Rheologi
   Kelompok VII
    Alva Sumita
Dwi Agustyaningsih
 Dewi Rahayu Tira
Eva Apriliyana Rizki
  M. Rusdiannor
• Rheologi menggambarkan aliran cairan dan
  deformasi dari padatan.
• Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan dari
  suatu cairan untuk mengalir; makin tinggi
  viskositas, akan makin besar tahanannya. Seperti
  akan terlihat nanti, cairan sederhana (biasa)
  dapat diuraikan dalam istilah viskositas absolut.
  Tetapi sifat-sifat rheologi dari dispersi heterogen
  lebih kompleks dan tidak dapat dinyatakan dalam
  suatu satuan tunggal
Rheologi mempelajari hubungan antara tekanan
gesek (shearing stress) dengan kecepatan geser
(shearing rate) pada cairan, atau hubungan antara
strain dan stress pada benda padat.
Rheologi sangat penting dalam farmasi karena
penerapannya dalam formulasi dan analisis dari
produk-produk farmasi seperti: emulsi, pasta,
suppositoria, dan penyalutan tablet yang menyangkut
stabilitas, keseragaman dosis, dan keajekan hasil
produksi
Viskositas adalah suatu pernyataan “ tahanan untuk mengalir” dari
suatu system yang mendapatkan suatu tekanan. semakin besar
viskositas zat cair, maka semakin susah benda padat bergerak
didalam zat cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang berperan
adalah gaya kohesi antar partikel zat cair. Viskositas dalam gas yang
berperan adalah gaya akibat tumbukan antar molekul-molekul
dalam gas. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan yang
merupakan gesekan antara molekul – molekul cairan satu dengan
yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan
memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan – bahan yang
distribusi kecepatan sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas
yang tinggi
Cara menentukan viskositas dan rheologi suatu zat
menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Dalam
bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan
dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta,
penyalut tablet, dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologi
digunakan juga untuk karakterisasi produk sediaan
farmasi (dosage form)sebagai penjaminan kualitas yang
sama     untuk     setiap     batch.     (Martin,     1993)
Viskositas dapat berpengaruh pada formulasi sediaan-
sediaan farmasi, contohnya pada sediaan suspensi, tidak
    boleh terlalu kental (viskositas tinggi) sehingga
menyebabkan suspensi tidak bisa di kocok, hal ini dapat
  menyebabkan distribusi zat aktif tidak merata pada
        seluruh cairan dan juga akan mengalami
   kesulitan pada saat penuangan, contoh lain untuk
       sediaan mata, viskositas dinaikkan untuk
   membantu menahan obat pada jaringan sehingga
    menambah efektivitas terapinya (Ansel, 2005).
• Rheologi meliputi pencampuran dan aliran dari
  bahan, pemasukan ke dalam wadah, pemindahan
  sebelum digunakan, apakah dicapai dengan
  penuangan dari botol, pengeluaran dari tube,
  atau pelewatan dari suatu jarum suntik. Rheologi
  dari suatu produk tertentu yang dapat berkisar
  dalam konsistensi dari bentuk cair ke semisolid
  sampai ke padatan, dapat mempengaruhi
  penerimaan bagi si pasien, stabilitas fisika, dan
  bahkan availabilitas biologis. Jadi viskositas telah
  terbukti mempengaruhi laju absorpsi obat dari
  saluran cerna
Tipe aliran
Sistem newton
Sistem non newton
SISTEM NEWTON
• Mengikuti hukum aliran Newton
• Makin besar viskositas suatu cairan, makin
  besar gaya per satuan luas yang diperlukan
  untuk menghasilkan suatu rate of shear
  tertentu.
      F'        dv                       F
              .
      A         dr                       G
• Di mana :   = koefisien viskositas ~ viskositas
SISTEM NON NEWTON
• Aliran plastis
• Aliran Pseudoplastis
• Aliran Dilatan
1. Aliran Plastis
Disebut sebagai
Bingham bodies




