SEMINAR AKUNTANSI KEAUNGAN
SUSTAINABILITY ACCOUNTING AND REPORTING
Kelompok 4 :
1. Darno Setiawan Z (217017037)
2. Pahrul Daulay (217017001)
3. Vahrunnisa Purba (217017018)
JUM’AT, 9 NOVEMBER 2022
Dosen Mata Kuliah:
Dr. Khaira Amalia, SE, Ak, MBA, CA, MAPPI (Cert)
i
Contents - Sustainability Accounting
Kelompok 1 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Analisa Laporan Keuangan Lanjutan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
Pengertian dan Konsep
Teori dan Aturan
Manfaat dan Prinsip – Sustainability Reporting
Penyajian – Sustainability Reporting
Study Case – Penerapan CSR dan TJSL
Article Review
1
2
3
4
5
6
1
Universitas Sumatera Utara
Pascasarjana - Akuntansi
INTRODUCTION
TO SUSTAINABILITY ACCOUNTING AND REPORTING
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
1
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi PENGERTIAN & KONSEP
PENGERTIAN / DEFINISI
Sustainability
Accounting
Akuntansi yang tidak hanya terfokus pada pelaporan dan pencatatan atas transaksi keuangan, tetapi
juga pada peristiwa sosial & lingkungan yang mendasari informasi keuangannya
Sustainability
Reporting
Pelaporan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengukur, mengungkapkan (disclose), serta
upaya perusahaan untuk menjadi perusahaan yang akuntabel bagi seluruh pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk tujuan kinerja perusahaan menuju pembangunan yang berkelanjutan
Stakeholder :
• Investor
• Kreditur
• Publik
• Pemerintah
• Lembaga pemerintah
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
LATAR BELAKANG
1. Perubahan sudut pandang dunia bisnis bahwa tujuan akhir organisasi berubah bukan hanya berorientasi pada
keuntungan (Profit) belaka, tetapi pentingnya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.
2. Dengan menerapkan program tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, hal ini dapat membawa perubahan dalam
bentuk rencana strategis bagi perusahaan guna mempertahankan kelangsungan bisnisnya sampai dimasa yang akan
datang.
3. Terdapat pergeseran dalam berbisnis yang beretikamelalui konsep Sustainable Development sebagai paradigma
baru.
4. Pada awalnya bisnis hanya dibangun dengan paradigma lama berupa single P alias Profit saja.
5. Konsep Sustainable Development merupakan suatu konsep pembangunan dimana untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia saat ini (current) tidak boleh mengganggu kemampuan generasi berikutnya (next generation) dalam memenuhi
kebutuhan hidup mereka yang akan datang.
6. Berdasarkan konsep tersebut , maka muncul konsep sustainability management dan sustainability accounting & reporting
2
PENGERTIAN & KONSEP
3
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi KERANGKA KONSEPTUAL
4
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
TEORI AKUNTANSI BERKELANJUTAN
Adanya saling mempengaruhi antara
organisasi & stakeholder yang membentuk
hubungan akuntanbilitas dan
responsibilitas
Tripple Bottom Line
of Business
Corporate
Sustainability
Corporate Stakeholder
TEORI-TEORI
Global Reporting Initiative(GRI)
• SustainabilityReporting Guidelines
5
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi PERATURAN – PERATURAN
PEMBUATAN SUSTAINABILITY REPORT
1. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 66 ayat 2 dan Pasal 74
2. PP No. 47 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan
Perseroan (TJSLP)
3. UU no. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal Pasal 15 dan 16
