Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Keperawatan Komunitas III Semester VI
Oleh :
Marni Banowati
11102019
DEPARTEMEN KESEHATAN R.I
POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BANDUNG
2005
PROPOSAL KEGIATAN PENYEGARAN KADER
DI RW 07 KELURAHAN GARUDA
KECAMATAN CIROYOM KOTA BANDUNG
Pelaksana
Marni Banowati
PROPOSAL KEGIATAN PENYEGARAN KADER DI RW 07
KELURAHAN GARUDA KECAMATAN CIROYOM KOTA
BANDUNG
I. PENDAHULUAN
Perawat sebagai orang pertama dalam tatanan pelayanan kesehatan,
melaksanakan fungsi-fungsi yang sangat relevan dengan kebutuhan individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat Dalam memberikan asuhan perawatan
kesehatan masyarakat, perawat melihat masyarakat sebagai kumpulan
individu dalam suatu hubungan yang saling ketergantungan untuk
memperoleh kebutuhan hidupnya secara terorganisir. Dalam kesehatan
masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran pelayanan,
kerena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Apabila ada salah
satu anggota keluarga mempunyai masalah keperawatan atau kesehatan akan
mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok
dan masyarakat disekitarnya.
Kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat merupakan tujuan dari keperawatan, khususnya perawatan
kesehatan masyarakat yang lebih menekankan kepada upaya peningkatan
kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan kesehatan dan
keperawatan, dengan tidak melupakan upaya-upaya pengobatan dan
perawatan serta pemulihan bagi yang sedang menderita penyakit maupun
dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit. Perawatan kesehatan masyarakat
ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan, serta
memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar
keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat
dalam mengatasi berbagai masalah keperawatan kesehatan yang dihadapinya
dalam kehidupan sehari-hari.
Pelayanan kesehatan utama merupakan pendekatan yang praktis untuk
melaksanakan asuhan perawatan kesehatan masyarakat di tingkat individu,
keluarga dan masyarakat, dalam bentuk yang dapat diterima dan sesuai
dengan kemampuan yang dimilikinya, dengan melibatkan partisipasi
sepenuhnya dari masyarakat. Secara operasional di Indonesia dalam bentuk
pembangunan kesehatan masyarakat desa dengan kegiatan nyata yang
melibatkan partisipasi masyarakat sebagai seorang kader dalam mengelola
kegiatan Posyandu.
Kader adalah tenaga sukarela tanpa pamrih yang merasa terpanggil
atau dipercaya oleh warga atau pimpinan desa untuk memajukan masyarakat
di lingkungannya. Sebagai salah satu syarat menjadi seorang kader,
diharuskan mengikuti pelatihan kader pembangunan kesehatan. Pelatihan
kader terdiri dari 3 jenis, yaitu pelatihan dasar, penyegaran dan pembinaan.
Dalam pelatihan tersebut terdapat 14 modul pelatihan yang dapat diikuti
diantaranya yaitu pengantar kegiatan posyandu, persiapan kegiatan posyandu,
pertumbuhan anak, imunisasi, makanan sehat, kurang gizi, kesehatan mata,
kesehatan ibu, kurang darah, KB, diare, motivasi jalur agama, pencatatandan
pelaporan, serta pelaksanaan kegiatan bulanan.
Dalam kesempatan ini, pelatihan yang akan diberikan adalah pelatihan
penyegaran. Pelatihan penyegaran ini dilaksanakan berhubungan dengan
banyaknya masalah-masalah kesehatan yang muncul akhir-akhir ini sehingga
menuntut para kader untuk memberikan pelayan kesehatan masyarakat secara
optimal. Dimana seorang kader harus mampu menjadi fasilitator dan
motivator bagi anggota masyarakat. Sehingga dengan pelatihan penyegaran
ini dapat menciptakan kader-kader yang mempunyai potensi dan kesadaran
yang tinggi akan masalah-masalah kesehatan yang muncul di daerah tempat
tinggalnya.
Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk membuat proposal
latihan Penyegaran Kader di RW 07 Kelurahan Garuda Kecamatan Ciroyom
Kota Bandung.
II. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Kader mampu menjadi fasilitator dan motivator bagi anggota masyarakat
agar dapat mengikuti program-program yang dijalankan oleh kader.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pelatihan kader selama 2 hari diharapkan sasaran
dapat:
1. Menjelaskan pengertian kesehatan dengan benar
2. Memahami program-program yang dijalankan pemerintah
3. Menyebutkan pengertian pengantar kegiatan posyandu,
imunisasi, kurang gizi
4. Menyebutkan pengertian makanan sehat, KB, diare.
III. PESERTA
Yang menjadi peserta dalam pelatihan penyegaran ini yaitu kader RW
07 Kelurahan Garuda Kecamatan Ciroyom Kota Bandung.
IV. MATERI
1. Pengantar kegiatan posyandu
2. Persiapan kegiatan posyandu
3. Pertumbuhan anak
4. Imunisasi
5. Makanan sehat
6. Kurang gizi
7. Kesehatan Mata
8. Kesehatan ibu
9. Kurang darah
10. KB
11. Diare ( Materi terlampir di dalam SAP )
12. Motivasi jalur agama
13. Pencatatan dan pelaporan
14. Pelaksanaan kegiatan bulanan
V. METODA
Metoda yang digunakan dalam penyuluhan penyegaran ini adalah
menggunakan metoda ceramah, diskusi dan demonstrasi.
VI. WAKTU PELATIHAN
Hari/Tgl Jam Acara Pelatihan Pelatih
Penanggung
Jawab
2 Juli
2005
08.00-10.00 Pengantar Kegiatan
Posyandu
Marni Pak Husni
10.30-11.30 Imunisasi Marni Ibu Neneng
12.30-13.30 Kurang Gizi Marni Pak Mamat
3 Juli
2005
08.00-09.30 Makanan Sehat Marni Ibu Dede
10.00-11.00 KB Marni Ibu Ijuh
11.30-13.00 Diare Marni Pak Asep
VII. TEMPAT PELATIHAN
Pelatihan dilaksanakan di laksanakan di kantor RW 07 Kelurahan
Garuda Kecamatan Ciroyom Kota Bandung.
VIII. EVALUASI
Terlampir
SAP
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Masalah : Kurangnya Informasi Kepada Kader RW 07 Kelurahan
Garuda Mengenai Penyakit Diare
Pokok Bahasan : Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan
Sub Pokok Bahasan : Penyakit Diare Pada Balita
Sasaran : Kader RW 07 Kelurahan Garuda
Waktu : 20 menit
Pertemuan Ke : 1 ( satu )
Tanggal : 4 Juli 2005
Tempat : Posyandu Garuda RW 07 Kelurahan Garuda Kecamatan
Ciroyom Kota Bandung
I. Tujuan Intruksional Umum ( TIU )
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami penyakit diare
II. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK )
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menyebutkan pengertian diare dengan baik
2. Menyebutkan 4 dari 8 penyebab terjadinya diare tanpa melihat
leaflet
3. Menyebutkan 2 dari 4 tanda dan gejala penyakit diare dengan
benar tanpa melihat leaflet
4. Menyebutkan 2 dari 4 bahaya diare tanpa melihat leaflet
5. Menyebutkan 3 dari 6 pencegahan terjadinya diare tanpa melihat
leaflet
6. Menyebutkan penatalaksanaan diare di rumah dengaan benar
7. Mendemonstrasikan cara pembuatan larutan gula garam dengan
baik
III. Materi Penyuluhan
1. Perngertian Diare
2. Penyebab Diare
3. Tanda dan Gejala Diare
4. Bahaya Diare
5. Pencegahan Diare
6. Penatalaksanaan Diare di Rumah
7. Cara Membuat Larutan gula garam
IV. Kegiatan Belajar Mengajar
• Metode : Ceramah, diskusi dan demonstrasi
• Langkah-langkah kegiatan
A. Kegiatan Pra pembelajaran
1. Mempersiapkan materi, media dan tempat
2. Kontrak waktu
B. Membuka pembelajaran
1. Memberi salam
2. Perkenalan
3. Menyampaikan pokok bahasan
4. Menjelaskan tujuan
5. Apersepsi
C. Kegiatan inti
1. Penyuluh menyampaikan materi
2. Sasaran menyimak materi
3. Sasaran mengajukan pertanyaan
4. Penyuluh menjawab pertanyaan
5. Penyuluh mendemonstrasikan pembuatan larutan gula garam
6. Sasaran mencoba membuat larutan gula garam
D. Penutup
1. Melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan secara lisan
2. Menyimpulkan materi bersama dengan sasaran
3. Memberi salam
• Media dan Sumber
 Media : -
 Sumber :
• WHO Alih Bahasa dr. Petrus Adrianto. 1999. Buku
Penatalaksanaan dan Pencegahan Diare Akut Edisi 2 :
Jakarta. EGC.