                         Rate of shear
Kurva plastis tidak
melewati titik (0,0),
tetapi memotong
sumbu shearing                                        f
stress, dikenal dengan                   Shearing stress
harga yield (yield
value).
Harga stress dibawah yield value, zat
bertindak sebagai bahan elastis (seperti zat
padat
Kemiringan rheogram disebut mobility ≈
fluiditas pada sistem Newton.
Kebalikannya adalah viskositas plastis = U

                                F       f
                         U
                                    G
  f= yield value dalam
  dyne cm-2
Contoh : Partikel terflokulasi pada suspensi


            Terbentuk struktur kontinu

      Adanya gaya van der waals (ikatan antar
                    partikel)

         Partikel terflokulasi pada suspensi
                              Yield value
       Ikatan pecah aliran padat terjadi
2. Aliran Pseudopastis
Contoh : dispersi cair
dari tragakan, Na
alginat, metil
selulosa, CMC Na



                         Rate of shear
Viskositas berkurang
dengan
meningkatnya rate 0f
shear (cairan menjadi
encer)
                                         Shearing stress
Disebut shear
thinning system
N
           F          'G
• Eksponen N meningkat pada saat aliran
  meningkat menjadi non-Newton
• N=1, alirannya adalah Aliran Newton

 log G             N log F           log '
          Persamaan Regresi Linear
3. Aliran Dilatan
Suspensi tertentu (persentase zat padat
terdispersi tinggi)  peningkatan daya
hambat untuk mengalir dengan meningkatnya
rate of shear.
Volume meningkat dengan terjadinya shear 
disebut dilatan
Disebut sebagai shear thickening system.
G



Partikel tertutup rapat          Partikel susun longgar

Volume kosong minimum            Volume kosong meningkat

Pembawa cukup                    Pembawa tidak cukup

Konsistensi relatif rendah       Konsistensi relatif tinggi
Pada cairan Newton, hubungan antara shearing rate dan
shearing stress adalah linear, dengan suatu tetapan yang
dikenal dengan viskositas atau koefisien viskositas. Tipe alir ini
umumnya dimiliki oleh zat cair tunggal serta larutan dengan
struktur molekul sederhana dengan volume molekul kecil.
Sedangkan pada cairan non-Newton, shearing rate dan
shearing stress tidak memiliki hubungan linear, viskositasnya
berubah-ubah tergantung dari besarnya tekanan yang
diberikan. Tipe aliran non-Newton terjadi pada dispersi
heterogen antara cairan dengan padatan seperti pada koloid,
emulsi, dan suspensi
Penerapan rheologi dalam :bidang
              farmasi
1. Cairan
– Pencampuran
– Pengurangan ukuran partikel dari sistem
   sistem dispersi dengan shear
– Pelewatan melalui mulut,penuangan,
   pengemasan dalam botol, pelewatan melalui
   jarum suntik
– Perpindahan cairan
– Stabilitas fisik sistem dispersi
2.Semi solid
– Penyebaran dan pelekatan pada kulit
– Pemindahan dari wadah/tube
– Kemampuan zat padat untuk bercampur
  dengan cairan-cairan
– Pelepasan obat dari basisnya
