Your SlideShare is downloading. ×
DRAFT AWAL     PETUNJUK PELAKSANAAN       PERATURAN MENTERI KESEHATAN       NOMOR : HK.02.02/MENKES/148/I/2010            ...
PETUNJUK PELAKSANAAN     PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO.: HK.02.02/MENKES/148/I/2010           IZIN DAN PENYELENGGARAAN PR...
bekerjasama dengan Bagian HUKORMAS Kementerian Kesehatan dan organisasi profesiPersatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)...
22. Surat Keputusan MUNAS PPNI Nomor 09/MUNAS VI/PPNI/2000 tentang Kode Etik    Keperawatan Indonesia23. Surat Keputusan D...
7.   Perawat Profesional Spesialis adalah seseorang perawat yang disiapkan diatas level     perawat profesional dan mempun...
BAB II                    KEWENANGAN, HAK DAN KEWAJIBANA. KEWENANGAN 1. Pengertian    Kewenangan perawat adalah hak dan ot...
4. Kewenangan dalam melaksanakan praktik keperawatan  4.1.    Melaksanakan pengkajian dasar kepada individu, keluarga, kel...
B. HAK Hak perawat dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut : 1. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanaka...
6. Mengembangkan diri sesuai bidang profesinya dan perkembangan IPTEK.7. Melakukan pencatatan dan pelaporan penyelenggaraa...
BAB III                            TINDAKAN KEPERAWATANPermenkes Nomor : HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Pasal 8, 9, 10, 11 dan...
4.  Pendidikan kesehatan adalah pengembangan dan pemberian intruksi dan pengalaman    pembelajaran untuk memfasilitasi per...
3. Mendukung atau mengadaptasikan terhadap lingkungan4. Membantu menjaga keseimbangan sistem5. Memberikan pelayanan kepera...
2   Memenuhi Kebutuhan Nutrisi           Memenuhi Kebutuhan Nutrisi     Memasang Naso Gastric Tube  Kompetensi Perawat G...
jaringan mati       Irigasi luka/ drainage       Membalut luka       Melakukan perawatan drainage        luka       Me...
manual       Melakukan      pemeriksaan        rectal       Bowel training       Pendidikan       kesehatan        tent...
8    Memenuhi Kebutuhan Istirahat Memenuhi Kebutuhan Istirahat     Dan Tidur                          Dan Tidur      Mela...
stress exercises klien        Menyiapkan       dan   melakukan         perawatan klien pre, intra dan         post dialis...
12   Memenuhi Kebutuhan Manajemen             Memenuhi Kebutuhan Manajemen     Nyeri                                    Ny...
15   Memenuhi Kebutuhan Interaksi        Memenuhi Kebutuhan Interaksi     Sosial                              Sosial     ...
18   Memenuhi Kebutuhan Lingkungan       Memenuhi Kebutuhan     Sehat                               Lingkungan Sehat     ...
dini                                         Menolong persalinan kala – III                                          kead...
D. Perawatan            vulva &            perineum         E. Perawatan            kebersihan diri         F. Kegel’s exe...
dispeurenia            Melaksanakan rujukan masalah             menopouseII. KEBUTUHAN KEPERAWATAN KELUARGA, KELOMPOK DAN...
 Melaksanakan advokasi penanganan masalah kesehatan/ keperawatan          kelompok/ masyarakat        Melaksanakan upaya...
5. Program Promosi Kesehatan : Mengajarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat      (PHBS)   6. Program Pelayanan Medik dasar ...
1.   Persyaratan administratif untuk mengajukan permohonan STR kepada     Majelis Tenaga Kesehatan MTKP dan MTKI.     a. P...
5) Pas foto berwarna terbaru 4x6 dua lbr.  2.   Persyaratan administratif untuk mengajukan permohonan SIPP atau SIKP kepad...
PeralatanPeralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan praktik keperawatan adalah : a. Alat Tenun b. Alat Kesehatan c. Bahan...
9      Gunting Verban                          1 set  10      Set Balutan                             1 set  11      Hecti...
Alat Rumah Tangga Minimal di Ruang Praktik Keperawatan     NO        NAMA ALAT            JUMLAH                DATA TEKNI...
BAB V                                      PENUTUPJuklak ini digunakan oleh perawat maupun stakeholder terkait dalam mener...
Lampiran Formulir 1Perihal : Permohonan Surat Izin Kerja Perawat /Surat Izin Praktik Perawat          (SIKP/SIPP)Kepada Yt...
Lampiran Formulir 2                  KOP PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA ...                        SURAT IZIN KERJA PERA...
Lampiran Formulir 3                  KOP PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA ...                       SURAT IZIN PRAKTIK PER...
Lampiran formulir 4                         IZIN PRAKTIK PERORANGAN PERAWATI. PERSYARATAN  A. Permohonan Surat Tanda Reges...
II. CONTOH PERMOHONAN  A. Permohonan Surat Tanda Regestrasi ( STR )  Lampiran          : Satu gabung.  Perihal           :...
Lampiran Formulir 5               IZIN PRAKTIK BERKELOMPOK PERAWATI. PERSYARATAN  1.   Foto copy akta pendirian yayasan ( ...
II.   CONTOH PERMOHONAN IZIN PRAKTIK BERKELOMPOK      PERAWAT      Kepada yth :      Bupati ______________      c/q Kepala...
III. CONTOH PERMOHONAN REKOMENDASI   Lampiran               : 1 ( satu ) gabung   Perihal                : Permohonan Reko...
B. Permohonan Surat Ijin Kerja ( SIK )Lampiran           : Satu gabung.Perihal            : Permohonan Surat Ijin Kerja ( ...
C. Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat( SIPP )Lampiran           : Satu gabung.Perihal            : Permohonan Surat Iji...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Draft juklak 148 11 jan 2012 rev

5,473

Published on

Published in: Education
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,473
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Draft juklak 148 11 jan 2012 rev"

  1. 1. DRAFT AWAL PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : HK.02.02/MENKES/148/I/2010 TENTANGIZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWATKEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 1
  2. 2. PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN NO.: HK.02.02/MENKES/148/I/2010 IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWAT BAB I PENDAHULUANLATAR BELAKANGPerawat sebagai tenaga professional bertanggung jawab dan berwenang memberikan pelayanankeperawatan secara mandiri dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengankewenangannya, terutama terkait dengan lingkup praktik dan kewenangan perawat.Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui kerjasama bersifatkolaborasi dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatansesuai lingkup kewenangan dan tanggung jawabnya. Lingkup kewenangan perawat dalampraktik keperawatan professional meliputi sistem klien (individu, keluarga, kelompok khususdan masyarakat) dalam rentang sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan.Dalam memberikan pelayanan keperawatan, tenaga perawat bertanggung jawab dalammemberikan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan klien terutama dalam pemenuhankebutuhan dasar dan kemampuan melaksanakan penanganan masalah kesehatannya. Pelayanankeperawatan yang diberikan oleh perawat dapat dilaksanakan di Institusi sarana pelayanankesehatan maupun dalam bentuk praktik mandiri Perawat. Semakin meningkatnya pendidikandan kesadaran masyarakat sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan, maka diperlukanadanya ketentuan hukum yang mengatur perizinan dan penyelenggaraan praktik Perawat.Untuk penerapan praktik keperawatan tersebut perlu ketetapan (legislasi) yang mengatur hakdan kewajiban perawat yang terkait,dengan pekerjaan profesi. Legislasi dimaksudkan untukmemberikan perlindungan hukum bagi masyarakat dan perawat. Dalam rangka perlindunganhukum tersebut memperoleh ijin penyelenggaraan praktik (lisensi).Berdasarkan hal tersebut perawat harus dapat mengantisipasi keadaan yang diinginkan olehklien dengan meningkatkan profesionalisme sebagai seorang perawat serta memahamikewenangan, hak dan kewajiban.Untuk melindungi tenaga perawat akan adanya tuntutan dari klien/pasien perlu ditetapkandengan jelas apa hak, kewajiban serta kewenangan perawat, agar tidak terjadi kesalahan dalammelakukan tugasnya, serta memberikan suatu kepastian hokum dan perlindungan hukum bagitenaga perawatKementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan Permenkes Nomor :HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang "Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat".Peraturan ini perlu dijabarkan lebih lanjut, maka Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan 2
