HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap, artinya
supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi
atau suatu yang belum terwujud. Sedangkan
harapan itu sendiri mempunyai makna sesuatu
yang terkandung dalam hati setiap orang yang
datangnya merupakan karunia
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik
kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan
kepada Tuhan YME. Agar harapannya terwujud, maka
selain berusaha dengan sungguh-sungguh, manusia
tak lepas atau tidak boleh bosan berdoa. Hal ini
disebabkan karena harapan dan kepercayaan itu
adalah bagian dari hidup manusia yang tidak dapat
dipisahkan.
SEBAB MANUSIA MEMILIKI HARAPAN
Menurut kodratnya manusia itu adalah
makhluk sosial. Setiap lahir ke dunia ini
langsung disambut dalam suatu pergaulan
hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau
anggota masyarakat lainnya. Tak ada satu
manusia pun yang luput dari pergaulan
hidup. Di tengah manusia lain itulah
seseorang dapat hidup dan berkembang fisik
dan jasmani, serta mental dan spiritualnya.
Ada dua hal yang mendorong manusia hidup bergaul
dengan manusia lain, yaitu: dorongan kodrat dan
dorongan kebutuhan hidup.
1. Dorongan Kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan
alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia
sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya:
menangis, bergembira, berpikir, bercinta, berjalan,
berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
2. Dorongan Kebutuhan hidup
Sudah menjadi kodrat bahwa manusia
mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup.
Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat
dibedakan atas: kebutuhan jasmani dan
kebutuhan rohani.
Abraham Maslow mengkategorikan
kebutuhan manusia menjadi lima macam. Lima
macam kebutuhan itu merupakan lima harapan
manusia, yaitu:
1.Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup
(survival)
2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
3. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk
mencintai dan dicintai (being loving and love)
4. Harapan memperoleh status atau diterima atau
diakui lingkungan (status)
5. Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-
cita (self-actualization)
KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata
percaya, artinya mengakui atau meyakini
akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal-hal yang
berhubungan dengan pengakuan atau
keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah,
bahwa dasar kepercayaan itu adalah
kebenaran.
Kepercayaan dan Usaha
meningkatnya
Kepercayaan itu dapat dibedakan atas:
1. Kepercayaan Pada Diri sendiri
2. Kepercayaan Pada Orang Lain
3. Kepercayaan Pada Pemerintah
4. Kepercayaan Pada Tuhan
HARAPAN DAN CITA-CITA
Cita-cita merupakan impian yang disertai dengan tindakan dan
juga diberikan batas waktu.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui
kerja keras, kreatifitas, inovasi, dukungan orang lain dan
sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan
bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk
menghayal yang tidak-tidak.
Dalam bercita- cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan
fanatik karena kita bisa dibuat stress dan depresi jika tidak
tercapai.
HARAPAN DAN DOA
Orang yang berdoa bukan hanya sekedar sadar bahwa
kekuatanya lemah, tetapi ada unsur keyakinan bahwa berdoa itu
merupakan kewajiban. “Dan berfirman Tuhan kamu: Berdoalah
kamu kepada-ku. Juga aku akan mengabulkan doamu” (QS.
Gafir: 60). “ maka wajib atas kamu berdoa” (H.R. Turmidzi).
Kelemahan manusia itu, dilukiskan sebagai berikut:
a. Manusia hidup dalam kondisi ketidakpastian
b. Terbatasnya kesanggupan manusia
c. Manusia hidup bermasyarakat
Dalam konteks “ketidakpastian” Manusia
ditunjukkan kenyataan semua usaha manusia
bahwa, betapapun ia merencanakan dengan
baik dan melaksanakannya dengan seksama,
ia tetap tidak terlepas dari kekecewaan.
Dalam konteks “ketidakmungkinan” ditunjukkan
bahwa semua keinginan tidak dapat terkabul.
Kedua hal ini menghadapkan manusia pada
kondisi “titik kritis” dengan lingkungan perilaku
sehari-hari yang berstruktur. Maka dari semua
peristiwa ini, yang ada hanya “doa dan
harapan”.
HARAPAN TERAKHIR
Dalam hidup di dunia, manusia
dihadapkan pada persoalan yang
beragam baik itu masalah positif maupun
negatif. Untuk menghadapi persoalan
hidup tersebut manusia perlu belajar dari
manusia lainnya baik formal maupun
informal agar memiliki kehidupan yang
sejahtera.
Kehidupan manusia terbagi atas kebutuhan
jasmani dan kebutuhan rohani. Ada yang dalam
pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan
kehidupan duniawi namun juga ada yang
sebaliknya.
Dengan pengetahuan serta pengertian agama
tentang adanya kehidupan abadi di akhirat,
manusia menjalani ibadahnya. Ia akan
menjalankan perintah tuhan melalui agama,serta
menjauhkan diri dari larangan yang diberikan-
Nya.
