MORFOLOGI TUMBUHAN
1.   ALAT HARA ( Organum nutritivum )
     ★ Daun ( folium )
     ★ Batang ( caulis )
     ★ Akar ( radix )
2.   ALAT PERKEMBANGBIAKAN ( Organum
     reproductivum )
     ★ Bunga ( flos )
     ★ Buah ( fructus )
     ★ Biji ( semen )
ALAT HARA (Organum Nutritivum)
Daun (Folium)
 Fungsi daun :
 1. Pengambilan zat makanan (resorbsi) : CO2
 2. Pengolahan zat makanan (asimilasi)
 3. Penguapan (transpirasi)
 4. Pernafasan (respirasi)
 Bagian-bagian daun :
Daun lengkap →
 1. Upih / Pelepah daun (vagina)
 2. Tangkai daun (petiolus)
 3. Helaian daun (lamina)
RESPIRASI/ASIMILASI
C6H12 O6+6O2     6CO2 + 6H2O+E
FOTOSINTESIS
6H2O + 6CO2      C6H12O6 +6O2
Daun tak lengkap →
  a. Daun bertangkai : nangka (Artocarpus integra)
  b. Daun berupih : padi (Oryza sativa)
  c. Daun saja : biduri (Calotropis gigigantia)
  d. Tangkai saja / filodia : acasia (Acacia auriculiformis)
Alat tambahan pada daun →
  1. Daun penumpu (stipula)
       - daun penumpu bebas (stipula liberae)
       - daun penumpu pangkal tangkai(stipula adnatae)
       - daun penumpu diketiak (stipula axillaris)
       - daun penumpu yg berlekatan (stipula antidroma)
       - daun penumpu diantara tangkai (stipula
         interpetiolaris)
2. Selaput bumbung (ocrea / ochrea)
 3. Lidah-lidah (ligula)
Upih daun (vagina)
 fungsinya :
     - Sebagai pelindung kuncup muda
     - Memberi kekuatan pada batang tanaman
Tangkai daun (petiolus) 18-3 – 11 B
 tangkai kalau dipotong melintang bentuknya :
     - bulat dan berongga
     - pipih dan tepinya melebar
     - bersegi
     - setengah lingkaran & atasnya beralur
Helaian daun (Lamina)
A. Bangun Daun (Circumskriptio)
   Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar
   dapat digolongkan menjadi 4 :
Bagian terlebar ditengah-tengah helaian.
   a. bulat/bundar (orbicularis) 1:1 → teratai
   b. bangun perisai (peltatus) → jarak, teratai
   c. jorong (ovalis/ellipticus) 1½- 2:1→ nangka
   d. memanjang (oblongus) 2½- 3:1→ srikaya
   e. bangun lanset (lanceolatus) 3-5:1→ oleander
2. Pangkal daun bertoreh/berlekuk
   a. bangun jantung (cordatus) → daun
      waru (Hibiscus tiliaceus)
   b. bangun ginjal/kerinjal (reniformis) →
      daun kaki kuda (Centella asiatica)
   c. bangun anak panah (sagittatus) → daun
      enceng (Sagittaria sagittifolia)
   d. bangun tombak (hastatus) → daun
      wewehan (Monochoria hastata)
   e. bertelinga (auriculatus) → daun
      tempuyung (Sonchus asper)
Bagian terlebar dibawah tengah-tengah helaian
1. Pangkal daunnya tidak bertoreh
   a. bangun bulat telur (ovatus) → daun
      kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
   b. bangun segi tiga (triangularis) → daun
      bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
   c. bangun delta (deltoideus) → daun air mata
      pengantin (Antigonon leptopus)
   d. bangun belah ketupat (rhomboideus) →
      anak daun pada ujung daun bangkuang
           (Pachyrrhizus erosus)
Bagian terlebar diatas tengah-tengah helaian
   a. bangun bulat telur sungsang (obovatus) →
      daun sawo kecik (Manilkara kauki)
   b. bangun jantung sungsang (obcordatus) →
      daun semanggi gunung (Oxalis corniculata)
   c. bangun segitiga terbalik/pasak (cuneatus) →
      daun anak daun semanggi (Marsilea crenata)
   d. bangun sudip/spatel/solet (spathulatus) →
      daun tapak liman (Elephantopus scaber) /
      daun lobak (Raphanus satuvus)
Tidak ada bagian yang terlebar/sama
  a. bangun garis (linearis) → rumput
  (Gramineae)
  b. bangun pita (ligulatus) → daun jagung (Zea
     mays )
  c. bangun pedang (ensiformis) → daun nenas
  sebrang (Agave sisalana)
  d. bangun paku/dabus (subulatus) → daun
     (Araucaria cunninghami)
  e. bangun jarum (acerosus) → daun (pinus
  merkusi)
Ujung Daun (Apex Folli)
 a. runcing < 900 (acutus) → daun nerium
    (Nerium olender)
 b. meruncing (acuminatus) → daun sirsat
 (Annona muricata)
 c. tumpul >900 (obtusus) → daun sawo kecik
 (Manilkara kauki)
 d. membulat (rotundatus) → daun teratai
 (Nelumbium nelumbo)
 e. rompang (truncatus) → daun jambu monyet
    (Anacardium occidentale)
f. terbelah (retusus) → daun bayam
 (Amaranthus hybridus)
 e. berduri (mucronatus) → daun nenas
 sebrang (Agave sp.)

