EMOTION AND COMMUNICATION THEORY
PAUL EKMAN
SARAH HARDIANTI - 210110120227MANKOM A
Latar Belakang Teori
Emosi setiap orang mencerminkan keadaan jiwanya
yang akan tampak secara nyata pada perubahan
dirinya
Tokoh Emotion and
Communication Theory
Paul Ekman adalah seorang
psikolog unggulan. Ia juga
merupakan penemu ekspresi
mikro bersama dengan teman-
temannya (Friesen, Haggard
dan Isaacs). Pada tahun 2009 ,
Ekman sebagai salah satu dari
100 orang paling berpengaruh di
dunia oleh Majalah Time.
Pada tahun 1965 ia melakukan penelitian pada ekspresi
wajah dan emosi setelah menerima hadiah dari Advanced
Research Projects Agency ( ARPA ) dari Departemen
Pertahanan untuk memeriksa studi lintas - budaya perilaku
Terbentuknya Emotion and
Communication Theory
 Kajian ekpresi wajah awalnya dibahas pada tulisan
Charles Darwin yang berjudul On the Origin of
Species (1859).
 The Expression of Emotion in Man and Animals
(1872), Darwin menyatakan bahwa ekspresi emosi
pada wajah merupakan bawaan biologis dan hasil dari
adaptasi evolusi.
 Kemudian pada tahun 1960-an psikologi Paul Ekman,
Wallace Friesen (1972), Carroll Izard (1971), dan
Sylvain Tomkins mengadakan penelitian metodologis.
Para peneliti tersebut melakukan penelitian yang saat
ini disebut sebagai Penelitian Universalitas.
Diterapkan empat jenis penelitian yang berbeda
1. Ekman, Friesen, dan Tomkins menunjukkan foto ekspresi emosi wajah yang
dianggap memiliki kesamaan ekspresi emosi secara universal kepada para
pengamat dari lima negara yang berbeda (AS, Argentina, Brazil, Chili, dan
Jepang) dan meminta para pengamat tersebut untuk memberi label pada
masing-masing ekspresi.
2. Ekman, Sorensen, dan
Friesen (1969) melakukan
penelitian yang sama di dua
suku tertinggal di New Guinea.
Dengan menggunakan sebuah
cerita pendek yang paling
mencerminkan ekspresi wajah
yang ditunjukkan. Para
partisipan diminta untuk
menceritakan tentang gambar
yang diberikan
3. Peneliti meminta anggota suku untuk
menunjukkan ekspresi wajah masing-
masing terhadap beberapa emosi yang
diberikan. Para anggota suku
kemudian difoto, dan foto tersebut
dibawa ke Amerika Serikat. Di AS, foto
tersebut ditunjukkan kepada para
pengamat, dan mereka diminta
memberikan label pada tiap-tiap foto
ekspresi wajah tersebut.
4. penelitian selanjutnya dilakukan terhadap bayi yang buta, di mana
penelitian ini juga menunjukkan hasil yang sama.
Asumsi teori
“Emosi pada
ekspresi wajah
seseorang bersifat
universal”
Definisi Emosi dan Komunikasi
 Emosi adalah reaksi yang kompleks yang mengandung
aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya
perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan
perasaan yang kuat dan sering terjadi perubahan prilaku
(Chaplin,1972 dalam Walgito,2003;203)
 Emosi dapat dikontrol. Menurut Ekman dan Friesen ada
3 jenis display rules, yaitu :
A. Masking : keadaan seseorang yang dapat
menyembunyikan emosi yang dialaminya.
B. Modulation : keadaan seseorang yang tidak dapat
meredam secara tuntas gejala kejasmaniannya.
C. Simulation: orang tidak mengalami emosi tetapi seolah-
olah mengalami emosi.
Bentuk-bentuk Ekspresi Emosi
 Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk
komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan
keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang
mengamatinya. Ekspresi wajah yang ditampilkan
individu dapat dipengaruhi oleh pengalaman, informasi,
dan budaya yang telah diterima oleh individu tersebut.
 Ekspresi yang diteliti, yaitu : Senang, Jijik, Terkejut,
Meremehkan, Sedih, Marah, Takut.
 Pada hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa
setiap negara yang diteliti memiliki ekspresi wajah
yang sama.