4. UU No. 21 Tahun 2014 Tentang Panas Bumi Pasal 65
1. Peringatan tertulis
2. Pembatasan kegiatan usaha
3. Pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanamn modal
4. Pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanamn modal
PERATURAN
SANKSI
Corporate Social Responsibility (CSR)
Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL)
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
MANFAAT SUSTAINABILITY REPORTING
3
4 2
5 1
MANFAAT
SUSTAINABILITY
REPORTING
Menunjukkan kepedulian social terhadap
masyarakat dan lingkungan
1. SOSIAL & LINGKUNGAN
2. KEPERCAYAAN & KOMUNIKASI
Membangun kepercayaan dan
memperkuat komunikasi
3. DAYA SAING
Meningkatkan daya saing dalam
memperloleh modal, SDM, dan supplier
Meningkatkan reputasi dan
mengurangi risiko korporat
4. REPUTASI & RISIKO
KORPORAT
5. INVESTOR
Analisa investasi bagi investor
(Socially Responsible Investment)
6
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
PRINSIP-PRINSIP SUSTAINABILITY REPORTING
Laporan tidak bias, menghindari pemilihan,
penghilangan, atau penyajian format yang membuat
salah tafsir dari pembaca laporan
1. KESEIMBANGAN
2. DAPAT DIPERBANDINGKAN
Informasi yang konsisten dan dapat
diperbandingkan dengan laporan
perusahaan sejenis
3. KECERMATAN
5. KEJELASAN
6. ANDAL
7
Prinsip-Prinsip
Sutainability
Reporting
Informasi yang dilaporkan harus cermat dan
detail bagi stakeholderdalam menilai
kinerja perusahaan
4. KETEPATAN WAKTU
Dilaporkan secara regular
dan tepat waktu
Penyajian harus mudah dimengerti,
komprehensif,dan bisa ditambah
dengan alat peraga grafik
Laporan harus dapat diuji, di review
oleh berbagai pihak yang tidak
terlibat dalam pembuatan laporan
Dalam hal ini, perusahaan membuat kebijakan yang berkaitan dengan sustainability
development, kemudian mempublikasikan kebijakan tersebut beserta dampaknya
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi PENYAJIAN SUSTAINABILITY REPORTING
8
Penyusunan
Kebijakan
Perusahaan
1
Harapan masyarakat pada perusahaan untuk memberikan produk dan jasa yang ramah
lingkungan juga memberikan tekanan pada perusahaan untuk menetapkan standar kinerja
dan sustainability reporting kepada para pemasok dan mata rantainya
Tekanan pada
rantai pemasok
(supplychain).
2
Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dan mendukung
Keterlibatan
stakeholders
3
Dalam mekanisme ini, masyarakat meminta perusahaan untuk mengembangkan aspek-aspekkinerja
sustainability dan meminta perusahaan untuk membuat laporan pelaksanaan sustainability. Apabila
perusahaan belummelaksanakan, maka perusahaan harus memberikan penjelasan.
Voluntary
Codes
4
Pajak dan subsidi, ijin-ijin yang dapat diperdagangkan, serta kewajiban dan larangan.
Rating dan
Benchmarking
5
Proses penyajian SustainabilityReportingdilakukan melalui 5 (lima) mekanisme,yaitu :
Diterbitkan terpisah dari Laporan Tahunan
(Annual Report).
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi PENYAJIAN SUSTAINABILITY REPORTING
9
Beberapa alasan perusahaan menyajikan Sustainability Report terpisah dari annual report, antara lain:
1. Sustainability Report sebagai alat komunikasi bagimanajemen dengan para stakeholder untuk
menyampaikan pesan bahwa perusahaan telah menjalankan sustainable development.
2. Memperoleh image baik (citra positif) dari stakeholder.
3. Pencarian legitimasi dari stakeholder
Penyajian SustainabilityReporting:
Diterbitkan Terintegrasi dengan Laporan Tahunan
(Annual Report).