Pangkal Daun (Basis Folli)
 a. runcing < 900 (acutus) → daun nerium
    (Nerium olender)
 b. meruncing (acuminatus) → daun sawo
 kecik (Manilkara kauki)
 c. tumpul >900 (obtusus) → daun kembang
 sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
d. membulat (rotundatus) → daun teratai
(Nelumbium nelumbo)
e. rompang/rata (truncatus) → daun bunga
pukul empat (Mirabilis jalapa)
f. berlekuk (emaginatus) → daun waru
(Hibiscus tiliaceus)
Susunan Tulang Daun (Nervatio/Venatio)
1. Ibu Tulang Daun (costa)

2. Tulang Cabang (nervus lateralis)

3. Urat Daun (vena)

Berdasarkan arah dan susunan tulang daun :
1. Menyirip (penninervis) : Mangga

2. Menjari (palminervis) : Jarak

3. Melengkung (cervinervis) : Gadung

4. Sejajar/lurus (rectinervis) : Rumput
Tepi Daun (Margo Folli)
A. Rata (integer)

B. Bertoreh (divisus)

Tepi daun dengan toreh yang merdeka
1. Bergerigi (serratus)

2. Bergerigi ganda/rangkap (biserratus)

3. Bergigi (dentatus)

4. Beringgit (crenatus)

5. Berombak (repandus)
Tepi daun dengan torehan yang mempengaruhi
   bentuk daun :
1. Berlekuk menyirip (pinnatilobus): terong

2. Bercangap menyirip (pinnatifidus): keluwih

3. Berbagi menyirip (pinnatipartitus): sukun

4. Berlekuk menjari (palmatilobus): jarak P.

5. Bercangap menjari (palmatifidus): jarak

6. Berbagi menjari (palmatipartitus): ketela P.
Daging Daun (intervenium)
1. Tipis spt selaput (membranaceus) : paku selaput

2. Seperti kertas (chartaceus) : daun pisang

3. Tipis lunak (herbaceus) : selada air

4. Seperti perkamen (perkamenteus) : daun kelapa

5. Seperti kulit (coriaceus) : daun nyamplung

6. Berdaging (carnosus) : lidah buaya
Permukaan Daun
1. Licin (laevis) : daun beringin

2. Gundul (glaber) : daun jambu air

3. Kasap (scaber) : daun jati

4. Berkerut (rugosus) : daun jambu biji

5. Berbingkul-bingkul (bullatus) : air mata P.

6. Berbulu (pilosus) : daun tembakau

7. Berbulu halus (villosus) : spt. Bludru

8. Berbulu kasar (hispidus) : daun gadung

9. Bersisik (lepidus) : daun durian
Daun majemuk (Folium compositum)
a. Ibu tangkai daun (potiolus communis)
b. Tangkai anak daun (petiololus)
c. Anak daun (foliolum)
d. Upih daun (vagina)
Berdasarkan susunan anak daun :
1. Daun majemuk menyirip (pinnatus)

2. Daun majemuk menjari (palmatus)

3. Daun majemuk bagun kaki (pedatus)

4. Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
Daun majemuk menyirip (Pinnatus)
1. Daun majemuk menyirip beranak daun satu
   jeruk besar
2. Daun majemuk menyirip genap –asam

3. Daun majemuk menyirip gasal – mawar

Berdasarkan duduknya anak daun pada ibu tangkai
   daun dan besar-kecilnya anak daun :
1. Daun majemuk menyirip dengan anak daun
   yang berpasang-pasangan
2. Menyirip berseling

3. Menyirip berselang-seling
Daun majemuk menyitip ganda dapatdibedakan
     menurut duduknya anak daun pada cabang tingkat
     berapa :
a. Majemuk menyirip ganda dua (tingkat 1)
b. Majemuk menyirip ganda tiga (tingkat 2)

c. Majemuk menyirip ganda empat (tingkat 3)

1. Menyirip ganda dengan sempurna

2. Menyirip ganda tidak sempurna

Daun majemuk menjari (palmatus/digitatus)
1. Beranak daun dua. 3. Beranak daun lima
2. Beranak daun tiga. 4. Beranak daun tujuh
Daun Majemuk Bangun Kaki (pedatus)
- contoh : Arisaema filiforme (Araceae)/cari dialam
Daun Majemuk Campuran (Digitatopinnatus)
- contoh : Sikejut (Mimosa pudica L.)

