Oleh : Alfajri A. Rahman
Ketua UMMU.IMM Kota Ternate
Disampaikan pada saat DAD IMM Fatek UMMU
03 okteber 2013
1. Situasi kehidupan bangsa yang tidak stabil, pemerintahan yang
otoriter dan serba tunggal, serta adanya ancaman komunisme di
Indonesia
2. Terpecah-belahnya umat Islam dalam bentuk saling curiga dan
fitnah, serta kehidupan politik ummat Islam yang semakin buruk
3. Terbingkai-bingkainya kehidupan kampus (mahasiswa) yang
berorientasi pada kepentingan politik praktis
4. Melemahnya kehidupan beragama dalam bentuk merosotnya
akhlak, dan semakin tumbuhnya materialisme-individualisme
5. Sedikitnya pembinaan dan pendidikan agama dalam kampus,
serta masih kuatnya suasana kehidupan kampus yang sekuler
6. Masih membekasnya ketertindasan imperialisme penjajahan
dalam bentuk keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan
7. Masih banyaknya praktek-praktek kehidupan yang serba bid’ah,
khurafat, bahkan ke-syirik-an, serta semakin meningkatnya
misionaris-Kristenisasi
8. Kehidupan ekonomi, sosial, dan politik yang semakin memburuk
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),didirikan
bertepatan pada tanggal 29 Syawal 1384 Hijriyah14 Maret
1964 di Yogyakarta KH A. Badawi. Resepsi peresmian IMM
dilaksanakan di Gedung Dinoto Yogyakarta dengan
penandatanganan ‘Enam Pene-gasan IMM’ oleh KH A.
Badawi, yaitu :
1.Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam
2. Menegaskan bahwa Kepribadian Muhammadiyah adalah
landasan perjuangan IMM
3. Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen
mahasiswa dalam Muhammadiyah
4.Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi maha-siswa
yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-
undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara
5.Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah
ilmiah
6. Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta’ala dan
senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat
Adapun maksud didirikannya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
antara lain adalah sebagai berikut :
1. Turut memelihara martabat dan membela kejayaan bangsa
2. Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam
3. Sebagai upaya menopang, melangsungkan, dan meneruskan
cita-cita pendirian Muhammadiyah
4. Sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha
Muhammadiyah
5. Membina, meningkatkan, dan memadukan iman dan ilmu
serta amal dalam kehidupan bangsa, ummat, dan
persyarikatan
Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang
berakhlak mulia dalam rangka mencpai tujuan
Muhammadiyah
Dalam Pedoman PP Muhammadiyah No.
02/PED/I.0/B/2012tanggal 16 April 2012 tentang: Perguruan
Tinggi Muhammadiyah, Bab X Pasal 28 (Mahasiswa, Organisasi
Kemahasiswaan, dan Alumni) butir 2: Organisasi
Kemahasiswaan di PTM terdiri atas : IMM, Dewan Perwakilan
Mahasiswa, BEM, dan UKM. Bahkan hasil rakernas Lokakarya
dan Agenda Aksi Kaderisasi di PTM yang diaksanakan di
Yogyakarta tanggal 21-22 April 2006, juga menegaskan
tentang format hubungan antara IMM dan PTM yang
bersifat fungsional, aspiratif, koordinatif dan non-
struktural. Fungsional artinya keberadaan IMM di PTM itu
harus khas menopang misi PTM di mana dia berada, beda
dengan IMM di luar PTM, dan aspiratif itu karena memang
seaspirasi, jadi karena IMM itu Ortom Muhammadiyah
sedangkan PTM itu amal usaha Muhammadiyah.
Muhadjir Effendy (Rektor UMM Malang) juga mengatakan
keberadaan IMM di PTM memiliki kaitan khusus. Oleh karena itulah
membuat keberadaannya berbeda dengan organisasi-organisasi
ekstra universitas yang lain, karena IMM dan PTM sama-sama berada
di dalam Persyarikatan Muhammadiyah, serta sama-sama membawa
misi Persyarikatan. Karena itu PTM juga harus memberi dukungan
berupa bimbingan dan fasilitas serta ruang gerak yang leluasa
kepada IMM dengan tanpa memperkecil kemandirian IMM sebagai
organisasi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan PTM.
Muhadjir Effendy (Rektor UMM Malang) juga mengatakan
keberadaan IMM di PTM memiliki kaitan khusus. Oleh karena itulah
membuat keberadaannya berbeda dengan organisasi-organisasi
ekstra universitas yang lain, karena IMM dan PTM sama-sama berada
di dalam Persyarikatan Muhammadiyah, serta sama-sama membawa
misi Persyarikatan. Karena itu PTM juga harus memberi dukungan
berupa bimbingan dan fasilitas serta ruang gerak yang leluasa
kepada IMM dengan tanpa memperkecil kemandirian IMM sebagai
organisasi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan PTM.
