. “Semua sudah oke,” terang Ferry Kurnia Rizkiyansyah, kemarin di kantor KPU Pusat, Jakarta. Pelaksanaan pemu- ngutan suara akan dilaksanakan di kan- tor perwakilan di luar negeri. Ia menya- kinkan untuk teknis dan pengamanan pemungutan suara seperti metode drop- ping box dan pos untuk pengiriman hasil pemilu juga sudah siap. Untuk mengecek kesiapan tersebut dan melihat pelaksanaan pemilu legislatif di luar negeri, salah seorang komisioner KPU, Arief Budiman, telah berangkat ke Hong Kong. Setelah 30 Maret-31 Maret, pada 3, 4, 5, dan 6 April, KPU memperkirakan semakin banyak perwakilan yang akan melaksanakan pemungutan suara. Pada kesempatan itu, Ferry juga me- ngabarkan ada 2 petugas Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas tunggal di Jedah, Arab Saudi, saat bertugas mendis- tribusikan logistik pemilu. “Mereka pahlawan demokrasi, meninggal saat melaksanakan tugas,” tutur Ferry. Sementara itu, untuk memastikan pelaksanaan Pemilu 2014 di luar negeri berjalan demokratis, akuntabel, dan transparan, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah kemarin mengatakan lembaganya akan memantau langsung pelaksanaan penghitungan suara di be- berapa titik. “Ada tiga negara yang akan kami pantau langsung, yaitu Hong Kong, Singapura, dan Malaysia,” terangnya. Pemantauan Migrant Care nantinya tidak hanya pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara di luar negeri, tetapi juga penampungan hasil dari surat suara di Jakarta. Pelaksanaan pemilu di luar negeri akan dimulai dari 30 Maret-6 April. Berdasarkan jumlah daftar pemilih te- tap per 15 Februari 2014, dari total DPT 187.847.512 pemilih, sebanyak 2.025.005 merupakan pemilih luar negeri, sedang- kan sisanya, 185.822.507, merupakan pemilih dalam negeri. Pemilu di luar negeri akan dilaksanakan di 130 perwa- kilan. (AT/P-2) 2013 2012 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Operasi yang dilanjutkan Pembayaran kepada pemasok (23.029.174.976) (2.434.876.676) Pembayaran kepada Direksi dan karyawan (5.525.529.178) (2.199.763.908) Pembayaran beban bunga (2.099.099.091) - Pembayaran beban pajak (377.513.930) - Sub jumlah (31.031.317.175) (4.634.640.584) Operasi dalam penghentian Penerimaan dari pelanggan - 18.655.314.189 Penerimaan lain-lain - 927.833.853 Pembayaran kepada pemasok - (18.725.708.936) Pembayaran kepada Direksi dan karyawan - (3.262.228.004) Sub jumlah - (2.404.788.898) Kas Digunakan Untuk Operasi (31.031.317.175) (7.039.429.482) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Operasi yang dilanjutkan Penerimaan pendapatan bunga 4.489.495.411 2.665.823.895 Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 5.353.925.309 2.813.164.171 Akuisisi entitas anak - bersih - (85.303.326.006) Pembayaran uang muka aset tetap (2.130.985.816) (1.633.082.000) Pembelian aset tetap (40.249.031.824) (253.636.506) Pembayaran biaya eksplorasi dan pengembangan ditangguhkan (48.048.712.003) (25.095.740.285) Pembayaran aset tidak lancar lainnya - (15.000.000) Sub jumlah (80.585.308.923) (106.821.796.731) Operasi dalam penghentian Penerimaan dari divestasi - 3.959.051.500 Pembelian aset tetap - (595.100.805) Pembayaran uang jaminan - (3.400.000) Sub jumlah - 3.360.550.695 Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (80.585.308.923) (103.461.246.036) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Operasi yang dilanjutkan Penerimaan utang bank 111.054.341.380 - Penerimaan dari penawaran umum terbatas - 410.000.000.000 Pembayaran biaya emisi saham - (5.676.311.911) Pembayaran dividen oleh entitas anak (1.123.489.704) (2.718.634.770) Penerimaan piutang kepada pihak berelasi - 746.399.817 Pemberian piutang kepada pihak berelasi - (521.449.300) Penerimaan piutang kepada pihak ketiga 7.645.330.000 10.763.095.000 Pembayaran utang sewa pembiayaan (420.322.050) (342.436.546) Pembayaran uang muka sewa pembiayaan - (154.707.450) Penerimaan utang kepada pihak berelasi 5.067.980 333.693.675 Pembayaran utang kepada pihak berelasi - (115.552.021.909) Penerimaan utang kepada pihak ketiga - 2.394.279.192 Pembayaran utang kepada pihak ketiga (7.651.267.542) (39.050.804.388) Transfer ke kas dibatasi penggunaannya (5.000.000.000) - Sub jumlah 104.509.660.064 260.221.101.410 Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 104.509.660.064 260.221.101.410 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (7.106.966.034) 149.720.425.892 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 156.006.157.426 5.275.981.975 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 18.626.388.224 1.009.749.559 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 167.525.579.616 156.006.157.426 PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Rupiah Penuh) LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Rupiah Penuh) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Rupiah Penuh) Jakarta, 30 Maret 2014 Direksi PT GOLDEN EAGLE ENERGY Tbk L A P O R A N K E U A N G A N ASET 31 Desember 2013 31 Desember 2012 ASET LANCAR Kas dan setara kas 167.525.579.616 156.006.157.426 Piutang lain-lain kepada pihak ketiga - bersih 2.531.356.149 9.736.833.735 Persediaan 12.989.509.030 74.560.323 Biaya dibayar di muka 244.551.673 203.483.504 Jumlah Aset Lancar 183.290.996.468 166.021.034.988 ASET TIDAK LANCAR Uang muka - tidak lancar 4.222.380.297 4.234.756.580 Investasi pada entitas asosiasi 211.804.544.785 187.383.811.389 Aset tetap - bersih 40.255.376.922 2.438.532.428 Biaya eksplorasi dan pengembangan ditangguhkan 180.621.779.008 118.645.905.278 Goodwill 1.315.050.000 1.315.050.000 Kas dibatasi penggunaannya 5.000.000.000 - Uang jaminan 140.204.150 140.204.150 Jumlah Aset Tidak Lancar 443.359.335.162 314.158.259.825 Jumlah Aset 626.650.331.630 480.179.294.813 LIABILITAS DAN EKUITAS 31 Desember 2013 31 Desember 2012 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang lain-lain kepada pihak ketiga 28.487.240.208 29.274.040.263 Utang pajak 1.514.985.940 1.115.328.620 Biaya masih harus dibayar 1.268.766.357 992.310.000 Utang kepada pihak berelasi 937.280.132 883.878.512 Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Sewa pembiayaan 397.493.072 295.030.636 Utang bank 6.337.929.812 - Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 38.943.695.521 32.560.588.031 LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas imbalan pasca kerja 1.883.227.584 1.085.222.599 Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Sewa pembiayaan 290.085.232 519.869.718 Utang bank 121.201.809.118 - Utang jangka panjang lainnya 103.580.964 - Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 123.478.702.898 1.605.092.317 EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 125 per saham Modal dasar - 3.600.