Penelitian deskriptif analitis (sulipan)

22,824 views

Published on

Penelitian deskriptif analitis (sulipan)

  1. 1. PENELITIAN DESKRIPTIF ANALITIS Berorientasi Pemecahan Masalah Oleh : Dr. SulipanA. Pendahuluan Pada hakekatnya sebuah penelitian adalah pencarian jawaban dari pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya oleh peneliti. Selanjutnya hasil penelitian akan berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada saat dimulainya penelitian. Untuk menghasilkan jawaban tersebut dilakukan pengumpulan, pengolahan dan analisis data dengan menggunakan metode tertentu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa satu ciri khas penelitian adalah bahwa penelitian merupakan proses yang berjalan secara terus-menerus hal tersebut sesuai dengan kata aslinya dalam bahasa inggris yaitu research, yang berasal dari kata re dan search yang berarti pencarian kembali. Biasanya, begitu seorang peneliti mendapatkan ide adanya masalah atau pertanyaan tertentu, maka pada saat itu juga seorang peneliti mungkin sudah mempunyai jawaban sementara atas masalah itu. Dengan demikian seorang peneliti harus berfikir : Apakah masalah yang sedang terjadi, apakah pertanyaan yang ingin dicari jawabnya, atau apakah hipotesis yang akan diuji. Dalam melakukan penelitian, berbagai macam metode digunakan seiring dengan rancangan penelitian yang digunakan. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam menyusun rancangan penelitian diantaranya adalah: Pendekatan apa yang akan digunakan, metode penelitian dan cara pengumpulan data apa yang dapat digunakan dan bagaimana cara menganalisis data yang diperoleh. Yang perlu diperhatikan bahwa sifat masalah akan menentukan cara-cara pendekatan yang sesuai, dan akhirnya akan menentukan rancangan penelitiannya. Saat ini berbagai macam rancangan penelitian telah dikembangkan dan salah satu jenis rancangan penelitian adalah Penelitian Deskriptif. Berbagai macam definisi tentang penelitian deskriptif, di antaranya adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel
  2. 2. mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuatperbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yanglain (Sugiyono : 2003). Pendapat lain mengatakan bahwa, penelitian deskriptifmerupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasimengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apaadanya pada saat penelitian dilakukan (Suharsimi Arikunto : 2005). Jaditujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penjelasan secarasistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasiatau daerah tertentu. Dalam arti ini pada penelitian deskriptif sebenarnya tidakperlu mencari atau menerangkan saling hubungan atau komparasi, sehinggajuga tidak memerlukan hipotesis. Namun demikian, dalam perkembangannyaselain menjelaskan tentang situasi atau kejadian yang sudah berlangsungsebuah penelitian deskriptif juga dirancang untuk membuat komparasimaupun untuk mengetahui hubungan atas satu variabel kepada variabel lain.Karena itu pula penelitian komparasi dan korelasi juga dimasukkan dalamkelompok penelitian deskriptif (Suharsimi Arikunto : 2005). Secara lebihmendalam tujuan penelitian korelasi adalah untuk mengetahui sejauh manahubungan antar variabel yang diteliti. Penelitian jenis ini memungkinkanpengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya. Hasil yang diperolehadalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidakada saling hubungan tersebut. Dalam penelitian komparatif akan dihasilkaninformasi mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalan, diantaranya apa sejalandengan apa, dalam kondisi apa, pada urutan dan pola yang bagaimana, danyang sejenis dengan itu. Dalam kaitannya dengan tugas mengajar guru maka jenis penelitian yangdiharapkan adalah penelitian yang memiliki dampak terhadappengembangan profesi guru dan peningkatan mutu pembelajaran. Untukitu walaupun penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif yangbersifat ex post facto, namun tetap harus mendeskripsikan upaya yang telahdilakukan guru untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran(Suhardjono: 2005). Upaya tersebut dapat berupa penggunaan metode
