Bhn ajar-mgt-keuangan-1-s1

5,133 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
5,133
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
305
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bhn ajar-mgt-keuangan-1-s1

  1. 1. DIPERGUNAKAN UNTUKLINGKUNGAN SENDIRI (ikopin)
  2. 2. MANAJEMEN KEUANGANDefinisi Manajemen Keuangan :Manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasiandana dalam berbagai bentuk investasi maupun usahapengumpulan dana untuk pembiayaan investasi.Jadi, perusahaan setiap saat dapat dipandang sebagaikumpulan dana dari berbagai sumber dana. Pemegang sahamdan investor menanamkan dananya dalam bentuk penyertaanmodal, Kreditur menanamkan dananya sebagai pinjaman.
  3. 3. Fungsi Manajer Keuangan :a. Bidang Keputusan InvestasiInvestasi merupakan aktivitas penggunaan danadalam keseluruhan aset perusahaan. Secara garisbesar keputusan investasi dapat dikelompokkan kedalam investasi jangka pendek maupun investasijangka panjang.b. Bidang Keputusan PendanaanUntuk melakukan investasi diperlukan sejumlahdana yang harus diperoleh / digali oleh perusahaan(financing decision)
  4. 4. c. Kebijakan DividenMenyangkut tentang keputusan apakah laba yangdiperoleh perusahaan seharusnya dibagikan dalambentuk dividen kepada pemegang saham ataukahlaba tersebut sebaiknya ditahan guna investasidimasa mendatang.Ruang Lingkup Manajemen Keuangan :Manajemen keuangan menyangkut kegiatan –keiatan perencanaan, analisis, dan pengendaliankegiatan keuangan. Terkait dengan bidanga - bidangyang menjadi tanggung jawab manajer keuangan,maka ruang lingkup manajemen keuangan secaraskematis dapat digambarkan sebagai berikut :
  5. 5. Aktiva 2 Manajer 1 Pasar Uang Perusahaan 3 Keuangan 4b Pasar Modal 4aKeterangan :1. : Aliran kas dari investor (penjual saham dan abligasi)2. : Alokasi dana untuk operasi perusahaan3. : Aliran kas hasil operasi perusahaan4a. : Pembayaran deviden / bunga4b : Laba ditahan
  6. 6. MANAJEMEN KEUANGANSemua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungandengan usaha untuk memperoleh sumber dana dengan biaya yang relatif murah dan usaha untuk menggunakan dana tersebut secara efisien Fungsi-fungsi Manajemen Keuangan Financing Investment Dividend Policy
  7. 7. Fungsi pendanaan ( financing ) Fungsi pendanaan melahirkan keputusan pendanaan atau kebijakan struktur modal Keputusan pendanaan berkaitan dengan masalah bagaimana manajer keuangan harus mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber–sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan–kebutuhan investasi serta kegiatan usahanyaFungsi investasi ( investment ) Fungsi investasi melahirkan keputusan investasi Keputusan investasi berkaitan dengan masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk–bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di masa yang akan datang
  8. 8. Fungsi pembagian laba ( dividend policy ) Fungsi pembagian laba melahirkan keputusan dividen Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan : (a) Besarnya persentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk cash dividend, (b) stabilitas dividen yang dibagikan, (c) dividen saham (stock dividend), (d) pemecahan dividend (stock splits), (e) penarikan kembali saham yang beredar.
  9. 9. Tujuan manajemen keuangan Maksimalisasi nilai perusahaan (kesejahteraan pemegang saham)Peranan Manajer Keuangan 2 1 Operasi perusahaan Manajer Pasar modal / pasar uang(sekelompok aktiva riil ) keuangan (pemodal yang memiliki 3 4 aktiva riil)
  10. 10. Keterangan :1. Manajer keuangan memperoleh dana / kas dari pasar modal / pasar uang dengan cara menjual financial assets (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya), atau memperoleh kredit dari bank atau sumber dana lainnya.2. Dana / kas yang diperoleh tersebut diinvestasikan pada berbagai aktiva (real asset) untuk mendanai kegiatan / operasi perusahaan, contohnya tanah, mesin, dll.3. Apabila aktiva perusahaan berjalan dengan baik, maka dari real asset akan dihasilkan laba (berupa cash in flow) yang lebih besar dari jumlah yang diinvestasikan.4. Laba / kas yang diperoleh dapat dikembalikan kepada pemilik dana atau diinvestasikan kembali (reinvestasi) ke dalam perusahaan
  11. 11. Asas - Asas Pembelanjaan1. Asas Likuiditas : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan lamanya dana digunakan oleh perusahaan. Dalam asas ini berlaku maturity matching principles.2. Asas Solvabilitas : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan faktor psikologis dari calon investor.3. Asas Rentabilitas : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan konsekuensi kewajiban memberikan balas jasa dari perusahaan yang bersangkutan kepada para calon investor.4. Asas Kekuasaan : Mengajarkan bahwa dalam kebijakan financing harus memperhatikan kebijakan manajemen perusahaan.
