Pelajaran Sekolah SABAT ke-11 Triwulan ke-2 2014

58,402 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
58,402
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
49,883
Actions
Shares
0
Downloads
70
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelajaran Sekolah SABAT ke-11 Triwulan ke-2 2014

  1. 1. Petrus dan Yohanes tinggal bersama Yesus selama tiga setengah tahun dan mendengar semua ajaran-ajaran-Nya. Mengapa tidak mengatakan apa-apa tentang pembatalan 10 Hukum TUHAN? Padahal hal ini adalah suatu perubahan yang sangat signifikan. Yakobus dan Yudas adalah saudara Yesus. Mereka melewati masa kanak-kanak dan masa muda bersama, mengikuti-Nya sampai pelayanan misi-Nya. Ketika Yesus mati di kayu salib dan bangkit kembali, mereka percaya kepada- Nya. Lantas mengapa mereka tidak dengan jelas mengajarkan bahwa kita harus memelihara hari Minggu untuk menghormati kebangkitan- Nya?
  2. 2. Paulus menerima wahyu khusus dari Yesus, di jalan ke Damaskus juga selama tiga tahun ia gunakan waktunya menginjili orang- orang bukan Yahudi. Dalam beberapa ayat, tampaknya ia mengatakan bahwa hukum telah dibatalkan, tetapi yang dalam ayat lain dengan jelas ia mengatakan bahwa Hukum tidak dibatalkan. Mengapa ia berbuat seperti itu? Tak satu pun dari para rasul pernah berbicara tentang perubahan dramatis ini, karena Yesus tidak pernah mengajarkan tentang perubahan itu maupun tentang pembatalan Sepuluh Perintah Allah, juga mereka tidak pernah meminta agar hari kebangkitan-Nya diperingati.
  3. 3. Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." Jika YESUS telah membatalkan hukum taurat, mungkinkah Petrus mengatakan hal yang demikian? 1 Petrus 2:11-12. Mendesak orang percaya untuk melawan "keinginan- keinginan daging" (perintah- perintah-7 dan ke-10) Dan menjalani kehidupan "perbuatan baik" (intinya, mematuhi hukum) 2 Petrus 3:2. Panggilan untuk mematuhi ajaran Perjanjian Lama dari "nabi-nabi kudus" Dan untuk mengikuti "perintah Tuhan"
  4. 4. Yohanes & Hukum 1 Yohanes 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Dalam lima buku-bukunya, Yohanes berbicara tentang perintah dan perbuatan baik. Yohanes menekankan bahwa penegakan hukum adalah KASIH. KASIH Yohanes 15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 1 Yohanes 5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak- anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. 2 Yohanes 1:6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
  5. 5. "Dosa mendiamkan suara kesaksian dari Roh Kudus dan memisahkan jiwa dari Tuhan. "Dosa adalah pelanggaran hukum“. dan "Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia." 1 Yohanes 3:6. Meskipun Rasul Yohanes banyak berbicara tentang KASIH dalam surat-suratnya, ia tidak ragu- ragu untuk mengungkapkan karakter sejati dari kelompok orang yang mengaku dikuduskan sementara mereka tinggal di pelanggaran hukum Allah. "Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman- Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. "1 Yohanes 2:4-5. Ini adalah dasar dari setiap pengakuan iman"
  6. 6. Yakobus 2:10,11 “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. Yakobus 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Penekanannya adalah bahwa iman harus disertai dengan perbuatan (ketaatan kepada perintah-perintah)
  7. 7. Yudas 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus. Bagaimana Anda dapat menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu ? Mengajarkan bahwa orang yang telah menerima kasih karunia keselamatan tidak perlu menaati hukum, Yudas menyamakan doktrin ini dengan menyangkal Tuhan dan Yesus Kristus.
  8. 8. Tidak Berlaku? “Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat” (Roma 3:28) “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” (Roma 6:14) “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.” (Gálatia 3:24-25) BERLAKU “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.” (Roma 3:31) “Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!”(Roma 6:15) Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. (Galatia 3:21) Apakah Paulus mengajarkan bahwa hukum itu dibatalkan atau tidak lagi berlaku? Apakah Paulus bingung tentang peran hukum atau kita yang salah menafsirkan kata-katanya?
  9. 9. Bagi mereka yang tidak mengerti pembenaran oleh iman, Paulus tampaknya bertentangan terhadap dirinya sendiri. Dia menyatakan bahwa orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat, namun, orang Kristen yang sama wajib menaatinya..... Jika hukum adalah sarana keselamatan, maka kita tidak akan memiliki harapan hidup yang kekal. Harapan umat manusia tidak dalam hukum Taurat, tetapi di dalam Yesus... Orang Kristen sekarang dapat memelihara hukum Allah dengan kebebasan hati nurani (karena Kristus telah mengambil hukuman atas Hukum (Roma 7:25-8:02).) Kasih karunia Kristus tidak membebaskan kita dari Hukum, melainkan mendorong kita untuk menaatinya.
  10. 10. E.G.W. (Kisah Para Rasul, Pasal 37)

×