Bentuk-bentuk Ekspresi
Emosi
B. Ekspresi Vokal
Ekspresi vokal dapat berupa nada suara dan urutan
pengucapan. Biasanya nada suara vokal seseorang akan
berubah mengiringi emosi yang dialami. Seseorang yang
marah nada suaranya akan meninggi. Mereka yang bahagia
akan lepas dan lancar. Sedangkan mereka yang sedih
mungkin terbata-bata.C. Bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi, alat ekspresi, integrasi, untuk
tujuan praktis, artistik dan filosofis. Melalui bahasa, manusia
dapat mengekspresikan apa yang tengah dirasakan atau
dipikirkan. Pikiran dan perasaan tersebut direalisasikan dalam
bentuk ragam bahasa verbal dan nonverbal. Contohnya, ketika
seseorang sedang sedih atau senang akan mengekspresikannya
dengan menulis buku harian.
Sifat-sifat emosi pada ekspresi
wajah
a. Universal
Paul Ekman sudah meneliti ekspresi wajah manusia baik di
suku yang masih tertinggal hingga di Negara yang sudah
modern menghasilkan ekspresi wajah yang sama. Senang,
sedih, marah, takut, jijik dan terkejut ditampilkan dengan
ekspresi serupa. Dengan begitu, sifat emosi pada ekspresi
wajah dikatakan universal.
b. Hasil regulasi (display rule).
Seseorang bisa saja berbohong mengenai perasaan yang ia
alami. Sebagian ekspresi wajah dapat diketahui maksudnya
dengan mudah. Namun, beberapa ekspresi lainnya sulit
diartikan. Misalnya ketakutan dan kejijikan kadang sulit
dibedakan. Selain itu, karena susunan otot-otot wajah orang
tersebut secara alami menyerupai wajah seseorang yang
mengalami ekspresi tertentu. Contohya, wajah seseorang
yang tampak selalu tersenyum.
Jenis – jenis Emosi
Emosi bisa dibedakan dalam nilai positif dan negatif. Diantara
keduanya terdapat nilai netral. Emosi netral adalah kategori emosi
yang tidak jelas posisinya.
1. Emosi positif memicu munculnya kesejahteraan emosional dan
memfasilitasi dalam pengaturan emosi negatif. Jika seseorang
memiliki emosi positif, maka akan lebih mudah dalam mengatur
emosi negatif yang tiba-tiba datang.
2. Emosi negatif menghasilkan permasalahan yang mengganggu
orang tsb. Misalnya sedih, marah, cemas, tersinggung, benci, jijik,
muak, prasangka, dan sejenisnya.
Orang yang memiliki banyak emosi positif biasanya merupakan
orang-orang yang bahagia dalam hidupnya. Sedangkan mereka
yang lebih banyak memiliki emosi negatif hidupnya kurang
sejahtera.
Fungsi Emosi
1) Emosi adalah pembangkit energi / energizer. Emosi
membangkitkan dan memobilisasi energi kita: misalnya marah
menggerakkan kita untuk menyerang.
2) Emosi adalah pembawa informasi / messenger.
Bagaimana keadaan diri kita dapat kita ketahui dari emosi kita.
Jika kita sedih berarti kita kehilangan sesuatu atau seseorang..
3) Pembawa pesan dalam komunikasi intrapersonal dan
interpersonal. Dalam berkomunikasi, pasti memiliki tujuan atau
pesan yang akan disampaikan. Seperti ketika kita sedang
bercerita dengan sahabat kita, dalam cerita itu terdapat cerita
sedih yang membuat kita menangis,sahabat kita juga turut
menangis.
4) Sumber informasi tentang keberhasilan. Kita
mendambakan kesehatan dan mengetahui ketika kita merasa
Studi Kasus
Studi Kasus
W : Sebenarnya apa sih yang terjadi?
Luna: yang terjadi, saya juga bingung yang
terjadi apa nih. Kayaknya pemberitaan di luar
sudah terlalu over expose, sudah terlalu
berlebihan saya rasa. Ya mungkin sepertinya
tidak seperti apa mereka pikir. Tapi itu menjadi
suatu hal yang dibesar-besarkan lagi. Diblow up
sedemikian rupa. Seakan-akan beritanya besar
banget, tapi kan nggak juga yah.
Ariel: ya, berlebihan aja
Studi Kasus
W : Soal video porno Ariel itu bagaimana ?
Luna: yang jelas sih kita tidak merasa yah. Yang
jelas kita tidak seperti apa yang orang tuduhkan
ke kita.
Ariel: yang jelas ini belum selesai, maksudnya
masih berjalan. Istilahnya kita sudah
menyerahkan semua kepada yang berwajib,
prosesnya segala macam. Harusnya sih jangan
ada yang dilebih-lebihkan atau bagaimana
Studi Kasus
W : Saya dengar di polisi, Ariel mengatakan bahwa
itu bukan Ariel dan Luna yang ada di video itu ?
