Pemasangan
Iklan & Customer Service:
021 5821303
No Bebas Pulsa:
08001990990
e-mail:
cs@mediaindonesia.com
Rp2.900/eks
(di...
KOMISI Pemberantasan Korupsi
(KPK) terus menelusuri aset
terkait dengan kasus tindak pi-
dana pencucian uang (TPPU)
yang d...
MINGGU, 16 MARET 2014 3UMUM
China belum
Jawab Selama
Dua Dekade
KlorinMemanipulasiMutuBeras
DIKA DANIA KARDI
P
E R S OA L ...
4 MINGGU, 16 MARET 2014INDONESIA MEMILIH
SemuaParpol Optimistis
MahasiswaAntusias
JadiRelawanPemilu
TerorPolitik
TerusTerj...
RUDY POLICARPUS
J
EJARING sosial menjadi salah satu pri-
madona kampanye politik. Tengok saja
Facebook, Twitter, blog, ata...
6 MINGGU, 16 MARET 2014SEPAK BOLA
Akhiri Rekor Buruk di Old Trafford
ASNI HARISMI
J
IKA Liverpool ingin
mengakhiri kutukan...
MINGGU, 16 MARET 2014 7OLAHRAGA
Pertamina Gagal
Sandingkan Gelar
GHANI NURCAHYADI
T
IM putra Surabaya Samator
menggagalkan...
SISWANTINI SURYANDARI
“A
KU anak Dukuh Paruk,
sebuah gerumbul kecil di
tengah padang yang amat
luas kecil dan menyendiri.
...
THALATIE K YANI
R
IBUAN orang me-
m a d a t i I s t o r a
Senayan, Jakarta,
pada Rabu (12/3)
lalu, ruangan kotak itu penuh...
ONO SARWONO
BIMA alias Bimasena. Itulah tokoh sentral
dalam pertunjukan wayang kulit semalam
suntuk yang digelar Media Gro...
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Media Indonesia 16 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Indonesia 16 Maret 2014

2,992 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,992
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
15
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Indonesia 16 Maret 2014

  1. 1. Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Halaman 28 16 MARET 2014 | NO.12018 | TAHUN XLV Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Minggu Akhiri Rekor Buruk di Old Trafford Jika Liverpool ingin mengakhiri kutukan di markas Manchester United, Stadion Old Trafford, inilah saatnya. Sepak Bola, Hlm 6 SELA Buzzer-BuzzerPolitikBeraksiTEKNOLOGI telah mengubah metode perta- rungan politik dunia, termasuk di Indone- sia. Bukan lagi sekadar kampanye dengan cara menyambangi kantong masyarakat, melainkan juga membangun dan menjatuh- kan citra lawan lewat jejaring sosial. Maklum, ada 63 juta penduduk Indonesia yang menggunakan internet, dan itu sayang kalau diabaikan. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan, dari jumlah itu, 95% di antaranya pegiat media sosial dan rata-rata berusia muda. Jangan lupa pula fakta julukan Jakarta se- bagai ‘ibu kota Twitter dunia’. Pengamat media sosial dari Politicawave, Sony Subrata, menghitung, dari sekitar 185 juta pemilih pada Pemilu 2014, sekitar 50 juta merupakan pemilih muda dengan ka- rakteristik lekat dengan teknologi, tetapi apatis. “Jika sasarannya mereka, tingkat efektivitas media sosial mencapai angka 8 untuk tertinggi 10,” cetusnya. Masalahnya, etika kerap diabaikan. Jejaring sosial memungkinkan pengguna menyembunyikan identitas, membeli dan membuat banyak akun, juga merasa aman melancarkan kampanye hitam. “Itu sebab- nya, masyarakat harus cermat, jangan sam- pai tertipu,” tukas pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya. Apa pun caranya, kolaborasi politik dan jejaring sosial terbukti menghasilkan ceruk baru. Konsultan dan analis media sosial kian marak, tarif para buzzer pun kian berkibar, tergantung pengaruh di dunia maya. (Pol/M-7) PENGGUNA transportasi umum di Ame- rika Serikat mencatat rekor sejarah pada 2013, yakni terbanyak sejak empat da- sawarsa lalu. Berdasarkan pengamatan American Public Transportation Association (APTA), pengguna tranportasi umum di AS pada 2013 ialah 10,7 miliar perjalanan. Ada dua hal yang membuat tingkat per- jalanan itu bertambah, yaitu permintaan masyarakat dan kualitas fasilitas trans- portasi umum yang juga meningkat. Se- lain itu, ternyata pertumbuhan ekonomi warga ikut berpengaruh pada tren positif pengguna transportasi umum. Hasil penelitian menyimpulkan tingkat peng- guna transpor- tasi umum itu m e n i n g k a t 37,2% dari data tertinggi sebelumnya pada 1995. (First Coast News/Kid/X-7) Transportasi dan Pelayanan KAMPANYE BERINTEGRITAS: Pimpinan dan perwakilan partai politik (dari kiri) Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai NasDem Taufik Basari, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua DPP PKS Taufik Ridlo, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Syarif Cicip Sutardjo, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Suryadarma Ali, Ketua Umum Hanura Wiranto, Ketua DPP PBB Abdurrahman Tarjo, Ketua Umum PKPI Sutiyoso mengangkat tangan bersama saat Deklarasi Kampanye Berintegritas Pemilu 2014 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, kemarin. EBET ABDUS SYUKUR G ONG kampanye terbuka Pe- milu Legislatif 2014 ditabuh dengan deklarasi Kampanye Berintegritas di seluruh Tanah Air, kemarin. Dalam deklarasi di Monas, Jakarta, Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik mengajak seluruh par- tai politik meninggalkan politik uang. Deklarasi yang diikuti oleh perwakilan 12 parpol peserta pemilu itu sekaligus men- jadi pembuka kampanye terbuka selama 21 hari mulai hari ini hingga 5 April. “Kampa- nye terbuka merupakan sarana bagi parpol dan perseorangan untuk menyampaikan program ke masyarakat,” kata Husni. Ia mengajak semua parpol agar bisa menjadi teladan rakyat dengan mengede- pankan semangat kebersamaan. ‘’Praktik politik uang, intimidasi, dan kekerasan harus dihindarkan. Parpol harus mengede- pankan semangat kebersamaan sehingga bisa mendidik pemilih menjadi rasional, cerdas. Selamat berkampanye, selamat mendapatkan dukungan dari rakyat.’’ Ke-12 pemimpin parpol kemudian secara bersama-sama membacakan deklarasi kampanye berintegritas disusul dengan penandatanganan pakta integritas. Pakta itu merupakan komitmen bersama untuk me- nyukseskan Pemilu 2014 dengan semangat persatuan dan persaudaraan, tertib, damai, jujur, adil, serta berkualitas demi terwujud- nya kemajuan dan kesejahteraan bangsa serta terpeliharanya keutuhan NKRI. Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum Partai NasDem Taufik Basari yang mewakili Partai NasDem dalam deklarasi itu menya- takan Pemilu 2014 merupakan persimpang- an, ketika rakyat bisa memilih perubahan atau jalan di tempat seperti saat ini. ‘‘Untuk memperbaiki negeri, Partai Nas- Dem mengajak masyarakat melawan poli- tik uang dan transaksional. Praktik politik uang hanya akan merusak demokrasi dan kualitas pemilu,’’ tandas Taufik Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah me- lontarkan tekad yang sama. “Money politics harus dicegah. Pemilu bukan sekadar sere- monial demokrasi untuk memilih anggota legislatif,’’ ujarnya. “Kami menginginkan dan berkomitmen untuk pemilu damai. Syarat pemilu damai ialah setiap kontestan berlaku jujur, tidak ada politik uang, dan memberikan pembe- lajaran demokrasi secara benar,” timpal Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi. Seusai penandatanganan pakta integritas, deklarasi dilanjutkan dengan pawai kenda- raan hias dari seluruh parpol. Tadi malam, warga juga disuguhi konser Iwan Fals. Pemilih cerdas Secara terpisah, Sekretaris Dewan Nasio- nal Setara Institute Benny Susetyo meng- harapkan deklarasi tersebut bukan sebatas seruan. ‘’Integritas harus bermakna yang sebenarnya dengan dilandasi kejujuran dan keikhlasan. Pemilih juga harus cerdas, jangan memilih figur yang melakukan poli- tik uang karena figur seperti itu dipastikan membawa kesengsaraan bagi rakyat.’’ Pada hari pertama, para kontestan lang- sung menerjunkan juru kampanye andalan masing-masing. Ketua Umum Partai Nas- Dem Surya Paloh, misalnya, bakal berkam- panye di Aceh dan Sumatra Selatan. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan berkampanye di Magelang, Jateng. (Yah/Ant/X-8) abdus@mediaindonesia.com Berita terkait hlm 4 Parpol harus menjadi teladan dengan mengedepankan semangat kebersamaan. Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com Tinggalkan Politik Uang MI/RAMDANI SETELAH mengonfirmasi bahwa pesa- wat Malaysia Airlines MH 370 terbang menyimpang dari jalur, otoritas Malaysia menghentikan pencarian di kawasan Laut China Selatan. Pesawat dengan 239 penumpang itu diketahui terbang me- nyimpang hingga 7 jam 31 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). “Jika disandingkan dengan titik pe- nyimpangan, diperkirakan pesawat ter- bang mencapai Kazakhstan. Komunikasi terakhir pesawat dengan satelit juga diketahui terjadi pukul 08.11,” kata PM Malaysia Najib Razak dalam jumpa pers di KLIA, Sepang, kemarin. “Kami yakin aircraft communication addressing and reporting system (ACARS) dimatikan sebelum pesawat sampai ke pantai timur Semenanjung Malaysia. Lalu di perbatasan antara Malaysia dan Vietnam, transponder juga dimatikan,” tambah Najib. Atas dasar itu, lanjutnya, pencarian akan difokuskan ke koridor utara, yakni dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan hingga utara Thailand, serta koridor selatan dari Indonesia ke selatan Samudra Hindia. Berdasarkan fakta baru itu, dugaan terorisme pun kembali mencuat. Kini, kata Najib lagi, penyelidik men- duga seseorang di pesawat bertanggung jawab atas hilangnya MH 370. Terduga tersebut bisa pilot atau salah seorang dalam pesawat yang mengerti cara menerbangkan pesawat dan secara sengaja mematikan sistem komunikasi serta pelacakan. Di sisi lain, polisi Malaysia telah men- datangi rumah pilot pesawat MH 370, Zaharie Ahmad Shah, 53, dan kopilot Fariq Abdul Hamid, 27, di Kuala Lumpur. Di tempat terpisah, profesor aeronautika dari Amerika Serikat, John Hansman, mengatakan pada Boeing 777 terdapat sistem lain yang tersembunyi dan sulit diketahui penyusup. Mantan penyelidik kecelakaan dari Dewan Keselamatan Penerbangan Nasio- nal AS, Alan Diehl, menambahkan bahwa pembajak pasti tahu secara terperinci tentang pesawat. (Reuters/AP/Bernama/ The Star/Kid/X-7) PesawatMAS Sengaja Dihilangkan BUZZER POLITIK: Hazmi Srondol (kiri) salah satu pegiat jejaring sosial yang kini membantu salah satu partai politik. Jeda Hlm 5 MI/ SUSANTO