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor - 900.000.000 saham 112.500.000.000 112.500.000.000 Tambahan modal disetor 299.011.620.443 301.823.688.089 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - (2.812.067.646) Saldo laba 17.496.348.711 677.667.755 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk 429.007.969.154 412.189.288.198 Kepentingan nonpengendali 35.219.964.057 33.824.326.267 Jumlah Ekuitas 464.227.933.211 446.013.614.465 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 626.650.331.630 480.179.294.813 2013 2012 PENDAPATAN Bagian laba bersih entitas asosiasi 29.774.658.705 16.867.263.035 Pendapatan bunga 4.999.134.271 4.181.649.767 Keuntungan divestasi bisnis - 2.588.357.710 Pendapatan lain-lain 384.892.048 366.252.830 Jumlah Pendapatan 35.158.685.024 24.003.523.342 BEBAN-BEBAN Beban umum dan administrasi (9.752.766.375) (6.564.468.002) Kerugian kurs mata uang asing (1.756.040.210) (1.363.169.090) Cadangan kerugian penurunan nilai piutang (700.867.500) - Beban lain-lain (2.600.352.114) (200.975.186) Jumlah Beban (14.810.026.199) (8.128.612.278) LABA SEBELUM PAJAK 20.348.658.825 15.874.911.064 BEBAN PAJAK - BERSIH (1.010.850.375) (755.027.860) LABA BERSIH TAHUN BERJALAN DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN 19.337.808.450 15.119.883.204 RUGI BERSIH DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN - (817.742.136) LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 19.337.808.450 14.302.141.068 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - - JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF 19.337.808.450 14.302.141.068 LABA (RUGI) BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk 16.818.680.956 16.139.062.212 Kepentingan nonpengendali 2.519.127.494 (1.836.921.144) Laba bersih tahun berjalan 19.337.808.450 14.302.141.068 JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk 16.818.680.956 16.139.062.212 Kepentingan nonpengendali 2.519.127.494 (1.836.921.144) Jumlah laba rugi komprehensif 19.337.808.450 14.302.141.068 LABA (RUGI) PER SAHAM Laba (rugi) per saham dasar Dari operasi yang dilanjutkan 18,69 34,61 Dari operasi yang dihentikan - (1,67) Laba per saham dilutif 18,69 18,92 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Rupiah Penuh) Modal disetor Tambahan modal disetor Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Ekuitas entitas anak yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Saldo laba Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk Kepemilikan nonpengendali Jumlah ekuitas Saldo per 1 Januari 2012 10.000.000.000 - 730.466.964 141.942.248.462 - (28.358.547.265) 124.314.168.161 33.476.210.953 157.790.379.114 Penerbitan saham baru 102.500.000.000 301.823.688.089 - - - - 404.323.688.089 - 404.323.688.089 Kepentingan nonpengendali dari akuisisi entitas anak - - - - - - - 179.991.263 179.991.263 Divestasi entitas anak - - (730.466.964) - - 18.866.516.664 18.136.049.700 - 18.136.049.700 Dividen entitas anak untuk kepentingan nonpengendali - - - - - - - (563.034.770) (563.034.770) Ekuitas entitas anak yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan - - - (141.942.248.462) - - (141.942.248.462) - (141.942.248.462) Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - - - - (2.812.067.646) (5.969.363.856) (8.781.431.502) 2.568.079.965 (6.213.351.537) Jumlah laba rugi komprehensif tahun berjalan - - - - - 16.139.062.212 16.139.062.212 (1.836.921.144) 14.302.141.068 Saldo per 31 Desember 2012 112.500.000.000 301.823.688.089 - - (2.812.067.646) 677.667.755 412.189.288.198 33.824.326.267 446.013.614.465 tambahan modal disetor - (2.812.067.646) - - 2.812.067.646 - - - - Dividen entitas anak untuk kepentingan nonpengendali - - - - - - - (1.123.489.704) (1.123.489.704) Jumlah laba rugi komprehensif tahun berjalan - - - - - 16.818.680.956 16.818.680.956 2.519.127.494 19.337.808.450 Saldo per 31 Desember 2013 112.500.000.000 299.011.620.443 - - - 17.496.348.711 429.007.969.154 35.219.964.057 464.227.933.211 Catatan : 1. Informasi keuangan pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 diambil dari laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (anggota Deloitte Touche Tohmatsu Limited) dengan opini wajar tanpa pengecualian. 2. Karena informasi keuangan tersebut diambil dari laporan keuangan konsolidasian, dengan demikian informasi tersebut bukan merupakan penyajian yang lengkap dari laporan keuangan konsolidasian.
  5. 5. 6 MINGGU, 30 MARET 2014JENDELA BUKU ATEIS CeritaMasaLalusebagai Cermin Kekinian PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan mengupas 44 buku yang membawa perubahan dan meng- ubah Indonesia. Buku Atheis karya Achdiat K Mihardja menjadi buku ke-11 yang dibahas secara mendalam. BUDIANA INDRASTUTI N OVEL ini pertama kali diter- bitkan pada 1949, oleh pener- bit Balai Pustaka. Bercerita tentang seorang tokoh ber- nama Hasan. Lahir dari keluarga yang fanatik pada Islam, ia besar menjadi pria yang lugu dan taat beragama. Saat putus cinta karena halangan orangtua, pelariannya ialah mempelajari agama. Ia bahkan belajar aliran kepercayaan yang dianut orangtuanya. Selesai sekolah, Hasan pindah ke Bandung dan bekerja. Saat bekerja itu ia berjumpa lagi dengan kawan lama, Rusli. Ia ‘belajar’ gaya hidup baru yang tergolong bebas, nyaris tanpa aturan. Rusli pula yang memperkenalkan Hasan kepada Kar- tini, seorang janda muda. Sejak awal perkenalan, Hasan sudah jatuh cinta kepada Kartini. Ia agak ragu melihat Kartini yang digambarkan sangat be- bas: merokok, berbicara gamblang, tidak ragu pergi dengan laki-laki. Sosok perempuan yang jauh dari yang diketa- hui Hasan. Namun, cinta membawanya makin dekat pada Kartini. Pergaulan dengan Rusli dan Kar- tini perlahan-lahan membawa Hasan menjauh dari ajaran agama. Ketika berjumpa dengan Anwar sang seniman yang ateis, makin tidak yakinlah ia pada agama dan Tuhan yang selama ini ia sembah. Merasa sudah cukup dewasa untuk memilih jalan hidupnya, Hasan mulai tidak mempertimbangkan aturan agama. Ia bahkan tak peduli ketika orangtuanya menentang pernikahan- nya dengan Kartini. Namun, lambat laun pernikahan itu menunjukkan ketimpangan. Gaya hidup Kartini yang berbeda dengan Hasan menjadi masalah. Perbedaan kecil lama-lama memicu perseter- uan besar. Puncaknya, Hasan curiga Kartini berse- lingkuh dengan Anwar. Mereka pun bercerai. Justru perceraian yang mendekatkan kembali Hasan kepada Tuhan. Ia sadar bahwa per- jalanan hidupnya su- dah melenceng. Hasan mencoba ke m b a l i ke p a d a orangtuanya, tapi sang ayah tetap tak memaafkan. Hing- ga ajal menjemput, ayah Hasan tetap tak mau lagi me- ngakui anaknya itu. Hasan sangat menye- sal. Dalam penyesalan, ia dapati kenyataan bahwa Kartini tak berseling- kuh, tapi Anwar yang memaksa. Darah Hasan mendidih, tak sabar ingin membalas dendam kepada Anwar. Ia bergegas keluar, lupa bahwa saat itu ada jam malam. Hasan tertembak peluru penjaga malam. Beruntung, di akhir hayat ia masih ingat Tuhan. Hasan tewas setelah menyebut Allahu Akbar. Di masanya, roman ini menceritakan situasi masyarakat saat itu. Hasan sang tokoh utama ialah cermin pemuda dari awal abad ke-20, yang terjebak oleh ke- galauan karena perubahan gaya hidup di sekitarnya. Ia pemuda berpendidik- an, dibesarkan dengan kepatuhan pada norma agama. Namun, iman- nya toh goyah karena pergaulannya dengan Rusli dan Anwar yang pandai ber- main kata. Memang, keimanan saja tidak cukup. Harus ada benteng percaya diri yang kuat yang akan membuat hidup tetap lurus saat ber- ada di