Nama : diana lestari
Nik: 11011700789
Kelas : 2s – manajemen
Kelas/ruang : 2 /b.1.1
Hari : minggu
BAB I
TOPIK PENGGANGGARAN BARANG MODAL
Modal (Capital)menunjukkanaktiva tetapyangdigunakan untuk produksi. Anggaran(budget) adalah sebuah rencana rinci ygmemproyeksikan
aliran kas masuk dan aliran kas keluar selamabeberapaperiode pada saat ygakandatang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran
aktiva tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek2 dan menentuan mana saja yang
dimasukkan ke dalam anggaran modal.
Pentingnya Penggangaran Modal
1. Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
2. Penanggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
3. Pengeluaran modal sangatlah penting
Tahap-Tahap Penganggaran Modal
1. Biaya proyek harus ditentukan.
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva.
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas).
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukanbiaya modal (cost ofcapital)ygtepat untuk mendiskon aliran
kas proyek.
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya.
Dalam pengambilankeputusaninvestasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau
penghematanbiaya yangdikorbankansebagai akibat dipilihnyaalternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru,
harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.
Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan kep utusan
investasi, biaya modal sendiri justruharus diperhitungkan. Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena
saat penelimaankas dalam investasi memilki nilai waktu uang. Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu
rupiah yangditerima di masa yangakan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitunganlaba perusahaan, biaya diperhitungkanberdasarkan
asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihaninvestasi yangmemperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya
tunai.
Pengertian
Capital Budgeting adalahmerupakanproses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi tujuan
perusahaan. Definisi Capital Budgeting“Capital Budgetingis the Process of evaluating andselectinglong-term invesments consistents with the
firm’s goal of owner wealth maximization”.Investasi juga berarti pengeluaranpada saat ini dan hasil yangdiharapkan dari pengeluaran tersebut
baru akan diterima lebih dari satutahun mendatang. Definisi Capital Budgetingadalah sebagai berikut: “Capital Budgeting involves the entire
process of planning whose returns are expected to extend beyond one year”.
.Capital budgeting dan keputusan keuangan diperlakukansecaraterpisah.Bila investasi yangdiajukan telahditentukanuntuk diterima, manager
keuangan kemudian memilih metoda pembiayaan yang paling baik.
-. Anggaran (budget) adalah sebuah rencanarinci ygmemproyeksikanalirankas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat
yg akan datang.
-. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap
-. Penganggaranmodal (capital budgeting) adalah proses menyeluruhmenganalisa proyek2dan menentuan manasaja yangdimasukkan ke dalam
anggaran modal.
-. Proses mengumpulkan,mengevaluasi,menyeleksi,dan menentukan alternatif penanaman modal yang akan memberikan penghasilan bagi
perusahaan untuk jangka waktu lebih dari 1 tahun.
*. Motif Capital Budgeting
 Pengembangan produk baru atau pembelian aktiva baru
 Pengurangan biaya dengan mengganti aktiva yang tidak efisien
 Modernisasi atas aktiva tetap
*. JENIS-JENIS KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
 Penambahan dan perluasan fasilitas
 Produk baru
 Inovasi dan perluasan produk
*. PRINSIP DASAR PROSES PENGANGGARAN MODAL
 Penganggaranmodal pada dasarnya adalah aplikasi prinsip yang mengatakan bahwa perusahaan harus menghasilkan keluaran atau
menyelenggarakan kegiatan bisnis sedemikian rupa sehingga hasil imbuh (marginal revenue) produk sama dengan biaya imbuhnya
(marginal cost).
 Prinsip ini dalam kerangka penganggaranmodal berarti bahwa perusahaan harus melakukan tambahan investasi sedemikian rupa
sehingga perolehan imbuh (marginal returns) investasi itusama dengan biayaimbuhnya.Daftar berbagai proyek investasi dari hasil yang
tertinggi hingga yang terendah mencerminkan kebutuhan perusahaan akan modal untuk investasi.
 Biaya imbuh dari berbagai daftar investasi itumemberi petunjuk tentangupaya perusahaan untukmemperolehtambahan modal guna
membiayai investasi. Biaya imbuh modal berarti sejumlah biayayangharus ditanggungolehperusahaanuntuk memperoleh dana dari luar
(misalnya meminjam atau menjual saham dan biaya tumbal/opportunity cost dari dana sendiri yang dapat diperoleh
*. Ketersediaan Dana
 Jika dana TIDAK TERBATAS, maka perusahaan dapat memilih semua independen project yangsesuai dengan expected return yang
diharapkan.
 Jika dana TERBATAS, makaperusahaanperlumelakukan capital rationing denganmengalokasikan dana hanya pada proyek yang
memberikan return maksimal
2. Proses Capital Budgeting
Proses Capital Budgeting terdiri dari 5 langkah yang saling berkaitan, yakni:
 Pembuatan Proposal
Proposal penganggaranbarangmodal dibuat di semua tingkat dalam sebuah organisasi bisnis. Untuk menstimulasi aliran berbagai ide, banyak
perusahaan menawarkan penghargaan berupa uang tunai untuk beberapa proposal yang diadopsi.
 Kajian dan Analisa
Proposal penganggaranbarangmodal secaraformal direview dalam rangka (a) mencapai tujuan dan rencana utama perusahaan dan yang paling
penting (b) untuk mengevaluasi kemampuan ekonominya. Biaya yang diajukan dan benefit yang diestimasikan dikonversikan menjadi
sebuah cash flow yangsesuai. Bermacam-macamteknikcapital budgeting dapat diaplikasikanuntukcash flow tersebut untuk menghitungtingkat
keuntungan dari investasi.
Berbagai macam aspek resiko diasosiasikandengan proposal yangakandievaluasi. Setelahanalisis ekonomi telahdibuat lengkap, diiringi dengan
data tambahan dan rekomendasi yang ditujukan untuk para pengambil keputusan.
 Pengambilan Keputusan
Besarnya sejumlah dana yang dikeluarkan dan pentingnya penganggaran barang modal menggambarkan tingkat organisasi tertentu yang
membuat keputusan penganggaran. Perusahaanbiasanya mendelegasikan kewenangan penganggaran barang modal sesuai dengan jumlah uang
yang dikeluarkan. Secara umum jajaran direksi memberikan keputusan akhir untuk sejumlah tertentu penganggaran barang modal yang
dikeluarkan.
 Implementasi
Ketika sebuah proposal telah disetujui dan dananyatelah siap,tahapimplementasi segera dimulai. Untukpengeluaranyang kecil, penganggaran
dibuat dan pembayaran langsung dilaksanakan. Namun untuk penganggaran dalam jumlah besar, dibutuhkan pengawasan yang ketat.
 Follow Up (tindak lanjut)
Setelah diimplementasikanmaka perludilakukanmonitoringselama tahap kegiatan operasi berjalan dari proyek tersebut. Perbandingan dari
biaya yangada dan keuntungan yang diekspektasikan dari berbagai proyek sebelumnya adalah sangat vital. Ketika biaya yang dik eluarkan
melebihi anggaran biaya yangditetapkan, harus segera dilakukan tindakanuntuk menghentikannya, apakah dengan meningkatkan benefit atau
mungkin menghentikan proyek tersebut.
Setiap langkah dalam proses tersebut pentingdilakukan terutama pada langkahkajian dan analisa, maupun pengambilan keputusan (langkah 2
dan 3) yangmembutuhkanwaktudan tenaga yangpalingbesar. Langkahterakhir yakni follow upjuga pentingnamunseringdiabaikan. Langkah
tersebut dilakukan untuk menjaga perusahaan untuk dapat meningkatkan akurasi cash flow yang diestimasi.
3. Jenis-jenis Investasi
Investasi dapat dilaksanakan olehperusahaan tergantungmotif dasar perusahaan yakni semakintinggi tingkat hasil pengembalian atas investasi
tersebut. Investasi tersebut terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Definisi investasi sebagai berikut: “The
commitment of funds to one of more assets that will be heldover some future time period”. Definisi tersebut mengartikan bahwa investasi adalah
komitmensejumlahdana untukmenjadi satuataulebih aset yang akan dilaksanakan dalam suatu periode tertentu di masa yang akan datang.
Selanjutnya Jones menggolongkan jenis investasi sebagai berikut:
1. a. Financial Assets. Pieces of paper evidencing a claim on some issuer
2. b. Real Assets. Physical assets, such as gold or real estate
3. c. Marketable Securities. Financial assets that are easily and cheaply traded in organized markets.
1. Cash Flow dan Metode Investasi
A. Initial Investment
Batasan investasi awal sangat relevan dengansejumlah cash out flow yangdipertimbangkanketika mengevaluasi prospektifpenganggaran barang
modal. Investasi awal (initial invesment) dilakukan pada nol waktu (time zero), yakni waktu ketika anggaran dikeluarkan. Investasi awal
diperhitungkan denganmengurangi semua cash inflow yangterjadi pada saat ‘timezero’ denganseluruh cash outflow yangterjadi pada saat ‘time
zero’. Rumusan dasar untuk menentukan investasi awal adalah biaya pembelian aset baruditambahbiaya instalasi dikurangi pajak penjualan aset
lama. Format dasar penentuan Initial Invesment yakni sebagai berikut:
“The basic Format for Determining Initial Investment
Installed cost of new asset = Cost of new asset + instalation costs – after-tax proceeds from sale of sold assets”.
Dengan adanya initial invesment tersebut akanmempengaruhi dan akanmerubah Net Working Capital (Modal Kerja Bersih, (NWC) dari suatu
perusahaan. Apabila sebuah perusahaanbermaksudmembeli kapal dalam rangka ekspansi maka baik level produksinya, atautingkat kas, piutang,
persediaan, maupunhutangdagangnya akan meningkat. Perbedaanantara perubahan aset lancar dengan perubahan hutang lancar merupakan
perubahan Net Working Capital. Secara umum apabila aset lancar meningkat lebih besar dibandingkan hutang lancar akan menghasilkan
peningkatan NWC, begitupun sebaliknya.
1. Cash Flow
Salah satu hal penting didalam persoalan kebijakan investasi adalah mengadakan estimasi dari pengeluaran uang yang akan diterima dari
investasi tersebut pada masa yangakandatang. Untuk mengevaluasi berbagai alternatifpenganggaranbarangmodal/investasi, perusahaan harus
menentukan cash flow yang sesuai, yakni data mengenai aliran kas bersih dari suatu investasi.
Untuk keperluanpenilaiansuatuinvestasi yangdibiayai sepenuhnya olehmodal sendiri alirankas bersih (cashflow) adalah sebelum pembebanan
penyusutan dan diperhitungkansesudah pajak. Namun apabila dibiayai dengan modal pinjaman makaaliran kas bersih adalah sebelum dibebani
penyusutan, bunga dan diperhitungkan setelah pajak.
Selanjutnya pengertianarus kas “The netral net cash, as opposed to accounting net income, that flows into (or out of) a firm during some
specified period”.
Analisa cash flow perusahaan dapat dijadikan sebagai dasar penelitian untuk melihat sejauh mana aktivitas usaha secara akumulatif dapat
mengcover dana yang diinvestasikan untuk menggerakkan kegiatan operasional perusahaan.
Arus kas untuk tujuan capital budgeting didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan. Secara aljabar, definisi
tersebut sama dengan laba sebelum bunga dan pajak, dikurangi pajak penghasilan jika perusahaan mempunyai hutang, ditambah beban
penyusutan non kas. Rumusannya adalah sebagai berikut:
Cash Flow = EBIT(1 – T) + Depresiasi
Dimana :
EBIT = Laba Sebelum Bunga dan pajak
T = Pajak penghasilan perusahaan
Depr = Beban Penyusutan
Rumusan tersebut berlaku untuk perusahaan yang tidak memiliki hutang. Apabila perusahaan memiliki hutang maka rumusannya adalah :
Cash Flow = NI + Depr + rD (1 – T)
Dimana:
NI = Net Income
rD = Interest expense (biaya bunga bank)
Perkiraancashflow merupakanhal yangsangat pentingdalam proses capital budgeting, yakni sebuah proses yang rumit dan kompleks yang
membutuhkanpemikirandan perhitungan yangmatangagar estimasi cashflow yangdiproyeksikan mampumendekatiperkiraan cash flow yang
dilaksanakan perusahaan. Dengan demikian, penilaian terhadaphasil analisis capital budgeting akan memberikan penilaian yang akurat pada
penentuan keputusan investasi.
6. Metode Evaluasi Kelayakan Rencana Investasi
Metode yangdapat digunakanuntuk dapat mengevaluasi berbagai alternatif investasi barang modal untuk dapat dipilih dikenal dua macam
metode yakni metode konvensional dan metode discounted cash flow.Di dalam metode convensional dipergunakandua macam tolakukur untuk
menilai profitabilitas rencana investasi yakni payback period(PB)dan averagerate of return (ARR), sedangkan dalam metode discounted cash
flowdikenal dua macam tolakukur profitabilitas yakni Net Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR) dan profitability Index. Perbedaan
utama antara metode konvensional dengan metode discountedcashflow terletakpada penilaianterhadap nilai waktuuang(timevalue of money).
Metode evaluasi konvensional tidak mempertimbangkan time value of money.
1. Payback Period
Metode payback period pada umumnya digunakan untuk mengevaluasi investasi yang diajukan. Payback period adalah target waktu yang
dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengembalikan investasi awal yang diperhitungkan dari cash inflow. Definisi payback period sebagai
berikut: The payback period is the exact amount of time requiredfor the firm to recover its initial investment in a project as calculatedfrom cash
inflow”
Payback period diperhitungkan denganmembagi investasi dengan cashinflow tahunan. Kriteriaterhadap penerimaankeputusaninvestasi dengan
menggunakan metode payback ini adalah diterima apabila payback period yang diterima yang diperoleh lebih singkat/pendek waktunya
dibandingkan dengan target waktu payback period yang sebelumnya telah ditentukan.
1. Internal Rate of Return (IRR)
Metode ini mungkinmerupakanmetode yang paling banyak digunakan sebagai salah satu teknik dalam mengevaluasi alternatif – alternatif
investasi. Definisi Internal Rateof Return adalah: “The Internal Rate of Return (IRR)is the discount rate that equates the present value of cash
inflows with the initial investment associated with a project”.
Dijelaskan bahwa IRR merupakan rate discount dimana nilai present value dari cash inflow sama dengan nilai investasi awal suatu proyek.
Dengan kata lainIRR adalah rate discount dimana NPV dari proyek tersebut = Rp0. IRR juga menggambarkan persentase keuntungan yang
sebenarnya akan diperoleh dari investasi barang modal atau proyek yang direncanakan.
Kriteria penerimaan proyekinvestasi dengan menggunakan metode Internal Rate of Return adalah apabila IRR yang dihasilkan lebih besar
dibandingkan cost of capital, sebaliknya apabila lebih kecil dibandingkan cost of capital proyek tersebut ditolak.
Pada dasarnya IRR dapat dicari dengancaracoba-coba (trial anderror). Pertama-tama kitamenghitungPVdari proceeds suatuinvestasi dengan
menggunakan tingkat bunga yang kita pilih menurut kehendak kita. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah PV dari
outlaysnya. KalauPVdari proceeds lebih besar daripada PVdicari investasi atau outlaysnya, makakita harus menggunakan tingkat bunga yang
lebih rendah. Cara demikianterus dilakukansampai kita menemukan tingkat bunga yang dapat menjadikan PV dari proceeds sama besarnya
dengan PV dari outlaysnya. Pada tingkat bunga inilah NPV dari usul tersebut adalah nol atau mendekati nol.
BAB II
ARUS KAS DAN RESIKO PROYEK
A. Mengestimasi Arus Kas
Langkah yangpalingpentingdan palingsulit dalam penganggaran modal adalah mengestimasikan arus kas suatu proyek, yaitu pen geluaran
estimasi investasi dan arus kas masuk bersih per tahun setelah suatu proyek dijalankan.
Sangat sulit untuk meramalakansecara akurat biaya-biayadan pendapatan yangterkait dengansuatuproyekyangbesar dan kompleks, sehingga
kesalahan dalam peramalan kadang kala dapat menjadi sangat besar.
Fungsi staf keuangan dalam proses peramalan meliputi;
(1) mendapatkan informasi dari berbagai departemen misalnya produksi dan pemasaran,
(2) memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam peramalan menggunakan asumsi perekonomian yang konsisten, dan
(3) memastikan bahwa tidak terjadi bias yang inheren di dalam peramalan.
B. Mengidentifikasi Arus Kas yang Relevan
Titik awal dari setiap analsiis penganggaran modal adalah mengidentifikasi arus kas relevan (relevan cash flows), yang diartikan sebagai
serangkaian arus kas yang spesifik ang harus diperhitungkan dalam pengambilan keputusan. Terdapat dua peraturan penting yang dapat
membantu untuk menghindari kesalahan dalam mengestimasi arus kas:
(1) keputusan penganggaran modal harus didasarkan atas arus kas, bukannya laba akuntansi, dan
(2) hanya penambahan arus kas (inkremental) saja yang relevan.
1. Biaya Aktiva Tetap
Sebagian besar proyek membutuhkanaktiva, dan pembelianaktiva menggambarkanarus kas negatif. Walaupunperolehanaktiva mengakibatkan
arus kas keluar, para akuntan tidak menyajikan pembelian aktiva tetap sebagai pengurang dari laba akuntansi. Sebagai gantinya, mereka
mengurangkan beban depresiasi tiap tahun sepanjang umur aktiva tersebut.
Perhatikan bahwa biaya total sebuah aktiva tetapadalah termasuk biaya pengiriman dan pemasangannya. Ketika sebuah perusahaan membeli
aktiva tetap, perusahaan tersebut seringkali harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pengiriman dan pemasangannya. Biaya ini
dibebankan langsung dalam harga peralatan ketika biaya proyek tersebut sedang ditentukan. Lalu, biaya total peralatan termasuk biaya
pengiriman dan pemasangan, digunakan sebagai dasar depresiasi pada saat beban depresiasi diperhitungkan.
2. Beban Nonkas
Dalam menghitung laba bersih, para akuntan biasanya mengurangkan beban depresiasi dari pendapatan. Jadi, meskipun akuntan tidak
mengurangkan harga pembelian aktiva tetao dalam perhitungan laba akuntansi, tetapi mereka mengurangi beban depresiasi setiap bulan.
Depresiasi melindungi laba terhadap pajak, dan hal ini memliki dampak pada arus kas, tetapi depresiasi itu sendiri bukan suat u arus kas.
Karenanya, depresiasi harus ditambahkan ke laba bersih ketika kita menghitung estimasi arus kas suatu proyek.
3. Perubahan dalam Modal Kerja Operasi Bersih
Perubahan dalam modal kerja operasi bersih (changein net operatingworkingcapital) merupakan peningkatan aktivalancaryangdihasilkandari
proyek baudikurangi dengan peningkatan utangdagang dan akrual secara spontan. Jika perubahannya positif, sebagaimana biasanya terjadi
dalam proyek ekspansi, makan pendanaan tambahan, di luar biaa perolehan aktiva tetap, masih akan dibutuhkan.
4. Pembayaran Bunga Tidak Diperhitungkan dalam Arus Kas Proyek
Kita mendiskontokan biayamodal dari arus kas proek, dan biaya modal adalah rata-rata tertimbangdari biaya utang, saham preferen, dan saham
biasa (WACC), yangdisesuaikan dengan risiko proyek. Proses diskonto ini mengurangi arus kas untuk biaya modal proyek. Jika pembayaran
bunga lebih dulu dikurangkan dan hasilnya kemudian didiskontokan, ini akanmenyebabkan biaa modal dihitung dua kali. Oleh sebab itu,tidak
boleh mengurangkan beban bunga pada sat menghitung arus kas proyek.
Arus Kas Tambahan
Arus kas tambahan (incremental cashflow) mencerminkanperubahantotal arus kas ke perusahaanyangterjadi akibat langsungdari diterimanya
suatu proyek.
1. Biaya Tertanam
Biaya tertanam (sunk cost) adalah suatu pengeluaran kas yang telah terjadi, sehingga tidak terpengaruh oleh keputusan yang sedang
dipertimbangkan. Karena biaya tertanam bukanlah biaya tambahan, maka biaya ini tidak boleh dimasukkan ke dalam analisis.
2. Biaya Kesempatan
Masalah potensial kedua akanberhubungan denganbiaya kesempatan(opportunity cost), yang merupakan arus kas yang dapat diperoleh dari
aktiva ang telah dimiliki perusahaan apabila arus kas terebut tidak dipergunakan untuk proyek yang bersangkutan.
3. Pengaruh pada Bagian Laba
Masalah potensial yangketiga berhubungan denganpengaruh yangdimiliki proyek terhadap bagian-bagian lain dari perusahaan, yang disebut
para ekonomsebagai eksternalitas. Apabila suatu proek baru mengambil penjualan dari produk yang sudah ada, maka hal ini sering disebut
dengan kanibalisasi.
Penentuan Waktu Arus Kas
Laporan laba rugi akuntansi dinyatakanuntuk periode setiaptahunataubulan, sehingga tidak mencerminkan secara tepat kapan di dalam satu
periode pemasukan dan pengeluaran kas terjadi. Karena nilai waktudari uang, arus kas penganggaran modal secara teori harus dianalisis tepat
pada waktuarus kas tersebut terjadi. Harus ada kompromi antara akruasi dan kemungkinanterjadinya. Sebuah garis waktudengan arus kas harian
secara teori pastilah merupakan analisis yang paling akurat, tetapi perkiraan arus kas harian membutuhkan biaya yang sangat besar dalam
pembuatannya, susah digunakan, dan bisa jadi tidak lebih akurat dibandingestimasi arus kas tahunan karena kita tidak bisa meramalkan dengan
cukup baik sampai tingkat detail.
C. Mengevaluasi Proyek Penganggaran Modal
Arus kas tambahan sangat dipengaruhi olehapakahproyek ini merupakan suatuproyekekspansi baru atau proyek pengganti. Proyek ekspansi
baru didefinisikan sebagai suatu proyek di mana perusahaan berinvestasi pada aktiva baru untuk meningkatkan penjualan. Di sini arus kas
tambahanhanya berupaarus kas masuk dan keluar dari proyek tersebut. Sedangkan proyek pengganti terjadi apabila perusahaan m engganti
aktiva yangsudah ada dengan aktiva yangbaru. Dalam hal ini, arus kas tambahanadalah tambahanpemasukan dan pengeluaran yangterjadi dari
investasi pada aktiva yang baru tersebut. Dalam setiap kasus, arus kas umumnya akan memperhitungkan hal-hal berikut:
1. Pengeluaran investasi awal. Investasi awal termasukbiaya aktiva tetapdi muka sehubungan dengan proyekditambah dengan penambahan
yang terjadi dalam modal kerja operasi bersih.
2. Arus kas operasi bersih. Ini merupakanarus kas masuk tambahanselamaumur ekonomis proyek. Arus kas operasi tahunan sama den gan
laba operasi setelah pajak ditambah depresiasi.
3. Arus kas tahun terakhir. Hal ini termasuk nilai sisa aktiva tetap, yangdisesuaikan dengan pajakjika aktiva tersebut tidakdijual berdasarkan
nilai bukunya, ditambah pengembalian dari modal kerja operasi bersih.
Untuk setiaptahun dalamumur proyek, arus kas bersih ditetapkan sebagai jumlah dari arus kas masing-masing tiga kategori. Arus kas bersih
tahunan ini selanjutnya akan ditampilkandalam garis waktudan digunakan untuk menghitungNPVdan IRR dari proyektersebut.Proyek modal
dapat dianalisis dengan menggunakan kalkulator, kertas, dan alat tulis, atau dengan program spreadsheet seperti excel. Terdapat beberapa
langkah yang bisa digunakan untuk menghitung analisis tersebut, yaitu:
1. Analisis arus kas. Pada langkah ini terdapat beberapa bagian, yaitubagian 1 tentangdatainput, bagian 2 tentangskedul depresiasi,bagian 3
tentang nilai sisa bersih, dan bagian 4 tentang proyeksi arus kas.
2. Mengambil keputusan. Pada langkah ini terdapat bagian ke 5, yaitu tentang output utama dan penilaian atas proyek yang diusulkan.
D. Pengenalan Analisis Risiko Proyek
Sampai saat ini kita telahcukup berasumsi bahwa proyek-proyek yang ada akan menghasilkan arus kas tertentu, lalu menganalisis arus kas
tersebut untuk memutuskanapakahkita harus menerima ataumenolakproyek tersebut. Karenasudah jelas arus kas tidak diketahui dengan pasti,
maka dalam penganggaranmodal kita harus melihat teknik-teknik yang digunakan perusahaan untuk menentukan risiko suatu proyek dan
kemudian memutuskan apakah keuntungan yang akan didapat sebanding dengan risikonya.
E. Teknik untuk Mengukur Risiko Berdiri Sendiri
Risiko proyekada tiga jenis, yaitu: risiko berdiri sendiri,risikoperusahaan, dan risiko pasar.Pertama, Karena tujuan utama perusahaan adalah
untuk memaksimalkannilai bagi pemegangsaham, makayangpalingberpengaruhadalah risiko proyekyangberakibat langsung bagi pemegang
saham. Para pemegangsahamumumnyaterdiversifikasi, makasecara teori ukuranrisikoyangpalingrelevanadalah risiko pasar.Selain iturisiko
perusahan juga penting. Teknik menilai resiko proyek:
1. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas adalah sebuah teknikyang mengindikasikan seberapa banyak NPV dapat berubah sebagai akibat dari adanya perubahan
tertentupada sebuah variabel input, jika variabel lainnya dianggap konstan. Analisis sensitivitas merupakan suatu teknik analisis risiko dimana
variabel utama diganti satu per satu dan hasil NPV-nya diamati.
Jika kita sedangmembandingkandua proyek, proyek yang memiliki garis sensitivitas lebih curam akan lebih beresiko, karena bagi proyek
tersebut kesalahan yangkecil dalam mengestimasi sebuah variabel seperti unit penjualanakanmengakibatkankesalahan besar dalam NPV yang
diharapkandala proyek. Oleh karena itu analisis sensitivitas dalam menjadi masukan yang sangat berguna dalam menentukan resiko suatu
proyek.
2. Analisis Skenario
Analisis scenario menyediakan kebutuhanperluasandari analisis sensitivitas. Analisis ini membukakemungkinandilakukannya perubahan pada
variabel-variabel utama, dan juga memungkinkan kita untuk mengubah lebih dari satu variabel pada setiap perhitungan. Dalam analisis in i,
seorang analisis keuangan akan memulai dengan kasus dasar (analisis dimana seluruh variabel input dinyatakan dalam nilai yang mungkin
terjadi).
3. Simulasi Monte Carlo
Simulasi Monte Carloadalah teknikanalisis resiko dimana kemungkinana kejadianyangterjadi di masa yang akan datang disimulasikan dalam
sebuah komputer, sehingga menghasilkan estimasi tingkat pengembalian dan indeks-indeks resiko. Tipe analisis ini dinamakan simulasi.
Walaupun simulasi Monte Carloini dianggap lebih kompleks daripada analisis skenario,adanyapaket-paket peranti lunaksimulasi ini memnbuat
prosesnya mudah untuk dilakukan. Kebanyakan paet ini merupakan tambahan dari program spreedsheetseperti excel.
F. MenggabungkanRisiko Proyek dan Struktur Modal dalam Penganggaran Modal
Penganggaranmodal dapat mempengaruhi resikopasar, resiko perusahaan itu sendiri, atau keduanya, namun sangatlah sulit untuk mengukur
kedua jenis resiko tersebut.Walaupun dimungkinkan untuk mengambil keputusan umum bahwa satu proyek lebih beresiko daripada p royek
lainnya, sangatlah sulit untuk mementukan ukuran kuantitatif yang baik dari resiko proyek.
Ada dua metode yang digunakan untuk memperhitungkan resiko proyek ke dalam penganggaran modal. Metode yang pertama disebut
pendekatan ekuivalen kepastian.Disini semua arus kas yangtidak diketahui dengan pasti dibuat skalanya, dan semakin beresiko arus kasnya,
maka makinrendahnilai ekuivalenkepastiannya. Yang kedua adalah metode pendekatan tingkat diskonto yang disesuaikan dengan resiko,
dimana resiko proyekyangberbeda diatasi denganmengubah tingkat diskonto. Proyek yangmemiliki resikosedang, didiskontokandengan rata-
rata biaya modal perusahaan,proyek yangberesikotinggi didiskontokan denganbiaya modal yanglebih tinggi, dan proyekyang beresiko rendah
didiskontokan dengan presentase yang lebih rendah daripada biaya modal perusahaan.
BAB III
BIAYA MODAL
Biayamodal atau Cost ofCapital merupakan biayariil yangharus dikeluarkan oleh perusahaanuntukmemperolehdana baik hutang, saham
preferen,sahambiasa, maupunlaba ditahanuntuk mendanai suatuinvestasi perusahaan.
Capital Budgeting dan Cost of Capital (CoC) merupakandua konsepyangsalingberkaitan. Kita tidak bisa menentukanbesarnya cost ofcapital
jika tidak mengetahui besaran capital budget, dan sebaliknya,kita tidakbisa menentukan jumlahcapital budget jika tidaktahunilai cost of
capital. Dengandemikian, jika manajer keuanganingin memaksimalkannilai perusahaan,maka biaya modal dan capital budgeting harus
ditentukansecarasimultan.
Biayamodal adalah biaya riil yangharus ditanggungperusahaankarenadigunakannya modal yangdigunakan untuk berinvestasi. Karena
sifatnya sebagai biaya, maka biayamodal juga diartikansebagai batas minimum tingkat hasil yangharus dicapai perusahaan(minimum required
rate of return)agar perusahaantidakdinyatakanmerugi.
Perhitungan biayamodal secara keseluruhan(overall cost of capital)bertujuan, utamanya, untuk
menentukanbiaya modal dalam hal penganggaranmodal (capital budgeting). Konsepini mengarah
pada Weighted AverageCost of Capital (WACC), yaitubatas untuk mengevaluasi apakahproyek-proyek
memiliki tingkat pengembalianyanglebih baik.
Dari namanya, WACC merupakan biayamodal tertimbangdari berbagai sumber modal sesuai dengan komposisi masing-masing. Dengan
demikian, rumus dari WACC adalah :
Untuk mengestimasikanWACC, halpertama yangperludilakukanadalah memutuskantipe modal yangmana yangdigunakan.Mengingat CoC
utamanyadigunakan dalamproses pembuatan keputusan investasi jangka panjang, fokus pembahasan adalahpada perhitungan CoC yang
digunakan untuk pengambilankeputusandalam hal capital budgeting.
Asumsi yangberlakudalam pembahasaninvestasi jangka panjangadalah sumber modal yangbersifat jangka pendek, digunakanuntuk
menunjangjalannya operasi perusahaan. Dengan katalain, perusahaanumumnya menggunakanshort-termliabilities sebagai sumber dana bagi
workingcapital yangbersifat siklus ataumusiman.
Dengan demikian,hutangjangka pendek tidak termasukdalam perhitungan CoC yangdigunakandalam konteks capital budgeting, dan
mempertimbangkanpenggunaan long-termdebt, sahampreferendan modal sendiri (saham biasa plus laba ditahan) sebagai sumber utamamodal
bagi kepentinganekspansi. Jadi sumber modal jangka panjangitulahyangtermasuk dalam perhitungan WACC. Untukitu, untuk menentukan
WACC perluperhitunganbiaya modal masing-masingsumber modal secara individual.
Beberapa hal yangberhubungan denganCost ofCapital adalah:
 Cost of Debt
 Cost of PreferredStock
 Cost of Common Stock
 Cost of RetainedEarning
 WeightedAverage Cost ofCapital (WACC)
Sumber dana yangdigunakan oleh perusahaan, baik pinjamanmaupunmodal sendiri, menanggungbeban yangdisebut sebagai biaya modal (cost
of capital). Biayamodal denganpinjaman yaitu(cost of debt)dan biaya modal sendiri yaitu(cost of equity).Biaya modal usaha merupakanrata-
rata tertimbangdari biaya pinjamandan modal sendiri ataudisebut juga sebagai weighted averageof cost of capital ( WACC ) dengan
perhitungansebagai berikut.
dimana,
D = besarnya pinjamanberbunga yangdigunakan(debt)
E = modal sendiri (equity)
Kd = cost of debt
Ke = cost of equity
t = tarif pajak WACC diturunkandari
EBT = EBIT – Interest NI = EBT– Tax
dimana
EBT = earning before tax
Secara matematis dapt dinyatakansebagai berikut:
NI= (EBIT)(1-T)- I (1-T)
EBIT (1-T) = NI+ I (1-t)
NI (Net Income) adalahbagian keuntunganyangditerima oleh pemilikperusahaan.Keuntunganminimal yangditetapkanpemilikadalah sebesar
modal yangditanamkan (ekuitas) dikalikandenganbiaya modalnya (cost of equity),atauNI = E x Ke
Bagian yangditerima kegiatan adalahsebesar pinjaman di kalikan dengantingkat biayanya,jadi bagian kreditur adalahD x Kd.
