Kelompok
V
Ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat
keberadaan segala sesuatu yang ada menurut tata hubungan sistematis
berdasarkan hukum sebab-akibat.
Tokoh yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal
seperti Thales, Plato, dan Aristoteles. Pada masanya, kebanyakan orang
belum membedakan antara penampakan dengan kenyataan. Thales
terkenal sebaai filsuf yang pernah ada sampai kesimpulan “Bahwa air
merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu”.
Pengantar
PENGERTIAN ONTOLOGI
Menurut bahasa, ontologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu
On/Ontos=ada, dan Logos=ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu
tentang yang ada (bersifat konkret).
ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat
sesuatu yang berwujud (ada) dengan berdasarkan pada logika
semata. Pengertian ini didukung oleh pernyataan Runes bahwa
“Ontology is the theory of being qua being”.
Aristoteles mengatakan “the first Philosophy”
dan merupakan ilmu mengenai esensi benda
Amsal Bakhtiar ontologi adalah teori tentang
wujud, hakikat yang ada.
Jujun S. S ontologi membahas tentang apa yang ingin kita
ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau suatu
pengkajian mengenai tentang teori yang ada.
Bidang Kajian
Ontologi
Ontologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius
pada tahun 1636 M yang menamai teori tentang hakikat
yang ada bersifat metafisis.
Dalam perkembangannya Christian Wolff (1679-1754 M)
membagi metafisika menjadi dua, yaitu metafisika umum
yang disebut dengan Ontologi dan metafisika khusus yang
dibagi lagi menjadi kosmologi, psikologi, dan teologi.
Objek Materi
Objek materi yang dipelajari yaitu bersifat monistik pada
tingkatnya yang paling abstrak. Objek-objek materinya
menyangkt seluruh materi pluralitas ilmu pengetahuan, seperti
manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan zat kebendaan.
Semua makhluk, sebagai objek materipluralitas ilmu
penetahuan, secara sistematis berhubungan dengan proses
kausalistik. Keberadaan manusia didahului dengan keberadaan
binatang, begitupun seterusnya. Secara sistematis masing-
masing berada dalam saling bergantung (interdependence)
Objek Forma
Objek forma ini sering dipahami sebaai sudut ata titik pandang,
yang selanjutnya menentukan ruan linkup. Berdasarkan ruang
lingkup studi inilah selanjutnya ilmu pengetahuan berkembang
menjadi prular, berbeda-beda dan cenderun saling terpisah
antara satu dengan yang lainnya
Dalam mempelajari ontologi muncul beberapa pertanyaan yang
kemudian melahirkan aliran-aliran dalam filsaat. Dari masing-masing
pertanyaan menimbulkan beberapa sudut pandang mengenai ontologi.
Pertanyaan itu berupa
“Apakah yang ada itu?(What is being?)”,
“Bagaimana yang ada itu?(How is being?)”, dan
“Dimanakah yang ada itu?(Where is being?)”
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut maka muncullah pandangan-
pandangan pokok pemikiran ontologi, diantaranya:
PANDANGAN POKOK PEMIKIRAN ONTOLOGI
PANDANGAN POKOK PEMIKIRAN ONTOLOGI
DIPANDANG DARI SEGI JUMLAH
Monoisme yaitu aliran yang mengatakan bahwa
hanya ada satu kenyataan
fundamental.Kenyataan tersebut dapat berupa
jiwa, materi dan Tuhan.
Dualisme yaitu aliran yang menganggap adanya
dua substansiyang masing-masing berdiri sendiri.
Pluralisme adalah aliran yang menganggap
bahwa segenap macam bentuk merupakan
kenyataan dan semuanya nyata.
PANDANGAN POKOK PEMIKIRAN ONTOLOGI
DIPANDANG DARI SEGI SIFATNYA
Materialisme adalah aliran yang menyatakan bahwa
tidak ada sesuatu yang nyata kecuali materi. Pikiran
dan kesadaran hanyalah penjelmaan dari materi yang
dapat dikembalikan pada unsur-unsur fisik.
Spiritualisme/idealisme bahwa
kenyataan yang terdalam adalah roh.
PANDANGAN POKOK PEMIKIRAN ONTOLOGI
DIPANDANG DARI SEGI PROSES, KEJADIAN
DANPERUBAHAN
Mekanisme bahwa semua gejala dapat dijelaskan berdasarkan
asas-asas mekanik (mesin).
Vitalisme aliran yang memandang bahwa kehidupan tidak
sepenuhnya dijelaskan secara fisika-kimiawi, karena pada
hakikatnya berbeda dengan yang tidak hidup.
Teleologi bahwa yang berlaku dalam keadaan alam bukanlah
kaidah sebab akibat, akan tetapi memang ada sesuatu
kemauan atau kekuatan yang mengarahkan alam ke suatu
tujuan.
ALIRAN YANG BERKAITAN DENGAN
ONTOLOGI
Nihilisme adalah sebuah doktrin yang tidak
mengakui validitas alternatif yang fositif.
Agnitisisme adalah faham yang mengingkari
kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat
benda. Baik hakikat materi maupun hakikat roh.
Aspek
Ontologi
Aspek ontologi ilmu pengetahuan tertentu diuraikan/ditelaah secara:
a. Metodis
Menggunakan cara ilmiah
b. Sistematis
Saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam
suatu keseluruhan
c. Koheren
Unsur-unsurnya harus berurutan, tidak boleh
mengandung raian yang betentangan
g. Universal
Muatan kebenarannya sampai tingkat umum yang
berlaku di mana saja.
f. Radikal
Diuraikan sampai akar personalnya, atau esensinya.
e. Komprehensif
Melihat objek tidak hanya dari satu sudut pandang,
melainkan secara multidimensional atau secara
keseluruhan (holistik)
d. Rasional
Harus berdasarkan paa kaidah berfikir yang benar
(logis)
Tugas dds 4 kel v (ontologi)

Tugas dds 4 kel v (ontologi)

  • 1.
