Perkembangan emas sebagai standar dari uang beredar
mengalami revolusi yaitu :
a.The gold coin standard : dimana logam emas mulia sebagai
uang yang aktif dalam peredaran.
b.The gold bullion standard : dimana logam emas bukanlah alat
tukar yang beredar namun otoritas moneter menjadikan logam
emas sebagai parameter dalam menetukan nilai tukar uang yang
beredar.
c.The gold exchange standard ( bretton currency words system ):
dimana otoritas moneter menentukan nilai tukar domestic
currency dengan foreign currency yang mampu diback-up secara
penuh oleh cadangan emas yang dimiliki. Dengan
perkembangan sistem keuangan yang demikian besar telah
memunculkan uang fiducier ( kredit money ) yaitu uang yang
keberadaannya tidak diback-up oleh emas dan perak
kebijakan moneter : kebijakan pemerintah
untuk memperbaiki keadaan
perekonomian melalui pengaturan jumlah
uang beredar
Sistem moneter : sekumpulan kaidah
pengadaan dan pengaturan keuangan
dalam suatu negara
1. Permintaan Uang Konvesional
a.Teori Permintaan Uang Klasik
•Irving Fisher mengasumsikan bahwa keberadaan uang pada hakikatnya adalah Flow
Concept. Keberadaan uang ataupun permintaan uang tidak dipengaruhi oleh suku
bunga, akan tetapi besar kecilnya uang akan ditentukan oleh kecepatan perputaran uang
(velocity of money).
•Marshal dan Pigou : menganggap bahwa uang adalah salah satu cara untuk
melakukan penyimpanan kekayaan, sehingga keberadaan uang dalam teori Cambridge
adalah stock concept.
b.Teori Permintaan Uang Keynes
•Motif transaksi (trensactionary motive), yang merupakan permintaan uang yang
timbul karena adanya kebutuhan untuk membayar transaksi biasa
•Motif berjaga-jaga (precautionary motive), permintaan akan uang untuk tujuan
memenuhi kemungkinan-kemungkinan yang tidaak terduga.
•Motif spekulasit (speculative motive), atau kebutuhan untuk memenuhi kemungkinan
yang tak terduga, motif ini lebih bersifat untuk mendapatkan keuntungan dari adanya
peluang dalam pasar komoditi, stock market, financial market, dan foreign exchange.
2. Teori Permintaan Uang Dalam Islam
a. Permintaan Uang Mazhab Iqtishaduna
Permintaan uang hanya ditunjukan untuk dua tujuan pokok, yaitu
transaksi dan berjaga jaga atau untuk investasi
b. Mazhab Mainstream
Dasar permintaan uang ini adalah Islam mengarahkan sumber-
sumber daya yang ada untuk dialokasikan secara maksimum dan
efisien.
c. Mazhab Alternative
Permintaan uang dan penawaran uang dalam mazhab ini dipengaruhi
oleh besarnya profit sharing atau extected rate of profit.
Pada dasarnya, ada dua paradigma dalam memahami mekanisme
transmisi moneter, yaitu :
a. Uang Pasif
Dalam paradigma uang pasif ini uang dinyatakan sebagai variabel
endogen yang mana otoritas moneter tidak mempunyai kemampuan
secara penuh untuk mengatur jumlah uang beredar.
b. Uang Aktif
jumlah uang beredar merupakan sarana yang aktif dijadikan
pemerintah sebagai instrumen moneter dalam mengendalikan tingkat
inflasi.
