GOWA-TALLO &
BONE
Oleh :
Alya Ermawan
Dewonggo Satrio N.
Indrany Yulian Putri
Rinjani Putri Pertiwi
Sugih Rachmat P.
KERAJAANGOWA-TALLO
KERAJAAN TALLO
Masuknya Islam
• Kedatangan pedagang-pedagang muslim yang
datang ke sulawesi selatan (abad 16 dan 17 )
• Kedatangan para mubaliqh dari Melayu :
– Abdul Makmur, Khatib Tunggal, yang lebih populer
dengan nama Datuk ri Bandang.
– Sulaiman, Khatib Sulung, yang lebih populer dengan
nama Datuk Patimang.
– Abdul Jawad, Khatib Bungsu, yang lebih dikenal
dengan nama Datuk ri Tiro.
• Raja pertama yang masuk Islam adalah raja Sultan
Allaudin (1593-1639)
Masa Kejayaan
• Kerajaan Gowa-Talo mencapai puncak
kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan
Hasannudin (1653 – 1669).
• Ia berhasil memperluas wilayah kekuasaannya
yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang
subur serta daerah-daerah yang dapat
menunjang keperluan perdagangan Makasar.
Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke
Nusa Tenggara Barat.
• SH ingin menjadikan Gowa sebagai pusat
perdagangan di Asia Tenggara.
• Daerah kekuasaan Makasar luas, seluruh jalur
perdagangan di Indonesia Timur dapat
dikuasai SH.
• Sultan Hasannudin terkenal sebagai raja yang
sangat anti kepada dominasi asing.
• Belanda memberikan julukan padanya sebagai
Ayam Jantan dari Timur.
Masa Keruntuhan
• Adanya kerjasama Arung Palaka (Kerajaan Bone)
dengan VOC. Karena masing-masing dari mereka
mempunyai tujuan yang sama menjatuhkan
Kerajaan Gowa.
• Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda
dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan
secara terpaksa kerajaan Makasar harus
mengakui kekalahannya dan menandatangai
perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu
sangat merugikan kerajaan Makasar.
Isi dari perjanjian Bongaya antara lain:
• a. VOC memperoleh hak monopoli
perdagangan di Makasar.
• b. Belanda dapat mendirikan benteng di
Makasar.
• c. Makasar harus melepaskan daerah-daerah
jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di
luar Makasar.
• d. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.
Peninggalan Gowa…
Istana Balla LompoaFort RotterdamMasjid KatangkaBenteng
Somba Opu
Museum
Karaeng
Pattingalloang
Pemakaman
Kesultanan Gowa
Apakah Pinisi alasan dari pernyataan
“nenek moyangku seorang pelaut”...?
 Pinisi merupakan salah satu warisan budaya
rakyat Gowa yang suka merantau.
 Saat ini, pinisi banyak digunakan untuk
melakukan ekspedisi barang.
Tentang BONE...
 Akkarungeng ri Bone (Kesultanan Bone) terletak di
Sulawesi bagian barat daya.
 Kerajaan ini memiliki luas wilayah sekitar 2.600 km2.
BONE
Tentang BONE....
 Bone masuk ke dalam “Tallum Pocco” yaitu
persekutuan tiga kerajaan (Bone, Soppeng, dan
Wajo)
MASUKNYA ISLAM
 Adanya musu sellenge (perang pengislaman)
 Ajakan Sultan Alauddin (raja Gowa) kepada Raja La
Tenriruwa dan rakyatnya untuk memeluk Islam
 Namun ketika agama islam masuk ke Kerajaan Bone
mendapat tantangan oleh para Ade pitu (kaum adat)
 Tetapi dengan berjalannya waktu Pada tahun 1910
Bone secara resmi masuk Islam, pada masa
pemerintahan Raja Bone XIII yaitu La Madderemueng
(1631-1644) mulailah Kerajaan Bone berbenah diri
dengan melaksanakan hukum Islam ke dalam
lembaga tradisi Bone
Masa kejayaan
 Arung Palakka (arumpone ke-16) membawa
Bone pada masa kejayaan.
 Berkat persekutuannya dengan VOC, ia berhasil
mengantarkan Bone menuju kemenangannya
atas Kesultanan Gowa pada tahun 1666.
 Sejak runtuhnya Kerajaan Gowa pasca munculnya
Perjanjian Bongaya, Kerajaan Bone bangkit menjadi
satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh paling
besar. Hingga awal XX, Kerajaan Bone memainkan
peran penting dalam sejarah politik di Sulawesi
Selatan.
Masa keruntuhan
 Akibat kemajuan Bone pada bidang ekonomi dan
politik (abad ke – 19) membuat belanda merasa
tersaingi.
 terjadi perang di tahun1859-1860 dan perang yang
terjadi pada tahun 1859-1860. Hingga Serangan yang
dilancarkan pemerintah Kolonial pada tahun 1905
yang menandai berakhirnya Kerajaan Bone pada
masa La Pawawoi Karaeng Segeri
Peninggalan bone…
Bola SobaMasjid Raya
Watampone
Museum
Lapawawoi
Tana Bangkalae
Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo dan Bone

Sejarah Kerajaan Gowa-Tallo dan Bone

  • 1.