  3. 3. bekerjasama dengan Bagian HUKORMAS Kementerian Kesehatan dan organisasi profesiPersatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyusun petunjuk pelaksanaan PermenkesNomor : HK.02.02/MENKES/148/I/2010 yang meliputi hak, kewajiban dan kewenanganPerawat, Penyelenggaraan praktik Perawat, Perizinan dan persyaratan Penyelenggaraan praktikPerawat, Pembinaan dan Pengawasan Praktik Perawat.B. DASAR HUKUM1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan2. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit3. Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional4. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen5. Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah6. Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat & Daerah7. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan8. KUHAP pasal 170 tentang Wajib Simpan Rahasia Jabatan.9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1787 Tahun 2010 Tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan.10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan12. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 908/MENKES/SK/VII/2010 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Keperawtan Keluarga.13. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 374 Tahun 2009 Tentang SKN-200914. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1109/MENKES/PER/IX/2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.15. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 279/MENKES/SK/IV/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas16. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 836/MENKES/SK/VI/2005 tentang Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat dan Bidan17. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1280/Menkes/SK/X/2002 tentang Petunjuk Tehnis Penentuan Angka Kredit dan Jabatan Fungsional Perawat18. Surat Keputusan Dirjen Yanmed Nomor HK 00.06.5.1.311 Tentang Penerapan Pedoman Perawatan Kesehatan Di Rumah19. Surat Keputusan Dirjen Dirjen Yanmed Nomor YM.00.03.2.6.956 tentang Hak dan Kewajiban Perawat dan Bidan di Rumah Sakit20. Surat Keputusan Dirjen Dirjen Yanmed Nomor YM.00.03.2.6.7637 tahun 1993 tentang Berlakunya Standar Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit21. Surat Keputusan Menpan Nomor 94/KEP/M.PAN/11/2001 tentang Jabatan Fungsional Perawat 3
  4. 4. 22. Surat Keputusan MUNAS PPNI Nomor 09/MUNAS VI/PPNI/2000 tentang Kode Etik Keperawatan Indonesia23. Surat Keputusan DPP. PPNI. Nomor 020/DPP/II/1991 tentang Lafal Sumpah Perawat24. Surat Edaran Nomor 1107/Menkes/E/VII/2000 tentang kewenangan provinsi dibidang kesehatanC. TUJUANa. Tujuan Umum Adapun tujuan dari penyusunan Petunjuk Pelaksanaan ini adalah sebagai panduan bagi pemerintah Kabupaten/kota, organisasi profesi (PPNI) dan pihak-pihak terkait untuk mengatur Penyelenggaraan praktik Perawat dan sebagai pedoman bagi perawat dalam memperoleh perizinan dan menyelenggarakan praktik keperawatan.b. Tujuan Khusus 1. Memahami hak, kewajiban, dan kewenangan perawat dalam penyelenggaraan praktik. 2. Mampu melaksanakan intervensi/pelayanan sesuai kewenangan perawat dalam penyelenggaraan praktik. 3. Mampu mendayagunakan tenaga perawat sesuai kewenangan dan kompetensi. 4. Tersedianya acuan dalam penyusunan peraturan pelimpahan kewenangan perawat.D. PENGERTIAN1. Hak adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu Badan Hukum guna mendapatkan atau memutuskan untuk berbuat sesuatu2. Kewajiban adalah sesuatu yang harus diperbuat atau harus dilakukan oleh seseorang atau suatu Badan Hukum3. Kewenangan adalah hak dan otonomi untuk melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan kemampuan, tingkat pendidikan dan posisi di sarana kesehatan.4. Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan keperawatan baik didalam maupun diluar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.5. Perawat vokasional adalah seseorang yang mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik dengan batasan tertentu dibawah supervisi langsung maupun tidak langsung oleh Perawat Profesioal dengan sebutan Lisenced Vocasional Nurse (LVN)6. Perawat professional adalah tenaga professional yang mandiri, bekerja secara otonom dan berkolaborasi dengan yang lain dan telah menyelesaikan program pendidikan profesi keperawatan, telah lulus uji kompetensi perawat profesional yang dilakukan oleh konsil dengan sebutan Registered Nurse (RN) 4
  5. 5. 7. Perawat Profesional Spesialis adalah seseorang perawat yang disiapkan diatas level perawat profesional dan mempunyai kewenangan sebagai spesialis atau kewenangan yang diperluas dan telah lulus uji kompetensi perawat profesional spesialis.8. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yaitu RS, Puskesmas, Poliklinik dan atau unit kesehatan lainnya9. Praktik keperawatan adalah tindakan perawat melalui kolaborasi dengan klien dan atau tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan yang dilandasi dengan substansi keilmuan khusus, pengambilan keputusan dan keterampilan perawat berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip ilmu biologis, psikolologi, sosial, kultural dan spiritual10. Praktik mandiri adalah praktik perawat swasta yang dapat dilakukan secara perorangan atau berkelompok.11. Standar adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi yang meliputi standar pelayanan, standar profesi, dan standar prosedur operasional.12. Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.13. Surat Izin Kerja Perawat, selanjutnya disingkat SIKP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada Perawat yang sudah memenuhi persyaratan untuk bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan14. Surat Izin Praktik Perawat yang selanjutnya disingkat SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk melakukan praktik keperawatan secara perorangan dan/atau berkelompok.15. Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif, yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat16. Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dasar17. Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat kedua adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan spesialistik18. Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat ketiga adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan subspesialistik19. Obat Bebas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna hijau yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.20. Obat Bebas Terbatas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna biru yang dapat diperoleh tanpa resep dokter.21. Organisasi Profesi adalah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). 5
  6. 6. BAB II KEWENANGAN, HAK DAN KEWAJIBANA. KEWENANGAN 1. Pengertian Kewenangan perawat adalah hak dan otonomi untuk melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan kemampuan, tingkat pendidikan dan posisi di sarana kesehatan 2. Lingkup Kewenangan praktek perawat Lingkup kewenangan praktek perawat adalah melakukan asuhan keperawatan bagi klien pada kondisi sehat dan sakit melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam menjalankan kewenangan praktik keperawatan dalam area: a. Asuhan keperawatan anak dari baru lahir sampai 18 tahun. b. Asuhan keperawatan maternitas pada perempuan, pasangan usia subur yang berkaitan dengan reproduksi tanpa kehamilan, perempuan hamil, perempuan melahirkan, perempuan nifas, perempuan di antara dua persalinan baik kondisi normal maupun beresiko. c. Asuhan keperawatan medikal bedah pada klien usia di atas 18 tahun sampai 60 tahun dengan gangguan fungsi tubuh baik karena trauma atau karena kelainan fungsi tubuh. d. Asuhan keperawatan jiwa pada klien semua usia yang mengalami berbagai masalah kesehatan jiwa. e. Asuhan keperawatan keluarga pada keluarga dengan berbagai masalah kesehatan keluarga sesuai dengan tugas perkembangan keluarga. f. Asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus di wilayah binaan tertentu yang mengalamai berbagai masalah kesehatan masyarakat. g. Asuhan keperawatan gerontik pada klien usia 60 tahun ke atas yang mengalami proses penuaan dan permasalahannya. h. Asuhan keperawatan gawat darurat, critical care, dan bencana 3. Sasaran a. Individu b. Keluarga c. Kelompok d. Masyarakat 6