  12. 12. Jenis – Jenis Pembelanjaan Berdasarkan aktivitas Pembelanjaan aktif : aktivitas untuk menginvestasikan dana Pembelanjaan pasif : aktivitas untuk memperoleh dana Berdasarkan sumber dana Pembelanjaan intern : sumber dana berasal dari dalam perusahaan Pembelanjaan ekstern : sumber dana berasal dari luar perusahaan
  13. 13. Sumber-sumber DanaSumber intern ( internal sources ), yaitu sumber dana yangdibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan, meliputi :laba ditahan dan akumulasi penyusutanSumber ekstern ( external sources ), yaitu sumber dana yangberasal dari luar perusahaan, yaitu dari kreditur, pemilik, pesertaatau pengambil bagian di dalam perusahaan
  14. 14. Laporan Keuangan1. Neraca (balance sheet)Neraca dapat diartikan sebagai suatu bentuk laporan keuanganyang menunjukkan posisi harta (aktiva), utang dan modal(ekuitas dan disusun pada setiap akhir periode (tahun, semester,triwulan).
  15. 15. Bentuk Skontro PT. X Neraca Per .... Aktiva Pasiva Operating Assets Aktiva lancar Utang lancar (Current Assets) (Current liabilities) Modal Asing Aktiva tetap Utang jangka panjang Tangible Assets (fixed assets) (long tarm debt) (Aktiva Berwujud) Aktiva lain Modal sendiri (Other assets) (Equity) Aktiva tidak berwujud (Intangible assets)
  16. 16. oh format perusahaan produksi PT. X Neraca per 31 – 12 – 19.. Aktiva Pasiva AL Kas / Bank xx UL Utang Dagang xx Surat Berharga xx Utang Wesel xx Piutang Usaha xx Utang Pajak xx Persediaan Barang xx UJPJ Biaya Dibayar Dimuka xx Utang Obligasi xx Utang Bank xx AT Mesin / Peralatan xx MODAL SENDIRI Gedung xx Modsal Saham xx Tanah xx Cadangan xx Laba Ditahan (RE) xx xx xx
  17. 17. Keterangan :AL : Aktiva lancar (Current Assets)AT : Aktiva Tetap (Fixed Assets)AT + AL : Aktiva Operasi (Operation Assets)UL : Utang Lancar (Current Liabilities)UJPJ : Utang Jangka Panjang (Lebih dari 1 tahun)RE : Retained Earning (Laba Ditahan)
  18. 18. Untuk contoh yang konkrit, dapat disajikan sebagi berikut : PT. ZA Neraca 31 – 12 - 00 Aktiva PasivaAKT Lancar Kewajiban Lancar Kas/Bank 350 Hutang Dagang 800 Surat berharga 25 Hutang pajak 120 Piutang 1125 Hutang Wesel 130 Persediaan 2150 Hutang Jangka PanjangAKT Tetap Hutang Obligasi 1750 Mesin 1850 Hutang Investasi 2000 Kendaraan 1100 Gedung 2900 Modal Sendiri Tanah 4000 Modal Saham 7500 RE 1200 Jumlah 13500 Jumlah 13500
  19. 19. Manajemen Keuangan PT. ZA Neraca 31 – 12 - 00Aktiva Aktiva lancar Kas / Bank 350 Surat berharga 25 Piutang 1125 Persediaan 2150 Aktiva tetap Mesin 1850 Kendaraan 1100 Gedung 2900 Tanah 4000 13500
  20. 20. Pasiva Kewajiban lancar Hutang dagang 800 Hutang pajak 120 Hutang wesel 130Hutang Jangka Panjang Hutang obligasi 1750 Hutang investasi 2000Modal Sendiri Modal saham 7500 Laba ditahan 1200 13500
  21. 21. 2) Laporan Laba / Rugi (income statement)Pada prinsipnya, laporan rugi / laba adalah bentuk laporankeuangan yasng menunjukkan hasil kegiatan operasi perusahaan,untuk suatu periode akuntansi tertentu (satu tahun, satu semester,satu triwulan atau satu bulan).Struktur laporanLaporan R/L secara prinsip dibedakan antara laporan perusahaanproduksi dengan perusahaan jasa, yang dapat dijelaskan sebagaiberikut : Perkiraan Perusahaan Produksi Perusahaan Jasa Hasil Penjualan Penjualan Pendapatan Harga Pokok Harga Penjualan Beban Usaha