Jadi,
EBIT (1-T) = NI+I (1-t) EBIT(1-T) = Ke + Kd (1-t)
EBIT (1-T) = Eke + DKd (1-t).
Apabila formula tersebut dibagi dengan total pendanaanmaka akandidapatkanimbalanminimum suatuusaha yangsama dengan rata-rata
tertimbangdari imbalan untuk kreditur dan pemilikperusahaan. Sehingga formula menjadi:
EBIT (1 – T ) / (D + E) = (D / (D + E) ) Kd (1 – T) + (E / (D + E) ) Ke
Sedangkan,
Biayamodal (cost ofcapital) adalah biayariil yangharus dikeluarkan oleh perusahaanuntukmemperolehdana baik yangberasal dari hutang,
saham preferen, sahambiasa, maupunlaba ditahanuntuk mendanai suatuinvestasi atauoperasi perusahaan.
Pada umumnya orangmenganggapbahwa biaya modal yangberasal dari hutangyangdipinjamdari bank hanya berupa tingkat bunga yang
ditetapkanolehbank dalam kontrakperjanjianhutang(contractual interest).
Hal ini benar kalau jumlah uangyangditerima samabesarnya dengan jumlah nominalutangnya. Tetapi, dalamkenyataannya seringkali dijumpai
bahwa penerima kredit harus membayarbiaya administrasi, biayaasuransi, dan sebagainya.Biaya-biaya tersebut seringtidak dicantumkan dalam
perjanjian kredit sehingga terjadi jumlah uangyangditerima itulebih kecil daripada jumlahnominal utangnya.
Misalnya, TuanA akanmeminjamuangsebesar Rp. 1.000.000dengan bunga 2% per bulan untuk waktu6 bulan. Biaya administrasi dan biaya
lainnya Rp. 50.000.
Dari contoh ini,sebenarnya biaya untuk memperoleh modal pinjamantersebut adalahbiaya bunga ditambahbiaya administrasinya yaitu(2% x 6
bulan x Rp. 1.000.000)+ Rp. 50.000= Rp. 170.000.
Biaya modal per bulan = (Rp. 170.000: Rp. 1.000.000) : 6 = 0,0283atau2,83%.
Biaya sebesar 2,83% inilahsebagai biaya modal yangsecara riil dibayarperusahaan. Namun sekarangcoba kita hitungbiaya modal pinjaman
tanpa ditambahbiaya administrasinya yaitu2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000= Rp. 120.000.
Biaya modal per bulan = (Rp. 120.000: Rp. 1.000.000) : 6 = 0,02atau2%.
Dengan demikian biayamodal dari penggunaanhutangyangsecara riil harus ditanggungatas penerimaankredit adalah lebih besar daripada
tingkat bunga menurut kontrak.
BAB IV
STRUKTUR MODAL DAN LEVERAGE & KEBIJAKAN DIVIDEN
Struktur Modal adalah perimbanganatauperbandingan antaramodal asingdenganmodal sendiri. Modal asingdalam hal ini adalah utangjangka
panjangmaupun jangka pendek. Sedangkan modal sendiri terbagi atas laba ditahan dan penyertaankepemilikan perusahaan.
Struktur modal yangoptimal adalah struktur modal yangmengoptimalkan keseimbanganantara risikodan pengembalian sehingga
memaksimumkanharga saham. Untukitu, dalam penetapanstruktur modal suatuperusahaan perlumempertimbangkanberbagai variabel yang
memengaruhinya.
Struktur modal merupakanmasalahyangpentingbagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akanmempunyai efeklangsungterhadap
posisi finansial perusahaan, terutama denganadanya utangyangsangat besar akan memberikan beban kepada perusahaan.
Tujuan Struktur Modal
Tujuan manajemenstruktur modal adalah memadukan sumber-sumber danapermanenyangdigunakan perusahaanuntukoperasionalnya yang
akan memaksimalkan nilai perusahaanitusendiri.Pencarianstruktur modal yangoptimal merupakanpekerjaanyangsangat sulit, karenaadanya
konflik yangmengarahkepada biaya agensi. Konfliklama terjadi antara pemegangsaham dan pemegangobligasi dalam penetapanstruktur
modal optimal suatuperusahaan.Makauntukmengurangi kemungkinan manajemen menanggungrisikoberlebihanatas nama pemegangsaham,
perlumemasukkanbeberapa batasan protektif.
Faktor yangMemengaruhi StrukturModal
Ada beberapa faktoryangdapat memengaruhi Struktur Modal antara lain.
1. Struktur Aktiva(Tangibility)
Kebanyakanperusahaanindustri yangsebagian besar modalnya tertanam dalamaktiva tetap akanmengutamakanpemenuhanmodalnya dari
modal permanenyaitumodal sendiri, sedangkanutangbersifat pelengkap. Perusahaanyangsemakinbesar aktivanyadan terdiri dari aktiva lancar
akan cenderungmengutamakanpemenuhankebutuhandana denganutang. Hal ini menunjukkanadanya pengaruhstruktur aktiva terhadap
struktur modal suatuperusahaan.
2. Growth Opportunity
Kesempatan perusahaanuntukmelakukaninvestasi pada hal-hal yangmenguntungkan. Teori agensi menggambarkanhubungan yangnegatif
antara growthopportunitydan leverage. Di mana,perusahaandengan tingkat leverageyangtinggi cenderungakanmelewatkankesempatan
dalam berinvestasi pada kesempatan investasi yangmenguntungkan.
3. Ukuran Perusahaan (Firm Size)
Perusahaan besar cenderungakan melakukandiversifikasi usaha lebih banyakdari pada perusahaan kecil. Olehkarenaitukemungkinan
kegagalan dalam menjalankanusaha ataukebangkrutanakanlebih kecil.Ukuranperusahaan seringdijadikan indikator bagi kemungkinan
terjadinya kebangkrutanbagi suatuperusahaan, di mana perusahaandalam ukuranlebih besar dipandanglebih mampumenghadapi krisis dalam
menjalankan usahanya.
4. Profitabilitas
Perusahaan denganprofitabilitas yangtinggi tentumemilikidana internal yanglebih banyakdaripada perusahaan denganprofitabilitas rendah.
Perusahaan dengantingkat pengembalianyangtinggi akan berinvestasi menggunakan utangyangrelatifkecil (Bringham & Houston,2001).
Tingkat pengembalian yangtinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhanpendanaandengan dana yangdihasilkan secara
internal.Hal ini menunjukkanbahwa profitabilitas berpengaruh terhadapstruktur modal perusahaan.
5. Risiko Bisnis
Risiko Bisnis akan mempersulit perusahaan dalammelaksanakan pendanaaneksternal, sehingga secara teori akan berpengaruh negatif terhadap
leverage perusahaan.
Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai struktur modal.Dalamsebuah usaha, modal adalahhal pentingyangperludiperhatikan untuk
membangun dan mengembangkanusaha. Selain itu, perencanaankeuangan yangmatangjuga perludiperhatikan.Anda bisa melakukan
perencanaankeuangan denganmembuat laporankeuanganyangsangat berguna untukmemonitor masukdan keluarnya keuangan perusahaan.
Leverage adalah penggunaanaset dan sumber dana (sourceof funds) oleh perusahaanyangmemiliki biaya tetap(beban tetap) denganmaksud
agar meningkatkankeuntunganpotensial pemegangsaham (Sartono, 2008:257). Leverage adalah suatutingkat kemampuanperusahaan dalam
menggunakan aktiva dan ataudana yangmempunyai beban tetap(hutangdan atausaham istimewa) dalam rangka mewujudkan tujuan
perusahaan untuk memaksimisasi kekayaanpemilik perusahaan.
Perusahaan yangmemiliki biaya operasi tetapataubiaya modal tetap, makaperusahaantersebut menggunakanleverage.Penggunaanleverage
dapat menimbulkanbeban dan risiko bagi perusahaan, apalagi jika keadaan perusahaansedangmemburuk.Di sampingperusahaanharus
membayar beban bunga yangsemakin membesar, kemungkinan perusahaanmendapat penalti dari pihak ketiga pun bisa terjadi.
Jenis-jenis Leverage
Jenis leverage ada tiga macam yaitu OperatingLeverage,Financial Leverage dan CombinationLeverage.Berikut penjelasan dari masing-masing
leverage tersebut:
a. Leverage Operasi (operatingleverage)
Leverage operasi adalah seberapa besar perusahaan menggunakanbeban tetap operasional(Hanafi,2004:327). Menurut Syamsuddin (2001:107),
leverage operasi adalahkemampuanperusahaan di dalam menggunakanfixedoperatingcost untuk memperbesarpengaruh dari perubahan
volume penjualanterhadap earningbefore interest and taxes (EBIT).
Leverage operasi timbul sebagai suatuakibat dari adanyabeban-beban tetapyangditanggungdalam operasional perusahaan. Perusahaanyang
memiliki biaya operasi tetapataubiaya modal tetap, maka perusahaantersebut menggunakanleverage. Dengan menggunakan operating
leverage perusahaanmengharapkanbahwa perubahan penjualan akanmengakibatkanperubahanlaba sebelum bunga dan pajak yanglebih besar.
Beban tetap operasional tersebut biasanya berasal dari biaya depresiasi, biaya produksi dan pemasaranyangbersifat tetap misal gaji karyawan.
Sebagai kebalikannyaadalah beban variabel operasional. Contoh biayavariabel adalah biaya tenaga kerjayangdibayar berdasarkan produk yang
dihasilkan.
Leverage operasi adalah pengaruh biaya tetapoperasional terhadap kemampuanperusahaanuntuk menutup biaya tersebut. Dengan kata lain
pengaruh perubahan volumepenjualan (Q)terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Besar kecilnya leverage operasi dihitungdengan
DOL (Degree of operating leverage) yangdirumuskansebagai berikut:
Rumus Leverage Operasi (operating leverage)
Analisis leverage operasi dimaksudkanuntuk mengetahui seberapapeka laba operasi terhadapperubahan hasil penjualan dan berapa penjualan
minimal yangharus diperoleh agar perusahaantidakmenderita kerugian
b. Leverage Keuangan(financial leverage)
Financial leverage adalah penggunaansumber dana yangmemiliki beban tetapdengan beranggapan bahwa akanmemberikantambahan
keuntungan yanglebih besar dari pada beban tetapnyasehingga akanmeningkatkankeuntunganyangtersedia bagi pemegangsaham (Sartono,
2008:263).
Kebijakan perusahaan mendapatkanmodal pinjaman dari luar ditinjaudari bidang manajemenkeuangan, merupakan penerapanFinancial
Leverage dimana perusahaanmembiayai kegiatannya denganmenggunakan modal pinjamansertamenanggungsuatubeban tetapyangbertujuan
untuk meningkatkanlaba per lembarsaham.
Financial Leverage timbul karena adanya kewajiban-kewajiban finansial yangsifatnya tetap(fixedfinancial charges) yangharus dikeluarkanoleh
perusahaan. Kewajiban-kewajiban finansial yangtetapini tidaklahberubah dengan adanya perubahan tingkat EBIT dan harus di bayar tanpa
melihat sebesar apa puntingkat EBIT yangdicapai perusahaan.
Besar kecilnya leverage finansial dihitungdengan DFL (Degree offinancial leverage). DFL menunjukkanseberapajauh perubahanEPSkarena
perubahan tertentudari EBIT. Makin besar DFL nya,maka makin besar risiko finansial perusahaan tersebut. Danperusahaanyangmempunyai
DFL yangtinggi adalah perusahaanyangmempunyai utangdalam proporsi yanglebih besar. DFL (Degree of financial leverage)dirumuskan
sebagai berikut:
Rumus Leverage Keuangan (Financial Leverage)
DFL yangbesar menunjukkan bahwa perubahantingkat EBIT akan menghasilkan perubahan yangbesar pada laba bersih (EAT) ataupendapatan
per lembar saham (EPS). Beban tetapbunga ini pada kenyataannya dapat berupabeban seluruh utangatauobligasi yangada dan biaya deviden
untuk saham preferenyangmempunyai beban pembayarantetapsetelah perhitungansebelum pajak.
c. Leverage Gabungan (Combination Leverage)
Combination leverage terjadi apabila perusahaan memiliki baik baik operating leverage maupun financial leverage dalam usahanya untuk
meningkatkankeuntunganbagi pemegangsahambiasa (Sartono, 2008:267).
Leverage gabungan adalah pengaruh perubahanpenjualanterhadapperubahan laba setelahpajakuntuk mengukur secaralangsungefek
perubahan penjualan terhadapperubahanlaba rugi pemegangsahamdengan Degreeof Combine Leverage (DCL)yangdidefinisikansebagai
persentaseperubahan pendapatan perlembarsahamsebagai akibat persentase perubahandalam unit yangterjual.
Pengertian KebijakanDevidenDanJenis-Interest Rate Kebijakan Deviden
1. Pengertian Dividen
Dividen berasal Dari bahasa Latin YaitudivendiumYangartinya SesuatuUNTUKdibagi. Berikut inisial beberapa pemaparan Mengenai
pengertiandividen:
1. Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia dividendiartikan sejumlahUangAstra Honda Motorsebagai hasil temuan keuntunganYangdibayarkan
ditunjukan kepada PemegangSaham (hearts suatu Perseroan).
2. Dalam Dunia Ekonomi Adalahdividen Seluruh AGRO Bersih Penghasilankena pajakdikurangi penyisihanUNTUKCadangan PajakYang
dibagikan ditunjukan kepada PemegangSaham (pemilikmodal Sendiri) kecuali ditentukan berbaringhearts Rapat Umum PemegangSaham
(RUPS).
3. * Menurut Bapepamdividen Adalah Porsi keuntungan PerusahaanYangdibayarkan ditunjukankepada para PemegangSaham.
4. * Menurut Darmaji Dan Fakhrudin (2001: 9)dividen Adalahpembagian keuntunganYangdihasilkan Perusahaan DanJumlah: Tersedia Bagi
PemegangSaham.
5. * Menurut Husnan DanPudjiastutidividen Adalah AGRO YangTIMAH Diposkan Perusahaan DanJumlah: Tersedia Bagi PemegangSaham.
Dari beberapa pengertiandi differences DAPAT diartikan bahwa dividen AdalahAGRO YangTIMAH PerusahaanUNTUK dibagikan
ditunjukan kepada PemegangSaham.
2. PengertianKebijakan Dividen
Dalam melakukanPerdagangan SahamPerusahaan akan memperoleh AGRO Bersih. Laba Bersih(laba bersih)Suami Seringdisebut Astra
Honda Motor sebagai: “Laba YangJumlah: Tersedia Bagi PemegangSaham biasa” (laba yangtersedia bagi pemegangsaham biasa) disingkat
EAC. Laba Bersih tersebut akan DIKENAKANgai pajak sehingga Menjadi AGRO Bersih Sesudah Pajak (earinings setelahATAU pajak EAT).
Manajemenmempunyai doa alternatif Terhadap perlakuanMAKANSuami Yaitu:
1. Dibagikan ditunjukankepada paraPemegangSaham Perusahaanhearts Bentuk dividen.
2. DiinvestasikanKembali toPerusahaan Astra Honda Motor sebagai AGRO ditahan (laba ditahan)UNTUKmembiayai Operasi Selanjutnya.
Apabila Manajemen kecepatanmemerlukan, expandabilas alternatifPertama artinyaManajemenHarus MEMBUAT Keputusan TENTANG
besarnnya MAKANYangdibagikan Astra Honda Motor sebagai dividen. PembuatanKeputusanTENTANGdividen Suami disebut kebijkan
dividen.
demikian dividen akanmengacuPada Suatukebijakan(kebijakan dividen) Yangoptimal, terutama Disesuaikandengan KONSEP Composition
Komposisi memaksimumkan Nilai Perusahaan.
DitinjauDari memaksimumkanrentabilitas modal Sendiri, Maka kebijakandividen Perlumemperhatikan rentabilitas AKTIVA Dan Tingkat
bunga. Demikian Dikatakan, Karenapabila kebijakanmenetapkanbahwa AGRO ditahan Semakin gede berarti PerusahaanSuami menggunakan
menggunakan metoda Manulife DENGAN Menambahmodal Sendiri, yakni Manulife internal.
Dividen Kebijakan merupakanshalat SatuSumber KonflikANTARA ManajemenDan principal KARENADAPAT dividenmerupakansuatu
sinyal Yangdiberikan Perusahaan ditunjukan kepada investor.Dividendibayarkan YangBeroperasi tunai maupunKonversi DENGAN
sepengendali mencerminkan kemampuan Perusahaanhearts menghasilkanAGRO Dan ProspekyangBaik di masa YangDatangakan.
3. Teori-Teori KebijakanDividen
A. Teori ketidakrelevanan dividen(DividenTIDAK relevan)
Beberapa Kalangan berpendapat bahwa kebijakandividen TIDAK mempunyai pengaruhTerhadapharga sepengendali Perusahaanmaupun
Terhadapmencakup biaya modalnya. JIKA kebijakandividen TIDAKmempunyai pengaruh signifikanYang, Maka HALtersebut TIDAK
relevan.
C. Teori Preferensi Pajak
Ada Tiga Alasan YangberkaitanDENGAN gai pajak UNTUK beranggapanbahwa investorMungkinHobi menyukai pembagian dividen Yang
Rendah pãda Dari YangTinggi, Yaitu:
1. Keuntungan modal DIKENAKAN Tarif PajakHobi Rendah Dari pãda Pendapatan dividen. UNTUK ITU investor Yangkaya(Yangmemiliki
sebagian sepengendali besar) MungkinHobi Suka Perusahaan MenahanDanmenanamkanKembali AGRO to hearts Perusahaan.Pertumbuhan
AGRO Mungkin dianggap menghasilkan kenaikkanharga sepengendali, Dankeuntungan modal Yangpajaknya Rendahakanmenggantikan
dividen Yangpajaknya Tinggi.
2. Pajak differences keuntungan TIDAK dibayarkanSampai sepengendali terjual,sehingga ADA Efek Nilai Waktu.
3. JIKA selembar sepengendali dimiliki DiposkanSeseorangSampai besarbesaranMeninggal, sama Sekali TIDAK ADA gai pajakkeuntungan
modal Yangterutang.
KARENA adanya keuntungan-keuntunganmemungut pajakSuami, para investor Mungkin Hobi Suka PerusahaanMenahansebagian gede
AGRO Perusahaan.JIKA demikia para investorakanmaumembayar Hobi Tinggi UNTUK PerusahaanYangdividennya pembagianRendah
daripada UNTUK Perusahaansejenis Yangpembagiandividennya Tinggi.
4. Jenis-JENISDividen
* Menurut Zaki Baridwan (1993)deviden YangakanDiposkandibagikan PerusahaanDAPAT terbagi hearts beberapa JENIS, Yaitu:
1. Tunai dividen (dividentunai), Yaitudividen Yangdibagikan ditunjukan kepada PemegangSaham hearts Bentuk Uangtunai Dandikenai gai
pajak pãda Tahun pengeluarannya. Dividen Suami Yangmemucat Umum DanBanyakdigunakanhearts pembagiansepengendali.
2. Dividen Saham (stock dividen),Yaitudividen Yangdibagikan Perusahaanditunjukan kepada para PemegangSaham hearts Bentuk
sepengendali Perusahaansehingga Jangka Waktusepengendali Perusahaan Menjadi bertambah.Jadi, pemberiansahamdividen Suami DENGAN
dilakukan Cara mengubah sebagian AGRO ditahan(laba ditahan) Menjadi modal sepengendali Yangpãda dasarnya TIDAK mengubah Disetor
Penuh Sendiri. Namun demikianarus kas PerusahaanTIDAK tergangguKARENA TIDAK PerusahaanPerlumengeluarkan Uangtunai.
Peristiwa inisial dilakukanJIKA posisi kas Perusahaan ATAU likuiditas diperlukan DiposkanolehPerusahaan.Investor Dalamhal ini kami akan
memiliki Hobi Banyak sepengendali tetapi AGRO per lembar sepengendali Hobi Rendah.Proporsi investorPemilikanTIDAK mengalami
Perubahan.
3. Dividen sepengendali Pecahan (stocksplit), Yaitupemecahan selembar sepengendali Menjadi n lembar sepengendali. Harga per lembar
sepengendali baruNegara Penghasilankena pajak stocksplit AdalahSebesar 1 / n Dari harga sebelumnya.Mencari Google Artikel demikian,
sebenarnya yangstock split TIDAK MenambahNilai Dari Perusahaan ATAUdengan kataberbaringstocksplit TIDAK mempunyai Nilai
Ekonomis. Melakukan pemecahanhearts hal, YaituMenambah Jangka Waktusepengendali DENGAN Cara melalui Pengurangannominalnya
Nilai. PADA contohdi differences, JangkaWaktulembar sepengendali 400.000 lembar sepengendali Menjadi 2 x 400.000lembar= 800.000
lembar. Harga nominal sepengendali Menjadi Rp. 2.500 (Rp. 5.000 / 2).
Mencari Google Artikel demikianStruktur modal TIDAK Berubah,Dan Nilai jual sepengendali biasa, agio saham, DanAGRO TIDAK
mengalami Perubahan. Tetapi harga nominal Danlembarsepengendali Berubah proporsional.
CompositionKomposisi Dari stocksplit:
1. Menurunkanharga sepengendali, sehingga menarikpembeli / investor.
2. Diharapkanharga akan MENINGKAT.
3. Menguntungkan investor Bagi, JIKA dividen YangDibayarHobi gede, misalnya SEBELUM dipecahkanmembayar dividenRp. 2.000 per
lembar. Penghasilan kenapajakdipecahkanHanya membayar dividenRp. 1.250 perlembar, Maka investor MENERIMA akan dividenRp. 2.500
DENGAN Nilai PenyertaanYangsama besarnya.
scrip Dividen, Yaituhearts Bentukperjanjian tertulis UNTUK membayar hearts JangkaWaktuTertentupãda WaktuYangdisepakati.
properti Dividen (properti dividen), Yaitudividen Yangdibagikan hearts Bentuk KALBEberbaringselain kas ATAU sepengendali, misalnya
Aktiva tetapDan surat-surat Berharga.
Dividen likuidasi (melikuidasi dividen), Yaitudividen Yangdiberikan ditunjukankepada PemegangSaham AstraHonda Motor sebagai Akibat
dilikuidasikannya Perusahaan. Dividen TIMAH Dari Selisih ANTARA Nilai realisasi Aset Perusahaandikurangi DENGAN SEMUA
kewajibannya.
5. Bentuk-Bentuk KebijakanDividen
Banyak faktor berbaringYangIkut berperanhearts Penetapan besarnya Pembayaran dividen, namun YangMenjadi PersoalanSelanjutnya
Adalah Mengenai Bentuk-Bentuk kebijakandividen YangBisa ditempuhDiposkansuatuPerusahaan. * Menurut Awat (1998: 171) Terdapat
empat dalam macamBentuk-Bentukkebijakandividen, Yaitu:
1. Dividen Kebijakan Yangstabil (stable kebijakandividen pershare), Jangka WaktuPembayaran dividenyakni ITU sama besarnyaDari Tahun
to Tahun. Salah SatuAlasan MENGAPA suatuPerusahaanITU menjalankan kebijakandividen Yangstabil Adalah UNTUK memelihara Kesan
para investorTerhadapPerusahaan tersebut, sebabapabila suatuPerusahaan Checklists Memverifikasi Daftarnama kebijakandividen Yang
stabil berarti Perusahaantersebut Yakinbahwa Pendapatanbersihnya JUGA stabil Dari Tahun toTahun.Meskipun Perusahaanmengalami
Kerugian, Jangka Waktudividen YangDibayarmisalnyaRp. 1.500persepengendali,MakaJangka WaktuSuami differences Dibayar ditunjukan
kepada PemegangSaham. InvestorakanAmanDENGAN Jangka WaktuYangdifferences diterimanya TPUDENGAN Motivasi mereka.
2. Kebijakan dividen payout ratioYangdifferences (dividendpayout ratiokebijakan konstan). DalamHALSuami, Jangka Waktudividen akan
Berubah-ubah TPUDENGAN JangkaWaktuAGRO Pt tetapi rasio ANTARA Dividen dan AGRO ditahanAdalahdifferences. DevidenYang
Dibayar berfluktuasi tergantungbesarnya keuntunganBagi PemegangSaham. Misalnya DPO 60% keuntungan Menyisipkan. JIKA keuntungan
Rp 1 Miliar, Maka deviden Yangdibayarkan Sebesar 60% x Rp 1 Milyar = Rp 600juta.
3. Kebijakan kompromi (kebijakankompromi), yakni suatukebijakandividen Yangterletak ANTARA kebijakanpersepengendali dividend
payout ratioYangstabil DankebijakanYangKonstanditambah DENGAN persentasi Tertentupãda Tahun-TahunYangMampumenghasilkan
AGRO bersiih YangTinggi.
4. Kebijakan dividen residual (residual kebijakan dividen). Apabila suatuPerusahaan Menghadapi suatukesempatanInvestasi YangTIDAK
stabil Maka Manajemenmenghendaki agar dividen Hanya Dibayar Ketika AGRO Bersih ITU Bersih.
6. Faktor-faktor YangMempengaruhi Kebijakan Dividen
Dalam membagikandividen, Perusahaan Harus memperhatikanbeberapa faktor, ANTARA berbaring:
1. DividendPayout Ratioindustri di mana Perusahaan ITUberada. Artinya, PerusahaanTIDAK bolehmengabaikankebijakanperusahandividen
berbaring
2. KesempatanInvestasi. Kebijakandividen Perusahaan JanganSampai mengorbankanProyekYangDAPAT nilai meningkatkanPemegang
Saham di masa YangDatangakan.Semakingede kesempatanInvestasi Maka dividenYangBisa dibagikan akanSemakinsedikit.
3. Profitabilitas DanLikuiditas. DividenKebijakanPerusahaan sebaiknya memperhitungkanProfitabilitas Dan likuiditas Perusahaan. Alirankas
ATAU Profitabilitas yangBaik Bisa membayar dividen ATAU dividen meningkatkan.Alasan berbaringpembagian dividen AdalahUNTUK
Menghindari akuisisi DiposkanPerusahaanlain.
4. Akses Ke Pasar Keuangan.JIKA Perusahaanmempunyai Akses Ke Pasar KeuanganYangbaik, Perusahaan Bisa membayar dividen Hobi
Tinggi. Lengket yangBaik Bisa membantuPerusahaan memenuhi Kebutuhan likuiditasnya.
5. Pertumbuhan PendapatanPerusahaan.JIKA PendapatanPerusahaanmengalami pertumbuhan, Maka JangkaWaktuPembayaran dividen
DAPAT dinaikkan. SebabDENGAN adanya TambahanPendapatanMaka Dividendan AGRO ditahanJUGA bertambah.
7. MekanismePembagian Dividen
Beroperasi UMUMMekanisme pembagiandividen terbagi doa YaituJadwal Dan tataCara dividen pembagian. Mekanisme inisial tergantung
pãda Keputusan Rapat UmumPemegangSaham (RUPS) Yangumumnya diadakanperTahun. Berikut Mekanisme pembagiandividen:
BAB IV
MODAL SAHAMDAN PERANAN BANK INVESTASI, HUTANG JANGKA PANJANG, PEMBIAYAAN CAMPURAN & MERGER,
DIVESTASI, PERUSAHAAN INDUK DAN LEVERAGEBUYOUTS
A. PENGERTIAN
Modal saham merupakanjenis modal yanghanya terdapat dalamperusahaanyangberbentuk Perseroan Terbatas ( PT ) yangdiperoleh
dengan cara menerbitkandan menempatkansaham – saham tersebut kepada pihaktertentuataukepada masyarakat umum. Tingkat kepemilikan
pemegangsaham terhadapperusahaantergantungseberapa besar bagian sahamyangdikuasainya.
Jenis – jenis saham
PT dapat menerbitkansatujenis sahamataulebih, bila perseroan ahnya menerbitkansatujenis saham saja,makasaham – sahamyang
diterbitkanituadalah saham biasa. Jenis – jenis saham yangdapat diterbitkan oleh PT :
1. Dilihat dari ada tidaknya nominal saham
A. Saham dengan nilai nominal : sahamyangpadanya tercantumadanya nilai nominal
B. Saham tanpa nilai nominal : saham yangpadanyatidaktercantum adanya nilai nominal
C. Dilihat dari hak yangmelekat pada saham
1. Saham biasa : saham yangtidak mempunyai hak istimewa dalam pembagiandeviden dan pembagian
kekayaanperusahaanbila perusahan dilikuidasi
2. Saham prioritas : saham yangmempunyai hakistimewa untuk didahulukandalam hak pembagian
deviden ataupembagian kekayaan perusahaanbila likuidasi.
1. B. PENCATATAN MODAL SAHAM
Pencatatantransaksi modal sahamdapat dilakukan denganmenggunakan 2 metode,yaitu:
1. Modal saham dicatat sebesar nominal saham yangdiotoritaskan
Pada saat diputuskan untukmenerbitkansahambaru, makasebesar nilai nominal saham – saham yangditerbitkanpada perkiraan “modal saham
diotoritaskan”dan dikreditkan pada perkiraan “modal saham”.
1. Modal saham dicatat sebesar nominal saham terjual
Pada saat modal sahamdicetak tidak perluada jurnal cukup dibuatkancatatan dalam bentukmemorial dan pencatatanmodal barudilakukan
apabila saham telahterjual
Pembatalan pemesanan saham
Hal ini terjadi apabila pemesan saham tidak dapat memenuhi kewajiban untuk membayarkekurangannyapada saat yangtelahditentukan.
Terdapat 4 klausul yangdapat digunakan sebagai perlakuanpembatalanpemesanansaham:
1. Uangmuka dikembalikanseluruhyakepada pemesan
2. Uangmuka dikembalikankepada pemesansetelahdikurangi kerugian atas penjualankembali saham – sahamtersebut
3. Diserahkan saham yangnilainya sama denganuangmuka pemesansaham
4. Uangmuka dianggap hialang/tidak dikembalikan
C. PENJUALAN SAHAMSECARA LUMPSUM
Disampingdijual secara individual atauper jenis saham,penjualansahamjuga dapat dilakukansecara bersamaan dalamsatuanpaket/ slot
( lumpsum ), yangmana dalam setiappaket sahamyangdijual terdapat lebih dari satujenis saham. Bila sahamdijual secara lumpsum, maka
sahan – saham yangberbeda – beda tersebut dijual dalam satuharga jual, oleh sebabitu perluada suatuperlakuan akuntansi untuk
mendistribusikan hasil penjualansaham – sahamtersebut ke masing – masingjenis saham
Pendistribusian hasil penjualan saham dapat dilakukandengan 3 cara, yaitu:
1. Bila harga pasar masing – masingsahamdiketahui, maka pendistribusian hasil penjualandilakukan berdasarkan
perbansingan harga pasarmasing – masingjenis saham
2. Bila salah satujenis saham yangdiketahui harga pasarnya,maka sebesar harga pasar saham yangdiketahui harga pasarnya
didistribusikan sebagai hasil penjualan sahma yangbersangkutan, sedangkansisanyadidistribusikan untuk hasil penjualan sahamyang
tidak diketahui harga pasarnya
3. Bila masing– masingsaham tidak diketahui harga pasarnya, maka pendistribusianhasil penjualansahambelum bisa
dilakukan hingga diketahuimya harga pasarmasing – masingsahamatausalah satujenis saham,mana yangdahulu
1. D. MODAL SAHAMBONUS
Saham juga dapat diberikan sebagai bonus kepada investor ataukreditor,misalnyauntukpembeliansahamprioritas atauobligasi
perusahaan dalam jumlahtertentuakandiberikansahambiasa sebagai bonus.
Perlakuan akuntansi terhadap premium dan diskon saham
Premium ataudiskon saham timbul bila saham – saham ditempatkan/dijual tidaksebesar harga nominalnya, sedangkanmodal saham di
neraca harus dilaporkansebesar nilai nominalnya yangmungkin tidak samadengan nilai riil kekayaan bersihyangditerima dari para pemegang
saham. Premium dan diskonsahamakan tetapdilaporkandi neraca selama sahamsaham – sahamyangmenimbulkan premium ataudiskon
tersebut masih tetapberedar. Pembatalan/penghapusanpremium ataupun diskonsahamdilakukanapablia ada penarikan saham untuk tujuan
pengurangan modal saham.
1. F. PERLAKUAN – PERLAKUAN SETELAH SAHAMBEREDAR
Adakalanya perusahaan menetapkansuatukebijakanterkait dengan saham – sahamperusahaanyangtelahberedar,yaitu:
1. Rekapitalitas saham
Meruapakn perubahan struktur modal sahamdenganjalan merubah niali tercatat sahamyangtelahberedar. Rekapitalitas dilakukan atas
persetujuan pemegangsaham barudengan nilai nominal yangbaru. Apabila dalam rekapitalitas saham tersebut nilai nominal sahamyangbaru
lebih besar daripada nilai wajar modal saham yangditarikmaka sebesar selisihnyadiperlakukan sebagai kerugiandan dicatat sebelahdebit pada
perkiraanlaba ditahan.