lingkungan baru agar tidak mudah terpengaruh, tetap setia pada hal-hal yang benar. Cara Achdiat memilih plot cerita juga unik. Di awal ia langsung men- ceritakan kematian tokoh utama, tapi toh pembaca ‘tidak segera sadar’ bahwa yang mati adalah si tokoh utama. Penulis menceritakan Hasan lewat tokoh ‘aku’ dan membuat cerita u- tama novel ini seperti berada dalam bingkai cerita lain. Tema cinta menjadi bungkus yang menarik dalam novel ini. Pada- hal, jika ditelaah lebih lanjut, yang diceritakan ialah pertentangan dua paham: antara ketu- hanan dan ketidakper- cayaan pada agama. Latar belakang agama dalam novel ini sedikit banyak mirip dengan pengalaman pribadi Ach- diat yang juga pernah mem- pelajari tarekat di masa mudanya. Sedikit kisah mengenai komunisme, sosialisme, kapitalisme diselipkan di sana-sini. Meski hanya sebagai bunga percakapan para tokoh, itu menunjuk- kan bahwa paham-paham tersebut me- rupakan topik hangat di masanya. Tak lupa, Achdiat menggambarkan Hasan terserang tuberkulosis (Tb). Itu- lah hasil pengamatan penulis pada ling- kungan. Penyakit Tb memang sempat menjadi momok di tahun-tahun pendudukan Jepang. Belum banyak d i t e m u k a n p e n g o - b a t a n T b , b a - nyak penderita meninggal tidak terto- long pada masa itu. Selain soal cinta, novel ini menjadi unik karena gaya bahasa yang diguna- kan.Tidaksulitdipahamipembacayang tidak pernah mengalami percakapan baku di masa lalu. Justru pembaca masa kini cukup mencermati kalimat-kalimat yang ditulis dan dengan mudah akan bisa membayangkan suasana masa lalu. Kejelian penulis dalam beberapa deskripsi yang detail dan terstruktur sangat membantu menajamkan nuansa atas latar novel ini. Setelah usai membaca seluruh novel, barulah terpikir lama fungsi tokoh ‘aku’. Siapakah dia sebenarnya? Tam- paknya Achdiat ingin menjadikan ia to- koh yang mendamaikan pertentangan di antara dua paham yang terjadi dalam cerita. Tokoh aku menunjukkan bahwa dalam hidup, tugas manusia hanyalah menjalankan yang sudah digariskan. Relevansi tema Yang diceritakan dalam novel Atheis sebetulnya mudah ditemukan di masya- rakat. Mereka yang lemah mental, lalu terjebak arus yang tidak benar. Bekal kebaikan budi yang telah ditanam keluarga sedari kecil seperti menjadi sia-sia. Bukankah hal serupa masih sering terlihat sekarang? Korupsi yang merajalela, dilakukan bersama-sama oleh mereka yang termasuk orang terpandang. Mustahil mereka tak tahu bahwa yang dilakukan adalah perbuat- an tercela. Yang sangat mungkin terjadi adalah, para koruptor itu terbawa oleh lingkungan yang permisif pada tindak- an salah. Pergeserangayahidupsebagaibagian dari perubahan masyarakat juga terus terjadi. Sayangnya, ketidaksiapan ma- syarakat menerima perubahan sering membuat kehidupan lalu berjalan tertatih-tatih. Novel karya Achdiat ini telah dicetak ulang puluhan kali. Pesan di dalamnya jelas. Soal ketuhanan, kejujuran, dan laku hidup yang lurus. Artinya, pesan dalam cerita itu masih relevan sampai sekarang. Bahkan mungkin sampai ratusan tahun setelah buku ini ditulis. (M-2) miweekend@mediaindonesia.com Pada 2005, Achdiat meluncur- kan novel Manifesto Khalifatullah. Achdiat mengatakan novel itu menjadi ‘jawaban’ bagi Atheis. Ia meyakinkan pembaca bahwa tugas manusia di dunia ialah menjadi wakil Tuhan. Dalam novel itu, ia membagi pengalaman kehidupan intelektual dan spiritual sebagai seseorang yang mengalami mun- culnya aliran pemikiran, mulai Karl Marx hingga Nietzsche. Kretek dan Nasionalisme MEMBINCANGKAN tembakau tidak lagi sema- ta-mata membicarakan suatu jenis tanaman, tapi juga makna politis yang menyelubung- inya. Tembakau, dalam berbagai racikan, belakangan ini ramai diperdebatkan oleh banyak kalangan mulai dari pengampu kebi- jakan, aktivis, akademisi, bahkan tetap hangat dalam perbincangan masyarakat biasa. Dalam buku ini, keretek digunakan untuk menafsirkan proses historis Indonesia yang membawa kita pada kesadaran bahwa mem- pelajari keretek berarti juga mempelajari sejarah pergerakan, revolusi, serta sejarah ekonomi dan sosial. Keretek Indonesia dilahirkan dan dibesar- kan dalam konteks penjajahan ketika domi- nasi kekuatan ekonomi kolonial tidak mem- berikan ruang bagi bumiputra untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, kelahiran dan pertumbuhan industri keretek Indonesia memunculkan dimensi lain dari perjuang- an bangsa Indonesia untuk memperoleh kebebasan dan membangun kemandirian ekonomi. (*/M-2) BUKU BARU Judul: Modernisasi di Jantung Budaya Jawa Penulis : Wasino Penerbit : Penerbit Buku Kompas ISBN : 9797098052 ISBN-13: 9789797098056 Terbit: 17 Maret 2014 JAWA telah menjadi pusat kekuatan poli- tik dan budaya di Nusantara sejak zaman Hindu-Buddha. Salah satu pusatnya ialah Surakarta, wilayah yang pernah mempunya dua kekuatan politik: Kesunanan dan Mang- kunegaran. Dalam cara mengelola peme- rintahan dan pengembangan kebudayaan, Mangkunegaran lebih modern, dalam arti lebih banyak mendapat pengaruh Barat, terutama Belanda. Berbeda dengan buku-buku lain yang membahas birokrasi pemerintahan Jawa secara umum, yang menganggap kekuasaan bersifat feodal, tradisional, dan hierarkis birokratis, buku ini menyajikan gambaran yang berbeda. Mangkunegaran merupa- kan salah satu pusat kekuasaan Jawa yang bersifat aristo-demokratis yang modern dan sederhana dalam tatanan birokrasinya. Buku ini juga memberi gambaran yang relatif lengkap tentang perubahan dalam mengelola negara, dari negara tradisional menjadi negara kerajaan yang modern. La- yak dibaca oleh mahasiswa dan guru sejarah, politisi, serta siapa saja yang merasa perlu memahami sistem pemerintahan di keraton- keraton Jawa masa lalu. (*/M-2) Modernisasi di Jantung Budaya Jawa Film Kafir Penghargaan untuk Atheis Membalas Atheis Judul: Kretek Indonesia dari Nasionalisme hingga Warisan Budaya Penulis : S Margana dkk Penerbit : Jurusan Sejarah FIB UGM dengan Puskindo ISBN: 978-602-1217-03-0 Terbit: Januari 2014 Cerita tentang keguncangan jiwa seorang pemuda yang sebelumnya sangat taat beragama, tetapi karena keluguannya, ia terpengaruh oleh pemikiran kaum materialistis atau falsafah kebendaan sehingga ia kehilangan keyakinan akan ketuhanan. Judul: Atheis (1949) Pengarang: Achdiat K Mihardja Penerbit: Balai Pustaka Jumlah halaman: 293 e-- rr.. i.i. gg ii .. -- e- j t t s y to m le m ta be cer T bunn daall hahal, lalanjJudul: PADA 1974, Sjumandjaja me- nyutradarai film berdasarkan roman Atheis karya Achdiat K Mihardja. Deddy Sutomo dan Christine Hakim menjadi bintang- nya. Badan Sensor Film bereaksi dengan menolak film ini. Saat ber- hasil rilis, film ini tidak mendapat sambutan baik. Jumlah penonton minim. Bagaimanapun, film ini menjadi salah satu karya Sju- mandjaja yang paling dikenal dan banyak dijadikan rujukan. Setelah mendapat penghargaan sastra dari pemerintah Indonesia pada 1969, novel Atheis diterjemah- kan ke dalam bahasa Melayu pada 1970. Dua tahun kemudian, edisi berbahasa Inggris dari karya Ach- diat itu diterbitkan sebagai bagian dari proyek UNESCO Collection of Representative Works. Roman itu dianggap sebagai karya sastra yang masuk kategori adikarya.
