Teori Psikoanalisa
PSYCHOANALYTIC APPROACH
 Psychoanalysis merupakan jenis terapi psikis dan juga
teori kepribadian  pendekatan ini menyembuhkan klien
dengan menggunakan teknik analisis mendalam yang
bertujuan untuk menggali pengalaman masa lalu
seseorang
 Dari pengalaman terapeutik, disusun teori Psikoanalisis :
 Belajar pada Charcot (1894)  terapi penyakit histeria dengan
metode hipnosa
 Belajar pada Breuer (1895)  terapi penyakit histeria dengan
metode asosiasi bebas
PSYCHOANALYTIC APPROACH
 Pendekatan Psikoanalisa = Psikodinamika
 Teori ini mementingkan aspek dinamis yaitu
sebab-sebab terjadinya proses psikis
 Berdasarkan pemerhatian bahwa individu
seringkali tidak menyadari faktor-faktor
yang menentukan emosi dan tingkah laku
mereka.
Dasar-Dasar Teori Psikoanalisa
 Dasar kepribadian seseorang diperoleh sejak masa kecil
 Kejadian pada masa kecil/masa lalu menjadi bagian dari
ketidaksadaran
 Pengalaman masa mendatang hanya pengulangan dari
pengalaman masa lalu
 Perilaku timbul dr adanya tekanan psikologis yg tdk disadari
 Tidak ada simtom perilaku abnormal yg timbul begitu saja 
akumulasi di pengalaman masa lalu/masa kanak-kanak
 Gangguan jiwa terjadi akibat pertentangan antara id (dorongan
instinktual) dan superego (dorongan untuk mengikuti norma
masyarakat)
Psikodinamika : Sigmund Freud
 Konsep dasar : menjelaskan ttg jiwa dg analogi gunung es (yg
terlihat dipermukaan : daerah kesadaran  paling sedikit, yg tdk
terlihat : daerah pra-kesadaran dan daerah ketidaksadaran)
 Sadar (conscious) : berhubungan dg kesadaran kita saat ini  segala
sesuatu yg kita sadari
 Prasadar (preconscious) : isi terletak di luar kesadaran sat ini namun
dpt dibawa ke kesadaran dg memfokuskan perhatian  segala
sesuatu yg membutuhkan sedikit usaha utk dibawa ke dalam
kesadaran
 Ketidaksadaran (unconscious) : berisi dorongan2 instingtual, dapat
berupa ide, nafsu, maupun perasaan  segala sesuatu yg sukar
sekali muncul ke dalam kesadaran
DIVISIONS OF MIND
3 Bagian Kepribadian:
Id, Ego, Superego
 Id : berisi insting-insting dasar yg dibawa sejak
lahir atau merepresentasikan aspek biologis
 Kontribusi : insting
 Orientasi waktu : segera terpenuhi
 Level : Ketidaksadaran
 Prinsip kerja : Kenikmatan (pleasure principle)
 Tujuan : mencari pemuasan dan menghindari
hukuman
 Bidikan : pemenuhan hasrat
 Proses : tidak rasional  tindakan refleks
(otomatis) dan proses berpikir primer (melalui
imajinasi dan fantasi)
 Realitas : subjektif  gambaran mental
Next...
 Ego : timbul krn kebutuhan organisme
memerlukan transaksi yg sesuai dg dunia
objektif atau mereprensentasikan aspek
psikologis
 Kontribusi : diri
 Orientasi waktu : saat ini
 Level : kesadaran, prasadar, ketidaksadaran
 Prinsip kerja : realitas (reality principle)
 Tujuan : adaptasi id dg realitas (memuaskan
id tanpa menyerang standar moral
superego)  mediator
 Bidikan : keamanan dan kompromi
 Proses : rasional  proses berpikir sekunder
(mengingat, merencanakan, dan menimbang
situasi yg memungkinkan kompromi)
 Realitas : objektif, logis
Next...