  22. 22. Struktur Umum (perusahaan produksi)Penjualan (net sales) xxHarga pokok (cost of good sold) (xx)Laba kotor (gross sales) xxBiaya operasi (operating expenses) (xx)Laba operasi (operating income atau earning before interest & tax / EBIT) xxBunga (interest expenses) (xx)Pendapatan lain (other income) xxBiaya lain (other expenses) (xx)
  23. 23. Laba sebelum pajak (earning before tax / EBT) xxPajak (tax) (xx)Laba bersih (earning after tax / EAT) xxDeviden (xx)Laba ditahan (retained earning / RE) xx
  24. 24. PT. ZAPenjualan 36.200Harga Pokok (21.100)Laba Kotor 15.100Beaya Operasi (3.800)Laba operasi 11.300Bunga (300)Pendapatan lain 400Beaya lain (250)Laba sebelum pajak 11.150Pajak 30% (3.345)Laba bersih 7.805Deviden (7.100)Laba ditahan 705
  25. 25.  PT. ABC LAPORAN ARUS KAS 2004 (dalam jutaan Rp) _____________________________________________________________________ Kas dari Operasi Pendapatan bersih (Net income) 329 Biaya tidak tunai : Depresiasi 48 Pajak terhutang 8 Lain-lain, termasuk amor tisasi 19 Perubahan pada modal kerja : Penurunan (kenaikan) pada persediaan 116 Penurunan (kenaikan) pada piutang (74) Penurunan (kenaikan) pada aktiva lancar lainnya (8) Kenaikan (penurunan) pada hutang dagang (31) Kenaikan (penurunan) pada hutang lancar lainnya 28 Kas dari Operasi 435 Kas dari (digunakan) investasi Tambahan pada gedung, tanah, perlengkapan (102) Tambahan pada aktiva tetap lainnya (8) Kas dari (digunakan) investasi (110) Kas dari (digunakan) pendanaan Tambahan (pengurangan) hutang (152) Dividen (45) Lainnya 10 Kas dari (digunakan) pendanaan (187) Kenaikan bersih pada kas dan sekuritas 140 Kas pada awal tahun 138 Kas pada akhir tahun 278
  26. 26.  Neraca Laporan laba-rugi Laporan laba ditahan Laporan arus kas P e
  27. 27.  Neraca perusahaan menunjukkan aktiva di sisi kiri sementara kewajiban dan ekuitas atau klaim terhadap aktiva ditunjukkan di sisi kanan Neraca adalah potret posisi keuangan perusahaan pada periode ter tentu
  28. 28.  Laporan laba-rugi menunjukkan hasil operasi selama periode ter tentu Laporan ini juga menunjukkan laba per saham sebagai “bottom line”
  29. 29.  Laporan laba ditahan menunjukkan perubahan laba ditahan di antara dua tanggal neraca Laba ditahan menunjukkan klaim terhadap aktiva, alih-alih menunjukkan aktiva per ekuitas pemegang saham
  30. 30.  Laporan arus kas mencakup faktor-faktor yang berdampak terhadap arus kas (selama periode akuntansi ter tentu), antara lain:  Aktivitas operasi  Investasi  Pembiayaan
  31. 31.  Arus kas bersih sering dinyatakan sebagai: laba bersih ditambah penyusutan karena penyusutan adalah pos nonkas terbesar
  32. 32.  Laba akuntansi mungkin mencantumkan laba dan beban yang tidak tercantum dalam arus kas bersih, karena tidak diterima/dibayarkan dalam satu periode akuntansi Investor lebih ter tarik pada proyeksi arus kas bersih daripada laporan laba, karena kas menentukan dividen yang dibayarkan atau modal yang diinvestasikan untuk menunjang per tumbuhan
  33. 33.  Arus kas operasi adalah arus kas yang berasal dari operasi normal: perbedaan antara pendapatan kas dan biaya kas, termasuk pajak atas laba operasi Arus kas ini berbeda dengan arus kas bersih, karena tidak memasukkan beban bunga
  34. 34.  Nilai tambah pasar atau market value added (MVA) menunjukkan perbedaan antara nilai saham dan jumlah ekuitas yang telah ditanamkan oleh investor
  35. 35.  Nilai tambah ekonomi atau economic value added (EVA) adalah perbedaan antara laba operasi setelah pajak dan total biaya modal, termasuk biaya modal ekuitas EVA adalah estimasi nilai yang dihasilkan manajemen selama setahun berjalan EVA sangat berbeda dengan laba akuntansi, karena tidak membebankan biaya penggunaan atas modal ekuitas