Luna: Yang jelas kita tidak seperti apa yang orang
tuduhkan ke kita.
W :Bagaimana saat kalian mendengar soal video itu
pertama kali?
Luna: Yang pasti kaget yah. Karena dalam pikiran
saya tidak pernah terbesit sedikitpun ini akan terjadi,
ataupun hal ini bisa terjadi sama kita berdua. Yang
jelas saya merasa terpojok. Yang saya sesalkan ini
benar-benar sudah pencemaran nama baik yah,
belum terbukti.
Analisis Kasus
Dari foto dan video mengenai wawancara Ariel
dan Luna Maya terkait penyebaran video porno
yang ada, terlihat dari mimik wajah mereka
bahwa mereka sedang berbohong.
Dari wajah mereka, mereka sedih, terkejut serta
malu atas tersebarnya video porno tersebut.
Kesedihan mereka bisa dilihat dari kelopak mata
atas mereka turun, mata tidak fokus dan ujung
mulut tertarik kebawah. Selain merasa sedih,
Ariel juga terlihat terkejut dari mulutnya yang
terbuka.
Analisis Kasus
Untuk memperkuat, bisa dilihat dari jawaban atas
pertanyaan yang diberikan kepada Ariel dan Luna.
Jawaban mereka cenderung mengelak, bukan
mengklarifikasi masalah.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ariel dan
Luna sedeang berbohong saat diwawancarai
mengenai kasus video porno tersebut.
Emotion and Communication theory mengajarkan
kita untuk membaca ekspresi wajah seseorang
dengan mudah, cepat dan tepat. Sangat berguna
saat kita ingin memastikan bagaimana oran tersebut
terhadap suatu masalah, maupun dalam
menanggapi kehadiran kita.
Ekspresi Wajah
Kesimpulan
Emosi pada ekspresi wajah seseorang bersifat
universal dimana pun seseorang itu tinggal. Tidak
ada perbedaan atas penamaan ekspresi wajah
tersebut. Ekspresi wajah yang di analisis oleh
Paul Ekman dan teman-temannya antara lain,
senang, sedih, marah, jijik, takut, meremehkan,
dan terkejut.
Dengan adanya teori ini, kita dapat dengan
mudah mengetahui bagaimana sebenarnya
seseorang menanggapi kita dengan hanya
melalui mimik wajah mereka. Dengan begitu, kita
tidak akan salah menduga orang tersebut, karena
hal ini sudah bersifat universal.

Emotion & Communication Theory

  • 1.
    EMOTION AND COMMUNICATIONTHEORY PAUL EKMAN SARAH HARDIANTI - 210110120227MANKOM A
  • 2.
    Latar Belakang Teori Emosisetiap orang mencerminkan keadaan jiwanya yang akan tampak secara nyata pada perubahan dirinya
  • 3.
    Tokoh Emotion and CommunicationTheory Paul Ekman adalah seorang psikolog unggulan. Ia juga merupakan penemu ekspresi mikro bersama dengan teman- temannya (Friesen, Haggard dan Isaacs). Pada tahun 2009 , Ekman sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh Majalah Time. Pada tahun 1965 ia melakukan penelitian pada ekspresi wajah dan emosi setelah menerima hadiah dari Advanced Research Projects Agency ( ARPA ) dari Departemen Pertahanan untuk memeriksa studi lintas - budaya perilaku
  • 4.
    Terbentuknya Emotion and CommunicationTheory  Kajian ekpresi wajah awalnya dibahas pada tulisan Charles Darwin yang berjudul On the Origin of Species (1859).  The Expression of Emotion in Man and Animals (1872), Darwin menyatakan bahwa ekspresi emosi pada wajah merupakan bawaan biologis dan hasil dari adaptasi evolusi.  Kemudian pada tahun 1960-an psikologi Paul Ekman, Wallace Friesen (1972), Carroll Izard (1971), dan Sylvain Tomkins mengadakan penelitian metodologis. Para peneliti tersebut melakukan penelitian yang saat ini disebut sebagai Penelitian Universalitas. Diterapkan empat jenis penelitian yang berbeda
  • 5.