 Superego : perwujudan internal dr
nilai2 dan cita2, peran pengasuhan
ortu-anak, agama, budaya, hukuman
dan hadiah yg merepresentasikan aspek
sosial  hsl interaksi dg lingkungan sos
 Kontribusi : standar nilai
 Waktu : masa lalu
 Level : kesadaran, prasadar,
ketidaksadaran
 Prinsip : moral (morality principle)
 Tujuan : memilih antara benar dan
salah
 Bidikan : kesempurnaan
 Proses : Tidak rasional  identifikasi
(internalisasi standar moral dan nilai dr
ortu dan org2 penting lain)
 Realitas : subjektif  ego ideal, utopis
DINAMIKA KEPRIBADIAN
 Insting : Merupakan representasi psikologis dari kebutuhan
ragawi, untuk memenuhi kebutuhan fisiologis
 Karakteristik :
 Sumber : kondisi jasmani yang merasakan adanya
kekurangan (disebut kebutuhan)
 Tujuan : menghilangkan rangsangan atau tegangan yang
dirasakan oleh id dan ego
 Obyek : segala sesuatu yang harus dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan / dapat meredakan ketegangan
seperti benda, tindakan, atau kondisi yang dapat
memberikan kenikmatan/kepuasan
 Impetus (kekuatan): daya/ tenaga/ kekuatan yang
ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya
DINAMIKA KEPRIBADIAN
 Penggolongan insting  Freud membagi
insting ke dalam 2 kategori :
 Life instinct (insting hidup). Energi dari
insting hidup disebut libido. Misal: lapar,
haus, sex
 Death instict (insting mati). Insting
merusak/destruktif. Salah satu derivatnya
adalah dorongan agresif
DINAMIKA KEPRIBADIAN
 Kecemasan  bentuk kecemasan yang terjadi di kemudian hari
berasal dari trauma kelahiran dimana pada saat kelahiran, bayi
diterpa bertubi-tubi oleh stimulus-stimulus dari dunia yang
belum dikenalnya dan bayi belum dapat menyesuaikan diri
terhadap semua stimuli tadi.
 Bayi butuh lingkungan yang terlindungi, agar egonya
mempunyai kesempatan berkembang & menguasai stimuli yang
kuat dari lingkungan luar
 Jika ego tidak dapat mengatasi kecemasan secara rasional maka
kembali pada cara-cara yang tidak realistik  MEKANISME
PERTAHANAN DIRI
DINAMIKA KEPRIBADIAN
 Jenis kecemasan:
1. Reality anxiety : ketika hidup sso berada dlm
bahaya scr objektif (mis: kondisi perang, miskin,
dll)
2. Neurotic anxiety (kekhawatiran jika id lepas
kendali)  ketakutan pada hukuman)
3. Moral anxiety ( timbul jika individu akan/ sudah
melanggar norma yang tertanam dalam dirinya/
berasal dari kata hati)
DINAMIKA KEPRIBADIAN
 Coping kecemasan : pengatasan rasa tdk nyaman yg
dialami ego, mis : cemas dpt dikurangi dgn bbrp cara :
 Menghilangkan atau menghindari bahaya di dunia
luar dg menghadapinya secara rasional/sadar
 Menggunakan mekanisme pertahanan diri (MPD)
 Mekanisme pertahanan diri : strategi yg digunakan
tanpa disadari utk melindungi ego dr kecemasan 
normal
 Tujuan :melindungi ego dan mengurangi kecemasan
Mekanisme Pertahanan Diri
Jenis2 Mekanisme Pertahanan
Diri...