  3. 3. pembelajaran yang baru, metode penilaian atau upaya lain dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi guru atau dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran. Dilihat dari syarat penelitian deskriptif yang sesuai dengan kegiatan pengembangan profesi tersebut (mendeskripsikan upaya yang telah dilakukuan), sebenarnya penelitian seperti itu dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian Pre Experimental Design One Shot Case Study atau One-Group Pretest-Posttest Design (Sugiyono: 2003). Namun demikian, karena pelaksanaan penelitian dilakukan setelah kejadian berlangsung maka tetap dapat dikatakan sebagai penelitian deskriptif. Lebih tepatnya, rancangan penelitian seperti itu dapat disebut penelitian deskriptif analitis yang berorientasi pemecahan masalah, karena sesuai dengan aplikasi tugas guru dalam memecahkan masalah pembelajaran atau dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.B. Ilustrasi Sebagai ilustrasi dapat digambarkan sebagai berikut. Pak Sahid seorang guru Fisika SMP kelas IX. Dia mempunyai masalah di kelas IX-A karena siswanya sering gaduh dan malas dalam mengikuti pelajaran. Berkali-kali pak Sahid sudah memperingatkan siswanya agar mengikuti pelajaran dengan baik, tetapi masih belum berhasil juga. Untuk itu dia berfikir untuk menemukan cara bagaimana menarik perhatian siswa agar mau mengikuti pelajaran dengan baik dan aktif dalam belajar. Untuk itu pak Sahid mencoba menerapkan metoda pembelajaran dengan metode penemuan/inkuiri ditambah penggunaan berbagai media pembelajaran. Mulailah dirancang langkah-langkah pembelajaran tersebut dan dituangkannya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Selanjutnya pak Sahid mulai menerapkan metode tersebut yang ternyata mampu menarik siswanya sehingga mau mengikuti pelajaran dengan baik dan lebih aktif dari sebelumnya. Selama pelajaran berlangsung pak Sahid mencatat segala tingkah laku siswa, mana hal-hal yang membuat siswa senang dan termotivasi, dan mana yang kurang menarik siswa. Dia juga merekam nilai yang diperoleh siswa sebelum dan setelah metode tersebut diterapkan.
  4. 4. Karena keberhasilannya tersebut pak Sahid ingin mengetahui lebih mendalam tentang sebab-sebab siswa tidak tertarik dan kemudian menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran. Dia mulai menanyai (wawancara) siswanya tentang apa yang membuat menarik dan mana yang tidak menarik, mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak perlu dan sebagainya. Selain itu dia juga membuat angket yang dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam pendapat siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkannya. Dari hasil wawancara, angket maupun hasil penilaian, kemudian dilakukan analisis dan pembahasan tentang penyebab ketidaktertarikan dan penyebab ketertarikan siswa, hal-hal yang membuat siswa bergairah dan sebagainya. Selanjutnya pak Sahid menuliskan segala pengalamannya dalam bentuk laporan penelitian, dituliskannya upaya yang telah dilakukan tersebut secara sistematis mulai dari latar belakang mengapa dia menerapkan metode pembelajaran baru, rumusan masalahnya, landasan teori dan metode penelitian yang digunakan serta teknik analisis/pembahasan dan akhirnya menyusun kesimpulan hasil penelitiannya. Demikian tadi, pak Sahid sudah melakukan penelitian deskriptif analitis tentang upaya yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah dalam proses pembelajaran di kelasnya.C. Persiapan Penelitian Sebuah penelitian beranjak dari masalah yang ditemukan atau dirasakan. Yang dimaksud masalah adalah setiap hambatan atau kesulitan yang membuat seseorang ingin memecahkannya. Jadi sebuah masalah harus dapat dirasakan sebagai satu hambatan yang harus diatasi apabila kita ingin melakukan sesuatu. Dalam arti lain sebuah masalah terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara kenyataan dengan yang seharusnya. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu. Setelah masalah diidentifikasi, dipilih, maka lalu perlu dirumuskan. Perumusan ini penting, karena berdasarkan rumusan tersebut akan ditentukan
