STABILISASI  DAN  TRANSPORTASI DINAS KESEHATAN  PROPINSI JAWA TIMUR Jl. A. Yani No. 118 Surabaya
PENGERTIAN STABILISASI Adalah proses untuk menjaga kondisi dan posisi penderita/ pasien agar tetap stabil selama pertolongan pertama TRANSPORTASI Adalah proses usaha untuk memindahkan dari tempat satu ke tempat lain tanpa atau mempergunakan alat. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan PADA DASARNYA PROSES STABILISASI DAN  TRANSPORTASI BERJALAN BERSAMA-SAMA
Prinsip Stabiliasi : Menjaga korban supaya tidak banyak bergerak sehubungan dengan keadaan yang dialami Menjaga korban agar pernafasannya tetap stabil Menjaga agar posisi patah tulang yang telah dipasang bidai tidak berubah Menjaga agar perdarahan tidak bertambah.  Menjaga agar tingkat kesadaran korban tidak jatuh pada keadaan yang lebih buruk lagi
Pasien tetap selamat sampai tujuan , kondisi tidak makin buruk
Cara mengangkat begini merusak  tulang belakang yang cedera
Pertahankan posisi korban tetap datar selama diangkut
TRANSPORTASI ---------------------------------  --------------------------------  ------------------------------ 
Persiapan Transportasi Penderita  Tempat Tujuan Sarana  Alat Personil
Penilaian Laik Pindah A – Airway  (jalan napas) B – Breathing  (pernapasan)  C – Circulation  (aliran darah) D – Disability  (kesadaran) Kondisi “Stabil”
 
KENDARAAN TRANSPORTASI
 
 
Mengangkat yang aman Digunakan otot yang kuat antara lain : otot paha,otot pinggul dan otot bahu Ikuti cara-cara berikut : Pikirkan cara masak-masak sebelum    mengangkat korban Berdiri sedekat mungkin dengan pasien atau alat-alat angkat Pusatkan kekuatan pada lutut Atur punggung tegak namun tidak kaku Gunakan kaki untuk menopang tenaga yang diperlukan Selanjutnya bergeraklah secara halus tahanlah si pasien atau alat angkut dekat ke saudara
Aturan dalam penanganan dan pemindahan korban Pemindahan korban dilakukan apabila diperlukan betul dan tidak membahayakan penolong Terangkan kepada korban secara jelas tentang apa yang akan dilakukan sehingga korban kooperatif Libatkan penolong lain. Yakinkan penolong lain mengerti apa yang akan dikerjakan Pertolongan pemindahan korban dibawah satu komando agar dapat dikerjakan bersamaan Pakailah cara mengangkat korban dengan teknik yang benar agar tidak menyebabkan cidera punggung si penolong
Perlengkapan Pertolongan Pertama Perlengkapan dasar - Tempat/ kotak tak tembus air - Berbagai ukuran pembalut - Kassa steril - Pembalut segi tiga - Peniti - Sarung tangan
Perlengkapan tambahan - Pembalut elastis - Gunting - Desinfektan - Kapas - Plester perekat - alat tulis dan tabel - Alat pelindung diri - Selimut, alas dari plastik, lampu  dengan baterai
Tanpa Alat Proses pemindahan dilakukan oleh satu penolong, dua penolong atau lebih tanpa menggunakan alat. - oleh satu orang : diseret, dipapah,  ditimang, digendong - Oleh dua penolong :   .  Dua tangan menyangga paha, dua  tangan menyangga punggung   . Satu penolong mengangkat korban dari  punggung, penolong yang lain  menyangga tungkai - Oleh tiga/ empat orang   diangkat  bersama-sama posisi korban terbaring
1 .   Cara Menolong Satu Orang Cara mengangkat yang aman : - Pikir masak-masak sebelum  mengangkat/ konsentrasi - Berdiri sedekat mungkin dengan  korban - Pusatkan kekuatan pada lutut - Atur punggung tegak namun tidak  kaku - Gunakan kaki untuk menopang  tenaga yang diperlukan - Selanjutnya bergeraklah secara  halus
A. Human Crutch Berdiri disamping korban disisi yang cidera atau yang lemah, rangkulkan satu lengan pasien pada leher penolong dan gaitlah tangan korban atau pergelangannya Rangkulkan tangan penolong yang lain dari arah belakang menggait pinggang korban Bergeraklah pelan-pelan maju Selanjutnya selundupkan kedua tongkat masing-masing di kiri dan kanan tepi kanvas yang sudah dilipat dan dijahit Angkat dan angkut korban hati-hati
 
