Teori Sosiometris
Moreno
Anas Adi Muhammad
210110120406
MANKOM A
Dosen Pengampu :
Dr. ANTAR VENUS, MA. COMM
MERIA OCTAVIANTI S.SOS, M.SI
Video
TOKOH
ASUMSI
GAMBARAN UMUM
KONSEP UTAMA
ANALISIS KASUS
TOKOH
Jacob Moreno Levy (Iacob Levy lahir, 18
Mei 1889 - 14 Mei 1974) adalah seorang
Austria-Amerika psikiater dan
psychosociologist terkemuka, pemikir dan
pendidik, pendiri psikodrama, dan pelopor
utama kelompok psikoterapi. Selama
hidupnya, ia diakui sebagai salah satu
ilmuwan sosial terkemuka.
Teori Sosiometris
Sosiometri disebut pula sebagai sarana untuk mengkaji
“tarikan” (attraction) dan tolakan (repulsion) anggota-
anggota suatu kelompok.
(Hotman M. Siahaan, 2005)
Asumsi
Bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa
tertarik satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak
komunikasi, sebaliknya individu-individu yang saling
menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak
komunikasi.
Pengukuran Atraksi dan
Repulsion dalam Sosiometri
Tataran ketertarikan (atraksi) dan penolakan (repulsion) dapat
diukur melalui alat tes sosiometri.
Contoh
Seseorang diminta untuk memilih satu orang lain atau lebih
berdasarkan kriteria yang telah disediakan oleh peneliti:
“Dengan siapakah anda bekerja?”
“Dengan sispakah anda bermain?”
Kemudian orang itu membuat pilihan-satu, dua, tiga pilihan
atau lebih-diantara anggota kelompok (biasanya).
Macam-macam Sosiometri
• Tipe Nominatif ( nomination )
• Tipe Skala Bertingkat ( Rating scale )
• Tipe Siapa Dia ( who’s they )
Tipe Nominatif ( nomination )
• Setiap individu dalam kelompok ditanyai, siapa-siapa
kawan yang disenangi / tidak disenangi untuk diajak
melakukan suatu aktivitas tertentu.
• Pilihan itu harus ditulis berurutan dari pilihan pertama (
paling disenangi ), pilihan kedua dan seterusnya.
Contoh
• Dengan siapakah anda ingin duduk dalam satu bangku ?
• Dengan siapa anda senang bermain ?
• Siapakah kawan yang terbaik ?
• Dengan siapakah anda senang bekerjasama ?
Sosiometri Tipe Skala
Bertingkat
• Dalam tipe ini disediakan sejumlah statement yang
disusun secara bertingkat
• Dalam setiap statemen kepada individu diminta untuk
mengisi nama salah seorang temannya yang hubungannya
sesuai dengan yang dinyatakan tersebut.
Contoh
• Saya sangat menyenangi teman ini. Saya sangat senang
bersama-sama dengan teman ini kemanapun saya pergi.
Kalau saya mempunyai problem kepadanyalah saya minta
bantuan. Sebaliknya, saya pun senantiasa siap
membantunya. Teman tersebut adalah…………...
• Saya menyenangi teman ini. Saya sering bekerjasama
dengannya dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
Saya juga sering berbincang-bincang dengannya. Teman
yang saya maksud tersebut adalah
…………………………….
Sosiometri Tipe Siapa Dia
• Dalam tipe ini disediakan sejumlah statement tentang
sifat-sifat individu.
• Anggota kelompok diminta memilih kawan-kawannya
yang mempunyai sifat yang cocok dengan yang
diungkapkan oleh statemen tersebut.
• Sosiometri tipe ini sering juga disebut tipe “terkalah dia”
(guess who). Dan karena pada setiap statemen ada
kemungkinan pilihan lebih dari seorang, maka tipe ini
sering juga disebut tipe “siapa mereka” (who are they).