1. Pemecahan dan pengumpulannominal saham( stocksplit down – up )
Stock split down merupakan nilai nominal sahamberedar tanpamerubahtotal nilai nominal sahamberedar. Stock split down dilakukan dengan
cara menarikkembali sahamberedar untuk ditukar denganbeberapa sahambaruyangmempunyai nilai nominal perlembarsahamlebih kecil
daripada nilai nominal sahamyangditariktetapi mempunyai total nominal yangsama.Sedangakn stockup merupakanpengumpulannilai
nominal sahamberedar tanpamerubahtotal nominal saham beredar. Stockup dilakukandengancara menarikkembali beberapa saham beredar
untuk ditukar dengan saham baruyangmempunyai nilai nominal perlembar saham lebih besar daripada nilai nominal per lembar sahamyang
ditarik tetapi mempunyai total nominal yangsama.
1. Konversi saham( stockconvertion )
Yangdimaksuddengan stock convertion/pertukaransaham adalahmenkonversi/menukarsurat – surat berharga yangdapat dikonversikan dengan
saham biasa. Surat – surat berharga yangdapat dikonversikandengan sahambiasa adalah sahamprioritas yangdapat dikonversi dan obligasi
yangdapat dikonversi.
1. Penarikan kembali saham beredar
Adakalanya perusahaan melakukan penarikan kembali sebagian dari saham – sahamnya yangberedar dimasyarakat.Penarikan kembali saham –
saham ini mungkin dilakukan denganmaksuduntuk mengurangi ekuitas perusahaanatauhanya sekedar penarikan sementara untuk mebentuk
saham perbendaharaanyangnantinyaakandijual kembali ataudihapuskan. Beberapaalasan perusahaanuntukmembeli kembali saham –
sahamnya adalah:
 Untuk digunakan sebagai alat pembayarankompensasi kepada karyawan
 Untuk mengingatkan keuntunganper lembar saham
 Untuk megurangi jumlahpemegangsaham
 Untuk menghalangi upaya pengambil alihanperusahaan oleh pihaklain
 Untuk mengangkat harga pasarsaham
 Untuk digunakan sebagai alat pembayarandeviden
1. G. CAPITAL STOCKREACQUITION
Ini merupakanpenarikan kembali saham – saham beredarsecara permanen. Perlakuanakuntansi terhadappenarikankembali modal
saham secara permanenlebih sesuai dengan menggunakanmetode nilai nominal. Menurut metode ini sebesar nilai nominal saham – saham yang
ditarik kembali dikurangi pada perkiraanmodal saham yang sejenis. Inimerupakan bagian dari sahamberedar yangditarikkembali untuk
sementarawaktu. Saham – sahamperbendaharaan ininantinya dapat dijual kembali bila dianggap perluataudihapuskandari ekuitas perusahaan.
Terdapat 2 pendekatanpencatatansahamperbendaharaan,yaitu:
1. Saham perbendaharaandianggap sebagai oenarikansahamberedar, sehingga sebesar nilai nominal saham yangdibeli
kembali beserta dengan premium ataudiskonnya dikeluarkandari ekuitas perusahaan
2. Saham perbendaharaantidakdianggap sebagai penarikansahamberedar, sehingga baik nilai nominal ataupremiumatau
diskonnya tidak perludikeluarkan dari ekuitas perusahaan
3.
dalam menyusun dan memfasilitasi akuisisi untuk membuat kesepakatanberjalansemulus mungkin. PERANANBANK INVESTASI
Bank investasi terlibat dalam aktivitas merger dengancara:
Mereka membantuperusahaanmenyiapkan merger.
mereka membantuperusahaan sasaranmengembangkansertamenerapkantaktikdifensif.
mereka membantumenilai perusahaansasaran
mereka membantumembiayaimerger,dan
mereka menginvestasikan dalamsahamperusahaancalon merger yangpotensisal
MenyiapkanMerger
Bank-bank investasi mempunyai kelompokmergerdan akuisisi dibawah departemen keuangankorporasinya.Para anggotaini berupaya
mengidentifikasi perusahaanyangmempunyai kelebihankasyangmungkiningin membeli perusahaan lain, perusahaan yangingn dibeli,atau
perusahaan yangkarena sesuatuhal menjadi menarikbagi perusahaan lain.
MengembangkanTaktik Defensif
Takti-taktikdefensifyangdigunakan meliputi:
Mengubah anggaran dasar sehingga hanyasepertiga dari anggotadireksi yangdipilih setiaptahun, dan diperlukan75persen persetujuan untuk
dapat terlaksanakannya merger
Berupaya meyakinkan para pemegangsahamperusahaansasaranbahwa harga yangditawarkan oleh calonpengambil alih terlalurendah.
Mengungkit masalah antitrus dengan harapancampur tangandepartemen kehakiman
Membeli kembali saham di pasar terbukadalam upaya menaikkanharga sahamdiatas harga yangditawarkan pengambil alih
Menarik white knight yangdapat diterima manajemen perusahaansasaranuntukbersaingdengan calon pengambil alih
Menarik “whitesquire” yangbersahabat dengan manajemen saat ini untuk memebeli lebih banyaksahamperusahaan sasaranguna menghalangi
merger,dan
Menetapkan Nilai Wajar
Jika dua perusahaan melakukanmergersecara baik-baik(sukarela), maka harga yangdisetujui pastilah harga wajar,jika tidak,pemegangsaham
salah satuperusahaanbisa menuntut pembatalanmerger tersebut.Karena itu, pada kebanyakan merger yangbesar masing-masingpihak akan
memintajasa bank investasi untuk mengevaluasi perusahaansasarandan menetapkanharga yangwajar.Sekalipun merger tersebut t idak
dilakukan secara sukarela,namun bankinvestasi diperlukan untuk menetapkanharga yangwajar.
Membiayai Merger
Banyak mergerdibiayai dengan kelebihankas yangdimiliki perusahaan pengambil alih. Akantetapi,jika perusahaan pengambil alih tidak
mempunyai uangkas yangberlebih maka ia akan memerlukan sumber dana.Disini salah satufaktor yangpalingpentingdi balik gelombang
merger tahun 1980-anadalah perkembanganjunk bondyangdigunakandalam membiayai akuisisi.
Drexel burnham Lambert adalah pengmbangutama dari junk bond,yangdidefinisikansebagai abligasi yangperingkatnya dibawah kelas
investasi(BBB/Baa). Sebelum Drexel bertindak,hampirtidakmungkinmenjual obligasi berperingkat rendah untuk mendapatkanmodal baru
.Drexel kemudianmelakukanterobosandengan menerapkansuatuprosedur dimana situasi perusahaandinilai secara cermat dansuatuproyeksi
arus kas yangakan dikembangkan.dengan aus kas yangtelahdiramalkan, analis Drexel menyusun suat struktur utang, yaitujumlah utang, jadwal
jatuh tempo,dan sukubunga, yangdapat dilunasi dengan arus kas.
Operasi Arbitrasi
Arbitrasi umumnyabararti pembeliandan penjualansecaraserentak atas komoditas atausekuritas sejenis dlam dua pasar yangberbeda pada
harga yangberbeda, dan meraih pengembalianbabas resiko. Akantetapi,kantorpialangbesar termasuk sejumlah investor pialangyangkaya
terlibat dalam jenis abitrasi yangberbeda yangdisebt arbitrasi risiko.
Para “arbitrageurs” ataudisingkat “arbs” berspekulasi dalam sahamperusahaan-perusahaanyangcenderungmerupakan target pengmbilalihan.
Diperlukan modal yangbesar untuk berspekulasi dalam sejumlahbesar sekuritas dan dengandemikian mengurangi resiko, danjuga untuk meraih
keuntungan dalam selisihyangkecil.Namun, para bankir investasi yangbesar mempunyai sarana yangdiperlukanituuntukmemainkan
permainanini.
ALIANSI KORPORAT
Merger adalah salah satucara bagi dua perusahaan menggabungkan kekuatannya, namun banyakperusahaanmenjalinikatan kerja sama, disebut
dengan aliansi korporat, ataualiansi strategis, yangberhanti tidak jauh dari merger. Berbeda denganmergeryang menggebungkan seluruh aktiva,
sekaligus juga kepemilikandan keahlianmanajerial yangada, dari perusahaanyangterlibat,aliansi memungkinkan perusahaanmenciptakan
kombinasi yangmemuaskan perhatianpada lini-lini bisnis khusus menawarkansinergi yangpalingpotensial.
Salah satubentuk alisansi korporat adalahusaha bersama(joint venture), dimanabagian-bagianperusahaanbergabungbersama untuk mencapai
sasaran yangspesifik dan terbatas. Suatujoint venture akandikendalikan oleh satutim manajemenyangterdiri atas perwakilandua (ataulebih)
perusahaan induk. Joint venture telahseringdipergunakan oleh perushaan A.S, Jepang, dan Eropaunutkberbagi teknologi dan/ataukeahlian di
bidang penasaran.
PEMBELIAN MELALUI UTANG
Dalam suatupembelian melalui utang(leverage buyout) sekelompokkecil investor,biasanyatermasuk manajemenberjalan, mengkuisisi sebuah
perusahaan dalam suatutransaksi yangsebagian besar didanani oleh hutang. Utangtersebut akandipenuhi olehdana yangdihasilkan olehoperasi
pirusahaan yangdiakuisisi dan, seringkali, olehpenjualansebagian aktivanya. Terkadang, kelompokpengakuisisi memiliki rencana untuk
menjalankan perusahaanyangdiakuisisi selama beberapa tahun, mendorongpenjualana dan labanya,kemudian membuatnya menjadi perusahaan
terbuka lagi sebagai sebuah perusahaan yanglebih kuat.Pada kasus lain, perusahaanLBO berencana untuk menjual divisi-divisinyakepada
perusahaan lain yangdapat memperolehsinergi. Di dalam kedua kasus diatas, kelompokpengakuisisi berharapakanmemperolehkeuntungan
yangsubstansial dari LBO, namun risikoyanginherendi dalamnya cukup besar karena tingginya penggunaanleverage keuangan.
DIVESTASI
Jenis Disvestasi
Terdapat empat jenis disvestasi :
1. Penjualan suatuunit operasi kepada perusahaanlain
2. Menyiapkan bisnis untukdidivestasikansebagai suatuperusahaanterpisahdan kemudian “melepaskannya” (spin-off) kepada para
pemegangsaham perusahaanyangdidivestasi
3. Mengikuti langkahuntukmelakukan pelepasantetapi hanya menjual sebagian sahamnyasaja
4. Melikuidasi langsungseluruh aktivanya
Penjualan kepada perusahaan lainpada umumnyaakanmelibatkanpenjualan dari keseluruhandivisi atauunit, biasanya untuk uangtunai tetapi
terkadanguntuk sahamdari perusahaanpengakuisisi. Dalam suatuspin-off, pemegangsahamperusahaanyangada akan memberikansaham baru
yangmencerminkan hakkepemilikanterpisah dalam divisi yangdidivestasi.Divisi tersebut menentukandewan direksi dan penjabatnyasendiri,
dan menjadi sebuah perusahaanterpisah. Para pemegangsaham pada akhirnyakan memiliki saham pada dua perusahaandaripada hanya satu
perusahaan, namundengan tidak terjadi perpindahanuang. Dalamsuatucarve-out,kepemilikan minoritas dalam sebuah anakperusahaandijual
kepada pemegangsaham baru, sehingga perusahaaninduk memperolehpendanaan ekuitas baru, namunmasih tetapmempertahankankendali.
Terakhir,dalam suatulikuidasi aktiva dari suatudivisi dijula secara per bagian, bukannya sebagai satuentesitas operasi. Untukmenggambarkan
berbagai jenis divestasi ini, beberapa contohterbaruakan disajikandi bagian selanjutnya.
Ilistrasi Divestasi
1. Pepsi baru-baruini melepaskan bisnis makanancepat sajinya, yangtermasuk Pizza Hut,TacoBeli, dan Kentucky FriedChicken. Bisnis
yangdilepaskan ini sekarangdioperasikan di bawah bendera Tricon Global Restaurants. Pepsi pada awalnyamengakuisisi rentai restoranini
karena ingin meningkatkansaluran distribusi minumanringannya. Namun, lama-kelamaan,Pepsi mulai menyadari bahwa bisnis minumanringan
dan restoranadalah dua hal yangberbeda, dan semua sinergi di antara keduanyaternyatatidaksesuai dengan antisipasi semula. Pelepasan
memusatkandiri pada bisnis intinya. Namun, Pepsi akanmencoba untuktetap mempertahankansalurandistribusi ini dengan menandatangani
kontrak-kontrak jangka panjangyangmemastikanperoduk-produk Pepsi akandijual secara ekslusif di setiap di setiaprantai restoranyang
dilepaskan diatas.
2. General Motors (GM) melepaskan anakperusahaanElectronic DataSystems (EDS), sebuah perusahaanjasa computeryangdidirikanpada
tahun 1962 oleh Rose Perot, yangberkembangsebagai subuah perusahaan independen sampai akhirnyadibeli oleh GM pada tahun 1984.Alas an
di balik akuisisi tersebut adalah keahlianEDSyangakanmembantuGM beroperasi secaralebih baik di era informasi dan membangun mobil-
mobil yangmenerapkanteknologi computertercanggih.Namun,menyebarnyacomputerdesktopdan langkah yangsiambil perusahaan-
perusahaan untuk memperkecil stafcomputerinternalnya telahmenyebebkanbisnis non-GM EDSberkembangpesat. Kepemilikan GM telah
menghalangi kemampuan EDSuntukmenjalinaliansi dan, dalambeberapa kasus, untuk masuk ke dalam transaksi bisnis. Cara terbaik bagi EDS
untuk bekopetensi di dalam industrinyaadalah sebagai perusahaanindependen, sehingga perusahaantersebut akhirnyadilepaskan.
Pengertian Hutang Jangka Panjang
Hutangjangka panjangadalah hutangperusahaanyangmemilikitenggat waktupembayaranataujatuh tempoyangbiasanya lumayan lama, bisa
mencapai satuperiode akuntansi (1 tahun)ataulebih. Biasanya, biaya pembayaran ataupelunasan hutang jangka panjang ini diperoleh melalui
sumber-sumber dana yangbukan berasal dari kas perusahaan, investasi jangka pendek, persediaan stok barang / produk di gudang yang belum
digunakan, piutangdagang, dan lain sebagainya yangbiasanya termasuk kedalam aktiva lancar. Untukpelunasan hutangjangkapanjang biasanya
menggunakan aktiva tidak lancar. Yangdimaksuddengan aktiva tidaklancar adalah aset atau kekayaan yang memiliki nilai waktu ekonomis
yangcenderungrelatif permanen ataujangkapanjang serta tidak akan mudah habis dalam sebuah periode cash flow operasional p erusahaan
selama satu tahun. Contohnya adalah aset-aset perusahaan berupa investasi jangka panjang, saham, dan lain sebagainya.
Menurut ilmuakuntansi keuangan menengah, yang termasuk kedalam hutang jangka panjangsalah satunya adalah tentang hutang obligasi.
Obligasi sendiri adalah sebuah pinjamanyangdiberikanpemilik sebuah perusahaan kepada perusahaan lainnya. Obligasi adalah surat hutang
jangka panjang yangditerbitkanolehsebuah perusahaanataupemerintahdengan nilai nominal dengan waktu jatuh tempo tertentu yang telah
disepakati sebelumnya. Obligasi ini memangmemiliki arti sebaliknya dari saham, dimana saham adalah memberikan hak kepemilikan kepada
orang yang berlaku sebagai pemegang saham tersebut.
Hutangjangka panjangmenurut Kieso adalahsebuah kewajiban ataubeban di masa depan untuk membayarkan hutang akibat dari penundaan
pembayaran hutang yang seharusnya dilakukan pada saat siklus satu tahun atau lebih operasi operasional perusahaan. Seperti yang telah
disebutkan sebelumnya, bahwa hutang dibagi menjadi dua kategori yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka pan jang. Perbedaannya
dengan hutangjangka pendek adalah hutangjangkapendekharus segera dibayarkan dan dilunasi pembayarannyaselama kurangdari satuperiode
akuntansi (kurang dari 1 tahun).
Dalam mendapatkansebuah pinjaman atau hutangjangka panjang memangtidak mudah,hal ini memerlukanbeberapa jaminan dan persyaratan
tertentu. Jaminanhutang jangka panjang ini bermacam-macam, diantaranya adalah jaminan barang tak bergerak. Yang termasuk kedalam
jaminan barangtak bergerak adalahaset-aset seperti sertifikat tanahdan bangunan/ gedung, dan rumah. Hutang jangka panjang atau long term
debt ini memiliki pembayaran jatuh tempo sekitar 5-20 tahun. Waktu pembayaran ini tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak dan
kemampuan pihak yang mengajukan hutang jangka panjang untuk melakukan pembayaran yang telah telah disepakati sebelumnya.
Hutangjangka panjang memiliki rasio ekuitas atau jumlah perbandingan mengenai aktiva bersih perusahaan yaitu jumlah aktiva yang telah
dikurangi kewajiban pembayaran-pembayaranperusahaan.Rasio ekuitas terhadap total aktiva merupakan perbandingan antara hutang jangka
pendek, hutang jangka panjang serta jumlah seluruh aktiva perusahaan. Rasio ekuitas merupakan hasil dari selisih aktiva yang dimiliki
perusahaan setelah dikurangi hutang lancar dan hutang jangka panjang.
Jenis-jenis Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang memiliki beberapa jenis, beberapa contoh hutang jangka panjangdiantaranya adalah sebagai berikut :
1. Hutanghipotek, yaituhutangyangmuncul dikarenakanadanyapendapatan danayangberasal dari hutangyangmenggunakan jaminan
harta tetap.Harta tetapatau barangtakbergerakmisalnya saja adalah sertifikat tanah, sertifikat gedung/ bangunan, rumah, dan lain sebagainya.
Apabila nantinya peminjam tidak mampumelunasi hutangsessuai tenggat waktuyangtelah dilakukan, maka pemberi pinjaman memiliki hak
untuk menyitadan menjual barangyangdijaminkantersebut untuk kemudiandiambil dananya menurut kekurangan hutang yang belum dilunasi.
Hutang hipotek biasanya hanya dapat diperoleh melalui salah satu sumber saja, misalnya hanya kepada bank.
2. Hutangobligasi, yaituhutangyangtimbul karenaadanya dana yangtelah didapatkanmelalui terbitnya surat-surat obligasi. Seseorang
yangmembeli obligasi merupakanpemegang obligasi. Hal-hal yangbiasanya tercantumdalam surat obligasi antara lainadalah nominal obligasi,
tanggal pelunasan obligasi, bunga per tahun, serta ketentuan-ketentuanlain sesuai jenis obligasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,
yaitu peminjam dan pemberi pinjaman.
Sedangkan hutang wesel atau wesel bayar, termasuk kedalam jenis hutang jangka pendek. Hutang wesel adalah sebuah surat pernyataan
kesanggupan pembayaran nominal tertentudan tanggal yangtelahdisepakati bersama untuk diharuskan melakukan pembayaran kepada pihak
pemberi pinjamandi masa depan. Yangtermasuk hutangwesel antara lainadalah wesel yangdibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan,
pinjaman yangdisertai wesel, hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo, pendapatan diterima dimuka, hutang binus karyawan,
hutanggaji dan upah, dan lain sebagainya.Hutangwesel dapat dibagi menjadi dua yaitu hutangwesel tidak berbunga dan hutangwesel berbunga.
Sumber hutangjangka panjang dapat diperolehmelalui berbagai sumber, diantaranyaadalah dari perusahaanlain,investor, maupun bank. Hutang
jangka panjangbank memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Besarnya pinjaman yang yang bisa dipinjam dari bank biasanya
disesuaikan dengan kemampuanperusahaan dalam membayar, seperti kelancaran keuangan perusahaan, laba yang diperoleh, kas perusahaan,
jaminan sertifikat-sertifikat bangunan / tanah, dan lainsebagainya yangberfungsi sebagai bahan pertimbangan bank dalam menyetujui sebuah
pengajuan pinjaman perusahaan.
Resiko Hutang Jangka Panjang
Memiliki hutangjangka panjang selain menguntungkan dan dapat memberikan manfaat kepada perusahaan, namun juga memiliki beberapa
resiko. Beberapa resiko hutang jangka panjangdiantaranya adalah :
1. Semakin lama jangka waktu peminjaman dana dan pelunasannya maka resiko juga akan semakin tinggi
2. Hanya dapat memperoleh sumber dana yang terbatas dari hasil pinjaman
3. Hutang merupakan beban tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan
4. Memiliki tenggat waktu jatuh tempo pembayaran hutang yang sudah pasti / tetap
5. Kemungkinan nilai saham perusahaan akan turun akibat tingkat tinggi atau rendah jumlah pinjaman
Keuntungan HutangJangkaPanjang
Selain harus siap dihadapkan dengan resiko, memiliki hutangjangka panjang dengan obligasimemiliki beberapa keuntungan,diantaranya adalah:
1. Bunga obligasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
2. Mengurangi kewajiban pajak, hal ini dikarenakan bunga pinjaman merupakan biaya yangdibebankankepada perusahaan. Sedangkan
deviden merupakan pembagian laba yang tidak dapat dikategorisasikan sebagai pembebanan biaya.
3. Pemilik obligasi tidak akanmemiliki hak suara dalam perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruhi manajemen dan operasional
harian perusahaan.
Manajemen Hutang Jangka Panjang
Apabila seseorangtelah memiliki pinjamanberupa hutangjangka panjang dalam perusahaannya, makahal pentingyangharus dilakukan oleh
manajemenperusahaanadalahmembuat neracahutangjangka panjang yangdimiliki. Neraca keuangan ini terdiri atas aktiva dan pasiva. Neraca
adalah laporan keuanganperusahaan dalam satuperiode akuntansi (1 tahun)yangbertujuanuntukmenghitungtentanglaporan keuangan
perusahaan, yaituseperti biaya pemasukan, biaya keluar masuk danaperusahaan, serta biayaoperasional atautingkat kelancaran keuangan
perusahaan pada akhirperiode akuntansi tersebut. Neraca keuanganakanmenjadi sebuah dasar untuk menentukankeputusankeuangan
perusahaan di masa depan.
PENDANAAN CAMPURAN
A. SAHAM PREFEREN
Saham preferenadalan suatucampuran yangmiripdenganobligasi dan saham biasa.Para akuntan mengklasifikasikan saham preferen sebagai
ekuitas.
Meskipun tidak dibayarkannya dividen saham preferen tidak akan membuat bangkrut sebuah perusahaan, perusahaan menerbitkan sah am
preferen dengantidakberarti memberikan kendali atas perusahaan kepada para pemegang saham preferen, kegagalan untuk membayarkan
dividen saham preferen akan menghalangi dibayarkan dividen saham biasa. Tambahan lagi, melawatkan pembayaran dividen menjadik an
memperolehmodal melalui penjualan obligasi sulit untuk dilakukan,dan hampirmustahil untuk menjual lebih banyaksaham preferenatausaham
biasa.Akan tetapi, memiliki sahampreferenyangmasih beredarmemangdapat memberikan kesembatan bagi sebuah perusahaan untuk mengatasi
kesulitan-kesulitannya.
Akan tetapi, bagi para investorsahampreferenlebih beresikodari pada obligasi : (1) Klaim para pemegangsahampreferen berada dibawah klaim
para pemegangobligasi pada saat terjadi likuidasi, dan (2) pemegangobligasi kemungkinanbesar akantetapi terus menerimapendapatan selama
masa-masa sulit dibandingkan dengna pemegang saham preferen.
Beberapa saham preferenmemiliki ciri-ciri yangmiripdengan obligasi perpetual dalam hal tidak ada tanggal jatuh tempo, tetapi kebanyakan
emisi baru telah memiliki tanggal jatuh tempo tertentu
Para emiten,sahampreferenmemiliki kerugianpajaksecararelatif terhadaputang – beban beban bunga dapat menjadipengurang pajak, tetapi
dividen saham preferentidak. Meskipunbegitu, perusahaan yang dikenakan tarif pajak yang rendah mungkin akan memiliki insent if untuk
menerbitkansaham preferen yang dapat dibeli oleh para investor perusahaan dengan tarif pajak yang tinggi, yang akan dapat mengambil
keuntungan dari pengecualian70persendividen.Jika sebuah perusahaanmemiliki tarif pajakyanglebih rendah dari calon pembeli perusahaan,
perusahaan tersebut mungkin lebih baik menerbitkan saham preferen dari pada uang.Kuncinya di sini adalah bahwa keuntungan pajak dari
perusahaan dengan tarif pajak tinggi adalah lebih besar dari kerugian pajak yang di tanggung oleh emiten dengan tarif pajak r endah.
1. Jenis Saham Preferen Lainnya
Sebagai tambahan dari jenis preferenyang“polos,” terdapat beberapa variasi yangjuga dipergunakan.Dua di antaranya, saham preferen dengan
tingkat bunga mengambang dan lelang pasar.
a. Saham Preferen dengan Tingkat Bunga yang Dapat Disesuaikan
Sebagai ganti dari membayarkan dividen dalam jumlah tetap, dividen dari saham preferen dengan tingkat bunga yang dapat
disesuaikan (adjustable rate preferred stock – ARP) dikaitkan dengan tingkat suku bunga dari sekuritas pemerint ah. ARP, yang terutama
diterbitkanolehperusahaan fasilitas umum dan bank komersial besar, dipuji-puji sebagai investasi perusahaan jangka pendek yang hampir
sempurna karena (1) hanya 30persen dari dividen yangdapat dikenakanpajakbagi perusahaan, dan (2) fitur tingkat bunga mengambang yang
dimiliki saham ini seharusnya akan tetap menjaga emisi diperdagangkan mendapatkan nilai pari. Sekuritas baru ini terbukti san gat popular
sebagai jangka pendek bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki dana menganggur sehingga rekasa dana yang hanya dirancang ;untuk
berinvestasi disekuritas ini muncul seperti jamur di musim hujan (saham atas dana tersebut, pada akhirnya, akan dibeli oleh p erusahaan-
perusahaan).Akantetapi, ARP masih memiliki volatilitas harga akibat (1) adanya perubahan-perubahan pada tingkat risikodari emiten(beberapa
bank-bank besar yangmenertibkan ARP, seperti Continental Illinouis, menghadapi masalah kredit macet yangserius) dan (2) adanya fakta bahwa
imbal hasil pemerintah mengalami fluktuasi di antara tanggal-tanggal penyesuaian tariff dividen. Jadi, ARP memiliki cukup banyak
ketidakstabilan harga untuk dapat dimiliki dalam portofolio aktiva yang likuid dari kebanyakan investor perusahaan.
b. Saham Preferen Lelang Pesar
Pada tahun 1984, para bankir investasi memperkenalkan saham preferen pasar uang, atau leleng pasar(money market / market auction
preferred). Di sini penjaminakanmelakukan lelang atas emisi setiap tujuh minggu sekali ( untuk mendapatkan pengecualian 70 persen dari
penghasilan kena pajak,parapembeli harus memiliki sahampalingtidak selama 46hari), para pemilikyangingin menjual saham mereka dapat
menempatkannyauntukdilelangpada nilai pari. Parapembeli kemudian memberikanpenawaranmereka dalam bentuk imbal hasil yang bersedia
mereka terimaselama jangka waktu tujuh minggu ke depan. Imbal hasil yang ditentukan untuk emisi periode berikutnya adalah im bal hasil
terendah yangcukup untuk menjual seluruh saham yang ditawari pada lelang hari itu. Pembeli akanmembayarkan sebesar nilai pari kepada
penjual; sehingga para pemegangsahamdapat yakin bahwa sahammereka dapat dijual pada nilai parinya. Penjual kemudian harus membayarkan
dividen selama jangka waktutujuh minggu kedepan seperti yang telah ditetapkan oleh lelang.Dari sudut pandang pemegang saham, saham
preferen melalui lelangpasaradalah sekuiritas dengan masa tujuh mingguberisiko rendah, hampir tidak kena pajak yang dapat dijual di antara
tanggal-tanggal lelangmendekati nilai parinay.Akantetapi, jika tidak ada cukup banyak pembeli yang menyamai penjual (meskipun dengan
imbal hasil yang tinggi), maka lelang berarti gagal, seperti yang sesekali yang pernah terjadi.
2. Keuntungan Dan Kerugian Saham Preferen
a. Berikut adalah keuntungan-keuntungan utama dilihat dari sudut pandang emiten saham :
1) Berbeda dengan obligasi, kewajiban untuk membayarkan divedenproferenbukanlah hal yang tercantum pada kontrak, dan melewatkan
pembayaran dividen saham preferen tidak dapat memaksa perusahaan dinyatakan bangkrut.
2) Dengan menerbitkan saham preferen, perusahaan terhindar dari dilusi ekuitas biasa yang terjadi ketika saham bisa dijual.
3) Karena saham preferenterkadangtidak memiliki waktujatuh tempo, dan karena pembayaran dana pelunasan saham preferen. Jika ada,
umumnya disebar dalam jangka waktu yang cukup panjang, emisi saham preferen akan mengurangi pengeluaran arus kas akibat pelun asan
kembali pokok yang terjadi pada emisi utang.
b. Terdapat dua kerugian penting:
1) Dividen saham preferenbukanlahpengurangpajak bagi emitensaham, sehingga biaya saham preferen setelah pajak umumnya menjadi
lebih tinggi daripada biaya utangsetelah pajak.Akantetapi. Keuntungan pajak saham preferen bagi pembeli dari kalangan perusahaan akan
menurunkan biaya setelah pajaknya dan berarti juga biaya efektifnya.
2) Meskipun dividen sahampreferendapat dilewatkan,investorberharapdividen tersebut dapat dibayarkan, dan perusahaan bermaksud untuk
membayarkannya jika kondisi mengizinkan. Jadi, dividen saham preferen dapat dianggap sebagai biaya tetap. Oleh karenanya, penggunaan
dividen tersebut, seperti dalam utang, akan meningkatkan risiko keuangan dan akibatnya biaya ekuitas biasa.
B. SEWA GUNA USAHA
Perusahaan pada umumnya memiliki aktiva tetapdan melaporkannya di dalam neraca, tetapi penggunaanbangunan peralatan itulah yangpenting
artinya,bukan kepemilikanaktiva itusendiri. Salah satucara untuk memperolehpenggunaanaktiva adalah denganmembelinya,t etapi salah satu
alternative adalah jangan menyewanya.
1. Jenis Sewa Guna Usaha
Sewa guna usaha memiliki tiga berbentuk berbeda: (1) perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale-leaseback), (2) sewa guna usaha
operasi(operating lease), dan (3) sewa guna usaha keuangan atau modal (financial/capital lease)
a. Penjualan dan Penyewaan Kembali
Menurut perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale andleaseback),sebuah perusahaanyangmemiliki tanah,bangunan,atauperalatan
menjual properti tersebut dan sekaligus mengeksekusi perjanjian untuk menyewa property itu kembali selam jangka waktu tertentu dengan
ketentuan-ketentuan tertentu.
b. Sewa Guna Usaha Operasi
Sewa guna usaha operasi (operating lease), yang terkadang disebut pada sewa guna usaha jasa (service lease), memberikan
jasa pendanaan danpemeliharaan.IBM adalah salahsatupeloporkontrak sewa guna usaha operasi, dan computerserta mesin fotokopi, brrikut
mobil dan truk, adalah jenis-jenis peralatanutama yangdisewakan.Biasanya, sewa guna usaha seperti ini mengharuskan lessormemelihara dan
merawat peralatan yang disewa, dan biaya melakukan pemeliharaan tersebut telah diperhitungkan di dalam pembayaran sewa.
Salah satuciri khas pentingdari sewa guna usaha operasi adalah adanya kenyataan bahwa sewa guna usaha sering kali tidakdiamortisasipenuh;
ataudengan kata lain, pembayaranyangdiminta menurut kontraksewa guna usaha tidak cukup untuk melunasi biaya peralatan secara penuh.
Fitur akhir adalah bahwa sewa guna usaha operasi seringkali memuat suatu klausial pembatalan, yang memberikan hak kepada lessor untuk
membatalkan sewa sebelum tanggal berakhirnya perjanjian.
c. Sewa Guna Usaha Keuangan atau Modal
Sewa gunausahakeuangan atau modal (financial lease), atau disebut juga sewa guna usaha modal (capital lease) berbeda dari sewa guna
usaha operasi dalam tiga hal, antaralain sewa guna usaha keuangan: (1) tidak memberikan jasa pemeliharaan, (2) tidak dapat dibatalkan,dan (3)
diamortisasi secara penuh (atau, lessor menerima pembayaran sewa yang sama dengan harga penuh dari peralatan yang disewa ditambah
sejumlah pengembalianatauinvestaasi).Dalam suatu perjanjian sewa guna usaha keuangan umumnya, perusahaan yang akan menggun akan
peralatan(lessee)memilih item-item tertentu yang dibutuhkannya dan menegosiasikan harga dan syarat-syarat pengiriman dengan pihak
pembuat.
