PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN
DENGAN KINERJA KARYAWAN
PENGEMBANGAN SDM
Nama Kelompok :
1. Devi Dwi F ( 1961265 )
2. Eries Budi S ( 1961264 )
3. Yesita Dinda K ( 1961271 )
Pengertian Gaya Kepemimpinan
Merupakan strategi yang diterapkan oleh
seorang pemimpin dalam mengarahkan para
bawahannya guna menyatukan tujuan
organisasi dengan karyawan demi mencapai
tujuan bersama.
Jenis-jenis Gaya Kepemimpinan
1. Kepemimpinan Strategis
2. Kepemimpinan Otoriter
3. Kepemimpinan Transformasional
4. Kepemimpinan Birokrasi
5. Kepemimpinan Demokratis
6. Kepemimpinan Karismatik
7. Kepemimpinan Delegatif
8. Kepemimpinan Transaksional
Kepemimpinan Strategis
• Gaya kepemimpinan strategis merupakan
antara tugas atau sebuah tujuan yang ingin
dicapai dan adanya sebuah peluang untuk
berkembang dari tugas yang telah ditetapkan.
Manajer seperti ini akan berusaha memberikan
kompensasi dan memastikan kondisi kerja
tetap kondusif dan stabil untuk semua.
Kepemimpinan Otoriter
• Kepemimpinan otoriter merupakan suatu
kebalikan dari kepemimpinan demokratis.
Pemimpin dengan gaya ini ialah seorang
pemimpin yang begitu absolut. Gaya dalam
kepemimpinan nya tercermin dalam
bagaimana seorang pemimpin membuat
sebuah keputusan tanpa memikirkan adanya
orang-orang yang dipengaruhi dengan pilihan
yang telah dibuat.
Kepemimpinan Transformasional
• Seorang pemimpin dengan gaya transformasi
selalu berusaha untuk bagaimana mengubah
tim nya menjadi akan lebih baik. Perubahan ini
dapat berupa sebuah keterampilan tambahan
dan kemampuan untuk melakukan lebih
banyak pekerjaan yang lebih cepat
Kepemimpinan Birokrasi
• Satu kata untuk jenis kepemimpinan tersebut,
yakni aturan. Dalam menjalankan tugasnya dalam
pengelolaan sekelompok orang, direktur ini akan
mengacu terhadap SOP dan ketentuan yang masih
berlaku.
• Jenis kepemimpinan ini tidak akan menyukai
perubahan dan solusi sebagai menyelesaikan
suatu masalah. Pendekatan para pemimpin
birokrasi pada umumnya bersifat konservatif dan
sangat berhati-hati dalam pengambilan sebuah
keputusan.
Kepemimpinan Demokratis
• Kepemimpinan yang demokratis merupakan
seorang pemimpin yang dapat memperhitungkan
dalam masukan-masukan dari orang-orang yang
telah dipimpinnya sebelum membuat keputusan.
• Mengekspresikan suatu pendapat yakni dengan
cara bebas. Dengan masukan, para pemimpin
dapat mengidentifikasi sebuah masalah dari sudut
yang berbeda, dapat mengidentifikasi masalah
dan dapat menyelesaikan masalah yang real atau
nyata.
Kepemimpinan Karismatik
• Pemimpin dengan gaya karismatik secara alami
dapat menggeser periode atau tim mereka untuk
mencapai sebuah tujuan mereka. Karisma
seseorang pada umumnya muncul dari suatu
lingkungan di mana ia tumbuh dan nilai-nilai
sosial yang dianggapnya penting.
• Para pemimpin karismatik secara praktis
dilahirkan sebagai pemimpin. Sulit untuk
mengubah seorang pemimpin dari gaya yang
berbeda menjadi pemimpin yang karismatik.
Kepemimpinan Delegatif
• Kepemimpinan delegatif merupakan sebuah
gaya dalam kepemimpinan di mana terdapat
seorang pemimpin yakni memberikan
wewenang terhadap tim yang tekah
dipimpinnya dalam memenuhi tanggung jawab
dan tugasnya.
Kepemimpinan Transaksional
• Pemimpin transaksional akan dihargai jika tim
yang dipimpinnya berhasil bekerja dengan
memuaskan dan sejalan dengan tujuan dan
arahan tersebut.
