DAUN (FOLIUM)
FEVI MAWADHAH PUTRI, M.SI
STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN
POKOK BAHASAN
1. CIRI DAN LETAK DAUN
2. FUNGSI DAUN
3. BAGIAN – BAGIAN DAUN
4. STRUKTUR DAUN
5. SIFAT DAUN
6. JENIS DAUN
7. MODIFIKASI DAUN
Axilla
DAUN (FOLIUM)
 Merupakan organ tumbuhan yang melekat pada batang
 Daun biasanya pipih, lebar, dan sebagian besar berwarna hijau karena
mengandung klorofil
 Mengalami pertumbuhan: pada umumnya memiliki umur yang terbatas -
sehingga pada saat tertentu akan gugur
 Bagian batang tempat duduknya atau tempat melekatnya daun disebut dengan
buku-buku batang = Nodus
 Jarak antar nodus disebut ruas = internodus
 Sudut antara batang dengan tangkai daun disebut dengan ketiak daun = Axilla
FUNGSI DAUN
1. Pengolahan zat makanan
 Fotosintesis : pembentukan
karbohidrat/glukosa dari bahan anorganik
 Mengubah energi cahaya menjadi energi
kimia: cahaya matahari diserap oleh klorofil
pada daun -> diubah menjadi energi kimia
yang disimpan dalam bentuk karbohidrat
atau senyawa organik lainnya.
FUNGSI DAUN
2. Respirasi
 Daun memiliki stomata yang berfungsi
sebagai alat respirasi
 Menyerap molekul oksigen bebas untuk
menghasilkan air, karbon dioksida, dan
energi,
FUNGSI DAUN
3. Transpirasi
 Hilangnya air dalam bentuk
uap air dari tubuh tumbuhan
melalui penguapan
4. Gutasi
 pengeluaran air dalam bentuk
tetes- tetes air melalui celah-
celah tepi atau ujung tulang
tepi daun.
BAGIAN – BAGIAN DAUN
1. Upih/pelepah daun (vagina) : Merupakan
bagian daun yang melekat /memeluk batang.
Pelepah daun berfungsi:
 Pelindung kuncup muda seperti terdapat
pada : tebu (Saccharumofficinarum), kunyit
(Curcuma domestica), lempuyang (Curcuma
zanthorriza).
 Menguatkan batang tanaman, upih sering
membungkus batang. Sebagai contoh:
pisang (Musa paradisiaca), jahe (Zingiber
officinale)
 Batang semu, batang dibentuk oleh pelepah
seperti pada pisang (Musa paradisiaca),
kecombrang (Etlingera elatior).
BAGIAN – BAGIAN DAUN
2. Tangkai daun (petiolus) : Bagian daun yang
mendukung helaiannya dan bertugas untuk
menempatkan helaian daun pada posisi yang dapat
memperoleh cahaya matahari
 Umumnya berbentuk silinder dengan sisi atas
agak pipih dan menebal pada pangkalnya
 ada pula tangkai daun yang menebal pada
pangkal dan ujungnya, misalnya pada daun pohon
kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.).
 Permukaannya dapat memperlihatkan adanya
kerutan-kerutan, sisik-sisik, rambut-rambut,
lentisel, dll.
3. Helaian daun (lamina) : Merupakan bagian yang
terpenting untuk mengenal jenis/macam tumbuhan
STRUKTUR DAUN
 Berdasarkan strukturnya daun dibedakan menjadi 2 kelompok:
DAUN LENGKAP
(Folium completum)
DAUN TIDAK LENGKAP
(Folium incompletum)
 Memiliki semua bagian – bagian
daun
 Hanya memiliki 1-2 bagian daun
DAUN LENGKAP (Folium
completum)
 Daun tumbuhan dikatakan lengkap jika terdiri atas:
1. Upih/pelepah daun (Vagina)
2. Tangkai daun (Petiolus)
3. Helaian daun (Lamina)
 Contoh tumbuhan yang memiliki daun yang lengkap:
Pisang (Musa paradisiaca L.)
Pinang (Areca catechu L.)
Bambu (Bambusa sp.)
Keladi (Caladium sp.)
DAUN TIDAK LENGKAP
(Folium incompletum)
 Daun yang hanya memiliki 1-2 bagian daun
1. Daun bertangkai: Hanya memiliki tangkai dan helaian daun saja
2. Daun berpelepah: Terdiri dari upih dan helaian saja
3. Daun duduk (sessilis): hanya terdiri atas helaian saja
4. Daun yang hanya terdiri dari tangkai saja
1. Daun bertangkai
 Contoh tumbuhan yang memiliki daun bertangkai:
Nangka (Artocarpus integra Merr.) Mangga (Mangifera indica L.)
