STRUCTURAL EQUATION
   MODELING (SEM)

                  Oleh:
          Dr. Suliyanto, SE,MM



   http://management-unsoed.ac.id
     Structural Eqution Modeling
              Download
INTRODUKSI STRUCTURAL
      EQUATION MODELING (SEM)

   Dalam fenomena manajemen (Bisnis) sebuah variabel
    tergantung dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel bebas,
    demikian juga beberapa variabel bebas mampu mempengaruhi
    beberapa variabel tergantung.
   Sehinga model akan nampak menjadi sangat rumit.
   Model yang rumit ini pada dasarnya dapat dianalisis dengan
    menggunakan analisis regresi maupun analisis jalur, namun
    dalam prakteknya akan tidak efisien karena masing masing-sub
    struktur harus dianalisis satu persatu, kemudian baru
    digabungkan menjadi sebuah model yang utuh.
   Permasalahan yang rumit tersebut dapat dianalis dengan
    menggunakan analisis Structural Equational Modeling (SEM)
    dengan menggunakan Program AMOS.
LANGKAH-LANGKAH
         PEMODELAN SEM
1.   Pengembangan sebuah model berbasis
     teori.
2.   Pengembangan Path diagram.
3.   Konversi path diagram ke dalam
     persamaan.
      Persamaanstruktural (Struktural equation)
      Persamaan spesifikasi model pengukuran
      (measurement model)
1.   Pemilihan matriks input dan estimasi
     model
5.   Pemilihan matriks input dan estimasi
     model
        Matriks input data yang digunakan adalah matriks
         varian/kovarian atau matriks korelasi.
        Ukuran sampel, Hair, et al. (1996) menemukan
         bahwa ukuran sampel yang sesuai untuk SEM
         adalah 100-200.
        Estimasi model, yang tersedia dalam program
         AMOS adalah tehnik.Maximum Likehood Estimation
         Method, Generalized Least Square Estimation
         Method, Unweighted Least Square Estimation
         (ULS), Scale Free Least Square Estimation (SLS)
         dan Asymptotically Distribution-Free Estimation
         (SLS).
6.   Menilai problem identifikasi
7.    Evaluasi criteria Goodness-of-fit
     a.   Evaluasi asumsi SEM
             Normalitas, dengan menggunakan criteria nilai kritis
              sebesar ± 2,58 pada tingkat signifikansi 0,01.
             Outliers, merupakan observasi atau data yang
              memiliki karakteristik unik, Dengan menggunakan
              kriteria nilai kritis ±3, maka data dinyatakan oulier jika
              memiliki nilai Z-score lebih tinggi 3 atau lebih rendah
              dari -3.
             Multicollinearity dan Singularity, dimana yang perlu
              diamati adalah diterminan dari matrik kovarian
              sampelnya determinan yang kecil atau mendekati nol
              mengindikasikan adanya multikolinearitas atau
              singularitas, sehingga data tersebut tidak dapat
              digunakan untuk penelitian.
b.   Uji kesesuaian dan uji statistik
        χ2 – Chi-Square statistic, semakin kecil nilai χ2 semakin baik
         model itu, dan diterima berdasarkan probabilitas dengan cut-off
         value sebesar p> 0,05 atau p>0,010.
        RMSEA (The Root Mean Square Error of Approximation),
         merupakan suatu indeks yang digunakan untuk mengkonpensasi
         chi-square dalam sampel yang besar.
        GFI (Goodness of fit Index), merupakan ukuran non statistical
         yang mempunyai rentang nilai antara 0 sampai dengan 1. Nilai
         yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah “better fit”.
        AGFI (Adjusted Goodness of Fit Index), merupakan kriteria yang
         memperhitungkan proporsi tertimbang dari varian dalam sebuah
         matrik kovarian sampel.
        CMIN/DF (The Minimum Sample Discrepancy Function Devided
         with degrre of Freedom), merupakan statistic chisquare X2 dibagi
         degree of freedom-nya sehingga disebut X2 relative.
        TLI (Tucker Lewis Indeex), merupakan incremental index yang
         membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah
         baseline model .
        CFI (Comparative Fit Index), rentang nilai sebesar 0 -1, dimana
         semakin mendekati 1, mengindikasikan tingkat fit yang paling
         tinggi.
Goodness of Fit Index
  Goodness of Fit                   Cut off Value
       Index
X2-Chi Square              Diharapkan Kecil
Significance Probability   ≥ 0,05
RMSEA                      ≤ 0,08
GFI                        ≥ 0,90
AGFI                       ≥ 0,90
CMIN/DF                    ≤ 2,00
TLI                        ≥ 0,95
CFI                        ≥ 0,95
c.   Uji Reliability dan Varience Extract.
        Uji reliabilitas, dimana nilai reliabilitas yang diterima adalah ≥
         0,70 Uji reliabilitas dalam SEM dapat diperoleh melalui rumus
         sebagai berikut :
                                       (∑Std .Loading ) 2
         Construct Reliability =
                                    (∑StdLoading )      2
                                                            +∈. j