  2. 2. KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aset terkait dengan kasus tindak pi- dana pencucian uang (TPPU) yang disangkakan kepada Anas Urbaningrum. Menurut saksi M Nazaruddin, Anas memiliki enam tambang, hotel, serta meng- gelontorkan uang Rp300 miliar untuk memenangi Kongres Partai Demokrat pada 2010 dan membeli saham Garuda Indonesia. Keterangan itu dibeberkan Na- zaruddin saat diperiksa penyidik KPK selama hampir 10 jam hingga Jumat (14/3) malam. “Semua aset Mas Anas sudah saya jelaskan semua ke penyidik termasuk ada pembelian rumah. Semua pu- nyanya Mas Anas,’’ tuturnya Mantan Bendahara Umum Par- tai Demokrat yang kini menjadi terpidana kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games itu menambah- kan, Anas memiliki dua tambang bauksit di Kepulauan Riau dan empat tambang batu bara di Ka- limantan. Anas juga punya hotel di Bali kerja sama dengan salah seorang anggota DPR. Anas, imbuh Nazaruddin, per- nah pula menerima tanah sekitar 7.000-8.000 m2 di Yogyakarta serta uang Rp300 miliar untuk keper- luan Kongres Partai Demokrat 2010 di Bandung d a n m e m b e l i saham Garuda. Uang dan aset itu diberikan oleh Di- rektur PT Dutasa- ri Citra Laras Mahfud Suroso dan Direktur Ope- rasional PT Adhi Karya Teuku Ba- gus Muhammad Noor. ‘’Teuku Ba- gus ini memang lebih loyal ke Mas Anas,’’ ucap Nazaruddin. Dia membantah telah berkongsi dengan Anas dalam bisnis tam- bang di Riau. Bisnis menggiurkan itu, tegasnya, murni milik Anas dan ia hanya disuruh memegang peran bendahara. “Semua punya Mas Anas. Bisa keluar uang Rp300 milar untuk Kongres Demokrat, kemudian membeli saham Ga- ruda, semua perintahnya Mas Anas.’’ Mahfud Suroso juga diperiksa oleh KPK. Dia mengaku dicecar 20 pertanyaan lebih terkait ke- beradaan aset Anas terkait TPPU. “Iya, saya ditanya seputarasetAnas,” ucapnya tanpa bersedia menje- laskan kesaksian yang ia berikan ke penyidik. KPK telah me- nyita sejumlah aset Anas, termasuk rumah di Jl Selat Makassar dan Teluk Angsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, serta dua bidang tanah di Kelurahan Mantrijero, Yogyakarta, seluas 7.670 m2 dan 200 m2. Aset ter- sebut atas nama ayah istrinya, Athiyyah Laila, KH Attabik Ali. Adapun tiga bidang tanah di Ban- tul, yang disita atas nama Dina AZ, anak Attabik Ali. Sebelum dibidik dengan TPPU, Anas lebih dulu dijerat dengan sangkaan menerima gratifikasi dalam proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang, Bo- gor. Pengacara Anas, Firman Wijaya, mengatakan aset yang disita KPK tidak ada kaitannya dengan kasus Hambalang karena telah dimiliki kliennya sejak 2000 hingga 2004. “Harta-harta itu jauh sebelum kasus Hambalang terjadi dan tak ada kaitan dengan tempus delicti (waktu terjadinya tindak pidana). Kasus Hambalang kan terjadi 2010,’’ ujarnya. Seusai diperiksa KPK, Jumat (14/3), Anas membantah memiliki hotel di Bali dan menepis bahwa tanah di Kelurahan Mantrirejo, merupakan pemberian Mahfud Suroso. Hanya saja ia menolak menjawab dugaan kepemilikan tambang. (SU/X-8) RUDI KURNIAWANSYAH P residen Susilo Bambang Yudhoyono menegur sejum- lah perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau ter- kait bencana kebakaran hutan dan lahan. Presiden memberi tenggat selama tiga minggu kepada seluruh pe- rusahaan kehutanan dan perkebunan untuk memulihkan kondisi Riau dari bencana kabut asap. “Saya tidak mau kejadian seperti ini terus terulang dari tahun ke ta- hun. Sekarang ada waktu tiga minggu untuk memadamkan. Sudah banyak warga tidak berdosa menjadi korban orang tidak bertanggung jawab. Besok (Minggu,16/3), saya akan kumpulkan seluruh pemimpin perusahaan di sini,” kata Presiden di depan puluhan per- wakilan perusahaan dan petugas pe- madam kebakaran di Lanud Roesmin Nurjadin, kemarin. Presiden menyampaikan itu sete- lah melakukan rapat tertutup dengan Gubernur Riau Annas Maamun, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rach- man, Kepala Badan Nasional Penang- gulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, dan Kepala Satgas Penang- gulangan Bencana Asap Riau Brigjen Prihadi Agus Irianto. Kepala Negara juga melarang se- luruh perusahaan perkebunan dan kehutanan membuka hutan dan lahan dengan cara membakar. “Jangan ada lagi cara-cara membakar untuk mem- buka lahan. Yang penting tiga minggu ini kita selesaikan semua,” tegas SBY. Presiden pun memutuskan mengi- nap di Pekanbaru untuk melihat kon- disi Riau terkini. “Saat ini saya belum bisa mengeluarkan keputusan. Besok lusa saya berikan keputusan penting. Di masa mendatang kita harus menyu- sun cara-cara supaya tidak ada lagi kebakaran,” ungkapnya. Seusai memberikan arahan, Yudho- yono bersama rombongan menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, di jalan lintas Riau-Sumatra Barat. Dalam menanggapi arahan SBY, Pre- siden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin menyatakan pihaknya siap membantu pemerintah menanggulangi bencana asap. PT RAPP akan menurunkan tim pencegahan dan penanggulangan ke- bakaran yang berjumlah 875 personel, termasuk 400 orang dari Masyarakat Peduli Api dari 23 estat, 130 staf opera- sional, 200 pompa, 30 peralatan berat, dan 3 helikopter. TNI ikut mengerahkan satu brigade yang terdiri dari pasukan TNI-AD dan Paskhas TNI-AU. Panglima TNI Jende- ral Moeldoko pun ikut mengawasi 825 personel TNI yang sudah diterjunkan ke Riau. Sisanya, 1.000 personel, baru akan dikirim pada hari berikutnya. Saat menuju Pekanbaru, pesawat yang membawa rombongan Presiden kesulitan mendarat di Bandara Sultan Sayrif Kasim II karena jarak pandang hanya 700 meter dan hujan deras. Rombongan Presiden mendarat di Batam sebelum menuju Pekanbaru. Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru disambut sukacita warga. Pasalnya sudah dua bulan lebih di kota itu tidak turun hujan. 60 tersangka Kapolri Jenderal Sutarman menjelas- kan polisi Riau telah menangkap total 60 tersangka pelaku pembakaran la- han dan hutan. Dari 60 orang itu, satu di antaranya dari perusahaan sagu PT Nasional Sagu Prima (NSP) yang beroperasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Untuk penegakan hukum kita tidak pandang bulu. Saat ini sudah 60 tersangka ditangkap,” kata Kapolri yang didampingi Panglima TNI Jen- deral Moeldoko. Kabut asap juga masih menyelimuti Kota Padang, Sumbar, dan Bengkulu. Bandara Fatmawati Soekarno, Beng- kulu, yang melayani penerbangan Bengkulu-Jakarta dan Pulau Batam sempat tutup selama 6 jam pada pukul 06.00-12.00 WIB akibat kabut asap. Jarak pandang hanya 400 meter. Tiga maskapai, Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air, membatalkan penerbangan. Pesawat dari Batam dan Jakarta juga tertunda masuk ke Bengkulu. (MY/N-3) rudi@mediaindonesia.com “Semua aset Mas Anas sudah saya jelaskan semua ke penyidik termasuk ada pembelian rumah. Semua punyanya Mas Anas.” M Nazaruddin Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat 2 MINGGU, 16 MARET 2014SELEKTA NazaruddinSebutAnasPunya6Tambang Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan sudah 60 pembakar lahan di Riau ditangkap, satu di antaranya dari korporasi. I QBAL, bocah tiga tahun, meri- ngis sesekali di ruang rawat 506 Blok B RSUD Koja, Jakarta Utara, karena menahan rasa sakit yang dideritanya, Sabtu (15/3). Air ma- tanya pun menetes sesekali. Bahkan Dairoh, 37, ibu salah seorang pasien di samping Iqbal pun ikut berlinang air mata melihat kondisi Iqbal. “Gak tega lihatnya,” ujar Dairoh. Di ranjangnya, Iqbal terpaksa ditelanjangi suster karena luka-luka bakar bekas sundutan rokok dan go- sokan setrikaan di sekujur tubuhnya. Kekerasan memang dialami Iqbal dari ayah kandung dan ibu tirinya. Iqbal yang masih kecil itu memang dipaksa kedua orangtuanya untuk mengamen. Kalau tidak mendapat uang banyak, Iqbal akan disiksa. Iqbal ditemukan dengan badan terluka bekas setrikaan dan sulutan api rokok. Bahkan, lengan kiri patah, buah zakar mengalami pembeng- kakan dan alat kelaminnya terluka. “Awalnya, Iqbal ditemukan di ping- gir jalan oleh Juliana, salah seorang penumpang bus Trans-Jakarta di daerah Mangga Dua. Mungkin dia kasihan lalu dibawa ke Puskesmas Pademangan, lalu dari puskesmas lapor ke polisi dan kita rujuk ke RSUD Koja karena sakitnya serius,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pade- mangan, Iptu Suseno Adi Wibowo di Jakarta, Jumat (14/3). Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Koja dr Ita mengatakan Iqbal sudah ditangani segera. “Seka- rang dia jauh lebih tenang karena su- dah diberi tindakan medis,” ujar Ita. Saat dijenguk Media Indonesia di ruangannya, kemarin, Iqbal sedang beristirahat sambil mengerang ke- sakitan. Lengan kirinya yang patah kini dibalut perban, alat kelaminnya juga sudah diobati dan dipasang alat kateter, diinfus dan diberi makan. Dairoh, 37 menuturkan, ayah Iqbal, Dadang, sempat menyambangi anaknya di rumah sakit. Kala itu, ia tak melihat adanya rasa penyesalan atau kesedihan di wajah Dadang. “Tak lama tiga orang polisi datang dan menangkapnya. Di hadapan polisi, dia mengakui menganiaya anaknya tanpa rasa menyesal. Kita yang dengar sampai kesal dibuat- nya, sampai ada bapak pasien lain melampiaskan kekesalan dengan memukul kepalanya,” jelas Dairoh. Menurut Dairoh, ia sempat di- minta polisi untuk menjaga Iqbal yang kini terbaring lemah sendirian di rumah sakit. Selama menjaganya, wanita asal Tegal itu sempat mena- nyakan perihal luka yang dialami Iqbal. “Saya sempat tanya ke Iqbal siapa yang menganiaya? Dia jawab ibu tirinya,” kata Dairoh. Ketua Komisi Nasional Perlin- dungan Anak Arist Merdeka Sirait mengecam kekerasan terhadap anak yang kini dialami Iqbal. “Tentu saja ini tidak bisa ditoleransi. Pelaku- nya harus dihukum seberat-berat- nya. Saya percaya Polres Jakarta Utara bisa menangani ini secara profesional,” ujar Arist. Kekerasan terhadap Iqbal dan pemaksaan menjadi pengamen itu menimbulkan kegeraman masyara- kat. Untuk itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pe- laku dihukum berat untuk efek jera. “Pelaku harus diberikan tindakan hukum untuk memberikan efek jera. Karena pelaku orang yang seharus- nya bertanggung jawab melindungi maka harus ada pemberatan,” ujar Ketua KPAI Asrorun Niam Saleh. “Fungsi pemberatan hukuman untuk pembalasan atas apa yang dilakukan si pelaku, serta buat mencegah orang lain melakukan hal serupa,” tegasnya. (Ths/Bay/J-2) KONSER ROLLING STONES: Vokalis Rolling Stones Mick Jagger beraksi saat konser tur dunia mereka yang bertajuk 14 on Fire di Marina Bays Sands, Singapura, tadi malam. Tiket yang rencananya dijual beberapa hari secara online pada Februari lalu ternyata habis hanya dalam 2,5 jam. REUTERS/TIM CHONG Derita Iqbal karena Menolak Mengamen PDIP Lebih Pas Gandeng Partai Seideologi PENCAPRESAN Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo oleh PDIP memunculkan banyak spekulasi tentang pihak mana yang akan dipinang oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut untuk berkoalisi. Dari berbagai golongan yang bisa mendampingi Jokowi, partai dengan ideologi nasionalis demokratis memiliki kans terbesar untuk berkoalisi. Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyebut ada empat golongan yang bisa dipasangkan sebagai cawapres Jokowi, yakni internal PDIP, partai-partai lain, militer, dan pengusaha. “Dalam konteks koalisi, yang memung- kinkan ialah golongan kedua (partai lain) dengan ideologi yang sama. Ini yang harus dibicarakan lebih jauh,” terangnya, kemarin. Menurut peneliti Lembaga Sur- vei Indonesia tersebut, secara ide- ologis Partai NasDem, Golkar, dan Demokrat potensial diajak koalisi. Namun, untuk Demokrat koalisi sulit terwujud karena adanya kon- vensi dan masih belum tuntasnya ketegangan antara Megawati dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. “Begitu juga dengan Golkar yang tidak memiliki chemistry dengan PDIP, selain fakta bahwa Golkar memiliki capres definitif Aburizal Bakrie,” papar dia. Selain partai-partai berideologi sama, peluang koalisi juga tidak tertutup bagi partai-partai Islam. “Bagaimanapun, koalisi juga memperhitungkan pola lama pengelompokan di tingkat elite, yaitu nasionalis dan Islam.” Direktur Indo Barometer M Qodari juga berpandangan PDIP harus menggaet tokoh luar partai sebagai pendamping Jokowi. “Jika PDIP mengusung wakil dari par- tainya, akan dipersepsi publik ter- lalu arogan dan percaya diri.” Sementara itu, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengemukakan pihaknya belum memikirkan koalisi meskipun sudah menjajaki dan bertemu seluruh partai. “Kita tunggu hasil pemilu legislatif. Inti- nya kekuasaan harus dibagi.” Terkait dengan pro dan kontra Jokowi yang belum menyele- saikan masa tugasnya menjadi gubernur, tetapi terjun di bursa capres, Burhanuddin mengata- kan dalam kacamata politik sah. “Momentum elektabilitas yang tinggi sepatutnya digunakan PDIP untuk mengusung Jokowi. Motif utamanya agar mendapat- kan insentif elektoral. Jika partai lain memiliki figur sekuat Jokowi, saya pikir akan melakukan hal yang sama.” (Mag/Hym/Nov/X-2) ISTIGASAH AKBAR: Warga lereng Gunung Merapi melakukan istigasah di Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, kemarin. Istigasah digelar untuk mendoakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang maju sebagai calon presiden. ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY Tiga Pekan Api Harus Padam SEBAR GARAM DI RIAU: Sejumlah petugas mendorong tangki berisi garam untuk dinaikkan ke pesawat Hercules C-130 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. BPPT dan TNI-AU memodifikasi cuaca dengan menyebar sekitar 5 ton garam di atas wilayah Riau agar terjadi hujan yang dapat mengurangi kabut asap akibat pembakaran hutan yang sudah di level berbahaya. ANTARA/WAHYU PUTRO A
