>Kata semantik diturunkan dari kata Yunani
 “semainein” yang mempunyai arti bermakna
 atau berarti.
>Aminuddin (1988 : 15) menjelaskan bahwa
 semantik semula berasal dari bahasa Yunani
 mempunyai makna „to signify‟ yang berarti
 memaknai.
>Lyon (1971 : 1) menjelaskan pada umumnya
 diartikan sebagai suatu studi tentang makna
 (semantics is generally defined as the study
 of meaning).
   Kata semantik disepakati sebagai istilah
    untuk bidang ilmu bahasa yang membahas
    dan mempelajari tentang makna atau
    arti, yang merupakan salah satu dari tataran
    analisis bahasa, yaitu fonologi, gramatika
    atau tatran bahasa, dan semantik.
   Sintaksis : telaah mengenai hubungan-
                hubungan formal antara tanda-tanda
                satu sama lain.
   Semantik : menelaah hubungan tanda-tanda
                 dengan objek-objek yang
                 merupakan wadah penerapan tanda-
                 tanda tersebut.
   Pragmatik : menelaah hubungan tanda-tanda
    dengan
                  para penafsir atau interpretator.
    (Lyons, 1971 : 115)
 Ali menendang bola.
 S       P        O
 Ali : pelaku
 Menendang : verba yang dilakukan S
 Bola: pasien
Yang menendang: Ali bukan yg lain
Polisi Wanita
Wanita Polisi?????
>Palmer (1981 : 5) menjelaskan kedudukan
 semantik dalam studi bahasa (linguistik).
 Dia berasumsi bahwa semantik merupakan
 suatu komponen yang terdapat dalam
 linguistik, sama seperti komponen bunyi
 dan gramatika (tata bahasa).
>Berdasarkan asumsi bahwa makna menjadi
 bagian dari bahasa, maka semantik
 merupakan bagian dari linguistik. Sama
 seperti    komponen    bunyi  dan   tata
 bahasa, makna merupakan komponen yang
 menduduki tingkatan tertentu.
fungsi
                   sintaksis        kategori
Tata bahasa
                                                 semantik gramatikal
                                    peran


                   morfologi
Fonologi       fonemik (tidak ada semantik, tetapi tiap-tiap fonem
 berfungsi
              sebagai pembeda makna).


Leksikon (semantik leksikal)
   Objek semantik adalah bahasa dengan berbagai
    komponen dan tatarannya.
   Komponen bahasa adalah leksikon atau kosa kata
    dari bahasa tersebut, sedangkan tataran bahasa
    adalah fonologi dan gramatika atau tata bahasa
    yang mencakup tataran morfologi dan sintaksis.
   Berdasarkan komponen bahasa yang dijadikan
    objek     atau    sasaran    dalam     studi   atau
    penelitian, dapat pula membedakan adanya
    berbagai jenis semantik, yaitu antara lain semantik
    leksikal, semantik gramatika, semantik kalimat dan
    sebagainya.
   Semantik leksikal adalah makna unsur-unsur
    bahasa sebagai lambang benda, peristiwa dan
    lain-lain.
   Semantik gramatika terdapat dua subtataran
    bahasa, yaitu morfologi dan sintaksis.
    - morfologi adalah bidang linguistik yang
     mempelajari morfem dan kombinasi-
     kombinasinya dan bagian dari struktur
     bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian
    kata.
    - sintaksis adalah cabang linguistik yang meneliti
     kalimat serta proses pembentukannya.
   Verhaar (1983 : 126) berpendapat bahwa
    semantik kalimat adalah semua yang termasuk
    semantik tetapi tidak termasuk dalam semantik
    gramatikal atau semantik leksikal.
   Semantik     dan   pragmatik  bertalian  dengan
    makna, namun batas antaranya keduanya sangat
    kabur.
   Berhubungan dengan pernyataan di atas, Levinson
    (1983 : 12) mengemukakan bahwa pragmatik
    adalah penelitian atau kajian bidang kemaknaan
    yang tidak dimasukkan atau belum tercakup dalam
    teori semantik.