        Variance Extract, dimana nilai yang dapat diterima adalah
         ≥0,50 rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :


                              ∑ Std .Loading 2
         Variance Extract =
                            ∑ Std .Loading 2 + ∈ . j
8.   Interprestasi dan Modifikasi Model
        Langkah terakhir adalah menginterprestasikan
         model dan memodifikasikan model bagi model-
         model yang tidak memenuhi syarat pengujian
         yang dilakukan. Cut-off value sebesar 2,58 (Hair
         at    al.   1995;     Joreskog,   1993,   dalam
         Ferdinand;p97 ) dapat digunakan untuk menilai
         signifikansi tidaknya residual yang dihasilkan
         oleh model. Nilai residual values yang lebih
         besar      atau     sama     dengan       ±2.58
         diinterprestasikan sebagai signifikan secara
         statistik pada tingkat 5%.
PETUNJUK OPERASI
   PROGRAM AMOS
Cara Membuka Program AMOS
Cara Merubah Tampilan Potrait
      menjadi Lanscape
Cara Memunculkan Toolbar
   pada Lembar Kerja
Cara Menggambar Model
Cara Mengakses Data
Cara Memerintahkan Program
AMOS untuk Melakukan Analisis
Cara Melihat Output Program
           AMOS
Cara Memberi Judul dalam
       Lembar Kerja
Memunculkan Nilai-Nilai
        Output
APLIKASI PEMODELAN
       STRUCTURAL
 EQUATIONAL MODEL
                      Oleh:
      Dr. Suliyanto, SE,MM
Langkah 1. Pengembangan
Model Berbasis Teori
 Tujuan    dari analisis ini adalah untuk
 mengetahui bagaimana interkasi antara
 harga, fasilitas, produk, promosi dan harga.
 Penelitian ini menguji pengaruh harga,
 fasilitas dan produk terhadap promosi serta
 pengaruh harga, fasilitas, produk dan
 promosi terhadap image
Langkah 2. Menyusun
Pathdiagram
Langkah 4. Memilih Matriks
Input dan Teknik Estimasi
 Setelah model dispesifikasi secara lengkap
 langkah selanjutnya adalah memilih jenis
 input. Apakah menggunakan input kovarian
 atau input korelasi. Jika yang diuji adalah
 hubungan kausalitas maka disarankan input
 yang digunakan adalah kovarian (Hair ddk,
 1995 dalam Ferdinand, 2005).
Langkah ke 5. Menilai kemungkinan
munculnya indentfication problem

 Jika  terdapat identification problem program
  Amos akan memberikan warning, sehingga
  pengguna akan melakukan langkah-langkah
  perbaikan. Tetapi jika program Amos dapat
  dijalankan menunjukkan bahwa besaran
  standart error, varian error serta korelasi
  antar koefisien estimasi berada dalam
  rentang nilai yang tidak menunjukkan adanya
  problem identifikasi.
Langkah ke 6. Evaluasi Kriteria
Goodness of Fit
Evaluasi atas Outlier data
   1). Uji Outlier Data secara Univariate
                                       Descriptive Statistics

                             N          Minimum      Maximum     Mean      Std. Deviation
        Zscore(X1)               140     -2.34817     1.89484   -1.6E-15      1.0000000
        Zscore(X2)               140     -1.82545     1.48663   1.12E-15      1.0000000
        Zscore(X3)               140     -1.45483     1.47214   4.42E-16      1.0000000
        Zscore(X4)               140     -2.15910     1.67333   1.20E-15      1.0000000
        Zscore(X5)               140     -1.97027     1.83987   6.33E-16      1.0000000
        Zscore(X6)               140     -1.83440     1.62259   4.00E-16      1.0000000
        Zscore(X7)               140     -2.29523     1.77616   8.53E-16      1.0000000
        Zscore(Y1)               140     -2.15760     1.79923   -1.0E-15      1.0000000
        Valid N (listwise)       140
 Uji   Outlier Data secara Multivariate
   Evaluasi Multicollinearrity dan
    Singularity
Evaluasi Kriteria Goodness of
                Fit
Langkah 7. Analisis Direct Effect,
  Indirect Effect, dan Total Effect
   Pengaruh Langsung
   Pengaruh Tidak Langsung
   Pengaruh Total
Langkah 8. Interpretasi dan
      Modifikasi Model
Perbaikan Model
Langkah 9. Uji Validitas Dan
Reliabilitas
(∑ Std .Loading ) 2
Contruct Re liability =
                          ( ∑ StdLoading )   2
                                                 + ∈. j
Output Structural Equational
   Model Standardized
Output Structural Equational
  Model Unstandardized
Structural equation-modeling-sem 20121