  36. 36.  Nilai dari aktiva ditentukan oleh arus kas setelah pajak yang dihasilkannya Tarif pajak dan aspek lain dari sistem pajak ditentukan secara tahunan oleh Kongres Amerika Serikat menerapkan tarif pajak progresif, di mana semakin tinggi laba maka semakin tinggi juga persentase pajak yang harus dibayarkan
  37. 37.  Aktiva modal adalah aktiva seper ti saham, obligasi, dan real estat Keuntungan modal ( capital gain) diperoleh bila aktiva modal terjual di atas harga perolehannya Kerugian modal (capital loss) diperoleh bila aktiva modal terjual dengan mengalami kerugian Kerugian/keuntungan jangka panjang terjadi bila aktiva dimiliki lebih dari jangka waktu satu tahun
  38. 38.  Laba operasi yang dibayarkan sebagai dividen akan menjadi subjek pajak berganda:  Per tama, laba tersebut dibebani pajak di tingkat perusahaan  Lalu, para pemegang saham harus membayar pajak pribadi atas dividen yang mereka terima
  39. 39.  Seper ti halnya pendapatan biasa, pendapatan bunga yang diterima perusahaan akan dikenai pajak Tapi, 70 persen dividen yang diterima oleh satu perusahaan dari perusahaan lain berasal dari laba kena pajak, karena diketahui bahwa pendapatan dividen perusahaan akan terkena pajak tiga kali Karena bunga yang dibayar perusahaan adalah beban yang bisa dikurangkan (sedangkan dividen tidak) maka sistem pajak lebih menyukai pembiayaan dengan utang daripada dengan ekuitas
  40. 40.  Kerugian operasi perusahaan dapat:  Dikompensasi ke belakang, untuk setiap 3 tahun  Dikompensasi ke depan untuk setiap 15 tahun  Dipakai mengof fset laba kena pajak dalam tahun berjalan
  41. 41.  Perusahaan S adalah perusahaan kecil yang keuntungannya adalah kewajiban yang terbatas Meskipun demikian, perusahaan S tetap dibebani pajak seper ti perusahaan perorangan atau persekutuan
  42. 42. KONSEP MODAL KERJAKUNTITATIF KUALITATIF FUNGSIONALWC = CA WC = CA – CL WC, PWC, NWC
  43. 43. Jenis-jenis Modal Kerja Primary WC Permanent Working Capital Normal WC Seasonal WC Variable Working Capital Cyclical WC Emergency WC
  44. 44. Kebijakan Modal Kerja Kebijakan konservatif Kebutuhan dana lebih banyak dibelanjai dengan sumber dana jangka panjang Kebijakan moderat Kebutuhan dana jangka panjang (pendek) dibelanjai oleh sumber dana jangka panjang(pendek) Kebijakan agresif Kebutuhan dana lebih banyak dibelanjai dengan sumber dana jangka pendek
  45. 45. Penentuan besarnya kebutuhan modal kerjaBesar kecilnya kebutuhan modal kerja tergantungpada 2 faktor : Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja Pengeluaran kas rata–rata setiap harinya
  46. 46. Kas Bentuk aktiva yang paling likuid yang dapat dipergunakan segera untuk memenuhi kewajiban finansial perusahaan.Masalah utama dalam pengelolaan kas : Bagaimana menyediakan kas yang memadai, tidak terlalu banyak (agar keuntungan tidak berkurang terlalu besar) tetapi tidak terlalu sedikit (sehingga akan mengganggu likuiditas perusahaan).Motif memiliki kas bagi suatu perusahaan : Motif transaksi Menyediakan kas untuk membayar berbagai transaksi bisnis. Motif berjaga–jaga Mempertahankan saldo kas guna memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga. Motif spekulasi Memperoleh keuntungan dari memiliki atau menginvestasikan kas dalam bentuk investasi yang sangat likuid.