• WHO. 1992. Buku Diare Akut Edisi 2 : Jakarta. EGC.
• Direktoral Jendral PPM PLP. 1994. Buku Kader Kesehatan
Lingkungan : Jakarta. Departemen Kesehatan RI.
V. Evaluasi
• Prosedur : Post tes
• Jenis Tes : Pertanyaan lisan
• Butir soal :
1. Apa yang disebut dengan Diare ?
2. Sebutkan 4 dari 8 penyebab terjadinya diare ?
3. Menyebutkan 2 dari 4 tanda dan gejala penyakit diare ?
4. Menyebutkan 2 dari 4 bahaya diare ?
5. Menyebutkan 3 dari 6 pencegahan diare ?
6. Sebutkan penatalaksanaan diare di rumah ?
7. Demonstrasikan cara pembuatan larutan gula garam ?
• Kunci jawaban terlampir dalam materi
Penyuluh
LAMPIRAN MATERI
DIARE
1. Pengertian Diare
Diare adalah berak encer atau cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam 24 jam.
2. Penyebab Diare
a. Minum air tidak dimasak
b. Makan jajanan kurang bersih
c. Makan dengan tangan yang kotor
d. Berak disembarang tempat
e. Mengguankan air kotor untuk keperluan sehari-hari
f. Makanan tidak ditutup sehingga dihinggapi lalat dan terkena debu dan
kotoran
g. Ikan, jamur atau singkong dan makan makanan yang mengandung racun
h. Makanan dan minuman yang basi atau menggunakan zat pewarna
berlebihan
3. Tanda Dan Gejala Diare
a. Berak encer atau cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam
b. Gelisah dan rewel
c. Badan lemah dan lesu
d. Muntah-muntah
e. Rasa haus
f. Menurunnya nafsu makan
4. Bahaya Diare
a. Zat-zat gizi hilang dari tubuh
b. Penderita akan kehilangan cairan tubuh
c. Seseorang dengan diare tidak merasa lapar
d. Penderita tersebut menjadi lesu dan lemas
e. Penderita dapat meninggal bila kehilangan cairan tubuh lebih banyak
5. Pencegahan Diare
a. Berikan hanya ASI selama 4 – 6 bulan pertama dan
teruskan menyusui paling kurang selama tahun pertama..
b. Berikan makanan penyapih bergizi yang bersih pada 4 – 6
bulan.
c. Berikan makanan yang baru dimasak dengan baik dengan
menggunakan air bersih.
d. Semua anggota keluarga mencuci tangannya dengan air
sabun sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan dan setelah berak.
e. Secepatnya membuang tinja anak kecil ke kakus.
6. Penatalaksanaan Diare di Rumah
Dengan Cara Membuat Larutan Gula Garam (LGG)
 Bahan dan alat yang diperlukan
1. Gula pasir sebanyak 1 (satu) sendok teh munjung
2. Garam dapur yang halus sebanyak ¼ (seperempat) sendok teh
3. Air masak atau air teh yang hangat (tidak selagi mendidih)
sebanyak 1 (satu) gelas
4. Gelas belimbing / lainnya yang sama ukurannya, dan sendok teh
 Cara membuat larutan gula garam (LGG)
1. Sebelum membuat, cucilah tangan sampai bersih
2. Tuangkan air masak, atau air teh ke dalam gelas sebanyak 1 (satu)
gelas
3. Masukkanlah “gula pasir” dan “garam” menurut takaran yang telah
ditentukan
4. Aduklah sampai gula dan garam menjadi larut semua
5. Minumlah sebanyak anak mau. Bila habis dibuatkan lagi dengan cara
yang sama.
