Stoikiometri 
OLEH: Ardio.Sanjaya 
(41614010071)
SK/KD 
SK / KD Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar 
kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia(stoikiometri). 
Kompetensi Dasar Membuktikan dan 
mengkomunikasikanberlakunya hukum-hukum dasar kimia 
melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam 
menyelesaikan perhitungan kimia.
INDIKATOR 
• Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel, massa dan 
volume zat. 
• Menentukan rumus empiris dan rumus molekul 
• Menentukan rumus air kristal 
• Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa 
• Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi 
• Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil reaksi.
PENGGUNAAN KONSEP MOL 
Meliputi Penentuan Penentuan Perhitungan Kimia Kemolaran 
Rumus Kimia Stoikiometri Didasari oleh Penentuan Penentuan 
Rumus Kadar Unsur Air Kristal Empiris dan dalam Senyawa Rumus 
Molekul Penentuan Jumlah Penentuan zat yang bereaksi Pereaksi 
dengan bantuan Pembatas koefisien reaksi
PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM 
PENENTUAN MOLARITAS 
Dalam kimia dikenal zat yang namanya “larutan”. Larutan itu adalah 
campuran homogen dari 2 jenis atau lebih zat. Larutan dapat dibagi 
atas larutan encer dan larutan pekat, hal ini tergantung dari sedikit 
banyaknya zat yang terlarut. Tingkat kepekatan itu disebut “ 
KEMOLARAN”. 
Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 Liter 
larutan.M=n/V dengan, 
M = kemolaran larutan 
n = jumlah mol zat terlarut 
V = volum larutan
PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM 
PENENTUAN RUMUS KIMIA 
Rumus Empiris : 
Rumus Kimia 
Rumus Molekul
Rumus Empiris 
Rumus yang menyatakan perbandingan jumlah atom relatif 
dari setiap jenis atom yang terkandung dalam senyawa itu. 
Atau menyatakan perbandingan paling sederhana dari unsur-unsur 
penyusun suatu senyawa. Contoh : H2O dimana H:O = 
2 : 1, NaCl dimana Na:Cl = 1:1 
Rumus Molekul 
Rumus yang menjelaskan jumlah konsep mol yang sebenarnya atom-atom 
yang menyusun suatu molekul. Contoh : Glukosa = C6H12O6 , 
butana = C4H10
Rumus Empiris dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : 
Tentukan massa atau persen unsur-unsur penyusun senyawa 
kemudian 
Bagi senyawa massa atau persen unsur dengan Kemudian Ar 
masing-masing 
Sehingga didapat 
Perbandingan Mol Terkecil 
Rumus Molekul suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara sebagai 
berikut : 
Tentukan Rumus Kelipatannya Empiris (n) 
Hitung Mr Senyawa 
Rumus Molekul = n x Rumus Empiris
PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM 
PERHITUNGAN KIMIA 
Menentukan Kadar Unsur dalam Senyawa Kadar unsur dalam 
senyawa terdapat dalam bentuk % unsur dan % massa. Jika 
rumus kimia senyawa diketahui, maka kadar unsur dalam suatu 
senyawa dapat dihitung. 
Cara untuk menghitung kadar unsur : Hitung kadar unsur dalam 
senyawa dengan Menggunakan rumus 
Tentukan Rumus Kimia Senyawa jumlah atom x Ar unsur /unsur 
senyawa x 100%
PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM 
PENENTUAN JUMLAH PEREAKSI DAN HASIL 
REAKSI 
Arti Koefisien Reaksi dalam Persamaan Reaksi 
Koefisien reaksi pada persamaan Perbandingan reaksi Mol 
merupakan Sehingga perbandingan dapat dimol-mol terkecil 
sebutkan Perbandingan Sama dengan atau Koefisien 
perbandingan volume terkecil(untuk gas) dari Perbandingan 
zat-zat pada Volume reaksi yangterjadi.
Dari penjelasan diatas, diperoleh bahwa jumlah mol yang terlibat dalam 
reaksi dapat ditentukan jika mol salah satu zat diketahui. 
Ada beberapa langkah untuk menyelesaikan perhitungan yang 
melibatkan reaksi kimia, yakni : 
Menuliskan persamaan reaksi setara 
Menyatakan jumlah mol zat yang diketahui Menentukan jumlah mol zat 
yang ditanya berdasarkan perbandingan koefisien reaksi Menyesuaikan 
jawaban dengan pertanyaan
PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM 
PENENTUAN PEREAKSI PEMBATAS 
“ PEREAKSI PEMBATAS” adalah pereaksi yang habis Disebabkan oleh 
terlebih dahulu Mol zat yang direaksikan tidak dibandingkan sesuai 
dengan koefisien reaksi dengan zat lain dalam suatu reaksi kimia.
Berikut langkah-langkah untuk menentukan pereaksi pembatas: 
Tuliskan persamaan reaksi yang setara 
Tentukan jumlah mol setiap pereaksi 
Bagi mol pereaksi dengan koefisien reaksi masing-masing 
Hasil bagi terkecil Hasil bagi lainnya merupakan merupakan pereaksi 
pembatas 
Pereaksi yang sisa Mol pereaksi pembatas dapat digunakan untuk contoh 
menghitung pereaksi yang habis, zat yang sisa dan hasil reaksi 
PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM PENENTUAN AIR 
KRISTAL 
Air Kristal adalah molekul air yang terikat pada suatu zat padat sebagai 
bagian dari struktur kristalnya. 
Air kristal dapat ditentukan jumlahnya dengan beberapa cara antara lain : 
1. Pemanasan kristal sehingga air kristalnya terlepas, kemudian 
ditimbang. 
2. Dengan analisis melalui reaksi kimia.
TERIMA KASIH 
KIMIA & PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Stoikiometri

  • 1.