  47. 47. Model – Model Manajemen Kas : 1. Model Persediaan Menurut Baumol (1952), kebutuhan terhadap kas dalam suatu perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang tinggi, perusahaan akan mengalami kerugian dalam bentuk kehilangan kesempatan untuk mengidentifikasikan dana tersebut pada kesempatan investasi lain yang lebih menguntungkan. Sebaliknya apabila saldo kas terlalu rendah, kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan likuiditas akan makin besar. 2. Model Miller dan Orr Model ini digunakan apabila kebutuhan kas per hari tidak konstan. Dalam keadaan penggunaan dan pemasukan kas bersifat acak, perusahaan perlu menetapkan batas atas dan batas bawah saldo kas. Apabila saldo kas mencapai batas atas, maka perusahaan perlu mengubah sejumlah tertentu kas agar saldo kas kembali ke jumlah yang diinginkan. Sebaliknya, apabila saldo kas menurun dan mencapai batas bawah, perusahaan perlu menjual sekuritas agar saldo kas naik kembali ke jumlah yang diinginkan.
  48. 48. Anggaran Kas (Cash Budget) Anggaran kas menunjukkan kebutuhan kas dalam jangka pendek yang merupakan bagian dari financial planning perusahaan. Periode anggaran kas umumnya disusun untuk jangka waktu satu tahun yang dibagi dalam interval tertentu seperti bulanan, kuartalan dan semesteran.Kegunaan Anggaran Kas : 1. Dapat dipergunakan untuk mengantisipasi kebutuhan dana karena adanya defisit atau surplus. 2. Dapat dipergunakan untuk mencapai target dan mengukur keberhasilan. 3. Dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan kegiatan.Keterbatasan Anggaran Kas : 1. Menyebabkan perusahaan terfokus pada target yang mungkin kurang fleksibel. 2. Menghambat tanggapan terhadap perubahan situasi eksternal yang dapat mengganggu estimasi penerimaan dan pengeluaran kas, karena manager terfokus pada anggaran kas.
  49. 49. Bagian–bagian dalam Anggaran Kas : Cash in Flows - Mengidentifikasikan sumber–sumber penerimaan, jumlah, dan waktu dari semua cash in flows yang diantisipasi dalam setiap periode. - Penerimaan kas dihasilkan dari penjualan tunai dan kredit. - Penerimaan kas lainnya dapat berasal dari penjualan aktiva tetap, pendapatan bunga, sewa, dan lain–lain. Cash out Flows Mengidentifikasi semua cash out flow yang diantisipasi, antara lain : - Pembelian–pembelian tunai atau kredit - Pembayaran utang dan bunga - Pembayaran gaji dan upah - Pembayaran asuransi, pajak dan biaya operasi - Pembayaran dividen Financing Menunjukkan besarnya net cash flows dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi defisit.
  50. 50. MANAJEMEN PIUTANG (RECEIVABLE MANAGEMENT)Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dana yang diinvestasikan ke dalam piutang : 1. Besar kecilnya volume penjualan kredit 2. Syarat pembayaran 3. Plafon kredit 4. Kebiasaan pelanggan dalam membayar 5. Kebijakan dalam pengumpulan piutang
  51. 51. Prinsip pemberian kredit Character Capital Condition Capacity CollateralPengukuran efisiensi piutang, melalui : Receivable turnover Average collection period Receivable collection schedule : Kegiatan perencanaan penerimaan piutang menjadi uang tunai
  52. 52. Analisis Ekonomi terhadap PiutangTujuan : Untuk menilai apakah manfaat memiliki piutang lebih besar atau lebih kecil dari biayanya. Apabila diperkirakan bahwa manfaatnya lebih besar, maka secara ekonomi pemilikan piutang (atau penjualan kredit) tersebut dibenarkan. Setiap analisis ekonomi menyangkut perbandingan antara manfaat dan pengorbanan. Sejauh manfaat diharapkan lebih besar dari pengorbanan, suatu keputusan dibenarkan secara ekonomi.