  3. 3. MINGGU, 16 MARET 2014 3UMUM China belum Jawab Selama Dua Dekade KlorinMemanipulasiMutuBeras DIKA DANIA KARDI P E R S OA L A N p e t a China yang men- cantumkan 9 garis putus-putus (dash line) di wilayah perairan Natuna adalah persoalan lama yang hingga kini be- lum dijawab pemerintah ‘Negeri Panda’ itu. Pakar hukum laut interna- sionalHasjimDjalalmengung- kapkan hal itu saat dihubungi kemarin. Hasjim mengatakan, saat menteri luar negeri dijabat oleh Ali Alatas, Indonesia sudah menanyakan makna 9 garis putus-putus yang me- masukkan wilayah Natuna ke dalam wilayahnya. “Pada 1994 kita sudah mengirim nota yang mem- pertanyakan apa arti garis putus-putus itu, bagaimana koordinatnya, dasar hukum, serta bagaimana menyam- bungnya,” kata Hasjim. Namun, China tidak meres- pons. Ketika Menlu Ali Alatas berkunjung ke China, hal itu kembali dipertanyakan. Alatas bertanya apakah China menerima nota yang dikirim- kan pada 1994. Menlu China saat itu Qian Qichen men- jawab bahwa pihaknya me- nerima nota tersebut. Namun, sambung Hasjim, sekali lagi tidak ada penje- lasan mengenai garis putus- putus tersebut. Menlu China hanya memberi jawaban lisan yang meminta Indonesia te- tap tenang karena negerinya tidak bermasalah dengan In- donesia. Sampaisaatini,kataHasjim, tidak ada penjelasan tentang garis putus-putus yang me- masukkan sebagian wilayah perairan Natuna. Karena itu, dia agak ragu jika China akan memberikan jawaban memuaskan mengenai garis putus-putus tersebut. Namun, Hasjim menegas- kan, hal yang pasti ialah garis pangkal yang menyambung- kan batas terluar Indonesia di perairan Natuna sudah terdaftar di PBB. Secara terpisah, anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati mengatakan In- donesia harus tegas terha- dap pemerintah Republik Rakyat China yang telah mengklaim wilayah per- airan Natuna sebagai wila- yah laut mereka. Menurutnya, kaim itu akan berdampak besar terhadap keamanan Laut Natuna. “Me- mang klaim sepihak itu terkait dengan sengketa Kepulauan Spratly dan Paracel antara ne- gara China dan Filipina,” kata Susaningtyas saat dihubungi kemarin. Namun, cetusnya, Indone- sia harus memperkuat sis- tem pertahanan di kawasan tersebut. Persoalan itu bisa membuat suhu politik diplo- masi memanas. Karena itu, tegasnya, China perlu menjelaskan secara komprehensif maksud dari memasukkan wilayah Natuna ke dalam peta mereka. “Indonesia tidak boleh gen- tar,” tegas Susaningtyas. Ia juga menduga China me- masukkan perairan Natuna ke dalam garis putus-putus peta lantaran kawasan itu kaya akan sumber daya alam. Persoalan itu kembali men- cuat setelah Asisten Deputi I Bidang Doktrin Strategi Pertahanan Kemenko Pol- hukam Marsma Fahru Zaini mengatakan bahwa China memasukkan sebagian wila- yah perairan laut Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, ke dalam peta wilayah mereka. Peta itu, kata Fahru, sudah dicantumkan dalam paspor terbaru milik warga China. Di lain hal, dalam kunjungan lima hari ke China pada akhir Februari lalu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyata- kan Indonesia akan menam- bah kekuatan militer di sekitar perairan Natuna. Hal itu dilakukan karena Natuna adalah salah satu wilayah terdepan Indonesia sekaligus untuk mengantisi- pasi instabilitas di Laut China Selatan. “Penambahan dan penge- rahan kekuatan di Natuna juga untuk mengantisipasi berba- gai kemungkinan rembesan akibat instabilitas di Laut China Selatan,” ujar Moeldoko. (Ant/T-3) dika@mediaindonesia.com Menlu China hanya memberi jawaban lisan yang meminta Indonesia tetap tenang. PENGGUNAAN klorin sebagai pemutih beras dapat membuat beras lebih putih sehingga beras medium pun tampak seperti beras premium. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Wi- narno Tohir mengatakan ting- gal mengurangi tingkat patah- an beras, beras berklorin pun disulap jadi premium. “Memang beras akan le- bih bagus sehingga terkesan premium. Beras medium ting- kat patahannya 25%, sedang- kan premium 5%. Tinggal diayak maka tingkat patahan berkurang,” ujarnya saat di- hubungi, kemarin. MenurutWinarno,kecurang- an impor beras Vietnam ada di situ. Karena itu, dalam prose- dur impor beras, menurutnya, harus dicantumkan jenis beras tersebut dengan jelas. “Kalau impor jangan boleh pakai garis miring dalam penulisan keterangan jenis beras, misal beras wangi/be- ras khusus. Harus jelas yang diimpor itu beras wangi atau beras khusus, karena kedua jenis beras berbeda,” papar Winarno. Klorin merupakan bahan yang bila terserap tubuh bisa menyumbat pembuluh darah. Beberapa waktu yang lalu, ma- sih dalam kaitan kisruh impor beras, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea dan Cu- kai, Susiwijono Moegiarso, menyatakan terdapat beras dari Vietnam yang dicurigai mengandung klorin. Beras impor asal Vietnam itu dibawa dalam 32 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 29 Januari lalu. Beras tersebut diduga masuk dengan penyelewengan izin oleh CV Pangan Sejahtera seba- nyak 400 ribu ton, CV Trimitra Makmur Lohata 100 ribu ton, dan CV Kusuma Food Indone- sia sejumlah 400 ribu ton. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perda- gangan, Bachrul Chairi, di Jakarta, Jumat (14/3), menga- takan pihaknya menunggu hasil lab resmi. “Sampai saat ini BC belum keluarkan hasil dan Kemendag belum dapat informasi apakah benar hasil lab tersebut resmi yang di- laksanakan Bea Cukai,” tutur Bachrul. Menurut Bachrul, jika me- mang ditemukan adanya klorin, Kemendag berkoordi- nasi dengan Kementan akan mengikat importir agar beras tersebut ditarik dari pere- daran. Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang Billy Haryanto mengatakan beras asal Vietnam yang masuk ta- hun lalu sudah habis. “Tahun ini belum ada beras impor yang masuk. Masih ketahan di Bea Cukai.” (Mus/Ire/E-1) WAYANG ORANG ROCK EKALAYA: Gitaris /Rif Jikun (kiri/memerankan Guru Durna) dan Ovie (kanan), juga sang vokalis Andi tampil dalam pementasan Wayang Orang Rock Ekalaya Djarum Apresiasi Budaya di Tennis Indoor, Senayan, Jumat (14/3) malam. Pementasan itu menampilkan kolaborasi musik rock dengan alunan musik tradisional dan permainan multimedia serta hologram. ANTARA/TERESIA MAY
  4. 4. 4 MINGGU, 16 MARET 2014INDONESIA MEMILIH SemuaParpol Optimistis MahasiswaAntusias JadiRelawanPemilu TerorPolitik TerusTerjadidiAceh Aparat keamanan dan penegak hukum harus bertindak tegas terhadap pelaku teror politik di Aceh. Kalau tidak, kegiatan kampanye di daerah itu tidak bisa berlangsung. PAWAI PEMILU DAMAI: Maskot Pemilu 2014 berjalan diapit para remaja dengan busana kreasi saat kampanye Pemilu Damai di Boyolali, Jawa Tengah, kemarin. Kampanye damai digelar untuk mengingatkan masyarakat agar menyukseskan dan menggunakan hak pilih pada 9 April 2014. D UA belas partai poli- tik (nasional) pe- serta Pemilu 2014 mengaku optimistis bisa memanfaatkan kampa- nye rapat umum secara opti- mal guna mewujudkan target politik masing-masing. Kam- panye rapat umum Pemilu Legislatif 2014 akan berlang- sung mulai hari ini hingga 5 April mendatang. Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai NasDem, Taufik Basri, menyatakan par- tai besutan Surya Paloh itu sangat siap untuk menjadikan Pemilu 2014 sebagai momen- tum perubahan. “Pemilu 2014 ini merupakan persimpangan, rakyat bisa memilih perubah- an yang lebih baik atau ber- jalan di tempat sepert saat ini, dan Partai NasDem sangat siap untuk mengubah bangsa menjadi lebih baik dengan me- nyejahterakan rakyat,” tandas Taufik di sela deklarasi damai parpol peserta Pemilu 2014, di Jakarta, kemarin. Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk menjaga pemilu yang aman dan tertib. Bahkan, PDIP ber- harap penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, menjaga netralitas dan memerangi kecurangan pemilu. “Kami siap berkampanye sopan dan menghindarkan kekerasan dengan pihak mana pun,” ujarnya. Idrus Marham, Sekjen Par- tai Golkar, pun menyatakan pihaknya siap mengikuti tahapan pemilu yang berinte- gritas. Bahkan, dalam kampa- nye Golkar akan menyajikan visi dan misi yang riil sehingga pemilu menghasilkan anggota dewan yang berkualitas. “Ma- syarakat menyoroti banyak anggota DPR tidak berkualitas karena pemilu masa lalu ha- nya menyuguhkan popularitas caleg. Kali ini, Golkar menja- dikan pemilu sebagai mo- mentum melahirkan anggota legislatif yang produktif dan berkualitas,” janjinya. Pandangan serupa dilontar- kan Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarif Hasan. Menu- rutnya, Demokrat telah siap untuk menciptakan pemilu yang berintegritas. “Kami sa- ngat berkomitmen mencipta- kan pemilu yang berintegritas untuk membawa kesejahtera- an dan kemakmuran rakyat,” tukasnya. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa menyatakan berkomitmen dan berperan aktif bersama parpol lain dalam melaksanakan kam- panye damai yang berkualitas. PAN juga menolak segala betuk praktik transaksional dalam proses kali ini. “Inisiatif KPU dan Bawaslu untuk mewu- judkan kampanye yang ber- integritas sangat kami hargai. Dengan jadwal kampanye yang disusun ini akan menghilang- kan benturan antarpendukung parpol. Kebersamaan akan membuat semua parpol men- jadi pemenang,” terang Hatta. Suryadharma Ali, Ketua Umum DPP PPP, berjanji akan berkampanye untuk memba- wa Indonesia menjadi berkah di segala kehidupan masyara- kat. “Pemilu untuk membawa perubahan ini harus diikuti langkah-langkah KPU dan Ba- waslu sebagai penyelenggara. Kami usulkan agar KPU dan Bawaslu, sebelum pencoblos- an, mendeklarasikan pemilu aman dan jurdil serta menja- min tanpa kecurangan,” tandas Suryadharma. Harapan serupa dilontarkan Sekjen Partai Hanura Dossy Is- kandar Prasetyo, fungsionaris DPP PBB Abdurrahman Tarjo, dan Ketua Umum DPN PKPI Sutiyoso. PKS, Gerindra, dan PKB pun siap bersaing secara sehat de- ngan partai-partai lain. Dek- larasi pemilu damai juga ber- langsung di sejumlah daerah di Tanah Air. (P-3) abdus@mediaindonesia.com Hampir semua partai politik peserta pemilu berharap agar penyelenggaran pemilu tidak merangkap sebagai pemain. MELEPAS BALON: Sejumlah relawan bersiap melepas balon sebelum karnaval kendaraan hias yang diikuti partai politik peserta Pemilu 2014 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, kemarin. Karnaval ini digelar serentak sebagai dimulainya kampanye Pemilu Legislatif. MAHASISWA takut dengan... dosen! Dosen takut dengan... dekan! Dekan takut de- ngan... rektor! Rektor takut dengan... men- teri pendidikan! Dan menteri takut dengan presiden. Tapi presiden takut dengan... mahasiswa...! Itulah kalimat yang dilontarkan Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad, yang sontak dijawab dengan kompak dan gegap gempita oleh ribuan mahasiswa saat apel akbar Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu 2014, yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (14/3) malam. Kalimat yang disampaikan Muhammad dan ribuan mahasiswa serta siswa yang juga pemilih pemula dalam Pemilu 2014 tersebut untuk menjawab pertanyaan dari pemandu acara tentang pentingnya relawan dalam pemilu. “Saya tidak ingin menjawabnya sen- diri. Saya ingin menjawab bersama dengan mahasiswa, siswa, dan pemuda Indonesia. Karena pemuda ialah penentu masa depan bangsa dan sudah dibuktikan serta akan dibuktikan lagi dalam Pemilu 2014,” ujar Muhammad sambil menebar senyum. Sebelumnya, gempita tepuk tangan juga menggema saat sejumlah mahasiswa, siswa, dan elemen masyarakat lainnya dikukuhkan secara simbolis sebagai relawan pengawas pemilu. Apel akbar yang digelar Bawaslu itu me- rupakan gerakan moral untuk meningkat- kan partisipasi masyarakat dalam pemilu, karena legistimasi anggota akan semakin kuat ketika partisipasi masyarakat dalam pemilu tinggi. Bak gayung bersambut, Beni Suwarna, sa- lah seorang mahasiswa, mengatakan, “Saya sebagai pemilih pemula bukan hanya ingin mencoblos. Saya ingin awasi gerak-gerik par- pol. Saya berharap pemilu yang bersih dan jujur, bukan pemilu yang transaksional.” Nasrullah, anggota Bawaslu, menambah- kan bahwa Gerakan Sejuta Relawan sudah menghimpun 611.000 orang dari berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Hingga pelaksanaan pemilu nanti, jumlahnya akan terus bertambah. Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik yang juga hadir dalam apel akbar tersebut menyatakan semakin banyak yang mengawasi pemilu akan semakin baik. “Ini bentuk gotong royong yang positif.” (AB/P-3) KONDISI keamanan di Aceh ditengarai tidak kondusif bagi kegiatan kampanye. Partai NasDem mengancam akan memboikot kampanye di daerah itu jika aparat pene- gak hukum tidak menindak oknum yang menyebar teror di Aceh melalui tindakan kekerasan atau teror ber- senjata. Hal itu ditegaskan Sekjen DPP Partai NasDem, Patrice Rio Capella, menanggapi ka- sus penganiayaan terhadap caleg DPR RI Aceh dari Partai NasDem, kemarin dini hari. Muslim, caleg DPR RI Aceh dari dapil 7 Langsa, Aceh Tamiang, ditemukan babak belur akibat dianiaya orang tak dikenal. Korban kini men- dapatkan perawatan intensif di RSUD Langsa, Aceh. “Kalau masih ada kekeras- an, kami akan berpikir ulang untuk melakukan kampanye di Aceh. Dengan kata lain, memboikot kampanye di Aceh,” tegas Rio di Medan, Sumut, kemarin. Menurutnya, kekhawatir- kan akan kondisi keamanan di Aceh tidak bisa disepele- kan oleh aparat penegak hukum. Pasalnya, potensi kekerasan dan gangguan keamanan pemilu di Aceh sudah terlihat sebelumnya, mulai penembakan posko pemenangan hingga penem- bakan terhadap caleg. “Kekerasan dan teror ma- sih sering terjadi, tidak hanya terhadap caleg NasDem, caleg parpol lain juga alami hal yang sama,” ungkapnya. Karena itu, dia berharap aparat penegak hukum benar-benar menjalankan tugas, terutama saat pelak- sanaan kampanye terbuka mulai hari ini hingga 5 April mendatang. Sebelumnya, Kapolri Jen- deral Sutarman menegaskan telah mengantongi identitas pelaku penembakan posko caleg Partai NasDem, Zubir HT, di Desa Munyee Kunyet Matang Kuli, Aceh Utara, pada Minggu (16/2). “Sudah tahu pelakunya. Sedang kita negosiasikan untuk menye- rahkan diri atau kita tang- kap,” kata Kapolri. (Yah/P-3) PERCEPAT LIPAT SURAT SUARA: Sejumlah mahasiswa membantu melipat surat suara untuk Pemilu Legislatif di Palu, Sulawesi Tengah, kemarin. KPU melibatkan mahasiswa untuk mempercepat pelipatan suara agar bisa mengejar tenggat waktu pelaporan dan klaim kerusakan surat suara. ParpolDiharapkan KawalUUDesa PARTAI politik diharapkan aktif mengawal pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Ta- hun 2014 tentang Desa. Bila tidak, undang-undang yang diharapkan menjadi payung pemberdayaan masyarakat desa itu akan melenceng dari sasaran. Berkenaan dengan itu, Par- tai Amanat Nasional mengin- struksikan seluruh kadernya untuk terus mengawal pem- bangunan wilayah perde- saan, yang salah satunya dilaksanakan melalui imple- mentasi UU Desa. “Karena prinsipnya wilayah perde- saan menjadi pembentuk NKRI. Bila desa sejahtera, In- donesia pun akan sejahtera,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR dari F-PAN, Hakam Naja, di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa selalu mengingatkan dan menginstruksikan agar kader partai berlambang matahari itu terus mengawal imple- mentasi undang-undang yang juga menjadi bagian dari platform mereka. Salah satu poin penting dari UU Desa ialah pengaloka- sian anggaran negara yang lebih berkeadilan ke desa. Disepakati, minimal setiap desa memperoleh dana Rp1 miliar per tahun. Hakam Naja mengatakan PAN menekankan bahwa dana desa itu lebih dipriori- taskan bagi kebutuhan men- dasar, yakni layanan pendi- dikan dan kesehatan. Dengan demikian, dana itu akan dikawal demi membangun lebih banyak institusi seko- lah, klinik kesehatan, serta pengadaan tenaga mantri di desa. Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Pansus RUU Desa, To- tok Daryanto, menyatakan pihaknya menginisiasi pem- bentukan Kaukus Parlemen untuk Desa. Kaukus itu berisi sejumlah legislator di DPR dan DPD RI. Kaukus itu di- bentuk agar elemen-elemen parlemen yang menyusun UU Desa dapat lebih efektif da- lam memantau penyusunan peraturan pemerintah ten- tang desa. “Kaukus ini bisa menjadi ‘anjing penjaga’ UU Desa,” paparnya. (AB/P-3) ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY MI/RAMDANI ANTARA/BASRI MARZUKI
  5. 5. RUDY POLICARPUS J EJARING sosial menjadi salah satu pri- madona kampanye politik. Tengok saja Facebook, Twitter, blog, atau Instagram. Para calon legislator, calon presiden, dan calon-calon lain berlomba pasang stra- tegi. Ada yang bermain halus, kasar, bahkan lempar batu sembunyi tangan. Etika kampanye di jejaring sosial memang longgar. Para buzzer bisa menyembunyikan iden- titas, bekerja secara tim, dan mempunyai banyak akun. Media sosial juga memungkinkan satu pihak suka-suka mengatur isu dan melakukan kampanye hitam yang menjatuhkan lawan. Terlepas dari putih, hitam, dan abu-abu kam- panye lewat media sosial, fenomena itu telah me- munculkan ceruk pekerjaan baru. Masyarakat berlomba berkomentar, melempar isu, menjadi relawan, ataupun menjadi buzzer-buzzer politik berbayar. Tarifnya bermacam-macam. Untuk sekali berkicau di Twitter, dibayar pu- luhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Ada juga yang memaketkan beberapa kali kicauan dengan tarif puluhan juta rupiah. Untuk buzzer dalam bentuk tim bahkan bisa mencapai Rp100 juta, biasanya dengan persyaratan menjadikan sang ‘jagoan’ sebagai trending topic. Buzzer dan relawan Istilah buzzer politik akhir-akhir ini kian gen- car disebut, tetapi tidak semua suka. Hazmi Sron- dol, salah satu penggiat jejaring sosial yang kini condong ke salah satu calon presiden, menolak penggunaan istilah buzzer. “Buzzer politik itu sekarang kesannya cende- rung negatif. Istilah itu awalnya digunakan untuk merujuk buzzer produk, tapi di bidang politik jadi rusak. Banyak yang menggunakan akun palsu, memberi komentar dengan identitas-identitas palsu. Tidak gentle. Buzzer yang sesungguhnya tidak akan menyembunyikan identitas. Itu me- nyangkut personal branding,” jelasnya. Meski cukup aktif menulis di blog, Facebook, Kompasiana, dan Twitter tentang jagoannya, Hazmi lebih suka disebut volunteer (relawan) politik. “Kalau tidak memiliki kesamaan visi, saya ti- dak akan mau,” papar pria yang juga aktif menjadi buzzer produk dengan tarif jutaan hingga puluhan juta rupiah itu. Hitam putih Hazmi mengategorikan buzzer dalam dua ka- tegori, putih dan hitam. Kategori putih dia sebut sebagai buzzer sehat dengan identitas yang jelas, sedangkan buzzer hitam tidak memiliki identitas jelas, tidak tahu siapa adminnya, dan terkadang dilakukan oleh tim. Golongan itu biasanya dise- but cyber army. Belakangan, tutur Hazmi, buzzer-buzzer politik dalam bentuk tim banyak bermunculan. Mereka melempar isu atau mengomentari Facebook, Twitter, hingga blog dengan nama-nama aneh dan kode. Kompasiana disebut Hazmi sebagai salah satu tempat yang disasar para buzzer anonim. “Mereka melempar komentar di tulisan politik dengan cara menyerang, mengejek, menjatuh- kan, dan lain-lain, dengan menggunakan kode angka, tanda pagar, kutip, dan sebagainya. Itu kerja amatir atau mungkin juga tim untuk membedakan siapa yang sudah bekerja seberapa banyak.” Banyaknya akun palsu di jejaring sosial juga dikemukakan Wicaksono yang di dunia bloger dikenal dengan personal branding Ndoro Kakung. “Ada istilah yang menyebutkan, seekor anjing pun bisa ada di internet. Artinya, internet yang antara lain di dalamnya ada jejaring sosial bisa dimanfaatkan siapa saja, anonim atau nonano- nim. Itu repotnya. Identitas bisa diselidiki, tapi butuh waktu dan tenaga.” Mengenai kicauan-kicauan politik yang masuk kategori sehat dan tidak sehat, Wicak menegaskan pada akhirnya masyarakat akan menilai dan menimbang sendiri isu dan komentar politik yang dilontarkan para buzzer. “Lama-lama masyarakat akan tahu mana yang bisa dipercaya mana yang tidak. Mana yang bermain kasar, mana yang tidak. Akan tersaring sendiri,” ujarnya.(M-7) rudy@mediaindonesia.com KicauPolitik Dunia Maya MINGGU, 16 MARET 2014 5JEDA Strategi Perang Udara Mengintip Kekuatan Lawan FREDY Menjelang pemilu, aksi buzzer-buzzer politik kian meningkat. Segala cara dilakukan, memuji dan mengelus jagoan hingga menyerang dan menghujat lawan. Akun-akun dengan identitas palsu pun bermunculan. DUNIA masih belum lupa bagaimana ke- suksesan Barack Obama pada pemilihan presiden Amerika Serikat 2008 terjadi berkat kampanye Facebook dan Twitter. Di Indonesia, kemenangan Jokowi-Ahok kian mengukuhkan media sosial sebagai sarana berkampanye yang murah dan efektif. F Pemilih muda Pengamat media sosial dari Politica- wave, Sony Subrata, melihat jejaring sosial sudah menjadi instrumen efektif untuk mendulang suara dan mendongkrak popularitas. Dia menilai, kampanye lewat media sosial lebih ampuh dan murah jika diban- dingkan dengan cara tradisional seperti menggunakan baliho, selebaran, atau memasang spanduk. “Saya perkirakan ha- nya butuh dana sekitar 10% dari seluruh anggaran kampanye,” papar Sony. Penggunaan jejaring sosial tidak ter- lepas dari fenomena pemilih muda yang tidak lagi mudah percaya dengan iklan kampanye di televisi. “Mereka akan lebih percaya jika ada teman yang mengatakan bahwa kandidat A atau B bagus. Itu bisa dilakukan lewat jejaring sosial dan dipas- tikan akan menyebar dengan cepat.”