  7. 7. 4. Kewenangan dalam melaksanakan praktik keperawatan 4.1. Melaksanakan pengkajian dasar kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan 4.2. Pengkajian lanjutan pada individu, keluarga, kelompok, masyarakat di sarana kesehatan 4.3. Melaksanakan analisis data: adalah untuk merumuskan diagnosis keperawatan lanjutan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan 4.4. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana dan kompleks pada individu, keluarga, masyarakat disarana kesehatan 4.5. Melaksanakan tindakan keperawatan sesuai jenjang kompetensi perawat yang akan dijabarkan pada bab III 4.6. Melakukan penyuluhan kesehatan meliputi : a. menyusun program penyuluhan dengan metode sederhana kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat b. melakukan penyuluhan kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat 4.7. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada individu kelompok, keluarga dan masyarakat. 4.8. Melaksanakan keperawatan komplementer. 4.9. Melaksanakan pemantauan masalah kesehatan serta pemberdayaan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat 4.10. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian wewenang/tugas limpah berdasarkan kemampuannya. 4.11. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang mengancam nyawa dan /atau dalam rangka mendukung program pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku/ standing order di sarana kesehatan. 4.12. Dalam kondisi dimana tidak ada dokter atau tenaga kesehatan lain pada suatu daerah maka perawat berwenang dalam melaksanakan tindakan kesehatan yang menjadi kewenangan tenaga tersebut. Dalam hal menentukan tidak ada tenaga lain ditetapkan oleh kepala dinas kesehatan setempat. 4.13. Melakukan evaluasi keperawatan a. melaksanakan evaluasi keperawatan sederhana pada masyarakat b. melaksanakan evaluasi keperawatan kompleks pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan 4.14. Melakukan dokumentasi keperawatan 7
  8. 8. B. HAK Hak perawat dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut : 1. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan praktik keperawatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Mempunyai hak untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan terhadap penanganan pasien sesuai dengan kode etik dan standar profesi: 3. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan/atau keluarganya serta dari tenaga kesehatan lain yang terkait dengan penyelenggaraan praktik keperawatan 4. Menjaga hak privasi personal sebagai seorang perawat 5. Menerima imbalan jasa profesi; dan reward sesuai ketentuan yang berlaku a. Mendapat hak kepegawaian sesuai peraturan yang berlaku. b. Mendapatkan tunjangan profesi sesuai ketentuan yang berlaku c. Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan secara rutin 6. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai bidang profesinya. a. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal maupun pendidikan nonformal b. Mengembangkan kualitas penyelenggaraan pelayanan keperawatan professional 7. Memperoleh jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya.C. KEWAJIBAN 1. Melaksanakan praktik keperawatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Terlibat secara aktif dalam pengambilan keputusan terhadap penanganan pasien sesuai dengan kode etik dan standar profesi. 3. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur kepada klien dan/atau keluarganya serta dari tenaga kesehatan lain yang terkait dengan penyelenggaraan praktik keperawatan. 4. Menjaga kerahasiaan klien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas sesuai dengan kompetensi dan standar prosedur operasional. 8
  9. 9. 6. Mengembangkan diri sesuai bidang profesinya dan perkembangan IPTEK.7. Melakukan pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan praktik keperawatan. 9
  10. 10. BAB III TINDAKAN KEPERAWATANPermenkes Nomor : HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Pasal 8, 9, 10, 11 dan 12 mengaturtentang kewenangan perawat dalam menyelenggarakan praktik keperawatan dan hal lainyang relevan. Ketetapan ini perlu dijabarkan lebih lanjut oleh Organisasi Profesi (PPNI)terutama terkait dengan lingkup praktik dan kewenangan perawat yang bekerja padaberbagai tatanan pelayanan kesehatan dan praktik keperawatan yaitu praktik di saranakesehatan (Rumah Sakit dan Puskesmas), praktik mandiri perorangan atau praktikberkelompok.Praktik keperawatan adalah tindakan perawat professional melalui kerjasama bersifatkolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhankeperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawab. Lingkup kewenangan perawatdalam praktik keperawatan professional terhadap sistem klien individu, keluarga, kelompokkhusus dan masyarakat) dalam rentang sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan.Asuhan keperawatan diberikan menggunakan proses keperawatan yang terdiri daripengkajian (wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang), penetapandiagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan tindakan keperawatan, dan evaluasikeperawatan. Proses keperawatan diterapkan dalam:1. Asuhan keperawatan anak dari baru lahir sampai 18 tahun.2. Asuhan keperawatan maternitas pada perempuan, pasangan usia subur yang berkaitan dengan reproduksi tanpa kehamilan, perempuan hamil, perempuan melahirkan, perempuan nifas, perempuan di antara dua persalinan baik kondisi normal maupun beresiko.3. Asuhan keperawatan medikal bedah pada klien usia di atas 18 tahun sampai 60 tahun dengan gangguan fungsi tubuh baik karena trauma atau karena kelainan fungsi tubuh.4. Asuhan keperawatan jiwa pada klien semua usia yang mengalami berbagai masalah kesehatan jiwa.5. Asuhan keperawatan keluarga pada keluarga dengan berbagai masalah kesehatan keluarga sesuai dengan tugas perkembangan keluarga.6. Asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus di wilayah binaan tertentu yang mengalamai berbagai masalah kesehatan masyarakat.7. Asuhan keperawatan gerontik pada klien usia 60 tahun ke atas yang mengalami proses penuaan dan permasalahannya.8. Asuhan keperawatan gawat darurat, critical care, dan bencanaBerikut ini adalah definisi dari berbagai tindakan keperawatan, observasi, pendidikan dankonseling kesehatan dalam keperawatan :1. Intervensi keperawatan adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan penilaian dan pengetahuan klinis yang dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan status kesehatan klien /pasien (NIC, 3rd Ed.)2. Observasi adalah tindakan pemantauan dan pencatatan perkembangan kondisi pasien (Fundamental of Nursing, Ruth F ,2 nd Ed, Lippincot).3. Konseling adalah proses bantuan interaktif yang berfokus pada kebutuhan, masalah pasien atau orang dekat (keluarga) pasien untuk meningkaktan atau mendukung koping, penyelesaian masalah dan hubungan interpersonal (NIC, 3 rd Ed) 10
  11. 11. 4. Pendidikan kesehatan adalah pengembangan dan pemberian intruksi dan pengalaman pembelajaran untuk memfasilitasi perkembangan adaptasi tingkah laku yang mendukung kesehatan individu, keluarga, kelompok dan komunitas (NIC,3 rd Ed)5. Promosi Kesehatan merupakan segala bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan kesehatan klien sehingga kebutuhan dasar klien dapat terpenuhi dan meningkatkan perilaku hidup sehat.6. Pencegahan Penyakit merupakan segala bentuk kegiatan yang dilakukan untuk menghindari atau mengurangi risiko masalah, Melakukan penanganan masalah secara dini dan mengurangi dampak tidak terpenuhinya kebutuhan dasar klien atau kemampuan klien dalam penanganan masalah. Perawat melakukan tindakan pencegahan spesifik pada anggota keluarga agar bebas dari penyakit/ cedera melalui kegiatan: imunisasi; pencegahan merokok; program kebugaran fisik; skreening dan follow up berbagai kasus seperti hipertensi; pencegahan komplikasi Diabetes melitus (DM); dan skreening osteoporosis.7. Intervensi Keperawatan untuk Proses Penyembuhan (Nursing Treatment) merupakan segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk mengatasi masalah atau hambatan yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Jenis terapi keperawatan antara lain: pembimbingan terhadap keluarga (coaching) untuk mengatasi masalah kesehatan akibat perilaku yang tidak sehat, batuk efektif, inhalasi sederhana, tehnik relaksasi, stimulasi kognitif, latihan rentang gerak (ROM), perawatan luka, pemasangan Nasogastric Tube (NGT), Pemasangan dower kateter, Kompres. Pengelolaan gejala (management symptom), dll.8. Pemulihan kesehatan merupakan segala bentuk kegiatan yang dilakukan untuk pemulihan kemampuan klien dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Perawat membantu keluarga dalam fase pemulihan kesehatan bagi anggota keluarga setelah mengalami cidera maupun akibat