Manusia menjalankan hal itu karena sadar
sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan
Tuhan. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang
,merupakan harapan terakhir manusia.
PPT Ilmu Budaya Dasar - Manusia

PPT Ilmu Budaya Dasar - Manusia

  • 2.
  • 3.
    Harapan berasal darikata harap, artinya supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Sedangkan harapan itu sendiri mempunyai makna sesuatu yang terkandung dalam hati setiap orang yang datangnya merupakan karunia
  • 4.
    Harapan harus berdasarkankepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan YME. Agar harapannya terwujud, maka selain berusaha dengan sungguh-sungguh, manusia tak lepas atau tidak boleh bosan berdoa. Hal ini disebabkan karena harapan dan kepercayaan itu adalah bagian dari hidup manusia yang tidak dapat dipisahkan.
  • 5.
    SEBAB MANUSIA MEMILIKIHARAPAN Menurut kodratnya manusia itu adalah makhluk sosial. Setiap lahir ke dunia ini langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tak ada satu manusia pun yang luput dari pergaulan hidup. Di tengah manusia lain itulah seseorang dapat hidup dan berkembang fisik dan jasmani, serta mental dan spiritualnya.
  • 6.
    Ada dua halyang mendorong manusia hidup bergaul dengan manusia lain, yaitu: dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. 1. Dorongan Kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya: menangis, bergembira, berpikir, bercinta, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
  • 7.
    2. Dorongan Kebutuhanhidup Sudah menjadi kodrat bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas: kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
  • 8.
    Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhanmanusia menjadi lima macam. Lima macam kebutuhan itu merupakan lima harapan manusia, yaitu: 1.Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival) 2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety) 3. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (being loving and love) 4. Harapan memperoleh status atau diterima atau diakui lingkungan (status) 5. Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita- cita (self-actualization)
  • 9.
    KEPERCAYAAN Kepercayaan berasal darikata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
  • 10.
    Kepercayaan dan Usaha meningkatnya Kepercayaanitu dapat dibedakan atas: 1. Kepercayaan Pada Diri sendiri 2. Kepercayaan Pada Orang Lain 3. Kepercayaan Pada Pemerintah 4. Kepercayaan Pada Tuhan
  • 11.
    HARAPAN DAN CITA-CITA Cita-citamerupakan impian yang disertai dengan tindakan dan juga diberikan batas waktu. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreatifitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak. Dalam bercita- cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stress dan depresi jika tidak tercapai.
  • 12.
    HARAPAN DAN DOA Orangyang berdoa bukan hanya sekedar sadar bahwa kekuatanya lemah, tetapi ada unsur keyakinan bahwa berdoa itu merupakan kewajiban. “Dan berfirman Tuhan kamu: Berdoalah kamu kepada-ku. Juga aku akan mengabulkan doamu” (QS. Gafir: 60). “ maka wajib atas kamu berdoa” (H.R. Turmidzi). Kelemahan manusia itu, dilukiskan sebagai berikut: a. Manusia hidup dalam kondisi ketidakpastian b. Terbatasnya kesanggupan manusia c. Manusia hidup bermasyarakat
  • 13.
    Dalam konteks “ketidakpastian”Manusia ditunjukkan kenyataan semua usaha manusia bahwa, betapapun ia merencanakan dengan baik dan melaksanakannya dengan seksama, ia tetap tidak terlepas dari kekecewaan. Dalam konteks “ketidakmungkinan” ditunjukkan bahwa semua keinginan tidak dapat terkabul. Kedua hal ini menghadapkan manusia pada kondisi “titik kritis” dengan lingkungan perilaku sehari-hari yang berstruktur. Maka dari semua peristiwa ini, yang ada hanya “doa dan harapan”.
  • 14.
    HARAPAN TERAKHIR Dalam hidupdi dunia, manusia dihadapkan pada persoalan yang beragam baik itu masalah positif maupun negatif. Untuk menghadapi persoalan hidup tersebut manusia perlu belajar dari manusia lainnya baik formal maupun informal agar memiliki kehidupan yang sejahtera.
  • 15.
    Kehidupan manusia terbagiatas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Ada yang dalam pandangan hidupnya hanya ingin memuaskan kehidupan duniawi namun juga ada yang sebaliknya. Dengan pengetahuan serta pengertian agama tentang adanya kehidupan abadi di akhirat, manusia menjalani ibadahnya. Ia akan menjalankan perintah tuhan melalui agama,serta menjauhkan diri dari larangan yang diberikan- Nya. Manusia menjalankan hal itu karena sadar sebagai makhluk yang tidak berdaya di hadapan Tuhan. Kebaikan di surga yang abadi inilah yang ,merupakan harapan terakhir manusia.