Sebaliknya, pimpinan PTM harus membina dan
memberikan fasilitas yang diperlukan IMM di
lingkungannya. Sebagian dari bentuk konkrit
hubungan “aspiratif fungsional” ini adalah,
Pimpinan PTM: (a) bertindak sebagai pembina
IMM di lingkungannya, (b) menyediakan
anggaran khusus, tempat khusus, guna
menunjang kegiatan IMM, dan sebagainya.
Di lain pihak, IMM di PTM hendaknya punya
tekanan program yang khas, misalnya kegiatan
yang lebih bernafaskan Islam, menyiapkan
kader-kader yang akan diproyeksikan di
organisasi kemahasiswaan intra universiter, dan
sebagainya.
Serta menurut Said Tuhuleley ada tiga varian IMM
di PTM:
(1) Proteksi tidak boleh ada organisasi lain
selain IMM di kampus,
(2) IMM hadir di PT sesuai Qaidah PTM (Sekarang
Pedoman PP Muhammadiyah tahun 2012
tentang PTM) dan diperlakukan khusus,
(3) IMM dimusuhi karena suka merecoki pimpinan
PTM saja.
Tinjaun paradigmati tentaindentitasnya yang
terbagai ng eksistensi IMM, secara litelatur
sudah terkonsepsikan dalam enam poin yakni
1, sebagai kader yang didukung kualitas (2),
memadukan akidah dan intelektualitas (3),
tertib ibadah (4), tekun belajar (5) ilmu
amaliah dan amal alimiah dan (6) untuk
kepentingan masyarakat.
IMM telah menjalani perjalanan panajng dalam rentang
waktu 49 tahun apa kontribusi dan peran IMM yang
dapat dirasakan oleh muhammadiyah khususnya.
Seberapa banyak kader-kader IMM berperan
khususnya di lingkup persyarikatan dan umum
dilingkp negara?,,,,,bagaimana IMM memandang
rumahnya sendiri yakni 175 perguruan tinggi.
Perangkat keras yang memungkinkan IMM tumbuh dan
berkembang telah tersedia. Mampu tidak kader IMM
memanfaatkan semua fasilitasi tersebut kembali
kepada kader IMM itu sendiri,,,satu hal yang jelas,
sebagai orang muda yang sekaligus sebagai insya
akademik IMM tidak semestinya bagai anak ayam mati
di lubung padi.......IMM harus bergerak dan
memanfaatkan semua potensi itu dengan cerdas
unttuk meralisai misi gagah mahasiswa sebagai agent
of change
Kader IMM khusunya dan muhammadiyah pada
umumnya tidak patut menjadi penonton
dalam dunia yang makin sempit akibat
pesatnya perkembangan sains dan teknologi
khusunya teknologi informasi.

Ke imman power point

  • 1.
    Oleh : AlfajriA. Rahman Ketua UMMU.IMM Kota Ternate Disampaikan pada saat DAD IMM Fatek UMMU 03 okteber 2013
  • 2.
    1. Situasi kehidupanbangsa yang tidak stabil, pemerintahan yang otoriter dan serba tunggal, serta adanya ancaman komunisme di Indonesia 2. Terpecah-belahnya umat Islam dalam bentuk saling curiga dan fitnah, serta kehidupan politik ummat Islam yang semakin buruk 3. Terbingkai-bingkainya kehidupan kampus (mahasiswa) yang berorientasi pada kepentingan politik praktis 4. Melemahnya kehidupan beragama dalam bentuk merosotnya akhlak, dan semakin tumbuhnya materialisme-individualisme 5. Sedikitnya pembinaan dan pendidikan agama dalam kampus, serta masih kuatnya suasana kehidupan kampus yang sekuler 6. Masih membekasnya ketertindasan imperialisme penjajahan dalam bentuk keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan 7. Masih banyaknya praktek-praktek kehidupan yang serba bid’ah, khurafat, bahkan ke-syirik-an, serta semakin meningkatnya misionaris-Kristenisasi 8. Kehidupan ekonomi, sosial, dan politik yang semakin memburuk
  • 3.
    Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM),didirikan bertepatan pada tanggal 29 Syawal 1384 Hijriyah14 Maret 1964 di Yogyakarta KH A. Badawi. Resepsi peresmian IMM dilaksanakan di Gedung Dinoto Yogyakarta dengan penandatanganan ‘Enam Pene-gasan IMM’ oleh KH A. Badawi, yaitu : 1.Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam 2. Menegaskan bahwa Kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM 3. Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah 4.Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi maha-siswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang- undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara
  • 4.
    5.Menegaskan bahwa ilmuadalah amaliah dan amal adalah ilmiah 6. Menegaskan bahwa amal IMM adalah lillahi ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat Adapun maksud didirikannya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah antara lain adalah sebagai berikut : 1. Turut memelihara martabat dan membela kejayaan bangsa 2. Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam 3. Sebagai upaya menopang, melangsungkan, dan meneruskan cita-cita pendirian Muhammadiyah 4. Sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah 5. Membina, meningkatkan, dan memadukan iman dan ilmu serta amal dalam kehidupan bangsa, ummat, dan persyarikatan
  • 5.