  5. 5. metode pengumpulan data, pengolahan data maupun analisis dan peyimpulanhasil penelitian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskanmasalah, yaitu: Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat danjelas, memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data, dancara menganalisisnya. Setelah masalah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencariteori-teori, konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teoritis penelitianyang akan dilakukan itu. Hal lain yang lebih penting makna dari penelaahankepustakaan adalah untuk memperluas wawasan keilmuan bagi para calonpeneliti, karena kita sadari bahwa semua informasi yang berkaitan dengankeilmuan dalam hal ini teori ataupun hasil penelitian para ahli semua sudahtertuang dalam kepustakaan. Secara garis besar, sumber bacaan itu dapat dibedakan menjadi duakelompok, yaitu (a) sumber acuan umum, dan (b) sumber acuan khusus.Teori-teori dan konsep-konsep pada umumnya dapat diketemukan dalamsumber acuan umum, yaitu kepustakaan yang berwujud buku-buku teks,ensiklopedia, dan sejenisnya. Generalisasi-generalisasi dapat ditarik darilaporan hasil-hasil penelitian terdahulu itu pada umumnya seperti jurnal, tesis,disertasi dan lain-lain sumber bacaan yang memuat laporan hasil penelitian.Dua kriteria yang biasa digunakan untuk memilih sumber bacaan itu ialah (a)prinsip kemutakhiran dan (b) prinsip relevansi. Setelah peneliti menjelaskan permasalahan secara jelas maka diperkirakanselanjutnya adalah suatu gagasan tentang letak persoalan atau masalahnyadalam hubungan yang letak-letak persoalan atau masalahnya dalam hubunganyang lebih luas. Dalam hal ini peneliti harus dapat memberikan sederetanasumsi dasar atau anggapan dasar. Anggapan dasar ini merupakan landasanteori di dalam melaporkan hasil penelitian nanti. Untuk sebuah penelitiandeskriptif yang bertujuan mendeskripsikan gejala yang ada maka setelahditetapkan anggapan dasar maka dapat langsung melangkah padaidentifikasi variabel. Namun untuk penelitian deskriptif yang akan
  6. 6. dilanjutkan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel, makalangkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifatsementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui datayang terkumpul. Konsep penting lain mengenai hipotesis adalah mengenaihipotesis nol. Hipotesis nol, yang biasa dilambangkan dengan Ho, adalahhipotesis yang menyatakan tidak adanya saling hubungan antara dua variabelatau lebih, atau hipotesis yang menyatakan tidak adanya perbedaan antarakelompok yang satu dan kelompok yang lainnya. Di dalam analisis statistik,uji statistik biasanya mempunyai sasaran untuk menolak kebenaran hipotesisnol itu. Hipotesis lain yang bukan hipotesis nol disebut hipotesis alternatif,yang biasa dilambangkan dengan Ha, yang menyatakan adanya salinghubungan antara dua variabel atau lebih, atau menyatakan adanya perbedaandalam hal tertentu pada kelompok-kelompok yang berbeda. Pada umumnya,kesimpulan uji statistik berupa penerimaan hipotesis alternatif sebagai halyang benar. Selanjutnya perlu dilakukan identifikasi variabel dan variabel-variabeltersebut perlu didefinisikan secara operasional. Penyusunan definisioperasional ini perlu, karena definisi operasional itu akan menunjuk alatpengambil data mana yang cocok untuk digunakan.Variabel dapat dibedakanatas kuantitatif dan kualitatif. Contoh variabel kuantitatif misalnya banyaknyasiswa dalam kelas, jumlah alat praktikum yang disediakan dan sejenisnya.Contoh variabel kualitatif misalnya kedisiplinan siswa, keseriusan guru dalammengajar, dan sejenisnya. Berkaitan dengan kuantifikasi, data biasadigolongkan menjadi empat jenis, yaitu (1) data nominal; (2) data ordinal;(3) data interval; dan (4) data ratio. Demikian pula variabel, kalau dilihatdari segi ini biasa dibedakan cara yang sama. Variabel nominal, yaitu variabelyang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan, contoh : jenis kelamin,status perkawinan, dan sejenisnya. Variabel ordinal, yaitu variabel yangdisusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. Jenjang tertinggi biasadiberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu dibawahnya diberi