. Secara terminologi, terang Sony, buzz- er adalah pendengung kabar untuk menggembar-gemborkan informasi yang diinginkan oleh pembayar. Awalnya, buzzer mengiklankan produk, tetapi hiruk- pikuk kancah politik memperlebar ceruk pasar. Jika dibandingkan dengan buzzer brand, secara materi pendengung dunia politik dianggap lebih menguntungkan. Kampanye melalui media sosial kemudi- an melahirkan strategi-perang udara. Sony berpendapat keberadaan buzzer tidak semata cukup untuk menaikkan pamor dengan menggiring opini positif, tapi juga butuh strategi mejatuhkan lawan politik. “Tentu jangan sefrontal akun triomacan, pakai cara yang lebih elegan,” ujarnya. Key opinion leader Buzzer yang bekerja dengan akun palsu, menurut Sony, bayarannya tidak sebanyak key opinion leader (KOL) yang memiliki pengaruh di dunia maya untuk membuat ataupun menggiring opini. Sony menyebut seorang musisi papan atas yang masuk kategori KOL. “Dulu dia yang membuat hastag #jokowiwinner dan populer pada pemilu kada Jakarta.” Berapa biaya untuk menyewa buzzer atau KOL? Ia menyebut pada kisaran angka Rp10 juta-Rp20 juta untuk sekali komentar di media sosial. “Tergantung tingkat pe- ngaruh dari seseorang, tapi ada juga yang memakai sistem paket.” KOL, terang Sony, biasanya bermain le- bih elegan, menghindari kampanye hitam. Berbeda dengan buzzer beridentitas fiktif yang mendengungkan isu miring yang ti- dak dapat dipertanggungjawabkan. Dia menilai, di Indonesia, Jokowi me- rupakan politikus yang paling tangkas memanfaatkan media sosial. Bahkan, ujar Sony, Jokowi memiliki buzzer yang sifat- nya relawan dengan jumlah tidak sedikit. “Jokowi menjalin hubungan dengan rela- wan ini sejak lama dan hubungan emo- sionalnya terus ia jaga.” (Pol/M-7) SORE itu, percakapan di sebuah kafe membahas popularitas calon legislator dan presiden yang populer di dunia maya. Beberapa nama disebut sebagai tokoh yang mendapat follower Twitter dan fan Facebook murni. Beberapa lagi dinilai membeli follower dan membayar serta mengakali jumlah fan di Facebook. Soal praktik jual beli akun, follower, dan me- ngakali teknologi sudah menjadi rahasia umum. Itu sebabnya, Partai NasDem memilih menggunakan cara-cara lebih riil dan elegan. Partai yang beranjak dari organisasi ke- masyarakatan itu membentuk tim media sosial sendiri, plus mendapat bantuan dari relawan. “Lebih nyata, lebih militan, lebih elegan, dan tidak mengeluarkan dana besar,” papar Gantyo Koespra- dono dari Media Center NasDem. Maraknya pemalsuan jumlah follower Twitter dan fan di Facebook diamini Aryo Djojohadikusu- mo yang tengah sibuk menimang peluang menjadi caleg dari Partai Gerindra. Dia membentuk tim kecil sendiri untuk memanfaatkan media sosial, dan Facebook menjadi pilihan, karena dianggap bisa mengetahui identitas fan, mulai usia, jenis kelamin, sampai domisili. Aryo juga menggunakan media sosial untuk mengukur kekuatan lawan melalui situs Socialbak- ers.com. Ia kemudian mengeklik nama Pramono Edhie Wibowo, peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat. Berdasarkan data statistik di situs tersebut, akun Facebook mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu memiliki 88.612 fan. Sebanyak 73.600 atau 83,1% berasal dari Turki. Adapun fan dari Indonesia sebanyak 4.097 atau 4,6%. “Kenapa lebih banyak fan dari Turki jika dibandingkan dengan Indone- sia dan people talking about cuma 193 orang? Ada kemungkinan fan palsu dan ditipu tim suksesnya,” kata Aryo. Ia juga menunjuk beberapa akun Facebook politi- kus lain yang memiliki banyak fan dari negara lain ketimbang dari Indonesia sendiri. “Itu sebabnya, saya memilih mengelola sendiri dan lebih senang berpegang pada data nyata,” tukasnya. (Pol/M-7)
  6. 6. 6 MINGGU, 16 MARET 2014SEPAK BOLA Akhiri Rekor Buruk di Old Trafford ASNI HARISMI J IKA Liverpool ingin mengakhiri kutukan tak pernah menang di Old Trafford, inilah saatnya. Malam nanti, the Reds akan menyambangi markas Manchester United dalam lanjutan Liga Primer dengan posisi klasemen jauh di atas tuan rumah. Dalam tujuh pertemuan ter- akhir di semua kompetisi yang dilangsungkan di Manchester, Liverpoolselalupulangdengan kekalahan. Empat di antaranya terjadi di dalam kurun tiga tahun terakhir dengan selisih yang selalu hanya satu gol. Namun, musim ini anak- anak Merseyside lebih diung- gulkan mengingat performa mereka belakangan ini. Pa- sukan Brendan Rodgers mam- pu mengemas 23 poin dari maksimal 27 angka di sembilan pertandingan Liga Primer. The Reds kini menyodok ke bawah Chelsea yang memimpin klase- men sementara. Adapun United yang biasa- nya perkasa di jalur juara, kini terseok-seok di posisi enam dengan selisih 11 angka dari Liverpool. Meski peringkat ke- dua tim berbeda jauh, pelatih United David Moyes tetap per- caya bahwa laga malam nanti akan berjalan seimbang. “Posisi di klasemen mungkin membuat mereka lebih diung- gulkan, tapi kami juga butuh 3 poin untuk meningkatkan motivasi,” kata suksesor Alex Ferguson itu. ‘Setan Merah’ sebetulnya punya catatan bagus sepanjang bermain kandang melawan ‘si Merah’ dari Merseyside. Dari 80 pertandingan yang pernah dimainkan keduanya di Man- chester, United menang 40 kali, Liverpool hanya 15 kali, dan sisanya berakhir imbang. Meskipun demikian, delapan kekalahan yang sudah ditelan juara bertahan Liga Primer itu musim ini membuat ba- nyak pihak lebih menjagokan Liverpool. Malam nanti, Brendan Rodgers pun akan membawa kekuatan penuh termasuk duo lini depan Luis Suarez dan Daniel Sturridge. Total, keduanya sudah mengemas 73 gol musim ini. Mereka juga bertengger di puncak top scor- er sementara Liga Primer de- ngan torehan masing-masing 24 gol dan 18 gol. Secara pribadi, Rodgers ingin anak-anak asuhnya menghan- curkan tuan rumah seperti me- reka menghempaskan Arsenal 5-1 di Anfield, bulan lalu. Li- verpool sendiri punya catatan baik pada 2009 kala menggilas United 4-1 di Old Trafford. Derby London utara Beberapa jam setelah the Red Devils berjibaku dengan Liverpool, giliran Tottenham Hotspur yang menjamu Arse- nal dalam derby London utara di White Hart Lane. Kedua- nya akan berlaga dengan hati terluka pascakekalahan yang diderita di pentas Eropa. Tengah pekan lalu, ‘Meriam London’ disingkirkan Bayern Muenchen dari 16 besar Liga Champions. Dua hari kemudian, Spurs digebuk Benfica 1-3 dalam leg satu 16 besar Liga Europa yang dimainkan di White Hart Lane, yang berarti peluang mereka kecil untuk lolos ke perempat final. Bagi Arsenal, partai sekota ini akan berarti lebih dari sekadar pengobat sakit hati. Kini, mereka harus mengatasi ketinggalan 7 angka dari pe- muncak tabel sementara Chel- sea jika masih ingin mencicipi gelar juara tahun ini. “Setelah (kekalahan dari) Stoke, kami tidak pernah ka- lah dengan menang 4-1 atas Everton (di Piala FA) dan seri dengan Muenchen. Kami tidak boleh lagi tergelincir di sisa pertandingan yang ada,” jelas Wenger. Buruknya penampilan Arse- nal diperparah dengan statistik yang menyatakan mereka tak pernah menang dalam lima kunjungan ke White Hart Lane. (Rtr/AP/R-1) asni@mediaindonesia.com Dalam tujuh pertemuan terakhir di semua kompetisi yang dilangsungkan di Manchester, Liverpool selalu pulang dengan kekalahan. JAGA KETAT: Bek Manchester United Phil Jones (kanan) menjanjikan tidak akan memberikan ruang bagi striker Liverpool Luis Suarez kala kedua tim bertemu dalam lanjutan Liga Primer di Stadion Old Trafford malam ini. REUTERS/PHIL NOBLE
  7. 7. MINGGU, 16 MARET 2014 7OLAHRAGA Pertamina Gagal Sandingkan Gelar GHANI NURCAHYADI T IM putra Surabaya Samator menggagalkan ambisi Jakarta Pertamina Energi untuk me- ngawinkan gelar juara BSI Pro- liga 2014. Anak asuh Ibarsjah Djanu itu menang meyakinkan atas Pertamina dengan skor 3-0 (25-20, 25-20, 25-14) da- lam grand final di Istora Senayan, Jakarta, kemarin. Gelar juara itu juga menjadi penuntas dahaga Samator untuk kembali mencicipi gelar juara Proliga yang terakhir diraih pada 2009 silam. Gelar tersebut menjadi yang keempat bagi tim yang semula ber- nama Surabaya Flame itu. “Kami puas sekali dengan permainan hari ini. Ini menjadi permainan terbaik sejak memulai Proliga 2014,” kata pelatih Samator, Ibarsjah Djanu. Pelatih timnas voli putra SEA Games Myanmar 2013 itu menambahkan, ia meminta Mahfud Nurcahyadi dan kawan- kawan tidak berpikir untuk menang da- lam pertandingan final, tetapi bagaimana mencuri poin satu demi satu dengan telaten. Di sisi lain, pelatih Pertamina Energi Johan Verstappen mengaku kecewa de- ngan kekalahan tim asuhannya. Ayip Rizal dkk dinilainya bermain dengan servis dan penerimaaan bola yang buruk, yang akhirnya membiarkan Samator terus me- nambah keunggulan. “Ini final pertama mereka. Secara men- tal, mereka juga terlihat kurang siap. Men- tal adalah segalanya untuk menghasilkan permainan yang baik,” kata pelatih asal Belanda itu. Gagal di sektor putra, Pertamina Energi meraih kesuksesan menjadi yang terbaik di sektor putri. Di grand final, Amalia Fajrina dan kawan-kawan membungkam favorit juara Manokwari Valeria Papua Ba- rat dengan kemenangan telak 3-0 (25-11, 25-14, 25-22). Bagi Pertamina Energi, itu merupakan gelar pertama di sektor putri dalam ajang Proliga. Pelatih Valeria, Eko Waluyo, mengakui para pemainnya, Yola Yuliana dkk, ti- dak siap secara mental sejak memasuki lapangan. “Saat saya pegang tangan anak-anak, rasanya dingin. Ini menjadi pertanda bahwa mereka grogi, padahal saya sudah bilang bahwa atmosfer final akan sangat berbeda,” kata Eko. Terbaik Keberhasilan tim putri Pertamina E- nergi merebut juara makin lengkap sete- lah Amalia terpilih sebagai most valuable player (MVP) Proliga 2014. Di bagian putra, gelar MVP diraih spiker Surabaya Samator Rendy Tamamilang. Itu merupakan gelar MVP ketiga secara beruntun bagi Amalia yang juga merupa- kan pemain nasional bola voli putri itu. Dua tahun sebelumnya, ia memperoleh- nya saat membela Jakarta Popsivo yang juga diantarkannya menjadi juara. “Sebetulnya saya tidak percaya diri bisa mendapatkan gelar MVP lagi karena saya merasa penampilan saya kurang bagus tahun ini. Apalagi April (Manganang-Va- leria) bermain dengan baik tahun ini, semua pasti tahu itu,” kata pemain yang bermukim di Bekasi, Jawa Barat itu. Direktur Proliga Hanny Surkatty menga- takan gelar MVP bukan hanya diberikan bagi pemain yang mumpuni dari segi teknik, melainkan juga dari sikap sang pemain di lapangan. “Kami ingin MVP ini menjadi contoh bagi para pemain muda yang baru mau masuk bermain voli. Jadi, bila dia punya skill bagus, tapi sikapnya tidak simpatik, tidak akan bisa menjadi MVP,” kata Hanny. (R-2) gani@mediaindonesia.com SMES: Dua pemain Jakarta Pertamina Energi berusaha memblok smes pemain Surabaya Samator Rendy Febriant Tamamilang (kiri) saat kedua tim berlaga dalam grand final putra BSI Proliga 2014 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin. Surabaya Samator tampil sebagai juara setelah meraih kemenangan telak 3-0 (25-20, 25-22, 25-14). ANTARA/PUSPA PERWITASARI Amalia Fajrina dan Rendy Tamamilang terpilih sebagai most valuable player (MVP) BSI Proliga 2014. UmarSyariefRaih PenghargaanMuri LEBIH dari 17 tahun membela Indonesia di kancah internasional, karateka senior Umar Syarief mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai atlet karate nasional terlama. Penghargaan kepada peraih 12 medali emas SEA Games itu diberikan di sela-sela acara coaching clinic yang diadakan Karate Unity di Jakarta, kemarin. Selain Umar, juara dunia karate asal Yunani George Tzanos juga men- jadi pengajar dalam kegiatan tersebut. “Ini menjadi bukti pengabdian saya selama 17 tahun untuk Indonesia. Sudah banyak pengorbanan yang saya lakukan Indonesia,” ungkap pemilik dojo di Swiss itu. Dalam coaching clinic, selain memberikan seminar tentang latihan yang benar, Umar dan Tzanos juga memberikan materi pelatihan se- suai dengan pola latihan karate di Eropa. “Jepang selalu mengundang juara-juara dunia atau juara Eropa untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan karate. Makanya Indonesia jangan ketinggalan de- ngan hanya mengandalkan pola latihan tradi- sional, tapi harus mengombinasikan dengan ilmu pengetahuan,” tandasnya. (Gnr/R-2) SingkirkanLiNa PennettakeFinal PETENIS veteran asal Italia Flavia Pennetta meraih tiket ke final turnamen WTA BNP Paribas di Indian