B. Cara Drag (diseret) Jongkoklah dibelakang korban Susupkan kedua lengan penolong di bawah ketiak kiri dan kanan korban, gapai dan pegang kedua pergelangan tangan korban Bila korban pakai jaket buka semua kancingnya TIDAK BOLEH DILAKUKAN PADA KORBAN  CIDERA PUNDAK, KEPALA DAN LEHER
 
C. Cara Cradle (dipopong) Jongkoklah dibelakang korban letakkan satu lengan penolong merangkul dibawah punggung korban sedikit diatas pinggang. Letakkan tangan yang lain dibawah paha korban tepat dilipatan lutut. Berdirilah pelan-pelan dan bersamaan mengangkat korban
 
D. Cara Pick A Back (Ngaplok di Punggung) Jongkoklah didepan korban dengan punggung menghadap korban. Anjurkan korban meletakkan kedua tangannya merangkul diatas pundak penolong Gapai dan peganglah paha korban, pelan-pelan angkat keatas menempel pada punggung penolong
 
2. Tenaga Penolong 2 Orang Cara Ditandu dengan kedua lengan penolong  ( Cara The Two – Handed Seat ) 1. Kedua penolong jongkok dan saling  berhadapan disamping kiri dan kanan  korban, lengan kanan penolong kiri dan  lengan kiri penolong kanan menyilang  dibelakang punggung korban,  menggapai dan menarik ikat pinggang  korban 2. Kedua tangan penolong yang  menerobos dibawah lutut korban  saling bergandengan dan mengait dengan cara saling memegang pergelangan tangan  3. Makin mendekatlah para penolong. Tahan  dan atur punggung penolong tegap.  Angkatlah korban perlahan-lahan  bergerak keatas
 
B. Cara The Fore and Aft Carry Dudukkan pasien. Kedua lengan menyilang di dada. Rangkul dengan menyusupkan lengan penolong dibawah ketiak korban Pegang pergelangan tangan kiri pasien oleh tangan kanan penolong. Dan tangan kanan penolong ke tangan kiri korban Penolong yang lain jongkok disamping korban setinggi lutut dan mencoba mengangkat kedua paha korban Bekerjalah secara koordinatif
Tanpa Alat 2 penolong
3. Cara Penolong 4 Orang Memakai Tandu/ Stretcher - Peraturan umum membawa korban  dengan usungan kepala korban diarah  belakang, Kecuali keadaan2 tertentu : a. korban kedinginan yang amat sangat,  kerusakan tungkai berat, menuruni  tangga/ bukit. b. korban stroke, trauma kepala, letak  kepala harus lebih tinggi dari letak  kaki
Setiap pengangkat siap di keempat sudut, Apabila hanya ada 3 penolong dua penolong berada di bagian kepala Masing-masing pengangkat jongkok dan menggapai masing-masing pegangan dengan kokoh Dibawah komando salah satu pengangkat di bagian kepala, keempat mengangkat bersamaan Selanjutnya komando berikutnya pengangkat bergerak maju perlahan-lahan Untuk menurunkan usungan, keempat pengangkat berhenti bersamaan dan perlahan-lahan menurunkan usungan.
Dengan bantuan alat Bisa dilakukan oleh dua/ empat  orang dengan menggunakan alat  bantu : Dengan menggunakan kursi kayu Dengan menggunakan tandu/ usungan Dengan menggunakan kursi beroda atau tandu beroda Dapat menggunakan kendaraan bermotor.
 