  6. 6. PADA sekali waktu dalam suatu rapat di Komisi Kesejahteraan yang semua anggotanya laki-laki, perundingan berlangsung lama dan tampaknya tidak akan berujung. Komisi tersebut tengah mem- bahas isu kesejahteraan yang berdampak pada keberadaan perempuan. Peserta tidak benar-benar paham akan apa yang dibutuhkan perempuan. Mereka sulit mengambil keputusan. Tiba-tiba muncul mantan Presiden BJ Habibie. Dia mengatakan, “Tidak semua masalah bisa di- selesaikan laki-laki. Keterwakilan perempuan di DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabu- paten/kota sangat penting untuk menyelesaikan masalah bangsa.” Peristiwa tadi merupakan ilustrasi kondisi yang diangkat dalam iklan layanan masyarakat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Melalui iklan yang baru diluncurkan Kamis (27/3) itu, diharapkan calon pemilih paham akan pentingnya memilih caleg perempuan dalam Pemilu Legislatif 2014 yang jatuh pada 9 April nanti. Dipilihnya BJ Habibie sebagai bintang iklan bukan tanpa alasan. Selain dikenal lantaran cinta juga sebagai penghormatan kepada almarhumah istrinya, Ainun Habibie, se- lama ini mantan Presiden RI itu dikenal mengakui pentingnya keterwakilan perempuan. Kebijakan afirmasi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlin- dungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menga- takan selama ini belum semua masyarakat mema- hami pentingnya keterwakilan perempuan yang di- syaratkan minimum 30% sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 sebagai kebijakan afirmasi atas tindakan khusus sementara. “Itu sebabnya, perlu sosialisasi yang baik untuk menepis citra negatif akibat proses rekrutmen instan terha- dap caleg perempuan,” papar Linda. Kebijakan afirmasi, terang Linda, dibuat karena partisipasi perempuan Indonesia di bidang politik masih rendah. Padahal, banyak negara lain yang sudah mensyaratkan dan me- ngakui peran perempuan dalam politik. Norwegia, misalnya, juga sempat memberlakukan kebijakan afirmasi syarat minimal partisipasi perempuan dalam parlemen. Kini, keterwakilan perempuan di negara itu sudah mencapai 50%. Utang peradaban Di Indonesia, ketidaksetaraan perempuan masih terjadi di segala bidang. Linda menyebutkan data yang ada menunjukkan ketertinggalan perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. “Semua itu memerlukan keterlibatan perempuan dalam politik,” tegasnya. Terkait ketidaksetaraan, aktivis Titi Sumbung mengingatkan kondisi itu menjadi utang per- adaban. “Bukan salah laki-laki. Namun, memang menjadi utang peradaban yang harus diperbaiki dan dilunasi.” Pelunasan utang peradaban terse- but tidaklah mudah, tapi harus dimulai. Norwegia, yang kini keterwakilan perempuan dalam par- lemennya mencapai 50%, sudah berjuang sejak lama. Setidaknya negara itu perlu waktu hingga 100 tahun. (Her/M-7) KISAH tentang cukup banyaknya caleg perempuan yang tersisih dalam pemi- lihan bukanlah isapan jempol. Direktur Eksekutif Pusat Pemberdayaan Perem- puan dalam Politik Titi Sumbung, yang kini berusia 76 ta- hun, pernah mengala- minya sendiri. Bukan hanya gagal sekali, melainkan dua kali. Aktivis yang su- dah lama berkiprah memperjuangkan hak perempuan itu pada Pemilu 2004 memu- tuskan menerima pencalonan sebagai caleg lewat satu par- tai besar yang pernah berkuasa. “Saya berharap bisa masuk ke (badan) legislatif dan ikut dalam penyusunan anggaran. Namun yang terjadi, saya dilempar ke Jember, tempat yang saya tidak kenal masyarakat setempat, dan mereka pun tidak mengenal saya,” ki- sahnya. Tidak ingin patah arang, Titi memutus- kan menetap di Jember selama 3 bulan lebih dan melakukan upaya sosialisasi. Usahanya berhasil. Ia memperoleh jumlah suara tertinggi. Namun pada 2004, aturan pemilu membuat dia harus rela melepas keme- nangan. Pasalnya, Titi mendapat nomor urut 4 sehingga harus me- nyerahkan ke caleg nomor dua, sesuai de- ngan kuota kursi. Kecewa, sudah ba- rang tentu. Namun, dia tidak langsung kapok. Pada Pemilu 2009, Titi kembali nyaleg. Hasilnya sama saja, kali itu dia dilempar ke Kalimantan Barat dan diberi nomor urut 5. Kalaupun sekarang nomor urut tidak memengaruhi kemenangan, Titi melihat faktor urutan masih bisa memengaruhi calon pemilih yang cende- rung lebih memilih nomor urut teratas. (Her/M-7) HERA KHAERANI P ESIMISTIS! Itulah yang diungkapkan sosi- olog Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito ketika ditanya tentang peluang keterpili- han perempuan pada pemilu 2014. “Saya agak pesimistis karena politik kita makin pragmatis. Harusnya ada roadmap baru untuk perempuan dalam politik. Mereka, misalnya, bisa promosikan antimoney politics,” tuturnya. Arie melihat pendekatan politikus perempuan untuk mengusung isu antipolitik uang bisa sangat membantu. Jika tidak ada upaya untuk meminima- lisasi politik uang di tengah masyarakat, kerja caleg perempuan akan terlampau berat. Pasalnya, masya- rakatmasihtetappunyaekspektasi‘diberi’saatcaleg datang berkampanye. Padahal, kebanyakan caleg perempuan minim modal ketimbang laki-laki. Di sisi lain, kebijakan afirmasi atau tindakan khusus sementara (TKS) minimum 30% keterwakil- an perempuan masih dibayang-bayangi kultur patriarkat. Struktur dan mekanisme kerja partai pun masih oligarki sehingga keputusan elite partai sering kali masih mendiskriminasi perempuan. Arie menilai kondisi akan lebih baik jika semakin banyak perempuan masuk ke parlemen. Namun, dengan pola kaderisasi dan rekrutmen partai yang masih serabutan, dia merasa sulit berharap terlalu tinggi. “Terus terang, kalau sekarang saya lihat caleg perempuan masih kedodoran.” Sulit cari caleg Kualitas caleg yang masih kedodoran secara ti- dak langsung diakui Wakil Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Romulus Sihombing. Untuk memenuhi kuota caleg perempuan sebesar 30%, partainya memang sempat mengalami kesu- litan. “Akhirnya kami membuat strategi merekrut dan banyak mengirimkan caleg untuk mengikuti pelatih-an dan seminar,” cetusnya. Politikus Partai Persatuan Pembangunan Fernita Darwis juga mengakui cukup sulit memenuhi kuota 30%. Partai NasDem pun setali tiga uang. Humas NasDem Sri Sajekti Sudjunadi mengungkapkan banyak perempuan dan keluarga yang menganggap politikus bukan profesi yang harus ditekuni. Meski demikian, NasDem akhirnya berhasil memenuhi kuota, mengajak orang yang berasal dari berbagai latar belakang untuk melakukan gerakan perubahan. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah melakukan riset yang menguji persepsi masyarakat terhadap calon anggota legislatif perempuan. Hasilnya, baik pada 2013 maupun awal 2014, persepsi terhadap caleg perempuan lebih baik ketimbang caleg laki-laki. “Caleg perempuan dianggap bisa be- nar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kedua, soal keyakinan caleg tidak korupsi. Persepsi seperti itu cenderung tidak berubah,” ung- kap peneliti LSI Adjie Al Farabi. Namun, jika ditanya tentang keterpilihan caleg perempuan, Adjie tidak yakin. Menurut dia, persepsi yang lebih baik tidak lantas menjadikan peluang terpi- lih caleg perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Calon pemilih perempuan sekalipun tidak serta-merta memilih caleg perempuan dan sebaliknya, calon pemilih laki-laki juga tidak menjadikan caleg pria sebagai preferensi. Meski demikian, Adjie cenderung optimistis ke- terwakilan perempuan pada Pem- ilu 2014 akan lebih baik daripada 2009. “Sistemnya mendukung dan cukup banyak caleg perempuan yang kemampuannya su- dah lebih matang.” (Ric/M-7) miweekend@mediaindonesia.com Kaum hawa perlu strategi untuk menghadapi berbagai kendala mulai keterbatasan dana hingga dampak dari sistem perekrutan yang masih asal-asalan. Utang Peradaban Harus Dilunasi! Dua Kali Nyaleg Dua Kali Gagal MINGGU, 30 MARET 2014 7JEDA Caleg Perempuan Kedodoran? CAKSONO Kalaupun sekarang nomor urut tidak memengaruhi kemenangan, Titi melihat faktor urutan masih bisa mempengaruhi calon pemilih yang cenderung lebih memilih nomor urut teratas.
