Ta’aruf dengan Wadiah
Kelompok 3 :
Siti Latifah (213-14-256)
Iqo Matul Masturoh (213-14-260)
Qismatun Dlizah (213-14-267)
Wadiah
Pengertian wadiah
Landasan hukum
wadiah
Rukun dan syarat
wadiah
Jenis-jenis wadiah
Jenis-jenis barang
wadiah
Hukum menerima
barang wadiah
Pengertian Wadiah
Dana titipan (wadiah) adalah dana pihak ketiga
yang dititipkan pada bank. Titipan dana dari masyarakat
ini dapat melalui giro dan tabungan . penggunaan
wadiah dalam transaksi pendanan dengan alasan
fleksibelitas pengambilan dana atau faktor keamanan
Menurut PSAK 59, 2002, dan pedoman akuntansi
perbankan syariah Indonesia PAPSI 2003, wadiah
adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan
dikembalikan setiap saat bila nasabah yang
bersangkutan menghendaki. Bank syariah bertanggung
jawab atas pengembalian titipan dana tersebut
Back
Landasan Hukum Wadiah
‫ُّوا‬‫د‬َ‫ؤ‬ُ‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ۡ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ۡ‫أ‬َ‫ي‬ َ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬۞َ‫ه‬ِ‫ل‬ۡ‫ه‬َ‫أ‬ َٰٰٓ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ِ‫ت‬ََٰ‫ن‬ ََٰ‫م‬َ ۡ‫ٱۡل‬‫م‬ُ‫ت‬ ۡ‫م‬َ‫ك‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ‫ا‬
ۡ‫د‬َ‫ع‬ۡ‫ٱل‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُ‫م‬ُ‫ك‬ ۡ‫َح‬‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫اس‬َّ‫ن‬‫ٱل‬ َ‫ن‬ۡ‫ي‬َ‫ب‬ِ‫ع‬َ‫ي‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫ع‬ِ‫ن‬ َ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ِِۚ‫ل‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ٰٓۗٓ‫ۦ‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ظ‬
‫ا‬ ٗ‫ير‬ ِ‫ص‬َ‫ب‬ ‫ا‬ََۢ‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ َّ‫ٱَّلل‬٥٨
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan amanat kepada yang berhak
menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
menetapkan hukum di antara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya
Allah memberi pengajaran yang sebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah
adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Back
Rukun :
• Barang/Uang yang di
Wadi`ahkan dalam keadaan jelas
dan baik.
• Ada Muwaddi` yang bertindak
sebagai pemilik barang/uang
sekaligus yang
menitipkannya/menyerahkan.
• Ada Mustawda` yang bertindak
sebagai penerima simpanan atau
yang memberikan pelayanan jasa
• Kemudian diakhiri dengan Ijab
Qabul (Sighat), dalam perbankan
biasanya ditandai dengan
penanda tanganan surat/buku
tanda bukti penyimpanan
Syarat :
1. Orang yang berakad :
a. Baligh
b. Berakal
c. Kemauan sendiri, tidak
dipaksa.
2. Barang titipan
a. Benda yang dititipkan
diisyaratkan harus benda yang
bisa disimpan.
b. Syafi’iah dan hanabilah
mensyaratkan benda yang
dititipkan harus benda yang
mempunyai nilai atau qimah dan
dipandang sebagai maal,
walaupun najis.
back
Jenis-jenis Wadiah
Wadiah Yad-Al amanah
Yaitu akad titipan, dimana
penerima titipan adalah
pemegang amanah, apabila
terjadi resiko kerugian atau
kerusakan dari barang yang
dititipkan, maka penjamin
tidak mesti mengganti rugi,
kecuali sekiranya hal itu
disebabkan kelalaian dari
penerima titipan.
Wadiah Yad-Dhammanah
Yaitu akad titipan, dimana
penerima titipan adalah
pemegang amanah
sekaligus sebagai penjamin
dari barang atau aset yang
dititipkan. Oleh sebab itu
dia bertanggung jawab
terhadap kerugian atau
kerusakan yang terjadi
pada aset tersebut.
Back
Jenis-jenis Barang Wadiah
1. Harta benda
2. Uang
3. Dokumen (saham, obligasi, bilyet giro, surat
perjanjian Mudhorobah dll)
4. Barang berharga lainnya (surat tanah, surat wasiat
dll yg dianggap berharga mempunyai nilai uang)
Back
Hukum Menerima Barang Wadiah
• Sunnah, bagi orang yang percaya kepada dirinya bahwa dia
sanggup menjaga titipan yang diserahkan kepadanya.