2. Daun berpelepah
 Contoh tumbuhan yang memiliki daun berpelepah:
Padi (Oryza sativa L.) Jagung (Zea mays L.)
3. Daun duduk (sessilis):
 Contoh tumbuhan yang memiliki daun duduk:
Biduri (Calotropis gigantea)
 dapat mempunyai pangkal yang lebar,
sehingga pangkal daun tersebut seperti
melingkari batang atau memeluk batang :
dinamakan daun memeluk batang
(amplexicaulis)
Tempuyung (Sonchus arvensis L)
4. Daun yang hanya terdiri dari tangkai
saja
 Contoh tumbuhan yang memiliki daun filodia :
Akasia (Acacia mangium)
 Tangkai daun menjadi pipih sehingga
menyerupai helain daun sehingga
merupakan suatu helaian semu atau
palsu yang dikenal dengan nama
filodia.
Sifat - Sifat Daun
 Sifat-sifat daun perlu diketahui
untuk mengidentikasi jenis – jenis
tumbuhan
Bangun daun (circumscriptio)
Ujung daun (apex)
Pangkal daun (basis)
Susunan tulang daun
(nervatio/venatio)
Tepi daun (margo)
Daging daun (intervenium)
Permukaan Daun
Warna Daun
Bangun daun
(circumscriptio)
 Bentuk helaian daun sangat mempengaruhi bangun
daun
 Bangun daun merupakan istilah yang digunakan
untuk menunjukkan bentuk daun
 Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar
bangun daun dibedakan Empat (4) golongan, yaitu :
1. Bagian yang terlebar berada di bagian tengah
daun
2. Bagian yang terlebar di sebelah bawah tengah
daun
3. Bagian yang terlebar di atas tengah helaian daun
4. Tidak ada bagian yang terlebar = Lebar sama dari
pangkal sampai ujung
1. Bagian yang terlebar berada di bagian tengah daun
 Bulat atau bundar
(orbikularis)
 Ex: daun teratai besar
(Nelumbium nelumbo )
 Perisai (peltatus) : daun yang
mempunyai tangkai daun
tertanam pada bagian tengah
helaian daun
 Ex: daun jarak (Ricinus communis)
Peltatus
 Jorong (ovalis /
ellipticus)
 Ex: daun nangka
(Artocarpu heterophylla)
Ellipticus
Orbikularis
Lanceolatus
 Memanjang (oblongus)
 Ex: daun srikaya (Annona
squamosa).
 Lanset (lanceolatus),
 Ex: daun kamboja
(Plumiera acuminata)
Oblongus
2. Bagian yang terlebar di sebelah bawah tengah daun
A. Pangkal Daun Tidak Betoreh
 Bangun bulat telur
(ovatus)
 Ex: daun kembang
sepatu (Hibiscus
rosasinensis)
 Bangun segitiga
(triangularis)
 Ex: daun bunga pukul
empat (Mirabilis
jalapa)
Triangularis
Ovatus
 Bangun delta
(deltoideus)
 Ex: daun airmata
pengantin (Antigonon
leptopus)
 Bangun belah ketupat
(rhomboideus)
 Ex: daun di ujung daun
bengkoang
(Pachyrrhizus erosu)
Rhomboideus
Deltoideus
B. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk
 Bangun jantung
(cordatus)
 Ex: daun waru
(Hibiscus tiliaceus)
 Bangun ginjal atau
kerinjal (reniformis)
 Ex: daun kaki kuda
(Centella asiatica)
reniformis
cordatus
 Bangun anak panah
(sagittatus)
 Ex: daun mata panah
(Sagittaria sagittifolia)
sagittatus
 Bangun tombak
(hastatus)
 Ex: daun wewehan
(monochoria hastata)
hastatus
 Bertelinga
(auriculatus)
 Ex: daun tempuyung
(Sonchus asper)
auriculatus
B. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk
3. Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-
tengah helaian daun
 Bangun bulat telur
sungsang
(obovatus)
 Ex: daun sawo kecik
(Manilkara kauki)
 Bangun jantung
terbalik (obcordatus)
 Ex: daun sidaguri
(Sidaretusa)
obcordatus
obovatus
 Bangun segitiga
terbalik atau bangun
pasak (cuneatus)
 Ex: anak daun semanggi
(marsilea crenata)
 Bangun sudip atau
bangun spatel atau
solet (spathulatus)
 Ex: daunlobak
(Raphanus sativus)
spathulatus
cuneatus
4. Tidak ada bagian yang terlebar = Lebar sama dari
pangkal sampai ujung
 Bangun garis
(linearis)
 Ex: daun
bermacam-macam
rumput (Gramineae)
 Bangun pita
(ligulatus)
 Exdaun jagung (Zea
mays)
ligulatus
linearis
 Bangun pedang
(ensiformis)
 Ex: daun nenas sebrang
(Agavesisalana)
ensiformis
 Bangun paku atau
dabus (subulatus)
 Ex: daun araucaria
cunninghamii
subulatus
 Bangun jarum
(acerosus)
 Ex: daun pinus (Pinus
mercusii)
acerosus
4. Tidak ada bagian yang terlebar = Lebar sama dari
pangkal sampai ujung
Ujung Daun (Apex Folii)
Bentuk-bentuk ujung daun yang sering dijumpai:
a) Runcing (acutus), misalnya daun oleander (Nerium
oleander L.).