   Perbedaan antara semantik dan pragmatik dapat
    kita perhatikan pada pemakaian kata maksud pada
    kalimat-kalimat berikut ini:
1.   Apa   maksud ungkapan ini ?
2.   Apa   maksud pertanyaan itu ?
3.   Apa   yang Anda maksud dengan ungkapan ini ?
4.   Apa   yang ia maksud dengan pertanyaan itu ?

Semantik memperlakukan makna sebagai suatu
bentuk      hubungan       dua    arah    (a     dyadic
relation), sedangkan pragmatik memperlakukan
makna sebagai suatu bentuk hubungan tiga arah (a
triadic relation). Hubungan dua arah itu dapat kita
lihat pada kaimat (1) dan (2), sedangkan hubungan
tiga arah dapat kita lihat pada kalimat (3) dan (4).
   Kridalaksana (1984 : 175) berpendapat bahwa semiotik
    adalah ilmu yang mempelajari lambang-lambang dan tanda-
    tanda, misalnya tanda-tanda lalu lintas, kode morse, dan
    sebagainya.
   Kridalaksana (1984 : 174) menjelaskan bahwa semantik
    adalah bagian dari struktur bahasa yang berhubungan
    dengan makna dari ungkapan dan juga struktur makna suatu
    wicara, serta serta sistem dan penyelidikan makna dan arti
    dalam suatu bahasa atau bahasa pada umumnya.
   Semantika adalah cabang semiotik yang mempelajari
    lambang dan referennya.
   Dari ketiga penjelasan di atas dapat disimpulkan
    bahwa, semiotik adalah ilmu (di luar bahasa) yang
    mempelajari sistem tanda yang sifatnya universal, yang
    inklusif mempelajari lambang yang berupa bahasa. Semantik
    mempelajari lambang-lambang atau tanda-tanda yang
    menyatakan makna. Sedangkan semantika mempelajari
    hubungan antara lambang dan referennya.
   Bahasa
     Kridalaksana (1984 : 19) bahasa adalah        merupakan
      suatu sistem yang bersifat    arbitrer    dan     dapat
      digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi.
     Ciri-ciri penanda bahasa
      a. bahasa bersifat sistematik
      b. bahasa merupakan seperangkat simbol yang arbitrer

     c. bahasa berupa ucapan (vocal)
     d. bahasa mengandung makna yang konvensional
     e. bahasa itu berkomunikasi
     f. bahasa itu mengacu pada dirinya
     g. bahasa itu manusiawi
     h. bahasa hadir dalam masyarakat bahasa dan kebudayaan
     i. bahasa itu memiliki ciri-ciri universal
     (Alwasilan, 1985: 2-4; 1986 : 76-81)
1.    alat fisis yang digunakan tetap dan memiliki kriteria
      tertentu
2.    organisme yang digunakan memili hubungan timbal-balik
3.    menggunakan kriteria pragmatik
4.    mengandung kriteria semsantis
5.    memiliki kriteria sintaksis
6.    Melibatkan unsur bunyi dan unsur audiovisual
7.    Memiliki kriteria kombinasi dan bersifat produktif
8.    Arbiter
9.    Terbatas dan relatif tetap
10.   Mengandung diskontuinitas
11.   Bersifat hierarkis
12.   Bersifat sistematis dan simultan
13.   Saling melengkapi dan mengisi
14.   Informasi kebahasaan dapat disegmentasi
15.   Transmisi budaya
16.   Bahasa itu dapat dipelajari
17.   Bahasa dalam pemakaian bersifat bidimensional
Kajian bahasa sebagai suatu kode yang
     telah muncul berpusat pada tiga hal, yaitu
     sebagai berikut:
1.    Karakteristik hubungan antar
      bentuk, lambang atau kata yang satu
      dengan bentuk atau lambang yang lainnya.
2.    Hubungan antara bentuk kebahasaan
      dengan dunia luar yang diacunya.
3.    Hubungan antar kode dengan pemakainya.
Tri pusat kajian kebahasaan sebagai kode

                  Karakteristik hubungan antar
                  bentuk atau antar lambang




                         Pusat kajian            Hubungan
    Hubungan
    antara kode
                           bahasa                antar bentuk
                        sebagai kode             lambang
    lambang                                      kebahasaan
    dengan                                       dan dunia luar
    pemakainya
1.   Sistem sosial budaya dalam suatu
     masyarakat bahasa;
2.   Sistem kebahasaan yang melandasi;
3.   Bentuk kebahasaan yang ditandakan;
4.   Aspek semantis yang dikandungnya
Sistem
           kebahasaan




 Siste
  m                       SIGNA
           PENUTUR                PENERIMA
sosbu                        L
   d


                                    Infor
                                    masi
         Aspek semantik
   Masa pertumbuhan pertama
    Aristoteles (384-322 SM), makna kata dibedakan atas
     makna yang hadir dari kata itu secara otonom dan
     makna kata yang muncul akibat terjadinya hubungan
     gramatikal.