3. Padatan
   – Aliran serbuk dari corong ke lubang
      cetakan tablet/kapsul
   – Pengemasan serbuk/granul
4.Pemprosesan
   – Kapasitas produksi alat
   – Efisiensi pemrosesan
Dlm bid farmasi, prinsip2 rheologi diaplikasikan dlm :
• Pembuatan krim, suspensi, suppossitoria, emulsi,
  lotion, pasta, pembalut tablet, dll.
• Karakteristik produk sed fa sbg penjaminan kualitas
  yg sama untuk setiap batch.
• Pencampuran dr bhn, penuangan, pengeluaran dr
  tube atau pelewatan dr jarum suntik.
Rheologi suatu zat ttt dpt mempengaruhi :
• Penerimaan obat dr pasien.
• Stabilitas fisika obat.
• Bioavailability.
Viskositas mempengaruhi absorpsi obat dlm GIT.
•Metode reologi pada suspensi
Berhubungan       dengan    faktor
sedimentasi dan redispersibilitas,
membantu      menentukan  perilaku
pengendapan, mengatur vehicle dan
susunan     partikel untuk tujuan
perbandingan.
Viskositas pada Suspensi
  Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula
kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental
suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil).
  Kecepatan aliran dari cairan tersebut akan
mempengaruhi pula gerakan turunnya partikel yang
terdapat didalamnya. Dengan demikian dengan
menambah viskositas cairan, gerakan turun dari
partikel yang dikandungnya akan diperlambat. Tetapi
perlu diingat bahwa kekentalan suspensi tidak boleh
terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang.
Faktor yang mempengaruhi Absorbsi Obat :
☺ Sifat fisika – kimia obat.
☺ Sifat Sterro kimia dalam kelarutan.
☺ Besar fartikel
☺ Sediaan obat
☺ Dosis
☺ Rute Pemberian dan tempat pemberian
☺ Waktu kontak dengan permukaan
☺ Besarnya luas permukaan
☺ Sifat pH dalam darah
☺ Integritas Membran
☺ Aliran Darah organ.
Absorbsi Larutan > Padat.
Perbedaan kecepatan pelarutan
obat tergantung dari bebrapa faktor
antara lain:
Ukuran partikel
Luas permukaan
Coating (pelapisan)
Modifikasi molekul
Viskositas dipengaruhi oleh :
- Besar dan bentuk molekul
- Viskositas cairan semakin berkurang dengan
bertambahnya suhu tapi tak cukup banyak
dipengaruhi oleh perubahan tekanan.
- Adanya koloid dapat memperbesar viskositas
sedang adanya elektrolit akan sedikit
menurunkan viskositas dari cairan
Semakin kecil masa jenis suatu cairan atau larutan maka semakin
kecil ukuran bola yang digunakan dan semakin lama waktu yang
dibutuhkan bola tersebut untuk melampaui garis awal sampai
garis akhir. Sebaliknya, semakin besar masa jenis suatu cairan
atau larutan maka semakin besar ukuran bola yang digunakan
dan semakin cepat waktu yang dibutuhkan bola tersebut untuk
melampaui garis awal sampai garis akhir. Selain itu, semakin kecil
masa jenis suatu cairan maka semakin besar viskositasnya,
sehingga bola membutuhkan waktu yang lama untuk sampai
digaris akhir. Dan semakin besar masa jenis suatu cairan maka
semakin kecil viskositasnya, sehingga bola hanya membutuhkan
waktu yang singkat untuk sampai di garis akhir.