1
2
10
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi PENYAJIAN SUSTAINABILITY REPORTING
INDICATOR
YANG
DILAPORKAN
ECONOMICPERFORMANCE INDICATORS
Economic PerformanceAspect
Market Aspect
IndirectEcomonic EffectAspect
ENVIRONTMENTPERFORMANCE INDICATORS
Raw Material Aspect
EnergyAspect
WaterAspect
BiodiversityAspect
Emissions, Effluents& Waste Aspect
Compliance Aspect
Transport Aspect
Overall Aspect
HUMAN RIGHTS PERFORMANCE INDICATORS
Investment& ProcurementPractices Aspect
Non-discrimination Aspect
Freedom of Association & Collective Bargaining Aspect
Child Labor Aspect
Forced & Compulsory Labor Aspect
SecurityPractices Aspect
Indigenous Rights Aspect
LABOR PERFORMANCEINDICATOR
EmploymentAspect
Labor / Management Relations Aspect
Occupational, Health & SafetyAspect
Training & Educations Aspect
PRODUCT RESPONSIBILITYPERFORMANCE
INDICATORS
CostumerHealth & SafetyAspect
Product & ServiceLabelling
Marketing CommunicationAspect
CustomerPrivacy Aspect
Compliance Aspect
SOCIETY PERFORMANCE INDICATORS
CommunityAspect
Corruption Aspect
Public Policy Aspect
Anti-CompetitiveBehavior Aspect
Compliance Aspect
Indikator dan Aspek yang Dilaporkan dalam Sustainability Reporting Versi GRI :
2
Universitas Sumatera Utara
Pascasarjana - Akuntansi
ARTICLE REVIEW
Kelompok 1 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Analisa Laporan Keuangan Lanjutan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
Economic Analysis of Using Green Accounting and
Environmental Accounting to Identify Environmental Costs and
Sustainability Indicators
JUDUL
PENULIS Mohammad Mahdi Rounaghi
JURNAL International Journal of Ethics and
Systems
TAHUN 2019
TUJUAN
Perusahaan manufaktur dan jasa berkemungkinan membuat
bermacam biaya. Biaya lingkungan adalah salah satunya. Kinerja
kingkungan merupakan faktor paling penting dalam kesuksesan
perusahaan. Untuk akuntansi lingkungan, perusahaan
membutuhkan kerja sama tim pada sistem , kimia, teknik,
manajer produksi,operator, karyawan, proses pembelian dan
akuntansi (dimana sebelumnyatim tersebut tidak pernah dapat
bekerja sama sebelumnya)
HASIL
Article Review 1
Penelitian ini bertipe literature review yang membahas mengenai peningkatan reputasi dan branding serta pendapatan dengan
mengurangi biaya adalah tujuan strategi entitas. Dimana inisiatif green accounting untuk perkembangan berkelanjutan dan
memperkenalkan lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Green accounting adalah salah satu tipe akuntansi yang mencoba memasukkan biaya lingkuangan ke dalam hasil operasi keuangan.
Selain menjawab pertanyaan apakah ekonomi sudah berjalan selama 1 atau lebih periodeakuntansi, indicator green accounting (GDP)
dapat digunakan dalam perumusan dan evaluasi kebijakan. Perhitungan GDP dapat berkontribusi meningkatkan kesadaran akan
masalah keberlanjutan anatara pemerintah yang cenderung berkonsentarasi pada pembangunan ekonomi negara.
Akuntansi lingkungan dapat diterapkan pada perusahaan besar maupun kecil diberbagaisector, begitu juga dengan sector manufaktur
dan jasa. Akuntansi lingkungan daoat diterapkan dalam skala besar ataupun kecil secara sistematis.
