SEJARAH PERJUANGAN
        HMI

               Oleh:
           SOHIB MUSLIM




Disampaikan Pada LK I Komisariat DAKWAH
APA ITU SEJARAH……?
   Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang
    perjalanan masa lampau umat manusia mengenai apa
    yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan manusia pada
    masa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman
    berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini
    dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia.

     KALAU PEJUANGAN…?

    Perjuangan adalah suatu kesungguhan yang
     disertai dengan usaha yang teratur, tertib, dan
     terencana untuk mengubah suatu kondisi yang
     buruk kepada kondisi yang baik sebagaimana
     kita kehendaki menuju keridhoan Allah SWT.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
   merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang
    turut andil membantu perjuangan bangsa Indonesia.
    HMI lahir dari kalangan mahasiswa yang memahami
    situasi dan kondisi bangsa Indonesia dan juga keadaan
    Islam pada saat itu. HMI berawal dari sekumpulan
    mahasiswa dan mahasiswi STI—yang sekarang berubah
    jadi UII—yang dipelopori oleh Lafran Pane, seorang
    nasionalis muslim. Pada tanggal 5 Februari 1947
    bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1366 H, dari sebuah
    ruang kelas STI, Lafran Pane dan 14 orang mahasiswa-
    mahasiswi mendeklarasikan organisasi mahasiswa yang
    berlandaskan Islam, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam
    atau disingkat HMI.
Beberapa hal yang mempengaruhi latar belakang
                  berdirinya HMI, yaitu;
   Pergerakan pemikiran Islam dan situasi Dunia
    Internasional saat itu.
   Situasi NKRI yang baru merdeka 2 tahun setelah dijajah
    [terutama] oleh Belanda sehingga menimbulkan dampak
    diberbagai aspek.
   Kondisi umat Islam pada saat itu, yakni kesenjangan dan
    kejumudan      umat     Islam    dalam     pengetahuan,
    pemahaman, dan penghayatan serta pengamalan ajaran
    Islam.
   Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan.
Pada awal pembentukan, HMI
     bertujuan diantaranya;

 Mempertahankan    dan mempertinggi
  derajat rakyat Indonesia
 Menegakkan dan mengembangkan
  ajaran Islam
Faktor pendukung berdirinya HMI antara lain:
   Posisi dan arti kota Yogya saat itu, yaitu sebagai
    ibu kota negara, pusat pergerakan Islam, Pusat
    kebudayaan, dan berada di tengah pulau Jawa.
   Kebutuhan Penghayatan dan Keagamaan
    Mahasiswa. Dan adanya tuntutan kemerdekaan
    bangsa Indonesia.

    Faktor Penghambat berdirinya HMI antara lain:
 PMY (Perserikatan Mahasiswa
  Yogyakarta)
 GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia)
 PII (Pelajar Islam Indonesia)
Fase-Fase Perkembangan HMI dalam
        Perjuangan Bangsa Indonesia:
   Fase Konsolidasi Spiritual dan Proses Berdirinya
    HMI (November 1946-5 Februari 1947)
   Fase Berdiri dan Pengokohan (5 Februari-30
    November 1947)
    Fase Pertumbuhan dan Perkembangan HMI (1950-
    1963)
   Fase Tantangan I (1964-1965)
   Fase Kebangkitan HMI sebagai Pelopor Orde Baru
    (1966-1968)
   Fase Pembangunan (1969-1970)
   Fase Pergolakan dan Pembaharuan Pemikiran (1970-
    1994)
   Fase Reformasi (1995-1999)
   Fase Tantangan II (2000-sekarang)
Bagaimana Karakteristik Gerakan HMI….???
Karakteristik khas pola gerakan HMI sejak awal berdirinya
adalah tidak memisahkan gerakan politik dengan gerakan
keagamaan. Berpolitik bagi HMI adalah suatu keharusan, sebab
untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan HMI haruslah dilakukan
secara politis. Hal ini dikuatkan pula oleh pendiri HMI, Lafran
Pane, bahwa bidang politik tidak akan mungkin dipisahkan dari
HMI, sebab itu sudah merupakan watak asli HMI sejak lahir.
Namun hal itu bukan berarti HMI menjadi organisasi politik,
sebab HMI lahir sebagai organisasi kemahasiswaan dan
kepemudaan (ormas), yang mennjadikan nilai-nilai Islam sebagai
landasan teologisnya, kampus sebagai wahana aktivitasnya,
mahasiswa Islam sebagai anggotanya. Background kampus dan
idealisme mahasiswa merupakan faktor penyebab HMI
senantiasa berpartisipasi aktif dalam merespon problematika
yang dihadapi umat dan bangsa, jadi wajar jika HMI tetap
memainkan peran politiknya dalam kancah bangsa ini. Selain
itu, argumentasi lain dikemukakan oleh Rusli Karim dalam
tulisannya; “Walaupun HMI bukan organisasi politik, tetapi ia
peka dengan permasalahan politik. Bahkan kadang-kadang
karena keterlibatannya yang sangat tinggi dalam aktivitas politik
ia dituduh sebagai kelompok penekan (pressure group)”.
Sekian dan Terimakasih




“Jangan Ragu Bergerak Untuk
        Perubahan”