b) Meruncing (acuminatus), misalnya daun sirsak (Annona
muricata L.).
c) Tumpul (obtusus), misalnya daun sawo kecik (Manilkara
kauki Dub.)
d) Membulat (rotundatus), misalnya daun teratai besar
(Nelumbium nelumbo Druce).
e) Rompang (truncatus), misalnya daun jambu monyet
(Anacardium occidentale L.).
f) Terbelah (retusus), misalnya daun bayam (Amaranthus
hybridus L.)
g) Berduri (mucronatus), misalnya ujung daun nenas
sebrang (Agave sp.).
Pangkal daun (Basis Folii )
A. Tepi daun bertemu / berlekatan satu sama lain.
 Bentuk Tameng (Peltatus)
 Daun menembus batang (Perfoliatus)
B. Tepi daun terpisah oleh pangkal ibu tulang daun
a. Runcing (acutus)
b. Meruncing (acuminatus)
c. Tumpul (obtusus)
d. Membulat (rotundatus)
e. Rompang (truncatus)
f. Berlekuk (emarginatus)
Susunan tulang daun
(nervatio/venatio)
Tulang daun berguna untuk memberi kekuatan pada
daun, dinamakan juga rangka daun (sceleton)
 merupakan berkas-berkas pembuluh yang berfungsi
sebagai jalannya zat-zat yang diambil tumbuhan dari
tanah seperti air dan garam-garamyang terlarut di
dalamnya
 mengangkut hasil-hasil asimilasi dari daun ke bagian-
bagian lain yang memerlukan.
 Susunan tulang daun dapat dipakai sebagai petunjuk
untuk mengenal tumbuhan
 tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) : tulang daun
menyirip atau menjari
 tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) : tulang daun
melengkung atau sejajar
Tulang- tulang daun menurut besar kecilnya dibedakan atas:
A. Ibu tulang (costa) : tulang yang terbesar, merupakan
terusan tangkai daun, terdapat di tengah-tengah helaian
daun
B. Tulang-tulang cabang (nervus lateralis) : lebih kecil
daripada ibu tulang daun dan berpangkal pada ibu
tulang daun
 Cabang tingkat I
 Cabang tingkat 2
 dst
C. Urat-urat daun (vena) : tulang cabang yang lebih kecil,
lembut, dan satu sama lain beserta tulang-tulang yang
lebih besar membentuk susunan seperti jala, kisi, atau
lainnya.
Berdasarkan susunan tulangnya, Daun dibedakan menjadi
4, yaitu:
a. Daun yang bertulang menyirip (penninervis)
 daun mangga (Mangifera indica)
b. Daun yang bertulang menjari (palminervis)
 daun kapas (Gossipium sp)
c. Daun yang bertulang melengkung (cervinervis)
 daun genjer (Limnocharis flava)
d. Daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus
(rectinervis)
 daun jagung (Zea mays)
Tepi daun (margo folii)
Tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam:
1. Rata (integer): daun nangka (Artocarpus integra
Merr.)
2. Bertoreh (divisus), yang terdiri dari :
a. Tepi daun dengan toreh yang merdeka
b. Tepi daun dengan toreh-toreh yang
mempengaruhi bentuknya
Bagian tepi daun:
- Sinus adalah Lekukan yang ke dalam
- Angulus adalah Lekukan yang ke luar
Tepi daun dengan
toreh yang merdeka
Tepi daun dengan toreh-toreh yang
mempengaruhi bentuknya
Berdasarkan kedalaman toreh, tepi daun
dapat dibedakan:
a. Berlekuk (lobatus)
 Berlekuk menyirip
 Berlekuk menjari
b. Bercangap (fissus)
 Bercangap menyirip
 Bercangap menjari
c. Berbagi (partitus)
 Berbagi menyirip
 Berbagi menjari
Daging daun (intervenium)
 Daging daun adalah bagian-bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat
daun.