Wells, Amerika Serikat. Di semifinal kemarin, Pennetta menghentikan langkah petenis China Li Na dengan keme- nangan 7-6, 6-3. Kemenangan kali ini merupakan pembalas- an Pennetta kepada Li Na yang mengalah- kannya di perempat final Australia Terbuka, Januari lalu. “Saat menghadapi Li Na di Australia Ter- buka, saya tidak mampu mengimbanginya. Kali ini saya bermain lebih baik. Saya terus bertarung dan tampil sebaik mungkin,” jelas Pennetta. Di final, Pennetta akan menghadapi petenis Polandia Agnieszka Radwanska. Petenis pe- ringkat tiga dunia itu lolos ke partai puncak setelah menundukkan petenis Rumania Simona Halep di semifinal dua set langsung 6-3, 6-4. “Ini pertandingan yang ketat. Ia (Radwan- ska) bermain sangat baik dan pantas meraih kemenangan. Saya selalu kesulitan saat harus menghadapinya. Ia lebih baik dari saya,” ung- kap Halep. (Rtr/Wdo/R-1) HamiltonStartTerdepan VetteldiLuar10Besar MERCEDES yang tampil men- janjikan di tes pramusim makin mengukuhkan diri sebagai kandidat kuat men- jadi juara Formula 1 tahun ini. Dalam babak kualifikasi GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, kemarin, Mercedes menempatkan dua pembalapnya di posisi tiga teratas. Pembalap utama Mercedes, Lewis Hamilton, menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 44,231 detik dan membuatnya akan start terdepan dalam lomba hari ini. Bagi Hamilton, itu meru- pakan posisi start terdepan ke-32 dan membuatnya me- nyamai rekor Nigel Mansell sebagai pembalap Inggris yang paling banyak meraih pole position di Formula 1. “Hari ini kualifikasi ber- langsung lebih berat karena hujan menguyur. Mobil makin sulit dikemudikan saat hujan. Namun, saya senang dengan kerja tim kami,” ung- kap Hamilton. Rekan setim Hamilton, Nico Rosberg, menjadi yang terce- pat ketiga dengan waktu 1 menit 44,595 detik. Pembalap anyar Red Bull Daniel Ric- ciardo menempati posisi ter- cepat kedua dengan 1 menit 44,548 detik. Penampilan mengesankan juga muka baru, Kevin Mag- nussen. Pembalap McLaren itu mampu merebut posisi start keempat setelah mence- tak waktu 1 menit 45,745 detik. “Mobil sangat bagus dan tim telah melakukan per- siapan yang fantastis untuk saya,” ungkap rookie Formula 1 itu. Di sisi lain, sukses yang didapat Ricciardo tidak diikuti rekan setimnya, Sebastian Vettel. Andalan Red Bull yang merupakan juara dunia For- mula 1 empat tahun terakhir itu, tampil buruk dan hanya mampu menduduki posisi tercepat ke-13. Namun dalam lomba, Vettel akan melakukan start dari posisi 12 setelah pembalap Williams Valtteri Bottas yang menempati posisi 10, terkena hukuman akibat mengganti gear box mobilnya. Ini meru- pakan start terburuk Vettel setelah GP Belgia 2012 saat ia mengawali lomba dari posisi 11. “Dalam kondisi seperti ini, kami mendapat masalah lebih banyak dibanding kemarin. Kita lihat saja bagaimana lomba nanti. Ini balapan yang panjang dan apa pun bisa terjadi,” ungka Vettel. Hasil buruk juga didapat Lotus setelah dua pembalap- nya Romain Grosjean dan Pastor Maldonado harus start dari posisi paling belakang. Keduanya gagal menyelesai- kan babak kualifikasi. “Kami memiliki banyak ma- salah hari ini. Satu masalah selesai, masalah lain muncul. Ini membuat frustrasi,” jelas Grosjean. (Rtr/Wdo/R-1) KUALIFIKASI:Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (kiri) dan Kimi Raikkonen (Ferrari) memacu mobilnya saat babak kualifikasi GP Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia kemarin. Hamilton menjadi yang tercepat dan merebut pole position. AP/ROB GRIFFITH SEKILAS GELANGGANG
  8. 8. SISWANTINI SURYANDARI “A KU anak Dukuh Paruk, sebuah gerumbul kecil di tengah padang yang amat luas kecil dan menyendiri. Sebuah dukuh yang menciptakan kehidup- annya sendiri. Penghuninya orang-orang seketurunan, yang konon nenek moyangnya ialah Ki Secamenggala. Seorang bromocorah insaf yang sengaja mencari daerah paling sunyi untuk menghabiskan sisa umurnya. Aku yatim piatu sama seperti Srintil, se- telah petaka tempe bongkrek. Hidup hanya bersama Nenek, tidak pernah ingat bagai- mana rupa kedua orangtuaku. Srin- til ada- lah cermin Emak yang tak pernah kui- ngat dan kumiliki. Srin- til menjadi ronggeng, ia bukan hanya milikku lagi, tetapi juga milik semua orang. Sepenggal kata-kata yang dirangkai Ah- mad Tohari dalam novel berjudul Ronggeng Dukuh Paruk sangat memilukan hati saat membacanya. Novel itu merupakan bagian pertama dari tiga bagian novel yang mengi- sahkan tentang kehidupan Srintil dan Rasus dari kecil hingga dewasa. Dan, mereka ter- perangkap dalam skenario politik 1965. Ungkapan Rasus yang ditorehkan lewat mata pena Tohari ini menggambarkan ba- gaimana kehidupan di daerah perdesaan miskin yang sarat dengan benturan antara budaya, kepercayaan, keinginan anak muda untuk tumbuh dan maju, serta sebagai ajang pertaruhan elite politik di masa itu. Di pedukuhan itu masih ada yang bisa dibanggakan, yakni ronggeng! Mengapa? Karena kehadiran ronggeng membawa rezeki bagi dusun itu. Berbon- dong-bondong pria kaya mendatangi Dukuh Paruk, di saat lahirnya ronggeng baru turunan Ki Secamenggala. Duit ditabur begitu saja. Orang kaya penuh berahi akan sesuka hati membuang rupiah un- tuk membeli berbotol-botol arak sambil berpesta dan menari. Bagi Srintil, Rasus adalah laki-laki belia yang sudah dikenal sejak masa kanak-kanak dengan ikatan batin yang kuat. Bagi Srintil, Rasus sangat tangkas seperti anak kijang. Harga dirinya tinggi bahkan cenderung congkak. Dia pantang merengek apalagi mengemis. CeritacintaSrintilberakhirpahitditun- taskan Tohari di buku pertama Ronggeng Dukuh Paruk. Namun, di buku kedua Lintang Kemukus Dini Hari, digambarkan Srintil telah move on. Men- coba melupakan Ra- sus dan memulai hidup baru dengan menjalani profesi sebagai seorang ronggeng. Statusnya pun naik. Ia menjadi simbol dukuh. Ia telah menjadi seorang se- lebritas. Namun, semua itu berjalan begitu cepat. Kehidupannya seperti selebritas. Ia pun men- dadak redup pamornya karena tersandung ka- sus. Tahanan politik Peristiwa politik pada 1965 telah mengubah semua sendi kehidupan. Pembersihan orang- orang yang dianggap komunis dilakukan hingga ke pelosok perdesaan. Ahmad Tohari menunjukkan sisi kelam tulisannya dalam buku kedua ini. Tragedi 1965 menyebabkan Srintil harus dipenjara tanpa harus diadili. Ia dituduh mengusung kesenian yang berbau kiri (komunis). Malang tak dapat ditolak saat ia mendapat pelecehan seksual oleh para aparat bejat di penjara. Tiba-tiba ia merindukan men- jadi perempuan somahan, seperti teman- temannya di dukuh. Tohari menggambarkan dukuh yang menggeliat dengan kesenian ronggengnya kembali terpuruk dan menuju ke garis kemiskinan seperti sebelum Srintil menjadi ronggeng terkemuka. Srintil pun harus nrimo hukuman yang di- terima meski dia tidak melakukan kejahatan itu. Srintil yang semula menjadi idola Dukuh Paruk kini menjadi seorang tahanan politik (tapol). Sebuah ironi kemanusiaan. Membaca buku ketiga Ahmad Tohari berjudul Jentera Bianglala, pada awal bab menggambarkan kebahagiaan. Srintil akan memulai hidup baru sebagai seorang istri dan membangun rumah. Impian Srintil hanya menggantung di awan, taktala suatu ketika Ba- jus, suaminya, memin- tanya melayani seorang petinggi dari Jakarta agar proyek besar milik petinggi itu jatuh ke tan- gan Bajus. Harga diri Srintil terkoyak. Tubuhnya terasa tidak ada jiwa lagi. Hanya seonggok da- ging dan parasnya yang masih cantik. Jiwanya terhempas jatuh. Srintil kehilangan kesadaran- nya dan menjadi gila. Seperti juga mata ba- tin Rasus yang pulang bertugas dari Kalim- antan dan kembali ke dukuhnya. Ia melihat perubahan di dukuhnya. Tidak ada lagi senyum manis Srintil. Yang ada hanya kesuraman, kegilaan, kesedihan, dan kemiskinan yang bertubi-tubi. Bagi Rasus, Srintil harus bahagia. Beban hidupnya harus dikurangi. Rasus pun ter- panggil untuk memperbaiki kondisi Dukuh Paruk dan membahagiakan Srintil. Buku Jentera Bianglala, yang merupakan buku pamungkas dalam trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, menjadi kunci hakikat mema- nusiakan manusia.(M-2) miweekend@mediaindonesia.com AHMAD Tohari lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948. Penulis buku Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jentera Bianglala ini juga di- kenal sebagai seorang jurnalis. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk merupakan novel tersukses sepanjang karier Ah- mad Tohari sebagai seorang penulis. Trilogi novel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Jerman, Belan- da, dan Inggris. Buku yang diterbitkan PT Gramedia pada 1982 itu mengantar- kan Ahmad Tohari mendapat berbagai penghargaan. Ia pernah mendapat penghargaan The Fellow of The University of Iowa saat mengikuti International Writing Programme di Iowa City, Amerika Seri- kat, pada 1990. Pemikiran Ahmad Tohari dalam novelnya itu merupakan realitas ke- hidupan saat ini. Gratifikasi seks yang diotaki Bajus dalam memuluskan proyek pun sangat lazim ditemui di era sekarang ini. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk te- lah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Dancer yang ditulis Rene TA Lysloff. Kemudian bagian ketiga trilogi ber- judul Jantera Bi- anglala telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Ahmad Tohari juga dianugerahi peng- hargaan Hadiah Sastra ASEAN (SEA Write Award) pada 1995 dan Hadiah Sastra Rancage pada 2007. Novel Ronggeng Dukuh Paruk pernah diangkat dua kali ke layar lebar. Film pertama berjudul Darah dan Mah- kota Ronggeng (1983) yang disutradarai Yazman Yazid. Kemudian pada 2011, Ifa Isfansyah menyutradarai film Sang Penari dengan bintang utama Prisia Nasution dan Oka Antara. Film itu mendapat empat Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2011. (Nda/M-2) BUKU BARU Guru Sejati Pejuang Pendidik Masyarakat Terpinggirkan Judul: Guru Sejati Hasyim Asy’ari Penulis: Masyamsul Huda Penerbit: Pustaka Inspira Terbit: Maret 2014 8 MINGGU, 16 MARET 2014JENDELA BUKU Cerita tentang kesenian rakyat yang terbawa arus politik yang mengakibatkan para pelakunya ditahan dan harus menyandang status ‘tapol’. Judul: Bunda Lisa Penulis: Jombang Santani Khairen Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Terbit: Februari 2014 DuaKaliDiangkatkeLayarLebar PENGANTAR Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia, redaksi akan mengupas 44 buku yang membawa perubahan dan meng- ubah Indonesia. Buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari menjadi buku kesembilan yang dibahas secara mendalam. Judul Buku: Ronggeng Dukuh Paruk Penulis: Ahmad Tohari Penerbit: PT Gramedia TADINYA, Dusun Sumoyono adalah perkampungan asri. Masyarakat hidup tenteram, para santri bela- jar dengan tenang. Namun, semua berubah ketika pemerintah Hindia Belanda mendirikan Pabrik Gula Cukir. Dampaknya ialah kemerosotan moral, terjun bebasnya standar hidup, dan menyebabkan terjadi- nya pertempuran berdarah antara Surontanu dan Kebo Kicak. Sakiban, seorang dalang terkenal dan tokoh yang dihormati, memu- tuskan harus dilakukan sesuatu demi memerangi maksiat dan memper- baiki tatanan masyarakat. Tekadnya bersambut ketika takdir memutus- kan untuk mempertemukannya dengan KH Hasyim Asy’ari. Buku novel sejarah ini disusun berdasarkan catatan sejarah dan informasi dari keturunan langsung tokoh-tokoh yang terlibat dalam kejadian. Buku ini mengungkap fakta-fakta tersembunyi dari sejarah berdirinya Pondok Pesantren Tebu Ireng. (*/M-2) BUNDA Lisa ialah sosok yang cerdas yang tangannya ada di hati anak-anak yang terpinggirkan oleh kosmopolitan. Ia mengelola sebuah TK di Bekasi yang bernama Kutilang. Ia menyapa mu- ridnya dengan panggilan ‘teman’, di sana juga hampir tidak diketemukan meja belajar. Tidak ada satu pun dari mereka me- ngira bahwa mereka sedang belajar, melainkan bermain. Pasalnya semua materi disampaikan dengan cara ber- main dan bercerita. Selain Kutilang, Bunda Lisa me- ngelola posyandu dan rumah baca di pojokan Bekasi. Memilih tinggal di sebuah perkampungan, Bunda Lisa menjadi sosok yang membuat anak- anak di sana berani bermimpi, yang bahkan tadinya anak-anak itu tidak kenal apa itu mimpi. Mantan Presiden Jusuf Kalla me- nyatakan Bunda Lisa membantah anggapan bahwa jadi pendidik itu susah. Sementara itu, Andy F Noya me- nyatakan buku ini layak dibaca tidak hanya oleh kaum perempuan, tetapi juga kaum laki-laki. (*/M-2) RONGGENG DUKUH PARUK Srintil, Kisah Ironi Kemanusiaan