  7. 7. 8 MINGGU, 30 MARET 2014OLAHRAGA Dominasi Mercedesdi SepangBerlanjut SETELAH menguasai tiga latihan bebas, tim Mercedes melanjutkan dominasinya pada ajang balap Formula 1 GP Malaysia. Di babak kualifikasi, kemarin, Mer- cedes menempatkan dua pembalapnya di posisi tiga besar. Lewis Hamilton menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 59,431 detik. Itu merupakan pole position kedua Hamilton setelah di seri pembuka GP Australia dua pekan silam juga start dari posisi terdepan. “Saya sangat senang de- ngan apa yang bisa kami lakukan sepanjang pekan. Namun, hari ini sangat luar biasa,” ungkap pembalap Inggris tersebut yang telah 33 kali meraih pole position sepanjang kariernya. Rekan setim Hamilton, Nico Rosberg, juga tampil luar biasa. Juara GP Austra- lia itu akan start dari posisi ketiga setelah membukukan waktu 2 menit 0,050 detik. Dominasi duet Mercedes tersebut hanya mampu disaingi Sebastian Vettel. Pembalap tim Red Bull itu kembali menunjukkan kuali- tasnya sebagai juara dunia dengan berada di posisi dua setelah terpaut 0,055 detik dari waktu Hamilton. Rekan setim Vettel, Da- niel Ricciardo, menjadi yang tercepat kelima di bawah pembalap Ferrari Fernando Alonso yang mencetak waktu tercepat keempat. Kesuksesan menjadi yang tercepat kedua merupakan pencapaian luar biasa pem- balap Jerman tersebut. Pasal- nya, hingga sesi latihan Jumat (28/3) mobil Red Bull yang dikendarainya dinilai masih belum cukup baik untuk ber- tarung dengan mobil lain. Mampu menempati po- sisi start akan menambah semangat juara dunia empat kali Formula 1 itu untuk bisa meraih hasil bagus di Sepang setelah gagal finis di Australia. “Di awal kualifikasi 1, kami sempat waswas karena mobil masih masalah. Setelah itu, semuanya berjalan baik,” jelas Vettel. Walau senang dengan per- forma mobilnya, Vettel meng- aku akan sulit untuk bisa me- ngalahkan Mercedes dalam lomba yang akan berlang- sung hari ini. Menurutnya, tahun ini Mercedes memiliki mobil terbaik. “Sulit untuk mengalahkan mereka (Mercedes). Namun, itu bukan hal yang mustahil dilakukan. Merupakan hal menyedihkan jika saat ba- ngun pagi, Anda berpikir ha- nya akan bisa finis di posisi dua, lima, atau delapan. Kami datang ke Malaysia untuk me- nang,”tegaspembalapberusia 26 tahun itu. (Rtr/Wdo/R-1) IndonesiaLoloskanTigaWakilkeFinal INDONESIA meloloskan tiga wakil di di babak final turnamen bulu tangkis Malaysia Open GP Gold 2014. Tunggal putra Simon Santoso, tunggal putri Adrianti Firdasari serta ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto lolos ke laga puncak setelah menyingkirkan lawan-lawan di semifinal kemarin. Simon melangkah ke final dengan menundukkan pemain Thailand Thammasin Sitthikom 21-12, 19-21, 21-18. Di final, Simon akan menghadapi unggulan kedelapan asal India Sourabh Varma. Di tunggal putri, Firdasari menghentikan perlawanan pe- main Jepang Nozomi Okuhara dengan skor 21-19, 21-14 dan akan menghadapi unggulan dua asal Tiongkok Xue Yao. Adapun Praveen/Debby di luar dugaan mampu menyingkir- kan unggulan utama asal Singapura Danny Bawa Chrisnanta/ Vanessa Neo melalui pertarungan ketat selama tiga gim de- ngan skor 21-18,14-21, 21-9. (Wdo/R-1) TorontoRaptorskeBabakPlayOff TORONTO Raptors akhirnya merebut satu tiket ke babak play off kompetisi NBA. Kepastian ini didapat setelah Rap- tors meraih kemenangan tipis 105-103 atas Boston Celtic kemarin. Amir Jordan menjadi menjadi penentu kemenangan Raptors dengan poin yang dibuatnya tujuh detik menjelang laga usai. Adapun, DeMar Rozan menjadi penyumbang angka terbanyak Raptors dengan 30 poin. Kemenangan itu membuat catatan menang-kalah Raptors menjadi 41-31 dan memastikan Rap- tors lolos ke play off untuk pertama kali sejak 2008. Di laga lain, Philadelphia 76ers masih belum mampu meraih kemenangan saat menyerah 98-120 dari Houston Rockets. Ini merupakan kekalahan beruntun 76ers dalam 26 laga. Bersama Cleveland Cavaliers, 76ers menjadi tim dengan rekor kekalahan beruntun terpanjang dalam sejarah NBA, Cavaliers menelan 26 kekalahan beruntun musim kompetisi 2010-2011. (AP/Wdo/R-1) SEKILAS GELANGGANG Pertarungan Dua Raja WIDHOROSO R AFAEL Nadal ting- gal selangkah lagi mewujudkan im- pian meraih gelar perdananya di turnamen ATP Miami Open. Petenis Spanyol tersebut hanya bu- tuh melewati hadangan No- vak Djokovic di laga final malam nanti di kompleks tenis Crandon Park, Miami. Nadal melangkah ke par- tai puncak setelah menang walk over (WO) atas Tomas Berdych (Republik Ceko) di semifinal. Berdych mundur setelah mengalami masalah dengan perut. Empat jam sebelumnya, Djokovic juga merebut tiket ke final tanpa perlu mengelu- arkan keringat. Petenis Serbia itu meraih kemenangan WO setelah Kei Nishikori (Jepang) tidak bisa tampil akibat cedera otot paha. Ini merupakan kemenangan WO kedua Djokovic di Miami Open 2014. Di babak ketiga, ia juga menang tanpa perlu bertanding setelah setelah Florian Mayer (Jerman) meng- alami cedera paha. Pertemuan dua raja tenis dunia itu merupakan yang per- tama kali tahun ini atau yang ke-40 sepanjang karier ke- duanya. Dalam 39 pertemuan sebelumnya, Nadal meraih 22 kemenangan. “Satu-satunya peluang un- tuk menang melawan Djokovic adalah dengan tampil habis- habisan dan berharap ia tidak sedang dalam penampilan terbaik,” ungkap Nadal. Miami Open sendiri meru- pakan salah satu turnamen bergengsi yang belum pernah dimenangi petenis peringkat satu dunia itu. Sebelumnya, Nadal tiga kali lolos ke final, tetapi selalu gagal. “Ini merupakan final ke- empat saya. Untuk bisa tampil empat kali dalam final sebuah turnamen, Anda mesti menun- jukkan permainan bagus,” kata petenis kidal tersebut. Adapun bagi Djokovic, ini merupakan kali kelima di- rinya mampu menembus final Miami Open. Berbeda dengan Nadal, petenis peringkat dua dunia itu telah tiga kali meraih gelar juara Miami Open. Peristiwa langka Di sisi lain, peristiwa dua kemenangan WO di semifinal sebuah turnamen ATP meru- pakan peristiwa yang sangat jarang terjadi. Tak urung keja- dian tersebut membuat ribuan penonton yang sudah datang ke stadion kecewa. “Ini sesuatu yang sangat jarang dan setahu saya ini ti- dak pernah terjadi,” ungkap Nadal. Direktur turnamen Adam Barrett mengakui mundurnya Nishikori dan Berdych meru- pakan kerugian besar. “Cliff Buchholz yang pernah menja- bat direktur turnamen menga- takan apa yang terjadi adalah sebuah rekor. Tapi bukan rekor seperti ini yang saya inginkan,” ungkap Barrett. Dalam pernyataannya, Nis- hikori menyebut cedera yang dialami membuatnya tidak mungkin tampil. “Saya telah mencobamelakukanpemanas- an, tetapi tidak mampu ber- gerak. Siapa pun lawannya, saya tidak mungkin menang dalam kondisi seperti ini,” ung- kap petenis yang menyingkir- kan Roger Federer di perempat final tersebut. Adapun, Berdych menga- takan mengalami diare sejak Jumat (28/3) pagi. Walaupun telah mendapat infus, kondi- sinya tidak juga membaik. “Ini salah satu hal terburuk yang bisa dialami pemain. Tanpa energi atau apa pun, Anda pasti tidak bisa melaku- kan apa-apa,” ujarnya. (Rtr/ AP/R-1) widhoroso @mediaindonesia.com Novak Djokovic melangkah ke final dengan sempurna tanpa pernah kehilangan satu set pun. Pertemuan dua raja tenis dunia itu merupakan yang pertama tahun ini atau yang ke-40 sepanjang karier keduanya. Dalam 39 pertemuan sebelumnya, Nadal menang 22 kali. Lewis Hamilton Pembalap tim Mercedes REUTERS