 Tebal atau tipisnya helaian daun, bergantung pada tebal tipisnya daging daun
 Berdasarkan tebal tipis helaian, daun dibedakan menjadi:
1. Tipis seperti selaput (membranaceus) sebagai contoh Paku selaput
2. Seperti kertas (papyraceus) sebagai contoh Pisang (Musa paradisiaca)
3. Tipis lunak (herbaceus) sebagai contoh Selada air
4. Seperti kulit (coriaceus) sebagai contoh Nyamplung
5. Seperti perkamen (perkamenteus) sebagai contoh Kelapa (Cocos nucifera)
6. Berdaging (carnosus) sebagai contoh Lidah buaya (Aloe vera)
1 2 3 4 5 6
Permukaan Daun
 Licin (laevis)
1. mengkilat (nitidus) : daun beringin (Ficus benjamina L.)
2. suram (opacus) : daun ketela rambat (Ipomoea batatas)
3. berselaput lilin (pruinosus) : daun tasbih (Canna hybrida)
 Gundul (glaber) : jambu air
 Kasap (scaber): daun jati (Tectona grandis L.)
 Berkerut (rugosus) : daun jambu biji (Psidium guajava L.)
 Berbingkul-bingkul (bullatus), seperti berkerut tetapi kerutannya lebih besar : airmata pengantin (Antigonon
leptopus Hook et Arn.)
 Berbulu (pilosus), jika bulu halus dan jarang-jarang : daun tembakau (Nicotiana tabacum G.Don.)
 Berbulu halus dan rapat (villosus), berbulu sedemikian rupa, sehingga jika diraba terasa seperti laken atau
beludru
 Berbulu kasar (hispidus), jika rambut kaku dan jika diraba terasa kasar : daun gadung (Dioscorea hispida
Dennst.)
 Bersisik (lepidus) : sisi bawah daun durian (Durio zebethinus Murr.).
Warna Daun
 Warna daun: umumnya berwarna hijau,
tetapi ada yang berwarna merah, hijau
kekuningan
 Merah seperti daun iler (Coleus sp.)
 Hijau bercampur merah seperti daun puring
(Puring variegata)
 Hijau tua seperti daun nyamplung
 Hijau kekuningan seperti daun guni
 Pada jenis tanaman tertentu warna daun
juga ditentukan oleh kandungan unsur
hara, air dan sinar matahari.
JENIS DAUN BERDASARKAN
HELAIAN
1. DAUN TUNGGAL (Folium Simplex) : daun yang hanya mempunyai satu helai
daun
2. DAUN MAJEMUK (Folium Compositum) : jika tangkai daun bercabang-cabang,
dan pada cabang-cabang terdapat helaian daun. Jadi pada satu tangkai
terdapat lebih dari satu helai daun
Bagian-bagian dari daun majemuk :
1. Ibu tangkai daun ( Petiolus Communis
)
2. Tangkai anak daun ( Petiololus )
3. Anak daun ( Foliolum )
4. Upih daun ( Vagina )
Daun Majemuk
Menurut susunan anak daun pada satu tangkainya; daun
majemuk dapat dibedakan dalam 4 golongan, yaitu :
1. Daun majemuk menyirip (Pinnatus) : Merupakan daun
majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu
tangkai daun, jadi tersusun seperti sirip pada ikan.
2. Daun majemuk menjari (Palmatus) : Semua anak
daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai
seperti letaknya jari-jari pada tangan
3. Daun majemuk bangun kaki (Pedatus) : mempunyai
susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak
daun yang paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai,
melainkan pada tangkai anak daun yang di sampingnya
4. Daun majemuk campuran (Digitato Pinnatus) :
campuran susunan menjari dan menyirip - majemuk ganda
yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar
seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun,
tetapi pada cabang- cabang ibu tangkai ini terdapat anak-
anak daun yang tersusun menyirip.