  • 2.
    SK/KD SK /KD Standar Kompetensi Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia(stoikiometri). Kompetensi Dasar Membuktikan dan mengkomunikasikanberlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.
  • 3.
    INDIKATOR • Mengkonversikanjumlah mol dengan jumlah partikel, massa dan volume zat. • Menentukan rumus empiris dan rumus molekul • Menentukan rumus air kristal • Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa • Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi • Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil reaksi.
  • 4.
    PENGGUNAAN KONSEP MOL Meliputi Penentuan Penentuan Perhitungan Kimia Kemolaran Rumus Kimia Stoikiometri Didasari oleh Penentuan Penentuan Rumus Kadar Unsur Air Kristal Empiris dan dalam Senyawa Rumus Molekul Penentuan Jumlah Penentuan zat yang bereaksi Pereaksi dengan bantuan Pembatas koefisien reaksi
  • 5.
    PENGGUNAAN KONSEP MOLDALAM PENENTUAN MOLARITAS Dalam kimia dikenal zat yang namanya “larutan”. Larutan itu adalah campuran homogen dari 2 jenis atau lebih zat. Larutan dapat dibagi atas larutan encer dan larutan pekat, hal ini tergantung dari sedikit banyaknya zat yang terlarut. Tingkat kepekatan itu disebut “ KEMOLARAN”. Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 Liter larutan.M=n/V dengan, M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan
  • 6.
    PENGGUNAAN KONSEP MOLDALAM PENENTUAN RUMUS KIMIA Rumus Empiris : Rumus Kimia Rumus Molekul
  • 7.
    Rumus Empiris Rumusyang menyatakan perbandingan jumlah atom relatif dari setiap jenis atom yang terkandung dalam senyawa itu. Atau menyatakan perbandingan paling sederhana dari unsur-unsur penyusun suatu senyawa. Contoh : H2O dimana H:O = 2 : 1, NaCl dimana Na:Cl = 1:1 Rumus Molekul Rumus yang menjelaskan jumlah konsep mol yang sebenarnya atom-atom yang menyusun suatu molekul. Contoh : Glukosa = C6H12O6 , butana = C4H10
  • 8.
    Rumus Empiris dapatditentukan dengan cara sebagai berikut : Tentukan massa atau persen unsur-unsur penyusun senyawa kemudian Bagi senyawa massa atau persen unsur dengan Kemudian Ar masing-masing Sehingga didapat Perbandingan Mol Terkecil Rumus Molekul suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : Tentukan Rumus Kelipatannya Empiris (n) Hitung Mr Senyawa Rumus Molekul = n x Rumus Empiris
  • 9.
    PENGGUNAAN KONSEP MOLDALAM PERHITUNGAN KIMIA Menentukan Kadar Unsur dalam Senyawa Kadar unsur dalam senyawa terdapat dalam bentuk % unsur dan % massa. Jika rumus kimia senyawa diketahui, maka kadar unsur dalam suatu senyawa dapat dihitung. Cara untuk menghitung kadar unsur : Hitung kadar unsur dalam senyawa dengan Menggunakan rumus Tentukan Rumus Kimia Senyawa jumlah atom x Ar unsur /unsur senyawa x 100%
  • 10.
    PENGGUNAAN KONSEP MOLDALAM PENENTUAN JUMLAH PEREAKSI DAN HASIL REAKSI Arti Koefisien Reaksi dalam Persamaan Reaksi Koefisien reaksi pada persamaan Perbandingan reaksi Mol merupakan Sehingga perbandingan dapat dimol-mol terkecil sebutkan Perbandingan Sama dengan atau Koefisien perbandingan volume terkecil(untuk gas) dari Perbandingan zat-zat pada Volume reaksi yangterjadi.
  • 11.
    Dari penjelasan diatas,diperoleh bahwa jumlah mol yang terlibat dalam reaksi dapat ditentukan jika mol salah satu zat diketahui. Ada beberapa langkah untuk menyelesaikan perhitungan yang melibatkan reaksi kimia, yakni : Menuliskan persamaan reaksi setara Menyatakan jumlah mol zat yang diketahui Menentukan jumlah mol zat yang ditanya berdasarkan perbandingan koefisien reaksi Menyesuaikan jawaban dengan pertanyaan
  • 12.
    PENGGUNAAN KONSEP MOLDALAM PENENTUAN PEREAKSI PEMBATAS “ PEREAKSI PEMBATAS” adalah pereaksi yang habis Disebabkan oleh terlebih dahulu Mol zat yang direaksikan tidak dibandingkan sesuai dengan koefisien reaksi dengan zat lain dalam suatu reaksi kimia.
  • 13.
    Berikut langkah-langkah untukmenentukan pereaksi pembatas: Tuliskan persamaan reaksi yang setara Tentukan jumlah mol setiap pereaksi Bagi mol pereaksi dengan koefisien reaksi masing-masing Hasil bagi terkecil Hasil bagi lainnya merupakan merupakan pereaksi pembatas Pereaksi yang sisa Mol pereaksi pembatas dapat digunakan untuk contoh menghitung pereaksi yang habis, zat yang sisa dan hasil reaksi PENGGUNAAN KONSEP MOL DALAM PENENTUAN AIR KRISTAL Air Kristal adalah molekul air yang terikat pada suatu zat padat sebagai bagian dari struktur kristalnya. Air kristal dapat ditentukan jumlahnya dengan beberapa cara antara lain : 1. Pemanasan kristal sehingga air kristalnya terlepas, kemudian ditimbang. 2. Dengan analisis melalui reaksi kimia.
  • 14.
    TERIMA KASIH KIMIA& PENGETAHUAN LINGKUNGAN