1. Manajemen Moneter Konvesional
2. Manajemen Moneter Islam
Terciptanya stabilitas permintaan uang dan mengarahkan
permintaan uang tersebut kepada tujuan yang penting dan
produkti. Sehingga, setiap instrumen yang akan mengarahkan
kepada instabilitas dan pengalokasian sumber dana yang tidak
produktif akan ditinggalkan.
a. Mazhab Iqtishaduna
jumlah uang beredar merupakan elastis sempurna, di mana pemerintah
sebagai pemegang otoritas moneter tidak mampu untuk memengaruhi
jumlah uang yang beredar.
b. Mazhab Mainstream
bahwa penawaran uang dalam Islam sepenuhnya dikontrol oleh
negara sebagai pemegang monopoli dari penerbitan uang yang sah
(legat tender).
c. Mazhab Alternatif
keberadaan uang pada dasarnya terintegrasi dalam sistem social
ekonomi yang berlaku. Sehingga value dan jumlah uang bukanlah
variabel utuh yang berdiri sendiri.
3.Konsep Uang Beredar Dalam Ketiga Mazhab Ekonomi
Islam
1.Instrumen Moneter Konvesional
a.Open Market Operation
b.Discount Rate
c. Reserve Requirement
d. Moral Suasion
2.Instrumen Moneter Islam
a. Mazhab Iqtishaduna.
• perputaran uang dalam periode tertentu sama dengan nilai barang
dan jasa yang diproduksi pada rentang waktu yang sama.
b. Mazhab Mainstream
• memaksimalkan sumber daya (resource) yang ada agar dapat
dialokasikan pada kegiatan perekonomian yang produktif.
c. Mazhab Alternatif
• syuratiq process yaitu di mana suatu kebijakan yang diambil oleh
otoritas moneter adalah berdasarkan musyawarah sebelumnya
dengan otoritas sektor rill.
Mekanisme terdiri atas enam elemen,
yaitu :
•Target pertumbuhan dalam M dan
Saham publik terhadap deposito unjuk
(Uang Giral)
•Cadangan wajib resmi
•Pembatasan kredit
•Alokasi kredit yang berorientasi kepada
nilai
•Tekni yang lain
Mekanisme terdiri atas enam elemen, yaitu :
•Target pertumbuhan dalam M dan
•Saham publik terhadap deposito unjuk
(Uang Giral)
•Cadangan wajib resmi
•Pembatasan kredit
•Alokasi kredit yang berorientasi kepada
nilai
•Tekni yang lain
TERIMAKASIH 

sistem moneter konvensional dan syariah

  • 3.
    Perkembangan emas sebagaistandar dari uang beredar mengalami revolusi yaitu : a.The gold coin standard : dimana logam emas mulia sebagai uang yang aktif dalam peredaran. b.The gold bullion standard : dimana logam emas bukanlah alat tukar yang beredar namun otoritas moneter menjadikan logam emas sebagai parameter dalam menetukan nilai tukar uang yang beredar. c.The gold exchange standard ( bretton currency words system ): dimana otoritas moneter menentukan nilai tukar domestic currency dengan foreign currency yang mampu diback-up secara penuh oleh cadangan emas yang dimiliki. Dengan perkembangan sistem keuangan yang demikian besar telah memunculkan uang fiducier ( kredit money ) yaitu uang yang keberadaannya tidak diback-up oleh emas dan perak
  • 4.
    kebijakan moneter :kebijakan pemerintah untuk memperbaiki keadaan perekonomian melalui pengaturan jumlah uang beredar Sistem moneter : sekumpulan kaidah pengadaan dan pengaturan keuangan dalam suatu negara
  • 6.
    1. Permintaan UangKonvesional a.Teori Permintaan Uang Klasik •Irving Fisher mengasumsikan bahwa keberadaan uang pada hakikatnya adalah Flow Concept. Keberadaan uang ataupun permintaan uang tidak dipengaruhi oleh suku bunga, akan tetapi besar kecilnya uang akan ditentukan oleh kecepatan perputaran uang (velocity of money). •Marshal dan Pigou : menganggap bahwa uang adalah salah satu cara untuk melakukan penyimpanan kekayaan, sehingga keberadaan uang dalam teori Cambridge adalah stock concept. b.Teori Permintaan Uang Keynes •Motif transaksi (trensactionary motive), yang merupakan permintaan uang yang timbul karena adanya kebutuhan untuk membayar transaksi biasa •Motif berjaga-jaga (precautionary motive), permintaan akan uang untuk tujuan memenuhi kemungkinan-kemungkinan yang tidaak terduga. •Motif spekulasit (speculative motive), atau kebutuhan untuk memenuhi kemungkinan yang tak terduga, motif ini lebih bersifat untuk mendapatkan keuntungan dari adanya peluang dalam pasar komoditi, stock market, financial market, dan foreign exchange.