Macam – Macam
Daun Majemuk
Menyirip
1. Daun majemuk menyirip beranak daun satu
(unifoliolatus)
2. Daun majemuk menyirip ganda (abrupte
pinnatus)
3. Daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus)
Macam – Macam
Daun Majemuk
Menjari
1. Beranak daun dua (bifoliolatus)
2. Beranak daun tiga (trifoliolatus)
3. Beranak daun lima (quinguefoliolatus)
4. Beranak daun tujuh (septemfoliolatus)
Perbedaan Daun Tunggal & Daun Majemuk
fevimawadhahputri@uinjambi.ac.id
TUGAS:
CARI BENTUK / MACAM – MACAM MODIFIKASI
DAUN

Materi Kuliah Pertemuan 3. Morfologi Daun.pptx

  • 1.
    DAUN (FOLIUM) FEVI MAWADHAHPUTRI, M.SI STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN
  • 2.
    POKOK BAHASAN 1. CIRIDAN LETAK DAUN 2. FUNGSI DAUN 3. BAGIAN – BAGIAN DAUN 4. STRUKTUR DAUN 5. SIFAT DAUN 6. JENIS DAUN 7. MODIFIKASI DAUN
  • 3.
    Axilla DAUN (FOLIUM)  Merupakanorgan tumbuhan yang melekat pada batang  Daun biasanya pipih, lebar, dan sebagian besar berwarna hijau karena mengandung klorofil  Mengalami pertumbuhan: pada umumnya memiliki umur yang terbatas - sehingga pada saat tertentu akan gugur  Bagian batang tempat duduknya atau tempat melekatnya daun disebut dengan buku-buku batang = Nodus  Jarak antar nodus disebut ruas = internodus  Sudut antara batang dengan tangkai daun disebut dengan ketiak daun = Axilla
  • 4.
    FUNGSI DAUN 1. Pengolahanzat makanan  Fotosintesis : pembentukan karbohidrat/glukosa dari bahan anorganik  Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia: cahaya matahari diserap oleh klorofil pada daun -> diubah menjadi energi kimia yang disimpan dalam bentuk karbohidrat atau senyawa organik lainnya.
  • 5.
    FUNGSI DAUN 2. Respirasi Daun memiliki stomata yang berfungsi sebagai alat respirasi  Menyerap molekul oksigen bebas untuk menghasilkan air, karbon dioksida, dan energi,
  • 6.
    FUNGSI DAUN 3. Transpirasi Hilangnya air dalam bentuk uap air dari tubuh tumbuhan melalui penguapan 4. Gutasi  pengeluaran air dalam bentuk tetes- tetes air melalui celah- celah tepi atau ujung tulang tepi daun.
  • 7.
    BAGIAN – BAGIANDAUN 1. Upih/pelepah daun (vagina) : Merupakan bagian daun yang melekat /memeluk batang. Pelepah daun berfungsi:  Pelindung kuncup muda seperti terdapat pada : tebu (Saccharumofficinarum), kunyit (Curcuma domestica), lempuyang (Curcuma zanthorriza).  Menguatkan batang tanaman, upih sering membungkus batang. Sebagai contoh: pisang (Musa paradisiaca), jahe (Zingiber officinale)  Batang semu, batang dibentuk oleh pelepah seperti pada pisang (Musa paradisiaca), kecombrang (Etlingera elatior).
  • 8.
    BAGIAN – BAGIANDAUN 2. Tangkai daun (petiolus) : Bagian daun yang mendukung helaiannya dan bertugas untuk menempatkan helaian daun pada posisi yang dapat memperoleh cahaya matahari  Umumnya berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya  ada pula tangkai daun yang menebal pada pangkal dan ujungnya, misalnya pada daun pohon kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.).  Permukaannya dapat memperlihatkan adanya kerutan-kerutan, sisik-sisik, rambut-rambut, lentisel, dll. 3. Helaian daun (lamina) : Merupakan bagian yang terpenting untuk mengenal jenis/macam tumbuhan
  • 9.
    STRUKTUR DAUN  Berdasarkanstrukturnya daun dibedakan menjadi 2 kelompok: DAUN LENGKAP (Folium completum) DAUN TIDAK LENGKAP (Folium incompletum)  Memiliki semua bagian – bagian daun  Hanya memiliki 1-2 bagian daun
  • 10.
    DAUN LENGKAP (Folium completum) Daun tumbuhan dikatakan lengkap jika terdiri atas: 1. Upih/pelepah daun (Vagina) 2. Tangkai daun (Petiolus) 3. Helaian daun (Lamina)
  • 11.
     Contoh tumbuhanyang memiliki daun yang lengkap: Pisang (Musa paradisiaca L.) Pinang (Areca catechu L.) Bambu (Bambusa sp.) Keladi (Caladium sp.)
  • 12.