1. Represi : menekan impuls atau pemikiran yg tdk dpt
diterima ego dr kesadaran ke alam ketidaksadaran
2. Regresi : kembali ke pola perilaku di usia yang lebih muda
(mundur ke cara di masa lalu)
3. Rasionalisasi : menyepelekan hal-hal yang besar/sulit, serta
menganggap besar atau penting hal-hal yang kecil/mudah
dengan argumentasi yang seakan-akan rasional
menciptakan alasan untuk tindakan atau sikap yg tdk dapat
dinalar
4. Displacement : mengalihkan respon emosional dr objek yg
mungkin berbahaya ke suatu objek pengganti yg lbh
memungkinkan
5. Proyeksi : merujuk pd karakteristik objek atau hasrat
individu yg tidak dpt diterima dinyatakan sbg milik
orang lain
6. Reaksi formasi : mengubah apa yg dirasakan mjd
perasaan yg berlawanan (benci  sayang)
7. Pengingkaran : mengingkari pengalaman negatif yg
realistis
8. Sublimasi : mengubah impuls seksual /agresi mjd
perilaku sosial yg lbh dpt diterima terutama aktivitas
kreatif
9. Fiksasi : berhenti pd satu tahap/fase perkembangan
(krn tahap berikutny menimbulkan kecemasan)
Contoh2 Mekanisme Pertahanan
Diri
 Represi : penekanan keinginan membunuh
 Denial : penyangkalan atas kematian anak
 Proyeksi : kena marah bos, marah jengkel so bilang
bahwa bosnya yang bermasalah
 Rasionalisasi : nilai jelek karena sakit
 Reaksi formasi : di tolak cewek, bilang sbnrnya dia tdk
suka
 Displacement : jengkel dengan boss di kantor, anak yg
kena sasaran
 Sublimasi : energi seksual di salurkan dgn berolahraga
PERKEMBANGAN
KEPRIBADIAN
Stage Focus
Oral Pleasure centers on the mouth--
(0-18 months) sucking, biting, chewing
Anal Pleasure focuses on bowel and bladder
(18-36 months) elimination; coping with demands for
control
Phallic Pleasure zone is the genitals; coping with
(3-6 years) incestuous sexual feelings
Latency Dormant sexual feelings
(6 to puberty)
Genital Maturation of sexual interests
(puberty on)
Tahapan Perkembangan Psikoseksual
 Tahap oral (0 sampai 1 atau 2 tahun) :
 Sumber kenikmatan ada di mulut.
 Aktivitas oral : menghisap, menelan dan menggigit
merupakan prototipe banyak ciri karakter di kemudian hari.
 Jika tidak terpenuhi:
a. Oral passive personality (kurang terbuka, tidak asertif)
b. Oral aggressive personality (suka mendebat/ ngeyel,
sarkatis, mencaci)
 Gangguan kepribadian, mis : berkata jorok, bohong
(merupakan fiksasi dari masa ini)
Tahapan Perkembangan Psikoseksual
 Tahap anal (2 sampai 3 atau 4 tahun) :
 Sumber kenikmatan ada di anus.
 Pengeluaran kotoran tubuh (BAK dan BAB) dpt
menghilangkan ketidaknyamanan dan menimbulkan
rasa lega
 Masa toilet training sangat penting.
 Jika tidak diajarkan → anal aggressive personality (tidak
rapi, jorok, sembarangan, seenaknya)
 Jika terlalu keras diajarkan → anal refentif personality
(kurang berani, pelit, kurang spontan)
Tahapan Perkembangan Psikoseksual
 Tahap phalik (4 sampai 5 atau 6 tahun) :
 Sumber kenikmatan ada di alat kelamin
 Tahap ini merupakan pusat dinamika perasaan seksual dan agresif
berkaitan dg berfungsinya alat genital  kenikmatan pd perilaku yg
berhubungan dg alat kelamin
 Ada kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak (oedipus
complex, electra complex & penis envy)
 The Oedipus represents a male child's love for his mother and the
fear/jealousy towards his father. The Electra is the female version
where the female child has anger toward her mother and exhibits
"penis envy“.
 Jika dilarang: withdrawal (menarik diri dari hubungan
heteroseksual), sangat feminin & cenderung tidak tertarik pada
lawan jenis
 Tahap latency (6 sampai 12 atau 13 tahun) : penekanan thd
apa yang menjadi dorongan sesungguhnya, anak lebih
memfokuskan pada diri sendiri  perilaku/dorongan seks
ditekan (masa tenang)
 Tahap genital (13 tahun keatas) : masuk masa remaja, tjd
kematangan alat genital shg dorongan ketertarikan pd lawan
jenis sudah mulai diamati (dorongan seksual timbul secara
nyata). Mereka mulai mencintai lawan jenis, baik dr daya tarik
seksual, sosialisasi, kegiatan, perencanaan karir, persiapan utk
menikah dan menentukan pasangan
Tahapan Perkembangan Psikoseksual
PENYIMPANGAN KEPRIBADIAN
1. Kegagalan ego utk mengharmonisasi dorongan id dengan
tuntutan superego  neurosis dan psikosis, 2 kondisi :
 Id dominan  perilaku yg muncul didasarkan pd proses pimer
dlm berpikir  simtom psikosis, ex : delusi, halusinasi
 Superego dominan  kesalahan persepsi thd realita (sbg
hukuman utk perilaku yg bahkan tdk dilakukan)  simtom
neurosis, ex : fobia, anxiety, obsesif kompulsif; simtom
psikosis, ex : delusi, halusinasi
2. Penggunaan mekanisme pertahanan diri yg terlalu kuat  tdk
menyadari konflik yg tjd di prasadar / bawah sadar  muncul
perilaku abnormal, ex : histeria, fobia, kompulsi
Intervensi....
 Tujuan : menyadari dan meyelesaikan konflik di bawah
sadar, katharsis
 Teknik utama :
1. Asosiasi bebas (free association)
2. Analisis mimpi (dream analysis)
3. Interpretasi (interpretation)
4. Analisis transferensi (analysis of transference)
5. Analisis resistensi (analysis of resistence)
 Bedakan antara transference dg countertransference !
Intervensi....
 Terapi Psikoanalisis membutuhkan waktu yang sangat
panjang
 Tujuan Psikoanalisi
1. Id yang tidak terkonstruksi-pembebasan impuls
2. Ego yang lebih kuat-ego berbasis realitas
3. Superego yang manusiawi-mewakili konten moral tanpa
menghukum
 Bedakan antara transference dg countertransference !
Asosiasi Bebas
 Untuk meningkatkan kesadaran,
memperoleh pemahaman intelektual
atas tingkah lakunya dan memaknai
semua gejala
 Dengan cara klien mengatakan apa
saja yang melintasi dalam pikirannya
tanpa filter apapun (Katarsis)
Langkah
 Building Rapport
 Klien berbaring diatas kursi sofa.
 Terapis duduk dibelakangnya agar
tidak mengalihkan perhatiannya.
 Tugas Terapis adalah mengenali
bahan-bahan yang direpres dalam
ketidaksadaran.
 Cari Tema-Diskusi-slip of tounge

Teori Psikoanalisa islam

  • 1.
  • 2.
    PSYCHOANALYTIC APPROACH  Psychoanalysismerupakan jenis terapi psikis dan juga teori kepribadian  pendekatan ini menyembuhkan klien dengan menggunakan teknik analisis mendalam yang bertujuan untuk menggali pengalaman masa lalu seseorang  Dari pengalaman terapeutik, disusun teori Psikoanalisis :  Belajar pada Charcot (1894)  terapi penyakit histeria dengan metode hipnosa  Belajar pada Breuer (1895)  terapi penyakit histeria dengan metode asosiasi bebas
  • 3.
    PSYCHOANALYTIC APPROACH  PendekatanPsikoanalisa = Psikodinamika  Teori ini mementingkan aspek dinamis yaitu sebab-sebab terjadinya proses psikis  Berdasarkan pemerhatian bahwa individu seringkali tidak menyadari faktor-faktor yang menentukan emosi dan tingkah laku mereka.
  • 4.
    Dasar-Dasar Teori Psikoanalisa Dasar kepribadian seseorang diperoleh sejak masa kecil  Kejadian pada masa kecil/masa lalu menjadi bagian dari ketidaksadaran  Pengalaman masa mendatang hanya pengulangan dari pengalaman masa lalu  Perilaku timbul dr adanya tekanan psikologis yg tdk disadari  Tidak ada simtom perilaku abnormal yg timbul begitu saja  akumulasi di pengalaman masa lalu/masa kanak-kanak  Gangguan jiwa terjadi akibat pertentangan antara id (dorongan instinktual) dan superego (dorongan untuk mengikuti norma masyarakat)
  • 6.
    Psikodinamika : SigmundFreud  Konsep dasar : menjelaskan ttg jiwa dg analogi gunung es (yg terlihat dipermukaan : daerah kesadaran  paling sedikit, yg tdk terlihat : daerah pra-kesadaran dan daerah ketidaksadaran)  Sadar (conscious) : berhubungan dg kesadaran kita saat ini  segala sesuatu yg kita sadari  Prasadar (preconscious) : isi terletak di luar kesadaran sat ini namun dpt dibawa ke kesadaran dg memfokuskan perhatian  segala sesuatu yg membutuhkan sedikit usaha utk dibawa ke dalam kesadaran  Ketidaksadaran (unconscious) : berisi dorongan2 instingtual, dapat berupa ide, nafsu, maupun perasaan  segala sesuatu yg sukar sekali muncul ke dalam kesadaran
  • 7.
  • 8.
    3 Bagian Kepribadian: Id,Ego, Superego  Id : berisi insting-insting dasar yg dibawa sejak lahir atau merepresentasikan aspek biologis  Kontribusi : insting  Orientasi waktu : segera terpenuhi  Level : Ketidaksadaran  Prinsip kerja : Kenikmatan (pleasure principle)  Tujuan : mencari pemuasan dan menghindari hukuman  Bidikan : pemenuhan hasrat  Proses : tidak rasional  tindakan refleks (otomatis) dan proses berpikir primer (melalui imajinasi dan fantasi)  Realitas : subjektif  gambaran mental
  • 9.
    Next...  Ego :timbul krn kebutuhan organisme memerlukan transaksi yg sesuai dg dunia objektif atau mereprensentasikan aspek psikologis  Kontribusi : diri  Orientasi waktu : saat ini  Level : kesadaran, prasadar, ketidaksadaran  Prinsip kerja : realitas (reality principle)  Tujuan : adaptasi id dg realitas (memuaskan id tanpa menyerang standar moral superego)  mediator  Bidikan : keamanan dan kompromi  Proses : rasional  proses berpikir sekunder (mengingat, merencanakan, dan menimbang situasi yg memungkinkan kompromi)  Realitas : objektif, logis
  • 10.
    Next...  Superego :perwujudan internal dr nilai2 dan cita2, peran pengasuhan ortu-anak, agama, budaya, hukuman dan hadiah yg merepresentasikan aspek sosial  hsl interaksi dg lingkungan sos  Kontribusi : standar nilai  Waktu : masa lalu  Level : kesadaran, prasadar, ketidaksadaran  Prinsip : moral (morality principle)  Tujuan : memilih antara benar dan salah  Bidikan : kesempurnaan  Proses : Tidak rasional  identifikasi (internalisasi standar moral dan nilai dr ortu dan org2 penting lain)  Realitas : subjektif  ego ideal, utopis
  • 11.
    DINAMIKA KEPRIBADIAN  Insting: Merupakan representasi psikologis dari kebutuhan ragawi, untuk memenuhi kebutuhan fisiologis  Karakteristik :  Sumber : kondisi jasmani yang merasakan adanya kekurangan (disebut kebutuhan)  Tujuan : menghilangkan rangsangan atau tegangan yang dirasakan oleh id dan ego  Obyek : segala sesuatu yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan / dapat meredakan ketegangan seperti benda, tindakan, atau kondisi yang dapat memberikan kenikmatan/kepuasan  Impetus (kekuatan): daya/ tenaga/ kekuatan yang ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya
  • 12.
    DINAMIKA KEPRIBADIAN  Penggolonganinsting  Freud membagi insting ke dalam 2 kategori :  Life instinct (insting hidup). Energi dari insting hidup disebut libido. Misal: lapar, haus, sex  Death instict (insting mati). Insting merusak/destruktif. Salah satu derivatnya adalah dorongan agresif
  • 13.
    DINAMIKA KEPRIBADIAN  Kecemasan bentuk kecemasan yang terjadi di kemudian hari berasal dari trauma kelahiran dimana pada saat kelahiran, bayi diterpa bertubi-tubi oleh stimulus-stimulus dari dunia yang belum dikenalnya dan bayi belum dapat menyesuaikan diri terhadap semua stimuli tadi.  Bayi butuh lingkungan yang terlindungi, agar egonya mempunyai kesempatan berkembang & menguasai stimuli yang kuat dari lingkungan luar  Jika ego tidak dapat mengatasi kecemasan secara rasional maka kembali pada cara-cara yang tidak realistik  MEKANISME PERTAHANAN DIRI
  • 14.
    DINAMIKA KEPRIBADIAN  Jeniskecemasan: 1. Reality anxiety : ketika hidup sso berada dlm bahaya scr objektif (mis: kondisi perang, miskin, dll) 2. Neurotic anxiety (kekhawatiran jika id lepas kendali)  ketakutan pada hukuman) 3. Moral anxiety ( timbul jika individu akan/ sudah melanggar norma yang tertanam dalam dirinya/ berasal dari kata hati)
  • 16.
    DINAMIKA KEPRIBADIAN  Copingkecemasan : pengatasan rasa tdk nyaman yg dialami ego, mis : cemas dpt dikurangi dgn bbrp cara :  Menghilangkan atau menghindari bahaya di dunia luar dg menghadapinya secara rasional/sadar  Menggunakan mekanisme pertahanan diri (MPD)  Mekanisme pertahanan diri : strategi yg digunakan tanpa disadari utk melindungi ego dr kecemasan  normal  Tujuan :melindungi ego dan mengurangi kecemasan
  • 17.
  • 18.
    Jenis2 Mekanisme Pertahanan Diri... 1.Represi : menekan impuls atau pemikiran yg tdk dpt diterima ego dr kesadaran ke alam ketidaksadaran 2. Regresi : kembali ke pola perilaku di usia yang lebih muda (mundur ke cara di masa lalu) 3. Rasionalisasi : menyepelekan hal-hal yang besar/sulit, serta menganggap besar atau penting hal-hal yang kecil/mudah dengan argumentasi yang seakan-akan rasional menciptakan alasan untuk tindakan atau sikap yg tdk dapat dinalar 4. Displacement : mengalihkan respon emosional dr objek yg mungkin berbahaya ke suatu objek pengganti yg lbh memungkinkan
  • 19.
    5. Proyeksi :merujuk pd karakteristik objek atau hasrat individu yg tidak dpt diterima dinyatakan sbg milik orang lain 6. Reaksi formasi : mengubah apa yg dirasakan mjd perasaan yg berlawanan (benci  sayang) 7. Pengingkaran : mengingkari pengalaman negatif yg realistis 8. Sublimasi : mengubah impuls seksual /agresi mjd perilaku sosial yg lbh dpt diterima terutama aktivitas kreatif 9. Fiksasi : berhenti pd satu tahap/fase perkembangan (krn tahap berikutny menimbulkan kecemasan)
  • 20.
    Contoh2 Mekanisme Pertahanan Diri Represi : penekanan keinginan membunuh  Denial : penyangkalan atas kematian anak  Proyeksi : kena marah bos, marah jengkel so bilang bahwa bosnya yang bermasalah  Rasionalisasi : nilai jelek karena sakit  Reaksi formasi : di tolak cewek, bilang sbnrnya dia tdk suka  Displacement : jengkel dengan boss di kantor, anak yg kena sasaran  Sublimasi : energi seksual di salurkan dgn berolahraga
  • 21.
    PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN Stage Focus Oral Pleasurecenters on the mouth-- (0-18 months) sucking, biting, chewing Anal Pleasure focuses on bowel and bladder (18-36 months) elimination; coping with demands for control Phallic Pleasure zone is the genitals; coping with (3-6 years) incestuous sexual feelings Latency Dormant sexual feelings (6 to puberty) Genital Maturation of sexual interests (puberty on)
  • 22.
    Tahapan Perkembangan Psikoseksual Tahap oral (0 sampai 1 atau 2 tahun) :  Sumber kenikmatan ada di mulut.  Aktivitas oral : menghisap, menelan dan menggigit merupakan prototipe banyak ciri karakter di kemudian hari.  Jika tidak terpenuhi: a. Oral passive personality (kurang terbuka, tidak asertif) b. Oral aggressive personality (suka mendebat/ ngeyel, sarkatis, mencaci)  Gangguan kepribadian, mis : berkata jorok, bohong (merupakan fiksasi dari masa ini)
  • 23.
    Tahapan Perkembangan Psikoseksual Tahap anal (2 sampai 3 atau 4 tahun) :  Sumber kenikmatan ada di anus.  Pengeluaran kotoran tubuh (BAK dan BAB) dpt menghilangkan ketidaknyamanan dan menimbulkan rasa lega  Masa toilet training sangat penting.  Jika tidak diajarkan → anal aggressive personality (tidak rapi, jorok, sembarangan, seenaknya)  Jika terlalu keras diajarkan → anal refentif personality (kurang berani, pelit, kurang spontan)
  • 24.