Akuntansi lingkungan membutuhkan pengumpulan informasi dari semua tim untuk mencapai visi dan pemahaman bersama
11
Kelompok 1 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Analisa Laporan Keuangan Lanjutan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
H1: Implementasi green accounting dapat meningkatkan
implementasi CSMS
H2: Implementasi green accounting dapat meningkatkan kinerja
keuangan
H3:Implementasi CSMS dapat meningkatkan kinerja keuangan
Hipotesis
Penelitian
Penulis I Dewa MadeEndiana, dkk
Jurnal Journal of Asian Finance, Economics
and Businessvol 7 731-738
Tahun 2020
Sampel
Article Review 2
The Effect of Green Accounting on Corporate
Sutainability and Financial Performance
Judul
Tujuan
Untuk menguji bagaimana green accounting
melalui aplikasi Corporate Sustainability
Management System (CSMS) dan
meningkatkan kinerja keuangan pada sector
manufaktur di Indonesia dan mengembangkan
negaranya
38 perusahaan manufaktur yang telah
mengikuti PROPER dan terindeks pada IDX
Kerangka
Konseptual
H1 diterima, kemampuan perusahaan dalam menggunakan green
accounting di dalam bisnisnya dapat mengendalikan biaya yang
berhubungan dengan lingkungan dan mebawa pengaruh kepada
perusahaan untuk perkemabangan berkelanjutan
H2 diterima, meningkatkan implementasi green accounting dapat
memaksimalkan potensi pendapatan dan meningkatkan efisiensi
biaya
H3 diterima, CSMS dapat membangun dan memperbaiki kondisi
yang menggaransikan sebuah bisnis dapat meningkatkan dalam
waktu yang panjang sehingga dapat meningkatkan kinerja
keuangan
Hasil
Penelitian
12
13
Kelompok 1 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Analisa Laporan Keuangan Lanjutan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi
Kesimpulan
Article Review 2
Alokasi biaya lingkungan pada green accounting melaluui implementasi CSMS adalah sah satu kebijakan strategi untuk
perusahaan manufaktur di Indonesia yang mana dapat meningkatkan kinerja keuangan karena berhubungan dengan
alokasi biaya untuk kegiatan, investasi dan pendanaan lingkungan. Sehingga, kebijakan perusahaan dalam alokasi biaya
lingkungan baru sejalan dengan kebutuhan konsumen dan bergantung pada kemampuan perusahaan.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perusahaan manufaktur di Indonesia meningkatkan negara, dapat
mengimplementasikan green accounting dengan mengalokasikan biaya lingkungan sehingga dapat meningkatkan kinerja
keuangan baik langsungataupun tidak.
3
Universitas Sumatera Utara
Pascasarjana - Akuntansi
CASE
14
Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Seminar Akuntansi Keuangan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi STUDY CASE - PENERAPAN CSR & TJSL
Contoh Penerapan CSR/TJSL
1. Kegiatan reklamasi dan revegetasi pada areal pascatambang
di Kabupaten Lebak Provinsi Banten
2. Pembangunan terminal bandar udara di Provinsi Sulawesi
Tenggara
3. penanaman pohol di areal seluas 5000 ha di saerah aliran
suangan kalimantan
15
Kelompok 1 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
Analisa Laporan Keuangan Lanjutan
Universitas SumateraUtara
Pascasarjana - Akuntansi STUDY CASE - PENERAPAN CSR & TJSL
Problematika Corporate Social
Responsibility (CSR) Dalam
Penerapannya di Indonesia
Rizka Aulia & Triyastiti Wulandari
Perundangan ini lebih menunjukkan
ketertarikan pada pewajiban, sanksi, porsi dana,
dan keamanan kepentingan bisnis tidak
tersinggung sama sekali soal makna, nilai, dan
cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Demikian pula dengan reaksi pihak perusahaan
Contoh Kasus :
Program CSR yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia yang
menyediakan layanan medis bagi masyarakat Papua melalui
penyediaan klinik-klinik dan rumah sakit modern di Banti dan
Timika. Selain itu, perusahaan ini juga menyediakan bantuan
dana pendidikan bagi pelajar Papua dan melakukan
pengembangan program wirausaha seperti di Komoro dan
Timika. Namun, dari sekian banyaknya program CSR yang
telah dilakukan tersebut, PT Freeport masih belum mengalami
nasib baik. Betapa tidak, PT.Freeport Indonesia yang telah
beroperasi sejak tahun 1969, sampai saat ini tidak lepas dari
konflik berkepanjangan dengan masyarakat lokal, baik
berkaitan dengan tanah ulayat, pelanggaran adat, maupun
kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi.