Tata Letak Daun Pada Batang
1. Pada tiap buku-buku batang hanya terdapat
   satu daun (tersebar/folio sparsa)
a/b = rumus daun / divergensi
a = banyaknya mengelilingi batang
b = jumlah daun yang dilewati oleh sepiral
Ortostik = garis vertikal antara daun awal dan daun
  yang tegak lurus berikutnya.
Spiral genetik = garis spiral yang kita ikuti
  melingkari batang yang menghubungkan daun
  dari yang tua ke yang muda
Sudut divergensi = jarak sudut antar daun berturut-
  turut jika pada bidang datar.
a/b x lingkaran atau a/b x 3600 sehingga diproleh :
  1/2, 1/3, 2/5, 3/8, 5/13 dst
Perhitungan : 1/2 + 1/3 = 2/5
               1/3 + 2/5 = 3/8 dst
 rumus-rumus daun tersebut : deret Fibonacci
9
     8
            7
6
                5
    4
        3

1           2
3

                    5
            8
1   6
                7

                        2
        4
3



    6
                    8   5
            9
1
                7

    4                       2
 Roset : Bila ruas-ruas batang sangat pendek
 Roset Akar : Jika batang amat pendek shg daun
  berjejal diatas tanah ( Lobak, Tapak liman )
 Roset Batang : Jika daun berjejal pada ujung
  batang ( Kelapa )
 Mosaik daun : Bila daun tersebar pada suatu
  bidang datar spt karpet ( Kemiri, Begonia )
2. Pada tiap buku ada 2 daun.
  - jarak antara tiap daun pada 1 buku 3600 disebut
     berhadapan – berseling (Mengkudu)
3. Pada tiap buku terdapat lebih dari 2 daun
  - daun demikin disebut Berkarang (Alamanda)
Bagan (Skema) dan Diagram Tata Letak Daun
a. Bagan tata letak daun ( batang = silinder)
   Contoh : rumus 2/5, kita harus menggambar 5
   ortostiknya, terus menggambar daun pada tiap
   buku yang jaraknya 2/5 lingkaran, maka setiap
   melingkari batang 2 kali akan melewati 5 daun.
b. Diagram tata letak daun/diagram daun
   (kerucut) 8-4-11 B
   Contoh : rumus 2/5, buku batang sebagai
   lingkaran sempurna minimal 6 lingkaran / lebih
   , ortostiknya adalah jari-jari lingkaran yang
   sudutnya 2/5 lingkaran, puncak batang adalah
   pusat lingkaran.
Spirostik dan Parasitik
1. Spirostk : Bila pertumbuhan batang tidak lurus
   melainkan memutar shg ortostiknya menjadi
   garis spiral dan spiral genetik sukar ditentukan
   (Pandan)

2. Parastik : Bila letak daunnya cukup rapat satu
  sama lain seakan-akan duduk daunnya menurut
  garis spiral kekiri / kekanan antara spiral genetik
  dan ortostik sukar ditentukan, karena setiap daun
  punya daun terdekat disebelah kiri dan kanan.
BATANG (CAULIS )
Sifat-sifat batang
1.   Bentuknya bulat panjang
2.   Terdiri atas ruas-ruas
3.   Tumbuhnya keatas
4.   Bertambah panjang pada ujung
5.   Mengadakan percabangan
6.   Umumnya tidak hijau
Tugas Batang :
1.   Mendukung daun, bunga dan buah
2.   Cabangnya memperluas penyerapan
3.   Mengangkut air danzat-zat makanan
4.   Tempat menimbun zat makanan cadangan
Jelas tidaknya Batang :
a.   Tumbuhan yang tidak berbatang/planta acaulis
b.   Tumbuhan yang jelas Batangnya
     1. Batang Basah/herbaceus :Bayam
     2. Batang Berkayu/lignosus :Mangga
     3. Batang Rumput/calmus :Padi
     4. Batang Mendong/calamus :Teki
Bentuk Batang : Penampang melintang
1. Bulat /teres : Bambu, Kelapa
2. Bersegi /angularis :
    - segi tiga / triangularis : Teki
    - Segi empat / quadrangularis : Markisah
3. Pipih
    - Filokladia : Jakang
    - Kladodia : Kaktus
Permukaan Batang
1. Licin / laevis : Jagung
2. Berusuk / costatus : Iler
3. Beralur / sulcatus
4. Bersayap / alatus : Ubi, Markisah.
a. Berambut / pilosus : Tembakau