SAP Diare

SAP Diare

  • 1.
    Disusun Untuk MemenuhiSalah Satu Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas III Semester VI Oleh : Marni Banowati 11102019 DEPARTEMEN KESEHATAN R.I POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BANDUNG
  • 2.
  • 3.
    PROPOSAL KEGIATAN PENYEGARANKADER DI RW 07 KELURAHAN GARUDA KECAMATAN CIROYOM KOTA BANDUNG Pelaksana Marni Banowati
  • 4.
    PROPOSAL KEGIATAN PENYEGARANKADER DI RW 07 KELURAHAN GARUDA KECAMATAN CIROYOM KOTA BANDUNG I. PENDAHULUAN Perawat sebagai orang pertama dalam tatanan pelayanan kesehatan, melaksanakan fungsi-fungsi yang sangat relevan dengan kebutuhan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat Dalam memberikan asuhan perawatan kesehatan masyarakat, perawat melihat masyarakat sebagai kumpulan individu dalam suatu hubungan yang saling ketergantungan untuk memperoleh kebutuhan hidupnya secara terorganisir. Dalam kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran pelayanan, kerena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Apabila ada salah satu anggota keluarga mempunyai masalah keperawatan atau kesehatan akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok dan masyarakat disekitarnya. Kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat merupakan tujuan dari keperawatan, khususnya perawatan kesehatan masyarakat yang lebih menekankan kepada upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai gangguan kesehatan dan keperawatan, dengan tidak melupakan upaya-upaya pengobatan dan perawatan serta pemulihan bagi yang sedang menderita penyakit maupun dalam kondisi pemulihan terhadap penyakit. Perawatan kesehatan masyarakat ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan, serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan sebagai dasar keahliannya dalam membantu individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah keperawatan kesehatan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan kesehatan utama merupakan pendekatan yang praktis untuk melaksanakan asuhan perawatan kesehatan masyarakat di tingkat individu, keluarga dan masyarakat, dalam bentuk yang dapat diterima dan sesuai
  • 5.
    dengan kemampuan yangdimilikinya, dengan melibatkan partisipasi sepenuhnya dari masyarakat. Secara operasional di Indonesia dalam bentuk pembangunan kesehatan masyarakat desa dengan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat sebagai seorang kader dalam mengelola kegiatan Posyandu. Kader adalah tenaga sukarela tanpa pamrih yang merasa terpanggil atau dipercaya oleh warga atau pimpinan desa untuk memajukan masyarakat di lingkungannya. Sebagai salah satu syarat menjadi seorang kader, diharuskan mengikuti pelatihan kader pembangunan kesehatan. Pelatihan kader terdiri dari 3 jenis, yaitu pelatihan dasar, penyegaran dan pembinaan. Dalam pelatihan tersebut terdapat 14 modul pelatihan yang dapat diikuti diantaranya yaitu pengantar kegiatan posyandu, persiapan kegiatan posyandu, pertumbuhan anak, imunisasi, makanan sehat, kurang gizi, kesehatan mata, kesehatan ibu, kurang darah, KB, diare, motivasi jalur agama, pencatatandan pelaporan, serta pelaksanaan kegiatan bulanan. Dalam kesempatan ini, pelatihan yang akan diberikan adalah pelatihan penyegaran. Pelatihan penyegaran ini dilaksanakan berhubungan dengan banyaknya masalah-masalah kesehatan yang muncul akhir-akhir ini sehingga menuntut para kader untuk memberikan pelayan kesehatan masyarakat secara optimal. Dimana seorang kader harus mampu menjadi fasilitator dan motivator bagi anggota masyarakat. Sehingga dengan pelatihan penyegaran ini dapat menciptakan kader-kader yang mempunyai potensi dan kesadaran yang tinggi akan masalah-masalah kesehatan yang muncul di daerah tempat tinggalnya. Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk membuat proposal latihan Penyegaran Kader di RW 07 Kelurahan Garuda Kecamatan Ciroyom Kota Bandung. II. TUJUAN a. Tujuan Umum Kader mampu menjadi fasilitator dan motivator bagi anggota masyarakat agar dapat mengikuti program-program yang dijalankan oleh kader.