  9. 9. THALATIE K YANI R IBUAN orang me- m a d a t i I s t o r a Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/3) lalu, ruangan kotak itu penuh dengan kepala dan lightstick yang didominasi warna biru, sesekali orang-orang berte- riak saat ada yang naik ke panggung. Namun teriakan para pengemarnya terhenti ketika sadar bukan Avril Lavigne artis pujaan mereka yang hadir. Barulah pada pukul 20.00 WIB teriakan mereka makin menggelegar dan memenuhi ruangan yang seketika gelap dengan naiknya Avril Lavigne beserta 5 pemusiknya yang me- megang drum, gitar, bas, dan keyboard ke atas panggung. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, penyanyi asal Kanada ini langsung memainkan lagu pertama berjudul Hello Kitty. Teriakan “Avril.. Avril..” yang sebelum acara mereka kuman- dangkan seperti terbayarkan dengan tampilnya Avril di atas panggung. Dalam Konser yang bertajuk Avril Lavigne Live in Indonesia 2014 malam itu, Avril hadir dengan dandanan serbahitam dengan potongan rambut yang tipis di sebelah kiri, yang makin mengidentikkan dirinya de- ngan citra rocker. Meskipun ada bando dengan pita ber- bentuk hati warna merah yang tersemat di kepalanya. Beberapa kali Avril mengang- kat tangannya ke atas sambil mengepal dan mengeluarkan jari telunjuk dan kelingking ala metal yang langsung diikuti oleh penggmarnya, menandai bahwa jiwa Rockernya masih berkobar. Di lagu ketiga yang berjudul Rock n Roll, Avril mengganti penampilannya, masih dengan nuansa serba hitam, tapi kali ini dengan penampilan yang lebih santai dengan kaus tanpa lengan. Avril akhirnya melempar sa- paannya di tengah acara, “Halo, sangat senang dapat kembali lagi lewat tour ini,” kata avril di tengah intro lagu hush hush dari album terakhirnya. Lebih kalem Dalam Konser yang berlang- sung selama 90 menit itu, Avril terasa lebih kalem. Selain alunan musik yang terdengar lebih halus, aksi panggungnya pun mencer- minkan hal itu. Avril tidak seperti gambaran yang ditam- pilkan olehnya saat di lagu complicated yang membuatnya terkenal pada 2002, meskipun saat konser malam itu Avril ha- nya sesekali saja berjingkrak. Penyanyi asal Kanada ini sudah mengeluarkan 5 album hingga saat ini, yaitu Let Go, Under My Skin, The Best Damn Thing, Goodbye Lullaby, serta Avril Lavigne. keberhasilannya bertahan dari 2002, Menurutnya karenak para penggemarnya terus mendu- kungnya. Oleh karena itu di konser yang ketiga kalinya di Indonesia ini, dibuka dengan ucapan terima kasih dalam sebuah tampilan di layar moni- tor di belakang panggung. Lagu-lagu penyanyi berumur 29 tahun ini di beberapa album terakhir memang terdengar le- bih mellow, terutama di album Goodbye Lullaby di tahun 2011, meskipun begitu, dia tidak ke- hilangan basis penggemar di Indonesia, hal ini terlihat di salah satu sudut Istora yang bertuliskan “Kami masih Rock n Roll, dan kami mencintaimu Avril Lavigne.” Avril juga mengajak para penggemarnya untuk bernos- talgia dengan membawakan lagu-lagu dari album perta- manya, Let Go, di tahun 2002, termasuk Complicated dan Sk8er Boi yang membuatnya namanya mencuat sebagai cewek punk rock. Avril berhasil membius penggemarnya di lagu terakhir, I’m with You, lagu yang memang bertempo rendah ini dibuat oleh Avril sebagai penutup yang manis dengan mengajak penonton menyanyikan bagian reff terakhir hingga 3 kali tanpa alunan musik. (*/M-2) miweekend @mediaindonesia.com MINGGU, 16 MARET 2014 9HIBURAN GenerasiBaru BluesJepang Kebut-kebutan alaNeedforSpeed KEBERADAAN musik blues di Jepang mungkin tak se- populer musik J-rock (Japanese rock). Namun, di mata gitaris Shohei Yamaki, 23, blues harus tetap dibawa un- tuk bisa memberikan dimensi berbeda dalam tatanan struktur kebudayaan di sana. Tak mengherankan, gitaris asal Sapporo, Jepang, itu pun melanglang buana untuk memainkan blues ke berbagai negara. “Di Jepang, penggemar blues masih minim jika dibandingkan dengan jazz. Di Sapporo bisa dihitung dengan jari (jumlah musisi blues),” ujarnya da- lam sebuah perbincangan di Jakarta, pekan lalu. Bagi Sho, sapaan Shohei, kedatangannya di Indonesia yang baru pertama kali hanya untuk tampil di Java Jazz Festival awal bulan ini. “Saya kira festival ini juga akan dipenuhi musisi blues, tetapi sebaliknya musisi lainnya,” tuturnya dalam bahasa Inggris. Lelaki berambut gondrong itu menghadirkan per- mainan gitar yang cukup memukau. Dengan sebuah gitar, dia meracik irama untuk bisa disandingkan seba- gai sebuah kesatuan. Itu menjadi ciri khas sehingga ia dijuluki sebagai ‘si Raja Blues dari Sapporo’. Penampilan pada ajang festival jazz serupa sudah Sho ikuti di berbagai tempat di dunia. Mulai dari Sapporo City Jazz 2010, International Jazz Festival in Canada 2011, dan Toronto International Jazz Festival (2013). Tak hanya itu, lagu berjudul Palm Tree yang ada da- lam album kedua milik Sho telah digunakan sebagai lagu komersial oleh maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS). Begitu pula dengan lagu miliknya, Tada Omoi o Yosete, yang banyak digunakan di Jepang. “Saya menulis aranse- men lagu lebih dari 1.000. Saya hanya mau menghadir- kan irama tanpa lirik,” paparnya. (Iwa/M-2) PARA penggemar video game, terutama Playstation, pasti tak asing dengan gim Need for Speed. Gim yang juga dapat dimainkan lewat komputer itu merupakan gim balapan terkenal dengan banyaknya edisi dari gim tersebut yang diproduksi untuk memanjakan para penggemar balapan. Kali ini Need for Speed kebut- kebutan di layar lebar. Dengan disutradarai Scott Waugh, film ini mengisah- kan balapan liar yang dijalani Tobey Marshall (Aaron Paul) untuk menuntut balas atas kejahatan yang tidak pernah dilakukannya kepada Dino Brewster (Dominic Cooper). Drama dan kebut-kebutan yang menjadi tema darifilm ini dikemas sutradara Scott Waugh selama 130 menit. Berbagai tipe dan tempat balapan disajikan dalam film ini, mulai balapan kecil-kecilan hingga balapan yang mempertaruhkan mobil dengan nilai jutaan dolar. Film yang penuh dengan suara deruman mesin ini tidak hanya menampilkan satu drama serius, tapi juga dikemas dengan humor ala rekan-rekan Tobey, sesama mekanik. Ada pula romansa antara Tobey dan Julia Maddon (Imogen Poots) seorang kaki tangan kolektor mobil terkenal yang meminjami Tobey mobil untuk ikut balapan. Need for Speed merupakan satu dari sekian banyak film yang diadaptasi dari video game terkenal. Eks- pektasi publik terhadap film seperti ini sangat tinggi, dilihat dari film Resident Evil, Mortal Combat, dan Tomb Rider. (*/M-2) MI/IWAN KURNIAWAN SHOHEI YAMAKI ANTARA/TERESIA MAY AVRIL LAVIGNE MenampilkanCiriRocker Konser Avril Lavigne sukses dibuka dengan Hello Kitty. Lagu ini merupakan lagu yang berada di album kelimanya yang dirilis 4 November 2013. FILM Avril hadir dengan dandanan serba hitam dengan potongan rambut yang tipis di sebelah kiri, yang makin mengidentikkan dirinya dengan citra rocker.
  10. 10. ONO SARWONO BIMA alias Bimasena. Itulah tokoh sentral dalam pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang digelar Media Group dengan dalang kondang yang juga Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono, pada pekan lalu. Lakonnya Bima Lahir dikemas dalam tema wayang kebangsaan. Pergelaran yang berlangsung di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, tersebut ditonton oleh ribuan pandemen wayang. Momentumnya adalah wayangan itu diselenggarakan untuk menyambut pemilihan umum. Lakon tersebut dipilih terkait dengan kehausan kita akan lahirnya sosok impian, pembaru, yang mampu membawa perubahan yang lebih baik di dalam negeri yang penuh anomali. Terlalu lama bangsa ini mengalami paceklik kesatria-kesatria sejati yang tulus mendarmabaktikan jiwa raganya. Persis seperti dalam lakon pada malam itu, meski telah keluar dari rahim sang ibu, Kunthi Talibrata, sang anak ternyata belum bisa menghirup udara bebas, tidak lahir sempurna. Jabang bayi (orok) hadir di dunia dalam kondisi terbungkus kulit ketuban. Berbagai upaya telah diikhtiarkan, tetapi sang anak masih tetap di dalam alam bungkus. Kondisi abnormal itu membuat lingsem orangtua dan semua keluarga besar serta sentana dalem kerajaan Astina. Atas anjuran Begawan Abiyasa, Raja Astina Pandudewanata mengasingkan ‘bungkus’ yang tak lain anaknya itu ke Hutan Mandalasara. Sebagian dalang menyebut belantara Krendawahana atau Wana Sunyapringga. Keluarga Kurawa, yakni Duryudana dan adik-adiknya, diperintahkan menjaga keselamatan ‘bungkus’, adik sepupu mereka. Akan tetapi, karena hasutan pamannya, Tri Gantalpati, Kurawa tidak merawat, tetapi malah berusaha membinasakan ‘bungkus’ itu dengan segala macam senjata. Menurut skenario Gantalpati, tokoh culas yang kelak kemudian hari jadi kondang dengan nama Sengkuni, jika ‘bungkus’ itu selesai menjalani alam keprihatinan dan hidup lumrah, ia akan menjadi penghalang utama Kurawa untuk menguasai takhta Astina. Karena itu, ‘bungkus’ itu harus disirnakan. Namun, upaya bengis mereka gagal total. Di hutan itulah ‘bungkus’ tersebut hidup hingga berusia 9 tahun. Ia baru bisa bebas dari belenggu setelah kulit ketuban pecah dihantam gading runcing Gajahsena, yang merupakan utusan penguasa Kahyangan, Bethara Manikmaya. Gajah itu kemudian mati di tangan ‘bungkus’ itu dan ajaibnya sukmanya menyatu ke dalam dirinya. Karenanya, anak yang diberi nama Bima itu juga sesilih Bimasena alias Bratasena. Kisah tersebut bisa dimaknai bahwa munculnya kesatria memang tidak mudah. Bahkan, ketika ia lahir dan belum bisa apa-apa pun sudah langsung menjadi sasaran pembinasaan oleh kelompok yang haus kekuasaan. Tetapi kodrat jagat sudah jadi, kesatria memang mesti lahir, hidup, dan berdarma. Sirnanya Baka Cerita tentang darmabakti Bima dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar sangat panjang sepanjang usianya. Dari sekian banyak kiprah kepahlawanannya, ada satu episode yang disanggitkan Ki Enthus dengan apik, yakni kisah terbebasnya rakyat Negara Ekacakra dari cengkeraman kepemimpinan bengis Prabu Baka. Baka ialah penguasa berwujud gergasi kanibal. Ia doyan memakan daging rakyatnya sendiri. Setiap kepala keluarga secara bergiliran diwajibkan menyediakan santapan untuk sang raja berupa daging manusia. Jika tidak mampu, mereka sendiri yang menjadi santapan. Karenanya, situasi tersebut sangat menggiriskan. Penduduk Ekacraka dari hari ke hari terus berkurang akibat dilalap rajanya sendiri. Hingga suatu ketika, tibalah giliran Ki Demang Ijrapa dari Pedukuhan Panahilan menyediakan santapan untuk Baka. Ijrapa bingung ketika menyediakan menu utama untuk sang raja. Dalam kekalutan itulah ia mendapat saran