         Yakin Usaha Sampai

Sejarah Perjuangan Hmi

  • 1.
    SEJARAH PERJUANGAN HMI Oleh: SOHIB MUSLIM Disampaikan Pada LK I Komisariat DAKWAH
  • 2.
    APA ITU SEJARAH……?  Sejarah adalah pelajaran dan pengetahuan tentang perjalanan masa lampau umat manusia mengenai apa yang dikerjakan, dikatakan dan dipikirkan manusia pada masa lampau, untuk menjadi cerminan dan pedoman berupa pelajaran, peringatan, kebenaran bagi masa kini dan mendatang untuk mengukuhkan hati manusia. KALAU PEJUANGAN…?  Perjuangan adalah suatu kesungguhan yang disertai dengan usaha yang teratur, tertib, dan terencana untuk mengubah suatu kondisi yang buruk kepada kondisi yang baik sebagaimana kita kehendaki menuju keridhoan Allah SWT.
  • 3.
    Himpunan Mahasiswa Islam(HMI)  merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang turut andil membantu perjuangan bangsa Indonesia. HMI lahir dari kalangan mahasiswa yang memahami situasi dan kondisi bangsa Indonesia dan juga keadaan Islam pada saat itu. HMI berawal dari sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi STI—yang sekarang berubah jadi UII—yang dipelopori oleh Lafran Pane, seorang nasionalis muslim. Pada tanggal 5 Februari 1947 bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1366 H, dari sebuah ruang kelas STI, Lafran Pane dan 14 orang mahasiswa- mahasiswi mendeklarasikan organisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam atau disingkat HMI.
  • 4.
    Beberapa hal yangmempengaruhi latar belakang berdirinya HMI, yaitu;  Pergerakan pemikiran Islam dan situasi Dunia Internasional saat itu.  Situasi NKRI yang baru merdeka 2 tahun setelah dijajah [terutama] oleh Belanda sehingga menimbulkan dampak diberbagai aspek.  Kondisi umat Islam pada saat itu, yakni kesenjangan dan kejumudan umat Islam dalam pengetahuan, pemahaman, dan penghayatan serta pengamalan ajaran Islam.  Kondisi Perguruan Tinggi dan Dunia Kemahasiswaan.
  • 5.
    Pada awal pembentukan,HMI bertujuan diantaranya;  Mempertahankan dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia  Menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam
  • 6.
    Faktor pendukung berdirinyaHMI antara lain:  Posisi dan arti kota Yogya saat itu, yaitu sebagai ibu kota negara, pusat pergerakan Islam, Pusat kebudayaan, dan berada di tengah pulau Jawa.  Kebutuhan Penghayatan dan Keagamaan Mahasiswa. Dan adanya tuntutan kemerdekaan bangsa Indonesia. Faktor Penghambat berdirinya HMI antara lain:  PMY (Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta)  GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia)  PII (Pelajar Islam Indonesia)
  • 7.
    Fase-Fase Perkembangan HMIdalam Perjuangan Bangsa Indonesia:  Fase Konsolidasi Spiritual dan Proses Berdirinya HMI (November 1946-5 Februari 1947)  Fase Berdiri dan Pengokohan (5 Februari-30 November 1947)  Fase Pertumbuhan dan Perkembangan HMI (1950- 1963)  Fase Tantangan I (1964-1965)  Fase Kebangkitan HMI sebagai Pelopor Orde Baru (1966-1968)  Fase Pembangunan (1969-1970)  Fase Pergolakan dan Pembaharuan Pemikiran (1970- 1994)  Fase Reformasi (1995-1999)  Fase Tantangan II (2000-sekarang)
  • 8.
    Bagaimana Karakteristik GerakanHMI….??? Karakteristik khas pola gerakan HMI sejak awal berdirinya adalah tidak memisahkan gerakan politik dengan gerakan keagamaan. Berpolitik bagi HMI adalah suatu keharusan, sebab untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan HMI haruslah dilakukan secara politis. Hal ini dikuatkan pula oleh pendiri HMI, Lafran Pane, bahwa bidang politik tidak akan mungkin dipisahkan dari HMI, sebab itu sudah merupakan watak asli HMI sejak lahir. Namun hal itu bukan berarti HMI menjadi organisasi politik, sebab HMI lahir sebagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan (ormas), yang mennjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan teologisnya, kampus sebagai wahana aktivitasnya, mahasiswa Islam sebagai anggotanya. Background kampus dan idealisme mahasiswa merupakan faktor penyebab HMI senantiasa berpartisipasi aktif dalam merespon problematika yang dihadapi umat dan bangsa, jadi wajar jika HMI tetap memainkan peran politiknya dalam kancah bangsa ini. Selain itu, argumentasi lain dikemukakan oleh Rusli Karim dalam tulisannya; “Walaupun HMI bukan organisasi politik, tetapi ia peka dengan permasalahan politik. Bahkan kadang-kadang karena keterlibatannya yang sangat tinggi dalam aktivitas politik ia dituduh sebagai kelompok penekan (pressure group)”.
  • 9.
    Sekian dan Terimakasih “JanganRagu Bergerak Untuk Perubahan” Yakin Usaha Sampai