TEORI GRAF
PELABELAN
KELOMPOK : 5
1. ULFA ZULFIA ANANDINI 20191112002
2. DESI PATMAWATI 20191112005
3. AMANAT SOLIKAH 20191112022
4. AGUNG BUDIARTO 20191112031
5. MUHAMAD SETIO BUDI 20221112039
POKOK PEMBAHASAN
Pelabelan
Titik
1
Pelabelan
Sisi
2
Pelabelan
Total
3
Pelabelan
Total Titik
4
Definisi Pelabelan
Pelabelan Graf merupakan suatu pemetaan satu-satu yang memetakan himpunan dari
elemen-elemen graf ke himpunan bilangan bulat positif. Atau
Sebarang pemetaan atau fungsi yang memasangkan unsur-unsur graf (titik atau sisi)
dengan bilangan (biasanya bilangan bulat positif)
Jenis- jenis pelabelan graf:
1. Pelabelan Titik
2. Pelabelan Sisi
3. Pelabelan Total
4. Pelabelan Total Titik Ajaib
PELABELAN TITIK
Pelabelan Titik
Pelabelan titik merupakan suatu pemetaan jika domainnya berupa himpunan titik.
Jika diberikan suatu graf G yang memiliki himpunan titik 𝑓: 𝑉 𝐺 → 1,2,3,4,5 dengan
𝑣 → 𝑖, 𝑖 ∈ 𝑍+.
Pada gambar di atas terdapat dua buah graf yaiu graf 𝐺1 dan 𝐺2 . Graf 𝐺1 belum
berlaku pelabelan titik, sedangkan pada graf 𝐺2 sudah berlaku pelabelan titik pada
graf dengan menggunakan bilangan bulat positif.
PELABELAN SISI
Pelabelan Sisi
Pada Gambar dibawah terdapat dua buah graf yaitu graf 1 dan 2. Dimana graf 1 belum
berlaku pelabelan sisi, sedangkan pada graf 2 sudah berlaku pelabelan sisi pada graf
dengan menggunakan bilangan bulat positif.
Contoh :
PELABELAN TOTAL
Pelabelan Total
Pelabelan total merupakan suatu pemetaan jika domainnya berupa himpunan titik dan
sisi. Jika diberikan suatu graf 𝐺 yang memiliki himpunan titik 𝑓: 𝑉 𝐺 → {1,2,3,4,5} dan
himpunan sisi 𝑓: 𝐸 𝐺 → {𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑓, 𝑔, ℎ} sehingga pelabelan total dinotasikan dengan:
𝑓: 𝑉 𝐺 ∪ 𝐸 𝐺 → 1, 𝑎, 2, 𝑏, 3, 𝑐, 4, 𝑑, 5, 𝑒, 𝑓, 𝑔, ℎ
Pada gambar diatas terdapat dua buah graf yaitu graf 𝐺1 dan 𝐺2. Dimana graf 𝐺1 belum
berlaku paleblan total, sedangkan pada graf 𝐺2 sudah berlaku pelabelan total pada graf
dengan gabungan pelabelan sisi dan pelabelan titik.
PELABELAN TOTAL TITIK AJAIB
Pelabelan Total Titik Ajaib
Terdapat suatu graf G yang memiliki himpunan 𝑉 = 𝑉(𝐺) dan himpunan sisi 𝐸 = 𝐸(𝐺)
dimana 𝑣 = 𝑉(𝐺) dan 𝑒 = 𝐸(𝐺) diberikan suatu fungsi satu-satu dan fungsi pada
dengan pemetaan yang menggunakan bilangan bulat positif {1,2, … , 𝑣 + 𝑒} sehingga
untuk setiap titik v berlaku 𝑓 𝑣 + Σ𝑓 𝑣𝑒 = 𝑘 dimana setiap titik 𝑣 dan 𝑒 saling
terhubung serta 𝑘 adalah bilangan konstanta ajaib dari fungsi tersebut.
Dari gambar disamping merupakan contoh
pelabelan total titik ajaib karena dari
gambar tersebut dapat diperoleh :
𝑓 𝑣1 + 𝑓 𝑒1 + 𝑓 𝑒3 = 1 + 6 + 5 = 12
𝑓 𝑣2 + 𝑓 𝑒1 + 𝑓 𝑒2 = 2 + 6 + 4 = 12
𝑓 𝑣3 + 𝑓 𝑒3 + 𝑓 𝑒2 = 1 + 6 + 5 = 12
Dari perhitungan tersebut maka didapatkan
nilai 𝑘 = 12
Pelabelan Total Titik Ajaib pada Graf Petersen P(n,m)
Untuk melakukan pelabelan total titik ajaib pada setiap graf Petersen P (n,m) maka harus
memenuhi dua teorema yaitu :
Teorema 2.9.1 (a)
Untuk 𝑛 ≥ 3,1 ≤ 𝑚 ≤
𝑛−1
2
, setiap graf Petersen yang diperumum P(n,m) dapat dikatakan
pelabelan total titik ajaib apabila memiliki bilangan konstanta ajaib yaitu 𝑘 = 9𝑛 + 2
Bukti:
Adapun cara pelabelan adalah sebagai berikut :
𝜆1 𝑢𝑖 = 4𝑛 + 1 𝛼 𝑖, 0 + 5𝑛 + 1 − 𝑖 𝛼 1, 𝑖
𝜆1 𝑣𝑖 = 2𝑛 + 𝑚 − 1 𝛼 𝑖, 𝑚 − 1 + 3𝑛 + 𝑚 − 𝑖 𝛼 𝑚, 𝑖
𝜆1 𝑢𝑖𝑢𝑖+1 = 1 + 𝑖
𝜆1 𝑢𝑖𝑣𝑖 = 4𝑛 − 𝑖
𝜆1 𝑣𝑖𝑣𝑖+𝑚 = 𝑛 + 1 + 𝑖
Untuk 𝑖 ∈ 𝐼 = 0,1, … , 𝑛 − 1 dimana:
𝛼(𝑥, 𝑦) ቊ
1 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≤ 𝑦
0 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 > 𝑦
Gambar 2.15 merupakan pelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (5,2) dengan 𝑘 =
9𝑛 + 2 = 9.5 + 2 = 47
Gambar 2.16 merupakan pelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (6,2) dengan
𝑘 = 9𝑛 + 2 = 9.6 + 2 = 56
Teorema 2.91 (b)
Untuk 𝑛 ≥ 3,1 ≤ 𝑚 ≤
𝑛−1
2
, setiap graf Petersen yang diperumum P(n,m) dapat
dikatakan pelabelan total titik ajaib apabila memiliki bilangan konstanta ajaib yaitu
𝑘 = 10𝑛 + 2
Bukti:
Adapun cara pelabelan adalah sebagai berikut :
𝜆2 𝑢𝑖 = 4𝑛 + 1 𝛼 𝑖, 0 + 5𝑛 + 1 − 𝑖 𝛼 1, 𝑖
𝜆2 𝑣𝑖 = 𝑚 − 1 𝛼 𝑖, 𝑚 − 1 + 𝑛 + 𝑚 − 𝑖 𝛼 𝑚, 𝑖
𝜆2 𝑢𝑖𝑢𝑖+1 = 𝑛 + 1 + 𝑖
𝜆2 𝑢𝑖𝑣𝑖 = 3𝑛 − 𝑖
𝜆2 𝑣𝑖𝑣𝑖+𝑚 = 3𝑛 + 1 + 𝑖
Untuk 𝑖 ∈ 𝐼 = 0,1, … , 𝑛 − 1 dimana:
𝛼(𝑥, 𝑦) ቊ
1 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≤ 𝑦
0 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 > 𝑦
Gambar 2.17 merupakan pelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (5,2) dengan
𝑘 = 10𝑛 + 2 = 10.5 + 2 = 52
Gambar 2.18 merupakan pelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (6,2) dengan
𝑘 = 10𝑛 + 2 = 10.6 + 2 = 62
TERIMAKASIH

Teori Graph

  • 1.