    Plato (429-347), mengungkapkan bahwa bunyi-bunyi
     bahasa itu secara implisit mengandung makna-makna
     tertentu.
    Reisig (1825), mengemukakan konsep baru tentang
     gramar, yang menurutnya mencakup tiga unsur
     utama, yaitu: (1) semasiologi, atau tentang tanda, (2)
     sintaksis, telaah kalimat, (3) etimologi, telaah asal-usul
     kata sehubungan dengan perubahan bentuk maupun
     makna kata.
   Masa pertumbuhan kedua
    Michel Breal (1883), menyebutkan semantik
     merupakan bidang baru dalam keilmuan.studi
     semantik pada masa ini lebih banyak berkaitan
     dengan unsur-unsur diluar bahasa, misalnya
     perubahan makna dengan logika, psikologi maupun
     sejumlah kriteria lainnya. Karya Breal mengenai
     semantik (abad-19) adalah Essai de semantique.
   Masa Pertumbuhan Ketiga
     Gustaf stern (1931), melakukan studi makna secara
     empiris dengan bertolak dari bahasa inggris.
     Karyanya berjudul Meaning and Change of
     Meaning, With Special Reference to the English
     Language.
     Ferdinand de Saussure (1916), mengemukakan dua
     konsep baru yang merupakan revolusi dalam
     bidang teori dan penerapan studi kebahasaan.
   Linguistik merupakan studi kebahasan yang
    berfokus pada keberadaan bahasa itu pada
    waktu tertentu sehingga menggunakan
    pendekatan sinkronis (studi
    deskriptif), sedangkan studi tentang sejarah
    dan perkembangan suatu bahasa
    menggunakan pendekatan diakronis.
   Bahasa merupakan suatu gestalt (totalitas)
    yang didukung oleh berbagai elemen,antara
    elemen yang satu dengan lainya saling
    ketergantungan dalam rangka membangun
    keseluruhannya.
   Trier‟s (Jerman), salah satu teorinya adalah
    teori medan makna. Implikasinya kajian
    semantik memiliki ciri:
    1. Meskipun semantik membahas perubahan
       makna, pandangan yang bersifat historis sudah
       ditinggalkan karena kajiannya bersifat deskriptif.
    2. Stuktur dalam kosa kata mendapat perhatian
       dalam kajian sehingga dalam kongres para
       linguis di Oslo (1957) maupun di Cambridge
       (1962) masalah semantik struktural merupakan
       hal yang hangat dibicarakan.
   Menurut Martinet(1987:2)Fungsi bahasa
    sebagai pranata manusia, meliputi:
    1. Fungsi instrumen, bahasa sebagai alat
       berkomunikasi
    2. Fungsi bahasa sebagai penunjang pikiran
    3. Fungsi bahasa untuk mengungkapkan diri
    4. Fungsi estetika, fungsi ini berbaur erat dengan
       fungsi komunikasi dan fungsi ekspresif.
   Halliday, mengungkapkan adanya sejumlah
    fungsi yang dimiliki oleh bahasa, yaitu:
    1.   Instrumental
    2.   Regulatory
    3.   Interaksional
    4.   Personal
    5.   Heuristik
    6.   Imajinatif
    7.   informatif
   Semantik maupun bahasa pada umumnya
    memiliki hubungan dengan cabang –
    cabang filsafat seperti
    ontologi, epistemologi, metafisika, dan
    akhirnya memiliki hubungan sangat erat
    dengan logika. Bertalian dengan cabang
    filsefat yang mengkaji masalah berpikir
    secara benar, semantik sangat berperanan
    dalam rangka menentukan pernyataan yang
    benar atau tidak yang bertolak dari adanya
    premis dan kesimpulan yang diberikan.