• Mubah, jika seorang mengatakan kepada si penitip bahwa dirinya
khawatir akan berkhianat namun si penitip yakin dan tetap
mempercayai bahwa orang tersebut dapat diberikan amanah.
• Haram, apabila dia tidak kuasa atau tidak sanggup menjaga
barang yang dititipkan sebagaimana mestinya.
• Wajib, jika tidak ada orang jujur dan layak selain dirinya.
• Makruh, yaitu bagi orang yang dapat menjaganya, tetapi ia tidak
percaya kepada dirinya boleh jadi kemudian hari hal itu akan
menyebabkan dia berkhianat terhadap barang yang dititipkan
kepadanya
Back
Batasan dalam menjaga
wadiah
Pengakuan dan
pengukuran dana wadiah
Produk Yad Amanah dan
Yad Dhammanah
Batasan dalam menjaga wadiah
• al-wadi`ah bighar al- `ajr (wadi`ah tanpa jasa) yaitu wadi`
tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan barang yang
bukan karena kelalaiannya dan ia harus menjaga barang
tersebut sebagaimana barangnya sendiri.
• Al-wadi`ah bi `ajr (wadi`ah dengan jasa) ialah wadi` hanya
menjaga barang titipan sesuai dengan yang diperjanjikan
tanpa harus melakukanseperti halnya tradisi masyarakat.
• Kecerobohan/kelalaian (tagshir) dari pihak penerima titipan
itu biasa terjadi dan sering terjadi.
• Ta`adli hampir sama dengan taqshir bedanya ta`addli adalah
setiap perilaku yang bertentangan dengan penjagaan barang,
diantara bentuk taqshir ialah menghilangkan barang dengan
sengaja, memanfaatkan barang titipan (mengkonsumsi,
menyewakan, meminjamkan dan menginvestasikan)
Back
Pengakuan dan Pengukuran
Pengakuan bonus dalam transaksi wadiah adalah sebagai
berikut:
• Pemberian bonus kepada nasabah diakui sebagai beban pada
saat terjadinya
• Penerimaan bonus dari penempatan dana pada bank syariah
lain diakui sebagai pendapatan pada saat kas diterima
• Penerimaan bonus pada penempatan dana syariah pada bank
sentral diakui sebagaipendaptan pada saat kas diterima
• Penerimaan bonus dari penempatan dana pada bank non
syariah diakui sebagao pendapatan dana qardbul hasan pada
saat kas diterima
Back
Produk yad amanah dan yad dhammanah
A. Yad Dhammanah :
1. Tabungan wadiah
Tabungan wadiah adalah jenis simpanan dari nasabah
yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat
keleluasaan penarikan dana tertentu. Tabungan
wadiah menggunakan prinsip wadiah yad-dhamanah
memungkinkan bank dalam mengelola dana. Bank
memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan
dana tersebutselama mengendap di bank
Back
Contoh pencatatan
Transaksi 1 (Penerimaan setoran tabungan wadiah)
15/01/2006 Bank Muslim Syariah menerima setoran tunai dari Ibu Ameli sebesar
Rp 20.000.000 untuk setoran tabungan wadiah
Analisis :
Setoran tabungan wadiah telah diterima sehingga dapat diakui sebesar
nominalnya Rp 20.000.000
Tanggal Keterangan Debet Kredit
15/01/2006 kas 20,000,000
Tab Wadiah rek ibu
Ameli 20,000,000
(Diterima setoran tabungan wadiah Ibu Ameli)
2. Giro Wadiah
Giro wadiah adalah titipan simpanan yang dapat
diambl kapan saja dengan menggunakan cek, bilyet
giro,, pemindah bukuan atau alat perintah
pembayaran lain. Dewan syariah nasional
menetapkan ketentuan bahwa giro wadiah tidak ada
imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk
pemberian yang bersifat suka rela dari pihak bank.
Contoh Pencatatan
Transaksi 1 (Penerimaan setoran giro wadiah)
05/03/2005 Bank Muslim Syariah menerima setoran
tunai dari Bapak Ali sebesar Rp 10.000.000 untuk
setoran giro wadiah
Analisis :
Setoran giro wadiah telah diterima sehingga dapat diakui sebesar nominalnya
Rp 10.000.000
Tanggal Keterangan Debet Kredit
5/3/2005 Kas 10,000,000
Giro Wadiah rek
Bp Ali 10,000,000
(Diterima setoran giro wadiah Bapak Ali)
B. Yad Al-amanah
Bank menerima titipan amanah (trustee account)
berupa dana infaq, shadaqah, dan zakat, karena
bank dapat menjadi perpanjangan tangan dalam
baitul mal dalam menyimpan dan menyalurkan
dana umat agar dapat bermanfaat secara optimal
Sekian dan
terimakasih

Ta'aruf dengan wadi'ah

  • 1.