ANALISIS KASUS
• Krisis Suriah
• Konflik yang terjadi di Suriah merupakan konflik yang
berasal dari konflik individu dengan kelompok. Rakyat
yang menginginkan Assad turun dari jabatannya adalah
kelompok, sedangkan Presiden Suriah Bashar Assad
adalah individu yang diinginkan oleh rakyat untuk turun
dari jabatannya. Namun pada perkembanganya, konflik
ini berkembang menjadi konflik antara kelompok
pendukung presiden (pemerintah) dan kelompok
pembebas suriah (oposisi).
• Individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik
satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak
komunikasi,
• Sebaliknya individu-individu yang saling menolak, hanya
sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi.
REPULSION
• Konflik yang terjadi di Suriah merupakan konflik antara
kelompok pendukung presiden (pemerintah) dan
kelompok pembebas suriah (oposisi).
• Keduanya merupakan sebuah kelompok yang memiliki
tujuannya masing-masing. Tujuan inilah yang menarik
anggota kelompoknya untuk bergabung dalam salah satu
kelompok tersebut.
ATTRACTION Kelompok pembebas suriah
(oposisi)
• Secara umum tujuan dari pihak oposisi adalah ingin
menggulingkan pemerintahan Assad karena dinilai terlalu
banyak koban yang terdholimi, terutama dari pihak
Muslim (Sunni). Mereka merasa perlu untuk
menggulingkan pemerintahan Assad dan menggantinya
dengan pemeritahanan baru yang berdasar pada syariat
Islam.
ATTRACTION Kelompok pendukung presiden
(pemerintah)
• Rezim bashar Assad ingin mempertahankan
kekuasaannya. Ia mengklaim dirinya adalah presiden
yang terpilih secara yang sah dan mendapatkan legitimasi
dari rakyat suriah sehingga segala cara untuk
menggulingkan pemerintahannya adalah bentuk kudeta
ilegal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Profil Penulis
Anas Adi Muhammad
210110120406
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi
UNPAD 2012
Jurusan Managemen Komunikasi
Lahir pada tanggal 20 Juli 1994
Di Cilacap.
Terima Kasih

Teori Sosiometris

  • 1.
    Teori Sosiometris Moreno Anas AdiMuhammad 210110120406 MANKOM A Dosen Pengampu : Dr. ANTAR VENUS, MA. COMM MERIA OCTAVIANTI S.SOS, M.SI
  • 2.
  • 3.
    TOKOH Jacob Moreno Levy(Iacob Levy lahir, 18 Mei 1889 - 14 Mei 1974) adalah seorang Austria-Amerika psikiater dan psychosociologist terkemuka, pemikir dan pendidik, pendiri psikodrama, dan pelopor utama kelompok psikoterapi. Selama hidupnya, ia diakui sebagai salah satu ilmuwan sosial terkemuka.
  • 4.
    Teori Sosiometris Sosiometri disebutpula sebagai sarana untuk mengkaji “tarikan” (attraction) dan tolakan (repulsion) anggota- anggota suatu kelompok. (Hotman M. Siahaan, 2005)
  • 5.
    Asumsi Bahwa individu-individu dalamkelompok yang merasa tertarik satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, sebaliknya individu-individu yang saling menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi.
  • 6.
    Pengukuran Atraksi dan Repulsiondalam Sosiometri Tataran ketertarikan (atraksi) dan penolakan (repulsion) dapat diukur melalui alat tes sosiometri.
  • 7.
    Contoh Seseorang diminta untukmemilih satu orang lain atau lebih berdasarkan kriteria yang telah disediakan oleh peneliti: “Dengan siapakah anda bekerja?” “Dengan sispakah anda bermain?” Kemudian orang itu membuat pilihan-satu, dua, tiga pilihan atau lebih-diantara anggota kelompok (biasanya).
  • 8.
    Macam-macam Sosiometri • TipeNominatif ( nomination ) • Tipe Skala Bertingkat ( Rating scale ) • Tipe Siapa Dia ( who’s they )
  • 9.