b. Berduri / spinosus : Mawar

c. Bekas daun : Pepaya, Kelapa

d. Bekas daun penumpu : Keluwih, Nangka

e. Banyak lentisel : Sengon

f.  Lepasnya kerak : Kayu putih, Jambu Biji
Arah Tumbuh Batang
1. Tegak lurus / erectus : Pepaya
2. Menggantung / dependens : Anggrek
3. Berbaring / humifusus : Semngka
4. Menjalar/merayap / repens : Ubi jalar
5. Serong keatas/condong / ascendens : Kacang
    Tanah
6. Mangangguk / nutans : Bunga matahari
7. Memanjat / scandens :
    - akar pelekat : Sirih
    - akar pembelit : Panili
    - Cabang pembelit : Anggur
    - Daun pembelit/sulur daun : Kembang
    sungsang
    - Tangkai pembelit : Kapri
    - Duri : Mawar
- Duri daun : Rotan
    - Kait : Gambir
8. Membelit / volubilis
    - membelit kekiri/sinistrorsum v. : Telang
    - membelit kekanan/dextrorsum v. : Gadung
Percabangan Pada Batang
1. Monopodial : batang pokok jelas : Cemara
2. Simpodial : batang pokok tdk jelas : Sawo manila
3. Menggarpu/dikotom : setiap bercabang ada 2
    cabang yg sama besar : Paku adam
Sifat –sifat cabang :
a. Geragih / flagellum/stolo :
    - merayap diatas tanah : Kaki kuda
    - merayap dibawah tanah : Kentang
b. Wiwilan/tunas air / virga singularis : Kopi
c. Sirung panjang / virga : ruas panjang tanpa
    tumbuh bunga / steril
d. Sirung pendek / virgula : ruas pendek dengan
    bunga / fertil
Arah tumbuh cabang :
1. Tegak/fastigiatus : < amat kecil : w. kopi

2. Condong keatas/patens : + 450 : cemara

3. Mendatar/horizontalis : + 900 : pohon randu

4. Terkulai/declinatus : Kopi robusta

5. Bergantung/pendulus

Panjang pendek umur tanaman :
1. Tumbuhan annual/annus : < 1 th : palawija O

2. Tumbuhan bienial/2 th/biennis : O / O O

3. Tumbuhan menahun : semak :         , herba X,
   zingiberraceae
AKAR (Radix) 13-4 bgl
   Sifat – Sifat Akar :
    - Dalam Tanah, Tumbuh ke pusat bumi,
    meninggalkan cahaya dan udara.
    - Tidak berbuku-buku, tanpa ruas, tidak
    mendukung daun-daun.
    - Warna tidak hijau, biasanya
      putih/      kekuningan.
    - Tumbuh terus pada ujungnya
    - bentuknya seringkali meruncing.
   Tugas Akar :
    - Memperkuat berdirinya tumbuhan
    - Menyerap air dan zat terlarut
    - Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi
    - Penimbunan makanan
   Bagian-bagian akar :
    - Leher akar/pangkal akar (collum)
    - Ujung akar (apex radicis)
    - Batang akar (corpus radicis)
    - Cabang-cabang akar (radix lateralis)
    - Serabut akar (fibrilla radicalis)
- Rambut akar/bulu akar (pilus radicalis)
     - Tudung akar (calyptra)
    Berdasarkan perkembangan lembaga akar
     dibedakan :
1.   Sistem akar tunggang
2.   Sistem akar serabut
    Berdasarkan percabangan dan bentuknya
     akar tunggang dibedakan :
1.   Berbentuk Tombak (fusiformis) : lobak
2.   Berbentuk Gasing (napiformis) : bangkuang
3.   Berbentuk Benang (filiformis) : kratok
    Berdasarkan jenis-jenis akar serabut :
1.   Akar serabut kecil-kecil/benang : padi
2.   Akar kaku keras spt tambang : kelapa
3.   Akar besar-besar tanpa banyak cabang : pandan
    Akar yang punya Sifat dan Tugas khusus :
1.   Akar udara/gantung (radix aereus) : beringin
2.   Akar penggerek/pengisap (haustorium) : benalu
3.   Akar pelekat (radix adligans) : lada, sirih
4.   Akar pembelit (cirrhus radicalis) : panili
5.   Akar nafas (pneumatophora) : kayu api ( Avicenia )
6.   Akar tunjang : bakau (Rhizophora conjugata), Pandan
7.Akar lutut : pohon tunjang (Bruguiera parvifolia)

8.Akar banir : Sukun (   Artocarpus communis )

BAGIAN-BAGIAN LAIN PADA TUBUH
TUMBUHAN, METAMORFOSIS AKAR,
BATANG DAN DAUN
A. KUNCUP (gemma) – calon tunas (batang-daun)

Berdasarkan tempatnya :
1. Kuncup Ujung (Gemma Terminalis)

2.Kuncup Ketiak ( Axillaris/Lateralis)

3.Kuncup Liar (adventicius):

  - disembarang tempat : Coklat (Theobroma cacao)
- di tepi daun : Cocor bebek (Kalanchoe pinnata )
   - pada akar : Sukun ( Artocarpus communis )
B. Rimpang (rhizoma) : Tasbih, Kunyit, Jahe.
C. Umbi (tuber) :
- umbi batang : kentang ( Solanum tuberosum)
- umbi akar : Singkong (Manihot utilissima)
D. Umbi Lapis (bulbus) : Bawang (Allium cepa)
E Alat pembelit/ Sulur (cirrhus)
   - Cabang pembelit : anggur, markisah
   - Daun pembelit : kembang sungsang
   - Akar pembelit : panili
F. Piala (asidium) : kantong semar
G. Gelembung (utriculus) : rumput gelembung
H. Duri (spina) :
   1. duri dahan : bogenvil
   2. duri daun : kaktus
   3. duri akar : gembili
   4. duri daun penumpu : sesuru/kaktus segi 3
   5. duri tempel : mawar
I. Alat –alat tambahan / accessoris

       Baca sendiri !