  • 2.
    Ontologi adalah bidangpokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu yang ada menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebab-akibat. Tokoh yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles. Pada masanya, kebanyakan orang belum membedakan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebaai filsuf yang pernah ada sampai kesimpulan “Bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu”. Pengantar
  • 3.
    PENGERTIAN ONTOLOGI Menurut bahasa,ontologi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu On/Ontos=ada, dan Logos=ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada (bersifat konkret). ontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat sesuatu yang berwujud (ada) dengan berdasarkan pada logika semata. Pengertian ini didukung oleh pernyataan Runes bahwa “Ontology is the theory of being qua being”.
  • 4.
    Aristoteles mengatakan “thefirst Philosophy” dan merupakan ilmu mengenai esensi benda Amsal Bakhtiar ontologi adalah teori tentang wujud, hakikat yang ada. Jujun S. S ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau suatu pengkajian mengenai tentang teori yang ada.
  • 5.
    Bidang Kajian Ontologi Ontologi pertamakali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1636 M yang menamai teori tentang hakikat yang ada bersifat metafisis. Dalam perkembangannya Christian Wolff (1679-1754 M) membagi metafisika menjadi dua, yaitu metafisika umum yang disebut dengan Ontologi dan metafisika khusus yang dibagi lagi menjadi kosmologi, psikologi, dan teologi.
  • 6.
    Objek Materi Objek materiyang dipelajari yaitu bersifat monistik pada tingkatnya yang paling abstrak. Objek-objek materinya menyangkt seluruh materi pluralitas ilmu pengetahuan, seperti manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan zat kebendaan. Semua makhluk, sebagai objek materipluralitas ilmu penetahuan, secara sistematis berhubungan dengan proses kausalistik. Keberadaan manusia didahului dengan keberadaan binatang, begitupun seterusnya. Secara sistematis masing- masing berada dalam saling bergantung (interdependence)
  • 7.
    Objek Forma Objek formaini sering dipahami sebaai sudut ata titik pandang, yang selanjutnya menentukan ruan linkup. Berdasarkan ruang lingkup studi inilah selanjutnya ilmu pengetahuan berkembang menjadi prular, berbeda-beda dan cenderun saling terpisah antara satu dengan yang lainnya
  • 8.
    Dalam mempelajari ontologimuncul beberapa pertanyaan yang kemudian melahirkan aliran-aliran dalam filsaat. Dari masing-masing pertanyaan menimbulkan beberapa sudut pandang mengenai ontologi. Pertanyaan itu berupa “Apakah yang ada itu?(What is being?)”, “Bagaimana yang ada itu?(How is being?)”, dan “Dimanakah yang ada itu?(Where is being?)” Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut maka muncullah pandangan- pandangan pokok pemikiran ontologi, diantaranya: PANDANGAN POKOK PEMIKIRAN ONTOLOGI
  • 9.
    PANDANGAN POKOK PEMIKIRANONTOLOGI DIPANDANG DARI SEGI JUMLAH Monoisme yaitu aliran yang mengatakan bahwa hanya ada satu kenyataan fundamental.Kenyataan tersebut dapat berupa jiwa, materi dan Tuhan. Dualisme yaitu aliran yang menganggap adanya dua substansiyang masing-masing berdiri sendiri. Pluralisme adalah aliran yang menganggap bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan dan semuanya nyata.
  • 10.
    PANDANGAN POKOK PEMIKIRANONTOLOGI DIPANDANG DARI SEGI SIFATNYA Materialisme adalah aliran yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang nyata kecuali materi. Pikiran dan kesadaran hanyalah penjelmaan dari materi yang dapat dikembalikan pada unsur-unsur fisik. Spiritualisme/idealisme bahwa kenyataan yang terdalam adalah roh.
  • 11.
    PANDANGAN POKOK PEMIKIRANONTOLOGI DIPANDANG DARI SEGI PROSES, KEJADIAN DANPERUBAHAN Mekanisme bahwa semua gejala dapat dijelaskan berdasarkan asas-asas mekanik (mesin). Vitalisme aliran yang memandang bahwa kehidupan tidak sepenuhnya dijelaskan secara fisika-kimiawi, karena pada hakikatnya berbeda dengan yang tidak hidup. Teleologi bahwa yang berlaku dalam keadaan alam bukanlah kaidah sebab akibat, akan tetapi memang ada sesuatu kemauan atau kekuatan yang mengarahkan alam ke suatu tujuan.
  • 12.
    ALIRAN YANG BERKAITANDENGAN ONTOLOGI Nihilisme adalah sebuah doktrin yang tidak mengakui validitas alternatif yang fositif. Agnitisisme adalah faham yang mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda. Baik hakikat materi maupun hakikat roh.
  • 13.
    Aspek Ontologi Aspek ontologi ilmupengetahuan tertentu diuraikan/ditelaah secara: a. Metodis Menggunakan cara ilmiah b. Sistematis Saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan c. Koheren Unsur-unsurnya harus berurutan, tidak boleh mengandung raian yang betentangan
  • 14.
    g. Universal Muatan kebenarannyasampai tingkat umum yang berlaku di mana saja. f. Radikal Diuraikan sampai akar personalnya, atau esensinya. e. Komprehensif Melihat objek tidak hanya dari satu sudut pandang, melainkan secara multidimensional atau secara keseluruhan (holistik) d. Rasional Harus berdasarkan paa kaidah berfikir yang benar (logis)