  • 7.
    2. Teori PermintaanUang Dalam Islam a. Permintaan Uang Mazhab Iqtishaduna Permintaan uang hanya ditunjukan untuk dua tujuan pokok, yaitu transaksi dan berjaga jaga atau untuk investasi b. Mazhab Mainstream Dasar permintaan uang ini adalah Islam mengarahkan sumber- sumber daya yang ada untuk dialokasikan secara maksimum dan efisien. c. Mazhab Alternative Permintaan uang dan penawaran uang dalam mazhab ini dipengaruhi oleh besarnya profit sharing atau extected rate of profit.
  • 9.
    Pada dasarnya, adadua paradigma dalam memahami mekanisme transmisi moneter, yaitu : a. Uang Pasif Dalam paradigma uang pasif ini uang dinyatakan sebagai variabel endogen yang mana otoritas moneter tidak mempunyai kemampuan secara penuh untuk mengatur jumlah uang beredar. b. Uang Aktif jumlah uang beredar merupakan sarana yang aktif dijadikan pemerintah sebagai instrumen moneter dalam mengendalikan tingkat inflasi. 1. Manajemen Moneter Konvesional
  • 10.
    2. Manajemen MoneterIslam Terciptanya stabilitas permintaan uang dan mengarahkan permintaan uang tersebut kepada tujuan yang penting dan produkti. Sehingga, setiap instrumen yang akan mengarahkan kepada instabilitas dan pengalokasian sumber dana yang tidak produktif akan ditinggalkan.
  • 11.
    a. Mazhab Iqtishaduna jumlahuang beredar merupakan elastis sempurna, di mana pemerintah sebagai pemegang otoritas moneter tidak mampu untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar. b. Mazhab Mainstream bahwa penawaran uang dalam Islam sepenuhnya dikontrol oleh negara sebagai pemegang monopoli dari penerbitan uang yang sah (legat tender). c. Mazhab Alternatif keberadaan uang pada dasarnya terintegrasi dalam sistem social ekonomi yang berlaku. Sehingga value dan jumlah uang bukanlah variabel utuh yang berdiri sendiri. 3.Konsep Uang Beredar Dalam Ketiga Mazhab Ekonomi Islam
  • 13.
    1.Instrumen Moneter Konvesional a.OpenMarket Operation b.Discount Rate c. Reserve Requirement d. Moral Suasion
  • 14.
    2.Instrumen Moneter Islam a.Mazhab Iqtishaduna. • perputaran uang dalam periode tertentu sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksi pada rentang waktu yang sama. b. Mazhab Mainstream • memaksimalkan sumber daya (resource) yang ada agar dapat dialokasikan pada kegiatan perekonomian yang produktif. c. Mazhab Alternatif • syuratiq process yaitu di mana suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter adalah berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor rill.
  • 18.
    Mekanisme terdiri atasenam elemen, yaitu : •Target pertumbuhan dalam M dan Saham publik terhadap deposito unjuk (Uang Giral) •Cadangan wajib resmi •Pembatasan kredit •Alokasi kredit yang berorientasi kepada nilai •Tekni yang lain
  • 19.
    Mekanisme terdiri atasenam elemen, yaitu : •Target pertumbuhan dalam M dan •Saham publik terhadap deposito unjuk (Uang Giral) •Cadangan wajib resmi •Pembatasan kredit •Alokasi kredit yang berorientasi kepada nilai •Tekni yang lain
  • 21.