    Tahapan Perkembangan Psikoseksual Tahap phalik (4 sampai 5 atau 6 tahun) :  Sumber kenikmatan ada di alat kelamin  Tahap ini merupakan pusat dinamika perasaan seksual dan agresif berkaitan dg berfungsinya alat genital  kenikmatan pd perilaku yg berhubungan dg alat kelamin  Ada kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak (oedipus complex, electra complex & penis envy)  The Oedipus represents a male child's love for his mother and the fear/jealousy towards his father. The Electra is the female version where the female child has anger toward her mother and exhibits "penis envy“.  Jika dilarang: withdrawal (menarik diri dari hubungan heteroseksual), sangat feminin & cenderung tidak tertarik pada lawan jenis
  • 25.
     Tahap latency(6 sampai 12 atau 13 tahun) : penekanan thd apa yang menjadi dorongan sesungguhnya, anak lebih memfokuskan pada diri sendiri  perilaku/dorongan seks ditekan (masa tenang)  Tahap genital (13 tahun keatas) : masuk masa remaja, tjd kematangan alat genital shg dorongan ketertarikan pd lawan jenis sudah mulai diamati (dorongan seksual timbul secara nyata). Mereka mulai mencintai lawan jenis, baik dr daya tarik seksual, sosialisasi, kegiatan, perencanaan karir, persiapan utk menikah dan menentukan pasangan Tahapan Perkembangan Psikoseksual
  • 26.
    PENYIMPANGAN KEPRIBADIAN 1. Kegagalanego utk mengharmonisasi dorongan id dengan tuntutan superego  neurosis dan psikosis, 2 kondisi :  Id dominan  perilaku yg muncul didasarkan pd proses pimer dlm berpikir  simtom psikosis, ex : delusi, halusinasi  Superego dominan  kesalahan persepsi thd realita (sbg hukuman utk perilaku yg bahkan tdk dilakukan)  simtom neurosis, ex : fobia, anxiety, obsesif kompulsif; simtom psikosis, ex : delusi, halusinasi 2. Penggunaan mekanisme pertahanan diri yg terlalu kuat  tdk menyadari konflik yg tjd di prasadar / bawah sadar  muncul perilaku abnormal, ex : histeria, fobia, kompulsi
  • 27.
    Intervensi....  Tujuan :menyadari dan meyelesaikan konflik di bawah sadar, katharsis  Teknik utama : 1. Asosiasi bebas (free association) 2. Analisis mimpi (dream analysis) 3. Interpretasi (interpretation) 4. Analisis transferensi (analysis of transference) 5. Analisis resistensi (analysis of resistence)  Bedakan antara transference dg countertransference !
  • 28.
    Intervensi....  Terapi Psikoanalisismembutuhkan waktu yang sangat panjang  Tujuan Psikoanalisi 1. Id yang tidak terkonstruksi-pembebasan impuls 2. Ego yang lebih kuat-ego berbasis realitas 3. Superego yang manusiawi-mewakili konten moral tanpa menghukum  Bedakan antara transference dg countertransference !
  • 29.
    Asosiasi Bebas  Untukmeningkatkan kesadaran, memperoleh pemahaman intelektual atas tingkah lakunya dan memaknai semua gejala  Dengan cara klien mengatakan apa saja yang melintasi dalam pikirannya tanpa filter apapun (Katarsis)
  • 30.
    Langkah  Building Rapport Klien berbaring diatas kursi sofa.  Terapis duduk dibelakangnya agar tidak mengalihkan perhatiannya.  Tugas Terapis adalah mengenali bahan-bahan yang direpres dalam ketidaksadaran.
  • 31.

Editor's Notes

  • #3 Keywords: psychoanalytic approach, unconscious motivation Graphics: picture of Freud pg. 420 Myers
  • #8 PROHIBITION : LARANGAN
  • #16 Overwhelm : kewalahan, meliouti Hold-uo : delay Punitive : menghukum Forbiden : melarang Constraint : ketidakleluasaan, pembatasan