   Bahasa dan aspek kejiwaan manusia
    mempuyai hubungan yang sangat erat
    ditandai adanya psikolinguistik sebagi suatu
    disiplin ilmu.
   John locke : penanda bentuk Gagasan
    tertentu karena bahasa menjadi instrumen
    pikiran yang mengacu pada suasana maupun
    realitas tertentu.
   Pengaruh   aliran behaviorisme
   Pengaruh   aliran psikologi
   Pengaruh   aliran gestalt
   Pengaruh   aliran field theory
   Pengaruh   aliran kognitivisme
   Pengaruh   psikologi humanistik

Semantik 1-abs2

  • 1.
    >Kata semantik diturunkandari kata Yunani “semainein” yang mempunyai arti bermakna atau berarti. >Aminuddin (1988 : 15) menjelaskan bahwa semantik semula berasal dari bahasa Yunani mempunyai makna „to signify‟ yang berarti memaknai. >Lyon (1971 : 1) menjelaskan pada umumnya diartikan sebagai suatu studi tentang makna (semantics is generally defined as the study of meaning).
  • 2.
    Kata semantik disepakati sebagai istilah untuk bidang ilmu bahasa yang membahas dan mempelajari tentang makna atau arti, yang merupakan salah satu dari tataran analisis bahasa, yaitu fonologi, gramatika atau tatran bahasa, dan semantik.
  • 3.
    Sintaksis : telaah mengenai hubungan- hubungan formal antara tanda-tanda satu sama lain.  Semantik : menelaah hubungan tanda-tanda dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan tanda- tanda tersebut.  Pragmatik : menelaah hubungan tanda-tanda dengan para penafsir atau interpretator. (Lyons, 1971 : 115)
  • 4.
     Ali menendangbola.  S P O  Ali : pelaku  Menendang : verba yang dilakukan S  Bola: pasien Yang menendang: Ali bukan yg lain Polisi Wanita Wanita Polisi?????
  • 5.
    >Palmer (1981 :5) menjelaskan kedudukan semantik dalam studi bahasa (linguistik). Dia berasumsi bahwa semantik merupakan suatu komponen yang terdapat dalam linguistik, sama seperti komponen bunyi dan gramatika (tata bahasa). >Berdasarkan asumsi bahwa makna menjadi bagian dari bahasa, maka semantik merupakan bagian dari linguistik. Sama seperti komponen bunyi dan tata bahasa, makna merupakan komponen yang menduduki tingkatan tertentu.
  • 6.
    fungsi sintaksis kategori Tata bahasa semantik gramatikal peran morfologi Fonologi fonemik (tidak ada semantik, tetapi tiap-tiap fonem berfungsi sebagai pembeda makna). Leksikon (semantik leksikal)
  • 7.
    Objek semantik adalah bahasa dengan berbagai komponen dan tatarannya.  Komponen bahasa adalah leksikon atau kosa kata dari bahasa tersebut, sedangkan tataran bahasa adalah fonologi dan gramatika atau tata bahasa yang mencakup tataran morfologi dan sintaksis.  Berdasarkan komponen bahasa yang dijadikan objek atau sasaran dalam studi atau penelitian, dapat pula membedakan adanya berbagai jenis semantik, yaitu antara lain semantik leksikal, semantik gramatika, semantik kalimat dan sebagainya.
  • 8.
    Semantik leksikal adalah makna unsur-unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa dan lain-lain.  Semantik gramatika terdapat dua subtataran bahasa, yaitu morfologi dan sintaksis. - morfologi adalah bidang linguistik yang mempelajari morfem dan kombinasi- kombinasinya dan bagian dari struktur bahasa yang mencakup kata dan bagian-bagian kata. - sintaksis adalah cabang linguistik yang meneliti kalimat serta proses pembentukannya.  Verhaar (1983 : 126) berpendapat bahwa semantik kalimat adalah semua yang termasuk semantik tetapi tidak termasuk dalam semantik gramatikal atau semantik leksikal.
  • 9.
    Semantik dan pragmatik bertalian dengan makna, namun batas antaranya keduanya sangat kabur.  Berhubungan dengan pernyataan di atas, Levinson (1983 : 12) mengemukakan bahwa pragmatik adalah penelitian atau kajian bidang kemaknaan yang tidak dimasukkan atau belum tercakup dalam teori semantik.  Perbedaan antara semantik dan pragmatik dapat kita perhatikan pada pemakaian kata maksud pada kalimat-kalimat berikut ini:
  • 10.