Alat Bantu Transportasi
LONG SPINE BOARD
SCOP STRETCHER
 
MEMINDAHKAN PASIEN
 
 
 
 
 
LOG ROLL
Dengan komando dari pemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong,tangan saling menyilang Melakukan  Log Roll
Prinsip Melakukan Immobilisasi Tulang & Log Roll Long Spine Board dengan tali pengikat In Line Immobilisasi kepala leher kolar servikal semi rigid Lengan penderita diluruskan dan diletakkan disamping badan Tungkai bawah diluruskan dalm posisi kesegarisan,kedua pergelangan kaki diikat satu sama lain dengan plester Gerakan Log Roll Spine board hanya untuk transfer penderita Bantal pasir dikiri dan kanan kepala leher dan diikat Bahaya pemakaian long spine board lebih dari 2 jam dikubitus di oksiput,skapula,sakrum,tumit
 
 
MELEPAS H E LM
Korban terkapar, tidak sadar Helm masih melekat erat dikepalanya Bagaimana cara melepaskan helm ??
Call for help !! Cari tenaga bantuan, jangan sendirian menolong korban
Melakukan  log roll Dengan komando dari pemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong,  tangan saling menyilang
Korban terlentang Penolong diposisi kepala tetap melakukan  in - line
Penolong dikepala mulai “melepas” in line Digantikan penolong kedua
 
KOMUNIKASI Proses penyampaian suatu ide,pesan,atau data dari satu pihak ke pihak lain
Peran Komunikasi 1.  Pelayanan gawat darurat sehari-hari,rujuk-merujuk pasien 2.  Kondisi bencana Early warning-mobilisasi 3.  Pengusir rasa terisolasi
 
Cara transportasi dan rujukan yang baik Dokter yang merujuk Informasi petugas pendamping Dukumentasi Sebelum dirujuk dilakukan Stabilisasi
TERIMA KASIH TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