penyakit kronis yang diderita. Pemulihan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota keluarga untuk berfungsi secara optimal melalui berbagai terapi modalitas, dan terapi komplementer keperawatan9. Terapi komplementer merupakan segala bentuk kegiatan yang dilakukan lebih mengutamakan pada pemberdayaan potensi klien untuk penanganan masalah keperawatannya antara lain melalui : massage, aromaterapi, hipnocaring, acupressure, pijat bayi, herbal terapi, meditasi, bioresonansi, syropraktik, naturopati, dan lain-lain.10. Pemberian Obat bebas/ bebas terbata merupakan Penggunaan obat-obat yang berlogo bulatan berwarna hijau atau berlogo bulatan berwarna biru guna mengendalikan symptom/ gejala pada klien yang menghambat pemenuhan kebutuhan dasar klien.Organisasi profesi PPNI menetapkan Tindakan Keperawatan yang dimaksud dalamPermenkes Nomor : HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Pasal 8 berdasarkan kebutuhan dasarmanusia yang merupakan bidang garapan keilmuan keperawatan, sebagai berikut:I. KEBUTUHAN DASAR INDIVIDUTindakan keperawatan dalam memenuhi kebutuhan dasar individu yangdilakukan perawat dibedakan dalam tindakan keperawatan generalis(dilakukan oleh Perawat dengan kualifikasi lulusan D3 dan atau Ners) dantindakan keperawatan spesialis (dilakukan oleh Perawat dengan kualifikasilulusan Ners spesialis dan atau tersertifikasi) Lingkup tindakankeperawatan dalam memenuhi kebutuhan dasar individu mencakup : 1. Memenuhi kebutuhan fisiologis. 2. Meningkatkan kemandirian klien 11
  12. 12. 3. Mendukung atau mengadaptasikan terhadap lingkungan4. Membantu menjaga keseimbangan sistem5. Memberikan pelayanan keperawatan perinatal dan kesehatan reproduksi (di luar perinatal)NO PERAWAT GENERALIS PERAWAT SPESIALIS1 Memenuhi Kebutuhan Oksigen Memenuhi Kebutuhan Oksigen  Mengatur posisi tidur  Kompetensi Perawat Generalis  Melaksanakan postural drainage,  Perawatan tracheostomi vibrasi dan perkusi thorax  Menilai kapiler refill  Pemberian O2 dengan tube  Melaksanakan manajemen klien kanule, masker dan inhalasi tersedak  Melakukan perawatan WSD  Melaksanakan teknik hemlick (Water Sealed Drainage) manuver  Menyiapkan.spesimen (sputum,  Memonitor Intermitten Pressure analisa gas darah) Pulmonal Breathing (IPPB)  Melakukan pengukuran saturasi  Melaksanakan berbagai teknik oksigen pertolongan pasien tenggelam  Melaksanakan manajemen  Bronchial washing pada klien ventilator yang terpasang Endo Tracheal  Membantu pernafasan dalam dan Tube (ETT) batuk efektif  Melakukan perawatan pre  Melaksanakan pengisapan lendir operatif pada kasus (suction oropharingeal, rongga pembedahan (misal: latihan nasopaharingeal) nafas dalam)  Melaksanakan resusitasi jantung  Melakukan perawatan intra paru operatif pada kasus  Melakukan dokumentasi pembedahan (misal: kepcrawatan klien membebaskan jalan nafas dengan kepala extensi)  Melakukan perawatan post operatif pasca bedah (misal: membebaskan jalan nafas dengan kepala extensi)  Melakukan pemeriksaan terhadap tingkat kesadaran  Melakukan pemeriksaan kes. pada kebutuhan O 2  Melakukan triage GADA  Melakukan managemen kepatenan jalan napas dengan atau tanpa alat  Melakukan pengkajian kebutuhan oksigen dengan dan atau tanpa alat  Melakukan intubasi  Melakukan torakossintesis  Melakukan pemasangan balutan luka dada  Melakukan pengamanan fraktur thoraks 12
  13. 13. 2 Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Memenuhi Kebutuhan Nutrisi  Memasang Naso Gastric Tube  Kompetensi Perawat Generalis (NGT)  Memberi makan / minum melalui mulut  Memberi makan melalui NGT  Melepaskan NGT  Memberi makan / minum pada bayi  Memberi makan melalui flowcare  Memberi makan melalui gastro dan yeyenum  Memberikan penyuluhan tentang diet  Menimbang Berat Badan dan mengukur Tinggi Badan  Melakukan antropometri  Memonitor status nutrisi  Menghitung pemasukan makanan dan minum  Mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan kalori harian  Melakukan perawatan pre operatif system pencernaan ( misal: menyiapkan pasien puasa)  Melakukan perawatan intraoperatif sistem pencernaan (misal: monitor/menolong muntah/buang air besar )  Melakukan perawatan post operatif sistem pencernaan (misal: memonitor/menolong muntah, memonitor peristaltik usus )  Memberikan nutrisi parenteral / melalui sentral  Melakukan pemeriksaan gula darah di Instalasi Gawat Darurat  Melakukan pemberian makanan tinggi gula pada hipoglikemia3 Memenuhi Kebutuhan Integritas Memenuhi Kebutuhan Integritas Jaringan Jaringan  Melakukan pengkajian integritas  Kompetensi Perawat Generalis jaringan  Mengobservasi keadaan jaringan  Melakukan perawatan intra kulit operatif  Melakukan perawatan luka akut dan kronis  Menentukan dan melakukan debridement / membuang 13
  14. 14. jaringan mati  Irigasi luka/ drainage  Membalut luka  Melakukan perawatan drainage luka  Melakukan perawatan gips  Memasang bidai  Melaksanakan fiksasi dan relaksasi  Melakukan pertolongan pertama luka  Menjahit luka ( pada keadaan kedaruratan )  Mengangkat jahitan  Melakukan perawatan pre operatif  Melakukan perawatan post operatif  Melakukan penarikan dislokasi sederhana Memenuhi Kebutuhan Cairan dan4 Memenuhi Kebutuhan Cairan dan Elektrolit Elektrolit  Melaksanakan pemasangan infus  Kompetensi Perawat Generalis sesuai program medik  Memonitor infus yang terpasang  Melaksanakan transfusi darah sesuai program medik  Mengganti balutan infus  Irigasi lambung  Melepas infus  Memberikan cairan intravena pada  Menentukan status hidrasi klien shock  Mengobservasi status asam-basa  Melakukan pengkajian kebutuhan  Memberi penyuluhan atau cairan dan elektrolit advanced: Pendidikan kesehatan tentang Jugularis Venous Pressure (JVP), keseimbangan cairan dan Central Venous Pressure (CVP), Gas elektrolit Darah, keseimbangan cairan,  Mengukur intake dan output Elektro Kardio Gram (EKG) cairan & elektrolit  Melakukan balance cairan  Melakukan pengkajian kebutuhan cairan dan elektrolit: turgor kulit5 Memenuhi Kebutuhan Eliminasi Memenuhi Kebutuhan Eliminasi Buang Air Besar Buang Air Besar  Membantu Buang Air Besar  Kompetensi Perawat Generalis di tempat tidur/kamar mandi  Perawatan stoma  Memberikan enema (Glycerin semprit)  Memberikan huknah tinggi/rendah  Mengeluarkan fecal secara 14
  15. 15. manual  Melakukan pemeriksaan rectal  Bowel training  Pendidikan kesehatan tentang masalah eliminasi BAB  Menyiapkan spesimen faeces untuk pemeriksaan laboratorium6 Memenuhi Kebutuhan Eliminasi Memenuhi Kebutuhan Eliminasi Urin Urin  Membantu buang air kecil di  Kompetensi Perawat Generalis tempat tidur/kamar mandi  Melakukan perawatan urostomi  Memasang kateter urin  Melakukan supra pubic (midwelling/folley catheter) punction  Merawat kateter urin  Melepas kateter urin  Bladder training  Mengumpulkan/meyiapkan spesimen urin untuk pemeriksaan laboratorium  Memasang kondom kateter  Irigasi kandung kemih  Test berat jenis urin  Kegels exercises  Perawatan pre dan post sistostomi  Melakukan penkes pada kebutuhan eliminasi urin  Melakukan spulling kateter  Mengosongkan kandung kencing  Memonitor urine  Mengukur urine7 Memenuhi Kebutuhan Kebersihan Memenuhi Kebutuhan Diri dan Lingkungan Kebersihan Diri dan Lingkungan  Memandikan klien  Kompetensi Perawat Generalis  Menyisir rambut  Memasang kap kutu  Mencuci rambut  Membersihkan mulut  Menggosok gigi  Melaksanakan vulva hygiene  Memotong kuku  Menyiapkan tempat tidur  Membersihkan tempat tidur  Melaksanakan penyuluhan tentang kebersihan diri  Melakukan "back rub"  Perawatan kaki diabetik 15
  16. 16. 8 Memenuhi Kebutuhan Istirahat Memenuhi Kebutuhan Istirahat Dan Tidur Dan Tidur  Melaksanakan penyuluhan  Kompetensi Perawat Generalis tentang kebutuhan istirahat tidur  Melaksanakan teknik relaksasi  Memodifikasi lingkungan yang mendukung kenyamanan klien9 Memenuhi Kebutuhan Obat- Memenuhi Kebutuhan Obat- Obatan dan Alkes Obatan dan Alkes  Menghitung kebutuhan obat  Kompetensi Perawat Generalis sesuai program medik  Melakukan persiapan dan  Menyimpan dan mengatur memberikan obat-obatan dalam penggunaan obat kondisi khusus  Menyiapkan dan memberi obat kemoterapi/obat-obatan steroid untuk klien sesuai program sesuai program medik medik dan prinsip 6 benar dengan cara pemberian obat : melalui mulut, intra cutan, sub cutan, intra vena, intra muskuler, suppositoria, inhalasi, instilasi/tetes, buccal/langit- langit atas, sublinguale, kulit.  Memberi penyuluhan tentang obat-obatan  Mengkaji efek samping obat- obatan  Kolaborasi penanggulangan efek samping obat-obatan  Memberi obat bebas dan bebas terbatas  Melakukan penyuntikan TT/ATS  Menentukan penggunaan alat kesehatan yang menunjang pelayanan keperawatan Memenuhi kebutuhan Sirkulasi Memenuhi kebutuhan Sirkulasi10  Observasi tanda-tanda vital  Kompetensi Perawat Generalis  Observasi adanya tanda -tanda  Mengukur VP (Venus Pressure) pendarahan internal atau  Mengukur CVP (Central Vena eksternal Pressure)  Monitor tanda-tanda  Memelihara CVP tetap berfungsi asites/udema  Melakukan DC Shock sesuai  Melakukan rekam jantung program medis  Menginterpretasikan hasil rekam jantung  Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan diagnostik (misal: foto rontgen jantung paru)  Menyiapkan dan melakukan 16