    DAUN TIDAK LENGKAP (Foliumincompletum)  Daun yang hanya memiliki 1-2 bagian daun 1. Daun bertangkai: Hanya memiliki tangkai dan helaian daun saja 2. Daun berpelepah: Terdiri dari upih dan helaian saja 3. Daun duduk (sessilis): hanya terdiri atas helaian saja 4. Daun yang hanya terdiri dari tangkai saja
  • 13.
    1. Daun bertangkai Contoh tumbuhan yang memiliki daun bertangkai: Nangka (Artocarpus integra Merr.) Mangga (Mangifera indica L.)
  • 14.
    2. Daun berpelepah Contoh tumbuhan yang memiliki daun berpelepah: Padi (Oryza sativa L.) Jagung (Zea mays L.)
  • 15.
    3. Daun duduk(sessilis):  Contoh tumbuhan yang memiliki daun duduk: Biduri (Calotropis gigantea)  dapat mempunyai pangkal yang lebar, sehingga pangkal daun tersebut seperti melingkari batang atau memeluk batang : dinamakan daun memeluk batang (amplexicaulis) Tempuyung (Sonchus arvensis L)
  • 16.
    4. Daun yanghanya terdiri dari tangkai saja  Contoh tumbuhan yang memiliki daun filodia : Akasia (Acacia mangium)  Tangkai daun menjadi pipih sehingga menyerupai helain daun sehingga merupakan suatu helaian semu atau palsu yang dikenal dengan nama filodia.
  • 17.
    Sifat - SifatDaun  Sifat-sifat daun perlu diketahui untuk mengidentikasi jenis – jenis tumbuhan Bangun daun (circumscriptio) Ujung daun (apex) Pangkal daun (basis) Susunan tulang daun (nervatio/venatio) Tepi daun (margo) Daging daun (intervenium) Permukaan Daun Warna Daun
  • 18.
    Bangun daun (circumscriptio)  Bentukhelaian daun sangat mempengaruhi bangun daun  Bangun daun merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bentuk daun  Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar bangun daun dibedakan Empat (4) golongan, yaitu : 1. Bagian yang terlebar berada di bagian tengah daun 2. Bagian yang terlebar di sebelah bawah tengah daun 3. Bagian yang terlebar di atas tengah helaian daun 4. Tidak ada bagian yang terlebar = Lebar sama dari pangkal sampai ujung
  • 19.
    1. Bagian yangterlebar berada di bagian tengah daun  Bulat atau bundar (orbikularis)  Ex: daun teratai besar (Nelumbium nelumbo )  Perisai (peltatus) : daun yang mempunyai tangkai daun tertanam pada bagian tengah helaian daun  Ex: daun jarak (Ricinus communis) Peltatus  Jorong (ovalis / ellipticus)  Ex: daun nangka (Artocarpu heterophylla) Ellipticus Orbikularis
  • 20.
    Lanceolatus  Memanjang (oblongus) Ex: daun srikaya (Annona squamosa).  Lanset (lanceolatus),  Ex: daun kamboja (Plumiera acuminata) Oblongus
  • 21.
    2. Bagian yangterlebar di sebelah bawah tengah daun A. Pangkal Daun Tidak Betoreh  Bangun bulat telur (ovatus)  Ex: daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)  Bangun segitiga (triangularis)  Ex: daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) Triangularis Ovatus  Bangun delta (deltoideus)  Ex: daun airmata pengantin (Antigonon leptopus)  Bangun belah ketupat (rhomboideus)  Ex: daun di ujung daun bengkoang (Pachyrrhizus erosu) Rhomboideus Deltoideus
  • 22.
    B. Pangkal daunbertoreh atau berlekuk  Bangun jantung (cordatus)  Ex: daun waru (Hibiscus tiliaceus)  Bangun ginjal atau kerinjal (reniformis)  Ex: daun kaki kuda (Centella asiatica) reniformis cordatus  Bangun anak panah (sagittatus)  Ex: daun mata panah (Sagittaria sagittifolia) sagittatus
  • 23.
     Bangun tombak (hastatus) Ex: daun wewehan (monochoria hastata) hastatus  Bertelinga (auriculatus)  Ex: daun tempuyung (Sonchus asper) auriculatus B. Pangkal daun bertoreh atau berlekuk
  • 24.
    3. Bagian yangterlebar terdapat di atas tengah- tengah helaian daun  Bangun bulat telur sungsang (obovatus)  Ex: daun sawo kecik (Manilkara kauki)  Bangun jantung terbalik (obcordatus)  Ex: daun sidaguri (Sidaretusa) obcordatus obovatus  Bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus)  Ex: anak daun semanggi (marsilea crenata)  Bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spathulatus)  Ex: daunlobak (Raphanus sativus) spathulatus cuneatus
  • 25.