  53. 53. Contoh : Semula PT. A hanya menjual produknya dengan sistem tunai. Melalui penjualan tunai tersebut, perusahaan mampu memperoleh sales revenue sebesar Rp. 4 milyar. Kemudian perusahaan berencana untuk mengubah sistem penjualannya ke sistem kredit dengan syarat n/60. Diperkirakan dengan sistem kredit tersebut sales revenue akan meningkat menjadi Rp. 5,4 milyar. Profit margin diperkirakan sebesar 20% dan cost of fund sebesar 22% per tahun. a. Apakah kebijakan kredit perusahaan ini layak secara finansial ? b. Jika perusahaan mempertimbangkan untuk memberikan diskon dengan syarat 2/20 ; n/60, bagaimana keputusan perusahaan, bila diperkirakan 50% pelanggan akan memanfaatkan masa diskon tersebut dan 50% lagi membayar pada saat jatuh tempo ? c. Bagaimana pula keputusan perusahaan bila 1% dari piutang tidak dapat ditagih ?
  54. 54. Manfaat : Tambahan laba karena kenaikan sales revenue : 0,2 x (Rp.5,4 milyar – Rp.4 milyar) = Rp. 280 jutaPengorbanan : Perputaran piutang = 360 / 60 = 6 x Rata-rata piutang = Rp. 5,4 milyar / 6 = Rp. 900 juta Dana investasi pada piutang (net) = Rp. 900 juta (1-0,2) = Rp. 720 juta Biaya dana untuk berinvestasi pada piutang = 0,22 x Rp. 720 juta = Rp. 158,4 juta Tambahan manfaat bersih Rp. 121,6 jutaKesimpulan : ……..
  55. 55. Manfaat : Rata-rata pembayaran piutang 0,5 (20) + 0,5 (60) = 40 hari Perputaran piutang = 360 / 40 = 9 x Rata-rata piutang = Rp. 5,4 milyar / 9 = Rp. 600 juta Dana investasi pada piutang (net) = Rp. 600 juta (1-0,2) = Rp. 480 juta Penurunan biaya dana (0,22 x Rp. 720 juta) – (0,22 x Rp. 480 juta) = Rp. 52,8 jutaPengorbanan : Diskon yang diberikan 0,02 x Rp. 5,4 milyar = Rp. 108 juta Manfaat bersih = ( Rp. 55,2 juta)Kesimpulan : ……..
  56. 56. Manfaat : Tambahan laba karena kenaikan sales revenue : 0,2 x (Rp.5,4 milyar – Rp.4 milyar) = Rp. 280 jutaPengorbanan : Perputaran piutang = 360 / 60 =6x Rata-rata piutang = Rp. 5,4 milyar / 6 = Rp. 900 juta Dana investasi pada piutang (net) = Rp. 900 juta (1-0,2) = Rp. 720 juta Biaya dana untuk berinvestasi pada piutang = 0,22 x Rp. 720 juta = Rp. 158,4 juta Kerugian piutang tak tertagih = 0,01 x Rp. 5,4 milyar = Rp. 54 juta Total tambahan biaya Rp. 212,4 juta Tambahan manfaat bersih Rp. 67,6 jutaKesimpulan : ……..
  57. 57. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya persediaan : 1. Lead time atau lamanya masa tunggu bahan baku yang dipesan datang. Semakin lama masa tunggu, semakin besar persediaan yang harus disediakan. 2. Frekuensi penggunaan bahan selama satu periode. Frekuensi pembelian yang tinggi menyebabkan jumlahpersediaan menjadi lebih kecil untuk satu periodepembelian. 3. Jumlah dana yang tersedia. Dana kadang–kadang menjadi kendala yang serius jika kebutuhan bahan meningkat. Jumlah persediaan tidak dapat dipenuhi sesuai dengan standar yang ideal jika dana yang tersedia terbatas 4. Daya tahan material. Daya tahan yang rendah jika tidak diimbangi dengan teknologi penyimpanan yang tepat, akan menimbulkan kerusakan kualitas bahan yang disimpan sehingga perusahaan tidak berani menyimpan dalam jumlah yang besar.