  17. 17. stress exercises klien  Menyiapkan dan melakukan perawatan klien pre, intra dan post dialisa (haemo/peritoneal)  Melakukan perawatan klien yang terpasang SB tube  Memeriksa status neurologik (Glascow Coma Scale)  Melakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium  Melakukan ankle brachial pressure index  Melakukan mean arterial pressure  Resusitasi Jantung Paru Memenuhi Kebutuhan Keamanan, Memenuhi Kebutuhan Keamanan,11 kenyamanan dan Keselamatan kenyamanan dan Keselamatan  Melakukan teknik isolasi:  Kompetensi Perawat Generalis  Penggunaan sarung tangan steril/tidak steril  Penggunaan Gaun pelindung, jas operasi, apron/celemek  Penggunaan tutup kepala dan masker  Cuci tangan  Merawat Luka (Cuci Luka, pasang dan ganti balutan, gunakan desinfektan, berikan obat dll)  Mempertahankan suhu tubuh normal (kompres, pemberian selimut, pengaturan suhu dan sirkulasi udara, pemberian obat antipiretik dll)  Melakukan pengikatan bagi klien gelisah  Penggunaan bantal pasir  Memasang pengaman pada tempat tidur  Menyiapkan dan menggunakan tempat pembuangan alat-alat dan bahan bekas/sisa (disposal infeksius)  Stabilisasi, Collar Neck  Rescue (Pencarian Korban)  Evakuasi/ transportasi (pemindahan dari tempat kejadian trauma/bencana ke tempat yang fasilitas lebih baik) 17
  18. 18. 12 Memenuhi Kebutuhan Manajemen Memenuhi Kebutuhan Manajemen Nyeri Nyeri  Melakukan teknik stimulasi:  Kompetensi Perawat Generalis kantanous, kontralatoral,  Pemberian obat-obatan dan transkutanous. parentral jenis narkotik  Antisipatori guidance sesuai program masuk ke  Teknik relaksasi bio feed kebutuhan obat back  Teknik distraksi  Teknik imaginasi terbimbing  Teknik hipnotis  Teknik gate control  Pemberian obat-obatan analgetik sesuai program  Melakukan massage/stimulasi kutan  Kompres hangat dan dingin Memenuhi Kebutuhan Aktivitas Memenuhi Kebutuhan Aktivitas13 Dan Exercise Dan Exercise  Membantu  Kompetensi Perawat Generalis mobilisasi  Melatih Range of Motion (ROM) exercise  Membantu dan melatih ambulasi  Memberikan pendidikan kesehatan tentang aktifitas dan latihan  Mengajarkan body mekanik yang tepat  Mengajarkan body alignment yang tepat Memenuhi Kebutuhan Psikososial/ Memenuhi Kebutuhan14 Spiritual Psikososial/ Spiritual  Melaksanakan latihan asertif  Kompetensi Perawat Generalis  Mengajarkan teknik penguatan/koping  Melakukan teknik komunikasi terapeutik interpersonal  Memodifikasi lingkungan  Melaksanakan cara menghargai sistem nilai dan keyakinan klien  Melakukan teknik-teknik peningkatan konsep diri yang meliputi harga diri, ideal diri dan gambaran diri  Memfasilitasi klien terhadap pemenuhan kebutuhan spiritual  Melaksanakan manajemen stres 18
  19. 19. 15 Memenuhi Kebutuhan Interaksi Memenuhi Kebutuhan Interaksi Sosial Sosial  Melaksanakan interaksi sosial  Kompetensi Perawat Generalis  Melaksanakan terapi aktifitas  Melakukan latihan orientasi kelompok, terapi kerja, terapi realitas millie  Melakukan komunikasi  Melaksanakan manajemen terapeutik pada prilaku bunuh konflik diri  Melaksanakan komunikasi  Melakukan komunikasi terapeutik pada klien menarik terapeutik pada prilaku diri halusinasi  Melakukan komunikasi  Melakukan komunikasi terapeutik pada klien perilaku terapeutik pada klien demensia kekerasan  Melakukan komunikasi  Melakukan teknik komunikasi terapeutik pada klien waham terapeutik pada klien marah  Melakukan komunikasi terapeutik pada klien depresi  Melakukan observasi perilaku16 Memenuhi Kebutuhan Tentang Memenuhi Kebutuhan Tentang Perasaan Kehilangan, Menjelang Perasaan Kehilangan, Menjelang Ajal dan Menghadapi Kematian Ajal dan Menghadapi Kematian  Melaksanakan teknik  Kompetensi Perawat Generalis komunikasi terapeutik sesuai fase kehilangan  Melaksanakan perawatan menjelang ajal  Melaksanakan perawatan pasien meninggal  Membantu pasien melewati fase-fase berduka. Memenuhi Kebutuhan Memenuhi Kebutuhan17 Seksualitas Seksualitas  Melakukan cara-  Kompetensi Perawat Generalis cara/teknik untuk menciptakan lingkungan privacy  Mengajarkan pola seksualitas yang sehat  Mengajarkan pendidikan seks pada usia remaja, dewasa dan usia lanjut  Melaksanakan rujukan masalah seksual  Konseling masalah seksual 19
  20. 20. 18 Memenuhi Kebutuhan Lingkungan Memenuhi Kebutuhan Sehat Lingkungan Sehat  Memodifikasi  Kompetensi Perawat Generalis lingkungan yang sehat  Melakukan kolaborasi dan memfasilitasi lingkungan yang sehat  Memberikan pendidikan kesehatan tentang parameter / indicator kesehatan lingkungan  Melakukan pengendalian infeksi/pencegahan infeksi nosokomial  Melaksanakan teknik isolasi penyakit infeksi  Melaksanakan teknik isolasi pada klien dengan pemberian kemoterapi dan penurunan sistem imun/kekebalan tubuh19 Kebutuhan lbu Hamil Kebutuhan lbu Hamil  Melakukan pemeriksaan fisik ibu  Kompetensi Perawat Generalis hamil  Mendengar denyut jantung janin  Melaksanakan penyuluhan  Memonitor kesejahteraan janin tentang kebutuhan ibu hamil  Melakukan stimulasi dini pada - Perubahan fisiologi ibu hamil - Nutrisi ibu hamil janin - Senam hamil  Menyiapkan pemeriksaan USG - Imunisasi system reproduksi - Kebersihan diri  Melakukan pemeriksaan - Persiapan persalinan laboratorium advanced : - Perawatan bayi - Protein urine  Melakukan pemeriksaan - Reduksi urine laboratorium :  Memenuhi kebutuhan ibu hamil - HCG test (test kehamilan) - Haemoglobin dengan komplikasi  Melakukan konsultasi kehamilan Memenuhi Kebutuhan Ibu Memenuhi Kebutuhan Ibu Melahirkan20 Melahirkan  Melakukan pemeriksaan fisik - ibu melahirkan  Melakukan persalinan kala - I keadaan normal  Mengisi partograf  Menolong persalinan kala – II keadaan normal  Melakukan induksi  Melakukan episiotomi  Melaksanakan inisiasi menyusu 20
  21. 21. dini  Menolong persalinan kala – III keadaan normal  Menolong persalinan kala – IV keadaan normal  Melaksanakan manajemen nyeri persalinan  Merawat bayi segera setelah lahir  Memotong & mengikat tali pusat  Menjahit episiotomi  Melaksanakan rujukan persalinan  Melakukan konsultasi persalinan21 Kebutuhan Bayi Baru Lahir Kebutuhan Bayi Baru Lahir  Kompetensi Perawat Generalis  Menilai APGAR score  Melakukan pemeriksaan fisik  Melakukan resusitasi jantung bayi : umum, refleks paru pada bayi  Memandikan bayi  Melaksanakan rujukan bayi  Memakaikan pakaian bayi baru lahir  Mengatur suhu kamar dan  Melakukan konsultasi bayi baru tempat tidur bayi lahir  Merawat tali pusat bayi  Mengajarkan ibu cara merawat tali pusat  Mengajarkan ibu tentang ASI ekslusif  Mengajarkan ibu melakukan masase payudara  Melakukan pijat bayi  Melakukan stimulasi tumbuh kembang bayi Memenuhi Kebutuhan Post22 Memenuhi Kebutuhan Post Partum Partum  Kompetensi Perawat Generalis  Melaksanakan pemeriksaan fisik  Memasang Intra Uterine Device ibu post partum (IUD) dan Alat Kontrasepsi  Melaksanakan Bawah Kulit (AKBK) tindakan dan  Melepas IUD dan AKBK pendidikan  Melaksanakan konsultan ibu kesehatan ibu post post partum yang bermasalah partum A. Nutrisi B. Perawatan payudara dengan refleks oxitosin C. Senam nifas 21
  22. 22. D. Perawatan vulva & perineum E. Perawatan kebersihan diri F. Kegel’s exercise  Melaksanakan keperawatan "postpartum blue"  Memberikan penkes tentang Keluarga Berencana (KB)23 Memenuhi Kebutuhan Pasagan Memenuhi Kebutuhan Pasagan usia subur (PUS) usia subur (PUS) -  Melakukan pemeriksaan Inspeculo Vagina Asam (IVA)  Melaksanakan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi  Melakukan konsultasi tentang kesehatan reproduksi24 Memenuhi Kebutuhan Remaja Memenuhi Kebutuhan Remaja  Melaksanakan pendidikan  Kompetensi Perawat Generalis kesehatan tentang : - Menstruasi - Kesehatan reproduksi remaja putri dan putra  Melaksanakan rujukan remaja putri dan putra yang bermasalah reproduksi  Menerima konsultasi remaja putri dan putra yang bermasalah reproduksi25 Memenuhi Kebutuhan Pra Nikah Memenuhi Kebutuhan Pra Nikah  Kompetensi Perawat Generalis  Melaksanakan pendidikan kesehatan pra nikah tentang  Menerima konsultasi masalah kesehatan reproduksi menopouse26 Memenuhi Kebutuhan Menopouse  Melaksanakan pendidikan kesehatan tentang perubahan fisiologi system reproduksi dan penanganan berbagai masalah menopouse : cara penggunaan lubricasi vagina, teknik distraksi 22