Rheologi

  • 1.
    Rheologi Kelompok VII Alva Sumita Dwi Agustyaningsih Dewi Rahayu Tira Eva Apriliyana Rizki M. Rusdiannor
  • 2.
    • Rheologi menggambarkanaliran cairan dan deformasi dari padatan. • Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir; makin tinggi viskositas, akan makin besar tahanannya. Seperti akan terlihat nanti, cairan sederhana (biasa) dapat diuraikan dalam istilah viskositas absolut. Tetapi sifat-sifat rheologi dari dispersi heterogen lebih kompleks dan tidak dapat dinyatakan dalam suatu satuan tunggal
  • 3.
    Rheologi mempelajari hubunganantara tekanan gesek (shearing stress) dengan kecepatan geser (shearing rate) pada cairan, atau hubungan antara strain dan stress pada benda padat. Rheologi sangat penting dalam farmasi karena penerapannya dalam formulasi dan analisis dari produk-produk farmasi seperti: emulsi, pasta, suppositoria, dan penyalutan tablet yang menyangkut stabilitas, keseragaman dosis, dan keajekan hasil produksi
  • 4.
    Viskositas adalah suatupernyataan “ tahanan untuk mengalir” dari suatu system yang mendapatkan suatu tekanan. semakin besar viskositas zat cair, maka semakin susah benda padat bergerak didalam zat cair tersebut. Viskositas dalam zat cair, yang berperan adalah gaya kohesi antar partikel zat cair. Viskositas dalam gas yang berperan adalah gaya akibat tumbukan antar molekul-molekul dalam gas. Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan yang merupakan gesekan antara molekul – molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang mudah mengalir, dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya bahan – bahan yang distribusi kecepatan sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi
  • 5.
    Cara menentukan viskositasdan rheologi suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk sediaan farmasi (dosage form)sebagai penjaminan kualitas yang sama untuk setiap batch. (Martin, 1993)
  • 6.
    Viskositas dapat berpengaruhpada formulasi sediaan- sediaan farmasi, contohnya pada sediaan suspensi, tidak boleh terlalu kental (viskositas tinggi) sehingga menyebabkan suspensi tidak bisa di kocok, hal ini dapat menyebabkan distribusi zat aktif tidak merata pada seluruh cairan dan juga akan mengalami kesulitan pada saat penuangan, contoh lain untuk sediaan mata, viskositas dinaikkan untuk membantu menahan obat pada jaringan sehingga menambah efektivitas terapinya (Ansel, 2005).
  • 7.
    • Rheologi meliputipencampuran dan aliran dari bahan, pemasukan ke dalam wadah, pemindahan sebelum digunakan, apakah dicapai dengan penuangan dari botol, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari suatu jarum suntik. Rheologi dari suatu produk tertentu yang dapat berkisar dalam konsistensi dari bentuk cair ke semisolid sampai ke padatan, dapat mempengaruhi penerimaan bagi si pasien, stabilitas fisika, dan bahkan availabilitas biologis. Jadi viskositas telah terbukti mempengaruhi laju absorpsi obat dari saluran cerna
  • 8.
  • 9.
    SISTEM NEWTON • Mengikutihukum aliran Newton • Makin besar viskositas suatu cairan, makin besar gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of shear tertentu. F' dv F . A dr G • Di mana : = koefisien viskositas ~ viskositas
  • 10.
    SISTEM NON NEWTON •Aliran plastis • Aliran Pseudoplastis • Aliran Dilatan
  • 11.
    1. Aliran Plastis Disebutsebagai Bingham bodies Rate of shear Kurva plastis tidak melewati titik (0,0), tetapi memotong sumbu shearing f stress, dikenal dengan Shearing stress harga yield (yield value).
  • 12.
    Harga stress dibawahyield value, zat bertindak sebagai bahan elastis (seperti zat padat Kemiringan rheogram disebut mobility ≈ fluiditas pada sistem Newton. Kebalikannya adalah viskositas plastis = U F f U G f= yield value dalam dyne cm-2
  • 13.
    Contoh : Partikelterflokulasi pada suspensi Terbentuk struktur kontinu Adanya gaya van der waals (ikatan antar partikel) Partikel terflokulasi pada suspensi Yield value Ikatan pecah aliran padat terjadi
  • 14.
    2. Aliran Pseudopastis Contoh: dispersi cair dari tragakan, Na alginat, metil selulosa, CMC Na Rate of shear Viskositas berkurang dengan meningkatnya rate 0f shear (cairan menjadi encer) Shearing stress Disebut shear thinning system
  • 15.
    N F 'G • Eksponen N meningkat pada saat aliran meningkat menjadi non-Newton • N=1, alirannya adalah Aliran Newton log G N log F log ' Persamaan Regresi Linear
  • 16.