  58. 58. Analisis EOQ ( Economical Order Quantity ).Analisis ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelianbahan mentah yang optimal, yaitu jumlah yang harusdipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis).Asumsi dalam EOQ :1. Jumlah kebutuhan bahan mentah sudah dapatditentukan terlebih dahulu secara pasti untukpenggunaan selama satu periode tertentu2. Penggunaan bahan selalu pada tingkat yang konstansecara kontinyu3. Pesanan persis diterima pada saat tingkat persediaan sama dengan nol atau di atas safety stock (persediaan minimal)4. Harga konstan selama periode tersebut
  59. 59. Ordering cost (biaya Carrying cost (biayapesan), antara lain : penyimpanan), antara lain :1. Biaya pengiriman 1. Sewa gudang barang2. Biaya penerimaan 2. Biaya pemeliharaan barang barang di dalam gudang3. Biaya penempatan (penerangan, pemanasan, barang ke dalam pendinginan, dan lain–lain) gudang 3. Asuransi
  60. 60. Reorder point (pemesanan kembali),tergantung pada : 1. Penggunaan selama lead time , yaitu masa tunggu sejak pemesanan dilakukan hingga bahan yang dipesan tiba. Selama masa tunggu ini persediaan tetap digunakan 2. Safety stock Safety stock atau persediaan minimal yang harus ada dalam perusahaan. Fungsi safety stock adalah untuk berjaga–jaga dari kemungkinan material datang terlambat.
  61. 61. Rumus–rumus : Q = 2oD/ iQ = jumlah pembelian bahan yang paling ekonomiso = biaya pesanD = kebutuhan bahan selama 1 periode ( 1 tahun )i = biaya penyimpanan per unit Biaya penyimpanan = (Q / 2) i Biaya pesan = (D / Q) o Total biaya persediaan = (Q / 2) i + (D / Q) o ROP = Pemakaian selama lead time + safety stock
  62. 62. ANALISIS RASIO KEUANGAN ( FINANCIAL RATIO ANALYSIS )FINANCIAL RATIO ANALYSIS Teknik analisis yang dilakukan dengan caramembandingkan variabel keuangan tertentu dengan variabelkeuangan lainnya sehingga dapat diperoleh informasimengenai berbagai kondisi keuangan perusahaan, tingkataktivitas, hasil-hasil usaha dan tingkat pertumbuhanperusahaan
  63. 63. Liquidity ratioRasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalammemenuhi kewajiban jangka pendeknya a. Current ratio Current assets Current liabilities b. Quick ratio Current assets – inventory Current liabilities c. Cash ratio Cash + marketable securities Current liabilities
  64. 64. SOLVABILITY / LEVERAGE RATIORASIO YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PERUSAHAAN DALAMMEMENUHI SEMUA KEWAJIBANNYA, BAIK JANGKA PENDEK MAUPUN JANGKAPANJANGa. Total debt to total assets ratio c. Time interest earned ratio Total debt Earning before interest and tax Total assets Interest Chargeb. Total debt to equity ratio d. Long term debt to equity ratio Total debt Long term debt Equity Equity
  65. 65. ACTIVITY RATIO RASIO YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DANA PERUSAHAANa. Total assets turnover d. Inventory turnover Net sales Cost of goods sold Total assets Average inventoryb. Receivable turnover e. Average day’s inventory Net sales on credit Average inventory x 360 Average receivable Cost of goods soldc. Average collection period f. Working capital turnover Average receivable x 360 Net sales Net sales on credit Current asset – current liabilities
  66. 66. PROFITABILITY RATIORASIO YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PERUSAHAANDALAM MENGHASILKAN LABAa. Gross profit margin d. Earning power ratio Gross profit Earning before interest and tax Net sales Total assetsb. Operating profit margin e. Net earning power (rate of return on investment) Earning before interest and tax Earning after tax Net sales Total assetsc. Net profit margin f. Rate of return on equity Earning after tax Earning after tax Net sales Equity