    GOWA-TALLO & BONE Oleh : AlyaErmawan Dewonggo Satrio N. Indrany Yulian Putri Rinjani Putri Pertiwi Sugih Rachmat P.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Masuknya Islam • Kedatanganpedagang-pedagang muslim yang datang ke sulawesi selatan (abad 16 dan 17 ) • Kedatangan para mubaliqh dari Melayu : – Abdul Makmur, Khatib Tunggal, yang lebih populer dengan nama Datuk ri Bandang. – Sulaiman, Khatib Sulung, yang lebih populer dengan nama Datuk Patimang. – Abdul Jawad, Khatib Bungsu, yang lebih dikenal dengan nama Datuk ri Tiro. • Raja pertama yang masuk Islam adalah raja Sultan Allaudin (1593-1639)
  • 5.
    Masa Kejayaan • KerajaanGowa-Talo mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin (1653 – 1669). • Ia berhasil memperluas wilayah kekuasaannya yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang subur serta daerah-daerah yang dapat menunjang keperluan perdagangan Makasar. Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke Nusa Tenggara Barat. • SH ingin menjadikan Gowa sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.
  • 6.
    • Daerah kekuasaanMakasar luas, seluruh jalur perdagangan di Indonesia Timur dapat dikuasai SH. • Sultan Hasannudin terkenal sebagai raja yang sangat anti kepada dominasi asing. • Belanda memberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dari Timur.
  • 7.
    Masa Keruntuhan • Adanyakerjasama Arung Palaka (Kerajaan Bone) dengan VOC. Karena masing-masing dari mereka mempunyai tujuan yang sama menjatuhkan Kerajaan Gowa. • Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar.
  • 8.
    Isi dari perjanjianBongaya antara lain: • a. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar. • b. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar. • c. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar. • d. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.
  • 9.
    Peninggalan Gowa… Istana BallaLompoaFort RotterdamMasjid KatangkaBenteng Somba Opu Museum Karaeng Pattingalloang Pemakaman Kesultanan Gowa
  • 10.
    Apakah Pinisi alasandari pernyataan “nenek moyangku seorang pelaut”...?  Pinisi merupakan salah satu warisan budaya rakyat Gowa yang suka merantau.  Saat ini, pinisi banyak digunakan untuk melakukan ekspedisi barang.
  • 11.
    Tentang BONE...  Akkarungengri Bone (Kesultanan Bone) terletak di Sulawesi bagian barat daya.  Kerajaan ini memiliki luas wilayah sekitar 2.600 km2. BONE
  • 12.
    Tentang BONE....  Bonemasuk ke dalam “Tallum Pocco” yaitu persekutuan tiga kerajaan (Bone, Soppeng, dan Wajo)
  • 13.
    MASUKNYA ISLAM  Adanyamusu sellenge (perang pengislaman)  Ajakan Sultan Alauddin (raja Gowa) kepada Raja La Tenriruwa dan rakyatnya untuk memeluk Islam  Namun ketika agama islam masuk ke Kerajaan Bone mendapat tantangan oleh para Ade pitu (kaum adat)  Tetapi dengan berjalannya waktu Pada tahun 1910 Bone secara resmi masuk Islam, pada masa pemerintahan Raja Bone XIII yaitu La Madderemueng (1631-1644) mulailah Kerajaan Bone berbenah diri dengan melaksanakan hukum Islam ke dalam lembaga tradisi Bone
  • 14.
    Masa kejayaan  ArungPalakka (arumpone ke-16) membawa Bone pada masa kejayaan.  Berkat persekutuannya dengan VOC, ia berhasil mengantarkan Bone menuju kemenangannya atas Kesultanan Gowa pada tahun 1666.  Sejak runtuhnya Kerajaan Gowa pasca munculnya Perjanjian Bongaya, Kerajaan Bone bangkit menjadi satu-satunya kerajaan yang memiliki pengaruh paling besar. Hingga awal XX, Kerajaan Bone memainkan peran penting dalam sejarah politik di Sulawesi Selatan.
  • 15.
    Masa keruntuhan  Akibatkemajuan Bone pada bidang ekonomi dan politik (abad ke – 19) membuat belanda merasa tersaingi.  terjadi perang di tahun1859-1860 dan perang yang terjadi pada tahun 1859-1860. Hingga Serangan yang dilancarkan pemerintah Kolonial pada tahun 1905 yang menandai berakhirnya Kerajaan Bone pada masa La Pawawoi Karaeng Segeri
  • 16.
    Peninggalan bone… Bola SobaMasjidRaya Watampone Museum Lapawawoi Tana Bangkalae