    Tipe Nominatif (nomination ) • Setiap individu dalam kelompok ditanyai, siapa-siapa kawan yang disenangi / tidak disenangi untuk diajak melakukan suatu aktivitas tertentu. • Pilihan itu harus ditulis berurutan dari pilihan pertama ( paling disenangi ), pilihan kedua dan seterusnya.
  • 10.
    Contoh • Dengan siapakahanda ingin duduk dalam satu bangku ? • Dengan siapa anda senang bermain ? • Siapakah kawan yang terbaik ? • Dengan siapakah anda senang bekerjasama ?
  • 11.
    Sosiometri Tipe Skala Bertingkat •Dalam tipe ini disediakan sejumlah statement yang disusun secara bertingkat • Dalam setiap statemen kepada individu diminta untuk mengisi nama salah seorang temannya yang hubungannya sesuai dengan yang dinyatakan tersebut.
  • 12.
    Contoh • Saya sangatmenyenangi teman ini. Saya sangat senang bersama-sama dengan teman ini kemanapun saya pergi. Kalau saya mempunyai problem kepadanyalah saya minta bantuan. Sebaliknya, saya pun senantiasa siap membantunya. Teman tersebut adalah…………... • Saya menyenangi teman ini. Saya sering bekerjasama dengannya dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Saya juga sering berbincang-bincang dengannya. Teman yang saya maksud tersebut adalah …………………………….
  • 13.
    Sosiometri Tipe SiapaDia • Dalam tipe ini disediakan sejumlah statement tentang sifat-sifat individu. • Anggota kelompok diminta memilih kawan-kawannya yang mempunyai sifat yang cocok dengan yang diungkapkan oleh statemen tersebut.
  • 14.
    • Sosiometri tipeini sering juga disebut tipe “terkalah dia” (guess who). Dan karena pada setiap statemen ada kemungkinan pilihan lebih dari seorang, maka tipe ini sering juga disebut tipe “siapa mereka” (who are they).
  • 16.
    ANALISIS KASUS • KrisisSuriah • Konflik yang terjadi di Suriah merupakan konflik yang berasal dari konflik individu dengan kelompok. Rakyat yang menginginkan Assad turun dari jabatannya adalah kelompok, sedangkan Presiden Suriah Bashar Assad adalah individu yang diinginkan oleh rakyat untuk turun dari jabatannya. Namun pada perkembanganya, konflik ini berkembang menjadi konflik antara kelompok pendukung presiden (pemerintah) dan kelompok pembebas suriah (oposisi).
  • 17.
    • Individu-individu dalamkelompok yang merasa tertarik satu sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, • Sebaliknya individu-individu yang saling menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi.
  • 18.
    REPULSION • Konflik yangterjadi di Suriah merupakan konflik antara kelompok pendukung presiden (pemerintah) dan kelompok pembebas suriah (oposisi). • Keduanya merupakan sebuah kelompok yang memiliki tujuannya masing-masing. Tujuan inilah yang menarik anggota kelompoknya untuk bergabung dalam salah satu kelompok tersebut.
  • 19.
    ATTRACTION Kelompok pembebassuriah (oposisi) • Secara umum tujuan dari pihak oposisi adalah ingin menggulingkan pemerintahan Assad karena dinilai terlalu banyak koban yang terdholimi, terutama dari pihak Muslim (Sunni). Mereka merasa perlu untuk menggulingkan pemerintahan Assad dan menggantinya dengan pemeritahanan baru yang berdasar pada syariat Islam.
  • 20.
    ATTRACTION Kelompok pendukungpresiden (pemerintah) • Rezim bashar Assad ingin mempertahankan kekuasaannya. Ia mengklaim dirinya adalah presiden yang terpilih secara yang sah dan mendapatkan legitimasi dari rakyat suriah sehingga segala cara untuk menggulingkan pemerintahannya adalah bentuk kudeta ilegal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku.
  • 21.
    Profil Penulis Anas AdiMuhammad 210110120406 Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD 2012 Jurusan Managemen Komunikasi Lahir pada tanggal 20 Juli 1994 Di Cilacap.
  • 22.