Stabilisasi

  • 1.
    STABILISASI DAN TRANSPORTASI DINAS KESEHATAN PROPINSI JAWA TIMUR Jl. A. Yani No. 118 Surabaya
  • 2.
    PENGERTIAN STABILISASI Adalahproses untuk menjaga kondisi dan posisi penderita/ pasien agar tetap stabil selama pertolongan pertama TRANSPORTASI Adalah proses usaha untuk memindahkan dari tempat satu ke tempat lain tanpa atau mempergunakan alat. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan PADA DASARNYA PROSES STABILISASI DAN TRANSPORTASI BERJALAN BERSAMA-SAMA
  • 3.
    Prinsip Stabiliasi :Menjaga korban supaya tidak banyak bergerak sehubungan dengan keadaan yang dialami Menjaga korban agar pernafasannya tetap stabil Menjaga agar posisi patah tulang yang telah dipasang bidai tidak berubah Menjaga agar perdarahan tidak bertambah. Menjaga agar tingkat kesadaran korban tidak jatuh pada keadaan yang lebih buruk lagi
  • 4.
    Pasien tetap selamatsampai tujuan , kondisi tidak makin buruk
  • 5.
    Cara mengangkat beginimerusak tulang belakang yang cedera
  • 6.
    Pertahankan posisi korbantetap datar selama diangkut
  • 7.
    TRANSPORTASI --------------------------------- --------------------------------  ------------------------------ 
  • 8.
    Persiapan Transportasi Penderita Tempat Tujuan Sarana Alat Personil
  • 9.
    Penilaian Laik PindahA – Airway (jalan napas) B – Breathing (pernapasan) C – Circulation (aliran darah) D – Disability (kesadaran) Kondisi “Stabil”
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    Mengangkat yang amanDigunakan otot yang kuat antara lain : otot paha,otot pinggul dan otot bahu Ikuti cara-cara berikut : Pikirkan cara masak-masak sebelum mengangkat korban Berdiri sedekat mungkin dengan pasien atau alat-alat angkat Pusatkan kekuatan pada lutut Atur punggung tegak namun tidak kaku Gunakan kaki untuk menopang tenaga yang diperlukan Selanjutnya bergeraklah secara halus tahanlah si pasien atau alat angkut dekat ke saudara
  • 15.
    Aturan dalam penanganandan pemindahan korban Pemindahan korban dilakukan apabila diperlukan betul dan tidak membahayakan penolong Terangkan kepada korban secara jelas tentang apa yang akan dilakukan sehingga korban kooperatif Libatkan penolong lain. Yakinkan penolong lain mengerti apa yang akan dikerjakan Pertolongan pemindahan korban dibawah satu komando agar dapat dikerjakan bersamaan Pakailah cara mengangkat korban dengan teknik yang benar agar tidak menyebabkan cidera punggung si penolong
  • 16.
    Perlengkapan Pertolongan PertamaPerlengkapan dasar - Tempat/ kotak tak tembus air - Berbagai ukuran pembalut - Kassa steril - Pembalut segi tiga - Peniti - Sarung tangan
  • 17.
    Perlengkapan tambahan -Pembalut elastis - Gunting - Desinfektan - Kapas - Plester perekat - alat tulis dan tabel - Alat pelindung diri - Selimut, alas dari plastik, lampu dengan baterai
  • 18.
    Tanpa Alat Prosespemindahan dilakukan oleh satu penolong, dua penolong atau lebih tanpa menggunakan alat. - oleh satu orang : diseret, dipapah, ditimang, digendong - Oleh dua penolong : . Dua tangan menyangga paha, dua tangan menyangga punggung . Satu penolong mengangkat korban dari punggung, penolong yang lain menyangga tungkai - Oleh tiga/ empat orang  diangkat bersama-sama posisi korban terbaring
  • 19.
    1 . Cara Menolong Satu Orang Cara mengangkat yang aman : - Pikir masak-masak sebelum mengangkat/ konsentrasi - Berdiri sedekat mungkin dengan korban - Pusatkan kekuatan pada lutut - Atur punggung tegak namun tidak kaku - Gunakan kaki untuk menopang tenaga yang diperlukan - Selanjutnya bergeraklah secara halus
  • 20.
    A. Human CrutchBerdiri disamping korban disisi yang cidera atau yang lemah, rangkulkan satu lengan pasien pada leher penolong dan gaitlah tangan korban atau pergelangannya Rangkulkan tangan penolong yang lain dari arah belakang menggait pinggang korban Bergeraklah pelan-pelan maju Selanjutnya selundupkan kedua tongkat masing-masing di kiri dan kanan tepi kanvas yang sudah dilipat dan dijahit Angkat dan angkut korban hati-hati
  • 21.
  • 22.
    B. Cara Drag(diseret) Jongkoklah dibelakang korban Susupkan kedua lengan penolong di bawah ketiak kiri dan kanan korban, gapai dan pegang kedua pergelangan tangan korban Bila korban pakai jaket buka semua kancingnya TIDAK BOLEH DILAKUKAN PADA KORBAN CIDERA PUNDAK, KEPALA DAN LEHER
  • 23.
  • 24.