    TEORI GRAF PELABELAN KELOMPOK :5 1. ULFA ZULFIA ANANDINI 20191112002 2. DESI PATMAWATI 20191112005 3. AMANAT SOLIKAH 20191112022 4. AGUNG BUDIARTO 20191112031 5. MUHAMAD SETIO BUDI 20221112039
  • 2.
  • 3.
    Definisi Pelabelan Pelabelan Grafmerupakan suatu pemetaan satu-satu yang memetakan himpunan dari elemen-elemen graf ke himpunan bilangan bulat positif. Atau Sebarang pemetaan atau fungsi yang memasangkan unsur-unsur graf (titik atau sisi) dengan bilangan (biasanya bilangan bulat positif) Jenis- jenis pelabelan graf: 1. Pelabelan Titik 2. Pelabelan Sisi 3. Pelabelan Total 4. Pelabelan Total Titik Ajaib
  • 4.
  • 5.
    Pelabelan Titik Pelabelan titikmerupakan suatu pemetaan jika domainnya berupa himpunan titik. Jika diberikan suatu graf G yang memiliki himpunan titik 𝑓: 𝑉 𝐺 → 1,2,3,4,5 dengan 𝑣 → 𝑖, 𝑖 ∈ 𝑍+. Pada gambar di atas terdapat dua buah graf yaiu graf 𝐺1 dan 𝐺2 . Graf 𝐺1 belum berlaku pelabelan titik, sedangkan pada graf 𝐺2 sudah berlaku pelabelan titik pada graf dengan menggunakan bilangan bulat positif.
  • 6.
  • 7.
    Pelabelan Sisi Pada Gambardibawah terdapat dua buah graf yaitu graf 1 dan 2. Dimana graf 1 belum berlaku pelabelan sisi, sedangkan pada graf 2 sudah berlaku pelabelan sisi pada graf dengan menggunakan bilangan bulat positif. Contoh :
  • 8.
  • 9.
    Pelabelan Total Pelabelan totalmerupakan suatu pemetaan jika domainnya berupa himpunan titik dan sisi. Jika diberikan suatu graf 𝐺 yang memiliki himpunan titik 𝑓: 𝑉 𝐺 → {1,2,3,4,5} dan himpunan sisi 𝑓: 𝐸 𝐺 → {𝑎, 𝑏, 𝑐, 𝑑, 𝑓, 𝑔, ℎ} sehingga pelabelan total dinotasikan dengan: 𝑓: 𝑉 𝐺 ∪ 𝐸 𝐺 → 1, 𝑎, 2, 𝑏, 3, 𝑐, 4, 𝑑, 5, 𝑒, 𝑓, 𝑔, ℎ Pada gambar diatas terdapat dua buah graf yaitu graf 𝐺1 dan 𝐺2. Dimana graf 𝐺1 belum berlaku paleblan total, sedangkan pada graf 𝐺2 sudah berlaku pelabelan total pada graf dengan gabungan pelabelan sisi dan pelabelan titik.
  • 10.
  • 11.
    Pelabelan Total TitikAjaib Terdapat suatu graf G yang memiliki himpunan 𝑉 = 𝑉(𝐺) dan himpunan sisi 𝐸 = 𝐸(𝐺) dimana 𝑣 = 𝑉(𝐺) dan 𝑒 = 𝐸(𝐺) diberikan suatu fungsi satu-satu dan fungsi pada dengan pemetaan yang menggunakan bilangan bulat positif {1,2, … , 𝑣 + 𝑒} sehingga untuk setiap titik v berlaku 𝑓 𝑣 + Σ𝑓 𝑣𝑒 = 𝑘 dimana setiap titik 𝑣 dan 𝑒 saling terhubung serta 𝑘 adalah bilangan konstanta ajaib dari fungsi tersebut. Dari gambar disamping merupakan contoh pelabelan total titik ajaib karena dari gambar tersebut dapat diperoleh : 𝑓 𝑣1 + 𝑓 𝑒1 + 𝑓 𝑒3 = 1 + 6 + 5 = 12 𝑓 𝑣2 + 𝑓 𝑒1 + 𝑓 𝑒2 = 2 + 6 + 4 = 12 𝑓 𝑣3 + 𝑓 𝑒3 + 𝑓 𝑒2 = 1 + 6 + 5 = 12 Dari perhitungan tersebut maka didapatkan nilai 𝑘 = 12
  • 12.