    1. Apa maksud ungkapan ini ? 2. Apa maksud pertanyaan itu ? 3. Apa yang Anda maksud dengan ungkapan ini ? 4. Apa yang ia maksud dengan pertanyaan itu ? Semantik memperlakukan makna sebagai suatu bentuk hubungan dua arah (a dyadic relation), sedangkan pragmatik memperlakukan makna sebagai suatu bentuk hubungan tiga arah (a triadic relation). Hubungan dua arah itu dapat kita lihat pada kaimat (1) dan (2), sedangkan hubungan tiga arah dapat kita lihat pada kalimat (3) dan (4).
  • 11.
    Kridalaksana (1984 : 175) berpendapat bahwa semiotik adalah ilmu yang mempelajari lambang-lambang dan tanda- tanda, misalnya tanda-tanda lalu lintas, kode morse, dan sebagainya.  Kridalaksana (1984 : 174) menjelaskan bahwa semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang berhubungan dengan makna dari ungkapan dan juga struktur makna suatu wicara, serta serta sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa atau bahasa pada umumnya.  Semantika adalah cabang semiotik yang mempelajari lambang dan referennya.  Dari ketiga penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, semiotik adalah ilmu (di luar bahasa) yang mempelajari sistem tanda yang sifatnya universal, yang inklusif mempelajari lambang yang berupa bahasa. Semantik mempelajari lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna. Sedangkan semantika mempelajari hubungan antara lambang dan referennya.
  • 12.
    Bahasa  Kridalaksana (1984 : 19) bahasa adalah merupakan suatu sistem yang bersifat arbitrer dan dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi.  Ciri-ciri penanda bahasa a. bahasa bersifat sistematik b. bahasa merupakan seperangkat simbol yang arbitrer c. bahasa berupa ucapan (vocal) d. bahasa mengandung makna yang konvensional e. bahasa itu berkomunikasi f. bahasa itu mengacu pada dirinya g. bahasa itu manusiawi h. bahasa hadir dalam masyarakat bahasa dan kebudayaan i. bahasa itu memiliki ciri-ciri universal (Alwasilan, 1985: 2-4; 1986 : 76-81)
  • 13.
    1. alat fisis yang digunakan tetap dan memiliki kriteria tertentu 2. organisme yang digunakan memili hubungan timbal-balik 3. menggunakan kriteria pragmatik 4. mengandung kriteria semsantis 5. memiliki kriteria sintaksis 6. Melibatkan unsur bunyi dan unsur audiovisual 7. Memiliki kriteria kombinasi dan bersifat produktif 8. Arbiter 9. Terbatas dan relatif tetap 10. Mengandung diskontuinitas 11. Bersifat hierarkis 12. Bersifat sistematis dan simultan 13. Saling melengkapi dan mengisi 14. Informasi kebahasaan dapat disegmentasi 15. Transmisi budaya 16. Bahasa itu dapat dipelajari 17. Bahasa dalam pemakaian bersifat bidimensional
  • 14.
    Kajian bahasa sebagaisuatu kode yang telah muncul berpusat pada tiga hal, yaitu sebagai berikut: 1. Karakteristik hubungan antar bentuk, lambang atau kata yang satu dengan bentuk atau lambang yang lainnya. 2. Hubungan antara bentuk kebahasaan dengan dunia luar yang diacunya. 3. Hubungan antar kode dengan pemakainya.
  • 15.
    Tri pusat kajiankebahasaan sebagai kode Karakteristik hubungan antar bentuk atau antar lambang Pusat kajian Hubungan Hubungan antara kode bahasa antar bentuk sebagai kode lambang lambang kebahasaan dengan dan dunia luar pemakainya
  • 16.
    1. Sistem sosial budaya dalam suatu masyarakat bahasa; 2. Sistem kebahasaan yang melandasi; 3. Bentuk kebahasaan yang ditandakan; 4. Aspek semantis yang dikandungnya
  • 17.
    Sistem kebahasaan Siste m SIGNA PENUTUR PENERIMA sosbu L d Infor masi Aspek semantik
  • 18.