  8. 8. MINGGU, 30 MARET 2014 9SEPAK BOLA JADI ANCAMAN: Duet striker Liverpool Luis Suarez (kiri) dan Daniel Sturridge akan menjadi ancaman serius bagi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Primer di Stadion Anfield malam ini. Duet tersebut total sudah mencetak 48 gol musim ini. REUTERS/PHIL NOBLE TIMNAS U-23 Indonesia akan menerapkan pola dari kaki ke kaki melawan Sri Lanka dalam laga persahabatan di Stadion Manahan, Surakarta, hari ini (30/3). Pelatih Aji Santoso pun meminta pemain tidak mela- kukan kesalahan seperti pada pertandingan melawan tim Divisi Utama Persis Solo yang berakhir 2-2. Menurut mantan pesepak bola nasional tersebut, aliran bola harus terorganisasi dan lebih maksimal untuk bisa menguasai permainan, tak peduli siapa lawannya, ter- masuk Sri Lanka. “Kitaharusmewaspadaipe- main lawan yang muncul dari belakang tanpa ada penga- walan, seperti saat meng- hadapi Persis. Anak-anak diharapkan sudah mengerti pola permainan yang saya inginkan,” ujarnya. Setelah laga uji coba mela- wan Sri Lanka, timnas U-23 akan bertolak ke Singapura untuk melawan timnas Singa- pura U-23 pada 2 April. Dalam duel nanti, pelatih Sri Lanka Sampat Pereira ti- dak memasang target meraih kemenangan. Pasalnya, dia hanya mem- bawa 20 pemain dan 90% di antara mereka masih berusia di bawah 21 tahun. “Kami membawa skuat muda kami. Banyak yang masih berusia 21 tahun. Ada yang masih 19 tahun dan ada empat pemain yang usianya 23 tahun,” ujar Sampat. Ia menambahkan, tim itu merupakan tim yang meraih medali perunggu pada turna- men di antara negara-negara bekas jajahan Portugis yang digelar di India, Januari 2014 lalu. Laga uji coba ini akan digu- nakan timnas Sri Lanka U-23 sebelum mengikuti turnamen di Libanon, Mei nanti. Meski demikian, Sampat yang juga mantan kapten timnas Sri Lanka mengakui timnas U-23 Indonesia meru- pakan tim yang bagus. Manajer timnas Sri Lanka U-23 Gamma G menambah- kan, semua pemainnya siap tempur melawan tuan rumah Indonesia. Ia juga tidak masalah de- ngan cuaca di Indonesia ka- rena hampir sama dengan negaranya. Menurut dia, Sri Lanka per- nah bertemu dengan Indone- sia pada pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2006. Timnya bermain imbang 2-2 di Sri Lanka dan kalah 0-1 di Jakarta. (Sat/Ant/R-1) JanganlagiUlangiKesalahan SAS Bisa Jadi Mimpi Buruk Spurs EKO RAHMAWANTO L IVERPOOL meru- pakan klub paling produktif di Liga Primer setelah men- cetak 84 gol dari total 31 laga atau rata-rata membuat 2,7 gol per pertandingan. Duet Luis Suarez dan Daniel Sturridge menjadi pasangan tersubur. Ketajaman kedua pemain itu akan kembali diuji saat menghadapi Tottenham Hotspur di Stadion Anfield malam ini. SAS--Suarez dan Sturridge- -demikian media Inggris me- labeli duet itu--amat mungkin akan menambah pundi-pundi gol mereka. The Reds sudah mencetak 48 gol dari total 84 gol. Duet ini jadi pasangan pe- main ketiga yang bisa bikin lebih dari 20 gol dalam satu musim, setelah Andrew Cole- Peter Beardsley di 1993-1994 dan Didier Drogba-Frank Lam- pard di 2009-2010. Meskipun sama-sama haus gol, pelatih Liverpool Brendan Rodgers tak setuju jika kedua- nya disebut pasangan serasi. “Saya tidak terlalu memikir- kan (rekor itu). Saya lebih memikirkan tim Liverpool yang hebat. Kedua pemain punya talenta spesial masing- masing. Keduanya luar biasa,” puji pelatih asal Irlandia Utara itu. “Buat saya mereka bukan- lah sebuah pasangan. Mereka merupakan pemain-pemain individual yang bermain di dalam sebuah sistem yang bekerja dengan amat baik. Mereka solois, (tapi) mereka bisa berkombinasi,” nilainya di Sky Sports. Musim ini Liverpool diung- gulkan untuk menjadi kampi- un selain Chelsea, Manchester City, dan Arsenal. Konsistensi menjadi modal utama ‘si Me- rah’ untuk bersaing dengan tiga tim lainnya. Liverpool sudah meraih 11 kemenangan tanpa keka- lahan dari 12 laga kandang terakhir. Secara keseluruhan, Liverpool mencatat 13 keme- nangan, 1 kali imbang, dan 1 kekalahan. Satu-satunya kekalahan didapat saat men- jamu Southampton (21/9) atau laga kandang ketiga Liverpool musim ini Namun, pelatih Tottenham Tim Sherwood meragukan Liverpool bisa mengimbangi Chelsea dan City. Dua tim yang terakhir disebut ini dinilai punya pengalaman lebih oke dalam mengatasi tekanan. Selain itu, Sherwood meni- lai seiring membesarnya kans mereka untuk juara, semakin besar pula kekhawatiran yang menyelimuti para pemain. “Itu semua tergantung pada bagaimana mereka menjaga keberanian. City dan Chelsea seharusnya jadi favorit karena para pemain yang mereka mi- liki telah melintasi tantangan tersebut dan melakukannya sebelumnya,” ujar Sherwood. Rekor buruk Dalam duel nanti, Totten- ham datang ke Anfiel diba- yangi kekalahan telak di per- tandingan pertama di White Hart Lane. Saat itu the Lili- whites takluk 0-5. Spurs juga punya rekor buruk lawan tim-tim besar seperti Chelsea, Manchester City, dan Arsenal. Spurs tak bisa menang melawan ke- tiga tim itu. Meski demikian, midfielder Spurs Paulinho pun meminta semua pemain me- lupakan hasil pertandingan itu demi memetik hasil yang bagus. “Semua pemain harus melu- pakan laga itu. Kami mempu- nyai kesempatan saat berlaga di sana, bermain bagus, dan semoga pulang dengan hasil bagus,” kata Paulinho. Sama dengan Paulinho. Gylfi Sigurdsson optimistis Tottenham akan pulang mini- mal mengantongi satu poin. Ia realistis karena akan susah bemain di Anfield dengan kondisi Liverpool yang tengah on fire. “Penting buat kami untuk setidaknya memetik satu poin, jika tak bisa memetik tiga angka, terutama dengan cara kami kalah dari laga terakhir,” kata Sigurdsson. (AP/Rtr/R-2) eko@mediaindonesia.com Liverpool sudah meraih 11 kemenangan tanpa kekalahan dari 12 laga kandang terakhir mereka.