• Seseorang pemimpin dapat mempunyai sebuah
karakter dalam kepemimpinan biasanya
mempunyai suatu visi dan misi yang jelas. Dapat
memengaruhi orang lain dalam pekerjaan, tujuan
sebagai mencapai tujuan sebuah organisasi
tersebut.
Pengertian Kinerja Pegawai.
Kinerja pegawai merupakan tingkat
pencapaian atau hasil kerja seseorang dari
sasaran yang harus dicapai atau tugas yang
harus dicapai atau tugas yang harus
dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab
masing-masing dalam kurun waktu tertentu.
Berikut adalah penjelasan seputar pengertian
Kinerja Pegawai dan unsur penilaian Kinerja
Pegawai.
Unsur Penilaian Kinerja Pegawai
• Penggunaan tenaga kerja yang efektif dan terarah merupakan kunci dari
peningkatan kinerja pegawai, sehingga dibutuhkan kebijaksanaan
perusahaan melalui penerapan struktur organisasi yang baik didalam
menggerakkan tenaga kerja tersebut agar mau bekerja lebih produktif
sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
• Prestasi Kerja. Hasil prestasi kerja pegawai, baik kualitas maupun
kuantitas menjadi tolak ukur kinerja. Dimana Kualitas Merupakan
sikap yang ditunjukkan oleh karyawan berupa hasil kerja dalam bentuk
kerapian, ketelitian dan keterkaitan hasil tidak mengabaikan volume
pekerjaan didalam mengerjakan pekerjaan. Sedangkan Kuantitas
Merupakan volume kerja yang dihasilkan dalam kondisi normal. Hal
ini dapat dilihat dari banyaknya beban kerja dan keadaan yang didapat
atau dialami pekerja selama bekerja.
• Kerja sama. Diukur dari kesediaan
pegawai/karyawan dalam berpartisipasi dan
bekerja sama dengan karyawan lain secara
vertikal dan horizontal sehingga hasil
pekerjaannya akan semakin baik
• Tanggung Jawab. Kesediaan karyawan dalam
mempertanggungjawabkan pekerjaan dan hasil
kerjanya, sarana dan prasarana yang
dipergunakan, serta perilaku kerjanya.
Pengertian Pengembangan SDM
Pengembangan SDM dapat diartikan sebagai
sebuah aktivitas yang dilakukan oleh suatu
perusahaan atau organisasi dalam waktu
tertentu untuk meningkatkan keterampilan dan
keahlian sumber daya manusianya dalam
entitas organisasi tersebut dan pada akhirnya
meningkatkan produktifitas organisasi secara
menyeluruh.
Tujuan Pengembangan SDM
Tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia secara
umum adalah untuk meningkatkan kualitas para pekerja
atau manusia melalui program pendidikan dan pelatihan
agar menciptakan sebuah produk yang berkualitas dan
mampu memajukan perusahaan atau organisasi. Yang
menjadi fokus dalam pengembangan ini adalah
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki setiap
individu harus mumpuni dan hasil pekerjaan setiap
individu dan kelompok harus diperhatikan untuk
mencapai potensi kerja secara maksimal.
Strategi Pengembangan SDM
Berikut beberapa strategi pengembangan SDM
yang dapat dilakukan oleh perusahaan :
1. Memberi kesempatan kepada karyawan untuk
menyalurkan ide dan gagasan
2. Memberi penghargaan.
3. Mengadakan pelatihan.
pengaruh pengembangan sdm terhadap
kinerja karyawan
Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk
meningkatkan berbagai kemampuan pegawai untuk mempersiapkan
suatu tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai
tujuan organisasi. Hal ini terjadi karena tujuan pengembangan
sumber daya manusia pada akhirnya adalah untuk menciptakan
pegawai yang memiliki kinerja yang baik dengan cara meningkatkan
kemampuan mereka untuk dapat berkinerja lebih baik. Jika kinerja
pegawai sebelumnya adalah positif, maka pengembangan yang
diberikan bertujuan untuk semakin meningkatkan kinerja pegawai
tersebut. Sedangkan bila kinerja sebelumnya negatif, maka tujuan
pengembangan sumber daya manusia adalah untuk memperbaikinya
agar menjadi baik dan positif.