2. Pengaruh Laporan Keuangan
Pembayaran sewa sewa guna usaha disajikan sebagai beban operasional dalam laporanlaba-rugi perusahaan, tetapi dalam kondisi tertentu, baik
ituaktiva yangdisewa maupun kewajiban akibat kontraksewa guna usaha tidak di sajikan di dalam neraca.Karana itusewa guuna usaha di sebut
pendanaan di luar neraca.
Sewa guna usaha harus diklasifikasikan sebagai sewa guna usaha modal, dan akibatnya digunakan dan disajikan langsung di dalam neraca, jika
memiliki salah satu dari persyaratan berikut ini:
a. Menurut ketentuan sewa guna usaha, kepemilikan atas property akan secara efektif berpindah dari lessor kepada lessee
b. Lessee dapat membeli property ataumemperpanjangsewanya dengannilai yanglebih rendahdari harga pasaryangwajar ketika masa sewa
guna usaha berakhir.
c. Sewa guna usaha akan berlangsungdengan jangka waktuyangsama atau lebih lama dari 75 persen umur aktiva. Jadi, jika suatu aktiva
memiliki usia 10 tahun dan jika sewa guna usaha tersebut harus digunakan.
d. Nilai sekarang atas pembayaran sewa guna usaha adalah sama atau lebih besar dari 90 persen nilai awal aktiva.
3. Evaluasi oleh Losse
Setiap sewa guna usaha prospektif harus dievaluasi lessee maupun lessor.Lessee harus memutuskan apakah menyewa suatu aktiva akan lebih
mudah dari pada membelinya,dan lessor harus memutuskan apakahsewa guna usaha akan memberikan tingkat pengembalian yang memadai
atau tidak.
4. Faktor Yang Mempengaruhi Sewa Guna Usaha
Terdapat dua factor yang membutuhkan tambahan keterangan.
a. Estimasi Nilai Sisa
Entinguntukdicatat bahwa lessor-lah yangakan memiliki property setelah masa sewa habis. Estimasi nilai property pada akhir masa sewa
disebut nilai sewa (residual value). Sepintas terlihat bahwa jika nilai sisa diperkirakanmemiliki jumlahyangtidaktinggi, makamemilikinya akan
lebih menguntungkan dari pada menyewanya.Namun,jika ekspektasi nilai sisa ternyatatinggi – karena mungkin kecilnya inflasi bagi beberapa
jenis peralatanntertentuseperti juga jika melibatkanpropertyreal estat – maka persaingan diantara persewaan sewa guna usaha akan memaksa
tariff sewa turun ke titikdi mana nilai sisa potensial akansepenuhnyadiakui kedalamtariffkontrak sewa guna usaha. Jadi, adanya nilai sisa yang
tinggi atas peralatan kemungkinan tidak akan menyebabkan terjadinya bisa pada keputusan yang menentang sewa guna usaha.
b. MeningkatkanKetersediaan Pinjaman
sewa guna usaha kadang dikatakan memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang mencari tingkat leverage keuangan ynag
maksimal. Pertama,kadangterdapat perdebatanapakahmelalui suatuperjanjian sewa guna usaha sebuah perusahaan dapatb memperoleh lebih
banyak uang, dan untuk jangka waktuyanglebih lama daripada pinjamanyangdijamindengan aktiva. Kedua, karena sebagian sewa guna usaha
tidak disajikan didalam neraca, pendanaan melalui sewa guna usaha dikatakan memberikan perusahaan penampilan yang lebih kuat dalam
analisis pinjaman yang dilakukan secara tidak mendalam, sehingga akibatnya memungkinkan perusahaan menggunakan lebih
banyak leverage dibandingkan dengan jika tidak menggunakan sewa guna usaha.
C. WARAN
Waran adalah sertifikat yangdikeluarkanolehsebuah perusahaanyangmemberikanhak kepada pemegangnyauntukmembeli sejumlah tertentu
saham perusahaanpada harga dan selamajangka waktutertentu. Warandidistribusikandengan utang, dan digunakanuntukmerangsanginvestor
membeli utangjangka panjang dengan tingkat kupon yang lebih rendah daripada seharusnya. Waran adalah opsi beli jangka panjang yang
memiliki nilai dimanapemegangnya dapat membeli sahambiasa perusahaanpada harga pelaksanaan tanpa melihat berapapun kenaikan harga
pasarnya.
1. Harga Pasar Perdana Obligasi dengan Waran
Harga yangdibayarkan untuk obligasi denganwaran = nilai utangbiasa dari obligasi + pengeluaran.Masalahutama dalam menent ukan syarat-
syarat obligasi dengan waran adalah menilai waran. Terdapat satuperbedaan pentingdi ant ara opsi beli dan waran. Ketika opsi beli dilaksanakan,
saham yangdiberikan kepada pemegangopsi akanberasal dari pasar sekunder, tetapi ketika warandilaksanakan, saham yang diberikan kepada
pemegang waran adalah saham yang baru diterbitkan.
Memberikan penilaianyangtepat atas waran adalah suatuhal yangpenting. Jika untuk emisi yangmenggunakanharga awal, nilai yangdiberikan
kepada waran lebih besar dari nilai pasarnya yang sebenarnya, maka tingkat kupon obligasi akan ditentukan terlalu rendah, seh ingga
menyebabkanmenjual paket obligasi dengan waran menggunakannilai pari menjadi sesuatuhal yangmustahil untuk dilakukan.Sebaliknya, jika
nilai waran dinilai terlalurendahmaka tingkat kupon akan ditentukanterlalutinggi. Hal ini artinya niali obligasi dengan waran yang sebenarnya
akan lebih besar dari harga emisi.
2. Penggunaan Waran dalam Pendanaan
Waran umumnya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil yangtumbuh dengancepat sebagai “pemanis” ketika perusahaan-perusahaan
tersebut menjual utangatausaham preferen.Perusahaan seperti ituseringkali dipandang oleh investor sebagai investasi yang sangan beresiko
sehingga obligasi meeka dapat dijual hanya jikamemberikantingkat kupon yang sangat tinggi dan dengan ketentuan perwaliaman atan yang
sangat ketat.
Hampir seluruh waran saat ini dapat dilepaskan. Jadi, setelah suatu obligasi dengan waran terjual, waran tersebut dapat dilep askan dan
diperdagangkan secara terpisah dari obligasi.
Harga pelaksanaanwaran umumnya ditentukan sekitar 20 – 30 % di atas harga pasar saham pada tanggal obligasi tersebut diterbitkan. Jika
perusahaan mengalami pertumbuhandan maju, dan jika harga sahamnaikdi atas harga pelaksanaandimanasaham dapat dibeli, para pemegang
waran dapat melaksanakanwaran mereka dan membeli saham pada harga yangtelah ditentukan.Akantetapi, tanpa insentif waran tidak akan
pernah dilaksanakan sebelum jatuh tempo – nilainya di pasar tebuka akan jauh lebih tinggi daripada nilai jika dilaksanakan, sehingga
pemegangnya akan lebih menjual waran daripada melaksanakan waran.
Terdapat 3 kondisi yang akan mendorong pemegang waran melaksanakan waran:
a. Pemegang waran pasti akan melaksanakan dan membeli saham jika waran segera kadaluarsa dan harga pasar saham di atas harga
pelaksanaan
b. Pemegangwaran akanmelaksanakanwaran secara sukarelajika perusahaan menaikandividen yangdiberikanatas pemegang saham dalam
jumlah yang memadai
c. Waran kadangkala memiliki harga pelaksanaan yang dinaikkan, yang akan mendorong pemegang waran melaksanakannya
Salah satu fitur waran yang menarik adalah bahwa waran pada umumnya akan menarik dana hanya jika dana tersebut dibutuhkan.
3. Pengaruh Kekayaan dan Dilusi Akibat Waran
Perpindahankekayaanitumerugikan para pemegangsahamawal. Karena nilai pemegangsahamawal sudah jelas akan lebih baik jika tidak ada
waran. Akan tetapi, bisa juga tidak merugikan pemegangsahamawal karena mereka memangpada akhirnyamengharapkan terjadi perpindahan
dan menerima kompensasi secara adil dengan turunnya pembayaran kupon.
4. Komponen Biaya dari Obligasi dengan Waran
Ekspektasi tingkat pengembalianinvestoradalah biayasebelum pajak perusahaan, hal ini berlaku bagi saham biasa, obligasi biasa, dan saham
preferen dan berlaku pula pada obligasi yang dijual dnegan waran.
5. Masalah dalam Emisi Waran
Meskipun waran dibeli dengan investor dengan harapan akan menerima total pengembalian yang sepadan dengan tingkat resiko seca ra
keseluruhan dari paket sekuritas yang dibeli, kenyataan kadang tidak terjadi seperti yang diharapkan.
D. Konvertibel
Sekuritas konvertibel ialahsebuah sekuritas yangbiasanya berupa obligasi atau saham preferen, yang dapat ditukarkan (konversi) pada opsi
pemegangnya dengan saham biasa dari perusahaan yang menerbitkan. Berbeda dengan waran yang akan memberikan tambahan dana bagi
perusahaan, konversi ini tidak menghasilkan modal didalam neraca, utang atau saham preferen, ini hanya digantikan oleh saham biasa.
Menurunkan jumlahutangatausaham preferen akan memperbaiki kekuatan keuanganperusahaandan menjadikannya lebih mudah memperoleh
tambahan modal.
1. Rasio konversi dan Harga Konversi
Rasio konversi (CR) adalahjumlah lembar saham biasa yangdiperoleh denganmengonversi selembarsahampreferen konvertibel at au obligasi
konvertibel.Sedangkan harga konversi (Pc) adalah harga efektifyangdibayarkanuntuk saham biasa yang diperoleh dengan mengonversi suatu
sekuritas konvertibel.
Setelah nilai CR diketahui, maka nilai Pc akan dapat dihitung dan begitu juga sebaliknya.
Sama dengan harga pelaksanaanwaran, harga konversi pada umumnya ditentukanberada pada kisaran 20 hingga 30 persen diatas harga pasar
saham yangberlakupada saat emisi konvertibel tersebu dijual. Pada umumnya, harga konversi dan rasio konversi adalah tetap selama usia
obligasi tersebut, meskipun kadang-kadang dipergunakan pula harga konversi yang dapat dinaikkan.
Faktor yangmungkindapat menyebabkan terjadinya perubahanpada harga dan rasio konversi adalah suatu fitur standar yang hamp ir terdapat
diseluruh konvertibel-klausul yangmelindungi konvertibel dari dilusi melalui pemecahan saham, dividen saham, dan penjualan saham biasa
dibawah harga konversi. Ketentuanumum menyatakanbahwa jika sahambiasa dijual pada harga dibawah harga konversi, maka harga konversi
harus diturunkan dan rasio konversi dinaikkan hingga harga baruketika sahamditerbitkan. Demikian pula jika terjadi pemecahan saham atau
pengumuman dividen saham, harga konversi harus diturunkan sebesar jumlah presentase dividen atau pemecahan saham tersebut.
2. Penggunaan Konvertibel Dalam Pendanaan
Konvertibel memiliki keunggulan penting jika dilihat dari sudut pandang emiten:
1) Konvertibel, seperti obligasi dengan waran, menawarkankesempatan bagi perusahaan untuk menjual utang dengan tingkat bunga yang
rendah dengan sebagai gantinya memberikan kesempatan untuk berpartisipasi didalam keberhasilan perusahaan jika perusahaan mem ang
melakukannya dengan baik
2) Secara tidak langsung, konvertibel memberikanjalan untuk menjual sahambiasa pada harga yanglebih tinggi daripada harga yang saat ini
berlaku.
Konvertibel juga memiliki kerugian penting jika dilihat dari sudut pandang emiten:
1) Meskipun penggunaan obligasi konvertibel dapat memberikankesempatanbagi perusahaanuntuk menjual sahamdengan harga yang lebih
tinggi daripada harga penjualan sekarang, jika harga sahammengalami kenaikanyangsangat tinggi, perusahaan mungkinakanmenyadari bahwa
lebih baik jiga digunakan utang biasa walaupun biayanya lebih tinggi dan kemudian menjual saham biasa lalu melunasi utangnya
2) Konvertibel umumnya memiliki kupon tingkat bunga yang rendah, dan keuntungan biaya yang rendah ini akan hilang ketika terjadi
konversi
3) Jika perusahaan sebenarnyaingin menaikkan ekuitas modal,dan jika harga sahamtidakmengalami kenaikkan yang cukup tinggi setelah
obligasi diterbitkan, maka perusahaan tetap akan harus menanggung utangnya
3. Konvertibel dan Biaya Keagenan
Salah satu potensi masalah keagenan antara pemegang obligasi dan pemegang saham adalah subtitusi aktiva. Pemegang saham memiliki
keinginan untuk tetapmelaksanakan proyek-proyekyangmendatangkankeuntungan tinggi meskipun proyekitujuga akan meningkatkan tingkat
risiko perusahaan, hal ini memicuterjadinya perpindahaan kekayaan antara pemegang saham dengan pemegang obligasi. Tetapi ketika utang
konvertibel diterbitkan,tindakan yangakan menaikkantingkat risiko perusahaan kemungkinan juga akan menaikkannilai utangkonvertibelnya.
Sehingga keuntungan pemegangsaham harus dibagi dengan pemegangobligasi konvertibel. Dikarenakanpembagian keuntungan ini maka akan
menurunkan biaya keagenan.
4. Perbandingan Akhir Antara Waran dan Konvertibel
Perbedaan antara utang dengan waran dan utang konvertibel:
1) Pelaksanaan waranakanmembawa modal ekuitas barumasuk, sedangkankonversi dari konvertibel hanya akanmengakibatkan terjadinya
perpindahan secara akuntansi
2) Berhubungan dengan fleksibilitas, kebanyakan emisi konvertibel mengandungsuatu ketentuan pembelian kembali yang memungkinkan
emiten melunasi kembali utangnya ataumemaksaterjadinya konversi, tergantung pada hubungan diantara nilai konversi dan harga pembelian
kembali. Sedangkan sebagian besar waran tidakdapat dibeli kembali sehingga perusahaan harus menungguhingga saat jatuh tempo bagi waran
untuk menghasilkan ekuitas modal baru
Waran biasanyamemiliki waktu jatuh tempo yang lebih singkat daripada konvertibel dan waran biasanya kadaluwarsa sebelum utan g yang
menyertainya jatuh tempo. Waranmemberikansahambiasa dimasa depan yanglebih sedikit daripada konvertibel. Dalam konvertibel, seluruh
utangakan dikonversi menjadi sahambiasa sedangkan ketikawaran dilaksanakan masih tetap akan ada utang yang masih harus dilunasi oleh
perusahaan. Fakta ini menunjukkan perusahaan yang menerbitkan utang plus waran sebenarnya lebih tertarik untuk menjual utang daripada
menjual ekuitas.
Biasanya perusahaan yangmenerbitkanutangdengan waran adalah perusahaan yang lebih kecil dan lebih berisiko daripada perusahaan yang
menerbitkankonvertibel.Sulit bagi calon pemberi pinjamanuntuk menilai tingkat risikodari perusahaan tersebut, dan tentunyaakan mengalami
kesusahan ketika menentukansuatu tingkat suku bunga yang wajar. Hal ini membuat investor enggan menempatkan inv estasinya sehingga
perusahaan perlu menentukan tingkat suku bunga tinggi untuk menarik modal utang.
Akhirnyaterdapat satuperbedaan yangsignifikanpada biaya emisinya. Obligasi dengan waran umumnyamembutuhkan biaya emisi sekitar 1,2
persen lebih tinggi daripada biaya emisi konvertibel.Umumnya pendanaanobligasi dengan waran dikenakan biayapenjaminan yang jumlahnya
mendekati rata-rata tertimbang biaya yang terkait dengan emisi utang dan ekuitas, sedangkan biaya penjaminan untuk konvertibel secara
substansial lebih rendah jumlahnya.
MATERI INTERNET
SEKURITAS KONVERTIBEL
Sekuritas konvertibel adalah obligasi atau saham preferen yang dapat ditukar menjadi saham biasa sesuai opsi dari pemegangnya. Apabila
konversi terjadi, maka utang atau saham preferen digantikan oleh saham biasa, tetapi tidak ada uang yang berpindah tangan.
RASIO KONVERSI DAN HARGA KONVERSI
Salah satuprovisi atauketentuanterpentingdalam sekuritas konvertibel adalah rasio konversi (conversionratio,CR), yaitu jumlah lernbar saham
yangakan diterima pemegangobligasi pada saat konversi. Di sini rasio konversi berkaitan denganharga konversi (conversion price, Pc), yaitu
harga efektif yang dibayarkan investor untuk saham biasa yang diterima pada saat konversi terjadi.
Hubungan antara rasio konversi dengan harga konversi dapat dijelaskandengansurat utangkonvertibel SiliconValley Software Company, yang
diterbi¬kan dengan nilai nominal $1.000pada bulan Juli 1997. Setiapsaat sebelum jatuh tempopada tanggal 15Juli 2017,pemegangsurat utang
tersebut dapat menukar selembar obligasi dengan 20lembarsahambiasa; jadi, rasio konversi, CR, adalah 20. Obligasi tersebut mempunyai nilai
nominal $1.000, sehingga pemegangnya akan"menyerahkan"hakuntuk menerima$1.000itupada saat jatuhtempo jikaia melakukan konversi.
Dengan membagi nilai nominal $1.000 dengan 20 lembar saham yang diterima, diperoleh harga konversi sebesar $50 per saham:
Sebaliknya, dengan mengetahui harga konversi, kita memperoleh rasio konversi:
PENGGUNAAN KONVERTIBEL DALAM PEMBIAYAAN
Konvertibel memiliki dua keunggulan penting dari sudut pandang penerbitnya.
a. Konvertibel, seperti halnya obligasi dengan warrant, memungkinkan perusahaan menjual surat hutang dengan suku bunga yang lebih
rendah dan memberikan peluang untuk berpartisipasi dalam keberhasilan perusahaan
b. Dalam satupengertian, sekuritas konvertibel memungkinkan penjualan saham biasa dengan harga yanglebih tinggi dari pada yang berlaku
saat ini.
Dari sudut pandang penerbit, sekuritas konvertibel mempunyai tiga kelemahan utama :
a. Penggunaan sekuritas konvertibel memberi peluangkepada perusahaan penerbitnya untuk menjual saham dengan harga yang lebih tinggi
daripada yangdapat dijual saat ini. Akantetapi,harga saham tersebut meningkat tajam, perusahaanakan lebih baik menggunakan utang murni
meskipun dengan biaya yang lebih tinggi karena nantinya dapat menjual saham biasa itu untuk melunasi utang.
b. Sekuritas konvertibel pada umumnya mempunyai suku bungan kupon yang rendah, dan manfaat utang berbiaya rendah ini akan hilang
setelah konversi dilaksanakan.
c. Jika perusahaan sebenarnya inginmenambah modal ekuitas, dan jika harga saham tidak mengalami kenaikan yang cukup besar setelah
obligasi diterbitkan, maka perusahaan akan terjerat utang. Namun, utang ini mempunyai bunga kupon yang rendah.
KONVERTIBEL DAN BIAYA KEAGENAN
Salah satumasalah potensial tentangkeagenandiantarapemegangobligasi dan pemegangsahamadalahpenggantian aktiva. Pemegang saham
mempunyai insentifyang berkaitandenganopsi untuk menjalankanproyek-proyekyangterpotensi meningkatkan harga saham meskipun hal itu
menaikan tingkat risiko perusahaan bersangkutan.
Apabila tindakanitudiambil, maka ada kemungkinan pemindahan kekayaan diantara pmegangobligasi dan pemegangsaham. Akantetapi, bila
utangkonvertibel diterbitkan, makatindakan yangmenaikantingkat risiko perusahaan juga akan meningkatkan nilai utang konvertibel. Jadi,
beberapa keuntunganpemegangsahamyangmengambil proyek-proyek berisiko tinggi dapat dibagi dengan pemegang obligasi konvertibel.
Pembagian keuntungan ini akan menurunkan biaya keagenan. Logika umum yang sama juga berlaku untuk warrant.
PEMBAHASAN
A. Istilah Merger
Berdasarkan asal-usulnya, katamergerberasal dari kata “merger”, “fusion”,atau“absorption”, yangberarti “menggabungkan”.[1]Merger adalah
penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaanyangme-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan
yangdi-merger dengan begituperusahaanyangme-merger memiliki palingtidak50% saham dan perusahaanyangdi-mergerberhenti beroperasi
dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru.
Definisi merger yanglain yaitusebagai penyerapandari suatuperusahaanolehperusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli
akan melanjutkan namadan identitasnya.Perusahaan pembeli juga akanmengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yangdibeli. Setelah
merger, perusahaan yangdibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640). Merger, konsolidasi, akuisisi adalah
hal yangsangat umum dilakukanagar perusahaan dapat memenangkan persaingan, serta terus tumbuh dan berkembang. Merger berdasarkan
aktivitas ekonomik dapat diklasifikasikan dalam empat tipe, yaitu :
1. Merger Horizontal, adalah mergeryangdilakukan oleh usaha sejenis (usahanyasama), misalnyamergerantara dua perusahaan roti, merger
perusahaan sepatu, merger perusahaan kapas. Contoh PT “A” yang mengusahakan kapas, bergabung dengan PT “B” yang mengusahakan
pemintalan, bergabungdengan PT “C” yangmengusahakankaindan seterusnya. Dengan demikian, tujuan kerjasama disini adalah menjamin
tersedianya pasokan atau penjualan dan distribusi, dimana PT “B” akan mempergunakan produk PT “B” dan seterusnya.
2. Merger vertikal,adalah merger yangterjadi antara perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang
berurutan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan peurusahaan mobil.
Contoh: PT. A, PT. B, PT. C bergabung, lalu PT B yang menjadi induk perusahaan.
3. Konglomerat ialah merger antaraberbagai perusahaanyang menghasilkan berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya,
misalnya perusahaansepatumerger denganperusahaanelektronik, atauperusahaanmobil merger dengan perusahaan makanan. Tujuan utama
konglomerat ialahuntukmencapai pertumbuhanBadan Usaha dengan cepat dan mendapatkanhasil yanglebih baik. Caranya ialahdengan saling
bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan.
4. Merger Ekstensi Pasar
Merger ekstensi pasar adalahmerger yangdilakukanolehdua ataulebih perusahaanuntuksecara bersama-samamemperluas area pasar. Tujuan
merger dan akuisisi ini terutama untukmemperkuat jaringanpemasaran bagi produk masing-masing perusahaan. Merger dan akusisi ekstensi
pasar sering dilakukan oleh perusahan- perusahan lintas Negara dalam rangka ekspansi dan penetrasi pasar.
B. Faktor yang mendorong perusahaan untuk melakukan merger
Motivasi perusahaan untuk melakukan alternatif strategi merger antara lain :
· Untuk mendapatkan kesempatan beroperasi dalam skala usaha yang hemat,
· Guna meningkatkan pangsa pasar,
· Menghilangkan tidak efisien melalui operasional dan pengendalian finansial yang lebih baik,
· Kesempatanmenggabungkan sumber dayaataupun pasar yangdimiliki masing-masing Bank. Selain itu masih terdapat beberapa faktor
yang mendorong motivasi untuk merger, seperti: upaya diversifikasi, menurunkan biaya dana, dan menaikkan harga saham secara emosi
(bootstrapping of earning per share) karena adanya pengumuman akan merger bagi Bank publik.
· Berguna sebagai platform pertumbuhan perusahaan.[2]
· Mengurangi pengeluaran-pengeluaranorganisasional dengancaramenghapuskanpenggandaandan mentransfer pengetahuan diantara dan
antar unit-unit bisnisatau alur produk individu.[3]
C. Prasyarat melakukan merger
Hazel J.Johnson(1995)menyatakan, prasyarat yang harus dianalisis terlebih dahulu dari kedua Bank yang akan melakukan merger adalah:
Kondisi keuangan masing-masing Bank, merger sesama bank sehat atau karena collapse
Kecukupan modal
Manajemen, baik sebelum atau sesudah merger
Apakah merger dapat memberi manfaat bagi pengguna jasa Bank tersebut
Johnson lebih lanjut menyatakansetiap lembaga yangakan melakukanmerger, pada umumnya mempunyai beberapa isu penting yang relevan
untuk dianalisis sebelum merger dilakukan, antara lain:
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan merger?
Bagaimana mengidentifikasi kecocokan pasangan (partner) untuk merger?
Bagaimana mengkomunikasikan denganbaik atas rencana merger ini kepada seluruh pihakyang berkepentingan agar niat merger mempunyai
dampak yang positif di pasar?
Bagaimana melakukan cara, yang akan dilakukan untuk konsolidasi diantara Bank yang merger?
D. Merger Lintas Negara
Definisi:
Merger lintas negara adalah transaksi dimana dua perusahaan dengan tempat-tempat operasi di beberapa negara yang berbeda menyetujui
penyatuan kedua perusahaan tersebut dimana kedua perusahaan mempunyain kedudukan yang sederajat.[4] Mendorong keputusan untuk
menyatukanoperasi atas dasar kedudukan yangsederajat adalahsuatukenyataan bahwa kedua perusahaan mempunyai kemampuan yang jika
digabungkan diharapkan bisa menciptakan keunggulan-keunggulan kompetitif yang akan membantu keberhasilan di pasar global.
Alasan – alasan untuk melakukan Merger lintas negara:
Ada lebih dari satualasan bagi perusahaan untuk melakukan merger lintas negara antara lain : meningkatnya kekuatan pasar, penyelesaian
hambatanmasuk, biayapengembangan produk baru, meningkatnya kecepatanmencapai pasar, dan meningkatnya diversifikasi. Dari lima alasan
tersebut, satuyangpalingmendorong diambilnya keputusan untuk melakukan merger lintas negara adalah keinginan untuk meningkatkan
kekuatan pasar.
Kekuatan pasaradalah produk dari besar (ukuran)perusahaan, tingkat ketahanan keunggulan kompetitif saat itu, dan kemampuannya
membuat keputusan saat ini yangakanmenhasilkan keunggulan kompetitifbaruuntuk masadatang.[5] Perusahaandapat meningkatkankekuatan
pasar mereka melalui akuisisi lintas negara maupun merger lintas negara.
E. Evaluasi keberhasilan dan kegagalan merger
Membuat proyeksi keberhasilanmerger pentingdilaksanakan, sebelum merger dilakukansecara legal. Tahapandiawali dengan due diligence (uji
tuntas) atas perusahaanyangakandikonsolidasikan. Penilaiandilakukanatas sinergi yang akan diperoleh, dilihat dari sinergi operasional dan
sinergi finansial.
Sinergi operasional,umumnya denganmembandingkansumber daya masing-masingperusahaan, antara lain: Visi Misi dan tujuan perusahaan,
perencanaanstrategik,Sumber Daya Manusia, jaringan, pangsa pasar, Informasi Teknologi yang digunakan, dan budaya kerja masing-masing
perusahaan.
Evaluasi finansial, didasarkan atas: analisis laporankeuangan perusahaan, berupa neraca dan laba rugi, baik yang berupa on atau off balance
sheet, sertafee basedincome. Metoda yang digunakan bermacam-macam, salah satunya menitik beratkan pada cash flow, sebagai berikut:
Analisis proyeksi arus kas dengan menggunakan diskon faktor sesuai biaya dana perusahaan (Discounted cash flow approach)
Analisis yangdidasakan atas ratioharga saham denganpendapatan(PriceEarningRatio)dibandingkandengannilai P/E dari perusahaan sejenis
Penilaian atas dasar nilai buku,yangbeberapapos dari neraca disesuaikandengan perkiraan risiko yangmungkin ada sehingga mengurangi nilai
buku (Adjusted book value) Banyak perusahaan atau Bank yang mengalami kegagalan saat dilakukan merger, disebabkan, antara lain:
Harga yang ditetapkan saat dilakukan merger terlalu tinggi akibat analisis sebelumnya tidak akurat
Sumber pembiayaan merger berasal dari pinjaman berbiaya tinggi
Asumsi yang salah dengan mengharapkan booming market, yang ternyata terjadi sebaliknya
Tergesa-gesa, sebelum dilakukan uji tuntas dengan baik
Perbedaan kedua perusahaan terlalu besar
Budaya kerja tak dapat disatukan
Krisis manajerial karena ingin mempertahankan semua manajemen yang ada di kedua perusahaan.
Contoh merger :
o Relative banyak, sebut saja dua perusahaanteleponSony dan Ericsonyangberubah menjadi Sony-Ericson,di dunia perbankan Internasional
sangat banyak yangmelakukan merger.Di Indonesia yangpalingdikenal adalahmerger 4 (empat) BankPemerintahyaituBank Dagang Negara,
Bank Bumi Daya, Bank PembangunanDaerah dan BankEkspor ImporIndonesia menjadi Bank Mandiri. Saat ini Bank Mandiri menjadi Bank
dengan Asset terbesar di Indonesia yang berarti tujuan mergernya tercapai.[6]
o SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta yangmerupakan gabungan dua SMA Negeri bertetangga, yaituSMA Negeri IX dan SMA Negeri XI yang
masing-masingberdiri tahun 1959 dan 1960.Kedua sekolahini bergabungpada 5 Oktober1981, karena selalutawuran (bentrok), masing-masing
mengklaim SMAnya palingjago. Setelahdigabungmenjadi SMA 70 prestasinya terus meroket menjadi SMAN Plus tingkat Kotamadya Jakarta
Selatan, membuka LayananProgram Percepatan Belajar (kelas akselerasi), menjadi SMAN Plus Tingkat Provinsi DKI, membuka Layanan
Program Sertifikasi Internasional A/ASLevel yangmengacupada University of Cambridge International Examination (kelas internasional),
menjadi SMAN Plus Standar Nasional dan mulai tahunajaran2006-2007, ditetapkan sebagai salah satuRintisanSekolahBertaraf Internasional
(RSBI). Sumber: http://id.shvoong.com/tags/merger-adalah
Divestasi
Dalam finansial dan ekonomi, divestasi adalah pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentukfinansial ataubarang, dapat pula disebut
penjualan dari bisnis yangdimiliki olehperusahaan. Ini adalah kebalikan dari investasi pada aset yangbaru.
Perusahaan memiliki beberapa motif untuk divestasi.
1. sebuah perusahaan akanmelakukan divestasi (menjual) bisnis yangbukan merupakan bagian dari bidangoperasional
utamanyasehingga perusahaan tersebut dapat berfokus pada area bisnis terbaikyangdapat dilakukannya. Sebagai contoh, Eastman
Kodak, FordMotorCompany, dan banyak perusahaanlainnyatelahmenjual beragambisnis yangtidakberelasi dengan bisnis
utamanya.
1. untuk memperolehkeuntungan.Divestasi menghasilkan keuntunganyanglebih baik bagi perusahaankarena divestasi
merupakanusaha untukmenjual bisnis agar dapat memperoleh uang. Sebagai contoh, CSX Corporationmelakukandivestasi untuk
berfokus pada bisnis utamanya yaitupembangunanrel kereta api serta bertujuan untuk memperoleh keuntungansehingga dapat
membayar hutangnya pada saat ini.
1. kadang-kadangdipercayai bahwa nilai perusahaanyangtelahmelakukandivestasi (menjual bisnis tertentumereka)lebih
tinggi daripada nilai perusahaan sebelum melakukandivestasi. Dengan katalain, jumlahnilai aset likuidasi pribadi perusahaan
melebihi nilai pasar bila dibandingkan denganperusahaan pada saat sebelum melakukan divestasi. Hal ini memperkuat keinginan
perusahaan untuk menjual apayangseharusnya bernilai berharga daripada terlikuidasi pada saat sebelum divestasi.
1. unit bisnis tersebut tidak menguntungkanlagi. Semakinjauhnya unit bisnis yangdijalankandari core competence
perusahaan, makakemungkinangagal dalam operasionalnya semakinbesar.