Morfologi Tumbuhan

  • 1.
    MORFOLOGI TUMBUHAN 1. ALAT HARA ( Organum nutritivum ) ★ Daun ( folium ) ★ Batang ( caulis ) ★ Akar ( radix ) 2. ALAT PERKEMBANGBIAKAN ( Organum reproductivum ) ★ Bunga ( flos ) ★ Buah ( fructus ) ★ Biji ( semen )
  • 2.
    ALAT HARA (OrganumNutritivum) Daun (Folium) Fungsi daun : 1. Pengambilan zat makanan (resorbsi) : CO2 2. Pengolahan zat makanan (asimilasi) 3. Penguapan (transpirasi) 4. Pernafasan (respirasi) Bagian-bagian daun : Daun lengkap → 1. Upih / Pelepah daun (vagina) 2. Tangkai daun (petiolus) 3. Helaian daun (lamina)
  • 3.
    RESPIRASI/ASIMILASI C6H12 O6+6O2 6CO2 + 6H2O+E FOTOSINTESIS 6H2O + 6CO2 C6H12O6 +6O2
  • 4.
    Daun tak lengkap→ a. Daun bertangkai : nangka (Artocarpus integra) b. Daun berupih : padi (Oryza sativa) c. Daun saja : biduri (Calotropis gigigantia) d. Tangkai saja / filodia : acasia (Acacia auriculiformis) Alat tambahan pada daun → 1. Daun penumpu (stipula) - daun penumpu bebas (stipula liberae) - daun penumpu pangkal tangkai(stipula adnatae) - daun penumpu diketiak (stipula axillaris) - daun penumpu yg berlekatan (stipula antidroma) - daun penumpu diantara tangkai (stipula interpetiolaris)
  • 5.
    2. Selaput bumbung(ocrea / ochrea) 3. Lidah-lidah (ligula) Upih daun (vagina) fungsinya : - Sebagai pelindung kuncup muda - Memberi kekuatan pada batang tanaman Tangkai daun (petiolus) 18-3 – 11 B tangkai kalau dipotong melintang bentuknya : - bulat dan berongga - pipih dan tepinya melebar - bersegi - setengah lingkaran & atasnya beralur
  • 6.
    Helaian daun (Lamina) A.Bangun Daun (Circumskriptio) Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar dapat digolongkan menjadi 4 : Bagian terlebar ditengah-tengah helaian. a. bulat/bundar (orbicularis) 1:1 → teratai b. bangun perisai (peltatus) → jarak, teratai c. jorong (ovalis/ellipticus) 1½- 2:1→ nangka d. memanjang (oblongus) 2½- 3:1→ srikaya e. bangun lanset (lanceolatus) 3-5:1→ oleander
  • 7.
    2. Pangkal daunbertoreh/berlekuk a. bangun jantung (cordatus) → daun waru (Hibiscus tiliaceus) b. bangun ginjal/kerinjal (reniformis) → daun kaki kuda (Centella asiatica) c. bangun anak panah (sagittatus) → daun enceng (Sagittaria sagittifolia) d. bangun tombak (hastatus) → daun wewehan (Monochoria hastata) e. bertelinga (auriculatus) → daun tempuyung (Sonchus asper)
  • 8.
    Bagian terlebar dibawahtengah-tengah helaian 1. Pangkal daunnya tidak bertoreh a. bangun bulat telur (ovatus) → daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. bangun segi tiga (triangularis) → daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) c. bangun delta (deltoideus) → daun air mata pengantin (Antigonon leptopus) d. bangun belah ketupat (rhomboideus) → anak daun pada ujung daun bangkuang (Pachyrrhizus erosus)
  • 9.
    Bagian terlebar diatastengah-tengah helaian a. bangun bulat telur sungsang (obovatus) → daun sawo kecik (Manilkara kauki) b. bangun jantung sungsang (obcordatus) → daun semanggi gunung (Oxalis corniculata) c. bangun segitiga terbalik/pasak (cuneatus) → daun anak daun semanggi (Marsilea crenata) d. bangun sudip/spatel/solet (spathulatus) → daun tapak liman (Elephantopus scaber) / daun lobak (Raphanus satuvus)
  • 10.
    Tidak ada bagianyang terlebar/sama a. bangun garis (linearis) → rumput (Gramineae) b. bangun pita (ligulatus) → daun jagung (Zea mays ) c. bangun pedang (ensiformis) → daun nenas sebrang (Agave sisalana) d. bangun paku/dabus (subulatus) → daun (Araucaria cunninghami) e. bangun jarum (acerosus) → daun (pinus merkusi)
  • 11.
    Ujung Daun (ApexFolli) a. runcing < 900 (acutus) → daun nerium (Nerium olender) b. meruncing (acuminatus) → daun sirsat (Annona muricata) c. tumpul >900 (obtusus) → daun sawo kecik (Manilkara kauki) d. membulat (rotundatus) → daun teratai (Nelumbium nelumbo) e. rompang (truncatus) → daun jambu monyet (Anacardium occidentale)