  • 2.
    Kelompok 3 : SitiLatifah (213-14-256) Iqo Matul Masturoh (213-14-260) Qismatun Dlizah (213-14-267)
  • 3.
    Wadiah Pengertian wadiah Landasan hukum wadiah Rukundan syarat wadiah Jenis-jenis wadiah Jenis-jenis barang wadiah Hukum menerima barang wadiah
  • 4.
    Pengertian Wadiah Dana titipan(wadiah) adalah dana pihak ketiga yang dititipkan pada bank. Titipan dana dari masyarakat ini dapat melalui giro dan tabungan . penggunaan wadiah dalam transaksi pendanan dengan alasan fleksibelitas pengambilan dana atau faktor keamanan Menurut PSAK 59, 2002, dan pedoman akuntansi perbankan syariah Indonesia PAPSI 2003, wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat bila nasabah yang bersangkutan menghendaki. Bank syariah bertanggung jawab atas pengembalian titipan dana tersebut Back
  • 5.
    Landasan Hukum Wadiah ‫ُّوا‬‫د‬َ‫ؤ‬ُ‫ت‬‫ن‬َ‫أ‬ ۡ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ۡ‫أ‬َ‫ي‬ َ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬۞َ‫ه‬ِ‫ل‬ۡ‫ه‬َ‫أ‬ َٰٰٓ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ِ‫ت‬ََٰ‫ن‬ ََٰ‫م‬َ ۡ‫ٱۡل‬‫م‬ُ‫ت‬ ۡ‫م‬َ‫ك‬َ‫ح‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ ‫ا‬ ۡ‫د‬َ‫ع‬ۡ‫ٱل‬ِ‫ب‬ ‫وا‬ُ‫م‬ُ‫ك‬ ۡ‫َح‬‫ت‬ ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫اس‬َّ‫ن‬‫ٱل‬ َ‫ن‬ۡ‫ي‬َ‫ب‬ِ‫ع‬َ‫ي‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫ع‬ِ‫ن‬ َ َّ‫ٱَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ِِۚ‫ل‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ ٰٓۗٓ‫ۦ‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ظ‬ ‫ا‬ ٗ‫ير‬ ِ‫ص‬َ‫ب‬ ‫ا‬ََۢ‫ع‬‫ي‬ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ َ َّ‫ٱَّلل‬٥٨ 58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik- baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Back
  • 6.
    Rukun : • Barang/Uangyang di Wadi`ahkan dalam keadaan jelas dan baik. • Ada Muwaddi` yang bertindak sebagai pemilik barang/uang sekaligus yang menitipkannya/menyerahkan. • Ada Mustawda` yang bertindak sebagai penerima simpanan atau yang memberikan pelayanan jasa • Kemudian diakhiri dengan Ijab Qabul (Sighat), dalam perbankan biasanya ditandai dengan penanda tanganan surat/buku tanda bukti penyimpanan Syarat : 1. Orang yang berakad : a. Baligh b. Berakal c. Kemauan sendiri, tidak dipaksa. 2. Barang titipan a. Benda yang dititipkan diisyaratkan harus benda yang bisa disimpan. b. Syafi’iah dan hanabilah mensyaratkan benda yang dititipkan harus benda yang mempunyai nilai atau qimah dan dipandang sebagai maal, walaupun najis. back
  • 7.
    Jenis-jenis Wadiah Wadiah Yad-Alamanah Yaitu akad titipan, dimana penerima titipan adalah pemegang amanah, apabila terjadi resiko kerugian atau kerusakan dari barang yang dititipkan, maka penjamin tidak mesti mengganti rugi, kecuali sekiranya hal itu disebabkan kelalaian dari penerima titipan. Wadiah Yad-Dhammanah Yaitu akad titipan, dimana penerima titipan adalah pemegang amanah sekaligus sebagai penjamin dari barang atau aset yang dititipkan. Oleh sebab itu dia bertanggung jawab terhadap kerugian atau kerusakan yang terjadi pada aset tersebut. Back
  • 8.
    Jenis-jenis Barang Wadiah 1.Harta benda 2. Uang 3. Dokumen (saham, obligasi, bilyet giro, surat perjanjian Mudhorobah dll) 4. Barang berharga lainnya (surat tanah, surat wasiat dll yg dianggap berharga mempunyai nilai uang) Back
  • 9.