Beberapa perusahaanmenggunakanteknologi untukmemfasilitasi proses divestasi beberapa divisi. Mereka mempublikasikan informasi tentang
divisi mana saja yangingin mereka jual pada situs resmi mereka sehingga dapat dilihat olehperusahaanlain yangsekiranya tertarikuntuk
membeli divisi tersebut. Sebagai contoh, Alcoa telahmendirikan sebuah online showroom yangmenampilkandivisi yangmerekajual. Dengan
melakukan komunikasi secara online, Alcoa telahmengurangi biaya yangdibutuhkan untuk membiayai divisi yangbergerak pada hotel, usaha
transportasi,dan urusan pertemuan
Apa yangdimaksuddengan holdingcompanyataudisebut juga PerusahaanInduk dalambahasa Indonesia, adalah suatuperusahaanyang
bertujuan untuk memilikisahamdalam satuataulebih perusahaanlain dan dapat mengendalikan semua jalannyaproses usaha pada setiap badan
usaha yangtelah dikuasai sahamnya.Denganmelakukan pengelompokan perusahaanke dalam induk perusahaan, diharapkantercapainya tujuan
peningkatanataupenciptaannilai pasarperusahaan(market value creation)berdasarkanlini bisnis perusahaan.Perusahaan Induk seringjuga
disebut dengan HoldingCompany, parent company, atauControllingCompany. Biasanya (walaupuntidakselamanya),suatuPerusahaan Induk
memiliki banyakperusahaan yangbergerakdalam bidang-bidangbisnis yangsangat berbeda-beda.[3]Sedangkan perusahaan-perusahaanyang
manajemendan operasionalnya dikendalikanolehperusahaaninduk disebut dengan sebagai PerusahaanAnak (Subsidiary Company). Hubungan
antara perusahaan induk dan perusahaananakdisebut Hubungan Affiliasi. Perusahaananakmerupakanunit perusahaanyangterpisah dan
mandiri secara yuridis dari perusahaan induk.
Dalam dunia bisnis, kehadiran holdingcompanymerupakansesuatuhal yanglumrah, mengingat banyakperusahaan yangtelahmelakukan
kegiatan bisnis yangsudah sedemikianbesar dengan berbagai garapankegiatan, sehingga perusahaanituperludipecah-pecahmenurut
penggolonganbisnisnya. Namundalam pelaksanaan kegiatan bisnis yangdipecah-pecahtersebut, yangmasing-masingakanmenjadi perseroan
terbatas yangmandiri masih dalamkepemilikan yangsama denganpengontrolanyangmasih tersentralisasi dalam batas-batas tertentu; artinya
walaupun perusahaan tersebut telahdipecah-pecahdan menjadi perseroan terbatas tersendiri; tidakotomatis terpisahmutlak dari perusahaan
holding.
HoldingCompanyberfungsi sebagai perusahaaninduk yangberperanmerencanakan, mengkoordinasikan,mengkonsolidasikan,
mengembangkan, sertamengendalikandengan tujuan untuk mengoptimalkankinerja perusahaansecara keseluruhan, termasukanakperusahaan
dan juga afiliasi-afiliasinya. Penggabunganbadan usaha dalam bentuk HoldingCompany pada umumnya merupakancarayangdianggap lebih
menguntungkan,dibandingdengan cara memperluas perusahaandengan cara ekpansi investasi. Karena denganpengabungan perusahaanini akan
diperoleh kepastianmengenai: Daerahpemasaran, sumber bahanbakuataupenghematanbiaya melalui penggunaanfasilitas dan sarana yang
lebih ekonomis dan efisien (Hadori yunus;1990).
Ciri- ciri Holdingcompanyadalah:
1. Terdiri daripada dua orangataulebih.
2. Ada kerjasama.
3. Ada komunikasi antarsatuanggota denganyanglain.
4. Ada tujuan yangingin dicapai.
5. Memiliki induk perusahaanyaituholdingcompanyitusendiri.
6. Memiliki anak perusahaan, yaitubadan- badan usaha yangdikuasainya.
7. Menyerahkan pengelolaanbisnis yangdimiliki kepada manajemenyangterpisahdari manajemenholding.
8. Menguasai mayoritas saham dari masing-masingsaham di anakperusahaanholdingserta mengendalikansemua proses bisnis dari masing-
masinganak perusahaantersebut yangtelah dikuasai sahamnya.
9. Setiap anak perusahaanholdingmemiliki linebisnis yangberbeda-beda. Yangdi mana hubunganantara induk perusahaan dengananak
perusahaan di sebut hubungan affiliasi.
10. Membeli dan menguasai sebagian besar saham dari beberapa badan usaha lain.
11. Sumber pendapatanutama bagi HoldingCompany (PeusahaanInduk)adalah pendapatandevidenyangdiperoleh dari saham-saham yang
dimilikinya.
12. Kekayaanholdingcompanydiperolehdari saham – sahamdari masing– masingbadanusaha yangdikuasainya.
Terdapat dua model pengendalianperusahaan grup ditinjaudari kegiatanusaha induk perusahaannya, yakni investment holding
companydan operatingholdingcompany. Yangmenurut penjelasannya investment holdingcompany hanya sebatas menanamkan sahamnya pada
suatuperusahaan tanpa melakukankegiatanpendukungataupun kegiatan operasional, sedangkan operatingholdingcompany yaituinduk
perusahaan menjalankankegiatanusaha ataumengendalikananakperusahaan.[4]
Pengembanganbisnis melalui mekanisme perusahaangrup kini telahsemakin berkembangsecarapesat. Perusahaan grup dianggap sebagai
bentuk usaha yangpalingmampumemenuhi kebutuhankegiatanusaha berskalabesar dan memiliki lini usaha yangterdiversifikasi.[5]
Secara umum ada dua alasan utama pembentukan ataupengembangan perusahaangrup:
1. Perintah peraturan perundang-undangan, berimplikasi kepada terbentuknya perusahaangrup biasanya melibatkankepentinganekonomi
pengelolaan negara/daerahdari badan usaha milik Negara/daerah.Peraturan peeundang-undangan ini memuat ketentuan yangdidorongoleh
kepentinganbisnis dari penyertaanmodal pemerintahsertameningkatkanefisiensi ataupun daya saingbadan usaha yangbersangkutan.
2. Respons pelakuusaha terhadap escape clauseddalam peraturanpeeundang-undangan. Peraturanpetundang-undanganini biasanyabersifat
sektoral yanghanyamengatur sektorusaha atauindustri kecil saja, pembentukannya disebabkanolehadanyarespons pelakuusaha pada suatu
sektor usaha atauindustri.[6]
2.2 Klasifikasi Perusahaan Induk
Variasi hubungan hukum antara perusahaaninduk dengan anak perusahaanjuga terlihat dari terdapatnya klasifikasi perusahaaninduk. Klasifikasi
perusahaan induk tersebut dapat dilakukandenganmenggunakanberbagai criteriaseperti tinjauandari keterlibatannya dalam berbisnis,
keterlibatannya dalam hal pengambilankeputusan, dan keterlibatan dalamhal equity.[7]
Sedangkan menurut MunirFuady, klasifikasi perusahaan induk dapat dibagi dalam dalam 2 kriteria,yaituditinjaudari keterlibatannyadalam
berbisnis, dan ditinjaudalam hal pengambilan keputusan.Klasifikasi kriteria dari perusahaan induk diterangkan lebih lanjut sebagai berikut:
1. Ditinjaudari segi keterlibatanperusahaan induk dalam berbisnis.
Apabila dipakai sebagai kriterianyaberupa keterlibatanperusahaan induk dalam berbisnis sendiri (tidaklewat anak perusahaannya)maka
perusahaan induk dapat diklasifikasikansebagai berikut :
a) Perusahaan induk semata-mata.
Jenis perusahaan induk semata-mata ini secara de facto tidak melakukanbisnis sendiri dalam praktek,terlepas dari bagaimanapengaturannya
dalam anggaran dasarnya. Sebabjarangada anggaran dasar perusahaanyangmenyebutkanbahwa maksuddan tujuan perusahaansemata-mata
menjadi perusahaaninduk. Jadi perusahaaninduk semata-mata ini sebenarnyamemangdimaksudkanhanya untukmemegangsahamdan
mengontrol anakperusahaannya itu.
b) Perusahaaninduk beroperasi.
Berbeda dengan perusahaan induk semata-mata, perusahaan induk beroperasi disampingbertugas memegangsahamdan mengontrol anak
perusahaan, juga melakukanbisnis sendiri. Biasanya perusahaan induk beroperasi memangsedari awal, sebelum menjadi perusahaan induk sudah
terlebih dahuluaktif berbisnis sendiri.
2. Ditinjaudari keterlibatandalam pengambilan keputusan.
Apabila dilihat dari faktorsejauh mana perusahaan induk ikut terlibat dalampengambilankeputusanolehanakperusahaan,maka perusahaan
induk dapat dibagi dalam kategori:
1) Perusahaaninduk investasi. Dalamhal ini, tujuan dari perusahaaninduk investasi memiliki sahampada perusahaananaksemata-mata
hanya untukinvestasi, tanpa perlumencampuri soal manajemendari perusahaananak. Karena itu, kewenangan mengelola bisnis sepenuhnyaatau
sebagian besar berada pada perusahaan anak.
2) Perusahaaninduk manajemen. Berbeda dengan perusahaaninduk investasi. pada perusahaan induk manajemen, keterlibatannyapada
perusahaan anaknya tidakhanyasebagai pemegangsahampasif semata-mata. Tetapi turut serta dan mencampuri atausetidak-tidaknya
memonitor terhadappengambilankeputusan bisnis dari perusahaananak.[8]
2.3 Proses Pembentukan HoldingCompany
Secara Umum Proses pembentukanHoldingCompanydapat dilakukan dengantiga prosedur, yaitu:
1. Prosedur residu. Dalam hal ini perusahaan asal dipecahpecahsesuai masingmasingsektor usaha. Perusahaan yangdipecahpecah tersebut
telah menjadi perusahaanyangmandiri,sementarasisanya(residu) dari perusahaanasal dikonversi menjadi perusahaanholding, yangjuga
memegangsaham pada perusahaanpecahantersebut dan perusahaan-perusahaan lainnya jikaada.
2. Prosedur penuh.Prosedur penuh ini biasanya dilakukanjika sebelumnya tidak terlalubanyakterjadi pemecahan ataupemandirian
perusahaan, tetapi masing-masingperusahaan dengankepemilikanyangsamaataubersama hubungan salingterpencar-pencar, tanpa
terkonsentrasi dalam suatuperusahaaninduk. Dalamhal ini, yangmenjadi perusahaan induk bukansisa dari perusahaanasal seperti pada
prosedur residu, tetapi perusahaan penuh dan mandiri. Perusahaanmandiri calonperusahaan induk ini dapat berupa:
a. Dibentuk perusahaanbaru.
b. Diambil salah satuperusahaandari perusahaanyangsudah ada tetapi masihdalam kepemilikanyangsama atauberhubungan.
c. Diakuisisi perusahaan yanglain yangsudah terlebihdahulu ada, tetapi dengankepemilikanyangberlainandan mempunyai keterkaitansatu
sama lain.
3. Prosedur terprogram. Dalamprosedur ini pembentukanperusahaan holdingtelahdirencanakan sejakawal memulai bisnis. Karenanya,
perusahaan yangpertamasekali didirikandalam groupnya adalahperusahaanholding. Kemudian untuk setiap bisnis yangdilakukan, akan
dibentuk ataudiakuisisi perusahaanlain. Dimanaperusahaanholdingsebagai pemegangsaham biasanya bersama-samadengan pihaklain
sebagai partner bisnis.
Apabila dilihat dari segi usaha variasi usahanya, suatugrup usaha konglomerat dapat digolong-golongkankedalam kategori sebagai berikut :
1) Grup usaha vertical. Dalamgrup ini, jenis-jenis usaha dari masing-masingperusahaansatusama lainmasih tergolongserupa.Hanya mata
rantainya saja yangberbeda. Misalnya ada anakperusahaan yangmenyediakan bahanbaku, ada yangmemproduksi bahansetengahjadi, bahan
jadi, bahkan ada pula yangbergerak dibidangeksport-import. Jadi, suatukelompokusaha menguasai suatujenis produksi dari huluke hilir.
2) Grup usaha horizontal.Dalam grup usaha horizontal,bisnis dari masing-masinganak perusahaan tidak ada kaitannya antara yangsatu
dengan yanglainnya.
3) Grup usaha kombinasi. Ada juga grup usaha, dimana jika dilihat dari segi bisnis anak perusahaannya, ternyata ada yangterkait dalamsuatu
mata rantai produksi (dari huluke hilir), disampingada juga anak perusahaan yangbidangbisnisnya terlepas dari satusama lain. Sehingga dalam
grup tersebut terdapat kombinasi antara grup vertical dengangrup horizontal.
2.4 ManajemenOperasi HoldingCompany:
Untuk menjadi holdingcompany satuperusahaanharus memiliki proporsi sahamperusahaanlain yangcukup besar. Perusahaanlain yangberada
di bawah pengendalian holdingcompanydisebut dengan anakperusahaanatausubsidiary company.Satuholdingcompanydapat menguasai
beberapa perusahaanlain dalam industryyangberbeda. Sebagai contohsatuholdingcompanymemiliki beberapa anakperusahaan yangbergerak
di bidang otomotif, real estate,kimiadan obat-obatan, perkebunan,dan pertanian.
2.5 TanggungJawabInduk PerusahaanTerhadapPerikatanAnakPerusahaan
Sebuah Perusahaan dalammenjalankan usahanya sudah pasti berhubungan denganpihak lainyaitupihak ketiga. Perusahaanmelakukantransaksi
jual beli, kredit dari perbankan, sewa-menyewa dan lain sebagainya. Biasanya kalautransaksinyadapat berjalandengan lancaratautidakada
masalah kondisinyaakanaman-aman saja, namunbila terjadi sebaliknyaterjadi masalah misalnya perusahaan melakukanwanprestasi maka yang
dicari adalah yangmenyangkut tanggungjawab. Berhubungyangmelakukantransaksi adalah suatuPerusahaanmaka mengenai masalah
tanggungjawab dipengaruhi oleh statusnya, apakahberstatus badan hukum atautidak. Adanya perbedaanstatus tersebut berpengaruhpada siapa
yangharus bertanggungjawab.[9]
2.6 KeuntunganDan Kerugian Dari Perusahaaan Induk
Eksistensi suatugrup usaha konglomerat cenderunguntukmempunyai perusahaaninduk (holding), tetapikeberadaan dari perusahaan induk itu
sendiri punya keuntungandan kerugian. Di antara keuntungan mempunyai suatuprerusahaaninduk dalam suatukelompokusaha adalah sebagai
berikut:
Kemandirian Risiko
Karena masing-masinganakperusahaanmerupakanbadan hukum berdiri sendiri yangsecara legal terpisahsatusama lain, maka pada prinsipnya
setiap kewajiban, risikodan klaimdari pihak ketiga terhadap suatuanakperusahaan tidak dapat dibebankankepada anakperusahaan yanglain,
walaupun masing-masinganak perusahaantersebut masihdalam suatugrup usaha, ataudimiliki olehpihak yangsama.Namundemikian,prinsip
kemandiriananakperusahaan ini dalamhal dapat diterobos. Kadangkalaperusahaaninduk dapat melakukankotrol yanglebih besar terhadap
anak perusahaan,sungguh pun misal nya memiliki sahamdi anak perusahaankurangdari 50%.
Hak Pengawasan YangLebih Besar
Jika perusahaan induk diberikan hakveto. Hal seperti ini dapat terjadi antara lain dalam hal-hal sebagai berikut:
Eksistensi perusahaaninduk dalam anak perusahaaansangat diharapkanolehanakperusahaan.Bisa jadi disebabkan karena perusahaanholding
dan/ataupemiliknya sudah sangat terkenal.
Jika pemegangsaham lain selainperusahaaninduk tersebut banyak dan terpisah-terpisah.
PengotrolanYangLebih Mudah Dan Efektif
Perusahaan induk dapat mengontrol seluruh anakperusahaan dalam suatugrup usaha, sehingga kaitannyalebih mudah diawasi.
operasional YangLebih Efisien
Dapat terjadi bahwa atas prakarsa dari perusahaaninduk, masing-masinganakperusahaandapat salingbekerja sama,salingmembantusama lain.
Misalnya promosi bersama,pelatihanbersama, salingmeminjamsumber daya manusia, dan sebagainya. Disampingitu, kegiatanmasing-masing
anak perusahaan tidak overlapping.
Karena masing-masinganakperusahaanlebih besar dan lebih benefiddalam suatukesatuandibandingkan jikamasing-masinglepas satusama
lain, maka kemungkinanmendapatkan dana oleh anakperusahaandari pihak ketiga relative lebih besar.
Lavarage buyout
Pembelian terutang (leveragedbuyout; LBO)adalah akuisisi (biasanya perusahaan, tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estat) yangharga
belinya dibantuoleh gabungan sahamdan utangdan yangarus kas atauaset targetnya dipakai untuk menjamindan melunasi utang. Karena utang
biasanya memiliki biayamodal yanglebih rendah daripada saham, imbal balik saham meningkat seiringpeningkatanutangnya.Utangtersebut
otomatis menjadi dongkrak untuk menambahimbal balik yangmenjadi asal usul istilah LBO (secara harafiah "pembelianterdongkrak").
LBO umum dijumpai dalam lingkungan mergerdan akuisi M&A)zaman sekarang. IstilahLBO biasanyadipakai ketika sebuah sponsorfinansial
mengakusisi sebuah perusahaan. Akantetapi,banyaktransaksi korporat separuhdidanai olehutangbank, sehingga bisa juga digolongkan ke
LBO. LBO memiliki berbagai macambentuk seperti Management Buy-out (MBO), Management Buy-in(MBI), pembeliansekunderdan tersier.
LBO bisa dilakukan pada situasi pertumbuhan,restrukturisasi, dan insolvensi sebagaimana yangterjadi di perusahaan-perusahaandengan kinerja
yangstabil. KebanyakanLBO dilakukandi perusahaan swasta,tetapi bisa juga dilakukan di perusahaanterbuka (melalui transaksi PtP, Publik ke
Privat).
Ketika sponsorfinansial meningkatkanimbal balik mereka denganmemakai dongkrakyangsangat tinggi (yaiturasio hutangdan saham yang
tinggi), mereka memiliki insentifuntuk memakai sebanyakmungkin utanguntukmendanai suatuakuisisi. Hal ini dapat memunculkanmasalah
ketika perusahaan "terlaluterdongkrak",artinya mereka tidak menghasilkan arus kas yangcukup untuk melunasi utangmereka yangkemudian
berujung pada insolvensi ataupertukaranutang-ke-sahamketika para pemegangsahamkehilangankendali atas perusahaandan penyedia utang
berhak memegangsahamtersebut.
BAB VI
ANALISA KESEHATAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN BADAN USAHA MILIK SWASTA (BUMS)
DAN BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DAN CARA MENGATASINYA SECARA UMUM
ANALISIS KESEHATAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN BUMS
DAN BUMNPert.25-26
Kesulitan keuangandan prediksi kebangktutan
Kebangkrutanadalah kondisi keuangan perusahaanyangmengalami kesulitankeuangan dalamjangkapendek (likuiditas atautechnical solvency)
dan mengalami insolvency(debt > asset).Pengertian lainnya dapat dikatakan bila total kewajibanmelebihi total aktiva. Sebagai contoh di
Indonesia tahun 1997-an,puluhanbank mengalami kebangkrutan. Tetapi pemerintah tidak inginbank-banktsbbangkrut maka diberikan bantuan
(BLBI) yangsangat merugikanNegara dalamjumlah yangsangat besar sehingga berdampak kepada perekonomianIndonesia sampai saat ini.
Pemerintah memberikan kredit BLBI karenamenjaga kredibilitas pemerintahdi mata maryarakat dan dunia.
Kondisi incolvencyada dua pilihan yaitulikuidasi(kebangkrutan) dan reorganisasi (retrukturisasi).Hal-hal perusahaandalam mengalami
kebangkrutanal: kegagalandibidangmanajemen, operasional,penyelewengan, bencana,persainganyangsangat tajamdan lainnya.
Sebab-sebab kegagalan usaha dan perusahaan mengalami kesulitankeuangan:
Kekurangan pengalamanmanajemensecara operasional dan tidakkompeten
Kurangnya pengalaman secara manajerial.
Keseimbangan antara keuangan,produksi, pemasarandan fungsi lainnya tidak baik.
Penyelewengandan korupsi atauKKN.
Bencana alam, tuntutanserikat buruh yangberlebihan, pungli, dan lainnya
Peraturanpemerintah yangmemberatkan antaralain kenaikanBBM,perpajakandan lainnya.
Karena persaingan yangsangat tajamantarperusahaansejenis.
Mengalami kerugian terus menerus.
Faktor-faktor lainnya.
Metode Memprediksi Kebangkrutan
1. Analisis Rasio Keuangan
2. Z Score – Metode Altman
3. Shut Down Point – Shut Down Cost
4. Analisis Surat Keputusan MenNegBUMN
Note: BUMStidak menggunakanmetode ke-4
Analisis kebangkrutan
1. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Analisisnya dapat dibagi dalam 2 hal yaitu:
1) Analisis Univariate
Rasio-rasio diuji secara terpisah untuk mengetahui penympangan
Memperhatikan denganteliti atas variabelitas al: pengaruh biaya tetapberbandingpendapatanoperasi (operationincome) atau rasio FC/OI tidak
baik dan pengaruh Time Interest Earned(TIE) yangdibandingkandengan laba (bunga lebih tinggi dari laba).Penilaian prediksi kebangkrutan
dapat juga dilakukan dengan menilai rasio-rasio keuanganlainnya.
2) Analisis Multivariate.
Analisis ini menggunakan2 ataulebih varabelitas kedalam satupersamaan.Contohnya model regresi:
Y = a+a1X1+a2X2+……+anXn
Karena data analisis regresi adalahmasa lampau, makadiadakananalisis diskriminan denganmenggunakan tehnikstatistic.
Analisis kebangkrutan
Analisis kebangkrutan ini dipopulerkan oleh EdwardI. Altmandi NewYork Universitypertengahantahun1960menggunakan
“analisisdiskriminan”untukmemprediksi kebangkrutan perusahaan. Altman adalahpioner memprediksi tentangkebangkrutan.Altman
menganalisis perusahaanbesar di USA dengan 22 rasio keuangan, tetapi hanya 5 rasiodominandalam memprediksi perusahaan mengalami
kebangkrutanatautidak.
Analisis diskriminan/ kebangjrutanterdiri 3 tahap:
a. Menyusun klasifikasi kelompokbersifat mutuallyexclusive. Setiapkelompok dibedakandengan satudistribusi peluang(probability
distribution) sesuai cirri-cirinya.
b. Mengumpulkandata untuk pengamatandalam kelompok.
c. Menurunkan kombinasi linier dari ciri-ciri tsb“palingbaik” mendiskrimi nasikannya (membedakannya)diantara kelompok “palingbaik”,
artinya kombinasi ygmeminumkanpeluangada kesalahanklasifikasi.
Analisis kebangkrutan
Altman Model”s., fungsi Z (Zeta)
Z= ,012X1+0,14X2+0,033X3+0,006X4+0,999X5
Dimana:
X1 = Modal Kerja/Total Aset ( %)
X2= Laba ditahan/Total Aset (%)
X3= Laba sebelum bunga dan pajak/Total Aset (%).
X4= (Nilai pasar Saham Biasa dan Saham
Preferen) / Nilai BukuTotal Utang. (%)
X5 = Penjualan /Total Aset.(kali)
d. 3 or above = Far from beingbankruptcy
Analisis kebangkrutan
2) Menurut BookValue dan Market Value, Z score:
Market Value Book Value
1. Very High Probability
of Bankruptcy 1,80 orless 1,20or less
2. High ProbalbilityBankruptcy Z 1,81 -2,991,20–2,90
3 Possible BankrkuptcyZ> 2,992,90
4. Far from beingbankruptcy3,00 above 3,00above
Kemudian Altman, mengembangkan4 versi variabel yangberlakuperusahaan public mapun pribadi, atauperusahaanmanufaktur dan jasa.
Z = 6,56X1+ 3,26X2+6,72X3+ 1,05X4.
Dalam 4 versi ini, tidaktercatat total penjualandibagi total asset,sehingga analisisnya sempit bila dibandingdengan kedua model Altmandiatas.
Dalam kuliah MKP,yangkitapakai adalah kedua model tsbdiatas ( 5 versi ataudari X1 s/dX5) dengan mengklasifiasikanperusahaan “Go
public dan bukan Go public”.
Analalis kebangkrutan Badan UsahaMilik Negara
2. Badan Usaha Milik Negara ( BUMN).
Untuk menilai kesehatanataukebangkrutanBUMN, sampai saat ini berlakuKeputusan Menteri Negara BUMNNo: 100/MBU/2002/ tanggal 4
Juni 2002.
Setiap BUMN harus membuat analisis kesehatansuatuBUMN,yangdilaporkanke Menteri BUMN.
Dalam SK tersebut dikategorikan hal-hal sebagai berikut:
Analisis Kebangkrutan
A. Tingkat kesehatan:BUMN
1. Sehat, terdiri dari :
a. AAA apabila total (TS) > 95
b. AA apabila 80 <=”95
c. A apabila 65 <TS<=”80.
2. KurangSehat, yangterdiri dari :
a. BBB apabila 50<TS<=”65
b. BB apabila 40<.TS<=”50
c. B apabila 30<TS< =”40.
3. Tidak sehat, yangterdiri dari:
a. CCC apabila 20<TS<”30
b. CC apabila 10<TS<=”20
c. C apabila TS<=”20
Tingkat kesehatanBUMN berdasarkanpenilaian terhadapKinerja perusahaanmeliputi:
A. Aspek Keuangan.
B. Aspek Operasional.
C. Aspek Administrasi.
3) LaporanPeriodik, kalauditerima Dekom/Pengawas danPemegangsahamatauMenteri BUMNpalinglambar 2 bulan setelah berakhirnya
periode. Jumlah keterlambatan:
Lebih cepat sama dengannol hari skor= 3,dan
0<x< 30 hari skor= 2, 30<x<60hari skor=1, dan <60 skornya =0
4) LaporanPembinaanUsaha Kecil dan Koperasi (PUKK)merupakanhal yangharus dilakkan olehBUMN.Indikatornyadengan menilai
efketivitas penyaluran bantuannilai skor = 3, dan Tingkat kolektibilitas pengembalianpinjamandengan skor =3,Jumlah skor untuk PUKK ini =
6.
Pada umumnya Persero,milik BUMNmemberikandata maupun laporannya ke Menteri, Dekom, PemegangSaham disampaikantepat waktu
begitujuga masalah PUKK dsbnya, karena para Direksi dapat melakukankoordinasi masalahini dengan divisi-divisinya.
Persero “KFM”
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
Untuk Tahun Ygberakhir tanggal 31 Desember 2004
Penjualan bersih 1.816.384
Bebab pokok penjualan 1.273.699
Laba kotor 542.685
Beban usaha
Beban umum dan administrasi 454.028
Laba usaha 88.657
Penghasilan(beban)dan
hasil investasi (12.121)
Laba sebelum pajak 76.536
Beban (penghasilanpajak) 33.607
Laba bersih 42.929
Laba Per Saham Dasar (EPS) 7,729
Analisis Shut Down PointMemprediksi Kebangkrutan–PenutupanUsaha
Alternatif-Alternatif Mengatasi Kesehatan dan Prediksi Kebangkrutan Perusahaan.
1. PemecahanSecara Informal, dilakukan dengan:
a. Dilakukan dengan segera bila keadaanbelum
begituparah(earlywarningsystem).
b. Melakukan “Extension (perpanjangan) “yaitumelakukannegosiasi dengankreditor dan pemasokuntukmemperpanjangjatuh tempohutang
c. Composition(Komposisi) yaitumelakukan negosiasi dengan kreditor/pemasokuntuk dapat mengurangi besarnya tagihan, atauklaimhutang
dari 100% menjadi 60%.
d. Melakukan likuidasi, jikanilai likuidasi lebih besar dibandingkandengan “goingconcernatauterus menerurs”, bila perusahaandilikuidasi
secara formal.
e. Melakukan merger/concolidationdengan perusahaanlainnya.
Diadakan negosiasi dengan kreditor/pemasokdengan kurator dan hasilnya:
1). Sebesar 50% “ utangditurunkanstatusnya
menjadi utangdisubordinasikan”
2). Sebesar 50% yangdisubordinasikan statusnya
diturunkan menjadi sahampreferen.
3). Sebsar 50% saham preferenstatusnya
diturunkan menjadi sahambiasa.
Struktur Modal Baru.
Kompenen Jumlah
Utang$ 5 juta
Utangdisubordinasikan 7,5
Saham Preferen5
Saham Biasa 2,5
Total $ 20juta.
Alternatifmenyehatkan "Persero BUMN”
Campur tanganPemerintah,dengan memberikandana untuk modal kerja dan investasi, subsidi dengan persetujuan DPR. Contohnya: Merpati
Nusantara, Garuda Indonesia, PLN dan lainnya.
Melakukan reorganisasi, struktur organisasi,mengganti manajemen, melakukanPensiun Muda, pengurangan karyawan dan lainnya.
Melakukan “Concolidation” seperti BankMandiri terdiri dari bank-bank pemerintahlainnya.
Melakukan “Cost Reduction”disegala bidangdengan konsekuen
Restrukturisasi, reschedulingutang-utang(Composositiondan Extension)kepada kreditor dengan bunga relatifrendah denganjaminan
pemeritnah.Penilaiankembali struktur modal baru.
Pemerintah tidak banyakcampur tangan dalam BUMN
Membentuk Strategic Business Unit untuk“profit center”, RSPertamina, RSPelni, Garuda Maintenance Facilitydan lainnya..
Melakukan evaluasi kontrak-kontrakyangmerugikan Perserodan menjual asset yangtidaklangsungberhubungan denganoperasi perusahaan,
contohmenjual rumah-rumahdinas dllnya.
Mengundang“Investor asingdandalamnegeri” untuk membeli sahamPersero,kecuali Persero sangat strategis, PLN, Garuda Indonesia dan
lainnya.
Melakukan aliansi strategi dengan perusahaan asing.
Dan lainnya.

Resume UAS

  • 1.
    Nama : dianalestari Nik: 11011700789 Kelas : 2s – manajemen Kelas/ruang : 2 /b.1.1 Hari : minggu
  • 2.
    BAB I TOPIK PENGGANGGARANBARANG MODAL Modal (Capital)menunjukkanaktiva tetapyangdigunakan untuk produksi. Anggaran(budget) adalah sebuah rencana rinci ygmemproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar selamabeberapaperiode pada saat ygakandatang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses menyeluruh menganalisa proyek2 dan menentuan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal. Pentingnya Penggangaran Modal 1. Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya. 2. Penanggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva. 3. Pengeluaran modal sangatlah penting Tahap-Tahap Penganggaran Modal 1. Biaya proyek harus ditentukan. 2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva. 3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas). 4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukanbiaya modal (cost ofcapital)ygtepat untuk mendiskon aliran kas proyek. 5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva. 6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya. Dalam pengambilankeputusaninvestasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematanbiaya yangdikorbankansebagai akibat dipilihnyaalternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru. Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan kep utusan investasi, biaya modal sendiri justruharus diperhitungkan. Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penelimaankas dalam investasi memilki nilai waktu uang. Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yangditerima di masa yangakan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitunganlaba perusahaan, biaya diperhitungkanberdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihaninvestasi yangmemperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai. Pengertian Capital Budgeting adalahmerupakanproses evaluasi dan pemilihan investasi jangka panjang yang konsisten terhadap maksimalisasi tujuan perusahaan. Definisi Capital Budgeting“Capital Budgetingis the Process of evaluating andselectinglong-term invesments consistents with the firm’s goal of owner wealth maximization”.Investasi juga berarti pengeluaranpada saat ini dan hasil yangdiharapkan dari pengeluaran tersebut baru akan diterima lebih dari satutahun mendatang. Definisi Capital Budgetingadalah sebagai berikut: “Capital Budgeting involves the entire process of planning whose returns are expected to extend beyond one year”. .Capital budgeting dan keputusan keuangan diperlakukansecaraterpisah.Bila investasi yangdiajukan telahditentukanuntuk diterima, manager keuangan kemudian memilih metoda pembiayaan yang paling baik. -. Anggaran (budget) adalah sebuah rencanarinci ygmemproyeksikanalirankas masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan datang. -. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap -. Penganggaranmodal (capital budgeting) adalah proses menyeluruhmenganalisa proyek2dan menentuan manasaja yangdimasukkan ke dalam anggaran modal.
  • 3.