  7. 7. angka 3, dan dibawahnya lagi diberi angka 4, dan seterusnya. Contoh : hasillomba cerdas cermat, peringkat siswa di kelas, dan sejenisnya. Variabelinterval, yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalampengukuran itu diasumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama.Contoh : variabel interval misalnya prestasi belajar, sikap terhadap metodepembelajaran, dan sejenisnya. Variabel ratio, adalah variabel yang dalamkuantifikasinya memiliki angka nol mutlak. Dalam hal subyek peneltian, maka peneliti dapat memilih apakah akanmeneliti populasi atau sampel. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemenyang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitianpopulasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studisensus. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka disebutpenelitian sampel. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untukmenggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Untuk penelitian yang dilakukanguru di kelasnya, maka yang dilakukan adalah meneliti populasi, karena yangakan diteliti merupakan keseluruhan siswa di kelasnya dan tidak akandigunakan untuk generalisasi pada siswa di kelas atau sekolah lain. Selanjutnya ditentukan metode pengumpulan data, yang diantaranyameliputi metode wawancara, angket, pengamatan dan dokumentasi.Apabila kita katakan bahwa untuk memperoleh data kita gunakan metodewawancara, maka di dalam melaksanakan pekerjaan wawancara ini,pewawancara menggunakan alat bantu. Secara minimal alat bantu tersebutberupa rambu-rambu pertanyaan yang akan ditanyakan dan biasanya disebutpedoman wawancara. Untuk memperoleh jawaban secara tertulis dariresponden, digunakan angket atau kuesioner. Angket adalah sejumlahpertanyaan tertulis yang digunakan untuk memproleh informasi dariresponden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.Istilah angket digunakan untuk menyebutkan metode maupun instrumen. Jadidalam menggunakan metode angket berarti instrumen yang digunakan adalahangket. Selanjutnya data dapat diambil melalui proses pengamatan atau
  8. 8. observasi. Pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan non sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamatan dan pengamatan sistematis, yang dilakukan oleh pengamatan dengan menggunakan pedoman dalam melakukan pengamatan. Saat melakukan penelitian di mana sumber datanya berupa tulisan atau dokumen, digunakan metode dokumentasi. Dalam sebuah penelitian, instrumen pengumpul data menentukan kualitas data yang dikumpulkan dan kualitas data itu menentukan kualitas penelitiannya. Karena itu pembuatan instrumen pengumpul data harus dilakukan dengan hati-hati. Agar data penelitian mempunyai kualitas yang cukup tinggi, maka instrumen pengumpul datanya harus memenuhi syarat- syarat sebagai alat ukur yang baik, yaitu (1) reliabilitas atau keterandalan, dan (2) validitas atau kesahihan. Reabilitas sesuatu alat ukur menunjukan keajegan hasil pengukuran apabila alat ukur yang sama tersebut digunakan oleh orang yang berbeda atau dalam waktu yang berbeda. Secara implisit reabilitas juga mengandung obyektifitas, karena hasil pengukuran tidak terpengaruhi oleh siapa pengukurnya maupun kapan mengukurnya. Validitas atau kesahihan menunjukan sampai sejauh mana kesesuaian atau keakuratan alat ukur tersebut untuk mengukur obyek yang dimaksudkan untuk diukur.D. Pelaksanaan Pengumpulan dan Pengolahan Data Setelah peneliti melakukan persiapan seperti dijelaskan di atas, maka selanjutnya dilakukan pengumpulan data. Untuk seorang guru, pengumpulan data dapat dilakukan di kelasnya sendiri. Dalam hal rancangan penelitian deskriptif aplikatif, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket (bagi siswa SMP, SMA, SMK) atau wawancara (bagi siswa TK atau SD) dan data yang dikumpulkan misalnya tentang tanggapan siswa atas metode pembelajaran baru yang telah dilakukan guru atau hasil observasi atas sikap siswa pada saat guru menyajikan pembelajaran dengan metode baru. Data lain yang perlu dikumpulkan misalnya adalah nilai hasil