  • 6.
    b. Tujuan Khusus Setelahdilakukan pelatihan kader selama 2 hari diharapkan sasaran dapat: 1. Menjelaskan pengertian kesehatan dengan benar 2. Memahami program-program yang dijalankan pemerintah 3. Menyebutkan pengertian pengantar kegiatan posyandu, imunisasi, kurang gizi 4. Menyebutkan pengertian makanan sehat, KB, diare. III. PESERTA Yang menjadi peserta dalam pelatihan penyegaran ini yaitu kader RW 07 Kelurahan Garuda Kecamatan Ciroyom Kota Bandung. IV. MATERI 1. Pengantar kegiatan posyandu 2. Persiapan kegiatan posyandu 3. Pertumbuhan anak 4. Imunisasi 5. Makanan sehat 6. Kurang gizi 7. Kesehatan Mata 8. Kesehatan ibu 9. Kurang darah 10. KB 11. Diare ( Materi terlampir di dalam SAP ) 12. Motivasi jalur agama 13. Pencatatan dan pelaporan 14. Pelaksanaan kegiatan bulanan
  • 7.
    V. METODA Metoda yangdigunakan dalam penyuluhan penyegaran ini adalah menggunakan metoda ceramah, diskusi dan demonstrasi. VI. WAKTU PELATIHAN Hari/Tgl Jam Acara Pelatihan Pelatih Penanggung Jawab 2 Juli 2005 08.00-10.00 Pengantar Kegiatan Posyandu Marni Pak Husni 10.30-11.30 Imunisasi Marni Ibu Neneng 12.30-13.30 Kurang Gizi Marni Pak Mamat 3 Juli 2005 08.00-09.30 Makanan Sehat Marni Ibu Dede 10.00-11.00 KB Marni Ibu Ijuh 11.30-13.00 Diare Marni Pak Asep VII. TEMPAT PELATIHAN Pelatihan dilaksanakan di laksanakan di kantor RW 07 Kelurahan Garuda Kecamatan Ciroyom Kota Bandung. VIII. EVALUASI Terlampir SAP
  • 8.
    SATUAN ACARA PENYULUHAN Masalah: Kurangnya Informasi Kepada Kader RW 07 Kelurahan Garuda Mengenai Penyakit Diare Pokok Bahasan : Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Sub Pokok Bahasan : Penyakit Diare Pada Balita Sasaran : Kader RW 07 Kelurahan Garuda Waktu : 20 menit Pertemuan Ke : 1 ( satu ) Tanggal : 4 Juli 2005 Tempat : Posyandu Garuda RW 07 Kelurahan Garuda Kecamatan Ciroyom Kota Bandung I. Tujuan Intruksional Umum ( TIU ) Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami penyakit diare II. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK ) Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkan sasaran dapat : 1. Menyebutkan pengertian diare dengan baik 2. Menyebutkan 4 dari 8 penyebab terjadinya diare tanpa melihat leaflet 3. Menyebutkan 2 dari 4 tanda dan gejala penyakit diare dengan benar tanpa melihat leaflet 4. Menyebutkan 2 dari 4 bahaya diare tanpa melihat leaflet 5. Menyebutkan 3 dari 6 pencegahan terjadinya diare tanpa melihat leaflet 6. Menyebutkan penatalaksanaan diare di rumah dengaan benar 7. Mendemonstrasikan cara pembuatan larutan gula garam dengan baik
  • 9.
    III. Materi Penyuluhan 1.Perngertian Diare 2. Penyebab Diare 3. Tanda dan Gejala Diare 4. Bahaya Diare 5. Pencegahan Diare 6. Penatalaksanaan Diare di Rumah 7. Cara Membuat Larutan gula garam IV. Kegiatan Belajar Mengajar • Metode : Ceramah, diskusi dan demonstrasi • Langkah-langkah kegiatan A. Kegiatan Pra pembelajaran 1. Mempersiapkan materi, media dan tempat 2. Kontrak waktu B. Membuka pembelajaran 1. Memberi salam 2. Perkenalan 3. Menyampaikan pokok bahasan 4. Menjelaskan tujuan 5. Apersepsi C. Kegiatan inti 1. Penyuluh menyampaikan materi 2. Sasaran menyimak materi 3. Sasaran mengajukan pertanyaan 4. Penyuluh menjawab pertanyaan 5. Penyuluh mendemonstrasikan pembuatan larutan gula garam 6. Sasaran mencoba membuat larutan gula garam D. Penutup 1. Melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan secara lisan 2. Menyimpulkan materi bersama dengan sasaran
  • 10.