  • 12.
    f. terbelah (retusus)→ daun bayam (Amaranthus hybridus) e. berduri (mucronatus) → daun nenas sebrang (Agave sp.) Pangkal Daun (Basis Folli) a. runcing < 900 (acutus) → daun nerium (Nerium olender) b. meruncing (acuminatus) → daun sawo kecik (Manilkara kauki) c. tumpul >900 (obtusus) → daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  • 13.
    d. membulat (rotundatus)→ daun teratai (Nelumbium nelumbo) e. rompang/rata (truncatus) → daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) f. berlekuk (emaginatus) → daun waru (Hibiscus tiliaceus)
  • 14.
    Susunan Tulang Daun(Nervatio/Venatio) 1. Ibu Tulang Daun (costa) 2. Tulang Cabang (nervus lateralis) 3. Urat Daun (vena) Berdasarkan arah dan susunan tulang daun : 1. Menyirip (penninervis) : Mangga 2. Menjari (palminervis) : Jarak 3. Melengkung (cervinervis) : Gadung 4. Sejajar/lurus (rectinervis) : Rumput
  • 15.
    Tepi Daun (MargoFolli) A. Rata (integer) B. Bertoreh (divisus) Tepi daun dengan toreh yang merdeka 1. Bergerigi (serratus) 2. Bergerigi ganda/rangkap (biserratus) 3. Bergigi (dentatus) 4. Beringgit (crenatus) 5. Berombak (repandus)
  • 16.
    Tepi daun dengantorehan yang mempengaruhi bentuk daun : 1. Berlekuk menyirip (pinnatilobus): terong 2. Bercangap menyirip (pinnatifidus): keluwih 3. Berbagi menyirip (pinnatipartitus): sukun 4. Berlekuk menjari (palmatilobus): jarak P. 5. Bercangap menjari (palmatifidus): jarak 6. Berbagi menjari (palmatipartitus): ketela P.
  • 17.
    Daging Daun (intervenium) 1.Tipis spt selaput (membranaceus) : paku selaput 2. Seperti kertas (chartaceus) : daun pisang 3. Tipis lunak (herbaceus) : selada air 4. Seperti perkamen (perkamenteus) : daun kelapa 5. Seperti kulit (coriaceus) : daun nyamplung 6. Berdaging (carnosus) : lidah buaya
  • 18.
    Permukaan Daun 1. Licin(laevis) : daun beringin 2. Gundul (glaber) : daun jambu air 3. Kasap (scaber) : daun jati 4. Berkerut (rugosus) : daun jambu biji 5. Berbingkul-bingkul (bullatus) : air mata P. 6. Berbulu (pilosus) : daun tembakau 7. Berbulu halus (villosus) : spt. Bludru 8. Berbulu kasar (hispidus) : daun gadung 9. Bersisik (lepidus) : daun durian
  • 19.
    Daun majemuk (Foliumcompositum) a. Ibu tangkai daun (potiolus communis) b. Tangkai anak daun (petiololus) c. Anak daun (foliolum) d. Upih daun (vagina) Berdasarkan susunan anak daun : 1. Daun majemuk menyirip (pinnatus) 2. Daun majemuk menjari (palmatus) 3. Daun majemuk bagun kaki (pedatus) 4. Daun majemuk campuran (digitato pinnatus)
  • 20.
    Daun majemuk menyirip(Pinnatus) 1. Daun majemuk menyirip beranak daun satu jeruk besar 2. Daun majemuk menyirip genap –asam 3. Daun majemuk menyirip gasal – mawar Berdasarkan duduknya anak daun pada ibu tangkai daun dan besar-kecilnya anak daun : 1. Daun majemuk menyirip dengan anak daun yang berpasang-pasangan 2. Menyirip berseling 3. Menyirip berselang-seling
  • 21.
    Daun majemuk menyitipganda dapatdibedakan menurut duduknya anak daun pada cabang tingkat berapa : a. Majemuk menyirip ganda dua (tingkat 1) b. Majemuk menyirip ganda tiga (tingkat 2) c. Majemuk menyirip ganda empat (tingkat 3) 1. Menyirip ganda dengan sempurna 2. Menyirip ganda tidak sempurna Daun majemuk menjari (palmatus/digitatus) 1. Beranak daun dua. 3. Beranak daun lima 2. Beranak daun tiga. 4. Beranak daun tujuh
  • 22.
    Daun Majemuk BangunKaki (pedatus) - contoh : Arisaema filiforme (Araceae)/cari dialam Daun Majemuk Campuran (Digitatopinnatus) - contoh : Sikejut (Mimosa pudica L.) Tata Letak Daun Pada Batang 1. Pada tiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun (tersebar/folio sparsa) a/b = rumus daun / divergensi a = banyaknya mengelilingi batang b = jumlah daun yang dilewati oleh sepiral