  9. 9. ONO SARWONO TIBALAH waktunya Negara Republik Astina menggelar gawean nasional lima tahunan, pemilihan umum legislatif. Saat ini telah memasuki tahapan kampanye. Maka tak pelak setiap hari di seluruh penjuru negeri gaduh dengan suara dan ramai dengan atribut calon wakil (cakil) rakyat yang menjajakan diri. Para cakil ke sana kemari berteriak sora (lantang) mengumbar seribu janji. Mereka juga berusaha mengakrabkan diri kepada rakyat. Caranya, menyebar gambar atau potret diri. Ada yang berujud baliho, ada pula sejenis poster yang dipaku di pohon, dilem di tiang listrik dan telepon, atau dipantek di pagar atau tembok rumah orang tanpa minta izin. Macam- macamlah. Yang unik, umumnya gambar diri para cakil itu dengan raut muka merenges, tertawa yang dipaksakan. Lantas, di antara gambar-gambar itu ada yang dengan mata melotot. Maksudnya, mungkin, itu untuk menyimbolkan optimisme masa depan yang lebih baik bersamanya. Tidak ketinggalan pula mereka juga mencantumkan gelar, misalnya gusti raden mas, kanjeng gusti pangeran harya, dan gusti raden ayu. Mimik-mimik pada gambar diri yang jelas-jelas diskenariokan tersebut tentu guna mengikat minat rakyat sehingga pada saatnya tiba, warga memilih cakil-cakil yang umumnya petahana tersebut. Siapa saja cakil-cakil itu? Ada nama Dursasana, Durmuka, Dursaya, Dursala, Durjaya, Durmagati, Dursilawati, Durmasama, Durgempo, Durmana, Dursara, Durbahu, Durkundha, Durmada, dan Dur- Dur lainnya. Malima Setiap berorasi, di mana pun tempatnya, mereka selalu menjanjikan kehidupan rakyat yang tata, titi, tentrem, karta, lan raharja. Semua kebutuhan rakyat akan terpenuhi, mulai dari yang pokok hingga sekunder. Intinya, rakyat dijamin hidup makmur dan sejahtera. Untuk lebih memilut hati rakyat, para cakil memperlihatkan (seolah-olah) kemurahan hati dengan membagi-bagikan uang. Mereka juga menggunakan fasilitas negara. Banyak kereta, kuda, dan tunggangan lain yang merupakan aset negara mereka pakai dengan seenaknya. Mereka wira-wiri tanpa risi meski disiuli rakyat di sepanjang jalan. Ambillah contoh Dursasana, cakil dari daerah pemilihan Banjarjunut. Ia bukan hanya dikenal royal, melainkan juga kondang melibatkan anak-anak dalam setiap kampanye. Ia memang suka mengimbau warga datang ke tempat kampanye dengan menggandeng anak dan cucu sebanyak-banyaknya. Sesungguhnya, cara kampanye yang mereka lakukan itu seperti yang sudah-sudah. Selain menghamburkan banyak materi, para petahana itu tidak punya komitmen memakmurkan rakyat. Janji- janji yang mereka gaungkan ibarat busa yang cepat terbang dan hilang tertiup angin. Jadi, praktik kampanye apus-apusan (tipu-tipu) terus berulang dalam setiap digelar pemilihan umum. Persoalannya, rakyat masih banyak yang tidak kapok sehingga masih saja keliru memilih para wakilnya yang hanya mengusung janji-janji gombal. Kemudian Durmuka, contoh lain wakil rakyat petahana yang antara omongan dan tindakan ngalor- ngidul, esuk tempe sore dele alias mencla-mencle. Ia juga kerap memelintir janjinya setelah berkuasa. Pesan-pesannya yang apik saat kampanye ia belak- belokkan maksudnya sehingga rakyat tidak bisa menagih. Buktinya, lima tahun sebelumnya, Durmuka dan juga hampir semua wakil rakyat mengusung janji kebebasan berekspresi. Ternyata kebebasan yang mereka maksudkan ialah kebebasan sesuka-sukanya, yakni bebas melakukan malima, madat (menghisap narkoba), madon (melacur), minum (mabuk), main (berjudi), dan maling (mencuri). Karenanya, di hampir seluruh pelosok negeri perilaku bergelimang dosa tersebut ndrebala (tumbuh subur). Setiap hari, orang nyimeng dan nggelek ada di mana-mana, pelacuran di setiap sudut dan gubuk, orang mendem di gang-gang dan jalan-jalan, main judi siang-malam tiada mati, dan pencurian uang atau korupsi merajalela. Imbasnya, Astina yang sebelumnya dikenal jagat sebagai negara hebat akhirnya dicap sebagai negara bejat. Ketika masih di bawah pemerintahan Pandudewanata, Astina merupakan negara berdaulat yang dawa pocapane dan luhur kawibawane, menjadi pembicaraan becik dan sangat dihormati bangsa- bangsa lain. Akan tetapi, sejak di bawah rezim Kurawa, Astina memang masih menjadi pembicaraan bangsa manca (luar negeri), tetapi isunya negatif. Kenapa demikian, karena para penguasa dan rakyatnya, meminjam istilah pujangga Rangga Warsita, telah terperangkap dalam kehidupan zaman edan. Zaman yang berlumur anomali-anomali. Jangan salah Praktik kehidupan nunjang palang itu yakni tiadanya lagi norma, tatanan, dan kaidah akibat rakyat keliru memilih para elite dan pemimpinnya. Para nayaka praja petahana yang sebelumnya mereka pilih itu ternyata gerombolan pecundang ulung. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar tidak tertipu lagi. Rakyat mesti mengerti. Kenapa Dursasana, Durmuka, dan cakil yang bernama Dur- Dur itu tidak amanah karena sesungguhnya mereka memang demikian adanya. Coba perhatikan, dari namanya saja mereka sudah tidak beres. Contohnya Dursasana. Secara etimologi, nama itu terdiri dari dua kata, yakni dur dan sasana. Dur itu artinya goroh atau bohong, sedangkan sasana adalah tempat. Dengan demikian Dursasana itu dapat diartikan tempatnya bohong. Sama halnya dengan wakil rakyat yang bernama Durmuka, yang artinya berwajah goroh. Jadi tidak salah jika ia penipu. Begitu juga Dursala, Durjaya, dan Dur-Dur lainnya. Karena itu, rakyat mesti paham. Harus bisa membedakan mana pembohong dan mana yang tidak. Jangan terbius janji, penampilan, dan gaya muluk agar nantinya tidak lagi getun dan keduwung (kecewa). Gunakan segala pancaindra dengan baik agar bisa memilih cakil yang konsisten, yaitu ati, lati, lan pakarti nyawiji, antara hati, ucapan, dan tindakan klop. (M-3) IKSAKA BANU ...di dalam sana di atas tikar, aku segera tertidur dan tidak tahu apa mimpiku. A KU tergagap bangun. Max Havelaar! Ya, itu potongan sajak dari buku yang kubaca sebelum berangkat ke Cilegon. Melintas begitu saja di kepala. Kuperiksa perban pembalut pinggang. Tak ada infeksi. Kurasa aku kelelahan sehingga tertidur sampai pagi memeluk leher kuda. Untung tidak terpelanting di jalan. Kutarik kekang. Hewan yang semula berjalan sangat lambat itu kini berhenti. Kujatuhkan diri ke atas rerumputan tepi jalan. Gerakan itu ternyata membuat pinggangku seperti disobek tangan raksasa. Luka kembali terbuka. Aku mencoba berdiri, tapi kepala terasa berputar. Mungkin karena belum makan sejak kemarin malam, tapi aku tetap harus ke Serang mengabarkan semua ini. Perlahan kutata ingatanku: Alun-alun Cilegon, 9 Juli 1888. Mesiu, darah, neraka! Ya. Semua berawal dari kunjungan perdana sore kemarin ke pos baruku: Kepolisian Sektor III, merangkap penjara di jalan Tanjung Kurung. Setelah bicara dengan Dirk Zware Laarzen, pejabat sementara yang kini resmi menjadi wakilku, aku berkeliling ke ruang tahanan. “Ustaz Rakhim?” kulongok sel terdepan, sebuah ruang sempit dengan lubang angin bundar berterali di dinding belakang. Sinar mentari menerobos dari situ, membuat kepala pria berkopiah putih yang berada di balik pintu jeruji itu seolah berpendar seperti cahaya orang suci pada lukisan gereja abad pertengahan. Ada suara gaduh yang berasal dari rantai di kedua tangan dan kakinya saat ia mendekat. Sepasang matanya tajam mengiris. Kucoba mengulangi pertanyaan. Bibir kehitaman di antara kumis serta jenggot lebat orang itu tak bergerak. Agaknya ia terbiasa bicara dengan mata, tapi pandangan bengisnya tertuju kepada orang di belakangku. “Nama tak punya arti di