    Hukum Menerima BarangWadiah • Sunnah, bagi orang yang percaya kepada dirinya bahwa dia sanggup menjaga titipan yang diserahkan kepadanya. • Mubah, jika seorang mengatakan kepada si penitip bahwa dirinya khawatir akan berkhianat namun si penitip yakin dan tetap mempercayai bahwa orang tersebut dapat diberikan amanah. • Haram, apabila dia tidak kuasa atau tidak sanggup menjaga barang yang dititipkan sebagaimana mestinya. • Wajib, jika tidak ada orang jujur dan layak selain dirinya. • Makruh, yaitu bagi orang yang dapat menjaganya, tetapi ia tidak percaya kepada dirinya boleh jadi kemudian hari hal itu akan menyebabkan dia berkhianat terhadap barang yang dititipkan kepadanya Back
  • 10.
    Batasan dalam menjaga wadiah Pengakuandan pengukuran dana wadiah Produk Yad Amanah dan Yad Dhammanah
  • 11.
    Batasan dalam menjagawadiah • al-wadi`ah bighar al- `ajr (wadi`ah tanpa jasa) yaitu wadi` tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan barang yang bukan karena kelalaiannya dan ia harus menjaga barang tersebut sebagaimana barangnya sendiri. • Al-wadi`ah bi `ajr (wadi`ah dengan jasa) ialah wadi` hanya menjaga barang titipan sesuai dengan yang diperjanjikan tanpa harus melakukanseperti halnya tradisi masyarakat. • Kecerobohan/kelalaian (tagshir) dari pihak penerima titipan itu biasa terjadi dan sering terjadi. • Ta`adli hampir sama dengan taqshir bedanya ta`addli adalah setiap perilaku yang bertentangan dengan penjagaan barang, diantara bentuk taqshir ialah menghilangkan barang dengan sengaja, memanfaatkan barang titipan (mengkonsumsi, menyewakan, meminjamkan dan menginvestasikan) Back
  • 12.
    Pengakuan dan Pengukuran Pengakuanbonus dalam transaksi wadiah adalah sebagai berikut: • Pemberian bonus kepada nasabah diakui sebagai beban pada saat terjadinya • Penerimaan bonus dari penempatan dana pada bank syariah lain diakui sebagai pendapatan pada saat kas diterima • Penerimaan bonus pada penempatan dana syariah pada bank sentral diakui sebagaipendaptan pada saat kas diterima • Penerimaan bonus dari penempatan dana pada bank non syariah diakui sebagao pendapatan dana qardbul hasan pada saat kas diterima Back
  • 13.
    Produk yad amanahdan yad dhammanah A. Yad Dhammanah : 1. Tabungan wadiah Tabungan wadiah adalah jenis simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan penarikan dana tertentu. Tabungan wadiah menggunakan prinsip wadiah yad-dhamanah memungkinkan bank dalam mengelola dana. Bank memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan dana tersebutselama mengendap di bank Back
  • 14.
    Contoh pencatatan Transaksi 1(Penerimaan setoran tabungan wadiah) 15/01/2006 Bank Muslim Syariah menerima setoran tunai dari Ibu Ameli sebesar Rp 20.000.000 untuk setoran tabungan wadiah Analisis : Setoran tabungan wadiah telah diterima sehingga dapat diakui sebesar nominalnya Rp 20.000.000 Tanggal Keterangan Debet Kredit 15/01/2006 kas 20,000,000 Tab Wadiah rek ibu Ameli 20,000,000 (Diterima setoran tabungan wadiah Ibu Ameli)
  • 15.
    2. Giro Wadiah Girowadiah adalah titipan simpanan yang dapat diambl kapan saja dengan menggunakan cek, bilyet giro,, pemindah bukuan atau alat perintah pembayaran lain. Dewan syariah nasional menetapkan ketentuan bahwa giro wadiah tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian yang bersifat suka rela dari pihak bank.
  • 16.
    Contoh Pencatatan Transaksi 1(Penerimaan setoran giro wadiah) 05/03/2005 Bank Muslim Syariah menerima setoran tunai dari Bapak Ali sebesar Rp 10.000.000 untuk setoran giro wadiah Analisis : Setoran giro wadiah telah diterima sehingga dapat diakui sebesar nominalnya Rp 10.000.000 Tanggal Keterangan Debet Kredit 5/3/2005 Kas 10,000,000 Giro Wadiah rek Bp Ali 10,000,000 (Diterima setoran giro wadiah Bapak Ali)
  • 17.
    B. Yad Al-amanah Bankmenerima titipan amanah (trustee account) berupa dana infaq, shadaqah, dan zakat, karena bank dapat menjadi perpanjangan tangan dalam baitul mal dalam menyimpan dan menyalurkan dana umat agar dapat bermanfaat secara optimal
  • 18.