Structural equation-modeling-sem 20121

  • 1.
    STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) Oleh: Dr. Suliyanto, SE,MM http://management-unsoed.ac.id  Structural Eqution Modeling  Download
  • 2.
    INTRODUKSI STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM)  Dalam fenomena manajemen (Bisnis) sebuah variabel tergantung dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel bebas, demikian juga beberapa variabel bebas mampu mempengaruhi beberapa variabel tergantung.  Sehinga model akan nampak menjadi sangat rumit.  Model yang rumit ini pada dasarnya dapat dianalisis dengan menggunakan analisis regresi maupun analisis jalur, namun dalam prakteknya akan tidak efisien karena masing masing-sub struktur harus dianalisis satu persatu, kemudian baru digabungkan menjadi sebuah model yang utuh.  Permasalahan yang rumit tersebut dapat dianalis dengan menggunakan analisis Structural Equational Modeling (SEM) dengan menggunakan Program AMOS.
  • 3.
    LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN SEM 1. Pengembangan sebuah model berbasis teori. 2. Pengembangan Path diagram. 3. Konversi path diagram ke dalam persamaan.  Persamaanstruktural (Struktural equation)  Persamaan spesifikasi model pengukuran (measurement model) 1. Pemilihan matriks input dan estimasi model
  • 4.
    5. Pemilihan matriks input dan estimasi model  Matriks input data yang digunakan adalah matriks varian/kovarian atau matriks korelasi.  Ukuran sampel, Hair, et al. (1996) menemukan bahwa ukuran sampel yang sesuai untuk SEM adalah 100-200.  Estimasi model, yang tersedia dalam program AMOS adalah tehnik.Maximum Likehood Estimation Method, Generalized Least Square Estimation Method, Unweighted Least Square Estimation (ULS), Scale Free Least Square Estimation (SLS) dan Asymptotically Distribution-Free Estimation (SLS). 6. Menilai problem identifikasi
  • 5.
    7. Evaluasi criteria Goodness-of-fit a. Evaluasi asumsi SEM  Normalitas, dengan menggunakan criteria nilai kritis sebesar ± 2,58 pada tingkat signifikansi 0,01.  Outliers, merupakan observasi atau data yang memiliki karakteristik unik, Dengan menggunakan kriteria nilai kritis ±3, maka data dinyatakan oulier jika memiliki nilai Z-score lebih tinggi 3 atau lebih rendah dari -3.  Multicollinearity dan Singularity, dimana yang perlu diamati adalah diterminan dari matrik kovarian sampelnya determinan yang kecil atau mendekati nol mengindikasikan adanya multikolinearitas atau singularitas, sehingga data tersebut tidak dapat digunakan untuk penelitian.
  • 6.
    b. Uji kesesuaian dan uji statistik  χ2 – Chi-Square statistic, semakin kecil nilai χ2 semakin baik model itu, dan diterima berdasarkan probabilitas dengan cut-off value sebesar p> 0,05 atau p>0,010.  RMSEA (The Root Mean Square Error of Approximation), merupakan suatu indeks yang digunakan untuk mengkonpensasi chi-square dalam sampel yang besar.  GFI (Goodness of fit Index), merupakan ukuran non statistical yang mempunyai rentang nilai antara 0 sampai dengan 1. Nilai yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah “better fit”.  AGFI (Adjusted Goodness of Fit Index), merupakan kriteria yang memperhitungkan proporsi tertimbang dari varian dalam sebuah matrik kovarian sampel.  CMIN/DF (The Minimum Sample Discrepancy Function Devided with degrre of Freedom), merupakan statistic chisquare X2 dibagi degree of freedom-nya sehingga disebut X2 relative.  TLI (Tucker Lewis Indeex), merupakan incremental index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model .  CFI (Comparative Fit Index), rentang nilai sebesar 0 -1, dimana semakin mendekati 1, mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi.
  • 7.