    -. Proses mengumpulkan,mengevaluasi,menyeleksi,danmenentukan alternatif penanaman modal yang akan memberikan penghasilan bagi perusahaan untuk jangka waktu lebih dari 1 tahun. *. Motif Capital Budgeting  Pengembangan produk baru atau pembelian aktiva baru  Pengurangan biaya dengan mengganti aktiva yang tidak efisien  Modernisasi atas aktiva tetap *. JENIS-JENIS KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL  Penambahan dan perluasan fasilitas  Produk baru  Inovasi dan perluasan produk *. PRINSIP DASAR PROSES PENGANGGARAN MODAL  Penganggaranmodal pada dasarnya adalah aplikasi prinsip yang mengatakan bahwa perusahaan harus menghasilkan keluaran atau menyelenggarakan kegiatan bisnis sedemikian rupa sehingga hasil imbuh (marginal revenue) produk sama dengan biaya imbuhnya (marginal cost).  Prinsip ini dalam kerangka penganggaranmodal berarti bahwa perusahaan harus melakukan tambahan investasi sedemikian rupa sehingga perolehan imbuh (marginal returns) investasi itusama dengan biayaimbuhnya.Daftar berbagai proyek investasi dari hasil yang tertinggi hingga yang terendah mencerminkan kebutuhan perusahaan akan modal untuk investasi.  Biaya imbuh dari berbagai daftar investasi itumemberi petunjuk tentangupaya perusahaan untukmemperolehtambahan modal guna membiayai investasi. Biaya imbuh modal berarti sejumlah biayayangharus ditanggungolehperusahaanuntuk memperoleh dana dari luar (misalnya meminjam atau menjual saham dan biaya tumbal/opportunity cost dari dana sendiri yang dapat diperoleh *. Ketersediaan Dana  Jika dana TIDAK TERBATAS, maka perusahaan dapat memilih semua independen project yangsesuai dengan expected return yang diharapkan.  Jika dana TERBATAS, makaperusahaanperlumelakukan capital rationing denganmengalokasikan dana hanya pada proyek yang memberikan return maksimal 2. Proses Capital Budgeting Proses Capital Budgeting terdiri dari 5 langkah yang saling berkaitan, yakni:  Pembuatan Proposal Proposal penganggaranbarangmodal dibuat di semua tingkat dalam sebuah organisasi bisnis. Untuk menstimulasi aliran berbagai ide, banyak perusahaan menawarkan penghargaan berupa uang tunai untuk beberapa proposal yang diadopsi.  Kajian dan Analisa Proposal penganggaranbarangmodal secaraformal direview dalam rangka (a) mencapai tujuan dan rencana utama perusahaan dan yang paling penting (b) untuk mengevaluasi kemampuan ekonominya. Biaya yang diajukan dan benefit yang diestimasikan dikonversikan menjadi sebuah cash flow yangsesuai. Bermacam-macamteknikcapital budgeting dapat diaplikasikanuntukcash flow tersebut untuk menghitungtingkat keuntungan dari investasi. Berbagai macam aspek resiko diasosiasikandengan proposal yangakandievaluasi. Setelahanalisis ekonomi telahdibuat lengkap, diiringi dengan data tambahan dan rekomendasi yang ditujukan untuk para pengambil keputusan.  Pengambilan Keputusan Besarnya sejumlah dana yang dikeluarkan dan pentingnya penganggaran barang modal menggambarkan tingkat organisasi tertentu yang membuat keputusan penganggaran. Perusahaanbiasanya mendelegasikan kewenangan penganggaran barang modal sesuai dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Secara umum jajaran direksi memberikan keputusan akhir untuk sejumlah tertentu penganggaran barang modal yang dikeluarkan.
  • 4.
     Implementasi Ketika sebuahproposal telah disetujui dan dananyatelah siap,tahapimplementasi segera dimulai. Untukpengeluaranyang kecil, penganggaran dibuat dan pembayaran langsung dilaksanakan. Namun untuk penganggaran dalam jumlah besar, dibutuhkan pengawasan yang ketat.  Follow Up (tindak lanjut) Setelah diimplementasikanmaka perludilakukanmonitoringselama tahap kegiatan operasi berjalan dari proyek tersebut. Perbandingan dari biaya yangada dan keuntungan yang diekspektasikan dari berbagai proyek sebelumnya adalah sangat vital. Ketika biaya yang dik eluarkan melebihi anggaran biaya yangditetapkan, harus segera dilakukan tindakanuntuk menghentikannya, apakah dengan meningkatkan benefit atau mungkin menghentikan proyek tersebut. Setiap langkah dalam proses tersebut pentingdilakukan terutama pada langkahkajian dan analisa, maupun pengambilan keputusan (langkah 2 dan 3) yangmembutuhkanwaktudan tenaga yangpalingbesar. Langkahterakhir yakni follow upjuga pentingnamunseringdiabaikan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga perusahaan untuk dapat meningkatkan akurasi cash flow yang diestimasi. 3. Jenis-jenis Investasi Investasi dapat dilaksanakan olehperusahaan tergantungmotif dasar perusahaan yakni semakintinggi tingkat hasil pengembalian atas investasi tersebut. Investasi tersebut terdiri dari berbagai jenis yang disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Definisi investasi sebagai berikut: “The commitment of funds to one of more assets that will be heldover some future time period”. Definisi tersebut mengartikan bahwa investasi adalah komitmensejumlahdana untukmenjadi satuataulebih aset yang akan dilaksanakan dalam suatu periode tertentu di masa yang akan datang. Selanjutnya Jones menggolongkan jenis investasi sebagai berikut: 1. a. Financial Assets. Pieces of paper evidencing a claim on some issuer 2. b. Real Assets. Physical assets, such as gold or real estate 3. c. Marketable Securities. Financial assets that are easily and cheaply traded in organized markets. 1. Cash Flow dan Metode Investasi A. Initial Investment Batasan investasi awal sangat relevan dengansejumlah cash out flow yangdipertimbangkanketika mengevaluasi prospektifpenganggaran barang modal. Investasi awal (initial invesment) dilakukan pada nol waktu (time zero), yakni waktu ketika anggaran dikeluarkan. Investasi awal diperhitungkan denganmengurangi semua cash inflow yangterjadi pada saat ‘timezero’ denganseluruh cash outflow yangterjadi pada saat ‘time zero’. Rumusan dasar untuk menentukan investasi awal adalah biaya pembelian aset baruditambahbiaya instalasi dikurangi pajak penjualan aset lama. Format dasar penentuan Initial Invesment yakni sebagai berikut: “The basic Format for Determining Initial Investment Installed cost of new asset = Cost of new asset + instalation costs – after-tax proceeds from sale of sold assets”. Dengan adanya initial invesment tersebut akanmempengaruhi dan akanmerubah Net Working Capital (Modal Kerja Bersih, (NWC) dari suatu perusahaan. Apabila sebuah perusahaanbermaksudmembeli kapal dalam rangka ekspansi maka baik level produksinya, atautingkat kas, piutang, persediaan, maupunhutangdagangnya akan meningkat. Perbedaanantara perubahan aset lancar dengan perubahan hutang lancar merupakan perubahan Net Working Capital. Secara umum apabila aset lancar meningkat lebih besar dibandingkan hutang lancar akan menghasilkan peningkatan NWC, begitupun sebaliknya. 1. Cash Flow Salah satu hal penting didalam persoalan kebijakan investasi adalah mengadakan estimasi dari pengeluaran uang yang akan diterima dari investasi tersebut pada masa yangakandatang. Untuk mengevaluasi berbagai alternatifpenganggaranbarangmodal/investasi, perusahaan harus menentukan cash flow yang sesuai, yakni data mengenai aliran kas bersih dari suatu investasi. Untuk keperluanpenilaiansuatuinvestasi yangdibiayai sepenuhnya olehmodal sendiri alirankas bersih (cashflow) adalah sebelum pembebanan penyusutan dan diperhitungkansesudah pajak. Namun apabila dibiayai dengan modal pinjaman makaaliran kas bersih adalah sebelum dibebani penyusutan, bunga dan diperhitungkan setelah pajak. Selanjutnya pengertianarus kas “The netral net cash, as opposed to accounting net income, that flows into (or out of) a firm during some specified period”. Analisa cash flow perusahaan dapat dijadikan sebagai dasar penelitian untuk melihat sejauh mana aktivitas usaha secara akumulatif dapat mengcover dana yang diinvestasikan untuk menggerakkan kegiatan operasional perusahaan.
  • 5.
    Arus kas untuktujuan capital budgeting didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan. Secara aljabar, definisi tersebut sama dengan laba sebelum bunga dan pajak, dikurangi pajak penghasilan jika perusahaan mempunyai hutang, ditambah beban penyusutan non kas. Rumusannya adalah sebagai berikut: Cash Flow = EBIT(1 – T) + Depresiasi Dimana : EBIT = Laba Sebelum Bunga dan pajak T = Pajak penghasilan perusahaan Depr = Beban Penyusutan Rumusan tersebut berlaku untuk perusahaan yang tidak memiliki hutang. Apabila perusahaan memiliki hutang maka rumusannya adalah : Cash Flow = NI + Depr + rD (1 – T) Dimana: NI = Net Income rD = Interest expense (biaya bunga bank) Perkiraancashflow merupakanhal yangsangat pentingdalam proses capital budgeting, yakni sebuah proses yang rumit dan kompleks yang membutuhkanpemikirandan perhitungan yangmatangagar estimasi cashflow yangdiproyeksikan mampumendekatiperkiraan cash flow yang dilaksanakan perusahaan. Dengan demikian, penilaian terhadaphasil analisis capital budgeting akan memberikan penilaian yang akurat pada penentuan keputusan investasi. 6. Metode Evaluasi Kelayakan Rencana Investasi Metode yangdapat digunakanuntuk dapat mengevaluasi berbagai alternatif investasi barang modal untuk dapat dipilih dikenal dua macam metode yakni metode konvensional dan metode discounted cash flow.Di dalam metode convensional dipergunakandua macam tolakukur untuk menilai profitabilitas rencana investasi yakni payback period(PB)dan averagerate of return (ARR), sedangkan dalam metode discounted cash flowdikenal dua macam tolakukur profitabilitas yakni Net Present Value (NPV),Internal Rate of Return (IRR) dan profitability Index. Perbedaan utama antara metode konvensional dengan metode discountedcashflow terletakpada penilaianterhadap nilai waktuuang(timevalue of money). Metode evaluasi konvensional tidak mempertimbangkan time value of money. 1. Payback Period Metode payback period pada umumnya digunakan untuk mengevaluasi investasi yang diajukan. Payback period adalah target waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengembalikan investasi awal yang diperhitungkan dari cash inflow. Definisi payback period sebagai berikut: The payback period is the exact amount of time requiredfor the firm to recover its initial investment in a project as calculatedfrom cash inflow” Payback period diperhitungkan denganmembagi investasi dengan cashinflow tahunan. Kriteriaterhadap penerimaankeputusaninvestasi dengan menggunakan metode payback ini adalah diterima apabila payback period yang diterima yang diperoleh lebih singkat/pendek waktunya dibandingkan dengan target waktu payback period yang sebelumnya telah ditentukan. 1. Internal Rate of Return (IRR) Metode ini mungkinmerupakanmetode yang paling banyak digunakan sebagai salah satu teknik dalam mengevaluasi alternatif – alternatif investasi. Definisi Internal Rateof Return adalah: “The Internal Rate of Return (IRR)is the discount rate that equates the present value of cash inflows with the initial investment associated with a project”. Dijelaskan bahwa IRR merupakan rate discount dimana nilai present value dari cash inflow sama dengan nilai investasi awal suatu proyek. Dengan kata lainIRR adalah rate discount dimana NPV dari proyek tersebut = Rp0. IRR juga menggambarkan persentase keuntungan yang sebenarnya akan diperoleh dari investasi barang modal atau proyek yang direncanakan.
  • 6.
    Kriteria penerimaan proyekinvestasidengan menggunakan metode Internal Rate of Return adalah apabila IRR yang dihasilkan lebih besar dibandingkan cost of capital, sebaliknya apabila lebih kecil dibandingkan cost of capital proyek tersebut ditolak. Pada dasarnya IRR dapat dicari dengancaracoba-coba (trial anderror). Pertama-tama kitamenghitungPVdari proceeds suatuinvestasi dengan menggunakan tingkat bunga yang kita pilih menurut kehendak kita. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah PV dari outlaysnya. KalauPVdari proceeds lebih besar daripada PVdicari investasi atau outlaysnya, makakita harus menggunakan tingkat bunga yang lebih rendah. Cara demikianterus dilakukansampai kita menemukan tingkat bunga yang dapat menjadikan PV dari proceeds sama besarnya dengan PV dari outlaysnya. Pada tingkat bunga inilah NPV dari usul tersebut adalah nol atau mendekati nol.
  • 7.
    BAB II ARUS KASDAN RESIKO PROYEK A. Mengestimasi Arus Kas Langkah yangpalingpentingdan palingsulit dalam penganggaran modal adalah mengestimasikan arus kas suatu proyek, yaitu pen geluaran estimasi investasi dan arus kas masuk bersih per tahun setelah suatu proyek dijalankan. Sangat sulit untuk meramalakansecara akurat biaya-biayadan pendapatan yangterkait dengansuatuproyekyangbesar dan kompleks, sehingga kesalahan dalam peramalan kadang kala dapat menjadi sangat besar. Fungsi staf keuangan dalam proses peramalan meliputi; (1) mendapatkan informasi dari berbagai departemen misalnya produksi dan pemasaran, (2) memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam peramalan menggunakan asumsi perekonomian yang konsisten, dan (3) memastikan bahwa tidak terjadi bias yang inheren di dalam peramalan. B. Mengidentifikasi Arus Kas yang Relevan Titik awal dari setiap analsiis penganggaran modal adalah mengidentifikasi arus kas relevan (relevan cash flows), yang diartikan sebagai serangkaian arus kas yang spesifik ang harus diperhitungkan dalam pengambilan keputusan. Terdapat dua peraturan penting yang dapat membantu untuk menghindari kesalahan dalam mengestimasi arus kas: (1) keputusan penganggaran modal harus didasarkan atas arus kas, bukannya laba akuntansi, dan (2) hanya penambahan arus kas (inkremental) saja yang relevan. 1. Biaya Aktiva Tetap Sebagian besar proyek membutuhkanaktiva, dan pembelianaktiva menggambarkanarus kas negatif. Walaupunperolehanaktiva mengakibatkan arus kas keluar, para akuntan tidak menyajikan pembelian aktiva tetap sebagai pengurang dari laba akuntansi. Sebagai gantinya, mereka mengurangkan beban depresiasi tiap tahun sepanjang umur aktiva tersebut. Perhatikan bahwa biaya total sebuah aktiva tetapadalah termasuk biaya pengiriman dan pemasangannya. Ketika sebuah perusahaan membeli aktiva tetap, perusahaan tersebut seringkali harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pengiriman dan pemasangannya. Biaya ini dibebankan langsung dalam harga peralatan ketika biaya proyek tersebut sedang ditentukan. Lalu, biaya total peralatan termasuk biaya pengiriman dan pemasangan, digunakan sebagai dasar depresiasi pada saat beban depresiasi diperhitungkan. 2. Beban Nonkas Dalam menghitung laba bersih, para akuntan biasanya mengurangkan beban depresiasi dari pendapatan. Jadi, meskipun akuntan tidak mengurangkan harga pembelian aktiva tetao dalam perhitungan laba akuntansi, tetapi mereka mengurangi beban depresiasi setiap bulan. Depresiasi melindungi laba terhadap pajak, dan hal ini memliki dampak pada arus kas, tetapi depresiasi itu sendiri bukan suat u arus kas. Karenanya, depresiasi harus ditambahkan ke laba bersih ketika kita menghitung estimasi arus kas suatu proyek. 3. Perubahan dalam Modal Kerja Operasi Bersih Perubahan dalam modal kerja operasi bersih (changein net operatingworkingcapital) merupakan peningkatan aktivalancaryangdihasilkandari proyek baudikurangi dengan peningkatan utangdagang dan akrual secara spontan. Jika perubahannya positif, sebagaimana biasanya terjadi dalam proyek ekspansi, makan pendanaan tambahan, di luar biaa perolehan aktiva tetap, masih akan dibutuhkan. 4. Pembayaran Bunga Tidak Diperhitungkan dalam Arus Kas Proyek Kita mendiskontokan biayamodal dari arus kas proek, dan biaya modal adalah rata-rata tertimbangdari biaya utang, saham preferen, dan saham biasa (WACC), yangdisesuaikan dengan risiko proyek. Proses diskonto ini mengurangi arus kas untuk biaya modal proyek. Jika pembayaran bunga lebih dulu dikurangkan dan hasilnya kemudian didiskontokan, ini akanmenyebabkan biaa modal dihitung dua kali. Oleh sebab itu,tidak boleh mengurangkan beban bunga pada sat menghitung arus kas proyek. Arus Kas Tambahan Arus kas tambahan (incremental cashflow) mencerminkanperubahantotal arus kas ke perusahaanyangterjadi akibat langsungdari diterimanya suatu proyek.
  • 8.
    1. Biaya Tertanam Biayatertanam (sunk cost) adalah suatu pengeluaran kas yang telah terjadi, sehingga tidak terpengaruh oleh keputusan yang sedang dipertimbangkan. Karena biaya tertanam bukanlah biaya tambahan, maka biaya ini tidak boleh dimasukkan ke dalam analisis. 2. Biaya Kesempatan Masalah potensial kedua akanberhubungan denganbiaya kesempatan(opportunity cost), yang merupakan arus kas yang dapat diperoleh dari aktiva ang telah dimiliki perusahaan apabila arus kas terebut tidak dipergunakan untuk proyek yang bersangkutan. 3. Pengaruh pada Bagian Laba Masalah potensial yangketiga berhubungan denganpengaruh yangdimiliki proyek terhadap bagian-bagian lain dari perusahaan, yang disebut para ekonomsebagai eksternalitas. Apabila suatu proek baru mengambil penjualan dari produk yang sudah ada, maka hal ini sering disebut dengan kanibalisasi. Penentuan Waktu Arus Kas Laporan laba rugi akuntansi dinyatakanuntuk periode setiaptahunataubulan, sehingga tidak mencerminkan secara tepat kapan di dalam satu periode pemasukan dan pengeluaran kas terjadi. Karena nilai waktudari uang, arus kas penganggaran modal secara teori harus dianalisis tepat pada waktuarus kas tersebut terjadi. Harus ada kompromi antara akruasi dan kemungkinanterjadinya. Sebuah garis waktudengan arus kas harian secara teori pastilah merupakan analisis yang paling akurat, tetapi perkiraan arus kas harian membutuhkan biaya yang sangat besar dalam pembuatannya, susah digunakan, dan bisa jadi tidak lebih akurat dibandingestimasi arus kas tahunan karena kita tidak bisa meramalkan dengan cukup baik sampai tingkat detail. C. Mengevaluasi Proyek Penganggaran Modal Arus kas tambahan sangat dipengaruhi olehapakahproyek ini merupakan suatuproyekekspansi baru atau proyek pengganti. Proyek ekspansi baru didefinisikan sebagai suatu proyek di mana perusahaan berinvestasi pada aktiva baru untuk meningkatkan penjualan. Di sini arus kas tambahanhanya berupaarus kas masuk dan keluar dari proyek tersebut. Sedangkan proyek pengganti terjadi apabila perusahaan m engganti aktiva yangsudah ada dengan aktiva yangbaru. Dalam hal ini, arus kas tambahanadalah tambahanpemasukan dan pengeluaran yangterjadi dari investasi pada aktiva yang baru tersebut. Dalam setiap kasus, arus kas umumnya akan memperhitungkan hal-hal berikut: 1. Pengeluaran investasi awal. Investasi awal termasukbiaya aktiva tetapdi muka sehubungan dengan proyekditambah dengan penambahan yang terjadi dalam modal kerja operasi bersih. 2. Arus kas operasi bersih. Ini merupakanarus kas masuk tambahanselamaumur ekonomis proyek. Arus kas operasi tahunan sama den gan laba operasi setelah pajak ditambah depresiasi. 3. Arus kas tahun terakhir. Hal ini termasuk nilai sisa aktiva tetap, yangdisesuaikan dengan pajakjika aktiva tersebut tidakdijual berdasarkan nilai bukunya, ditambah pengembalian dari modal kerja operasi bersih. Untuk setiaptahun dalamumur proyek, arus kas bersih ditetapkan sebagai jumlah dari arus kas masing-masing tiga kategori. Arus kas bersih tahunan ini selanjutnya akan ditampilkandalam garis waktudan digunakan untuk menghitungNPVdan IRR dari proyektersebut.Proyek modal dapat dianalisis dengan menggunakan kalkulator, kertas, dan alat tulis, atau dengan program spreadsheet seperti excel. Terdapat beberapa langkah yang bisa digunakan untuk menghitung analisis tersebut, yaitu: 1. Analisis arus kas. Pada langkah ini terdapat beberapa bagian, yaitubagian 1 tentangdatainput, bagian 2 tentangskedul depresiasi,bagian 3 tentang nilai sisa bersih, dan bagian 4 tentang proyeksi arus kas. 2. Mengambil keputusan. Pada langkah ini terdapat bagian ke 5, yaitu tentang output utama dan penilaian atas proyek yang diusulkan. D. Pengenalan Analisis Risiko Proyek Sampai saat ini kita telahcukup berasumsi bahwa proyek-proyek yang ada akan menghasilkan arus kas tertentu, lalu menganalisis arus kas tersebut untuk memutuskanapakahkita harus menerima ataumenolakproyek tersebut. Karenasudah jelas arus kas tidak diketahui dengan pasti, maka dalam penganggaranmodal kita harus melihat teknik-teknik yang digunakan perusahaan untuk menentukan risiko suatu proyek dan kemudian memutuskan apakah keuntungan yang akan didapat sebanding dengan risikonya. E. Teknik untuk Mengukur Risiko Berdiri Sendiri Risiko proyekada tiga jenis, yaitu: risiko berdiri sendiri,risikoperusahaan, dan risiko pasar.Pertama, Karena tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkannilai bagi pemegangsaham, makayangpalingberpengaruhadalah risiko proyekyangberakibat langsung bagi pemegang saham. Para pemegangsahamumumnyaterdiversifikasi, makasecara teori ukuranrisikoyangpalingrelevanadalah risiko pasar.Selain iturisiko perusahan juga penting. Teknik menilai resiko proyek: 1. Analisis Sensitivitas
  • 9.
    Analisis sensitivitas adalahsebuah teknikyang mengindikasikan seberapa banyak NPV dapat berubah sebagai akibat dari adanya perubahan tertentupada sebuah variabel input, jika variabel lainnya dianggap konstan. Analisis sensitivitas merupakan suatu teknik analisis risiko dimana variabel utama diganti satu per satu dan hasil NPV-nya diamati. Jika kita sedangmembandingkandua proyek, proyek yang memiliki garis sensitivitas lebih curam akan lebih beresiko, karena bagi proyek tersebut kesalahan yangkecil dalam mengestimasi sebuah variabel seperti unit penjualanakanmengakibatkankesalahan besar dalam NPV yang diharapkandala proyek. Oleh karena itu analisis sensitivitas dalam menjadi masukan yang sangat berguna dalam menentukan resiko suatu proyek. 2. Analisis Skenario Analisis scenario menyediakan kebutuhanperluasandari analisis sensitivitas. Analisis ini membukakemungkinandilakukannya perubahan pada variabel-variabel utama, dan juga memungkinkan kita untuk mengubah lebih dari satu variabel pada setiap perhitungan. Dalam analisis in i, seorang analisis keuangan akan memulai dengan kasus dasar (analisis dimana seluruh variabel input dinyatakan dalam nilai yang mungkin terjadi). 3. Simulasi Monte Carlo Simulasi Monte Carloadalah teknikanalisis resiko dimana kemungkinana kejadianyangterjadi di masa yang akan datang disimulasikan dalam sebuah komputer, sehingga menghasilkan estimasi tingkat pengembalian dan indeks-indeks resiko. Tipe analisis ini dinamakan simulasi. Walaupun simulasi Monte Carloini dianggap lebih kompleks daripada analisis skenario,adanyapaket-paket peranti lunaksimulasi ini memnbuat prosesnya mudah untuk dilakukan. Kebanyakan paet ini merupakan tambahan dari program spreedsheetseperti excel. F. MenggabungkanRisiko Proyek dan Struktur Modal dalam Penganggaran Modal Penganggaranmodal dapat mempengaruhi resikopasar, resiko perusahaan itu sendiri, atau keduanya, namun sangatlah sulit untuk mengukur kedua jenis resiko tersebut.Walaupun dimungkinkan untuk mengambil keputusan umum bahwa satu proyek lebih beresiko daripada p royek lainnya, sangatlah sulit untuk mementukan ukuran kuantitatif yang baik dari resiko proyek. Ada dua metode yang digunakan untuk memperhitungkan resiko proyek ke dalam penganggaran modal. Metode yang pertama disebut pendekatan ekuivalen kepastian.Disini semua arus kas yangtidak diketahui dengan pasti dibuat skalanya, dan semakin beresiko arus kasnya, maka makinrendahnilai ekuivalenkepastiannya. Yang kedua adalah metode pendekatan tingkat diskonto yang disesuaikan dengan resiko, dimana resiko proyekyangberbeda diatasi denganmengubah tingkat diskonto. Proyek yangmemiliki resikosedang, didiskontokandengan rata- rata biaya modal perusahaan,proyek yangberesikotinggi didiskontokan denganbiaya modal yanglebih tinggi, dan proyekyang beresiko rendah didiskontokan dengan presentase yang lebih rendah daripada biaya modal perusahaan.
  • 10.
    BAB III BIAYA MODAL Biayamodalatau Cost ofCapital merupakan biayariil yangharus dikeluarkan oleh perusahaanuntukmemperolehdana baik hutang, saham preferen,sahambiasa, maupunlaba ditahanuntuk mendanai suatuinvestasi perusahaan. Capital Budgeting dan Cost of Capital (CoC) merupakandua konsepyangsalingberkaitan. Kita tidak bisa menentukanbesarnya cost ofcapital jika tidak mengetahui besaran capital budget, dan sebaliknya,kita tidakbisa menentukan jumlahcapital budget jika tidaktahunilai cost of capital. Dengandemikian, jika manajer keuanganingin memaksimalkannilai perusahaan,maka biaya modal dan capital budgeting harus ditentukansecarasimultan. Biayamodal adalah biaya riil yangharus ditanggungperusahaankarenadigunakannya modal yangdigunakan untuk berinvestasi. Karena sifatnya sebagai biaya, maka biayamodal juga diartikansebagai batas minimum tingkat hasil yangharus dicapai perusahaan(minimum required rate of return)agar perusahaantidakdinyatakanmerugi. Perhitungan biayamodal secara keseluruhan(overall cost of capital)bertujuan, utamanya, untuk menentukanbiaya modal dalam hal penganggaranmodal (capital budgeting). Konsepini mengarah pada Weighted AverageCost of Capital (WACC), yaitubatas untuk mengevaluasi apakahproyek-proyek memiliki tingkat pengembalianyanglebih baik. Dari namanya, WACC merupakan biayamodal tertimbangdari berbagai sumber modal sesuai dengan komposisi masing-masing. Dengan demikian, rumus dari WACC adalah : Untuk mengestimasikanWACC, halpertama yangperludilakukanadalah memutuskantipe modal yangmana yangdigunakan.Mengingat CoC utamanyadigunakan dalamproses pembuatan keputusan investasi jangka panjang, fokus pembahasan adalahpada perhitungan CoC yang digunakan untuk pengambilankeputusandalam hal capital budgeting. Asumsi yangberlakudalam pembahasaninvestasi jangka panjangadalah sumber modal yangbersifat jangka pendek, digunakanuntuk menunjangjalannya operasi perusahaan. Dengan katalain, perusahaanumumnya menggunakanshort-termliabilities sebagai sumber dana bagi workingcapital yangbersifat siklus ataumusiman. Dengan demikian,hutangjangka pendek tidak termasukdalam perhitungan CoC yangdigunakandalam konteks capital budgeting, dan mempertimbangkanpenggunaan long-termdebt, sahampreferendan modal sendiri (saham biasa plus laba ditahan) sebagai sumber utamamodal bagi kepentinganekspansi. Jadi sumber modal jangka panjangitulahyangtermasuk dalam perhitungan WACC. Untukitu, untuk menentukan WACC perluperhitunganbiaya modal masing-masingsumber modal secara individual. Beberapa hal yangberhubungan denganCost ofCapital adalah:
  • 11.
     Cost ofDebt  Cost of PreferredStock  Cost of Common Stock  Cost of RetainedEarning  WeightedAverage Cost ofCapital (WACC) Sumber dana yangdigunakan oleh perusahaan, baik pinjamanmaupunmodal sendiri, menanggungbeban yangdisebut sebagai biaya modal (cost of capital). Biayamodal denganpinjaman yaitu(cost of debt)dan biaya modal sendiri yaitu(cost of equity).Biaya modal usaha merupakanrata- rata tertimbangdari biaya pinjamandan modal sendiri ataudisebut juga sebagai weighted averageof cost of capital ( WACC ) dengan perhitungansebagai berikut. dimana, D = besarnya pinjamanberbunga yangdigunakan(debt) E = modal sendiri (equity) Kd = cost of debt Ke = cost of equity t = tarif pajak WACC diturunkandari EBT = EBIT – Interest NI = EBT– Tax dimana EBT = earning before tax Secara matematis dapt dinyatakansebagai berikut: NI= (EBIT)(1-T)- I (1-T) EBIT (1-T) = NI+ I (1-t) NI (Net Income) adalahbagian keuntunganyangditerima oleh pemilikperusahaan.Keuntunganminimal yangditetapkanpemilikadalah sebesar modal yangditanamkan (ekuitas) dikalikandenganbiaya modalnya (cost of equity),atauNI = E x Ke Bagian yangditerima kegiatan adalahsebesar pinjaman di kalikan dengantingkat biayanya,jadi bagian kreditur adalahD x Kd. Jadi, EBIT (1-T) = NI+I (1-t) EBIT(1-T) = Ke + Kd (1-t) EBIT (1-T) = Eke + DKd (1-t). Apabila formula tersebut dibagi dengan total pendanaanmaka akandidapatkanimbalanminimum suatuusaha yangsama dengan rata-rata tertimbangdari imbalan untuk kreditur dan pemilikperusahaan. Sehingga formula menjadi:
  • 12.
    EBIT (1 –T ) / (D + E) = (D / (D + E) ) Kd (1 – T) + (E / (D + E) ) Ke Sedangkan, Biayamodal (cost ofcapital) adalah biayariil yangharus dikeluarkan oleh perusahaanuntukmemperolehdana baik yangberasal dari hutang, saham preferen, sahambiasa, maupunlaba ditahanuntuk mendanai suatuinvestasi atauoperasi perusahaan. Pada umumnya orangmenganggapbahwa biaya modal yangberasal dari hutangyangdipinjamdari bank hanya berupa tingkat bunga yang ditetapkanolehbank dalam kontrakperjanjianhutang(contractual interest). Hal ini benar kalau jumlah uangyangditerima samabesarnya dengan jumlah nominalutangnya. Tetapi, dalamkenyataannya seringkali dijumpai bahwa penerima kredit harus membayarbiaya administrasi, biayaasuransi, dan sebagainya.Biaya-biaya tersebut seringtidak dicantumkan dalam perjanjian kredit sehingga terjadi jumlah uangyangditerima itulebih kecil daripada jumlahnominal utangnya. Misalnya, TuanA akanmeminjamuangsebesar Rp. 1.000.000dengan bunga 2% per bulan untuk waktu6 bulan. Biaya administrasi dan biaya lainnya Rp. 50.000. Dari contoh ini,sebenarnya biaya untuk memperoleh modal pinjamantersebut adalahbiaya bunga ditambahbiaya administrasinya yaitu(2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000)+ Rp. 50.000= Rp. 170.000. Biaya modal per bulan = (Rp. 170.000: Rp. 1.000.000) : 6 = 0,0283atau2,83%. Biaya sebesar 2,83% inilahsebagai biaya modal yangsecara riil dibayarperusahaan. Namun sekarangcoba kita hitungbiaya modal pinjaman tanpa ditambahbiaya administrasinya yaitu2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000= Rp. 120.000. Biaya modal per bulan = (Rp. 120.000: Rp. 1.000.000) : 6 = 0,02atau2%. Dengan demikian biayamodal dari penggunaanhutangyangsecara riil harus ditanggungatas penerimaankredit adalah lebih besar daripada tingkat bunga menurut kontrak.
  • 13.