dari Kunthi Talibrata agar putranya, Bima, dijadikan pengganjal perut Baka. Ketika itu, Kunthi bersama lima anaknya--Puntadewa, Bima, Permadi, Tangsen, dan Pinten--sudah sekian lama mondok di rumah Ijrapa. Sebelumnya, mereka terlunta-lunta setelah lolos dari pembakaran Kurawa yang dikenal dengan lakon Balesigala-gala. Kepada Ijrapa, Kunthi menyatakan niatnya menyodorkan Bima sebagai balas budi. Namun, Ijrapa menolak lantaran ia tidak ingin orang lain menjadi korban. Kunthi kemudian meyakinkannya bahwa Bima akan selamat. Ijrapa lantas merenung dan kemudian mencoba meraba kekuatan gaib yang ada pada panenggak Pandawa yang gagah perkasa itu. Setelah mendapatkan jawaban, ia menuruti saran Kunthi. Bima kemudian ia antar ke istana Ekacakra. Betapa riangnya Baka ketika di hadapannya tersaji hidangan berupa daging besar dan segar. Tetapi ketika akan memulai pesta, Bima melawan. Bima mendupak kepala Baka hingga tubuh besarnya terjerembap. Seketika Baka bangkit dan terkekeh-kekeh. Tendangan Bima yang tak terduga itu malah kian merangsang laparnya. Baka tampak tidak tahan berlama-lama menahan nafsu aluamahnya. Ia ingin segera menggigit dan mengunyah tengkuk Bima. Namun, setiap langkah mendekat, ia terus ditendang Bima. Maka, terjadilah peperangan sengit. Singkat cerita, Bima akhirnya menyirnakan Baka dengan kuku pancanaka. Pancaindra Inti dari kisah itu bahwa Bima menjadi pahlawan pembebas negeri Ekacakra dari perilaku korup dan rakus rezim Baka. Sirnanya Baka berarti hilangnya kekuasaan sewenang-wenang. Dengan demikian, rakyat merdeka dari penindasan dan kembali hidup tenang dan tenteram. Dalam konteks kekinian, kita membutuhkan tokoh-tokoh pembaru yang mampu melepaskan negeri ini dari dominasi para penguasa dan elite yang bermental gombal dan bermuka gedek. Mereka adalah kelompok orang yang menyelewengkan jabatan atau kekuasaan untuk wahana rekreasi seenaknya sendiri. Untuk membebaskan itu, kita butuh tokoh-tokoh pembaru sekaliber Bima. Kesatria yang dikenal akan keberaniannya, tegas, jujur, berintegritas, dan bermental lempeng. Kesatria yang berkuku pancanaka, pusaka yang selalu ia genggam erat selama hidupnya. Secara filosofis, dari berbagai kepustakaan, memiliki senjata pancanaka diartikan memiliki kemampuan mengendalikan pancaindra. Makna lainnya, mampu memusatkan pikiran dan kesadaran akan lima daya kekuatan pancaindra. Adapun jika dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini, pancanaka itu bisa diartikan sebagai ideologi Pancasila. Jadi, kesatria yang akan membawa perubahan ialah yang menggenggam erat (berpegang teguh) pada Pancasila dalam setiap lenguh napas dan gerak langkah perjuangannya. (M-3) SangPembaru AngkutandariRusun 10 MINGGU, 16 MARET 2014CERPEN PIGURA GUS TF SAKAI P agi ini tak bisa lagi Iman tak marah. Kapal gratis ke Muara Baru masih belum bisa jalan, sementara Rahmat anaknya yang sekolah pada sebuah SD di Pluit tak mau berangkat dengan bus. Tapi tentu saja Iman mestinya ngerti. Dengan bus, dari Marunda, Cilincing, ke Pluit, Penjaringan, jaraknya 10 kilometer. Pukul berapakah Rahmat akan sampai di sekolah? Tetapi Iman sudah bilang ke Rahmat agar bangun lebih pagi. Rahmat saja yang tampaknya seperti malas. Ah, ada apakah sebetulnya? Walau sejak pindah ke Marunda banyak hal memang tak lagi sama, namun Iman punya firasat bukan karena itu Rahmat berubah. Ya, ada sesuatu yang seperti berubah. Kelas 4 SD, 10 tahun, memang usia nakal-nakalnya. Apakah ada sesuatu yang terjadi di sekolah? “Aku juga tak tahu,” kata Warsinah, istrinya, saat kemarin Iman bertanya. “Tapi yah, dibanding di Pluit, di sini Rahmat lebih banyak main.” “Mm, apa karena main? Apakah karena asyik main ia jadi malas?” Iman masih menggerutu, masih uring- uringan, saat pamit pada istrinya. Sapaan beberapa orang yang tengah duduk- duduk minum pagi di kios dan gerobak- gerobak lantai dasar, ia balas seadanya. Di halaman yang luas, Iman agak tertegun. Dilihatnya truk-truk dan orang-orang, para pekerja bangunan, ramai, menurunkan berbagai peralatan. Sepagi ini. Mmm. Pasar sayur itu, rupanya, benar-benar akan ada di depan rusun mereka. *** Sampai di tempat mangkalnya, pasar ikan Muara Baru Jalan Gedong Panjang, hari memang telah agak siang. Tetapi bagi Iman, telat atau tidak memang tak soal, karena pasar ikan itu hanya tempat kerja antara, sebelum kemudian ia mangkal di Taman Waduk Pluit. Selain ‘mengisi’ langganan, orang-orang yang biasa utang rokok atau barang kecil ini-itu, pasar ikan adalah tempat Iman menitipkan asongan kepada seorang juragan ikan yang dulu, sebelum ia pindah ke Marunda, adalah juragannya. Taman Waduk Pluit menjadi tempat asongan utama, karena di situlah sumber uang kontan Iman. Semua pembeli adalah orang asing, orang-orang yang sebelumnya Iman tak kenal, para pengunjung taman, yang entah datang dari mana. Hari-hari biasa Iman bisa untung Rp40 ribu-Rp50 ribu, sedangkan Sabtu dan Minggu bisa mencapai dua kalinya. Ditambah upah Warsinah yang membantu-bantu di sebuah kios lantai dasar rusun, penghasilan mereka cukup untuk bertiga dan kadang bisa mengirim ke Yeni, kakak Rahmat yang tinggal bersama orangtua Iman dan sekolah di sebuah SMP di kampung mereka di Magetan. Siang Iman akan istirahat seraya menunggu Rahmat pulang dari sekolahnya pada sebuah SD dekat Emporium Pluit. Bersama, mereka lalu makan siang di sebuah warung dan, sesudahnya, dibantu Rahmat, Iman akan terus mengasong sampai malam. Sungguh tak terbayangkan, lokasi yang Januari lalu masih berupa perumahan kumuh, dipadati gubuk-gubuk di bantaran waduk, tak lebih sembilan bulan, telah menjelma jadi taman. Dan salah satu dari gubuk itu, tentu saja adalah gubuk Iman. Kadang, dengan setengah bercanda, Iman suka bertanya ke Rahmat, “Ayo, di mana dulu rumah kita?” “Di situ!” tunjuk Rahmat, seraya berlari- lari ke sebuah lokasi di sisi waduk. “Bukan!” sanggah Iman. Dan seraya menunjuk agak ke tengah, ke sisi bagian dalam waduk, ia bilang, “Di sana....” “Kok di dalam waduk?” Rahmat protes. “Ya tentu. Waduk kan diperlebar....” Memang, selain dikeruk, waduk juga diperlebar. Luas yang dulu 60 hektare, untuk menanggulangi banjir, akan dijadikan 80 hektare. Sampai pertengahan November itu, baru sisi barat waduk yang jadi taman. Selain area pusat taman yang diresmikan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta yang biasa dipanggil Jokowi, 17 Agustus 2013 lalu, sudah ada pula area teater terbuka, jalur jalan untuk joging, dan bangku-bangku. Jokowi bilang, “Bertahun-tahun ke depan, taman ini akan jadi hutan kota. Tak ada lahan komersial. Semua untuk warga. Gratis.” Warga juga boleh berdagang, tetapi asongan, karena tak boleh ada bangunan. *** Masih juga kapal belum bisa jalan. Sudah lebih seminggu. Dan seperti hari- hari lalu, Rahmat masih juga seperti malas. Kadang mau sekolah, kadang tidak. Dan, hal lain yang juga mulai terasa dan membuat Iman kini kepikir, adalah ongkos bus. Bolak-balik Marunda-Pluit bisa mencapai Rp20 ribu. Ah, kapankah cuaca kembali baik sehingga kapal Marunda- Muara Baru bisa pula kembali jalan? Bila terus begini, semua akan kacau. Kondisi keuangan keluarga juga akan tak lagi mencukupi. Ah, andai saja masih seperti dua bulan lalu, saat bus Marunda-Pluit masih beroperasi. Memang, bagi warga yang dipindahkan akibat normalisasi waduk ke rusun-rusun yang lokasinya jauh, disediakan angkutan gratis. Dan untuk yang dipindahkan ke rusunawa Marunda, selain dengan kapal Marunda-Muara Baru yang lewat laut, disediakan pula bus Marunda-Pluit yang lewat darat. Tetapi karena perjalanan dengan kapal lebih cepat, hampir semua orang memilih angkutan laut, dan angkutan darat jadi sepi. Lama-lama bus jadi kosong, dan dua bulan lalu kemudian berhenti. Tetapi, kenapa harus berhenti? Tidakkah, sebelum diputuskan berhenti, warga rusun mestinya lebih dulu ditanyai? Ah, banyak hal memang tak berjalan sebagaimana mestinya. Dan satu hal yang membuat Iman waswas, adalah unit-unit rusun yang disewakan ke orang lain. Karena berbagai pertimbangan, banyak yang sehabis kerja tak pulang ke rusun dan memilih menginap di sekitar waduk. Dari semula menginap, lama-lama mereka menyewa kamar di Muara Baru, lalu rusun mereka kontrakkan. Bekerja sama dengan oknum pengelola rusun dan calo- calo, sewa unit rusun yang paling mahal Rp159 ribu per bulan, bisa menjelma jadi Rp700 ribu. Bila ketahuan, bukan hanya si penyewa asli, penyewa di seluruh lantai juga akan dikeluarkan. Dan, bukan itu saja, juga kios dan gerobak-gerobak di lantai dasar. Katanya, akan diundi secara terbuka. Tetapi ada kios yang berganti pengelola, dan si pengganti ternyata famili atau masih satu keluarga. Ah, Iman berdesah. Dan, tiba-tiba ingat Rahmat. Hari itu, karena Rahmat tak mau sekolah, Iman juga jadi enggan kerja. Di samping paginya juga hujan. “Ke mana ia?” tanya Iman kepada istrinya. “Entah. Tetapi tadi ia ke bawah. Katanya ke lapangan. Karena hujan, ada teman- temannya yang juga tak sekolah.” Iman melangkah, keluar dari unit rusunnya, berjalan ke arah tangga. Dari teras tangga di lantai dua, Iman bisa memandang ke lapangan serbaguna yang terletak antara Blok A-6 dan Blok A-5. Dan di lapangan itu, di bawah sana, dilihatnya Rahmat, bersama teman-temannya, sedang berlarian berteriak-teriak bermain bola. Iman juga ingin berteriak, memanggil, tetapi tiba-tiba membatalkannya. Pemandangan itu, serombongan anak berlarian mengejar bola, tiba-tiba mengingatkan Iman ke suatu masa, di kampungnya, Magetan, 30 tahun lalu. Iman seperti tertegun. Terpaku lama. Dan lalu, mendadak, seolah ada yang tiba- tiba bergejolak di dadanya, Iman berbalik. Ia melangkah setengah berlari ke unit rusunnya. “Aku tahu, Inah! Aku tahu!” *** Apa yang menurut Iman ia tahu, adalah dunia dan permainan itu. Melihat Rahmat dan teman-temannya bermain bola, Iman terbayang masa kanak-kanaknya di Magetan. Betapa mengasyikkan. Betapa menggembirakan. Selain berlarian mengejar bola, ada makebo-keboan, engklek, gobak sodor, boyo-boyoan. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan di Marunda, tak bisa didapatkan Rahmat di Pluit, apalagi saat mereka dulu di bantaran. “Mas yakin itu yang menyebabkan Rahmat malas sekolah?” tanya Warsinah. “Sangat yakin,” tukas Iman, “dan baik Rahmat kita pindahkan.” “Ke sini?” “Iya. Ada SD tak jauh dari sini, di Sipitung.” Warsinah seperti berpikir. “Dah, jangan berpikir. Dan masih ada lagi.” “Masih ada lagi? Apa....?” “Pasar sayur... kau lihat orang-orang sedang bekerja, membangun pasar di depan. Aku akan mendaftar.” “Mendaftar? Ikut jualan sayur?” “Iya.” Warsinah seperti terpana. Sesaat, lalu senyum mengembang di bibirnya. “Kita... kita betul-betul hanya akan di sini? Mas juga takkan lagi ke Pluit?” Iman mengangguk. Warsinah mendekat, menyentuh tangan Iman tak percaya. Tetapi kembali Iman mengangguk. Memastikan. Dan, senyum Warsinah kini benar-benar mekar. Mengembang lebar.... *** Cerpen ini merupakan bagian dari sebuah karya yang lebih luas. Gus tf Sakai, pengarang kelahiran Payakumbuh, 1965. Menulis novel, cerpen, dan puisi. Ia mendapat penghargaan SEA Write Award dari Kerajaan Thailand untuk kumpulan cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (2004), juga Khatulistiwa Literary Award (KLA) untuk kumpulan cerpen Perantau (2007). Buku terkininya Kaki yang Terhormat (2012). Redaksi menerima kiriman naskah cerpen, ketik sebanyak 9.000 karakter, karya orisinal dan belum pernah diterbitkan di media massa lain. Kirim e-mail ke cerpenmi@mediaindonesia.com dan cerpenmi@yahoo.co.id @Cerpen_Mi

×