    Goodness of FitIndex Goodness of Fit Cut off Value Index X2-Chi Square Diharapkan Kecil Significance Probability ≥ 0,05 RMSEA ≤ 0,08 GFI ≥ 0,90 AGFI ≥ 0,90 CMIN/DF ≤ 2,00 TLI ≥ 0,95 CFI ≥ 0,95
  • 8.
    c. Uji Reliability dan Varience Extract.  Uji reliabilitas, dimana nilai reliabilitas yang diterima adalah ≥ 0,70 Uji reliabilitas dalam SEM dapat diperoleh melalui rumus sebagai berikut : (∑Std .Loading ) 2 Construct Reliability = (∑StdLoading ) 2 +∈. j  Variance Extract, dimana nilai yang dapat diterima adalah ≥0,50 rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : ∑ Std .Loading 2 Variance Extract = ∑ Std .Loading 2 + ∈ . j
  • 9.
    8. Interprestasi dan Modifikasi Model  Langkah terakhir adalah menginterprestasikan model dan memodifikasikan model bagi model- model yang tidak memenuhi syarat pengujian yang dilakukan. Cut-off value sebesar 2,58 (Hair at al. 1995; Joreskog, 1993, dalam Ferdinand;p97 ) dapat digunakan untuk menilai signifikansi tidaknya residual yang dihasilkan oleh model. Nilai residual values yang lebih besar atau sama dengan ±2.58 diinterprestasikan sebagai signifikan secara statistik pada tingkat 5%.
  • 10.
    PETUNJUK OPERASI PROGRAM AMOS
  • 11.
  • 12.
    Cara Merubah TampilanPotrait menjadi Lanscape
  • 13.
    Cara Memunculkan Toolbar pada Lembar Kerja
  • 14.
  • 16.
  • 17.
    Cara Memerintahkan Program AMOSuntuk Melakukan Analisis
  • 18.
    Cara Melihat OutputProgram AMOS
  • 19.
    Cara Memberi Juduldalam Lembar Kerja
  • 20.
  • 21.
    APLIKASI PEMODELAN STRUCTURAL EQUATIONAL MODEL Oleh: Dr. Suliyanto, SE,MM
  • 22.
    Langkah 1. Pengembangan ModelBerbasis Teori  Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui bagaimana interkasi antara harga, fasilitas, produk, promosi dan harga. Penelitian ini menguji pengaruh harga, fasilitas dan produk terhadap promosi serta pengaruh harga, fasilitas, produk dan promosi terhadap image
  • 23.
  • 24.
    Langkah 4. MemilihMatriks Input dan Teknik Estimasi  Setelah model dispesifikasi secara lengkap langkah selanjutnya adalah memilih jenis input. Apakah menggunakan input kovarian atau input korelasi. Jika yang diuji adalah hubungan kausalitas maka disarankan input yang digunakan adalah kovarian (Hair ddk, 1995 dalam Ferdinand, 2005).
  • 25.
    Langkah ke 5.Menilai kemungkinan munculnya indentfication problem  Jika terdapat identification problem program Amos akan memberikan warning, sehingga pengguna akan melakukan langkah-langkah perbaikan. Tetapi jika program Amos dapat dijalankan menunjukkan bahwa besaran standart error, varian error serta korelasi antar koefisien estimasi berada dalam rentang nilai yang tidak menunjukkan adanya problem identifikasi.
  • 26.
    Langkah ke 6.Evaluasi Kriteria Goodness of Fit
  • 27.
    Evaluasi atas Outlierdata  1). Uji Outlier Data secara Univariate Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Zscore(X1) 140 -2.34817 1.89484 -1.6E-15 1.0000000 Zscore(X2) 140 -1.82545 1.48663 1.12E-15 1.0000000 Zscore(X3) 140 -1.45483 1.47214 4.42E-16 1.0000000 Zscore(X4) 140 -2.15910 1.67333 1.20E-15 1.0000000 Zscore(X5) 140 -1.97027 1.83987 6.33E-16 1.0000000 Zscore(X6) 140 -1.83440 1.62259 4.00E-16 1.0000000 Zscore(X7) 140 -2.29523 1.77616 8.53E-16 1.0000000 Zscore(Y1) 140 -2.15760 1.79923 -1.0E-15 1.0000000 Valid N (listwise) 140
  • 28.
     Uji Outlier Data secara Multivariate
  • 29.
    Evaluasi Multicollinearrity dan Singularity
  • 30.
  • 31.
    Langkah 7. AnalisisDirect Effect, Indirect Effect, dan Total Effect  Pengaruh Langsung
  • 32.
    Pengaruh Tidak Langsung
  • 33.
    Pengaruh Total
  • 34.
    Langkah 8. Interpretasidan Modifikasi Model
  • 35.
  • 36.
    Langkah 9. UjiValiditas Dan Reliabilitas
  • 38.
    (∑ Std .Loading) 2 Contruct Re liability = ( ∑ StdLoading ) 2 + ∈. j
  • 41.
  • 42.
    Output Structural Equational Model Unstandardized