    BAB IV STRUKTUR MODALDAN LEVERAGE & KEBIJAKAN DIVIDEN Struktur Modal adalah perimbanganatauperbandingan antaramodal asingdenganmodal sendiri. Modal asingdalam hal ini adalah utangjangka panjangmaupun jangka pendek. Sedangkan modal sendiri terbagi atas laba ditahan dan penyertaankepemilikan perusahaan. Struktur modal yangoptimal adalah struktur modal yangmengoptimalkan keseimbanganantara risikodan pengembalian sehingga memaksimumkanharga saham. Untukitu, dalam penetapanstruktur modal suatuperusahaan perlumempertimbangkanberbagai variabel yang memengaruhinya. Struktur modal merupakanmasalahyangpentingbagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akanmempunyai efeklangsungterhadap posisi finansial perusahaan, terutama denganadanya utangyangsangat besar akan memberikan beban kepada perusahaan. Tujuan Struktur Modal Tujuan manajemenstruktur modal adalah memadukan sumber-sumber danapermanenyangdigunakan perusahaanuntukoperasionalnya yang akan memaksimalkan nilai perusahaanitusendiri.Pencarianstruktur modal yangoptimal merupakanpekerjaanyangsangat sulit, karenaadanya konflik yangmengarahkepada biaya agensi. Konfliklama terjadi antara pemegangsaham dan pemegangobligasi dalam penetapanstruktur modal optimal suatuperusahaan.Makauntukmengurangi kemungkinan manajemen menanggungrisikoberlebihanatas nama pemegangsaham, perlumemasukkanbeberapa batasan protektif. Faktor yangMemengaruhi StrukturModal Ada beberapa faktoryangdapat memengaruhi Struktur Modal antara lain. 1. Struktur Aktiva(Tangibility) Kebanyakanperusahaanindustri yangsebagian besar modalnya tertanam dalamaktiva tetap akanmengutamakanpemenuhanmodalnya dari modal permanenyaitumodal sendiri, sedangkanutangbersifat pelengkap. Perusahaanyangsemakinbesar aktivanyadan terdiri dari aktiva lancar akan cenderungmengutamakanpemenuhankebutuhandana denganutang. Hal ini menunjukkanadanya pengaruhstruktur aktiva terhadap struktur modal suatuperusahaan. 2. Growth Opportunity Kesempatan perusahaanuntukmelakukaninvestasi pada hal-hal yangmenguntungkan. Teori agensi menggambarkanhubungan yangnegatif antara growthopportunitydan leverage. Di mana,perusahaandengan tingkat leverageyangtinggi cenderungakanmelewatkankesempatan dalam berinvestasi pada kesempatan investasi yangmenguntungkan. 3. Ukuran Perusahaan (Firm Size) Perusahaan besar cenderungakan melakukandiversifikasi usaha lebih banyakdari pada perusahaan kecil. Olehkarenaitukemungkinan kegagalan dalam menjalankanusaha ataukebangkrutanakanlebih kecil.Ukuranperusahaan seringdijadikan indikator bagi kemungkinan terjadinya kebangkrutanbagi suatuperusahaan, di mana perusahaandalam ukuranlebih besar dipandanglebih mampumenghadapi krisis dalam menjalankan usahanya. 4. Profitabilitas Perusahaan denganprofitabilitas yangtinggi tentumemilikidana internal yanglebih banyakdaripada perusahaan denganprofitabilitas rendah. Perusahaan dengantingkat pengembalianyangtinggi akan berinvestasi menggunakan utangyangrelatifkecil (Bringham & Houston,2001).
  • 14.
    Tingkat pengembalian yangtinggimemungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhanpendanaandengan dana yangdihasilkan secara internal.Hal ini menunjukkanbahwa profitabilitas berpengaruh terhadapstruktur modal perusahaan. 5. Risiko Bisnis Risiko Bisnis akan mempersulit perusahaan dalammelaksanakan pendanaaneksternal, sehingga secara teori akan berpengaruh negatif terhadap leverage perusahaan. Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai struktur modal.Dalamsebuah usaha, modal adalahhal pentingyangperludiperhatikan untuk membangun dan mengembangkanusaha. Selain itu, perencanaankeuangan yangmatangjuga perludiperhatikan.Anda bisa melakukan perencanaankeuangan denganmembuat laporankeuanganyangsangat berguna untukmemonitor masukdan keluarnya keuangan perusahaan. Leverage adalah penggunaanaset dan sumber dana (sourceof funds) oleh perusahaanyangmemiliki biaya tetap(beban tetap) denganmaksud agar meningkatkankeuntunganpotensial pemegangsaham (Sartono, 2008:257). Leverage adalah suatutingkat kemampuanperusahaan dalam menggunakan aktiva dan ataudana yangmempunyai beban tetap(hutangdan atausaham istimewa) dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan untuk memaksimisasi kekayaanpemilik perusahaan. Perusahaan yangmemiliki biaya operasi tetapataubiaya modal tetap, makaperusahaantersebut menggunakanleverage.Penggunaanleverage dapat menimbulkanbeban dan risiko bagi perusahaan, apalagi jika keadaan perusahaansedangmemburuk.Di sampingperusahaanharus membayar beban bunga yangsemakin membesar, kemungkinan perusahaanmendapat penalti dari pihak ketiga pun bisa terjadi. Jenis-jenis Leverage Jenis leverage ada tiga macam yaitu OperatingLeverage,Financial Leverage dan CombinationLeverage.Berikut penjelasan dari masing-masing leverage tersebut: a. Leverage Operasi (operatingleverage) Leverage operasi adalah seberapa besar perusahaan menggunakanbeban tetap operasional(Hanafi,2004:327). Menurut Syamsuddin (2001:107), leverage operasi adalahkemampuanperusahaan di dalam menggunakanfixedoperatingcost untuk memperbesarpengaruh dari perubahan volume penjualanterhadap earningbefore interest and taxes (EBIT). Leverage operasi timbul sebagai suatuakibat dari adanyabeban-beban tetapyangditanggungdalam operasional perusahaan. Perusahaanyang memiliki biaya operasi tetapataubiaya modal tetap, maka perusahaantersebut menggunakanleverage. Dengan menggunakan operating leverage perusahaanmengharapkanbahwa perubahan penjualan akanmengakibatkanperubahanlaba sebelum bunga dan pajak yanglebih besar. Beban tetap operasional tersebut biasanya berasal dari biaya depresiasi, biaya produksi dan pemasaranyangbersifat tetap misal gaji karyawan. Sebagai kebalikannyaadalah beban variabel operasional. Contoh biayavariabel adalah biaya tenaga kerjayangdibayar berdasarkan produk yang dihasilkan. Leverage operasi adalah pengaruh biaya tetapoperasional terhadap kemampuanperusahaanuntuk menutup biaya tersebut. Dengan kata lain pengaruh perubahan volumepenjualan (Q)terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT). Besar kecilnya leverage operasi dihitungdengan DOL (Degree of operating leverage) yangdirumuskansebagai berikut: Rumus Leverage Operasi (operating leverage)
  • 15.
    Analisis leverage operasidimaksudkanuntuk mengetahui seberapapeka laba operasi terhadapperubahan hasil penjualan dan berapa penjualan minimal yangharus diperoleh agar perusahaantidakmenderita kerugian b. Leverage Keuangan(financial leverage) Financial leverage adalah penggunaansumber dana yangmemiliki beban tetapdengan beranggapan bahwa akanmemberikantambahan keuntungan yanglebih besar dari pada beban tetapnyasehingga akanmeningkatkankeuntunganyangtersedia bagi pemegangsaham (Sartono, 2008:263). Kebijakan perusahaan mendapatkanmodal pinjaman dari luar ditinjaudari bidang manajemenkeuangan, merupakan penerapanFinancial Leverage dimana perusahaanmembiayai kegiatannya denganmenggunakan modal pinjamansertamenanggungsuatubeban tetapyangbertujuan untuk meningkatkanlaba per lembarsaham. Financial Leverage timbul karena adanya kewajiban-kewajiban finansial yangsifatnya tetap(fixedfinancial charges) yangharus dikeluarkanoleh perusahaan. Kewajiban-kewajiban finansial yangtetapini tidaklahberubah dengan adanya perubahan tingkat EBIT dan harus di bayar tanpa melihat sebesar apa puntingkat EBIT yangdicapai perusahaan. Besar kecilnya leverage finansial dihitungdengan DFL (Degree offinancial leverage). DFL menunjukkanseberapajauh perubahanEPSkarena perubahan tertentudari EBIT. Makin besar DFL nya,maka makin besar risiko finansial perusahaan tersebut. Danperusahaanyangmempunyai DFL yangtinggi adalah perusahaanyangmempunyai utangdalam proporsi yanglebih besar. DFL (Degree of financial leverage)dirumuskan sebagai berikut: Rumus Leverage Keuangan (Financial Leverage) DFL yangbesar menunjukkan bahwa perubahantingkat EBIT akan menghasilkan perubahan yangbesar pada laba bersih (EAT) ataupendapatan per lembar saham (EPS). Beban tetapbunga ini pada kenyataannya dapat berupabeban seluruh utangatauobligasi yangada dan biaya deviden untuk saham preferenyangmempunyai beban pembayarantetapsetelah perhitungansebelum pajak. c. Leverage Gabungan (Combination Leverage) Combination leverage terjadi apabila perusahaan memiliki baik baik operating leverage maupun financial leverage dalam usahanya untuk meningkatkankeuntunganbagi pemegangsahambiasa (Sartono, 2008:267). Leverage gabungan adalah pengaruh perubahanpenjualanterhadapperubahan laba setelahpajakuntuk mengukur secaralangsungefek perubahan penjualan terhadapperubahanlaba rugi pemegangsahamdengan Degreeof Combine Leverage (DCL)yangdidefinisikansebagai persentaseperubahan pendapatan perlembarsahamsebagai akibat persentase perubahandalam unit yangterjual. Pengertian KebijakanDevidenDanJenis-Interest Rate Kebijakan Deviden 1. Pengertian Dividen Dividen berasal Dari bahasa Latin YaitudivendiumYangartinya SesuatuUNTUKdibagi. Berikut inisial beberapa pemaparan Mengenai pengertiandividen:
  • 16.
    1. Berdasarkan KamusBahasa Indonesia dividendiartikan sejumlahUangAstra Honda Motorsebagai hasil temuan keuntunganYangdibayarkan ditunjukan kepada PemegangSaham (hearts suatu Perseroan). 2. Dalam Dunia Ekonomi Adalahdividen Seluruh AGRO Bersih Penghasilankena pajakdikurangi penyisihanUNTUKCadangan PajakYang dibagikan ditunjukan kepada PemegangSaham (pemilikmodal Sendiri) kecuali ditentukan berbaringhearts Rapat Umum PemegangSaham (RUPS). 3. * Menurut Bapepamdividen Adalah Porsi keuntungan PerusahaanYangdibayarkan ditunjukankepada para PemegangSaham. 4. * Menurut Darmaji Dan Fakhrudin (2001: 9)dividen Adalahpembagian keuntunganYangdihasilkan Perusahaan DanJumlah: Tersedia Bagi PemegangSaham. 5. * Menurut Husnan DanPudjiastutidividen Adalah AGRO YangTIMAH Diposkan Perusahaan DanJumlah: Tersedia Bagi PemegangSaham. Dari beberapa pengertiandi differences DAPAT diartikan bahwa dividen AdalahAGRO YangTIMAH PerusahaanUNTUK dibagikan ditunjukan kepada PemegangSaham. 2. PengertianKebijakan Dividen Dalam melakukanPerdagangan SahamPerusahaan akan memperoleh AGRO Bersih. Laba Bersih(laba bersih)Suami Seringdisebut Astra Honda Motor sebagai: “Laba YangJumlah: Tersedia Bagi PemegangSaham biasa” (laba yangtersedia bagi pemegangsaham biasa) disingkat EAC. Laba Bersih tersebut akan DIKENAKANgai pajak sehingga Menjadi AGRO Bersih Sesudah Pajak (earinings setelahATAU pajak EAT). Manajemenmempunyai doa alternatif Terhadap perlakuanMAKANSuami Yaitu: 1. Dibagikan ditunjukankepada paraPemegangSaham Perusahaanhearts Bentuk dividen. 2. DiinvestasikanKembali toPerusahaan Astra Honda Motor sebagai AGRO ditahan (laba ditahan)UNTUKmembiayai Operasi Selanjutnya. Apabila Manajemen kecepatanmemerlukan, expandabilas alternatifPertama artinyaManajemenHarus MEMBUAT Keputusan TENTANG besarnnya MAKANYangdibagikan Astra Honda Motor sebagai dividen. PembuatanKeputusanTENTANGdividen Suami disebut kebijkan dividen. demikian dividen akanmengacuPada Suatukebijakan(kebijakan dividen) Yangoptimal, terutama Disesuaikandengan KONSEP Composition Komposisi memaksimumkan Nilai Perusahaan. DitinjauDari memaksimumkanrentabilitas modal Sendiri, Maka kebijakandividen Perlumemperhatikan rentabilitas AKTIVA Dan Tingkat bunga. Demikian Dikatakan, Karenapabila kebijakanmenetapkanbahwa AGRO ditahan Semakin gede berarti PerusahaanSuami menggunakan menggunakan metoda Manulife DENGAN Menambahmodal Sendiri, yakni Manulife internal. Dividen Kebijakan merupakanshalat SatuSumber KonflikANTARA ManajemenDan principal KARENADAPAT dividenmerupakansuatu sinyal Yangdiberikan Perusahaan ditunjukan kepada investor.Dividendibayarkan YangBeroperasi tunai maupunKonversi DENGAN sepengendali mencerminkan kemampuan Perusahaanhearts menghasilkanAGRO Dan ProspekyangBaik di masa YangDatangakan. 3. Teori-Teori KebijakanDividen A. Teori ketidakrelevanan dividen(DividenTIDAK relevan) Beberapa Kalangan berpendapat bahwa kebijakandividen TIDAK mempunyai pengaruhTerhadapharga sepengendali Perusahaanmaupun Terhadapmencakup biaya modalnya. JIKA kebijakandividen TIDAKmempunyai pengaruh signifikanYang, Maka HALtersebut TIDAK relevan. C. Teori Preferensi Pajak Ada Tiga Alasan YangberkaitanDENGAN gai pajak UNTUK beranggapanbahwa investorMungkinHobi menyukai pembagian dividen Yang Rendah pãda Dari YangTinggi, Yaitu: 1. Keuntungan modal DIKENAKAN Tarif PajakHobi Rendah Dari pãda Pendapatan dividen. UNTUK ITU investor Yangkaya(Yangmemiliki sebagian sepengendali besar) MungkinHobi Suka Perusahaan MenahanDanmenanamkanKembali AGRO to hearts Perusahaan.Pertumbuhan AGRO Mungkin dianggap menghasilkan kenaikkanharga sepengendali, Dankeuntungan modal Yangpajaknya Rendahakanmenggantikan dividen Yangpajaknya Tinggi.
  • 17.
    2. Pajak differenceskeuntungan TIDAK dibayarkanSampai sepengendali terjual,sehingga ADA Efek Nilai Waktu. 3. JIKA selembar sepengendali dimiliki DiposkanSeseorangSampai besarbesaranMeninggal, sama Sekali TIDAK ADA gai pajakkeuntungan modal Yangterutang. KARENA adanya keuntungan-keuntunganmemungut pajakSuami, para investor Mungkin Hobi Suka PerusahaanMenahansebagian gede AGRO Perusahaan.JIKA demikia para investorakanmaumembayar Hobi Tinggi UNTUK PerusahaanYangdividennya pembagianRendah daripada UNTUK Perusahaansejenis Yangpembagiandividennya Tinggi. 4. Jenis-JENISDividen * Menurut Zaki Baridwan (1993)deviden YangakanDiposkandibagikan PerusahaanDAPAT terbagi hearts beberapa JENIS, Yaitu: 1. Tunai dividen (dividentunai), Yaitudividen Yangdibagikan ditunjukan kepada PemegangSaham hearts Bentuk Uangtunai Dandikenai gai pajak pãda Tahun pengeluarannya. Dividen Suami Yangmemucat Umum DanBanyakdigunakanhearts pembagiansepengendali. 2. Dividen Saham (stock dividen),Yaitudividen Yangdibagikan Perusahaanditunjukan kepada para PemegangSaham hearts Bentuk sepengendali Perusahaansehingga Jangka Waktusepengendali Perusahaan Menjadi bertambah.Jadi, pemberiansahamdividen Suami DENGAN dilakukan Cara mengubah sebagian AGRO ditahan(laba ditahan) Menjadi modal sepengendali Yangpãda dasarnya TIDAK mengubah Disetor Penuh Sendiri. Namun demikianarus kas PerusahaanTIDAK tergangguKARENA TIDAK PerusahaanPerlumengeluarkan Uangtunai. Peristiwa inisial dilakukanJIKA posisi kas Perusahaan ATAU likuiditas diperlukan DiposkanolehPerusahaan.Investor Dalamhal ini kami akan memiliki Hobi Banyak sepengendali tetapi AGRO per lembar sepengendali Hobi Rendah.Proporsi investorPemilikanTIDAK mengalami Perubahan. 3. Dividen sepengendali Pecahan (stocksplit), Yaitupemecahan selembar sepengendali Menjadi n lembar sepengendali. Harga per lembar sepengendali baruNegara Penghasilankena pajak stocksplit AdalahSebesar 1 / n Dari harga sebelumnya.Mencari Google Artikel demikian, sebenarnya yangstock split TIDAK MenambahNilai Dari Perusahaan ATAUdengan kataberbaringstocksplit TIDAK mempunyai Nilai Ekonomis. Melakukan pemecahanhearts hal, YaituMenambah Jangka Waktusepengendali DENGAN Cara melalui Pengurangannominalnya Nilai. PADA contohdi differences, JangkaWaktulembar sepengendali 400.000 lembar sepengendali Menjadi 2 x 400.000lembar= 800.000 lembar. Harga nominal sepengendali Menjadi Rp. 2.500 (Rp. 5.000 / 2). Mencari Google Artikel demikianStruktur modal TIDAK Berubah,Dan Nilai jual sepengendali biasa, agio saham, DanAGRO TIDAK mengalami Perubahan. Tetapi harga nominal Danlembarsepengendali Berubah proporsional. CompositionKomposisi Dari stocksplit: 1. Menurunkanharga sepengendali, sehingga menarikpembeli / investor. 2. Diharapkanharga akan MENINGKAT. 3. Menguntungkan investor Bagi, JIKA dividen YangDibayarHobi gede, misalnya SEBELUM dipecahkanmembayar dividenRp. 2.000 per lembar. Penghasilan kenapajakdipecahkanHanya membayar dividenRp. 1.250 perlembar, Maka investor MENERIMA akan dividenRp. 2.500 DENGAN Nilai PenyertaanYangsama besarnya. scrip Dividen, Yaituhearts Bentukperjanjian tertulis UNTUK membayar hearts JangkaWaktuTertentupãda WaktuYangdisepakati. properti Dividen (properti dividen), Yaitudividen Yangdibagikan hearts Bentuk KALBEberbaringselain kas ATAU sepengendali, misalnya Aktiva tetapDan surat-surat Berharga. Dividen likuidasi (melikuidasi dividen), Yaitudividen Yangdiberikan ditunjukankepada PemegangSaham AstraHonda Motor sebagai Akibat dilikuidasikannya Perusahaan. Dividen TIMAH Dari Selisih ANTARA Nilai realisasi Aset Perusahaandikurangi DENGAN SEMUA kewajibannya. 5. Bentuk-Bentuk KebijakanDividen Banyak faktor berbaringYangIkut berperanhearts Penetapan besarnya Pembayaran dividen, namun YangMenjadi PersoalanSelanjutnya Adalah Mengenai Bentuk-Bentuk kebijakandividen YangBisa ditempuhDiposkansuatuPerusahaan. * Menurut Awat (1998: 171) Terdapat empat dalam macamBentuk-Bentukkebijakandividen, Yaitu:
  • 18.
    1. Dividen KebijakanYangstabil (stable kebijakandividen pershare), Jangka WaktuPembayaran dividenyakni ITU sama besarnyaDari Tahun to Tahun. Salah SatuAlasan MENGAPA suatuPerusahaanITU menjalankan kebijakandividen Yangstabil Adalah UNTUK memelihara Kesan para investorTerhadapPerusahaan tersebut, sebabapabila suatuPerusahaan Checklists Memverifikasi Daftarnama kebijakandividen Yang stabil berarti Perusahaantersebut Yakinbahwa Pendapatanbersihnya JUGA stabil Dari Tahun toTahun.Meskipun Perusahaanmengalami Kerugian, Jangka Waktudividen YangDibayarmisalnyaRp. 1.500persepengendali,MakaJangka WaktuSuami differences Dibayar ditunjukan kepada PemegangSaham. InvestorakanAmanDENGAN Jangka WaktuYangdifferences diterimanya TPUDENGAN Motivasi mereka. 2. Kebijakan dividen payout ratioYangdifferences (dividendpayout ratiokebijakan konstan). DalamHALSuami, Jangka Waktudividen akan Berubah-ubah TPUDENGAN JangkaWaktuAGRO Pt tetapi rasio ANTARA Dividen dan AGRO ditahanAdalahdifferences. DevidenYang Dibayar berfluktuasi tergantungbesarnya keuntunganBagi PemegangSaham. Misalnya DPO 60% keuntungan Menyisipkan. JIKA keuntungan Rp 1 Miliar, Maka deviden Yangdibayarkan Sebesar 60% x Rp 1 Milyar = Rp 600juta. 3. Kebijakan kompromi (kebijakankompromi), yakni suatukebijakandividen Yangterletak ANTARA kebijakanpersepengendali dividend payout ratioYangstabil DankebijakanYangKonstanditambah DENGAN persentasi Tertentupãda Tahun-TahunYangMampumenghasilkan AGRO bersiih YangTinggi. 4. Kebijakan dividen residual (residual kebijakan dividen). Apabila suatuPerusahaan Menghadapi suatukesempatanInvestasi YangTIDAK stabil Maka Manajemenmenghendaki agar dividen Hanya Dibayar Ketika AGRO Bersih ITU Bersih. 6. Faktor-faktor YangMempengaruhi Kebijakan Dividen Dalam membagikandividen, Perusahaan Harus memperhatikanbeberapa faktor, ANTARA berbaring: 1. DividendPayout Ratioindustri di mana Perusahaan ITUberada. Artinya, PerusahaanTIDAK bolehmengabaikankebijakanperusahandividen berbaring 2. KesempatanInvestasi. Kebijakandividen Perusahaan JanganSampai mengorbankanProyekYangDAPAT nilai meningkatkanPemegang Saham di masa YangDatangakan.Semakingede kesempatanInvestasi Maka dividenYangBisa dibagikan akanSemakinsedikit. 3. Profitabilitas DanLikuiditas. DividenKebijakanPerusahaan sebaiknya memperhitungkanProfitabilitas Dan likuiditas Perusahaan. Alirankas ATAU Profitabilitas yangBaik Bisa membayar dividen ATAU dividen meningkatkan.Alasan berbaringpembagian dividen AdalahUNTUK Menghindari akuisisi DiposkanPerusahaanlain. 4. Akses Ke Pasar Keuangan.JIKA Perusahaanmempunyai Akses Ke Pasar KeuanganYangbaik, Perusahaan Bisa membayar dividen Hobi Tinggi. Lengket yangBaik Bisa membantuPerusahaan memenuhi Kebutuhan likuiditasnya. 5. Pertumbuhan PendapatanPerusahaan.JIKA PendapatanPerusahaanmengalami pertumbuhan, Maka JangkaWaktuPembayaran dividen DAPAT dinaikkan. SebabDENGAN adanya TambahanPendapatanMaka Dividendan AGRO ditahanJUGA bertambah. 7. MekanismePembagian Dividen Beroperasi UMUMMekanisme pembagiandividen terbagi doa YaituJadwal Dan tataCara dividen pembagian. Mekanisme inisial tergantung pãda Keputusan Rapat UmumPemegangSaham (RUPS) Yangumumnya diadakanperTahun. Berikut Mekanisme pembagiandividen:
  • 19.
    BAB IV MODAL SAHAMDANPERANAN BANK INVESTASI, HUTANG JANGKA PANJANG, PEMBIAYAAN CAMPURAN & MERGER, DIVESTASI, PERUSAHAAN INDUK DAN LEVERAGEBUYOUTS A. PENGERTIAN Modal saham merupakanjenis modal yanghanya terdapat dalamperusahaanyangberbentuk Perseroan Terbatas ( PT ) yangdiperoleh dengan cara menerbitkandan menempatkansaham – saham tersebut kepada pihaktertentuataukepada masyarakat umum. Tingkat kepemilikan pemegangsaham terhadapperusahaantergantungseberapa besar bagian sahamyangdikuasainya. Jenis – jenis saham PT dapat menerbitkansatujenis sahamataulebih, bila perseroan ahnya menerbitkansatujenis saham saja,makasaham – sahamyang diterbitkanituadalah saham biasa. Jenis – jenis saham yangdapat diterbitkan oleh PT : 1. Dilihat dari ada tidaknya nominal saham A. Saham dengan nilai nominal : sahamyangpadanya tercantumadanya nilai nominal B. Saham tanpa nilai nominal : saham yangpadanyatidaktercantum adanya nilai nominal C. Dilihat dari hak yangmelekat pada saham 1. Saham biasa : saham yangtidak mempunyai hak istimewa dalam pembagiandeviden dan pembagian kekayaanperusahaanbila perusahan dilikuidasi 2. Saham prioritas : saham yangmempunyai hakistimewa untuk didahulukandalam hak pembagian deviden ataupembagian kekayaan perusahaanbila likuidasi. 1. B. PENCATATAN MODAL SAHAM Pencatatantransaksi modal sahamdapat dilakukan denganmenggunakan 2 metode,yaitu: 1. Modal saham dicatat sebesar nominal saham yangdiotoritaskan Pada saat diputuskan untukmenerbitkansahambaru, makasebesar nilai nominal saham – saham yangditerbitkanpada perkiraan “modal saham diotoritaskan”dan dikreditkan pada perkiraan “modal saham”. 1. Modal saham dicatat sebesar nominal saham terjual Pada saat modal sahamdicetak tidak perluada jurnal cukup dibuatkancatatan dalam bentukmemorial dan pencatatanmodal barudilakukan apabila saham telahterjual Pembatalan pemesanan saham Hal ini terjadi apabila pemesan saham tidak dapat memenuhi kewajiban untuk membayarkekurangannyapada saat yangtelahditentukan. Terdapat 4 klausul yangdapat digunakan sebagai perlakuanpembatalanpemesanansaham: 1. Uangmuka dikembalikanseluruhyakepada pemesan 2. Uangmuka dikembalikankepada pemesansetelahdikurangi kerugian atas penjualankembali saham – sahamtersebut 3. Diserahkan saham yangnilainya sama denganuangmuka pemesansaham 4. Uangmuka dianggap hialang/tidak dikembalikan C. PENJUALAN SAHAMSECARA LUMPSUM
  • 20.
    Disampingdijual secara individualatauper jenis saham,penjualansahamjuga dapat dilakukansecara bersamaan dalamsatuanpaket/ slot ( lumpsum ), yangmana dalam setiappaket sahamyangdijual terdapat lebih dari satujenis saham. Bila sahamdijual secara lumpsum, maka sahan – saham yangberbeda – beda tersebut dijual dalam satuharga jual, oleh sebabitu perluada suatuperlakuan akuntansi untuk mendistribusikan hasil penjualansaham – sahamtersebut ke masing – masingjenis saham Pendistribusian hasil penjualan saham dapat dilakukandengan 3 cara, yaitu: 1. Bila harga pasar masing – masingsahamdiketahui, maka pendistribusian hasil penjualandilakukan berdasarkan perbansingan harga pasarmasing – masingjenis saham 2. Bila salah satujenis saham yangdiketahui harga pasarnya,maka sebesar harga pasar saham yangdiketahui harga pasarnya didistribusikan sebagai hasil penjualan sahma yangbersangkutan, sedangkansisanyadidistribusikan untuk hasil penjualan sahamyang tidak diketahui harga pasarnya 3. Bila masing– masingsaham tidak diketahui harga pasarnya, maka pendistribusianhasil penjualansahambelum bisa dilakukan hingga diketahuimya harga pasarmasing – masingsahamatausalah satujenis saham,mana yangdahulu 1. D. MODAL SAHAMBONUS Saham juga dapat diberikan sebagai bonus kepada investor ataukreditor,misalnyauntukpembeliansahamprioritas atauobligasi perusahaan dalam jumlahtertentuakandiberikansahambiasa sebagai bonus. Perlakuan akuntansi terhadap premium dan diskon saham Premium ataudiskon saham timbul bila saham – saham ditempatkan/dijual tidaksebesar harga nominalnya, sedangkanmodal saham di neraca harus dilaporkansebesar nilai nominalnya yangmungkin tidak samadengan nilai riil kekayaan bersihyangditerima dari para pemegang saham. Premium dan diskonsahamakan tetapdilaporkandi neraca selama sahamsaham – sahamyangmenimbulkan premium ataudiskon tersebut masih tetapberedar. Pembatalan/penghapusanpremium ataupun diskonsahamdilakukanapablia ada penarikan saham untuk tujuan pengurangan modal saham. 1. F. PERLAKUAN – PERLAKUAN SETELAH SAHAMBEREDAR Adakalanya perusahaan menetapkansuatukebijakanterkait dengan saham – sahamperusahaanyangtelahberedar,yaitu: 1. Rekapitalitas saham Meruapakn perubahan struktur modal sahamdenganjalan merubah niali tercatat sahamyangtelahberedar. Rekapitalitas dilakukan atas persetujuan pemegangsaham barudengan nilai nominal yangbaru. Apabila dalam rekapitalitas saham tersebut nilai nominal sahamyangbaru lebih besar daripada nilai wajar modal saham yangditarikmaka sebesar selisihnyadiperlakukan sebagai kerugiandan dicatat sebelahdebit pada perkiraanlaba ditahan. 1. Pemecahan dan pengumpulannominal saham( stocksplit down – up ) Stock split down merupakan nilai nominal sahamberedar tanpamerubahtotal nilai nominal sahamberedar. Stock split down dilakukan dengan cara menarikkembali sahamberedar untuk ditukar denganbeberapa sahambaruyangmempunyai nilai nominal perlembarsahamlebih kecil daripada nilai nominal sahamyangditariktetapi mempunyai total nominal yangsama.Sedangakn stockup merupakanpengumpulannilai nominal sahamberedar tanpamerubahtotal nominal saham beredar. Stockup dilakukandengancara menarikkembali beberapa saham beredar untuk ditukar dengan saham baruyangmempunyai nilai nominal perlembar saham lebih besar daripada nilai nominal per lembar sahamyang ditarik tetapi mempunyai total nominal yangsama. 1. Konversi saham( stockconvertion )
  • 21.
    Yangdimaksuddengan stock convertion/pertukaransahamadalahmenkonversi/menukarsurat – surat berharga yangdapat dikonversikan dengan saham biasa. Surat – surat berharga yangdapat dikonversikandengan sahambiasa adalah sahamprioritas yangdapat dikonversi dan obligasi yangdapat dikonversi. 1. Penarikan kembali saham beredar Adakalanya perusahaan melakukan penarikan kembali sebagian dari saham – sahamnya yangberedar dimasyarakat.Penarikan kembali saham – saham ini mungkin dilakukan denganmaksuduntuk mengurangi ekuitas perusahaanatauhanya sekedar penarikan sementara untuk mebentuk saham perbendaharaanyangnantinyaakandijual kembali ataudihapuskan. Beberapaalasan perusahaanuntukmembeli kembali saham – sahamnya adalah:  Untuk digunakan sebagai alat pembayarankompensasi kepada karyawan  Untuk mengingatkan keuntunganper lembar saham  Untuk megurangi jumlahpemegangsaham  Untuk menghalangi upaya pengambil alihanperusahaan oleh pihaklain  Untuk mengangkat harga pasarsaham  Untuk digunakan sebagai alat pembayarandeviden 1. G. CAPITAL STOCKREACQUITION Ini merupakanpenarikan kembali saham – saham beredarsecara permanen. Perlakuanakuntansi terhadappenarikankembali modal saham secara permanenlebih sesuai dengan menggunakanmetode nilai nominal. Menurut metode ini sebesar nilai nominal saham – saham yang ditarik kembali dikurangi pada perkiraanmodal saham yang sejenis. Inimerupakan bagian dari sahamberedar yangditarikkembali untuk sementarawaktu. Saham – sahamperbendaharaan ininantinya dapat dijual kembali bila dianggap perluataudihapuskandari ekuitas perusahaan. Terdapat 2 pendekatanpencatatansahamperbendaharaan,yaitu: 1. Saham perbendaharaandianggap sebagai oenarikansahamberedar, sehingga sebesar nilai nominal saham yangdibeli kembali beserta dengan premium ataudiskonnya dikeluarkandari ekuitas perusahaan 2. Saham perbendaharaantidakdianggap sebagai penarikansahamberedar, sehingga baik nilai nominal ataupremiumatau diskonnya tidak perludikeluarkan dari ekuitas perusahaan 3. dalam menyusun dan memfasilitasi akuisisi untuk membuat kesepakatanberjalansemulus mungkin. PERANANBANK INVESTASI Bank investasi terlibat dalam aktivitas merger dengancara: Mereka membantuperusahaanmenyiapkan merger. mereka membantuperusahaan sasaranmengembangkansertamenerapkantaktikdifensif. mereka membantumenilai perusahaansasaran mereka membantumembiayaimerger,dan mereka menginvestasikan dalamsahamperusahaancalon merger yangpotensisal
  • 22.