    Masa pertumbuhan pertama Aristoteles (384-322 SM), makna kata dibedakan atas makna yang hadir dari kata itu secara otonom dan makna kata yang muncul akibat terjadinya hubungan gramatikal. Plato (429-347), mengungkapkan bahwa bunyi-bunyi bahasa itu secara implisit mengandung makna-makna tertentu. Reisig (1825), mengemukakan konsep baru tentang gramar, yang menurutnya mencakup tiga unsur utama, yaitu: (1) semasiologi, atau tentang tanda, (2) sintaksis, telaah kalimat, (3) etimologi, telaah asal-usul kata sehubungan dengan perubahan bentuk maupun makna kata.
  • 19.
    Masa pertumbuhan kedua Michel Breal (1883), menyebutkan semantik merupakan bidang baru dalam keilmuan.studi semantik pada masa ini lebih banyak berkaitan dengan unsur-unsur diluar bahasa, misalnya perubahan makna dengan logika, psikologi maupun sejumlah kriteria lainnya. Karya Breal mengenai semantik (abad-19) adalah Essai de semantique.
  • 20.
    Masa Pertumbuhan Ketiga  Gustaf stern (1931), melakukan studi makna secara empiris dengan bertolak dari bahasa inggris. Karyanya berjudul Meaning and Change of Meaning, With Special Reference to the English Language.  Ferdinand de Saussure (1916), mengemukakan dua konsep baru yang merupakan revolusi dalam bidang teori dan penerapan studi kebahasaan.
  • 21.
    Linguistik merupakan studi kebahasan yang berfokus pada keberadaan bahasa itu pada waktu tertentu sehingga menggunakan pendekatan sinkronis (studi deskriptif), sedangkan studi tentang sejarah dan perkembangan suatu bahasa menggunakan pendekatan diakronis.  Bahasa merupakan suatu gestalt (totalitas) yang didukung oleh berbagai elemen,antara elemen yang satu dengan lainya saling ketergantungan dalam rangka membangun keseluruhannya.
  • 22.
    Trier‟s (Jerman), salah satu teorinya adalah teori medan makna. Implikasinya kajian semantik memiliki ciri: 1. Meskipun semantik membahas perubahan makna, pandangan yang bersifat historis sudah ditinggalkan karena kajiannya bersifat deskriptif. 2. Stuktur dalam kosa kata mendapat perhatian dalam kajian sehingga dalam kongres para linguis di Oslo (1957) maupun di Cambridge (1962) masalah semantik struktural merupakan hal yang hangat dibicarakan.
  • 23.
    Menurut Martinet(1987:2)Fungsi bahasa sebagai pranata manusia, meliputi: 1. Fungsi instrumen, bahasa sebagai alat berkomunikasi 2. Fungsi bahasa sebagai penunjang pikiran 3. Fungsi bahasa untuk mengungkapkan diri 4. Fungsi estetika, fungsi ini berbaur erat dengan fungsi komunikasi dan fungsi ekspresif.
  • 24.
    Halliday, mengungkapkan adanya sejumlah fungsi yang dimiliki oleh bahasa, yaitu: 1. Instrumental 2. Regulatory 3. Interaksional 4. Personal 5. Heuristik 6. Imajinatif 7. informatif
  • 25.
    Semantik maupun bahasa pada umumnya memiliki hubungan dengan cabang – cabang filsafat seperti ontologi, epistemologi, metafisika, dan akhirnya memiliki hubungan sangat erat dengan logika. Bertalian dengan cabang filsefat yang mengkaji masalah berpikir secara benar, semantik sangat berperanan dalam rangka menentukan pernyataan yang benar atau tidak yang bertolak dari adanya premis dan kesimpulan yang diberikan.
  • 26.
    Bahasa dan aspek kejiwaan manusia mempuyai hubungan yang sangat erat ditandai adanya psikolinguistik sebagi suatu disiplin ilmu.  John locke : penanda bentuk Gagasan tertentu karena bahasa menjadi instrumen pikiran yang mengacu pada suasana maupun realitas tertentu.
  • 27.
    Pengaruh aliran behaviorisme  Pengaruh aliran psikologi  Pengaruh aliran gestalt  Pengaruh aliran field theory  Pengaruh aliran kognitivisme  Pengaruh psikologi humanistik