Ppt pembelajaran dan pengembangan kurikulum

7,483 views

Published on

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,483
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
326
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ppt pembelajaran dan pengembangan kurikulum

  1. 1. Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum Nikmah Nurvicalesti (06121408007) Arvin Efriani (06121408008) Fathan Bahtra (06121408014)
  2. 2. Kurikulum dan Landasan Pengembangan Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum Zais, 1976:6) mengemukakan berbagai pengertian kurikulum yakni : (i) kurikulum sebagai program belajar, (ii) kurikulum sebagai isi pelajaran, (iii) kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan, (iv) kurikulum sebagai pengalaman dibawah tanggung jawab sekolah, dan (v) kurikulum sebagai rencana (tertulis) untuk dilaksanakan
  3. 3. Sedangkan Tanner dan Tanner (1980) mengungkapkan konsep-konsep kurikulum, yaitu : (i) kurikulum sebagai pengetahuan yang diorganisasikan, (ii) kurikulum sebgai modus mengajar, (iii) kurikulum sebagai arena pengalaman, (iv) kurikulum sebagai pengalaman, (v) kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing. Secara umum konsep-konsep kurikulum terdiri dari : a. Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. b. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran. c. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran. d. Kurikulum sebagai hasil belajar. e. Kurikulum sebagai pengalaman belajar.
  4. 4. 2. Landasan Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimana pembuatan kurikulum akan berjalan. Bond dan Wiles (1989:87) mengemukakan bahwa pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi banyak hal yakni: (1) kemudahan-kemudahan suatu analisis tujuan, (2) rancangan suatu program, (3) penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan dan (4) peralatan dalam evaluasi proses ini. Secara singkat, pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba, 1962:6) Kurikuum mengacu pada tiga unsur, yaitu: (1) nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya; (2) fakta emperik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum, baik berdasarkan penilaian kurikulum, studi, maupun survei lainnya; dan (3) landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotnya (Depdikbud, 1986:1).
  5. 5. Landasan Filosofis. Filsafat didefinisikan sebagai sebuah studi tentang hakikat realitas, hakikat ilmu pengetahuan, hakikat sistem nilai, hakikat nilai kebaikan, hakikat keindahan, dan hakikat pikiran (Winecoff, 1988 : 13). Landasan filosofis pengembangan kurikulum di Indonesia , yakni nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya yakni Pancasila. b.Landasan Sosial-Budaya-Agama Untuk melaksanakan penerimaan, penyebarluasan, perlestarian, atau penolakan dan pelepasan nilai-nilai sosial-budaya-agama, maka masyarakat memanfaatkan pendidikan yang dirancang melalui kurikulum. c. Landasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) juga dimanfaatkan untuk memecahkan masalah a.
  6. 6. d.Landasan Kebutuhan Masyarakat. Adanya falsafah hidup, perubahan sosial budaya agama, perubahan iptek dalam suatu masyarakat akan merubah pola kebutuhan masyarakat. Sehingga salah satu landasan pengembangan kurikulum adalah kebutuhan masyarakat yang dilayani melalui kurikulum yang dikembangkan. e.Landasan Perkembangan Masyarakat Proses pendidikan yang sesuai dengan perkembangan masyarakat maka diperlukan rancangannya berupa kurikulum yang landasan pengembangannya berupa perkembangan masyarakat itu sendiri.
  7. 7. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum 1. Komponen Kurikulum a. b. c. d. Tujuan Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatan-kekuatan fundamental bagi kurikulum. Materi/pengalaman belajar Kurikulum pendidikan formal adalah memilih dan menyusun isi supaya tujuan kurikulum dapat dicapai dengan cara paling efektif. Organisasi Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemkian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan (Taba, 1962:290). Evaluasi Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar
  8. 8. 2. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum a. Prinsip Relevansi Relevansi berarti sesuai antara komponen tujuan, isi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi kurikulum, dan juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik dalam pemenuhan tenaga kerja maupun warga masyarakat yang diidealkan b. Prinsip Kontinuitas Isi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi dikembangkan secara berkesinambungan. c. Prinsip Fleksibilitas Kurikulum harus mampu disesuaikan denagn situas dan kondisi setempat dan waktu yang selalu berkembang tanpa merombak tujuan pendidikan yang
  9. 9. 3. Model-model Pengembangan Kurikulum a. Model Administratif (Line-Staff) Model pengembangan kurikulum ini berdasarkan pada cara kerja atasan-bawahan (top-down) yang dipandang efektif dalam pelaksanaan perubahan, termasuk perubahan kurikulum. b. Model Grass-Roots Model ini dikenal juga dengan nama rakyat biasa (grass-roots) semua inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum dari bawah. Model grossroot adalah model bottom-up (dari bawah ke atas).
  10. 10. c. Model Beuchamp Pengembangan kurikulum dengan model Beuchamp memiliki lima bagian pembuatan keputusan. Lima tahap pembuatan keputusan tersebut adalah a. Memutuskan arena pengembangan kurikulum. b. Memilih dan melibatkan personalia pengembangan kurikulum. c. Pengorganisasian dan prosedur pengembangan kurikulum. d. Implementasi kurikulum. e. Evaluasi kurikulum. d. Model Arah Terbalik Taba (Taba’s Inverted Model) e. Model Rogers
  11. 11. Guru dan Pengembangan Kurikulum 1. Pembelejaran dan Kurikulum Hakikat pembelajaran diantaranya adalah : a. Kegiatan dimaksudkan untuk membelajarkan pebelajar. b. Program pembelajarn yang dirancang dan diimplementasikan sebagai suatu system. c. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada pebelajar, d. Kegiatan yang mengarahkan pebelajar kea rah pencapaian tujuan, isi pelajaran, system penyajian, dan system evaluasi dalam
  12. 12. 2. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Peran guru dalam pengembangan kurikulum diwujudkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan berikut : a. Merumuskan tujuan khusus pengajaran berdasarkan tujuan –tujuan kurikulum di atasnya dan karakteristik pebelajar, mata pelajaran/bidang studi, dan karakteristik situai kondisi sekolah/kelas. b. Merencanakan kegiatan pembelajaran yang dapat secara efektif membantu pebelajar mencapai tujuan yang ditetapkan. c. Menerpakan renacana/program pembelajaran yang dirumuskan dalam situasi pembelajaran yang nyata. d. Mengevaluasi hasil dan proses belajar dan pebelajar. e. Menegevaluasi interaksi anatara komponenkomponen kurikulum yang diimplementasikan.

×