    Mengusahakan terbentuknya akademisiIslam yang berakhlak mulia dalam rangka mencpai tujuan Muhammadiyah
  • 6.
    Dalam Pedoman PPMuhammadiyah No. 02/PED/I.0/B/2012tanggal 16 April 2012 tentang: Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Bab X Pasal 28 (Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan, dan Alumni) butir 2: Organisasi Kemahasiswaan di PTM terdiri atas : IMM, Dewan Perwakilan Mahasiswa, BEM, dan UKM. Bahkan hasil rakernas Lokakarya dan Agenda Aksi Kaderisasi di PTM yang diaksanakan di Yogyakarta tanggal 21-22 April 2006, juga menegaskan tentang format hubungan antara IMM dan PTM yang bersifat fungsional, aspiratif, koordinatif dan non- struktural. Fungsional artinya keberadaan IMM di PTM itu harus khas menopang misi PTM di mana dia berada, beda dengan IMM di luar PTM, dan aspiratif itu karena memang seaspirasi, jadi karena IMM itu Ortom Muhammadiyah sedangkan PTM itu amal usaha Muhammadiyah.
  • 7.
    Muhadjir Effendy (RektorUMM Malang) juga mengatakan keberadaan IMM di PTM memiliki kaitan khusus. Oleh karena itulah membuat keberadaannya berbeda dengan organisasi-organisasi ekstra universitas yang lain, karena IMM dan PTM sama-sama berada di dalam Persyarikatan Muhammadiyah, serta sama-sama membawa misi Persyarikatan. Karena itu PTM juga harus memberi dukungan berupa bimbingan dan fasilitas serta ruang gerak yang leluasa kepada IMM dengan tanpa memperkecil kemandirian IMM sebagai organisasi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan PTM. Muhadjir Effendy (Rektor UMM Malang) juga mengatakan keberadaan IMM di PTM memiliki kaitan khusus. Oleh karena itulah membuat keberadaannya berbeda dengan organisasi-organisasi ekstra universitas yang lain, karena IMM dan PTM sama-sama berada di dalam Persyarikatan Muhammadiyah, serta sama-sama membawa misi Persyarikatan. Karena itu PTM juga harus memberi dukungan berupa bimbingan dan fasilitas serta ruang gerak yang leluasa kepada IMM dengan tanpa memperkecil kemandirian IMM sebagai organisasi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan PTM.
  • 8.
    Sebaliknya, pimpinan PTMharus membina dan memberikan fasilitas yang diperlukan IMM di lingkungannya. Sebagian dari bentuk konkrit hubungan “aspiratif fungsional” ini adalah, Pimpinan PTM: (a) bertindak sebagai pembina IMM di lingkungannya, (b) menyediakan anggaran khusus, tempat khusus, guna menunjang kegiatan IMM, dan sebagainya. Di lain pihak, IMM di PTM hendaknya punya tekanan program yang khas, misalnya kegiatan yang lebih bernafaskan Islam, menyiapkan kader-kader yang akan diproyeksikan di organisasi kemahasiswaan intra universiter, dan sebagainya.
  • 9.
    Serta menurut SaidTuhuleley ada tiga varian IMM di PTM: (1) Proteksi tidak boleh ada organisasi lain selain IMM di kampus, (2) IMM hadir di PT sesuai Qaidah PTM (Sekarang Pedoman PP Muhammadiyah tahun 2012 tentang PTM) dan diperlakukan khusus, (3) IMM dimusuhi karena suka merecoki pimpinan PTM saja.
  • 10.
    Tinjaun paradigmati tentaindentitasnyayang terbagai ng eksistensi IMM, secara litelatur sudah terkonsepsikan dalam enam poin yakni 1, sebagai kader yang didukung kualitas (2), memadukan akidah dan intelektualitas (3), tertib ibadah (4), tekun belajar (5) ilmu amaliah dan amal alimiah dan (6) untuk kepentingan masyarakat.
  • 11.
    IMM telah menjalaniperjalanan panajng dalam rentang waktu 49 tahun apa kontribusi dan peran IMM yang dapat dirasakan oleh muhammadiyah khususnya. Seberapa banyak kader-kader IMM berperan khususnya di lingkup persyarikatan dan umum dilingkp negara?,,,,,bagaimana IMM memandang rumahnya sendiri yakni 175 perguruan tinggi. Perangkat keras yang memungkinkan IMM tumbuh dan berkembang telah tersedia. Mampu tidak kader IMM memanfaatkan semua fasilitasi tersebut kembali kepada kader IMM itu sendiri,,,satu hal yang jelas, sebagai orang muda yang sekaligus sebagai insya akademik IMM tidak semestinya bagai anak ayam mati di lubung padi.......IMM harus bergerak dan memanfaatkan semua potensi itu dengan cerdas unttuk meralisai misi gagah mahasiswa sebagai agent of change
  • 12.
    Kader IMM khusunyadan muhammadiyah pada umumnya tidak patut menjadi penonton dalam dunia yang makin sempit akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi khusunya teknologi informasi.