    C. Cara Cradle(dipopong) Jongkoklah dibelakang korban letakkan satu lengan penolong merangkul dibawah punggung korban sedikit diatas pinggang. Letakkan tangan yang lain dibawah paha korban tepat dilipatan lutut. Berdirilah pelan-pelan dan bersamaan mengangkat korban
  • 25.
  • 26.
    D. Cara PickA Back (Ngaplok di Punggung) Jongkoklah didepan korban dengan punggung menghadap korban. Anjurkan korban meletakkan kedua tangannya merangkul diatas pundak penolong Gapai dan peganglah paha korban, pelan-pelan angkat keatas menempel pada punggung penolong
  • 27.
  • 28.
    2. Tenaga Penolong2 Orang Cara Ditandu dengan kedua lengan penolong ( Cara The Two – Handed Seat ) 1. Kedua penolong jongkok dan saling berhadapan disamping kiri dan kanan korban, lengan kanan penolong kiri dan lengan kiri penolong kanan menyilang dibelakang punggung korban, menggapai dan menarik ikat pinggang korban 2. Kedua tangan penolong yang menerobos dibawah lutut korban saling bergandengan dan mengait dengan cara saling memegang pergelangan tangan 3. Makin mendekatlah para penolong. Tahan dan atur punggung penolong tegap. Angkatlah korban perlahan-lahan bergerak keatas
  • 29.
  • 30.
    B. Cara TheFore and Aft Carry Dudukkan pasien. Kedua lengan menyilang di dada. Rangkul dengan menyusupkan lengan penolong dibawah ketiak korban Pegang pergelangan tangan kiri pasien oleh tangan kanan penolong. Dan tangan kanan penolong ke tangan kiri korban Penolong yang lain jongkok disamping korban setinggi lutut dan mencoba mengangkat kedua paha korban Bekerjalah secara koordinatif
  • 31.
    Tanpa Alat 2penolong
  • 32.
    3. Cara Penolong4 Orang Memakai Tandu/ Stretcher - Peraturan umum membawa korban dengan usungan kepala korban diarah belakang, Kecuali keadaan2 tertentu : a. korban kedinginan yang amat sangat, kerusakan tungkai berat, menuruni tangga/ bukit. b. korban stroke, trauma kepala, letak kepala harus lebih tinggi dari letak kaki
  • 33.
    Setiap pengangkat siapdi keempat sudut, Apabila hanya ada 3 penolong dua penolong berada di bagian kepala Masing-masing pengangkat jongkok dan menggapai masing-masing pegangan dengan kokoh Dibawah komando salah satu pengangkat di bagian kepala, keempat mengangkat bersamaan Selanjutnya komando berikutnya pengangkat bergerak maju perlahan-lahan Untuk menurunkan usungan, keempat pengangkat berhenti bersamaan dan perlahan-lahan menurunkan usungan.
  • 34.
    Dengan bantuan alatBisa dilakukan oleh dua/ empat orang dengan menggunakan alat bantu : Dengan menggunakan kursi kayu Dengan menggunakan tandu/ usungan Dengan menggunakan kursi beroda atau tandu beroda Dapat menggunakan kendaraan bermotor.
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
  • 45.
  • 46.
  • 47.
    Dengan komando daripemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong,tangan saling menyilang Melakukan Log Roll
  • 48.
    Prinsip Melakukan ImmobilisasiTulang & Log Roll Long Spine Board dengan tali pengikat In Line Immobilisasi kepala leher kolar servikal semi rigid Lengan penderita diluruskan dan diletakkan disamping badan Tungkai bawah diluruskan dalm posisi kesegarisan,kedua pergelangan kaki diikat satu sama lain dengan plester Gerakan Log Roll Spine board hanya untuk transfer penderita Bantal pasir dikiri dan kanan kepala leher dan diikat Bahaya pemakaian long spine board lebih dari 2 jam dikubitus di oksiput,skapula,sakrum,tumit
  • 49.
  • 50.
  • 51.
  • 52.
    Korban terkapar, tidaksadar Helm masih melekat erat dikepalanya Bagaimana cara melepaskan helm ??
  • 53.
    Call for help!! Cari tenaga bantuan, jangan sendirian menolong korban
  • 54.
    Melakukan logroll Dengan komando dari pemegang kepala Perhatikan posisi tangan para penolong, tangan saling menyilang
  • 55.
    Korban terlentang Penolongdiposisi kepala tetap melakukan in - line
  • 56.
    Penolong dikepala mulai“melepas” in line Digantikan penolong kedua
  • 57.
  • 58.
    KOMUNIKASI Proses penyampaiansuatu ide,pesan,atau data dari satu pihak ke pihak lain
  • 59.
    Peran Komunikasi 1. Pelayanan gawat darurat sehari-hari,rujuk-merujuk pasien 2. Kondisi bencana Early warning-mobilisasi 3. Pengusir rasa terisolasi
  • 60.
  • 61.
    Cara transportasi danrujukan yang baik Dokter yang merujuk Informasi petugas pendamping Dukumentasi Sebelum dirujuk dilakukan Stabilisasi
  • 62.
    TERIMA KASIH TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA