• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tugas Perorangan Kurikulum Blajar
 

Tugas Perorangan Kurikulum Blajar

on

  • 3,255 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,255
Views on SlideShare
3,255
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
139
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas Perorangan Kurikulum Blajar Tugas Perorangan Kurikulum Blajar Presentation Transcript

    • Tugas Perorangan Resume Buku Kurikulum dan Pembelajaran
      • Judul Buku : KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
      • Nama Pengarang : Dr. E. Mulyasa, M.Pd
      • Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya (ROSDA)
      • Tahun : 2002
    • BAB I Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi
      • Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada
      • pengembangankemampuan melakukan tugas-tugas dengan standar performansi tertentu sehingga hasilnya
      • dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu.
      • Karakteristik Kurikulum berbasis kompetensi (Depdiknas; 2002) yaitu;
      • 1. Menekankan ketercapaian kompetensi siswa secara individual maupun klasikal
      • 2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
      • 3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
      • 4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi dari sumber belajar lainnya yang besifat educatif
      • 5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau
      • pencapaian suatu kompetensi
      • Dari berbagai sumber dapat diidentifikasi ada enam sumber belajar,yaitu;
      • a. Sistem Belajar dengan Modul
      • Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan tertentu yang
      • disusun secara sistematis,operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik disertai
      • dengan pediman penggunaannya untuk para guru.
      • Tujuan utama sistem modul adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas
      • pembelajaran disekolah baik waktu, dana, fasilitas maupun tenaga guna mencapai tujuan
      • secara optimal.
      • Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai berikut;
      • a. Modul memberikan informasi petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa, bagaimana dan
      • sumber belajar apa yang digunakan setiap peserta didik.
      • b. Modul merupakan pembelajaran individual, sehingga mengupayakan melibatkan banyak
      • karakteristik siswa.
      • c. Materi pembelajaran yang disajikan secara logis dan sistematis.
      • Tugas utama seorang guru di dalam sistem modul adalah sebagai berikut;
      • 1. Menyiapkan situasi belajar yang kondusif.
      • 2. Membantu peserta didik yang kesulitan memahami isi modul atau pelaksanaan tugas.
      • 3. Melaksanakan penelitian terhadap setiap peserta didik.
      • B. Menggunakan keseluruhan sumber belajar
      • Dalam keanekaragamannya, sifat dan kegunaan sumber belajar sebagai berikut;
      • 1. Sebagai pembuka jalan dan pengembangan wawasan terhadap proses belajar mengajar
      • 2. Sebagai pemandu secara teknis dan langkah operasional menuju penguasaan keilmuan.
      • 3. Memberikan berbagai ilustrasi dan contoh berkaitan dengan aspek bidang keilmuan.
      • 4. Memberikan petunjuk dan gambaran kaitang bidang keilmuan dengan bidang keilmuan
      • C. Pengalaman Lapangan
      • Tujuannya untuk mengakrabkan hubungan antara guru dengan peserta didik serta
      • meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman dalam ruang lingkup yang lebih besar.
      • D. Strategi Belajar Individual Personal
      • Belajar individual adalah belajar berdasarkan tempo belajar peserta didik, sedangkan Belajar
      • Personal adalah interaksi educatif berdasarkan keunikan peserta didik; bakat,minat dan
      • kemampuan.
      • E. Kemudahan Belajar
      • Kombinasi antara pembelajaran individual personal dengan pengalaman lapangan dan
      • pembelajaran dilakukan melalui berbagai media saluran komunikasi yang dirancang untuk belajar
      • seperti video, televisi, buletin, jurnal dan surat kabar.
      • F. Belajar Tuntas
      • Strategi pembelajaran yang dilaksanakan didalam kelas, dengan asumsi bahwa
      • didalam kondisi yang tepat
      • semua peserta didik akan mampu belajar dengan baik.
      • a. Asumsi Pertama belajar tuntas, bahwa adanya korelasi antara tingkat keberhasilan dengan
      • kemampuan petensial(bakat).
      • Asumsi Kedua bahwa, apabila pelajaran dilaksanakan secara sistematis, maka semua peserta
      • didik akan mampu menguasai bahan yang disajikan.
      • b. Strategi belajar tuntas dapat diterapkan secara tuntas sebagai upaya meningkatkan mutu
      • pendidikan, terutama dalam level mikro,yaitu mengembangkan individu dalam proses
      • pembelajaran dikelas.
      • Strategi belajar tuntas menurut Bloom (1968) meliputi tiga bagian, yaitu
      • mengidentifikasi prakondisi, mengembangkan prosedur opersional dan hasil belajar.
      • Selanjutnya diimplementasikan dalam pembelajaran klasikal dengan memberikan ‘bumbu’
      • untuk menyesuaikan dengan kemampuan individual, yang meliputi;
      • * Corrective technique. Semacam pengajaran remedial, dilakukan dengan memberikan
      • pengajaran terhadap tujuan yang gagal dicapai oleh peserta didik dengan prosedur dan metode
      • yang berbeda dari sebelumnya.
      • * Memberikan tambahan waktu kepada peserta didik yang membutuhkan (belum menguasai
      • bahan secara tuntas).
      • 4. Peserta didik memiliki potensi yang berbeda dan bervariasi.
      • 5. Pendidikan berfungsi mengkondisikan lingkungan untuk membantu
      • peserta didik mengembangkan berbagai potensinya.
      • 6. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran harus berisi kompetensi
      • potensial
      • 7. Kurikulum sebagai proses pembelajaran harus menyediakan berbagai
      • kemungkinan kepada seluruh peserta didik untuk mengembangkan
      • potensinya
      • KOMENTAR
      • Menurut saya, Dalam kurikulum berbasis kompetensi(KBK) guru tidak
      • harus lagi berperan sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran, karena
      • pembelajaran dapat dilakukan dengan mendayagunakan aneka ragam
      • sumber belajar. Peserta didik haruslah dapat belajar dengan baik tanpa
      • didampingi oleh guru dan untuk memperoleh hasil belajar yang optimal
      • peserta didik dituntut tidak hanya mengandalkan diri dari apa yang
      • disampaikan guru, tetapi harus mau mencari, menggali dan menelusuri
      • berbagai sumber belajar yang diperlukan.
      • BAB 2
      • PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
      • Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi(KBK) merupakan suatu proses yang kompleks
      • dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait.
      • 1. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi(KBK ) pada umumnya terdiri dari
      • beberapa tingkat, yaitu
      • a. Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional
      • Pada tingkat ini pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional, meliputi jalur
      • pendidikan sekolah dan luar sekolah.
      • b. Pengembangan Kurikulum Tingkat Lembaga
      • Pengembangan kurikulum untuk setiap jenis lembaga pendidikan pada berbagai satuan dan
      • jenjang pendidikan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah;
      • * Mengembangkan bidang-bidang studi yang diberikan dan mengidentifikasi fasilitas
      • pembelajaran yang diperlukan.
      • * Mengembangkan dan mengidentifikasi tenaga-tenaga kependidikan(guru dan non guru)
      • sesuai dengan kualifikasinya.
      • c. Pengembangan Kurikulum Tingkat Bidang Studi (Silabus)
      • Pengembangan silabus untuk setiap bidang studi pada berbagai jenis lembaga-lembaga
      • pendidikan. Kegiatan yang dilakukan antara lain;
      • * Mengidentifikasi dan menentukan jenis-jenis kompetensi dan tujuan setiap bidang studi.
      • * Mendeskripsikan kompetensi serta mengelompokan sesuai dengan skope dan skuensi.
      • d. Pengembangan kurikulum tingkat satuan bahasan (modul), kegiatannya adalah menyusun
      • dan mengembangkan paket-paket modul.
      • 2. Pendekatan dalam pengembangan kurikulum
      • Dalam hal ini, Syaodih (2000) mengemukakan pendekatan pengembangan kurikulum
      • berdasarkan sistem pengelolaan dan berdasarkan fokus sasaran.
      • a. Pendekatan pengembangan kurikulum berdasarkan sistem pengelolaan.
      • Dibedakan antara sistem pengelolaan yang terpusat (sentralisasi) dan tersebar (desentralisasi).
      • b. Pendekatan pengembangan kurikulum berdasarkan fokus sasaran.
      • * Pendekatan penguasaan ilmu pengetahuan,yaitu pengembangan kurikulum menekankan
      • pada isi atau materi
      • * Pendekatan kemampuan standar yakni menekankan pada penguasaan kemampuan potensial
      • * Pendekatan pembentukan pribadi yakni menekankan pada pembentukan aspek-aspek
      • kepribadian secara utuh.
      • 3. Pendekatan Kompetensi
      • Pendekatan kompetensi adalah pendekatan pengembangan kurikulum yang memfokuskan
      • pada penguasaan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik.
      • 4. Keterkaitan KBK dengan pendekatan lain
      • Kurikulum berbasis kompetensi terkait dengan pendekatan pengembangan pribadi, seperti
      • kompetensi intelektual, sosial dan
      • 5. Keunggulan KBK
      • Pertama, pendekatan ini bersifat alamiah(konstektual) kareana berangkat, berfokus dan
      • bermuara pada hakekat peserta didik.
      • Kedua , kurikulum berbasis kompetensi boleh jadi mendasari pengembangan kemampuan-
      • kemampuan lain,
      • Ketiga , bidang studi tertentu dalam pengembangannya lebih tepat menggunakan pendekatan
      • kompetensi.
      • Ada beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan dalam KBK, antara lain;
      • 1. Keimanan, Nilai, dan Budi Pekerti Luhur
      • 2. Pengembangan KBK harus memperhatikan penguatan integritas nasional
      • 3. Pengembangan KBK harus memperhatikan Keseimbangan pengalaman belajar peserta didik
      • 4. Kesamaan memperoleh kesempatan dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap
      • 5. Kurikulum mengembangkan kemampuan berfikir dan belajar dengan mengakses, memilih,
      • pengetahuan
      • 6. Pengembangan KBK perlu memasukan unsur keterampilan agar peserta didik memiliki
      • keterampilan, sikap, dan perilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif.
      • Pengembangan struktur kurikulum berbasis kompetensi (KBK) mencakup tiga langkah kegiatan,
      • yaitu;
      • a. Identifikasi kompetensi
      • Menurut pendapat Hall(1976) dan Prihantoro(1999) ada beberapa sumber yang dapat
      • digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi, yaitu;
      • * Pengembangan KBK harus memasukan pengujian ulang terhadap tujuan dan asumsi program.
      • * Proses penjabaran mata pelajaran akan meningkatkan mutu kompetensi yang diidentifikasi.
      • * Analisis taksonomi yang meliputi; Kompetensi kognitif, Kompetensi afektif, kompetensi
      • kinerja, Kompetensi konsekuensi / hasil, dan Kompetensi ekploratori atau ekspresif
      • * Masukan dari profesi, peserta didik dan masyarakat serta analisis tugas.
      • b. Struktur Kurikulum
      • Struktur kurikulum memuat jumlah dan jenis mata pelajaran serta alokasi waktunya yang
      • dilakukan tiap jenjang pendidikan.
      • c. Deskripsi Rumpun Mata Pelajaran
      • Selanjutnya dideskripsikan rumpun mata pelajaran sebagai berikut dan beberapa contohnya;
      • * Pendidikan agama
      • Pendidikan agama mengembangkan kemampuan siswa untuk memperteguh iman dan taqwa
      • kepada Tuhan Yang Maha Esa.
      • * Kewarganegaraan
      • Memfokuskan pada pembentukan diri dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku
      • bangsa untuk menjadikan warga negara indonesia yang cerdas, kritis, kreatif, terampil, dan
      • berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45.
      • * Ilmu sosial
      • Ilmu sosial mengkaji interaksi antara manusia dan masyarakat serta lingkungannya melalui
      • konsep geografi, ekonomi, sejarah sosiologi dan antropologi.
      • KOMENTAR
      • Menurut saya, dalam pengembangan KBK seorang guru harus memandirikan peserta didik
      • untuk belajar, bekerja sama dan menilai dirinya sendiri agar mampu membangun pemahaman
      • dan pengetahuan yang dimiliknya, serta pengembangan KBK haruslah mempertimbangkan
      • semua pengalaman belajar yang dirancang secara berkesinambungan mulai dari TK sampai
      • jenjang pendidikan SMA. Keberhasilan pencapaian belajar haruslah dituntut tanggungjawab dari
      • peserta didik,guru,orang tua dan masyarakat pada umumya.
      • BAB 3
      • IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
      • Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah suatu proses penerapan ide,
      • konsep dan kebijakan kurikulum dalam suatu aktifitas pembelajaran, sehingga peserta didik
      • menguasai seperangkat kompetensi tertentu. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi
      • mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu;
      • 1. Pengembangan Program
      • A. Program tahunan
      • Sumber-sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain;
      • * Daftar kompetensi standar sebagai konsensus nasional yang dikembangkan buku GBPP
      • * Skope dan sekuensi. Skope adalah ruang lingkup dan batasan-batasan keluasan setiap pokok
      • dan sub pokok bahasan, sedangkan Sekuensi adalah urutan logis dari setiap pokok dan sub
      • pokok bahasan.
      • * Kalender pendidikan. Penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu
      • pada efisiensi, efektifitas, dan hak-hak peserta didik.
      • Cara menyusun skope dan sekuensi menurut Syaodih(1988) sebagai berikut;
      • *. Sekuens kronologis, untuk menyusun bahan ajaran yang mengandung urutan waktu dan
      • dapat digunakan kronologis.
      • *. Sekuens kausal, peserta didik dihadapkan pada peristiwa yang menjadi sebab atau
      • pendahulu peristiwa tersebut.
      • *. Sekuens struktural. Bagian bahan ajaran sesuatu bidang studi telah mempunyai struktural
      • tertentu.
      • *. Sekuens spiral. Bahan ajaran dipusatkan pada topik atau pokok bahasan tertentu.
      • B. Program Semester
      • Program tentang pokok bahasan yang disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan dalam satu periode.
      • C. Program Modul (Pokok Bahasan)
      • Program ini merupakan penjabaran dari program semester.
      • D. Program Pengayaan dan Remedial
      • Program pelengkap dan penjabaran dari program mingguan dan harian.
      • E. Program Bimbingan dan Konseling pendidikan
      • Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang
      • menyangkut pribadi, sosial, belajar dan karier.
      • 2. Pelaksanaan Pembelajaran
      • a. Pre Tes (tes awal) yang berfungsi untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar.
      • b. Proses, bagaimana agar tujuan belajar direalisasikan melalui modul dan proses pembelajaran
      • c. Post Test, untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi.
      • 3. Evaluasi Hasil Belajar
      • Evaluasi belajar dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi dilakukan dengan cara sbb;
      • a. Penilaian Kelas, dilakukan dengan cara ulangan harian, ulangan umum dan ujian akhir
      • dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik.
      • b. Tes Kemampuan Dasar, untuk mengetahui kemampuan membaca, menulis dan berhitung
      • yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran (program remedial)
      • c. Benchmarking, yaitu suatu standar untuk mengukur kinerja yang sedang berjalan, proses
      • dan hasil untuk mencapai sesuatu.
      • d. Penilaian program, kegiatan ini dilakukan oleh departemen pendidikan nasional dan dinas
      • pendidikan secara kontinu.
      • 4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
      • A. Peningkatan Aktivitas dan Kreatifitas Peserta Didik
      • Menurut Gibbs(1972) bahwa kreativitas dapat dikembangkan dengan memberi kepercayaan,
      • komunikasi yang bebas, pengarahan diri, dan pengawasan yang tidak terlalu ketat.
      • B. Peningkatan Disiplin Sekolah
      • Disiplin sekolah bertujuan untuk membantu peserta didik menemukan dirinya dan mengatasi
      • serta mencegah timbulnya problem-problem disiplin dan berusaha menciptakan situasi yang
      • menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran.
      • Cara menumbuhkan disiplin pada peserta didik, seorang guru harus mampu melakukan hal sbb;
      • * Membantu peserta didik mengembangkan pola perilaku untuk dirinya.
      • * Membantu peserta didik meningkatkan standar perilakunya.
      • C. Peningkatan Motivasi Belajar
      • a. Teori Motivasi Maslow
      • Teori Maslow dapat digunakan sebagai pegangan untuk melihat dan mengerti mengapa;
      • * Peserta didik lebih senang belajar dalam suasana yang menyenangkan.
      • * Peserta didik yang merasa disenangi, diterima oleh teman akan memiliki minat belajar yang
      • lebih besar daripada yang bodoh.
      • * Keinginan peserta didik untuk mengetahui dan memahami sesuatu tidak terlalu sama
      • b. Motivasi dan Tujuan Belajar
      • Dengan motivasi akan tumbuh dorongan untuk melakukan sesuatu dalam kaitannya dengan
      • pencapaian tujuan. aspek-aspek peserta didik yang perlu dipahami guru antara lain: kemampuan,
      • potensi, minat, kebiasaan,, sikap , hasil belajar, latar belakang keluarga dsb
      • c. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar
      • Beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi peserta didik, diantaranya;
      • # Peserta didik akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna.
      • # Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan.
      • # Pemberian hadiah dan pujian lebih baik daripada hukuman.
      • # Manfaatkan sikap-sikap, cita-cita dan rasa ingin tahu peserta didik.
      • # Usahakan memperhatikan perbedaan individual peserta didik, baik latar belakang keluarga
      • maupun kemampuan berfikirnya.
      • KOMENTAR
      • Menurut saya, dalam mendukung pelaksanaan implementasi kurikulum berbasis kompetensi
      • agar berjalan dengan baik, maka harus mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah seperti
      • kepala sekolah, rekan sejawat guru dan dukungan internal dari dalam diri guru sendiri. Seorang
      • guru haruslah bertindak sebagai faktor penentu yang utama dalam keberhasilan implementasi
      • KBK ini. Bagaimanpun baiknya/komplitnya sarana dan prasarana pendidikan disekolah tersebut
      • apabila guru tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, maka hasil implementasi KBK tidak akan
      • memuaskan.
      • BAB 4
      • PERBEDAAN PESERTA DIDIK DALAM KBK
      • Ada beberapa perbedaan peserta didik yang perlu diperhatikan dalam kurikulum berbasis
      • kompetensi (KBK) yaitu;
      • a. Perbedaan tingkat kecerdasan
      • Menurut Thurstone(1938 ) bahwa untuk mengetahui tingkat kecerdasan dapat dilakukan
      • melalui tes kemampuan mental dasar yang meliputi kemampuan-kemampuan sebagai berikut;
      • * Pemahaman kata yaitu kemampuan untuk memahami ide-ide yang diekspresikan dengan
      • kata-kata.
      • * Penalaran yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah
      • * Kecepatan persepsi yaitu kemampuan menemukan persamaan dan ketidaksamaan obyek.
      • Menurut Craig (1975) menyebut ciri-ciri anak jenius, yaitu;
      • # Belajar dengan cepat dan mudah serta mempertahankan/menyimpan apa yang telah
      • dipelajari.
      • # Menunjukan rasa ingin tahu dan mencari teman yang lebih tua.
      • # Memiliki perbendaharaan kata yang baik, mampu membaca dengan baik
      • # Memiliki kemampuan berfikir logis, membuat generalisasi dan melihat hubungan-hubungan.
      • b. Perbedaan Kreativitas
      • Menurut Taylor(1964) ada beberapa saran untuk mengembangkan kreativitas seseorang, yaitu;
      • * Menilai dan menghargai berfikir kreatif dan memberika n indormasi tetntang proses
      • krativitas.
      • * Mengembangkan rasa toleransi terhadap gagasan baru dan mengajar anak untuk menilai
      • berfikir kreatif.
      • * Memberikan informasi tentang proses kreativitas dan menciptakan kondisi yang diperlukan
      • untuk berfikir.
      • * Menyediakan waktu dan sumber untuk suatu keaktifan dan menyusun berbagai gagasan.
      • * Mengembangkan keterampilan untuk memberikan kritik yang membangun.
      • c. Perbedaan Cacat Fisik
      • Perbedaan cacat fisik disini adalah penglihatan, pendengaran, kemampuan berbicara,
      • pincang(kaki) dan lumpuh akibat kerusakan otak.
      • d. Kebutuhan Peserta Didik
      • Uraian tentang kebutuhan dari berbagai sumber diharapkan disikapi oleh para pengembang
      • kurikulum dan guru atau calon guru, sehingga lahir layanan yang bijak. Bentuk-bentuk layanan
      • bijak tersebut sebagai berikut;
      • * Menyadari adanya kebutuhan rasa aman dan menyadari akan kebutuhan untuk diakui.
      • * Menyadari akan kebutuhan penghargaan dan menyadari akan kebutuhan aktualisasi diri.
      • e. Pertumbuhan dan Perkembangan Kognitif
      • Pertumbuhan dan perkembangan kognitif dapat diklasifikasikan atas kognitif, psikologis dan
      • fisik. Penganut aliran genetik (naturalis) bertahan bahwa perbedaan antarkelompok sebagian
      • besar ditentukan oleh faktor hereditas dan pengaruh lingkungan. Pengaruh Lingkungan mengakui
      • bahwa perbedaan kelompok sebagian berasal dari potensi bawaan.
      • Menurut Jean Piaget(1984) pandangan yang paling menyeluruh tentang pertumbuhan dan
      • perkembangan kognitif. Ada empat tahap perkembangan mental yang dapat dijelaskan, yaitu;
      • * Tahap Sensimotor (sejak lahir sampai usia dua tahun). Anak mengalami kemajuan dalam
      • operasi-operasi refleks dan belum mampu membedakan apa yang ada disekitarnya
      • * Tahap Pra operasional( usia 2 -7 tahun). Anak mulai menerima obyek-obyek dan peristiwa
      • secara simbolis serta tentang konsep yang lebih komplek.
      • * Tahap Operasi Nyata (usia 7 – 11 tahun).
      • * Tahap Operasi Formal ( usia 11 tahun keatas). Tahap ini ditandai oleh perkembangan
      • kegiatan-kegiatan (operasi) berfikir formal dan abstrak.
      • Sedikitnya terdapat tiga unsur yang mempengaruhi kesiapan belajar, yaitu;
      • *. Kesiapan fisik antara lain urat-urat saraf dan otot, Kejiwaan, antara lain bebas dari konflik
      • emosional pengalaman, berhubungan dengan keterampilan yang dipelajari sebelumnya
      • e. Pengelompokan Peserta Didik dalam KBK.
      • Dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi peserta didik dapat diklasifikasikan
      • kedalam kelompok, yaitu;
      • 1. Kelompok Normal, mengembangkan pemahaman tentang prinsip dan praktikal aplikasi yang
      • berhubungan dengan pekerjaan.
      • 2. Kelompok Sedang, mengembangkan kemahiran berkomunikasi, kemahiran menggali potensi
      • diri dan aplikasi praktikal.
      • 3. Kelompok Tinggi mengembangkan pemahaman tentang prinsip, teori dan aplikasi serta
      • mengembangkan kemampuan akademik untuk memasuki pendidikan tinggi.
      • KOMENTAR
      • Menurut saya, perbedaan individu setiap peserta didik haruslah disadari dan dipahami oleh
      • pengembang kurikulum, guru, calon guru dan kepala sekolah agar dapat mengimplementasikan
      • KBK secara efektif. Dalam hal ini, KBK harus diperluas, diperdalam dan disesuaikan dengan
      • keberagaman kondisi dan kebutuhan, baik yang menyangkut kemampuan/potensi peserta
      • didik maupun menyangkut potensi lingkungan sekitar.
      • BAB 5
      • REFORMASI SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KBK
      • 1. Perlunya reformasi sekolah antara lain dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut;
      • a. Perkembangan IPTEK yang semakin cepat berubah berpengaruh terhadap sistem pendidikan.
      • b. Pertumbuhan penduduk yang cepat membutuhkan pelayanan pendidikan yang besar
      • c. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal dasar sekaligus menjadi kunci
      • keberhasilan pembangunan nasional
      • d. Perkembangan teknologi informasi yang cepat yang berpengaruh terhadap bidang ekonomi,
      • politik dan dunia pendidikan.
      • 2. Faktor-faktor Yang Perlu Diperhatikan dalam Reformasi Sekolah.
      • Secara umum faktor harus yang diperhatikan dalam proses reformasi sekolah adalah sebagai
      • berikut;
      • * Tujuan dan sasaran pendidikan nasional dalam pembangunan
      • * Mendidik merupakan pekerjaan profesional, tidak setiap orang dapat melaksanakan profesi
      • mendidik.
      • * Peserta didik merupakan subjek sekaligus objek pendidikan, perubahan perilaku peserta didik
      • ditentukan oleh pengalaman belajarnya disamping faktor bawaan(hereditas).
      • * Isi pendidikan merupakan segala pengalaman yang harus dimiliki peserta didik
      • * Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan sumber belajar.
      • 3. Beberapa Agenda Reformasi Sekolah
      • a. Modernisasi Pengelolaan Sekolah
      • pengelolaan sekolah para pelaksana pendidikan hendaknya bekerja sama dengan sektor-sektor
      • lain di masyarakat
      • b. Modernisasi Guru
      • Guru diberi kebebasan yang lebih leluasa untuk mengembangkan kurikulum sesuai
      • standar kompetensi
      • c. Modernisasi Proses Belajar
      • Pengembangan pendidikan guru dan pengembangan karier pendidikan perlu
      • ditekankan.
      • d. Penambahan Dana Untuk Pendidikan Tingkat Sekolah
      • Depdiknas(2002) mengagendakan berbagai reformasi yang harus dilakukan oleh
      • sekolah, pada level kelas(regulator), level Profesi (mediator) dan level sekolah
      • (manajemen).
      • 1). Pada Level Kelas (regulator)
      • a. Mewujudkan proses pembalajaran efektif .
      • b. Menerapkan sistem evaluasi yang efektif dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
      • 2). Pada Level Profesi (Mediator)
      • a. Melakukan refleksi diri kearah pembentukan karakter kepemimpinan sekolah yang
      • kuat
      • b. Melaksanakan pengembangan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi
      • 3). Pada Level Sekolah (Manajemen)
      • a. Menumbuhkan komitmen untuk mandiri
      • b. Menumbuhkan sikap responsif dan antisifatif terhadap kebutuhan
      • c. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib
      • d. Menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah
      • e. Mengembangkan komunikasi yang baik
      • f. Melaksanakan pengelolaan tenaga kependidikan secara efektif
      • D. Hal-hal lain yang Perlu Diperhatikan dalam KBK
      • Beberapa hal yang Perlu Diperhatikan dalam implementasi KBK, antara
      • lain;
      • 1. Tenaga Guru
      • Pada dasarnya guru Sekolah Dasar adalah guru kelasa yang harus
      • mempunyai kualifikasi kompetensi mengajar multi mata pelajaran, namun
      • demikian guru sekolah menengah adalah guru mata pelajaran yang
      • mempunyai kualifikasi kompetensi mengajar mata pelajaran yang disertifikasi
      • secara periodik.
      • b. Sumber belajar
      • Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan buku teks, sarana dan media belajar
      • sebagai sumber belajar.
      • c. Bahasa pengantar
      • Bahasa pengantar pada jenjang pendidikan menengah menggunakan bahasa inggris atau
      • bahasa asing lainnya yang relevan.
      • d. Pendidikan Budi Pekerti
      • Merupakan mata pelajaran tetapi lebih merupakan program pendidikan untuk menciptakan
      • kondisi dan suasana kondusif bagi penerapan nilai-nilai budi pekerti demi berlangsungnya
      • kegiatan pembelajaran di dalam kelas
      • e. Akselerasi belajar
      • Akselerasi belajar dapat dilakukan dengan bantuan modul atau lembar kerja yang disediakan
      • oleh sekolah.
      • KOMENTAR
      • Menurut saya, reformasi yang perlu dilakukan oleh setiap sekolah adalah perbaikan proses
      • pendidikan yang dimulai dengan perubahan psikologis, budaya dan sosial para pengelola sekolah.
      • Seorang kepala sekolah yang semula otoriter haruslah mereformasi dirinya menjadi kepala yang
      • kolaboratif, sehingga menumbuhkan iklim sekolah yang lebih demokratis. Untuk guru yang masih
      • mengajar atas dasar petunjuk harus berubah menjadi guru yang berfikir bebas dan selalu
      • berinovasi, serta reformasi harus dilakukan secara menyeluruh seperti penambahan fasilitas,
      • penambahan dana dan penerimaan siswa baru yang lebih selektif.