    3. Aliran Dilatan Suspensitertentu (persentase zat padat terdispersi tinggi)  peningkatan daya hambat untuk mengalir dengan meningkatnya rate of shear. Volume meningkat dengan terjadinya shear  disebut dilatan Disebut sebagai shear thickening system.
  • 17.
    G Partikel tertutup rapat Partikel susun longgar Volume kosong minimum Volume kosong meningkat Pembawa cukup Pembawa tidak cukup Konsistensi relatif rendah Konsistensi relatif tinggi
  • 18.
    Pada cairan Newton,hubungan antara shearing rate dan shearing stress adalah linear, dengan suatu tetapan yang dikenal dengan viskositas atau koefisien viskositas. Tipe alir ini umumnya dimiliki oleh zat cair tunggal serta larutan dengan struktur molekul sederhana dengan volume molekul kecil. Sedangkan pada cairan non-Newton, shearing rate dan shearing stress tidak memiliki hubungan linear, viskositasnya berubah-ubah tergantung dari besarnya tekanan yang diberikan. Tipe aliran non-Newton terjadi pada dispersi heterogen antara cairan dengan padatan seperti pada koloid, emulsi, dan suspensi
  • 19.
    Penerapan rheologi dalam:bidang farmasi 1. Cairan – Pencampuran – Pengurangan ukuran partikel dari sistem sistem dispersi dengan shear – Pelewatan melalui mulut,penuangan, pengemasan dalam botol, pelewatan melalui jarum suntik – Perpindahan cairan – Stabilitas fisik sistem dispersi
  • 20.
    2.Semi solid – Penyebarandan pelekatan pada kulit – Pemindahan dari wadah/tube – Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan – Pelepasan obat dari basisnya
  • 21.
    3. Padatan – Aliran serbuk dari corong ke lubang cetakan tablet/kapsul – Pengemasan serbuk/granul 4.Pemprosesan – Kapasitas produksi alat – Efisiensi pemrosesan
  • 22.
    Dlm bid farmasi,prinsip2 rheologi diaplikasikan dlm : • Pembuatan krim, suspensi, suppossitoria, emulsi, lotion, pasta, pembalut tablet, dll. • Karakteristik produk sed fa sbg penjaminan kualitas yg sama untuk setiap batch. • Pencampuran dr bhn, penuangan, pengeluaran dr tube atau pelewatan dr jarum suntik. Rheologi suatu zat ttt dpt mempengaruhi : • Penerimaan obat dr pasien. • Stabilitas fisika obat. • Bioavailability. Viskositas mempengaruhi absorpsi obat dlm GIT.
  • 23.
    •Metode reologi padasuspensi Berhubungan dengan faktor sedimentasi dan redispersibilitas, membantu menentukan perilaku pengendapan, mengatur vehicle dan susunan partikel untuk tujuan perbandingan.
  • 24.
    Viskositas pada Suspensi Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut, makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil). Kecepatan aliran dari cairan tersebut akan mempengaruhi pula gerakan turunnya partikel yang terdapat didalamnya. Dengan demikian dengan menambah viskositas cairan, gerakan turun dari partikel yang dikandungnya akan diperlambat. Tetapi perlu diingat bahwa kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang.
  • 25.
    Faktor yang mempengaruhiAbsorbsi Obat : ☺ Sifat fisika – kimia obat. ☺ Sifat Sterro kimia dalam kelarutan. ☺ Besar fartikel ☺ Sediaan obat ☺ Dosis ☺ Rute Pemberian dan tempat pemberian ☺ Waktu kontak dengan permukaan ☺ Besarnya luas permukaan ☺ Sifat pH dalam darah ☺ Integritas Membran ☺ Aliran Darah organ.
  • 26.
    Absorbsi Larutan >Padat. Perbedaan kecepatan pelarutan obat tergantung dari bebrapa faktor antara lain: Ukuran partikel Luas permukaan Coating (pelapisan) Modifikasi molekul
  • 27.
    Viskositas dipengaruhi oleh: - Besar dan bentuk molekul - Viskositas cairan semakin berkurang dengan bertambahnya suhu tapi tak cukup banyak dipengaruhi oleh perubahan tekanan. - Adanya koloid dapat memperbesar viskositas sedang adanya elektrolit akan sedikit menurunkan viskositas dari cairan
  • 28.
    Semakin kecil masajenis suatu cairan atau larutan maka semakin kecil ukuran bola yang digunakan dan semakin lama waktu yang dibutuhkan bola tersebut untuk melampaui garis awal sampai garis akhir. Sebaliknya, semakin besar masa jenis suatu cairan atau larutan maka semakin besar ukuran bola yang digunakan dan semakin cepat waktu yang dibutuhkan bola tersebut untuk melampaui garis awal sampai garis akhir. Selain itu, semakin kecil masa jenis suatu cairan maka semakin besar viskositasnya, sehingga bola membutuhkan waktu yang lama untuk sampai digaris akhir. Dan semakin besar masa jenis suatu cairan maka semakin kecil viskositasnya, sehingga bola hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk sampai di garis akhir.