    3. Memberi salam •Media dan Sumber  Media : -  Sumber : • WHO Alih Bahasa dr. Petrus Adrianto. 1999. Buku Penatalaksanaan dan Pencegahan Diare Akut Edisi 2 : Jakarta. EGC. • WHO. 1992. Buku Diare Akut Edisi 2 : Jakarta. EGC. • Direktoral Jendral PPM PLP. 1994. Buku Kader Kesehatan Lingkungan : Jakarta. Departemen Kesehatan RI. V. Evaluasi • Prosedur : Post tes • Jenis Tes : Pertanyaan lisan • Butir soal : 1. Apa yang disebut dengan Diare ? 2. Sebutkan 4 dari 8 penyebab terjadinya diare ? 3. Menyebutkan 2 dari 4 tanda dan gejala penyakit diare ? 4. Menyebutkan 2 dari 4 bahaya diare ? 5. Menyebutkan 3 dari 6 pencegahan diare ? 6. Sebutkan penatalaksanaan diare di rumah ? 7. Demonstrasikan cara pembuatan larutan gula garam ? • Kunci jawaban terlampir dalam materi Penyuluh
  • 11.
    LAMPIRAN MATERI DIARE 1. PengertianDiare Diare adalah berak encer atau cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam 24 jam. 2. Penyebab Diare a. Minum air tidak dimasak b. Makan jajanan kurang bersih c. Makan dengan tangan yang kotor d. Berak disembarang tempat e. Mengguankan air kotor untuk keperluan sehari-hari f. Makanan tidak ditutup sehingga dihinggapi lalat dan terkena debu dan kotoran g. Ikan, jamur atau singkong dan makan makanan yang mengandung racun h. Makanan dan minuman yang basi atau menggunakan zat pewarna berlebihan 3. Tanda Dan Gejala Diare a. Berak encer atau cair lebih dari 3 kali dalam 24 jam b. Gelisah dan rewel c. Badan lemah dan lesu d. Muntah-muntah e. Rasa haus f. Menurunnya nafsu makan 4. Bahaya Diare a. Zat-zat gizi hilang dari tubuh b. Penderita akan kehilangan cairan tubuh c. Seseorang dengan diare tidak merasa lapar d. Penderita tersebut menjadi lesu dan lemas e. Penderita dapat meninggal bila kehilangan cairan tubuh lebih banyak
  • 12.
    5. Pencegahan Diare a.Berikan hanya ASI selama 4 – 6 bulan pertama dan teruskan menyusui paling kurang selama tahun pertama.. b. Berikan makanan penyapih bergizi yang bersih pada 4 – 6 bulan. c. Berikan makanan yang baru dimasak dengan baik dengan menggunakan air bersih. d. Semua anggota keluarga mencuci tangannya dengan air sabun sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan dan setelah berak. e. Secepatnya membuang tinja anak kecil ke kakus. 6. Penatalaksanaan Diare di Rumah Dengan Cara Membuat Larutan Gula Garam (LGG)  Bahan dan alat yang diperlukan 1. Gula pasir sebanyak 1 (satu) sendok teh munjung 2. Garam dapur yang halus sebanyak ¼ (seperempat) sendok teh 3. Air masak atau air teh yang hangat (tidak selagi mendidih) sebanyak 1 (satu) gelas 4. Gelas belimbing / lainnya yang sama ukurannya, dan sendok teh  Cara membuat larutan gula garam (LGG) 1. Sebelum membuat, cucilah tangan sampai bersih 2. Tuangkan air masak, atau air teh ke dalam gelas sebanyak 1 (satu) gelas 3. Masukkanlah “gula pasir” dan “garam” menurut takaran yang telah ditentukan 4. Aduklah sampai gula dan garam menjadi larut semua 5. Minumlah sebanyak anak mau. Bila habis dibuatkan lagi dengan cara yang sama.