    4. Tidak adabagian yang terlebar = Lebar sama dari pangkal sampai ujung  Bangun garis (linearis)  Ex: daun bermacam-macam rumput (Gramineae)  Bangun pita (ligulatus)  Exdaun jagung (Zea mays) ligulatus linearis  Bangun pedang (ensiformis)  Ex: daun nenas sebrang (Agavesisalana) ensiformis
  • 26.
     Bangun pakuatau dabus (subulatus)  Ex: daun araucaria cunninghamii subulatus  Bangun jarum (acerosus)  Ex: daun pinus (Pinus mercusii) acerosus 4. Tidak ada bagian yang terlebar = Lebar sama dari pangkal sampai ujung
  • 27.
    Ujung Daun (ApexFolii) Bentuk-bentuk ujung daun yang sering dijumpai: a) Runcing (acutus), misalnya daun oleander (Nerium oleander L.). b) Meruncing (acuminatus), misalnya daun sirsak (Annona muricata L.). c) Tumpul (obtusus), misalnya daun sawo kecik (Manilkara kauki Dub.) d) Membulat (rotundatus), misalnya daun teratai besar (Nelumbium nelumbo Druce). e) Rompang (truncatus), misalnya daun jambu monyet (Anacardium occidentale L.). f) Terbelah (retusus), misalnya daun bayam (Amaranthus hybridus L.) g) Berduri (mucronatus), misalnya ujung daun nenas sebrang (Agave sp.).
  • 28.
    Pangkal daun (BasisFolii ) A. Tepi daun bertemu / berlekatan satu sama lain.  Bentuk Tameng (Peltatus)  Daun menembus batang (Perfoliatus) B. Tepi daun terpisah oleh pangkal ibu tulang daun a. Runcing (acutus) b. Meruncing (acuminatus) c. Tumpul (obtusus) d. Membulat (rotundatus) e. Rompang (truncatus) f. Berlekuk (emarginatus)
  • 29.
    Susunan tulang daun (nervatio/venatio) Tulangdaun berguna untuk memberi kekuatan pada daun, dinamakan juga rangka daun (sceleton)  merupakan berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalannya zat-zat yang diambil tumbuhan dari tanah seperti air dan garam-garamyang terlarut di dalamnya  mengangkut hasil-hasil asimilasi dari daun ke bagian- bagian lain yang memerlukan.  Susunan tulang daun dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mengenal tumbuhan  tumbuhan biji belah (Dicotyledoneae) : tulang daun menyirip atau menjari  tumbuhan biji tunggal (Monocotyledoneae) : tulang daun melengkung atau sejajar
  • 30.
    Tulang- tulang daunmenurut besar kecilnya dibedakan atas: A. Ibu tulang (costa) : tulang yang terbesar, merupakan terusan tangkai daun, terdapat di tengah-tengah helaian daun B. Tulang-tulang cabang (nervus lateralis) : lebih kecil daripada ibu tulang daun dan berpangkal pada ibu tulang daun  Cabang tingkat I  Cabang tingkat 2  dst C. Urat-urat daun (vena) : tulang cabang yang lebih kecil, lembut, dan satu sama lain beserta tulang-tulang yang lebih besar membentuk susunan seperti jala, kisi, atau lainnya.
  • 31.
    Berdasarkan susunan tulangnya,Daun dibedakan menjadi 4, yaitu: a. Daun yang bertulang menyirip (penninervis)  daun mangga (Mangifera indica) b. Daun yang bertulang menjari (palminervis)  daun kapas (Gossipium sp) c. Daun yang bertulang melengkung (cervinervis)  daun genjer (Limnocharis flava) d. Daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis)  daun jagung (Zea mays)
  • 32.
    Tepi daun (margofolii) Tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam: 1. Rata (integer): daun nangka (Artocarpus integra Merr.) 2. Bertoreh (divisus), yang terdiri dari : a. Tepi daun dengan toreh yang merdeka b. Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya Bagian tepi daun: - Sinus adalah Lekukan yang ke dalam - Angulus adalah Lekukan yang ke luar
  • 33.
  • 34.
    Tepi daun dengantoreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya Berdasarkan kedalaman toreh, tepi daun dapat dibedakan: a. Berlekuk (lobatus)  Berlekuk menyirip  Berlekuk menjari b. Bercangap (fissus)  Bercangap menyirip  Bercangap menjari c. Berbagi (partitus)  Berbagi menyirip  Berbagi menjari
  • 35.