    Pelabelan Total TitikAjaib pada Graf Petersen P(n,m) Untuk melakukan pelabelan total titik ajaib pada setiap graf Petersen P (n,m) maka harus memenuhi dua teorema yaitu : Teorema 2.9.1 (a) Untuk 𝑛 ≥ 3,1 ≤ 𝑚 ≤ 𝑛−1 2 , setiap graf Petersen yang diperumum P(n,m) dapat dikatakan pelabelan total titik ajaib apabila memiliki bilangan konstanta ajaib yaitu 𝑘 = 9𝑛 + 2 Bukti: Adapun cara pelabelan adalah sebagai berikut : 𝜆1 𝑢𝑖 = 4𝑛 + 1 𝛼 𝑖, 0 + 5𝑛 + 1 − 𝑖 𝛼 1, 𝑖 𝜆1 𝑣𝑖 = 2𝑛 + 𝑚 − 1 𝛼 𝑖, 𝑚 − 1 + 3𝑛 + 𝑚 − 𝑖 𝛼 𝑚, 𝑖 𝜆1 𝑢𝑖𝑢𝑖+1 = 1 + 𝑖 𝜆1 𝑢𝑖𝑣𝑖 = 4𝑛 − 𝑖 𝜆1 𝑣𝑖𝑣𝑖+𝑚 = 𝑛 + 1 + 𝑖 Untuk 𝑖 ∈ 𝐼 = 0,1, … , 𝑛 − 1 dimana: 𝛼(𝑥, 𝑦) ቊ 1 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≤ 𝑦 0 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 > 𝑦
  • 13.
    Gambar 2.15 merupakanpelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (5,2) dengan 𝑘 = 9𝑛 + 2 = 9.5 + 2 = 47
  • 14.
    Gambar 2.16 merupakanpelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (6,2) dengan 𝑘 = 9𝑛 + 2 = 9.6 + 2 = 56
  • 15.
    Teorema 2.91 (b) Untuk𝑛 ≥ 3,1 ≤ 𝑚 ≤ 𝑛−1 2 , setiap graf Petersen yang diperumum P(n,m) dapat dikatakan pelabelan total titik ajaib apabila memiliki bilangan konstanta ajaib yaitu 𝑘 = 10𝑛 + 2 Bukti: Adapun cara pelabelan adalah sebagai berikut : 𝜆2 𝑢𝑖 = 4𝑛 + 1 𝛼 𝑖, 0 + 5𝑛 + 1 − 𝑖 𝛼 1, 𝑖 𝜆2 𝑣𝑖 = 𝑚 − 1 𝛼 𝑖, 𝑚 − 1 + 𝑛 + 𝑚 − 𝑖 𝛼 𝑚, 𝑖 𝜆2 𝑢𝑖𝑢𝑖+1 = 𝑛 + 1 + 𝑖 𝜆2 𝑢𝑖𝑣𝑖 = 3𝑛 − 𝑖 𝜆2 𝑣𝑖𝑣𝑖+𝑚 = 3𝑛 + 1 + 𝑖 Untuk 𝑖 ∈ 𝐼 = 0,1, … , 𝑛 − 1 dimana: 𝛼(𝑥, 𝑦) ቊ 1 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≤ 𝑦 0 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 > 𝑦
  • 16.
    Gambar 2.17 merupakanpelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (5,2) dengan 𝑘 = 10𝑛 + 2 = 10.5 + 2 = 52
  • 17.
    Gambar 2.18 merupakanpelabelan total titik ajaib pada graf Petersen (6,2) dengan 𝑘 = 10𝑛 + 2 = 10.6 + 2 = 62
  • 18.