TERIMA KASIH 

Tugas kelompok 5 manajemen sdm

  • 1.
    PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DENGANKINERJA KARYAWAN PENGEMBANGAN SDM Nama Kelompok : 1. Devi Dwi F ( 1961265 ) 2. Eries Budi S ( 1961264 ) 3. Yesita Dinda K ( 1961271 )
  • 2.
    Pengertian Gaya Kepemimpinan Merupakanstrategi yang diterapkan oleh seorang pemimpin dalam mengarahkan para bawahannya guna menyatukan tujuan organisasi dengan karyawan demi mencapai tujuan bersama.
  • 3.
    Jenis-jenis Gaya Kepemimpinan 1.Kepemimpinan Strategis 2. Kepemimpinan Otoriter 3. Kepemimpinan Transformasional 4. Kepemimpinan Birokrasi 5. Kepemimpinan Demokratis 6. Kepemimpinan Karismatik 7. Kepemimpinan Delegatif 8. Kepemimpinan Transaksional
  • 4.
    Kepemimpinan Strategis • Gayakepemimpinan strategis merupakan antara tugas atau sebuah tujuan yang ingin dicapai dan adanya sebuah peluang untuk berkembang dari tugas yang telah ditetapkan. Manajer seperti ini akan berusaha memberikan kompensasi dan memastikan kondisi kerja tetap kondusif dan stabil untuk semua.
  • 5.
    Kepemimpinan Otoriter • Kepemimpinanotoriter merupakan suatu kebalikan dari kepemimpinan demokratis. Pemimpin dengan gaya ini ialah seorang pemimpin yang begitu absolut. Gaya dalam kepemimpinan nya tercermin dalam bagaimana seorang pemimpin membuat sebuah keputusan tanpa memikirkan adanya orang-orang yang dipengaruhi dengan pilihan yang telah dibuat.
  • 6.
    Kepemimpinan Transformasional • Seorangpemimpin dengan gaya transformasi selalu berusaha untuk bagaimana mengubah tim nya menjadi akan lebih baik. Perubahan ini dapat berupa sebuah keterampilan tambahan dan kemampuan untuk melakukan lebih banyak pekerjaan yang lebih cepat
  • 7.
    Kepemimpinan Birokrasi • Satukata untuk jenis kepemimpinan tersebut, yakni aturan. Dalam menjalankan tugasnya dalam pengelolaan sekelompok orang, direktur ini akan mengacu terhadap SOP dan ketentuan yang masih berlaku. • Jenis kepemimpinan ini tidak akan menyukai perubahan dan solusi sebagai menyelesaikan suatu masalah. Pendekatan para pemimpin birokrasi pada umumnya bersifat konservatif dan sangat berhati-hati dalam pengambilan sebuah keputusan.
  • 8.
    Kepemimpinan Demokratis • Kepemimpinanyang demokratis merupakan seorang pemimpin yang dapat memperhitungkan dalam masukan-masukan dari orang-orang yang telah dipimpinnya sebelum membuat keputusan. • Mengekspresikan suatu pendapat yakni dengan cara bebas. Dengan masukan, para pemimpin dapat mengidentifikasi sebuah masalah dari sudut yang berbeda, dapat mengidentifikasi masalah dan dapat menyelesaikan masalah yang real atau nyata.
  • 9.
    Kepemimpinan Karismatik • Pemimpindengan gaya karismatik secara alami dapat menggeser periode atau tim mereka untuk mencapai sebuah tujuan mereka. Karisma seseorang pada umumnya muncul dari suatu lingkungan di mana ia tumbuh dan nilai-nilai sosial yang dianggapnya penting. • Para pemimpin karismatik secara praktis dilahirkan sebagai pemimpin. Sulit untuk mengubah seorang pemimpin dari gaya yang berbeda menjadi pemimpin yang karismatik.
  • 10.
    Kepemimpinan Delegatif • Kepemimpinandelegatif merupakan sebuah gaya dalam kepemimpinan di mana terdapat seorang pemimpin yakni memberikan wewenang terhadap tim yang tekah dipimpinnya dalam memenuhi tanggung jawab dan tugasnya.