TERIMA KASIH

Sustainability Accounting & Reporting .pptx

  • 1.
    SEMINAR AKUNTANSI KEAUNGAN SUSTAINABILITYACCOUNTING AND REPORTING Kelompok 4 : 1. Darno Setiawan Z (217017037) 2. Pahrul Daulay (217017001) 3. Vahrunnisa Purba (217017018) JUM’AT, 9 NOVEMBER 2022 Dosen Mata Kuliah: Dr. Khaira Amalia, SE, Ak, MBA, CA, MAPPI (Cert)
  • 2.
    i Contents - SustainabilityAccounting Kelompok 1 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Analisa Laporan Keuangan Lanjutan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi Pengertian dan Konsep Teori dan Aturan Manfaat dan Prinsip – Sustainability Reporting Penyajian – Sustainability Reporting Study Case – Penerapan CSR dan TJSL Article Review 1 2 3 4 5 6
  • 3.
    1 Universitas Sumatera Utara Pascasarjana- Akuntansi INTRODUCTION TO SUSTAINABILITY ACCOUNTING AND REPORTING Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba
  • 4.
    1 Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi PENGERTIAN & KONSEP PENGERTIAN / DEFINISI Sustainability Accounting Akuntansi yang tidak hanya terfokus pada pelaporan dan pencatatan atas transaksi keuangan, tetapi juga pada peristiwa sosial & lingkungan yang mendasari informasi keuangannya Sustainability Reporting Pelaporan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengukur, mengungkapkan (disclose), serta upaya perusahaan untuk menjadi perusahaan yang akuntabel bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk tujuan kinerja perusahaan menuju pembangunan yang berkelanjutan Stakeholder : • Investor • Kreditur • Publik • Pemerintah • Lembaga pemerintah
  • 5.
    Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi LATAR BELAKANG 1. Perubahan sudut pandang dunia bisnis bahwa tujuan akhir organisasi berubah bukan hanya berorientasi pada keuntungan (Profit) belaka, tetapi pentingnya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. 2. Dengan menerapkan program tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, hal ini dapat membawa perubahan dalam bentuk rencana strategis bagi perusahaan guna mempertahankan kelangsungan bisnisnya sampai dimasa yang akan datang. 3. Terdapat pergeseran dalam berbisnis yang beretikamelalui konsep Sustainable Development sebagai paradigma baru. 4. Pada awalnya bisnis hanya dibangun dengan paradigma lama berupa single P alias Profit saja. 5. Konsep Sustainable Development merupakan suatu konsep pembangunan dimana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia saat ini (current) tidak boleh mengganggu kemampuan generasi berikutnya (next generation) dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka yang akan datang. 6. Berdasarkan konsep tersebut , maka muncul konsep sustainability management dan sustainability accounting & reporting 2 PENGERTIAN & KONSEP
  • 6.
    3 Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi KERANGKA KONSEPTUAL
  • 7.
    4 Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi TEORI AKUNTANSI BERKELANJUTAN Adanya saling mempengaruhi antara organisasi & stakeholder yang membentuk hubungan akuntanbilitas dan responsibilitas Tripple Bottom Line of Business Corporate Sustainability Corporate Stakeholder TEORI-TEORI Global Reporting Initiative(GRI) • SustainabilityReporting Guidelines
  • 8.
    5 Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi PERATURAN – PERATURAN PEMBUATAN SUSTAINABILITY REPORT 1. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Pasal 66 ayat 2 dan Pasal 74 2. PP No. 47 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perseroan (TJSLP) 3. UU no. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal Pasal 15 dan 16 4. UU No. 21 Tahun 2014 Tentang Panas Bumi Pasal 65 1. Peringatan tertulis 2. Pembatasan kegiatan usaha 3. Pembekuan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanamn modal 4. Pencabutan kegiatan usaha dan/atau fasilitas penanamn modal PERATURAN SANKSI Corporate Social Responsibility (CSR) Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL)
  • 9.
    Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi MANFAAT SUSTAINABILITY REPORTING 3 4 2 5 1 MANFAAT SUSTAINABILITY REPORTING Menunjukkan kepedulian social terhadap masyarakat dan lingkungan 1. SOSIAL & LINGKUNGAN 2. KEPERCAYAAN & KOMUNIKASI Membangun kepercayaan dan memperkuat komunikasi 3. DAYA SAING Meningkatkan daya saing dalam memperloleh modal, SDM, dan supplier Meningkatkan reputasi dan mengurangi risiko korporat 4. REPUTASI & RISIKO KORPORAT 5. INVESTOR Analisa investasi bagi investor (Socially Responsible Investment) 6
  • 10.
    Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi PRINSIP-PRINSIP SUSTAINABILITY REPORTING Laporan tidak bias, menghindari pemilihan, penghilangan, atau penyajian format yang membuat salah tafsir dari pembaca laporan 1. KESEIMBANGAN 2. DAPAT DIPERBANDINGKAN Informasi yang konsisten dan dapat diperbandingkan dengan laporan perusahaan sejenis 3. KECERMATAN 5. KEJELASAN 6. ANDAL 7 Prinsip-Prinsip Sutainability Reporting Informasi yang dilaporkan harus cermat dan detail bagi stakeholderdalam menilai kinerja perusahaan 4. KETEPATAN WAKTU Dilaporkan secara regular dan tepat waktu Penyajian harus mudah dimengerti, komprehensif,dan bisa ditambah dengan alat peraga grafik Laporan harus dapat diuji, di review oleh berbagai pihak yang tidak terlibat dalam pembuatan laporan
  • 11.
    Dalam hal ini,perusahaan membuat kebijakan yang berkaitan dengan sustainability development, kemudian mempublikasikan kebijakan tersebut beserta dampaknya Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi PENYAJIAN SUSTAINABILITY REPORTING 8 Penyusunan Kebijakan Perusahaan 1 Harapan masyarakat pada perusahaan untuk memberikan produk dan jasa yang ramah lingkungan juga memberikan tekanan pada perusahaan untuk menetapkan standar kinerja dan sustainability reporting kepada para pemasok dan mata rantainya Tekanan pada rantai pemasok (supplychain). 2 Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan harus terlibat dan mendukung Keterlibatan stakeholders 3 Dalam mekanisme ini, masyarakat meminta perusahaan untuk mengembangkan aspek-aspekkinerja sustainability dan meminta perusahaan untuk membuat laporan pelaksanaan sustainability. Apabila perusahaan belummelaksanakan, maka perusahaan harus memberikan penjelasan. Voluntary Codes 4 Pajak dan subsidi, ijin-ijin yang dapat diperdagangkan, serta kewajiban dan larangan. Rating dan Benchmarking 5 Proses penyajian SustainabilityReportingdilakukan melalui 5 (lima) mekanisme,yaitu :
  • 12.
    Diterbitkan terpisah dariLaporan Tahunan (Annual Report). Kelompok 4 : Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi PENYAJIAN SUSTAINABILITY REPORTING 9 Beberapa alasan perusahaan menyajikan Sustainability Report terpisah dari annual report, antara lain: 1. Sustainability Report sebagai alat komunikasi bagimanajemen dengan para stakeholder untuk menyampaikan pesan bahwa perusahaan telah menjalankan sustainable development. 2. Memperoleh image baik (citra positif) dari stakeholder. 3. Pencarian legitimasi dari stakeholder Penyajian SustainabilityReporting: Diterbitkan Terintegrasi dengan Laporan Tahunan (Annual Report). 1 2
  • 13.
    10 Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi PENYAJIAN SUSTAINABILITY REPORTING INDICATOR YANG DILAPORKAN ECONOMICPERFORMANCE INDICATORS Economic PerformanceAspect Market Aspect IndirectEcomonic EffectAspect ENVIRONTMENTPERFORMANCE INDICATORS Raw Material Aspect EnergyAspect WaterAspect BiodiversityAspect Emissions, Effluents& Waste Aspect Compliance Aspect Transport Aspect Overall Aspect HUMAN RIGHTS PERFORMANCE INDICATORS Investment& ProcurementPractices Aspect Non-discrimination Aspect Freedom of Association & Collective Bargaining Aspect Child Labor Aspect Forced & Compulsory Labor Aspect SecurityPractices Aspect Indigenous Rights Aspect LABOR PERFORMANCEINDICATOR EmploymentAspect Labor / Management Relations Aspect Occupational, Health & SafetyAspect Training & Educations Aspect PRODUCT RESPONSIBILITYPERFORMANCE INDICATORS CostumerHealth & SafetyAspect Product & ServiceLabelling Marketing CommunicationAspect CustomerPrivacy Aspect Compliance Aspect SOCIETY PERFORMANCE INDICATORS CommunityAspect Corruption Aspect Public Policy Aspect Anti-CompetitiveBehavior Aspect Compliance Aspect Indikator dan Aspek yang Dilaporkan dalam Sustainability Reporting Versi GRI :
  • 14.
  • 15.
    Kelompok 1 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Analisa Laporan Keuangan Lanjutan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi Economic Analysis of Using Green Accounting and Environmental Accounting to Identify Environmental Costs and Sustainability Indicators JUDUL PENULIS Mohammad Mahdi Rounaghi JURNAL International Journal of Ethics and Systems TAHUN 2019 TUJUAN Perusahaan manufaktur dan jasa berkemungkinan membuat bermacam biaya. Biaya lingkungan adalah salah satunya. Kinerja kingkungan merupakan faktor paling penting dalam kesuksesan perusahaan. Untuk akuntansi lingkungan, perusahaan membutuhkan kerja sama tim pada sistem , kimia, teknik, manajer produksi,operator, karyawan, proses pembelian dan akuntansi (dimana sebelumnyatim tersebut tidak pernah dapat bekerja sama sebelumnya) HASIL Article Review 1 Penelitian ini bertipe literature review yang membahas mengenai peningkatan reputasi dan branding serta pendapatan dengan mengurangi biaya adalah tujuan strategi entitas. Dimana inisiatif green accounting untuk perkembangan berkelanjutan dan memperkenalkan lingkungan dalam pengambilan keputusan bisnis. Green accounting adalah salah satu tipe akuntansi yang mencoba memasukkan biaya lingkuangan ke dalam hasil operasi keuangan. Selain menjawab pertanyaan apakah ekonomi sudah berjalan selama 1 atau lebih periodeakuntansi, indicator green accounting (GDP) dapat digunakan dalam perumusan dan evaluasi kebijakan. Perhitungan GDP dapat berkontribusi meningkatkan kesadaran akan masalah keberlanjutan anatara pemerintah yang cenderung berkonsentarasi pada pembangunan ekonomi negara. Akuntansi lingkungan dapat diterapkan pada perusahaan besar maupun kecil diberbagaisector, begitu juga dengan sector manufaktur dan jasa. Akuntansi lingkungan daoat diterapkan dalam skala besar ataupun kecil secara sistematis. Akuntansi lingkungan membutuhkan pengumpulan informasi dari semua tim untuk mencapai visi dan pemahaman bersama 11
  • 16.