  9. 9. belajar siswa, yang diperoleh dari metode dokumentasi, dan keaktifan siswa, yang diperoleh dari hasil pengamatan. Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera dilakukan pengolahan data. Pertama-tama data itu diseleksi atas dasar reliabilitas dan validitasnya. Data yang rendah reliabilitas dan validitasnya serta data yang kurang lengkap digugurkan atau dilengkapi sesuai aturan. Selanjutnya data yang lolos seleksi tersebut disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan lain-lain agar memudahkan dalam pengolahan serta analisis selanjutnya.E. Analisis dan Penarikan Kesimpulan Data hasil olahan tersebut kemudian harus dianalisis, untuk data kuantitatif (data dalam bentuk bilangan) dianalisis secara statistik, untuk data yang bersifat kualitatif (deskriptif kualitatif) dilakukan analisis non statistik. Data deskriptif kualitatif sering hanya dianalisis menurut isinya dan karenanya analisis seperti ini juga disebut analisis isi (content analysis). Dalam analisis deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel data yang berisi frekuensi, dan kemudian dihitung mean, median, modus, persentase, standar deviasi atau lainnya. Untuk analisis statistik, model analisis yang digunakan harus sesuai dengan rancangan penelitiannya. Apabila penelitian yang dilakukan guru hanya berhenti pada penjelasan masalah dan upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan (untuk meningkatkan mutu pembelajaran), maka setelah disajikan data hasil wawancara, angket, pengamatan atau dokumentasi, maka selanjutnya dianalisis atau dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut. Tetapi apabila penelitian juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan maka harus dilakukan pengujian hipotesis sebagaimana hipotesis yang telah ditetapkan untuk diuji. Misalnya uji statistik yang dilakukan adalah uji hubungan, maka akan diperoleh hasil uji dalam dua kemungkinan, yaitu hubungan antar variabel-variabel penelitian atau perbedaan antara sampel-sampel yang diteliti, dengan taraf signifikansi tertentu, misalnya 5% atau 10%., atau dapat terjadi hubungan antar variabel
  10. 10. penelitian atau perbedaan antara sampel yang diteliti tidak signifikan. Apabila ternyata dari hasil pengujian diketahui bahwa hipotesis alternatif diterima (hipotesis nol ditolak) berarti menyatakan bahwa dugaan tentang adanya saling hubungan atau adanya perbedaan diterima sebagai hal yang benar, karena telah terbukti demikian. Sebaliknya dalam kemungkinan hasil yang kedua dinyatakan hipotesis alternatif tidak terbukti kebenarannya, maka berati hipotesis nol yang diterima. Dengan telah diambilnya hasil pengujian mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis maka berati analisis statistik telah selesai, tetapi perlu diingat bahwa pelaksanaan penelitian masih belum selesai, karena hasil keputusan tersebut masih harus diberi interprestasi atau pemaknaan. Hasil analisis dari pengujian hipotesis dapat dikatakan masih bersifat faktual, untuk itu selanjutnya perlu diberi arti atau makna oleh peneliti. Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti kebenarannya. Jika memang demikian yang terjadi, maka kemungkinan pembahasan menjadi tidak terlalu berperan walaupun tetap harus dijelaskan arti atau maknanya. Tetapi jika hipotesis penelitian itu ternyata tidak tahan uji, yaitu ditolak, maka peranan pembahasan menjadi sangat penting, karena peneliti harus mengekplorasi dan mengidentifikasi sumber masalah yang mungkin menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian. Akhirnya dalam kesimpulan harus mencerminkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Jangan sampai antara masalah penelitian, tujuan peneltian, landasan teori, data, analisis data dan kesimpulan tidak ada runtutan yang jelas. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berpikir yang runut seperti itu maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya.F. Kriteria Karya Ilmiah Dalam Penilaian Angka Kredit Guru
  11. 11. Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa program bimbingan difokuskanpada tiga jenis karya ilmiah, yaitu penelitian deskriptif, penelitian eksperimendan penelitian tindakan kelas. Dalam kaitannya dengan penilaian angka kreditguru terhadap penulisan karya ilmiah, maka salah satu kriteria karya tulisilmiah adalah Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten (Suharjono, 2006). Jadi yangperlu diperhatikan bahwa karya tulis ilmiah tersebut harus asli buatan sendiri(bukan dibuat orang lain), perlu atau bermanfaat untuk pengembangan profesiguru, ilmiah dalam arti sesuai kaidah keilmuan dan penulisan ilmiah, sertakonsisten dalam hal bidang yang diteliti, yang diantaranya meliputikesesuaian dengan tugas guru yaitu bidang pendidikan khususnyapembelajaran, dan sesuai dengan latar belakang guru yang bersangkutan. Sehubungan dengan kriteria di atas, maka yang berkaitan dengan nilaikemanfaatan adalah keharusan adanya tindakan yang bermanfaat atau upayayang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dengandemikian, jenis karya tulis ilmiah yang sesuai dengan kriteria tersebut adalahjenis penelitian tindakan kelas dan penelitian eksperimen. Dengan demikianmeskipun jenis penelitian deskriptif diperbolehkan, namun tetap harusmemiliki nilai manfaat untuk pengembangan profesinya. Jadi tidak bolehhanya penelitian yang sifatnya mendeskripsikan kejadian yang ”biasa” terjadi,misalnya (yang banyak ditulis dan ditolak/tidak diberikan angka kredit) :Hubungan Antara Kondisi Ekonomi Orang Tua dengan Prestasi BelajarSiswa, Kaitan antara Kurikulum dengan Motivasi Belajar Siswa, PerananPerpustakaan Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa, dan sejenisnya.Penelitian tentang hal itu memang termasuk penelitian yang bersifat ilmiah,tetapi kurang bermanfaat dalam hal pengembangan profesi guru. Agarpenelitian deskriptif tetap memiliki nilai manfaat yang tinggi maka materiyang diangkat sebaiknya tetap berupa deskripsi atau telaah tentang tindakanyang dilakukan atau upaya yang telah dilakukan oleh guru (si penulis sendiri)untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Supaya lebih jelas di sini dikutippendapat Suhardjono (2006) dalam hal karya tulis ilmiah yang tidakmemenuhi persyaratan dalam hal kemanfaatan:
  12. 12. 1. Masalah yang dikaji terlalu luas, tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan profesi si penulis.2. Masalah yang ditulis tidak menunjukan adanya kegiatan nyata penulis dalam peningkatan/pengembangan profesinya.3. Masalah yang ditulis sangat mirip dengan KTI yang telah ada sebelumnya, telah jelas jawabannya, kurang jelas manfaatnya, dan merupakan hal yang mengulang-ulang.”Selain hal di atas, agar sebuah karya tulis ilmiah benar-benar meyakinkanbahwa penelitian tersebut benar-benar dilakukan, maka harus dilampirkanbeberapa hal yang berkaitan dengan penelitan seperti instrumen (pedomanwawancara, pedoman observasi, angket, test hasil relajar dll), contoh hasilkerja siswa, data hasil penelitian, print-out analisis, daftar hadir, ijinpenelitian, serta bukti lain yang dipandang perlu.Akhirnya di bawah ini dituliskan sistematika laporan penelitian deskriptif,dari bagian awal hingga akhir.BAGIAN AWAL1. Halaman judul2. Halaman Pengesahan3. Abstrak4. Kata Pengantar5. Daftar Isi dan lampiran-lampiranBAGIAN ISI:BAB I : PENDAHULUANA. Latar Belakang: berisi uraian tentang kondisi lapangan disertai deskripsi masalahnya, dengan dukungan data awal yang memperjelas adanya masalah. Untuk memecahkan masalah diperlukan tindakan tertentu yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran atau memecahkan masalah yang dihadapi.
  13. 13. B. Rumusan Masalah (sebaiknya kalimat tanya): misalnya: (1) Bagaimanakah sikap/penerimaan siswa terhadap penggunaan metode pembelajaran Diskoveri; (2) Sejauh mana peningkatan keaktifan siswa setelah dilakukan pembagian kelompok belajar di kelasnya?; (3) Sejauh mana hubungan antara sikap/penerimaan siswa terhadap penggunaan metode pembelajaran Diskoveri dengan peningkatan prestasi hasil belajar.C. Tujuan Penelitian: (sesuaikan dengan rumusan masalah)D. Manfaat Penelitian: (sesuaikan dengan apa yang direncanakan pada proposal, namun peneliti dapat mengembangkan)BAB II : LANDASAN TEORIKemukakan teori dan pustaka yang relevan dengan permasalahan danpemecahan masalah/tindakan yang dilakukan. Dengan demikian diperlukanteori yang mendukung argumentasi teoritis yang menunjukkan bahwa denganpemecahan masalah/tindakan yang diberikan dimungkinkan dapatberpengaruh positif terhadap hasil/mutu proses pembelajaran pada mata ajarantertentu. Bila diperlukan pada akhir bab 2 ini dapat dikemukakan hipotesisyang akan diuji melalui penelitian ini.BAB III : METODE PENELITIANDeskripsikan upaya pemecahan masalah atau tindakan yang yang telahdilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dalam rangkapenelitian, yang memuat: Subyek penelitian, langkah-langkah atau prosedurpenelitian, metode pengumpulan data dan jenis instrumen penelitian yangakan digunakan dan syarat validitas dan reliabilitasnya, serta teknik analisisdatanya. Untuk penelitian deskriptif yang dikaitkan dengan tingkat hubunganantar variabel maka juga harus disesuaikan teknik pengujian hipotesis dananalisis datanya.BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  14. 14. Berikan gambaran tentang subyek penelitian dengan disertai kondisi nyatapada kelas tempat penelitian berlangsung. Kemukakan adanya perubahanyang terjadi pada diri siswa, lingkungan kelas, guru sendiri, motivasi/minatbelajar, dan hasil belajar atas tindakan atau upaya yang dilakukan untukmemecahkan masalah atau meningkatkan mutu pembelajaran. Data dapatdisajikan dalam bentuk narasi/uraian, tabel atau bagan Sajikan data hasilpenelitian untuk setiap kelompok sebagai dasar analisis dengan beberapaketerangan yang relevan. Kemukakan hasil pengolahan atau analisis data hasilpenelitian. Tunjukkan bahwa dengan upaya pemecahan masalah atau tindakantersebut terjadi perubahan yang diharapkan. Pada kesimpulan untuk análisisyang dilakukan secara statistik, apabila telah membuktikan kebenaranhipotesis atau adanya hubungan maka dilanjutkan dengan pemaknaan atashasil yang diperoleh tersebut. Pada pembahasan berikan kejelasan yangmemperkuat dari hasil analisisnya, dengan memberikan berbagai argumentasilogis yang mendukung.BAB V : KESIMPULAN DAN SARANSajikan kesimpulan hasil penelitian sesuai dengan tujuan/masalah penelitianyang telah disampaikan sebelumnya serta dengan mendasarkan hasil analisisyang diperoleh.pada bab IV. Berikan saran dan tindak lanjut berdasarkankesimpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupunnegatifnya.DAFTAR PUSTAKAMemuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian denganmenggunakan sistem yang telah dibakukan secara konsisten.Lampiran-lampiran :Lampiran berisi semua instrumen yang digunakan (pedoman wawancara,pedoman observasi, angket, test hasil belajar dll), contoh hasil kerja siswa,
  15. 15. data hasil penelitian, print-out analisis, daftar hadir, ijin penelitian, serta bukti lain yang dipandang perlu.Last modified: Sabtu, 5 Mei 2007, 15:27

×