  • 11.
    Kepemimpinan Transaksional • Pemimpintransaksional akan dihargai jika tim yang dipimpinnya berhasil bekerja dengan memuaskan dan sejalan dengan tujuan dan arahan tersebut. • Seseorang pemimpin dapat mempunyai sebuah karakter dalam kepemimpinan biasanya mempunyai suatu visi dan misi yang jelas. Dapat memengaruhi orang lain dalam pekerjaan, tujuan sebagai mencapai tujuan sebuah organisasi tersebut.
  • 12.
    Pengertian Kinerja Pegawai. Kinerjapegawai merupakan tingkat pencapaian atau hasil kerja seseorang dari sasaran yang harus dicapai atau tugas yang harus dicapai atau tugas yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing dalam kurun waktu tertentu. Berikut adalah penjelasan seputar pengertian Kinerja Pegawai dan unsur penilaian Kinerja Pegawai.
  • 13.
    Unsur Penilaian KinerjaPegawai • Penggunaan tenaga kerja yang efektif dan terarah merupakan kunci dari peningkatan kinerja pegawai, sehingga dibutuhkan kebijaksanaan perusahaan melalui penerapan struktur organisasi yang baik didalam menggerakkan tenaga kerja tersebut agar mau bekerja lebih produktif sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. • Prestasi Kerja. Hasil prestasi kerja pegawai, baik kualitas maupun kuantitas menjadi tolak ukur kinerja. Dimana Kualitas Merupakan sikap yang ditunjukkan oleh karyawan berupa hasil kerja dalam bentuk kerapian, ketelitian dan keterkaitan hasil tidak mengabaikan volume pekerjaan didalam mengerjakan pekerjaan. Sedangkan Kuantitas Merupakan volume kerja yang dihasilkan dalam kondisi normal. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya beban kerja dan keadaan yang didapat atau dialami pekerja selama bekerja.
  • 14.
    • Kerja sama.Diukur dari kesediaan pegawai/karyawan dalam berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lain secara vertikal dan horizontal sehingga hasil pekerjaannya akan semakin baik • Tanggung Jawab. Kesediaan karyawan dalam mempertanggungjawabkan pekerjaan dan hasil kerjanya, sarana dan prasarana yang dipergunakan, serta perilaku kerjanya.
  • 15.
    Pengertian Pengembangan SDM PengembanganSDM dapat diartikan sebagai sebuah aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau organisasi dalam waktu tertentu untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian sumber daya manusianya dalam entitas organisasi tersebut dan pada akhirnya meningkatkan produktifitas organisasi secara menyeluruh.
  • 16.
    Tujuan Pengembangan SDM Tujuanpengembangan Sumber Daya Manusia secara umum adalah untuk meningkatkan kualitas para pekerja atau manusia melalui program pendidikan dan pelatihan agar menciptakan sebuah produk yang berkualitas dan mampu memajukan perusahaan atau organisasi. Yang menjadi fokus dalam pengembangan ini adalah pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki setiap individu harus mumpuni dan hasil pekerjaan setiap individu dan kelompok harus diperhatikan untuk mencapai potensi kerja secara maksimal.
  • 17.
    Strategi Pengembangan SDM Berikutbeberapa strategi pengembangan SDM yang dapat dilakukan oleh perusahaan : 1. Memberi kesempatan kepada karyawan untuk menyalurkan ide dan gagasan 2. Memberi penghargaan. 3. Mengadakan pelatihan.
  • 18.
    pengaruh pengembangan sdmterhadap kinerja karyawan Pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu proses untuk meningkatkan berbagai kemampuan pegawai untuk mempersiapkan suatu tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan organisasi. Hal ini terjadi karena tujuan pengembangan sumber daya manusia pada akhirnya adalah untuk menciptakan pegawai yang memiliki kinerja yang baik dengan cara meningkatkan kemampuan mereka untuk dapat berkinerja lebih baik. Jika kinerja pegawai sebelumnya adalah positif, maka pengembangan yang diberikan bertujuan untuk semakin meningkatkan kinerja pegawai tersebut. Sedangkan bila kinerja sebelumnya negatif, maka tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk memperbaikinya agar menjadi baik dan positif.
  • 19.