  67. 67. Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas Likuiditas kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang harus segera dipenuhiSolvabilitas kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban finansialnya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi Rentabilitas kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu Rentabilitas ekonomi Rentabilitas modal sendiri Laba usaha Laba bersih Total modal Modal sendiri
  68. 68. Fund statement Teknik analisis yang dilakukan untuk analysis mempelajari bagaimana kebijakan investasi dan financing (pendanaan) yang telah dilakukan perusahaan selama 1 periode dalam pengertian kas Dana dalam pengertian modal kerja
  69. 69. Dana dalam pengertian kasLangkah–langkah penyusunan laporan sumber danpenggunaan dana : 1. Menyusun laporan perubahan neraca, dan memisahkan elemen–elemen yang memperbesar dan memperkecil kas 2. Mengelompokkkan elemen–elemen dalam laporan laba rugi yang memperbesar dan memperkecil kas 3. Menyusun laporan sumber dan penggunaan dana (kas) dengan mengadakan konsolidasi semua informasi yang memperbesar dan memperkecil kas
  70. 70. Elemen – elemen yang Elemen – elemen yangmemperbesar kas memperkecil kas disebutdisebut Sumber Dana Penggunaan Dana1. Berkurangnya aktiva lancar 1. Bertambahnya aktiva2. Berkurangnya aktiva tetap lancar3. Bertambahnya hutang 2. Bertambahnya aktiva tetap4. Bertambahnya modal 3. Berkurangnya hutang5. Laba atau keuntungan yang diperoleh perusahaan 4. Berkurangnya modal6. Penyusutan 5. Loss atau kerugian yang diderita perusahaan 6. Pembayaran dividen (cash dividend )
  71. 71. Sumber Modal Kerja : Penggunaan Modal Kerja :1. Berkurangnya aktiva 1. Bertambahnya aktiva tetap tetap 2. Berkurangnya hutang2. Bertambahnya hutang jangka panjang jangka panjang 3. Berkurangnya modal3. Bertambahnya modal 4. Loss atau rugi perusahaan4. Laba perusahaan 5. Pembayaran dividen (cash5. Penyusutan dividend)
  72. 72. Break Even Analysis Teknik analisis yang dilakukan untuk mempelajari bagaimana perubahan volume penjualan akan mempengaruhi fixed cost, variable cost, tingkat penjualan dan tingkat labaAsumsi – asumsi dasar : - Biaya dipisahkan ke dalam variable cost dan fixed cost - Harga jual per unit tidak berubah (konstan) selama periode analisis - Perusahaan hanya memproduksi satu macam barang. Bila menghasilkan lebih dari satu macam barang, perimbangan penghasilan masing–masing barang harus tetap
  73. 73. Contribution Margin = Sales revenue – variable cost CM > FC = profit CM < FC = rugi ( loss ) CM = FC = break evenBreak even point : Suatu kondisi dimana pada periode tersebut perusahaan tidak mendapat keuntungan dan juga tidak menderita kerugian, atau pada periode tersebut penghasilan yang diterima sama dengan biaya yang dikeluarkan
  74. 74. Pendekatan dalam BEP : 1. Pendekatan grafik (graphical approach) 2. Pendekatan matematik (mathematic approach) BEP (unit) = FC P – VC BEP (Rp) = FC 1 – TVC/S Keterangan : FC = Fixed cost VC = Variable cost S = Sales VC = Variable cost per unit P = Price per unit
  75. 75. Margin of Safety : Batas penurunan penjualan yang dapat ditolerir agar perusahaan tidak menderita kerugianMargin of safety : Anggaran penjualan – BEP (%) Anggaran penjualanPerubahan BEP : Perubahan harga jual per unit Perubahan biaya variabel per unit Perubahan biaya tetap Perubahan komposisi sales mix
  76. 76. Manfaat analisis BEP :1. Perencanaan penjualan atau produksi FC + Laba PMunit = P – VC (unit) FC + Laba PMRp = 1 – VC / S
  77. 77. 2. Perencanaan harga jual normal3. Perencanaan metode produksi4. Titik tutup pabrik ( shut down point ) Biaya tetap tunai SDP = Rasio kontribusi margin

×