sini, Inspektur,” Dirk menggerutu dari balik punggungku. “Ia bisa bernama Rakhim, Wasid, atau Ismail. Yang jelas, ia dan gerombolannya nyaris merobek perut Hendriek, minggu sore di pasar. Sayang, hanya ia yang tertangkap.” “Lalu yang di belakang itu?” aku melangkah ke ruang jaga. Dari tempat itu terlihat beberapa kamar tahanan berukuran lebih kecil. “Pencopet biasa. Minggu depan kulepas.” “Jadi sudah tiga hari orang tarekat itu di sini? Apakah rantai diperlukan di dalam sel? Mengapa pula pipinya memar?” tanyaku. “Ia menyerang saat pintu kubuka. Terpaksa popor bedil bicara. Baru kemarin rantai kupasang. Betul, Usep?” Dirk menoleh kepada seorang opas berkulit cokelat yang sedang meletakkan secangkir kopi untukku. “Sumuhun, Tuan,” Usep memandang Dirk dan aku sekilas sebelum kembali ke dapur. Aku menghela napas. “Orang tarekat harus didekati secara halus. Sekarang ia telanjur di sini. Hanya ada dua pilihan: ia pindah ke penjara kabupaten secepatnya, atau penjagaan tempat ini diperkuat,” kutarik sebatang cerutu dari saku jas seraya mengempaskan badan ke atas sofa. “Telah kubaca semua arsip. Kota-kota di daerah ini sejak dahulu bergiliran berontak,” kuloloskan asap cerutu. “Ciri pemberontakannya khas, bersifat spiritual. Mulai dari kerusuhan di Cikandi Udik, Kolelet, kasus Jayakusuma, serta tragedi dua tahun lalu, yaitu pembantaian di Ciomas. Sasaran mereka bukan hanya militer, melainkan semua yang mereka anggap kafir. Musuh Allah.” “Kebetulan aku ikut membereskan sisa huru-hara itu. Mereka mencincang pejabat Eropa, pangreh praja serta seluruh keluarga yang hadir dalam Upacara Sedekah Bumi,” Dirk meneguk kopinya. “Koran De Locomotief pernah mengulas. Konon, semua kegilaan ini berkaitan dengan Krakatau. Ledakan besar gunung itu lima tahun lalu mendatangkan gelombang raksasa yang menyapu banyak desa, penyakit pes, serta ramalan kedatangan Imam Mahdi, Ratu Adil yang konon akan membebaskan orang-orang ini dari tekanan pemerintah Hindia.” “Mereka terlalu miskin untuk memahami perbaikan,” aku menggeleng. “Kita perlu juru bicara, orang setempat yang bisa menjelaskan bahwa 30 tahun terakhir ini kita telah menghapus banyak pajak, bahkan meniadakan hukuman cambuk. Mengenai bencana Krakatau, bukankah kita tidak alpa menyalurkan bantuan pangan, mengirim penggali kubur, serta mendirikan pos kesehatan?” kugigit cerutu agak lama. “Tetapi sungguh, popor bedil itu berlebihan. Ia seorang pemimpin agama. Pikirkan murid-murid orang ini di luar sana bila tahu pemimpin mereka dianiaya.” “Mijn God!” mendadak Dirk memukul meja, membuat Usep yang berdiri di dekatku tersentak. “Engkau lama bertugas di Aceh, Inspektur. Itu daerah para jantan. Aku berharap kedatanganmu membawa perubahan. Janganlah menjadi perpanjangan tangan para birokrat liberal di Batavia, yang dengan mudah termakan cerita picisan karya Multatuli atau siapa pun itu. Sungguh, mereka yang duduk di kursi dewan bersama omong kosong tentang kemanusiaan itu telah membuat kita menjadi tuan-tuan yang bingung dan lemah di sini. Di Ciomas, anak perempuan Heer Jansen yang berusia empat tahun ditikam, lalu digantung bersama kakak lelakinya. Ketika aku datang, wajah anak itu sudah menghitam, dikerumuni lalat seperti kismis yang ditaburkan di atas selai stroberi. Dan kita masih saja diminta menahan diri,” sekali lagi Dirk menghantam meja, “Sesungguhnya bukan cuma popor senapan. Aku ingin sekali jahanam di sana itu ditembak tepat di kepala.” “Kafir!” tiba-tiba terdengar teriakan keras dari sel. Dirk terlonjak menghampiri sumber suara. “Oh, terganggu ocehanku? Kafir, eh? Tak bertuhan?” Dirk meraih tombak di sudut ruangan. “Dan kalian penggorok leher wanita serta anak kecil, merasa bertuhan? Biar kuperlihatkan seperti apa orang tak bertuhan itu!” Dirk menyabetkan tombak berulang kali pada terali sel sambil berteriak-teriak mirip orang kehilangan akal. “Cukup, Hoofdagent!” aku membentak. Dirk menoleh. Napasnya naik-turun. Wajahnya seperti iblis. Ia membuang tombak, lalu menarik botol wiski dari saku celana. Diteguknya beberapa kali sambil mengibaskan tangan, mengusir beberapa agen polisi yang berkerumun mendengar keributan. “Sambil pulang, aku ingin melihat Cilegon di malam hari. Mengenal rumah-rumah penting di sini,” kuambil topi dan pistol, pura-pura tak terpengaruh oleh kegilaan Dirk. “Besok kutemui asisten residen dan jaksa, bicara pemindahan tahanan itu.” “Kurasa mereka akan setuju. Nah, itu Agen Jaap. Ia akan memandumu,” Dirk yang sudah kembali tenang, membukakan pintu untukku. “Tak usah,” aku menggeleng. “Aku tak lama.” “Baiklah,” Dirk mengangkat bahu. Pukul tujuh petang kunaiki kuda menuju kota. Lampu-lampu gas di sekeliling alun-alun membuatku mudah mengamati segala penjuru. Walau banyak warung masih buka, suasana keseluruhan cenderung sepi. Seperti yang sempat dijelaskan Agen Jaap, rumah Asisten Residen Gubbels ada di utara alun- alun, sederet dengan kantor pos dan rumah Asisten Kontrolir Van Rinsum. Aku ingin menengok ke sana. Seharusnya bisa langsung belok ke kanan, melewati rumah jaksa serta ajun kolektor, lalu di ujung alun- alun belok lagi ke kiri, tapi jalan itu penuh lumpur. Kuputuskan memutari alun-alun melewati rumah bupati dan penjara besar yang rencananya akan kutengok esok hari. Aku sudah tiba di muka masjid, siap mengarahkan kuda ke kanan ketika terdengar keributan luar biasa dari selatan. Tak begitu jelas yang terjadi, tetapi banyak orang lari membawa obor sambil berteriak-teriak. Para pemilik warung berhamburan menyelamatkan dagangan. Di beberapa titik terlihat api memangsa atap rumah. Ada letusan senapan disusul jeritan silih berganti. Kuambil teropong. Segerombolan besar orang dipimpin oleh beberapa sosok berbaju putih menghambur dengan tombak dan parang, memasuki rumah-rumah pejabat, termasuk kediaman Patih Penna. Mereka menyeret keluar dan menghantamkan aneka senjata ke tubuh penghuni rumah. Dari belakang masjid, ratusan orang juga mulai menyerbu. Tampaknya mereka masuk dari jalan kecil yang menghubungkan Desa Seneja dengan perumahan elite ini. Salah seorang dari mereka berada sangat dekat denganku. Kutarik revolver. Orang itu terjengkang, tapi ujung tombaknya sempat hinggap di pinggangku. Para rekannya berseru mengacungkan parang. Ini benar-benar perkara hidup-mati. Apakah tragedi Ciomas akan terulang? Kupacu kuda ke tempat asal melalui jalan berlumpur. Sempat kuletupkan lagi revolver dua kali sebelum tiba di kantor yang ternyata sudah berubah menjadi lautan api. Beberapa agen polisi bergelimpangan tanpa nyawa di pelataran. Di pintu depan, tubuh Dirk tergantung layu. Lidahnya terjulur. Sebuah pisau lengkung tertanam di dada kirinya seperti cula badak. “Simpan pistolmu, dan pergilah selagi bisa, Tuan. Tangan Ratu Adil telah jatuh ke atas kota ini,” terdengar suara yang cukup kukenal, menyertai kokangan senapan. “Usep?” aku mengerutkan kening melihat opas yang sore tadi mengantarkan kopi dengan ramah, kini berdiri beringas dengan Mauser terarah kepadaku. Di belakangnya, tawanan berkopiah putih itu. Rantai di tangannya sudah lenyap, berganti dengan parang. Usep melemparkan tas perbekalan kepadaku, lalu tanpa berkata lagi menepuk paha kudaku yang segera berjingkrak, melesat meninggalkan tempat itu. Jakarta, 2014 Hoofdagent: polisi senior. Iksaka Banu, penulis dan praktisi periklanan. Tinggal di Jakarta. Parade Goroh Tangan Ratu Adil 10 MINGGU, 30 MARET 2014CERPEN PIGURA Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id @Cerpen_Mi

×