  23. 23. dispeurenia  Melaksanakan rujukan masalah menopouseII. KEBUTUHAN KEPERAWATAN KELUARGA, KELOMPOK DANMASYARAKATA. Kebutuhan Keperawatan Keluarga (Terutama untuk Perawat Generalis) 1. Melakukan pengkajian keperawatan keluarga 2. Melaksanakan analisis data dan merumuskan diagnosa keperawatan keluarga 3. Merencanakan keperawatan keluarga 4. Melaksanakan tindakan keperawatan keluarga  Melakukan pendidikan kesehatan pada keluarga  Memberikan konsultasi keperawatan keluarga  Melakukan pemberdayaan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya  Melakukan pelatihan dan supervisi bagi care giver di keluarga  Melakukan penemuan kasus dalam melakukan perawatan keluarga  Melakukan pemantauan penanganan masalah kesehatan anggota keluarga  Melaksanakan keperawatan kesehatan anggota keluarga yang sakit di rumah  Melaksanakan kontrol infeksi dan modifikasi lingkungan pemukiman  Melaksanakan pembinaan perilaku hidup sehat  Melakukan Pendampingan penanganan masalah di keluarga, Dukungan keluarga (Family Support, Role Enhancement, Family Therapy) 5. Melakukan evaluasi keperawatan keluarga 6. Melakukan dokumentasi keperawatan keluargaB. Kebutuhan Keperawatan Kelompok dan Masyarakat (Terutama untuk perawatSpesialis) 1. Melakukan pengkajian keperawatan kelompok dan masyarakat 2. Melaksanakan analisis data dan merumuskan diagnosa keperawatan kelompok dan, kesehatan lansiamasyarakat 3. Merencanakan keperawatan kelompok dan masyarakat 4. Melaksanakan tindakan keperawatan kelompok dan masyarakat  Melaksanakan pembinaan keperawatan masyarakat pada wilayah rural/ urban  Melaksanakan pembinaan keperawatan kelompok khusus di masyarakat : karang werdha, dasa wisma, bina kesehatan balita, bina keluarga lansia, self help group, support group  Melaksanakan pemberdayaan dan pengorganisasian kelompok/ masyarakat dalam penanganan masalah kesehatannya  Melaksanakan keperawatan kesehatan pada masyarakat panti dan lapas.  Melaksanakan keperawatan kesehatan kerja  Melaksanakan keperawatan kesehatan sekolah  Skreening dan Penemuan kasus kelompok dan masyarakat  Berkontribusi dalam Program Pemberantasan penyakit menular  Melaksanakan imunisasi di masyarakat 23
  24. 24.  Melaksanakan advokasi penanganan masalah kesehatan/ keperawatan kelompok/ masyarakat  Melaksanakan upaya promosi kesehatan  Melaksanakan pemantauan penanganan masalah kesehatan secara tepat  Melaksanakan pendidikan dan pelatihan tentang perilaku hidup sehat bagi kelompok dan masyarakat  Melakukan Terapi kelompok; Bercerita, bermain, humor, Communication Enhancement. 5. Melaksanakan evaluasi keperawatan di kelompok dan masyarakat 6. Melakukan pendokumentasian pelayanan keperawatan kelompok dan masyarakatIII. Pelaksanaan keperawatan untuk penatalaksanaan bencana, meliputi: 1. melakukan tindakan pencegahan bencana meliputi : a. tindakan early detection b. tindakan mitigasi c. tindakan early detection d. tindakan evakuasi 2. melaksanakan tindakan saat benana : a. triage bencana b. Penatalaksanaan Trauma Fisik, Mental c. Penatalaksanaan Pengungsi d. Penatalaksanaan Kelompok Beresiko 3. melaksanakan rehabilitasi : a. melaksanakan edukasi kesehatan b. melakukan pencegahan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)IV. Pelaksanaan Pelayanan Keperawatan Dalam Mendukung Program Pemerintah, Antara Lain: 1. Program P2M : Imunisasi, Distribusi Paket Obat Anti Tuberkulosis (OAT), Deteksi dini dan Pencegahan Penyakit Menular (penemuan kasus dini), Rapid test malaria, HIV AIDS, Preventing Mother to Child Transmission (PMTCT) 2. Program Kesehatan Anak : Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Penanganan balita sakit, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), Penanganan masalah kesehatan remaja, masalah kesehatan anak khusus 3. Program Kesehatan Ibu : Kontrasepsi/KB, Pertolongan Perslinan, Making Pregnacy Sever, Inisiasi Menyusu Dini, P4K, Pelayanan Perinatal Regional, Pelayanan Obstetri Neonatal Essensial Dasar, Pelayanan obstetric neonatal essensial komprehensif, Asi eksklusive, Screening bayi baru lahir, Program Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) 4. Program Peningkatan Gizi : Suplementasi Gizi (Vitamin A, Fe, Zinc, Iodiu m), Kadarsi, Penanganan Anak dengan gizi buruk 24
  25. 25. 5. Program Promosi Kesehatan : Mengajarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 6. Program Pelayanan Medik dasar : Algoritma Klinik (Medis Dasar), 7. Program Penunjang medik : Pemeriksaan Lab. Sederhana, Pembinaan dan penanganan masalah kesehatanV. PELAKSANAAN INTERVENSI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER 1. Mind- body intervention: yoga, thai ci, imagery, musik, meditas, hypnotherapy 2. Biologically based therapy : herbal, terapi diet, food suplement, Aromatherapi, homeopathy 3. Manipulative & body based method : Chiropractic, acupressure and acupuncture, reflexology, massage, 4. Energy therapy : healing touch, reiki, holistic medicine, bioresonansiVI. PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN ATAU BEBAS TERBATAS. 1. Golongan Obat bebas dan Obat bebas terbatas yang dapat diberikan : 1. Analgetik 2. Anti piretik 3. Anti histamin 4. Anti emetin 5. Oralit 6. Norit 7. Obat batuk 8. Raborantia 2. Metode Pemberian dapat melalui Resep, anjuran atau pemberian langsung. BAB IV IZIN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWATSetiap perawat yang melaksanakan praktik perawat perorangan dan berkelompokberkewajiban mempunyai registrasi, sertifikasi, dan lisensi dan selalu meningkatkankemampuan profesionalisme di bidang keperawatan sesuai spesialisasinya melaluipendidikan dan/atau pelatihan. Selama menjalankan praktik harus membantu programpemerintah di bidang pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat.A. Persyaratan Administratif Setiap perawat yang melakukan praktik keperawatan perorangan dan atau berkelompok harus mempunyai Surat Ijin Praktek Perawat (SIPP), dan Perawat yang melakukan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan harus mempunyai surat ijin kerja perawat (SIKP) sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk mendapatkan SIPP atau SIKP salah satu persyaratannya adalah perawat harus memiliki STR. 25
  26. 26. 1. Persyaratan administratif untuk mengajukan permohonan STR kepada Majelis Tenaga Kesehatan MTKP dan MTKI. a. Prosedur Registrasi : 1) Setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan pekerjaan profesinya wajib memiliki STR, untuk memperoleh STR tenaga kesehatan harus memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi. 2) Ijazah dikeluarkaan oleh perguruan tinggi bidang kesehatan sedangkan sertifikat kompetensi dikeluarkan oleh MTKI 3) Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh perguruan tinggi bidang kesehatan yang telah terakreditasi dari badan yang berwenang bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir. 4) Perguruan tinggi bidang kesehatan melaporkan akan dilakukannya uji kompetensi kepada MTKI melalui MTKP sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan sebelum dilakukan uji kompetensi 5) MTKI setelah menerima laporan dari perguruan tinggi bidang kesehatan akan menyiapkan soal uji kompetensi dan pengawas 6) Setelah uji kompetensi dilakukan, perguruan tinggi bidang kesehatan melaporkan kepada MTKI melalui MTKP tentang peserta didik yang dinyatakan lulus, selanjutnya MTKI akan mempersiapkan sertifikat kompetensi dan STR. 7) MTKI menyerahkan sertifikat kompetensi dan STR kepada peserta didik pada waktu pengambilan sumpah. 8) Sertifikat kompetensi yang habis masa berlakunya dapat diperpanjang melalui partisipasi tenaga kesehatan dalam kegiatan pendidikan dan / atau pelatihan, serta kegiatan ilmiah lainnya sesuai dengan bidang tugas atau profesinya minimal sebesar 25 (duapuluh lima) satuan kredit profesi (SKP) dalam jangka waktu 5 tahun. 9) Masa berlaku STR sepanjang masa berlakunya sertifikat kompetensi 10) STR berlaku secara Nasional di wilayah Indonesia 11) MTKI menyampaikan pembukuan registrasi kepada Menkes melalui Ka. Badan PPSDM b. Persyaratan Uji Competensi : Salah satu persyaratan untuk mendapatkan STR adalah perawat harus memiliki sertifikat kompetensi. Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi diperoleh dengan mengajukan Permohonan kepada MTKP dengan melampirkan persyaratan : 1) Fotocopi ijasah pendidikan keperawatan yang dilegalisir 2) Surat keterangan sehat dari dokter yg punyai SIP 3) Persyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan dan etika profesi 4) Pas foto berwarna terbaru 4x6 tiga lbr. c. Persyaratan mengajukan permohonan STR : Permohonan STR ditujukan ke MTKI dengan melampirkan persyaratan : 1) Fotocopi ijasah pendidikan yang dilegalisir Fotocopi transkrip nilai akademik yg dilegalisir 2) Fotocopi sertifikat kompetensi yg dilegalisir 3) Surat keterangan sehat dari dokter yg punya SIP 4) Pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan dan etika profesi 26
  27. 27. 5) Pas foto berwarna terbaru 4x6 dua lbr. 2. Persyaratan administratif untuk mengajukan permohonan SIPP atau SIKP kepada Pemerintah daerah adalah : a. Persyaratan untuk memperoleh SIPP atau SIKP Awal : Perawat harus mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dengan melampirkan: 1) fotocopy STR yang masih berlaku dan dilegalisasi; 2) surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik; 3) surat pernyataan memiliki tempat kerja di fasilitas pelayanan kesehatan atau tempat praktik; 4) pas foto berwarna terbaru ukuran 4X6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar; 5) rekomendasi dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau pejabat yang ditunjuk (Jika perizinan tidak dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan) 6) rekomendasi dari organisasi profesi PPNI Kabupaten/Kota 7) Sertifikat Emergency Nursing/PPGD/BTCLS b. Persyaratan untuk memperoleh SIPP atau SIKP Ulang : Perawat men gajukan permohonan pembaharuan SIKP atau SIPP kepada pemerintah daerah kabupaten/ kota setempat dengan melampirkan : 1) fotokopi SIKP/SIPP yang lama; 2) fotokopi STR; 3) surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik; 4) pas foto berwarna terbaru ukuran 4X6 cm sebanyak 3 (tiga) lbr 5) rekomendasi dari kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau pejabat yang ditunjuk (Jika perizinan tidak dikeluarkan oleh kepala dinas kesehatan) 6) rekomendasi dari organisasi profesi PPNI Kabupaten/Kota 7) Sertifikat Emergency Nursing/PPGD/BTCLSB. Persyaratan Tempat Penyelenggaraan Praktik Perawat Untuk Mendapatkan SIPPDalam melaksanakan praktik perawat swasta diperlukan tempat dan peralatan sesuaistandar yang harus dipenuhi dan dalam keadaan siap pakai yang meliputi fisik danperalatan.Fisik / GedungUntuk melaksanakan praktik perawat swasta diperlukan ruangan yang memenuhipersyaratan yang terdiri dari : 1. Ruang Periksa 2. Ruang Tunggu 3. Ruang Tindakan/ perawatan 4. Kamar mandi/Kecil/ ToiletSpesifikasi gedung: 1. Dinding permanen 2. Lantai bukan dari tanah/ berubin 3. Ventilasi cukup 4. Penerangan cukup 5. Ada Persedian air bersih 27
  28. 28. PeralatanPeralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan praktik keperawatan adalah : a. Alat Tenun b. Alat Kesehatan c. Bahan habis pakai d. Obat-obatan emergency e. Alat Rumah Tangga f. Alat Pencatatan dan Pelaporana. Alat Tenun Penetapan alat tenun berdasarkan jumlah, jenis dan spesifikasi menjamin tersedianya alat tenun yang memadai untuk mencapai peningkatan mutu praktik keperawatan dan memberikan kepuasan pada pasien Adapun alat tenun sebagai berikut: Alat Tenun Minimal Ruang Praktik Keperawatan NO NAMA ALAT JUMLAH, DATA TEKTIK KET 1 Sprei 3 250 x 80 2 Sarung bantal 3 3 Selimut 2 4 Handuk cuci tangan 6 5 Gordyn /Schem 1 6 Taplak meja 3 7 Mitella 3 8 Perlak 2 80 x 40 9 Sprei kecil 1 100 x 60 10 Masker 3 11 Waslap 3b. Alat KesehatanPenetapan kebutuhan alat keperawatan/medik baik dari segi jumlah, jenis dan spesifikasiyang memadai untuk mencapai tujuan praktik keperawatan dan kepuasan pasien. Adapunalat keperawatan/medis minimal adalah sebagai berikut : Alat Kesehatan Minimal di Ruang Praktik Keperawatan NO NAMA ALAT JUMLAH, DATA TEKTIK KET Peralatan Keperawatan Atau Peralatan Medik 1 Stetoskop 1 2 Tensi Meter 1 - 3 Thermometer 4 Spatel lidah 1 5 Lampu Senter 1 6 Timbangan berat 1 badan , 8 Bengkok 1 28
  29. 29. 9 Gunting Verban 1 set 10 Set Balutan 1 set 11 Hecting set 1 12 Tromol 1 13 Korentang + tempat 1 14 Bak Spuit 1 15 Sterilisator 1 16 Tempat alcohol 1 17 Standar Infus 1 18 Pispot 1 19 Urinal 1 20 Meja periksa 1 21 Lemari 1 22 Meja instrument 1 23 Oksigen 1c. Bahan habis pakai 1. Kasa/ kapas steril 2. Kertas tisue 3. Cairan pelicin/ minyak/ jelly 4. Plester/ pembalut 5. Tempat sampah tertutup. 6. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan 7. Obat merchurochrom 70 % 8. Bahan lab. DL, UL. 9. Masker 10. Kasa pembalut 11. Jarum Abocath 12. Wing Needle 13. Semprit dan jarum suntik 14. Set Infusd. Obat-obatan emergency 1. Obat syok anafilatik 2. Obat P3K 3. Obat bebas ( lingkaran hijau dan biro ) 4. Obat bebas terbatase. Alat Rumah Tangga Penetapan kebutuhan alat rumah tangga baik dari segi jumlah, jenis clan spesifikasi menjamin tersedianya alat rumah tangga yang memadai untuk mencapai tujuan pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien. Adapun alat rumah tangga minimal untuk praktik keperawatan adalah sebagai berikut: 29
  30. 30. Alat Rumah Tangga Minimal di Ruang Praktik Keperawatan NO NAMA ALAT JUMLAH DATA TEKNIK KET Alat Rumah Tangga 1 Meja Tulis 1/2 biro 1 2 Kursi 2 3 Lemari 1 4 Jam diding 1 5 Bantal 1 6 Kursi tunggu 2 7 Tempat sampah 1 Bertutup 8 Alat minum 1 (gelas + sendok ) 9 Pembatas/gorden 1 10 Alat kebersihan 1 sapu,lap,kesetan, kain pel 11 Tempat cuci tangan 1 Air mengalirf. Alat Pencatatan dan Pelaporan Penetapan kebutuhan alat pencatatan dan pelaporan baik dari segi jumlah dan jenisnya yang dapat menjamin pelaksanaan pencatatan dan pelaporan dalam menunjang tercapainya tujuan praktek keperawatan dan kepuasan pasien. Adapun alat pencatatan dan pelaporan untuk praktik keperawatan adalah sebagai berikut : Alat Pencatatan dan Pelaporan Minimal Ruang Praktik Keperawatan NO NAMA ALAT JUMLAH DATA TEHNIK KET Alat Pencatatan dan Pelaporan 1 Buku expedisi 1 2 Buku Registrasi 1 3 Alat tulis kantor 4. Formulir-formulir : a. Form Informed concent b. Form observasi b. d. Form Rujukan pasien e. Form asuhan keperawatan f. Form Pelaporan sesuai ketentuan c. Form observasi Form Rujukan pasien 30
  31. 31. BAB V PENUTUPJuklak ini digunakan oleh perawat maupun stakeholder terkait dalam menerapkan Permenkesnomor 148 tahun 2010 tentang izin penyelenggaraan praktik perawat.Juklak ini berisi hak, kewajiban, dan wewenang perawat, prosedur registrasi, tindakankeperawatan, pembinaan serta pengawasan praktik keperawatan.Dengan dikeluarkannya petunjuk pelaksanaan ini diharapkan perawat Indonesia lebihmemahami praktik pelayanan keperawatan yang dapat dilakukan sehingga dapatterselenggara praktik keperawatan yang aman sesuai dengan tanggung jawab, kode etik dankewenangan perawat. 31
  32. 32. Lampiran Formulir 1Perihal : Permohonan Surat Izin Kerja Perawat /Surat Izin Praktik Perawat (SIKP/SIPP)Kepada Yth,Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ........Dengan hormat,Yang bertanda tangan dibawah ini,Nama Lengkap : ...Alamat : ...Tempat, tanggal lahir : ...Jenis kelamin : ...Tahun Lulusan : ...Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor .............................. tentang Izin danPenyelenggaraan Praktik Perawat, dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkanSurat Izin Kerja Perawat /Surat Izin Praktik Perawat (SIKP/SIPP).Sebagai bahan pertimbangan terlampir:a. fotokopi SIP/STR yang masih berlaku dan dilegalisasi;b. surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik;c. surat pernyataan memiliki tempat praktik;d. pas foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar;e. rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau pejabat yang ditunjuk; danf. rekomendasi dari organisasi profesi.Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih. …,… Pemohon, … 32
  33. 33. Lampiran Formulir 2 KOP PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA ... SURAT IZIN KERJA PERAWAT (SIKP) Nomor:Yang bertanda tangan dibawah ini, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ... memberikan izinkerja kepada:Nama : …Tempat/tanggal lahir : ...Alamat : …Nomor SIP/STR : ...Untuk bekerja sebagai perawat di … (tempat dan alamat lengkap fasilitas pelayanankesehatan)Surat Izin Kerja Perawat (SIKP) ini berlaku sampai dengan tanggal ...(sesuai pemberlakuan SIP/STR) Dikeluarkan di … Pada tanggal … Pas Foto Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ... 4X6 (.............................)Tembusan :1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi ...;2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ....;3. Ketua PPNI Kabupaten/Kota.; dan4. Pertinggal. 33
  34. 34. Lampiran Formulir 3 KOP PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA ... SURAT IZIN PRAKTIK PERAWAT (SIPP) Nomor:Yang bertanda tangan dibawah ini, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ... memberikan izinpraktik kepada:Nama : …Tempat/tanggal lahir : ...Alamat : …Nomor SIP/STR : ...Untuk berpraktik sebagai perawat di … (tempat dan alamat lengkap tempat praktik)Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) ini berlaku sampai dengan tanggal ...(sesuai pemberlakuan SIP/STR) Dikeluarkan di … Pada tanggal … Pas Foto Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota ... 4X6 (.............................)Tembusan :1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi ...;2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ....;3. Ketua PPNI Kabupaten/Kota ...; dan4. Pertinggal. 34
  35. 35. Lampiran formulir 4 IZIN PRAKTIK PERORANGAN PERAWATI. PERSYARATAN A. Permohonan Surat Tanda Regestrasi ( STR ) 1. Foto copy Ijazah Pendidikan Keperawatan ( Diploma III Keperawatan ) 2. Surat keterangan sehat dari dokter 3. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 ( dua ) lembar B. Permohonan Surat Ijin Kerja ( SIK ) 1. Foto copy STR yang masih berlaku 2. Foto copy Ijazah Pendidikan Keperawatan ( Diploma III Keperawatan ) 3. Surat keterangan sehat dari Dokter 4. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 ( dua ) lembar 5. Surat keterngan dari pimpinan sarana pelayanan 6. Rekomendasi dari organisasi profesi C. Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat( SIPP ) 1. Foto copy KTP yang masih berlaku 2. Foto copy STR yang masih berlaku 3. Foto copy Ijazah Pendidikan Keperawatan ( Diploma III Keperawatan ) 4. Surat keterangan sehat dari dokter 5. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 ( dua ) lembar 6. Surat keterangan pengalaman kerja dari pimpinan sarana tempat kerja 7. Rekomendasi dari organisasi profesi 35
  36. 36. II. CONTOH PERMOHONAN A. Permohonan Surat Tanda Regestrasi ( STR ) Lampiran : Satu gabung. Perihal : Permohonan Surat Tanda Regestrasi ( STR ) Kepada Yth. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi __________________ Di ___________________________________________ Dengan Hormat Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Alamat : Tempat tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Tanda Regestrasi ( STR ). Sebagai bahan pertimbangan terlampir . 1. Foto copy Ijazah Pendidikan Keperawatan ( Diploma III Keperawatan ) 2. Surat keterangan sehat dari dokter 3. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 ( dua ) lembar Demikian atas bantuan dan perhatiannya, kami ucapkan banyak terima kasih. __________, _________________ Yang memohon, Pemohon 36
  37. 37. Lampiran Formulir 5 IZIN PRAKTIK BERKELOMPOK PERAWATI. PERSYARATAN 1. Foto copy akta pendirian yayasan ( bila pemohon yayasan ) 2. Rekomendasi pengalaman di bidang kesehatan ( bagi pemohon perorangan ) 3. Foto copy SITU/HO 4. IMB 5. Dilaksanakan minimal 3 orang perawat 6. Denah bangunan 7. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten 8. Foto copy ijazah 9. Foto copy KTP 10. Foto copy SK pensiun ( bagi pensiunan ) 11. Surat Izin Praktik Perawat 12. Rekomendasi dari atasan langsung ( bila PNS ) 13. Daftar ketenagaan dengan kelengkapan administrasi/ Struktur Organisasi 14. Daftar peralatan medis/ inventaris 37
  38. 38. II. CONTOH PERMOHONAN IZIN PRAKTIK BERKELOMPOK PERAWAT Kepada yth : Bupati ______________ c/q Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten ________________ di ________________________________________________________________ Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Tempat/Tgl Lahir : Pekerjaan : Alamat pekerjaan : Alamat Rumah : Nama Praktik : Praktik Berkelompok Perawat Alamat Praktik : Dengan ini mengajukan permohonan izin Praktek Berkelompok Perawat, sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Foto copy akta pendirian yayasan ( bila pemohon yayasan ) 2. Rekomendasi pengalaman di bidang kesehatan ( bagi pemohon perorangan ) 3. Foto copy SITU/HO 4. IMB 5. Dilaksanakan minimal 3 orang perawat 6. Denah bangunan 7. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten 8. Foto copy ijazah 9. Foto copy KTP 10. Foto copy SK pensiun ( bagi pensiunan ) 11. Surat Izin Praktik Perawat 12. Rekomendasi dari atasan langsung ( bila PNS ) 13. Daftar ketenagaan dengan kelengkapan administrasi/ Struktur Organisasi 14. Daftar peralatan medis/ inventaris 15. Berkas permohonan rangkap 2 ( dua ) dalam map Demikian disampaikan, atas perhatian bapak kami ucapkan terimakasih ____________, ____________________ Hormat kami Pemohon, ( Nama pemohon ) 38
  39. 39. III. CONTOH PERMOHONAN REKOMENDASI Lampiran : 1 ( satu ) gabung Perihal : Permohonan Rekomendasi Praktik Berkelompok Perawat Kepada yth : Bupati _______________ c/q Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten _______________ Di _______________________________________________ Dengan Hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Pendidikan : Jenis kelamin : Tempat/Tgl Lahir : Alamat : Telp : Dengan ini mengajukan permohonan rekomendasi untuk melengkapi persyaratan permohonan SITU/HO Praktik Mandiri Perawat Berkelompok dengan nama : Praktik Berkelompok Perawat yang beralamat di _________________________________________________________, Sebagai bahan pertimbangan bersama ini kami lampirkan : 1. Foto copy akta pendirian yayasan ( bila pemohon yayasan ) 2. Rekomendasi pengalaman di bidang kesehatan ( bagi pemohon perorangan ) 3. Foto copy ijazah perawat penanggung jawab yang telah dilegalisir 4. Surat tanda regestrasi dari konsil keperawatan ( kalau ada ) 5. Foto copy KTP/ surat keterangan domisili 6. Rekomendasi dari atasan langsung ( bila PNS ) 7. Denah a. Denah situasi lokasi b. Denah bangunan c. Denah tempat parkir 8. Analisa kebutuhan tenaga dan rencana untuk mendapatkannya 9. Analisa kebutuhan peralatan medis dan non medis Demikian surat permphonan ini dibuat, atas perhatian bapak kami ucapkan terimakasih ____________, ________________ Hormat kami Pemohon, Materai 6000 ( Nama pemohon) 39
  40. 40. B. Permohonan Surat Ijin Kerja ( SIK )Lampiran : Satu gabung.Perihal : Permohonan Surat Ijin Kerja ( SIK )Kepada Yth.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten _______________Di __________________________________________Dengan HormatYang bertanda tangan di bawah ini :Nama :Tempat tanggal Lahir :Jenis Kelamin :Lulusan :Tahun Lulusan :Nomor STR :Tempat bekerja :Alamat rumah :Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Kerja( SIK ).Sebagai bahan pertimbangan terlampir .1. Foto copy STR yang masih berlaku2. Foto copy Ijazah Pendidikan Keperawatan ( Diploma III Keperawatan )3. Surat keterangan sehat dari Dokter4. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 ( dua ) lembar5. Surat keterngan dari pimpinan sarana pelayanan6. Rekomendasi dari organisasi profesiDemikian atas bantuan dan perhatiannya, kami ucapkan banyak terima kasih. __________, _________________ Yang memohon, Pemohon 40
  41. 41. C. Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat( SIPP )Lampiran : Satu gabung.Perihal : Permohonan Surat Ijin Praktik Perawat( SIPP )Kepada Yth.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten ___________________Di ______________________________________________Dengan HormatYang bertanda tangan di bawah ini :Nama :Tempat tanggal Lahir :Jenis Kelamin :Lulusan :Tahun lulusan :Nomor SIP :Alamat rumah :Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Ijin Praktik Perawat(SIPP) ulang, Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 148/ Menkes/ SK/ XI/2010tentang Penyelenggaraan Praktik Mandiri Perawat. Dan sebagai bahan pertimbanganterlampir .1. Foto copy KTP yang masih berlaku2. Foto copy STR yang masih berlaku3. Foto copy Ijazah Pendidikan Keperawatan ( Diploma III Keperawatan )4. Surat keterangan sehat dari dokter5. Pas foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 ( dua ) lembar6. Surat keterangan pengalaman kerja dari pimpinan sarana tempat kerja7. Rekomendasi dari organisasi profesiDemikian atas bantuan dan perhatiannya, kami ucapkan banyak terima kasih. __________, _________________ Yang memohon, Pemohon 41

×