  • 23.
    Ortostik = garisvertikal antara daun awal dan daun yang tegak lurus berikutnya. Spiral genetik = garis spiral yang kita ikuti melingkari batang yang menghubungkan daun dari yang tua ke yang muda Sudut divergensi = jarak sudut antar daun berturut- turut jika pada bidang datar. a/b x lingkaran atau a/b x 3600 sehingga diproleh : 1/2, 1/3, 2/5, 3/8, 5/13 dst Perhitungan : 1/2 + 1/3 = 2/5 1/3 + 2/5 = 3/8 dst rumus-rumus daun tersebut : deret Fibonacci
  • 24.
    9 8 7 6 5 4 3 1 2
  • 25.
    3 5 8 1 6 7 2 4
  • 26.
    3 6 8 5 9 1 7 4 2
  • 27.
     Roset :Bila ruas-ruas batang sangat pendek  Roset Akar : Jika batang amat pendek shg daun berjejal diatas tanah ( Lobak, Tapak liman )  Roset Batang : Jika daun berjejal pada ujung batang ( Kelapa )  Mosaik daun : Bila daun tersebar pada suatu bidang datar spt karpet ( Kemiri, Begonia ) 2. Pada tiap buku ada 2 daun. - jarak antara tiap daun pada 1 buku 3600 disebut berhadapan – berseling (Mengkudu) 3. Pada tiap buku terdapat lebih dari 2 daun - daun demikin disebut Berkarang (Alamanda)
  • 28.
    Bagan (Skema) danDiagram Tata Letak Daun a. Bagan tata letak daun ( batang = silinder) Contoh : rumus 2/5, kita harus menggambar 5 ortostiknya, terus menggambar daun pada tiap buku yang jaraknya 2/5 lingkaran, maka setiap melingkari batang 2 kali akan melewati 5 daun. b. Diagram tata letak daun/diagram daun (kerucut) 8-4-11 B Contoh : rumus 2/5, buku batang sebagai lingkaran sempurna minimal 6 lingkaran / lebih , ortostiknya adalah jari-jari lingkaran yang sudutnya 2/5 lingkaran, puncak batang adalah pusat lingkaran.
  • 29.
    Spirostik dan Parasitik 1.Spirostk : Bila pertumbuhan batang tidak lurus melainkan memutar shg ortostiknya menjadi garis spiral dan spiral genetik sukar ditentukan (Pandan) 2. Parastik : Bila letak daunnya cukup rapat satu sama lain seakan-akan duduk daunnya menurut garis spiral kekiri / kekanan antara spiral genetik dan ortostik sukar ditentukan, karena setiap daun punya daun terdekat disebelah kiri dan kanan.
  • 30.
    BATANG (CAULIS ) Sifat-sifatbatang 1. Bentuknya bulat panjang 2. Terdiri atas ruas-ruas 3. Tumbuhnya keatas 4. Bertambah panjang pada ujung 5. Mengadakan percabangan 6. Umumnya tidak hijau
  • 31.
    Tugas Batang : 1. Mendukung daun, bunga dan buah 2. Cabangnya memperluas penyerapan 3. Mengangkut air danzat-zat makanan 4. Tempat menimbun zat makanan cadangan Jelas tidaknya Batang : a. Tumbuhan yang tidak berbatang/planta acaulis b. Tumbuhan yang jelas Batangnya 1. Batang Basah/herbaceus :Bayam 2. Batang Berkayu/lignosus :Mangga 3. Batang Rumput/calmus :Padi 4. Batang Mendong/calamus :Teki
  • 32.
    Bentuk Batang :Penampang melintang 1. Bulat /teres : Bambu, Kelapa 2. Bersegi /angularis : - segi tiga / triangularis : Teki - Segi empat / quadrangularis : Markisah 3. Pipih - Filokladia : Jakang - Kladodia : Kaktus Permukaan Batang 1. Licin / laevis : Jagung 2. Berusuk / costatus : Iler
  • 33.
    3. Beralur /sulcatus 4. Bersayap / alatus : Ubi, Markisah. a. Berambut / pilosus : Tembakau b. Berduri / spinosus : Mawar c. Bekas daun : Pepaya, Kelapa d. Bekas daun penumpu : Keluwih, Nangka e. Banyak lentisel : Sengon f. Lepasnya kerak : Kayu putih, Jambu Biji Arah Tumbuh Batang 1. Tegak lurus / erectus : Pepaya 2. Menggantung / dependens : Anggrek
  • 34.
    3. Berbaring /humifusus : Semngka 4. Menjalar/merayap / repens : Ubi jalar 5. Serong keatas/condong / ascendens : Kacang Tanah 6. Mangangguk / nutans : Bunga matahari 7. Memanjat / scandens : - akar pelekat : Sirih - akar pembelit : Panili - Cabang pembelit : Anggur - Daun pembelit/sulur daun : Kembang sungsang - Tangkai pembelit : Kapri - Duri : Mawar