    1. Ekman, Friesen,dan Tomkins menunjukkan foto ekspresi emosi wajah yang dianggap memiliki kesamaan ekspresi emosi secara universal kepada para pengamat dari lima negara yang berbeda (AS, Argentina, Brazil, Chili, dan Jepang) dan meminta para pengamat tersebut untuk memberi label pada masing-masing ekspresi. 2. Ekman, Sorensen, dan Friesen (1969) melakukan penelitian yang sama di dua suku tertinggal di New Guinea. Dengan menggunakan sebuah cerita pendek yang paling mencerminkan ekspresi wajah yang ditunjukkan. Para partisipan diminta untuk menceritakan tentang gambar yang diberikan 3. Peneliti meminta anggota suku untuk menunjukkan ekspresi wajah masing- masing terhadap beberapa emosi yang diberikan. Para anggota suku kemudian difoto, dan foto tersebut dibawa ke Amerika Serikat. Di AS, foto tersebut ditunjukkan kepada para pengamat, dan mereka diminta memberikan label pada tiap-tiap foto ekspresi wajah tersebut. 4. penelitian selanjutnya dilakukan terhadap bayi yang buta, di mana penelitian ini juga menunjukkan hasil yang sama.
  • 6.
    Asumsi teori “Emosi pada ekspresiwajah seseorang bersifat universal”
  • 7.
    Definisi Emosi danKomunikasi  Emosi adalah reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan yang kuat dan sering terjadi perubahan prilaku (Chaplin,1972 dalam Walgito,2003;203)  Emosi dapat dikontrol. Menurut Ekman dan Friesen ada 3 jenis display rules, yaitu : A. Masking : keadaan seseorang yang dapat menyembunyikan emosi yang dialaminya. B. Modulation : keadaan seseorang yang tidak dapat meredam secara tuntas gejala kejasmaniannya. C. Simulation: orang tidak mengalami emosi tetapi seolah- olah mengalami emosi.
  • 8.
    Bentuk-bentuk Ekspresi Emosi Ekspresi Wajah Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah yang ditampilkan individu dapat dipengaruhi oleh pengalaman, informasi, dan budaya yang telah diterima oleh individu tersebut.  Ekspresi yang diteliti, yaitu : Senang, Jijik, Terkejut, Meremehkan, Sedih, Marah, Takut.  Pada hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa setiap negara yang diteliti memiliki ekspresi wajah yang sama.
  • 9.
    Bentuk-bentuk Ekspresi Emosi B. EkspresiVokal Ekspresi vokal dapat berupa nada suara dan urutan pengucapan. Biasanya nada suara vokal seseorang akan berubah mengiringi emosi yang dialami. Seseorang yang marah nada suaranya akan meninggi. Mereka yang bahagia akan lepas dan lancar. Sedangkan mereka yang sedih mungkin terbata-bata.C. Bahasa Bahasa sebagai alat komunikasi, alat ekspresi, integrasi, untuk tujuan praktis, artistik dan filosofis. Melalui bahasa, manusia dapat mengekspresikan apa yang tengah dirasakan atau dipikirkan. Pikiran dan perasaan tersebut direalisasikan dalam bentuk ragam bahasa verbal dan nonverbal. Contohnya, ketika seseorang sedang sedih atau senang akan mengekspresikannya dengan menulis buku harian.
  • 10.
    Sifat-sifat emosi padaekspresi wajah a. Universal Paul Ekman sudah meneliti ekspresi wajah manusia baik di suku yang masih tertinggal hingga di Negara yang sudah modern menghasilkan ekspresi wajah yang sama. Senang, sedih, marah, takut, jijik dan terkejut ditampilkan dengan ekspresi serupa. Dengan begitu, sifat emosi pada ekspresi wajah dikatakan universal. b. Hasil regulasi (display rule). Seseorang bisa saja berbohong mengenai perasaan yang ia alami. Sebagian ekspresi wajah dapat diketahui maksudnya dengan mudah. Namun, beberapa ekspresi lainnya sulit diartikan. Misalnya ketakutan dan kejijikan kadang sulit dibedakan. Selain itu, karena susunan otot-otot wajah orang tersebut secara alami menyerupai wajah seseorang yang mengalami ekspresi tertentu. Contohya, wajah seseorang yang tampak selalu tersenyum.
  • 11.
    Jenis – jenisEmosi Emosi bisa dibedakan dalam nilai positif dan negatif. Diantara keduanya terdapat nilai netral. Emosi netral adalah kategori emosi yang tidak jelas posisinya. 1. Emosi positif memicu munculnya kesejahteraan emosional dan memfasilitasi dalam pengaturan emosi negatif. Jika seseorang memiliki emosi positif, maka akan lebih mudah dalam mengatur emosi negatif yang tiba-tiba datang. 2. Emosi negatif menghasilkan permasalahan yang mengganggu orang tsb. Misalnya sedih, marah, cemas, tersinggung, benci, jijik, muak, prasangka, dan sejenisnya. Orang yang memiliki banyak emosi positif biasanya merupakan orang-orang yang bahagia dalam hidupnya. Sedangkan mereka yang lebih banyak memiliki emosi negatif hidupnya kurang sejahtera.
