Undang-undang ini mengubah ketentuan dalam UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia untuk memperkuat independensi, akuntabilitas, dan transparansi bank sentral. Revisi ini mencakup penetapan tujuan stabilitas nilai rupiah, perubahan dalam wewenang dewan gubernur, serta kewajiban bank untuk melaporkan kinerjanya kepada DPR dan pemerintah. Selain itu, bank Indonesia diharapkan untuk memberikan fasilitas pembiayaan darurat dan melakukan pengendalian moneter secara syariah.