    Kelompok 1 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Analisa Laporan Keuangan Lanjutan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi H1: Implementasi green accounting dapat meningkatkan implementasi CSMS H2: Implementasi green accounting dapat meningkatkan kinerja keuangan H3:Implementasi CSMS dapat meningkatkan kinerja keuangan Hipotesis Penelitian Penulis I Dewa MadeEndiana, dkk Jurnal Journal of Asian Finance, Economics and Businessvol 7 731-738 Tahun 2020 Sampel Article Review 2 The Effect of Green Accounting on Corporate Sutainability and Financial Performance Judul Tujuan Untuk menguji bagaimana green accounting melalui aplikasi Corporate Sustainability Management System (CSMS) dan meningkatkan kinerja keuangan pada sector manufaktur di Indonesia dan mengembangkan negaranya 38 perusahaan manufaktur yang telah mengikuti PROPER dan terindeks pada IDX Kerangka Konseptual H1 diterima, kemampuan perusahaan dalam menggunakan green accounting di dalam bisnisnya dapat mengendalikan biaya yang berhubungan dengan lingkungan dan mebawa pengaruh kepada perusahaan untuk perkemabangan berkelanjutan H2 diterima, meningkatkan implementasi green accounting dapat memaksimalkan potensi pendapatan dan meningkatkan efisiensi biaya H3 diterima, CSMS dapat membangun dan memperbaiki kondisi yang menggaransikan sebuah bisnis dapat meningkatkan dalam waktu yang panjang sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan Hasil Penelitian 12
  • 17.
    13 Kelompok 1 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Analisa Laporan Keuangan Lanjutan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi Kesimpulan Article Review 2 Alokasi biaya lingkungan pada green accounting melaluui implementasi CSMS adalah sah satu kebijakan strategi untuk perusahaan manufaktur di Indonesia yang mana dapat meningkatkan kinerja keuangan karena berhubungan dengan alokasi biaya untuk kegiatan, investasi dan pendanaan lingkungan. Sehingga, kebijakan perusahaan dalam alokasi biaya lingkungan baru sejalan dengan kebutuhan konsumen dan bergantung pada kemampuan perusahaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perusahaan manufaktur di Indonesia meningkatkan negara, dapat mengimplementasikan green accounting dengan mengalokasikan biaya lingkungan sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan baik langsungataupun tidak.
  • 18.
  • 19.
    14 Kelompok 4 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Seminar Akuntansi Keuangan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi STUDY CASE - PENERAPAN CSR & TJSL Contoh Penerapan CSR/TJSL 1. Kegiatan reklamasi dan revegetasi pada areal pascatambang di Kabupaten Lebak Provinsi Banten 2. Pembangunan terminal bandar udara di Provinsi Sulawesi Tenggara 3. penanaman pohol di areal seluas 5000 ha di saerah aliran suangan kalimantan
  • 20.
    15 Kelompok 1 :Darno Setiawan | Pahrul Daulay | Vahrunnisa Purba Analisa Laporan Keuangan Lanjutan Universitas SumateraUtara Pascasarjana - Akuntansi STUDY CASE - PENERAPAN CSR & TJSL Problematika Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Penerapannya di Indonesia Rizka Aulia & Triyastiti Wulandari Perundangan ini lebih menunjukkan ketertarikan pada pewajiban, sanksi, porsi dana, dan keamanan kepentingan bisnis tidak tersinggung sama sekali soal makna, nilai, dan cita-cita pembangunan berkelanjutan. Demikian pula dengan reaksi pihak perusahaan Contoh Kasus : Program CSR yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia yang menyediakan layanan medis bagi masyarakat Papua melalui penyediaan klinik-klinik dan rumah sakit modern di Banti dan Timika. Selain itu, perusahaan ini juga menyediakan bantuan dana pendidikan bagi pelajar Papua dan melakukan pengembangan program wirausaha seperti di Komoro dan Timika. Namun, dari sekian banyaknya program CSR yang telah dilakukan tersebut, PT Freeport masih belum mengalami nasib baik. Betapa tidak, PT.Freeport Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1969, sampai saat ini tidak lepas dari konflik berkepanjangan dengan masyarakat lokal, baik berkaitan dengan tanah ulayat, pelanggaran adat, maupun kesenjangan sosial dan ekonomi yang terjadi.
  • 21.