  • 35.
    - Duri daun: Rotan - Kait : Gambir 8. Membelit / volubilis - membelit kekiri/sinistrorsum v. : Telang - membelit kekanan/dextrorsum v. : Gadung Percabangan Pada Batang 1. Monopodial : batang pokok jelas : Cemara 2. Simpodial : batang pokok tdk jelas : Sawo manila 3. Menggarpu/dikotom : setiap bercabang ada 2 cabang yg sama besar : Paku adam
  • 36.
    Sifat –sifat cabang: a. Geragih / flagellum/stolo : - merayap diatas tanah : Kaki kuda - merayap dibawah tanah : Kentang b. Wiwilan/tunas air / virga singularis : Kopi c. Sirung panjang / virga : ruas panjang tanpa tumbuh bunga / steril d. Sirung pendek / virgula : ruas pendek dengan bunga / fertil
  • 37.
    Arah tumbuh cabang: 1. Tegak/fastigiatus : < amat kecil : w. kopi 2. Condong keatas/patens : + 450 : cemara 3. Mendatar/horizontalis : + 900 : pohon randu 4. Terkulai/declinatus : Kopi robusta 5. Bergantung/pendulus Panjang pendek umur tanaman : 1. Tumbuhan annual/annus : < 1 th : palawija O 2. Tumbuhan bienial/2 th/biennis : O / O O 3. Tumbuhan menahun : semak : , herba X, zingiberraceae
  • 38.
    AKAR (Radix) 13-4bgl  Sifat – Sifat Akar : - Dalam Tanah, Tumbuh ke pusat bumi, meninggalkan cahaya dan udara. - Tidak berbuku-buku, tanpa ruas, tidak mendukung daun-daun. - Warna tidak hijau, biasanya putih/ kekuningan. - Tumbuh terus pada ujungnya - bentuknya seringkali meruncing.
  • 39.
    Tugas Akar : - Memperkuat berdirinya tumbuhan - Menyerap air dan zat terlarut - Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi - Penimbunan makanan  Bagian-bagian akar : - Leher akar/pangkal akar (collum) - Ujung akar (apex radicis) - Batang akar (corpus radicis) - Cabang-cabang akar (radix lateralis) - Serabut akar (fibrilla radicalis)
  • 40.
    - Rambut akar/buluakar (pilus radicalis) - Tudung akar (calyptra)  Berdasarkan perkembangan lembaga akar dibedakan : 1. Sistem akar tunggang 2. Sistem akar serabut  Berdasarkan percabangan dan bentuknya akar tunggang dibedakan : 1. Berbentuk Tombak (fusiformis) : lobak 2. Berbentuk Gasing (napiformis) : bangkuang 3. Berbentuk Benang (filiformis) : kratok
  • 41.
    Berdasarkan jenis-jenis akar serabut : 1. Akar serabut kecil-kecil/benang : padi 2. Akar kaku keras spt tambang : kelapa 3. Akar besar-besar tanpa banyak cabang : pandan  Akar yang punya Sifat dan Tugas khusus : 1. Akar udara/gantung (radix aereus) : beringin 2. Akar penggerek/pengisap (haustorium) : benalu 3. Akar pelekat (radix adligans) : lada, sirih 4. Akar pembelit (cirrhus radicalis) : panili 5. Akar nafas (pneumatophora) : kayu api ( Avicenia ) 6. Akar tunjang : bakau (Rhizophora conjugata), Pandan
  • 42.
    7.Akar lutut :pohon tunjang (Bruguiera parvifolia) 8.Akar banir : Sukun ( Artocarpus communis ) BAGIAN-BAGIAN LAIN PADA TUBUH TUMBUHAN, METAMORFOSIS AKAR, BATANG DAN DAUN A. KUNCUP (gemma) – calon tunas (batang-daun) Berdasarkan tempatnya : 1. Kuncup Ujung (Gemma Terminalis) 2.Kuncup Ketiak ( Axillaris/Lateralis) 3.Kuncup Liar (adventicius): - disembarang tempat : Coklat (Theobroma cacao)
  • 43.
    - di tepidaun : Cocor bebek (Kalanchoe pinnata ) - pada akar : Sukun ( Artocarpus communis ) B. Rimpang (rhizoma) : Tasbih, Kunyit, Jahe. C. Umbi (tuber) : - umbi batang : kentang ( Solanum tuberosum) - umbi akar : Singkong (Manihot utilissima) D. Umbi Lapis (bulbus) : Bawang (Allium cepa) E Alat pembelit/ Sulur (cirrhus) - Cabang pembelit : anggur, markisah - Daun pembelit : kembang sungsang - Akar pembelit : panili
  • 44.
    F. Piala (asidium): kantong semar G. Gelembung (utriculus) : rumput gelembung H. Duri (spina) : 1. duri dahan : bogenvil 2. duri daun : kaktus 3. duri akar : gembili 4. duri daun penumpu : sesuru/kaktus segi 3 5. duri tempel : mawar I. Alat –alat tambahan / accessoris Baca sendiri !