    Daging daun (intervenium) Daging daun adalah bagian-bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun.  Tebal atau tipisnya helaian daun, bergantung pada tebal tipisnya daging daun  Berdasarkan tebal tipis helaian, daun dibedakan menjadi: 1. Tipis seperti selaput (membranaceus) sebagai contoh Paku selaput 2. Seperti kertas (papyraceus) sebagai contoh Pisang (Musa paradisiaca) 3. Tipis lunak (herbaceus) sebagai contoh Selada air 4. Seperti kulit (coriaceus) sebagai contoh Nyamplung 5. Seperti perkamen (perkamenteus) sebagai contoh Kelapa (Cocos nucifera) 6. Berdaging (carnosus) sebagai contoh Lidah buaya (Aloe vera) 1 2 3 4 5 6
  • 36.
    Permukaan Daun  Licin(laevis) 1. mengkilat (nitidus) : daun beringin (Ficus benjamina L.) 2. suram (opacus) : daun ketela rambat (Ipomoea batatas) 3. berselaput lilin (pruinosus) : daun tasbih (Canna hybrida)  Gundul (glaber) : jambu air  Kasap (scaber): daun jati (Tectona grandis L.)  Berkerut (rugosus) : daun jambu biji (Psidium guajava L.)  Berbingkul-bingkul (bullatus), seperti berkerut tetapi kerutannya lebih besar : airmata pengantin (Antigonon leptopus Hook et Arn.)  Berbulu (pilosus), jika bulu halus dan jarang-jarang : daun tembakau (Nicotiana tabacum G.Don.)  Berbulu halus dan rapat (villosus), berbulu sedemikian rupa, sehingga jika diraba terasa seperti laken atau beludru  Berbulu kasar (hispidus), jika rambut kaku dan jika diraba terasa kasar : daun gadung (Dioscorea hispida Dennst.)  Bersisik (lepidus) : sisi bawah daun durian (Durio zebethinus Murr.).
  • 37.
    Warna Daun  Warnadaun: umumnya berwarna hijau, tetapi ada yang berwarna merah, hijau kekuningan  Merah seperti daun iler (Coleus sp.)  Hijau bercampur merah seperti daun puring (Puring variegata)  Hijau tua seperti daun nyamplung  Hijau kekuningan seperti daun guni  Pada jenis tanaman tertentu warna daun juga ditentukan oleh kandungan unsur hara, air dan sinar matahari.
  • 38.
    JENIS DAUN BERDASARKAN HELAIAN 1.DAUN TUNGGAL (Folium Simplex) : daun yang hanya mempunyai satu helai daun 2. DAUN MAJEMUK (Folium Compositum) : jika tangkai daun bercabang-cabang, dan pada cabang-cabang terdapat helaian daun. Jadi pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helai daun Bagian-bagian dari daun majemuk : 1. Ibu tangkai daun ( Petiolus Communis ) 2. Tangkai anak daun ( Petiololus ) 3. Anak daun ( Foliolum ) 4. Upih daun ( Vagina )
  • 39.
    Daun Majemuk Menurut susunananak daun pada satu tangkainya; daun majemuk dapat dibedakan dalam 4 golongan, yaitu : 1. Daun majemuk menyirip (Pinnatus) : Merupakan daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun, jadi tersusun seperti sirip pada ikan. 2. Daun majemuk menjari (Palmatus) : Semua anak daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan 3. Daun majemuk bangun kaki (Pedatus) : mempunyai susunan seperti daun majemuk menjari, tetapi dua anak daun yang paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, melainkan pada tangkai anak daun yang di sampingnya 4. Daun majemuk campuran (Digitato Pinnatus) : campuran susunan menjari dan menyirip - majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang- cabang ibu tangkai ini terdapat anak- anak daun yang tersusun menyirip.
  • 40.
    Macam – Macam DaunMajemuk Menyirip 1. Daun majemuk menyirip beranak daun satu (unifoliolatus) 2. Daun majemuk menyirip ganda (abrupte pinnatus) 3. Daun majemuk menyirip gasal (imparipinnatus)
  • 41.
    Macam – Macam DaunMajemuk Menjari 1. Beranak daun dua (bifoliolatus) 2. Beranak daun tiga (trifoliolatus) 3. Beranak daun lima (quinguefoliolatus) 4. Beranak daun tujuh (septemfoliolatus)
  • 42.
    Perbedaan Daun Tunggal& Daun Majemuk
  • 43.