  • 12.
    Fungsi Emosi 1) Emosiadalah pembangkit energi / energizer. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energi kita: misalnya marah menggerakkan kita untuk menyerang. 2) Emosi adalah pembawa informasi / messenger. Bagaimana keadaan diri kita dapat kita ketahui dari emosi kita. Jika kita sedih berarti kita kehilangan sesuatu atau seseorang.. 3) Pembawa pesan dalam komunikasi intrapersonal dan interpersonal. Dalam berkomunikasi, pasti memiliki tujuan atau pesan yang akan disampaikan. Seperti ketika kita sedang bercerita dengan sahabat kita, dalam cerita itu terdapat cerita sedih yang membuat kita menangis,sahabat kita juga turut menangis. 4) Sumber informasi tentang keberhasilan. Kita mendambakan kesehatan dan mengetahui ketika kita merasa
  • 13.
  • 14.
    Studi Kasus W :Sebenarnya apa sih yang terjadi? Luna: yang terjadi, saya juga bingung yang terjadi apa nih. Kayaknya pemberitaan di luar sudah terlalu over expose, sudah terlalu berlebihan saya rasa. Ya mungkin sepertinya tidak seperti apa mereka pikir. Tapi itu menjadi suatu hal yang dibesar-besarkan lagi. Diblow up sedemikian rupa. Seakan-akan beritanya besar banget, tapi kan nggak juga yah. Ariel: ya, berlebihan aja
  • 15.
    Studi Kasus W :Soal video porno Ariel itu bagaimana ? Luna: yang jelas sih kita tidak merasa yah. Yang jelas kita tidak seperti apa yang orang tuduhkan ke kita. Ariel: yang jelas ini belum selesai, maksudnya masih berjalan. Istilahnya kita sudah menyerahkan semua kepada yang berwajib, prosesnya segala macam. Harusnya sih jangan ada yang dilebih-lebihkan atau bagaimana
  • 16.
    Studi Kasus W :Saya dengar di polisi, Ariel mengatakan bahwa itu bukan Ariel dan Luna yang ada di video itu ? Luna: Yang jelas kita tidak seperti apa yang orang tuduhkan ke kita. W :Bagaimana saat kalian mendengar soal video itu pertama kali? Luna: Yang pasti kaget yah. Karena dalam pikiran saya tidak pernah terbesit sedikitpun ini akan terjadi, ataupun hal ini bisa terjadi sama kita berdua. Yang jelas saya merasa terpojok. Yang saya sesalkan ini benar-benar sudah pencemaran nama baik yah, belum terbukti.
  • 17.
    Analisis Kasus Dari fotodan video mengenai wawancara Ariel dan Luna Maya terkait penyebaran video porno yang ada, terlihat dari mimik wajah mereka bahwa mereka sedang berbohong. Dari wajah mereka, mereka sedih, terkejut serta malu atas tersebarnya video porno tersebut. Kesedihan mereka bisa dilihat dari kelopak mata atas mereka turun, mata tidak fokus dan ujung mulut tertarik kebawah. Selain merasa sedih, Ariel juga terlihat terkejut dari mulutnya yang terbuka.
  • 18.
    Analisis Kasus Untuk memperkuat,bisa dilihat dari jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada Ariel dan Luna. Jawaban mereka cenderung mengelak, bukan mengklarifikasi masalah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Ariel dan Luna sedeang berbohong saat diwawancarai mengenai kasus video porno tersebut. Emotion and Communication theory mengajarkan kita untuk membaca ekspresi wajah seseorang dengan mudah, cepat dan tepat. Sangat berguna saat kita ingin memastikan bagaimana oran tersebut terhadap suatu masalah, maupun dalam menanggapi kehadiran kita.
  • 19.
  • 26.
    Kesimpulan Emosi pada ekspresiwajah seseorang bersifat universal dimana pun seseorang itu tinggal. Tidak ada perbedaan atas penamaan ekspresi wajah tersebut. Ekspresi wajah yang di analisis oleh Paul Ekman dan teman-temannya antara lain, senang, sedih, marah, jijik, takut, meremehkan, dan terkejut. Dengan adanya teori ini, kita dapat dengan mudah mengetahui bagaimana sebenarnya seseorang menanggapi kita dengan hanya melalui mimik wajah mereka. Dengan begitu, kita tidak akan salah menduga orang tersebut, karena hal ini sudah bersifat universal.