      • BAB 6
      • Kepala Sekolah dan Guru dalam Mensukseskan KBK
      • 1. Sedikitnya dapat diidentifikasi tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak
      • mengalami peningkatan secara merata(Depdikbud, 1989);
      • Pertama , kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan
      • education production function
      • Kedua , penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik.
      • Ketiga , peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan
      • pendidikan selama ini sangat minim.
      • 2. Indikator keberhasilan KBK
      • Keberhasilan KBK antara lain dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut;
      • a. Adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai sekolah melalui kemandirian.
      • b. Adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber pendidikan.
      • c. Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah, orangtua dan masyarakat.
      • d. Adanya kompetensi yang sehat antar sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan
      • e. Tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan dikalangan warga sekolah,
      • bersifat adaptif dan proaktif.
      • f. Terciptanya iklim sekolah yang aman, nyaman dan tertib sehingga proses pembelajaran dapat
      • berlangsung dengan tenang dan menyenangkan.
      • 3. Kepala Sekolah
      • Keberhasilan KBK sangat ditentukan oleh kepala sekolah dalam mengkoordinasikan,
      • menggerakan dan menselaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Untuk
      • kepentingan tersebut, kepala sekolah harus mampu memobilisasi sumber daya sekolah, yaitu;
      • a. Perencanaan dan Evaluasi
      • Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan.
      • b. Pengembangan Kurikulum
      • Pengembangan kurikulum memberikan kewenangan kepada daerah dan sekolah untuk
      • mengidentifikasi kompetensi
      • c. Pengembangan Pembelajaran
      • Sekolah diberi kebebasan untuk memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran
      • yang efektif sesuai karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa dan guru.
      • d. Pelayanan Siswa
      • Pelayanan siswa mulai dari penerimaan siswa baru, pembinaan, pembimbingan, penempatan
      • untuk melanjutkan sekolah.
      • e. Pengelolaan Ketenagaan
      • Pengelolaan ketenagaan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, rekrutment, sampai
      • evaluasi kinerja tenaga guru.
      • f. Pengelolaan Sarana dan Sumber Belajar
      • Pengelolaan mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan hingga sampai pengembangan.
      • g. Penciptaan Iklim Sekolah
      • Iklim sekolah(fisik dan nonfisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi
      • terselenggaranya implementasi KBK yang efektif.
      • 4. GURU
      • Agar guru dapat mengimplementasikan KBK secara efektif serta dapat meningkatkan kualitas
      • pendidikan, guru perlu memiliki hal-hal sebagai berikut;
      • a. Menguasai dan memahami bahan dan hubungannya dengan bahan lain dengan baik.
      • b. Menyukai apa yang diajarkan dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi.
      • c. Memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan dan prestasinya.
      • d. Menggunakan metoda yang bervariasi dalam mengajar.
      • e. Proses pembelajaran harus selalu dipersiapkan dan mendorong peserta didik untuk
      • memperoleh nilai yang baik.
      • Sikap dan karakteristik guru yang sukses mengajar secara efektif yaitu sebagai berikut;
      • 1. Respek dan memahami dirinya, serta dapat mengontrol dirinya (emosinya stabil).
      • 2. Antusias dan bergairah terhadap bahan, kelasnya, dan seluruh pengajarannya.
      • 3. Berbicara dengan jelas dan komunikatif serta memperhatikan perbedaan individual siswanya.
      • 4. Memiliki banyak pengetahuan, inisiatif, kreatif dan banyak akalnya.
      • 5. Selalu menghindari sarkasme dan ejekan terhadap siswanya.
      • KOMENTAR
      • Menurut saya, kepala sekolah merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap
      • keberhasilan implementasi KBK, tugas dan wewenangnya melakukan perencanaan, pelaksanaan,
      • pengawasan dan evaluasi pendidikan di sekolah secara keseluruhan merupakan salah satu faktor
      • yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah
      • melalui program yang telah dicanangkannya. Selain itu, guru merupakan faktor penting dalam
      • keberhasilan KBK, bahkan sangat menentukan berhasil-tidaknya peserta didik dalam belajar.
      • TUGAS PERORANGAN
      • RESUME BUKU MATA KULIAH
      • KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
      • DISUSUN OLEH:
      • DIKDIK PEBRIANA
      • KELAS 2A
      • PENDIDIKAN EKONOMI
      • 20080210133