    MenyiapkanMerger Bank-bank investasi mempunyaikelompokmergerdan akuisisi dibawah departemen keuangankorporasinya.Para anggotaini berupaya mengidentifikasi perusahaanyangmempunyai kelebihankasyangmungkiningin membeli perusahaan lain, perusahaan yangingn dibeli,atau perusahaan yangkarena sesuatuhal menjadi menarikbagi perusahaan lain. MengembangkanTaktik Defensif Takti-taktikdefensifyangdigunakan meliputi: Mengubah anggaran dasar sehingga hanyasepertiga dari anggotadireksi yangdipilih setiaptahun, dan diperlukan75persen persetujuan untuk dapat terlaksanakannya merger Berupaya meyakinkan para pemegangsahamperusahaansasaranbahwa harga yangditawarkan oleh calonpengambil alih terlalurendah. Mengungkit masalah antitrus dengan harapancampur tangandepartemen kehakiman Membeli kembali saham di pasar terbukadalam upaya menaikkanharga sahamdiatas harga yangditawarkan pengambil alih Menarik white knight yangdapat diterima manajemen perusahaansasaranuntukbersaingdengan calon pengambil alih Menarik “whitesquire” yangbersahabat dengan manajemen saat ini untuk memebeli lebih banyaksahamperusahaan sasaranguna menghalangi merger,dan Menetapkan Nilai Wajar Jika dua perusahaan melakukanmergersecara baik-baik(sukarela), maka harga yangdisetujui pastilah harga wajar,jika tidak,pemegangsaham salah satuperusahaanbisa menuntut pembatalanmerger tersebut.Karena itu, pada kebanyakan merger yangbesar masing-masingpihak akan memintajasa bank investasi untuk mengevaluasi perusahaansasarandan menetapkanharga yangwajar.Sekalipun merger tersebut t idak dilakukan secara sukarela,namun bankinvestasi diperlukan untuk menetapkanharga yangwajar. Membiayai Merger Banyak mergerdibiayai dengan kelebihankas yangdimiliki perusahaan pengambil alih. Akantetapi,jika perusahaan pengambil alih tidak mempunyai uangkas yangberlebih maka ia akan memerlukan sumber dana.Disini salah satufaktor yangpalingpentingdi balik gelombang merger tahun 1980-anadalah perkembanganjunk bondyangdigunakandalam membiayai akuisisi. Drexel burnham Lambert adalah pengmbangutama dari junk bond,yangdidefinisikansebagai abligasi yangperingkatnya dibawah kelas investasi(BBB/Baa). Sebelum Drexel bertindak,hampirtidakmungkinmenjual obligasi berperingkat rendah untuk mendapatkanmodal baru .Drexel kemudianmelakukanterobosandengan menerapkansuatuprosedur dimana situasi perusahaandinilai secara cermat dansuatuproyeksi arus kas yangakan dikembangkan.dengan aus kas yangtelahdiramalkan, analis Drexel menyusun suat struktur utang, yaitujumlah utang, jadwal jatuh tempo,dan sukubunga, yangdapat dilunasi dengan arus kas. Operasi Arbitrasi Arbitrasi umumnyabararti pembeliandan penjualansecaraserentak atas komoditas atausekuritas sejenis dlam dua pasar yangberbeda pada harga yangberbeda, dan meraih pengembalianbabas resiko. Akantetapi,kantorpialangbesar termasuk sejumlah investor pialangyangkaya terlibat dalam jenis abitrasi yangberbeda yangdisebt arbitrasi risiko.
  • 23.
    Para “arbitrageurs” ataudisingkat“arbs” berspekulasi dalam sahamperusahaan-perusahaanyangcenderungmerupakan target pengmbilalihan. Diperlukan modal yangbesar untuk berspekulasi dalam sejumlahbesar sekuritas dan dengandemikian mengurangi resiko, danjuga untuk meraih keuntungan dalam selisihyangkecil.Namun, para bankir investasi yangbesar mempunyai sarana yangdiperlukanituuntukmemainkan permainanini. ALIANSI KORPORAT Merger adalah salah satucara bagi dua perusahaan menggabungkan kekuatannya, namun banyakperusahaanmenjalinikatan kerja sama, disebut dengan aliansi korporat, ataualiansi strategis, yangberhanti tidak jauh dari merger. Berbeda denganmergeryang menggebungkan seluruh aktiva, sekaligus juga kepemilikandan keahlianmanajerial yangada, dari perusahaanyangterlibat,aliansi memungkinkan perusahaanmenciptakan kombinasi yangmemuaskan perhatianpada lini-lini bisnis khusus menawarkansinergi yangpalingpotensial. Salah satubentuk alisansi korporat adalahusaha bersama(joint venture), dimanabagian-bagianperusahaanbergabungbersama untuk mencapai sasaran yangspesifik dan terbatas. Suatujoint venture akandikendalikan oleh satutim manajemenyangterdiri atas perwakilandua (ataulebih) perusahaan induk. Joint venture telahseringdipergunakan oleh perushaan A.S, Jepang, dan Eropaunutkberbagi teknologi dan/ataukeahlian di bidang penasaran. PEMBELIAN MELALUI UTANG Dalam suatupembelian melalui utang(leverage buyout) sekelompokkecil investor,biasanyatermasuk manajemenberjalan, mengkuisisi sebuah perusahaan dalam suatutransaksi yangsebagian besar didanani oleh hutang. Utangtersebut akandipenuhi olehdana yangdihasilkan olehoperasi pirusahaan yangdiakuisisi dan, seringkali, olehpenjualansebagian aktivanya. Terkadang, kelompokpengakuisisi memiliki rencana untuk menjalankan perusahaanyangdiakuisisi selama beberapa tahun, mendorongpenjualana dan labanya,kemudian membuatnya menjadi perusahaan terbuka lagi sebagai sebuah perusahaan yanglebih kuat.Pada kasus lain, perusahaanLBO berencana untuk menjual divisi-divisinyakepada perusahaan lain yangdapat memperolehsinergi. Di dalam kedua kasus diatas, kelompokpengakuisisi berharapakanmemperolehkeuntungan yangsubstansial dari LBO, namun risikoyanginherendi dalamnya cukup besar karena tingginya penggunaanleverage keuangan. DIVESTASI Jenis Disvestasi Terdapat empat jenis disvestasi : 1. Penjualan suatuunit operasi kepada perusahaanlain 2. Menyiapkan bisnis untukdidivestasikansebagai suatuperusahaanterpisahdan kemudian “melepaskannya” (spin-off) kepada para pemegangsaham perusahaanyangdidivestasi 3. Mengikuti langkahuntukmelakukan pelepasantetapi hanya menjual sebagian sahamnyasaja 4. Melikuidasi langsungseluruh aktivanya Penjualan kepada perusahaan lainpada umumnyaakanmelibatkanpenjualan dari keseluruhandivisi atauunit, biasanya untuk uangtunai tetapi terkadanguntuk sahamdari perusahaanpengakuisisi. Dalam suatuspin-off, pemegangsahamperusahaanyangada akan memberikansaham baru yangmencerminkan hakkepemilikanterpisah dalam divisi yangdidivestasi.Divisi tersebut menentukandewan direksi dan penjabatnyasendiri, dan menjadi sebuah perusahaanterpisah. Para pemegangsaham pada akhirnyakan memiliki saham pada dua perusahaandaripada hanya satu perusahaan, namundengan tidak terjadi perpindahanuang. Dalamsuatucarve-out,kepemilikan minoritas dalam sebuah anakperusahaandijual kepada pemegangsaham baru, sehingga perusahaaninduk memperolehpendanaan ekuitas baru, namunmasih tetapmempertahankankendali.
  • 24.
    Terakhir,dalam suatulikuidasi aktivadari suatudivisi dijula secara per bagian, bukannya sebagai satuentesitas operasi. Untukmenggambarkan berbagai jenis divestasi ini, beberapa contohterbaruakan disajikandi bagian selanjutnya. Ilistrasi Divestasi 1. Pepsi baru-baruini melepaskan bisnis makanancepat sajinya, yangtermasuk Pizza Hut,TacoBeli, dan Kentucky FriedChicken. Bisnis yangdilepaskan ini sekarangdioperasikan di bawah bendera Tricon Global Restaurants. Pepsi pada awalnyamengakuisisi rentai restoranini karena ingin meningkatkansaluran distribusi minumanringannya. Namun, lama-kelamaan,Pepsi mulai menyadari bahwa bisnis minumanringan dan restoranadalah dua hal yangberbeda, dan semua sinergi di antara keduanyaternyatatidaksesuai dengan antisipasi semula. Pelepasan memusatkandiri pada bisnis intinya. Namun, Pepsi akanmencoba untuktetap mempertahankansalurandistribusi ini dengan menandatangani kontrak-kontrak jangka panjangyangmemastikanperoduk-produk Pepsi akandijual secara ekslusif di setiap di setiaprantai restoranyang dilepaskan diatas. 2. General Motors (GM) melepaskan anakperusahaanElectronic DataSystems (EDS), sebuah perusahaanjasa computeryangdidirikanpada tahun 1962 oleh Rose Perot, yangberkembangsebagai subuah perusahaan independen sampai akhirnyadibeli oleh GM pada tahun 1984.Alas an di balik akuisisi tersebut adalah keahlianEDSyangakanmembantuGM beroperasi secaralebih baik di era informasi dan membangun mobil- mobil yangmenerapkanteknologi computertercanggih.Namun,menyebarnyacomputerdesktopdan langkah yangsiambil perusahaan- perusahaan untuk memperkecil stafcomputerinternalnya telahmenyebebkanbisnis non-GM EDSberkembangpesat. Kepemilikan GM telah menghalangi kemampuan EDSuntukmenjalinaliansi dan, dalambeberapa kasus, untuk masuk ke dalam transaksi bisnis. Cara terbaik bagi EDS untuk bekopetensi di dalam industrinyaadalah sebagai perusahaanindependen, sehingga perusahaantersebut akhirnyadilepaskan. Pengertian Hutang Jangka Panjang Hutangjangka panjangadalah hutangperusahaanyangmemilikitenggat waktupembayaranataujatuh tempoyangbiasanya lumayan lama, bisa mencapai satuperiode akuntansi (1 tahun)ataulebih. Biasanya, biaya pembayaran ataupelunasan hutang jangka panjang ini diperoleh melalui sumber-sumber dana yangbukan berasal dari kas perusahaan, investasi jangka pendek, persediaan stok barang / produk di gudang yang belum digunakan, piutangdagang, dan lain sebagainya yangbiasanya termasuk kedalam aktiva lancar. Untukpelunasan hutangjangkapanjang biasanya menggunakan aktiva tidak lancar. Yangdimaksuddengan aktiva tidaklancar adalah aset atau kekayaan yang memiliki nilai waktu ekonomis yangcenderungrelatif permanen ataujangkapanjang serta tidak akan mudah habis dalam sebuah periode cash flow operasional p erusahaan selama satu tahun. Contohnya adalah aset-aset perusahaan berupa investasi jangka panjang, saham, dan lain sebagainya. Menurut ilmuakuntansi keuangan menengah, yang termasuk kedalam hutang jangka panjangsalah satunya adalah tentang hutang obligasi. Obligasi sendiri adalah sebuah pinjamanyangdiberikanpemilik sebuah perusahaan kepada perusahaan lainnya. Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yangditerbitkanolehsebuah perusahaanataupemerintahdengan nilai nominal dengan waktu jatuh tempo tertentu yang telah disepakati sebelumnya. Obligasi ini memangmemiliki arti sebaliknya dari saham, dimana saham adalah memberikan hak kepemilikan kepada orang yang berlaku sebagai pemegang saham tersebut. Hutangjangka panjangmenurut Kieso adalahsebuah kewajiban ataubeban di masa depan untuk membayarkan hutang akibat dari penundaan pembayaran hutang yang seharusnya dilakukan pada saat siklus satu tahun atau lebih operasi operasional perusahaan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa hutang dibagi menjadi dua kategori yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka pan jang. Perbedaannya dengan hutangjangka pendek adalah hutangjangkapendekharus segera dibayarkan dan dilunasi pembayarannyaselama kurangdari satuperiode akuntansi (kurang dari 1 tahun).
  • 25.
    Dalam mendapatkansebuah pinjamanatau hutangjangka panjang memangtidak mudah,hal ini memerlukanbeberapa jaminan dan persyaratan tertentu. Jaminanhutang jangka panjang ini bermacam-macam, diantaranya adalah jaminan barang tak bergerak. Yang termasuk kedalam jaminan barangtak bergerak adalahaset-aset seperti sertifikat tanahdan bangunan/ gedung, dan rumah. Hutang jangka panjang atau long term debt ini memiliki pembayaran jatuh tempo sekitar 5-20 tahun. Waktu pembayaran ini tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak dan kemampuan pihak yang mengajukan hutang jangka panjang untuk melakukan pembayaran yang telah telah disepakati sebelumnya. Hutangjangka panjang memiliki rasio ekuitas atau jumlah perbandingan mengenai aktiva bersih perusahaan yaitu jumlah aktiva yang telah dikurangi kewajiban pembayaran-pembayaranperusahaan.Rasio ekuitas terhadap total aktiva merupakan perbandingan antara hutang jangka pendek, hutang jangka panjang serta jumlah seluruh aktiva perusahaan. Rasio ekuitas merupakan hasil dari selisih aktiva yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi hutang lancar dan hutang jangka panjang. Jenis-jenis Hutang Jangka Panjang Hutang jangka panjang memiliki beberapa jenis, beberapa contoh hutang jangka panjangdiantaranya adalah sebagai berikut : 1. Hutanghipotek, yaituhutangyangmuncul dikarenakanadanyapendapatan danayangberasal dari hutangyangmenggunakan jaminan harta tetap.Harta tetapatau barangtakbergerakmisalnya saja adalah sertifikat tanah, sertifikat gedung/ bangunan, rumah, dan lain sebagainya. Apabila nantinya peminjam tidak mampumelunasi hutangsessuai tenggat waktuyangtelah dilakukan, maka pemberi pinjaman memiliki hak untuk menyitadan menjual barangyangdijaminkantersebut untuk kemudiandiambil dananya menurut kekurangan hutang yang belum dilunasi. Hutang hipotek biasanya hanya dapat diperoleh melalui salah satu sumber saja, misalnya hanya kepada bank. 2. Hutangobligasi, yaituhutangyangtimbul karenaadanya dana yangtelah didapatkanmelalui terbitnya surat-surat obligasi. Seseorang yangmembeli obligasi merupakanpemegang obligasi. Hal-hal yangbiasanya tercantumdalam surat obligasi antara lainadalah nominal obligasi, tanggal pelunasan obligasi, bunga per tahun, serta ketentuan-ketentuanlain sesuai jenis obligasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu peminjam dan pemberi pinjaman. Sedangkan hutang wesel atau wesel bayar, termasuk kedalam jenis hutang jangka pendek. Hutang wesel adalah sebuah surat pernyataan kesanggupan pembayaran nominal tertentudan tanggal yangtelahdisepakati bersama untuk diharuskan melakukan pembayaran kepada pihak pemberi pinjamandi masa depan. Yangtermasuk hutangwesel antara lainadalah wesel yangdibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan, pinjaman yangdisertai wesel, hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo, pendapatan diterima dimuka, hutang binus karyawan, hutanggaji dan upah, dan lain sebagainya.Hutangwesel dapat dibagi menjadi dua yaitu hutangwesel tidak berbunga dan hutangwesel berbunga. Sumber hutangjangka panjang dapat diperolehmelalui berbagai sumber, diantaranyaadalah dari perusahaanlain,investor, maupun bank. Hutang jangka panjangbank memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Besarnya pinjaman yang yang bisa dipinjam dari bank biasanya disesuaikan dengan kemampuanperusahaan dalam membayar, seperti kelancaran keuangan perusahaan, laba yang diperoleh, kas perusahaan, jaminan sertifikat-sertifikat bangunan / tanah, dan lainsebagainya yangberfungsi sebagai bahan pertimbangan bank dalam menyetujui sebuah pengajuan pinjaman perusahaan. Resiko Hutang Jangka Panjang Memiliki hutangjangka panjang selain menguntungkan dan dapat memberikan manfaat kepada perusahaan, namun juga memiliki beberapa resiko. Beberapa resiko hutang jangka panjangdiantaranya adalah : 1. Semakin lama jangka waktu peminjaman dana dan pelunasannya maka resiko juga akan semakin tinggi 2. Hanya dapat memperoleh sumber dana yang terbatas dari hasil pinjaman
  • 26.
    3. Hutang merupakanbeban tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan 4. Memiliki tenggat waktu jatuh tempo pembayaran hutang yang sudah pasti / tetap 5. Kemungkinan nilai saham perusahaan akan turun akibat tingkat tinggi atau rendah jumlah pinjaman Keuntungan HutangJangkaPanjang Selain harus siap dihadapkan dengan resiko, memiliki hutangjangka panjang dengan obligasimemiliki beberapa keuntungan,diantaranya adalah: 1. Bunga obligasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham. 2. Mengurangi kewajiban pajak, hal ini dikarenakan bunga pinjaman merupakan biaya yangdibebankankepada perusahaan. Sedangkan deviden merupakan pembagian laba yang tidak dapat dikategorisasikan sebagai pembebanan biaya. 3. Pemilik obligasi tidak akanmemiliki hak suara dalam perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruhi manajemen dan operasional harian perusahaan. Manajemen Hutang Jangka Panjang Apabila seseorangtelah memiliki pinjamanberupa hutangjangka panjang dalam perusahaannya, makahal pentingyangharus dilakukan oleh manajemenperusahaanadalahmembuat neracahutangjangka panjang yangdimiliki. Neraca keuangan ini terdiri atas aktiva dan pasiva. Neraca adalah laporan keuanganperusahaan dalam satuperiode akuntansi (1 tahun)yangbertujuanuntukmenghitungtentanglaporan keuangan perusahaan, yaituseperti biaya pemasukan, biaya keluar masuk danaperusahaan, serta biayaoperasional atautingkat kelancaran keuangan perusahaan pada akhirperiode akuntansi tersebut. Neraca keuanganakanmenjadi sebuah dasar untuk menentukankeputusankeuangan perusahaan di masa depan. PENDANAAN CAMPURAN A. SAHAM PREFEREN Saham preferenadalan suatucampuran yangmiripdenganobligasi dan saham biasa.Para akuntan mengklasifikasikan saham preferen sebagai ekuitas. Meskipun tidak dibayarkannya dividen saham preferen tidak akan membuat bangkrut sebuah perusahaan, perusahaan menerbitkan sah am preferen dengantidakberarti memberikan kendali atas perusahaan kepada para pemegang saham preferen, kegagalan untuk membayarkan dividen saham preferen akan menghalangi dibayarkan dividen saham biasa. Tambahan lagi, melawatkan pembayaran dividen menjadik an memperolehmodal melalui penjualan obligasi sulit untuk dilakukan,dan hampirmustahil untuk menjual lebih banyaksaham preferenatausaham biasa.Akan tetapi, memiliki sahampreferenyangmasih beredarmemangdapat memberikan kesembatan bagi sebuah perusahaan untuk mengatasi kesulitan-kesulitannya. Akan tetapi, bagi para investorsahampreferenlebih beresikodari pada obligasi : (1) Klaim para pemegangsahampreferen berada dibawah klaim para pemegangobligasi pada saat terjadi likuidasi, dan (2) pemegangobligasi kemungkinanbesar akantetapi terus menerimapendapatan selama masa-masa sulit dibandingkan dengna pemegang saham preferen.
  • 27.
    Beberapa saham preferenmemilikiciri-ciri yangmiripdengan obligasi perpetual dalam hal tidak ada tanggal jatuh tempo, tetapi kebanyakan emisi baru telah memiliki tanggal jatuh tempo tertentu Para emiten,sahampreferenmemiliki kerugianpajaksecararelatif terhadaputang – beban beban bunga dapat menjadipengurang pajak, tetapi dividen saham preferentidak. Meskipunbegitu, perusahaan yang dikenakan tarif pajak yang rendah mungkin akan memiliki insent if untuk menerbitkansaham preferen yang dapat dibeli oleh para investor perusahaan dengan tarif pajak yang tinggi, yang akan dapat mengambil keuntungan dari pengecualian70persendividen.Jika sebuah perusahaanmemiliki tarif pajakyanglebih rendah dari calon pembeli perusahaan, perusahaan tersebut mungkin lebih baik menerbitkan saham preferen dari pada uang.Kuncinya di sini adalah bahwa keuntungan pajak dari perusahaan dengan tarif pajak tinggi adalah lebih besar dari kerugian pajak yang di tanggung oleh emiten dengan tarif pajak r endah. 1. Jenis Saham Preferen Lainnya Sebagai tambahan dari jenis preferenyang“polos,” terdapat beberapa variasi yangjuga dipergunakan.Dua di antaranya, saham preferen dengan tingkat bunga mengambang dan lelang pasar. a. Saham Preferen dengan Tingkat Bunga yang Dapat Disesuaikan Sebagai ganti dari membayarkan dividen dalam jumlah tetap, dividen dari saham preferen dengan tingkat bunga yang dapat disesuaikan (adjustable rate preferred stock – ARP) dikaitkan dengan tingkat suku bunga dari sekuritas pemerint ah. ARP, yang terutama diterbitkanolehperusahaan fasilitas umum dan bank komersial besar, dipuji-puji sebagai investasi perusahaan jangka pendek yang hampir sempurna karena (1) hanya 30persen dari dividen yangdapat dikenakanpajakbagi perusahaan, dan (2) fitur tingkat bunga mengambang yang dimiliki saham ini seharusnya akan tetap menjaga emisi diperdagangkan mendapatkan nilai pari. Sekuritas baru ini terbukti san gat popular sebagai jangka pendek bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki dana menganggur sehingga rekasa dana yang hanya dirancang ;untuk berinvestasi disekuritas ini muncul seperti jamur di musim hujan (saham atas dana tersebut, pada akhirnya, akan dibeli oleh p erusahaan- perusahaan).Akantetapi, ARP masih memiliki volatilitas harga akibat (1) adanya perubahan-perubahan pada tingkat risikodari emiten(beberapa bank-bank besar yangmenertibkan ARP, seperti Continental Illinouis, menghadapi masalah kredit macet yangserius) dan (2) adanya fakta bahwa imbal hasil pemerintah mengalami fluktuasi di antara tanggal-tanggal penyesuaian tariff dividen. Jadi, ARP memiliki cukup banyak ketidakstabilan harga untuk dapat dimiliki dalam portofolio aktiva yang likuid dari kebanyakan investor perusahaan. b. Saham Preferen Lelang Pesar Pada tahun 1984, para bankir investasi memperkenalkan saham preferen pasar uang, atau leleng pasar(money market / market auction preferred). Di sini penjaminakanmelakukan lelang atas emisi setiap tujuh minggu sekali ( untuk mendapatkan pengecualian 70 persen dari penghasilan kena pajak,parapembeli harus memiliki sahampalingtidak selama 46hari), para pemilikyangingin menjual saham mereka dapat menempatkannyauntukdilelangpada nilai pari. Parapembeli kemudian memberikanpenawaranmereka dalam bentuk imbal hasil yang bersedia mereka terimaselama jangka waktu tujuh minggu ke depan. Imbal hasil yang ditentukan untuk emisi periode berikutnya adalah im bal hasil terendah yangcukup untuk menjual seluruh saham yang ditawari pada lelang hari itu. Pembeli akanmembayarkan sebesar nilai pari kepada penjual; sehingga para pemegangsahamdapat yakin bahwa sahammereka dapat dijual pada nilai parinya. Penjual kemudian harus membayarkan dividen selama jangka waktutujuh minggu kedepan seperti yang telah ditetapkan oleh lelang.Dari sudut pandang pemegang saham, saham preferen melalui lelangpasaradalah sekuiritas dengan masa tujuh mingguberisiko rendah, hampir tidak kena pajak yang dapat dijual di antara tanggal-tanggal lelangmendekati nilai parinay.Akantetapi, jika tidak ada cukup banyak pembeli yang menyamai penjual (meskipun dengan imbal hasil yang tinggi), maka lelang berarti gagal, seperti yang sesekali yang pernah terjadi. 2. Keuntungan Dan Kerugian Saham Preferen a. Berikut adalah keuntungan-keuntungan utama dilihat dari sudut pandang emiten saham : 1) Berbeda dengan obligasi, kewajiban untuk membayarkan divedenproferenbukanlah hal yang tercantum pada kontrak, dan melewatkan pembayaran dividen saham preferen tidak dapat memaksa perusahaan dinyatakan bangkrut.
  • 28.
    2) Dengan menerbitkansaham preferen, perusahaan terhindar dari dilusi ekuitas biasa yang terjadi ketika saham bisa dijual. 3) Karena saham preferenterkadangtidak memiliki waktujatuh tempo, dan karena pembayaran dana pelunasan saham preferen. Jika ada, umumnya disebar dalam jangka waktu yang cukup panjang, emisi saham preferen akan mengurangi pengeluaran arus kas akibat pelun asan kembali pokok yang terjadi pada emisi utang. b. Terdapat dua kerugian penting: 1) Dividen saham preferenbukanlahpengurangpajak bagi emitensaham, sehingga biaya saham preferen setelah pajak umumnya menjadi lebih tinggi daripada biaya utangsetelah pajak.Akantetapi. Keuntungan pajak saham preferen bagi pembeli dari kalangan perusahaan akan menurunkan biaya setelah pajaknya dan berarti juga biaya efektifnya. 2) Meskipun dividen sahampreferendapat dilewatkan,investorberharapdividen tersebut dapat dibayarkan, dan perusahaan bermaksud untuk membayarkannya jika kondisi mengizinkan. Jadi, dividen saham preferen dapat dianggap sebagai biaya tetap. Oleh karenanya, penggunaan dividen tersebut, seperti dalam utang, akan meningkatkan risiko keuangan dan akibatnya biaya ekuitas biasa. B. SEWA GUNA USAHA Perusahaan pada umumnya memiliki aktiva tetapdan melaporkannya di dalam neraca, tetapi penggunaanbangunan peralatan itulah yangpenting artinya,bukan kepemilikanaktiva itusendiri. Salah satucara untuk memperolehpenggunaanaktiva adalah denganmembelinya,t etapi salah satu alternative adalah jangan menyewanya. 1. Jenis Sewa Guna Usaha Sewa guna usaha memiliki tiga berbentuk berbeda: (1) perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale-leaseback), (2) sewa guna usaha operasi(operating lease), dan (3) sewa guna usaha keuangan atau modal (financial/capital lease) a. Penjualan dan Penyewaan Kembali Menurut perjanjian penjualan dan penyewaan kembali (sale andleaseback),sebuah perusahaanyangmemiliki tanah,bangunan,atauperalatan menjual properti tersebut dan sekaligus mengeksekusi perjanjian untuk menyewa property itu kembali selam jangka waktu tertentu dengan ketentuan-ketentuan tertentu. b. Sewa Guna Usaha Operasi Sewa guna usaha operasi (operating lease), yang terkadang disebut pada sewa guna usaha jasa (service lease), memberikan jasa pendanaan danpemeliharaan.IBM adalah salahsatupeloporkontrak sewa guna usaha operasi, dan computerserta mesin fotokopi, brrikut mobil dan truk, adalah jenis-jenis peralatanutama yangdisewakan.Biasanya, sewa guna usaha seperti ini mengharuskan lessormemelihara dan merawat peralatan yang disewa, dan biaya melakukan pemeliharaan tersebut telah diperhitungkan di dalam pembayaran sewa. Salah satuciri khas pentingdari sewa guna usaha operasi adalah adanya kenyataan bahwa sewa guna usaha sering kali tidakdiamortisasipenuh; ataudengan kata lain, pembayaranyangdiminta menurut kontraksewa guna usaha tidak cukup untuk melunasi biaya peralatan secara penuh. Fitur akhir adalah bahwa sewa guna usaha operasi seringkali memuat suatu klausial pembatalan, yang memberikan hak kepada lessor untuk membatalkan sewa sebelum tanggal berakhirnya perjanjian. c. Sewa Guna Usaha Keuangan atau Modal Sewa gunausahakeuangan atau modal (financial lease), atau disebut juga sewa guna usaha modal (capital lease) berbeda dari sewa guna usaha operasi dalam tiga hal, antaralain sewa guna usaha keuangan: (1) tidak memberikan jasa pemeliharaan, (2) tidak dapat dibatalkan,dan (3) diamortisasi secara penuh (atau, lessor menerima pembayaran sewa yang sama dengan harga penuh dari peralatan yang disewa ditambah
  • 29.
    sejumlah pengembalianatauinvestaasi).Dalam suatuperjanjian sewa guna usaha keuangan umumnya, perusahaan yang akan menggun akan peralatan(lessee)memilih item-item tertentu yang dibutuhkannya dan menegosiasikan harga dan syarat-syarat pengiriman dengan pihak pembuat. 2. Pengaruh Laporan Keuangan Pembayaran sewa sewa guna usaha disajikan sebagai beban operasional dalam laporanlaba-rugi perusahaan, tetapi dalam kondisi tertentu, baik ituaktiva yangdisewa maupun kewajiban akibat kontraksewa guna usaha tidak di sajikan di dalam neraca.Karana itusewa guuna usaha di sebut pendanaan di luar neraca. Sewa guna usaha harus diklasifikasikan sebagai sewa guna usaha modal, dan akibatnya digunakan dan disajikan langsung di dalam neraca, jika memiliki salah satu dari persyaratan berikut ini: a. Menurut ketentuan sewa guna usaha, kepemilikan atas property akan secara efektif berpindah dari lessor kepada lessee b. Lessee dapat membeli property ataumemperpanjangsewanya dengannilai yanglebih rendahdari harga pasaryangwajar ketika masa sewa guna usaha berakhir. c. Sewa guna usaha akan berlangsungdengan jangka waktuyangsama atau lebih lama dari 75 persen umur aktiva. Jadi, jika suatu aktiva memiliki usia 10 tahun dan jika sewa guna usaha tersebut harus digunakan. d. Nilai sekarang atas pembayaran sewa guna usaha adalah sama atau lebih besar dari 90 persen nilai awal aktiva. 3. Evaluasi oleh Losse Setiap sewa guna usaha prospektif harus dievaluasi lessee maupun lessor.Lessee harus memutuskan apakah menyewa suatu aktiva akan lebih mudah dari pada membelinya,dan lessor harus memutuskan apakahsewa guna usaha akan memberikan tingkat pengembalian yang memadai atau tidak. 4. Faktor Yang Mempengaruhi Sewa Guna Usaha Terdapat dua factor yang membutuhkan tambahan keterangan. a. Estimasi Nilai Sisa Entinguntukdicatat bahwa lessor-lah yangakan memiliki property setelah masa sewa habis. Estimasi nilai property pada akhir masa sewa disebut nilai sewa (residual value). Sepintas terlihat bahwa jika nilai sisa diperkirakanmemiliki jumlahyangtidaktinggi, makamemilikinya akan lebih menguntungkan dari pada menyewanya.Namun,jika ekspektasi nilai sisa ternyatatinggi – karena mungkin kecilnya inflasi bagi beberapa jenis peralatanntertentuseperti juga jika melibatkanpropertyreal estat – maka persaingan diantara persewaan sewa guna usaha akan memaksa tariff sewa turun ke titikdi mana nilai sisa potensial akansepenuhnyadiakui kedalamtariffkontrak sewa guna usaha. Jadi, adanya nilai sisa yang tinggi atas peralatan kemungkinan tidak akan menyebabkan terjadinya bisa pada keputusan yang menentang sewa guna usaha. b. MeningkatkanKetersediaan Pinjaman sewa guna usaha kadang dikatakan memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang mencari tingkat leverage keuangan ynag maksimal. Pertama,kadangterdapat perdebatanapakahmelalui suatuperjanjian sewa guna usaha sebuah perusahaan dapatb memperoleh lebih banyak uang, dan untuk jangka waktuyanglebih lama daripada pinjamanyangdijamindengan aktiva. Kedua, karena sebagian sewa guna usaha tidak disajikan didalam neraca, pendanaan melalui sewa guna usaha dikatakan memberikan perusahaan penampilan yang lebih kuat dalam analisis pinjaman yang dilakukan secara tidak mendalam, sehingga akibatnya memungkinkan perusahaan menggunakan lebih banyak leverage dibandingkan dengan jika tidak menggunakan sewa guna usaha.
  • 30.
    C. WARAN Waran adalahsertifikat yangdikeluarkanolehsebuah perusahaanyangmemberikanhak kepada pemegangnyauntukmembeli sejumlah tertentu saham perusahaanpada harga dan selamajangka waktutertentu. Warandidistribusikandengan utang, dan digunakanuntukmerangsanginvestor membeli utangjangka panjang dengan tingkat kupon yang lebih rendah daripada seharusnya. Waran adalah opsi beli jangka panjang yang memiliki nilai dimanapemegangnya dapat membeli sahambiasa perusahaanpada harga pelaksanaan tanpa melihat berapapun kenaikan harga pasarnya. 1. Harga Pasar Perdana Obligasi dengan Waran Harga yangdibayarkan untuk obligasi denganwaran = nilai utangbiasa dari obligasi + pengeluaran.Masalahutama dalam menent ukan syarat- syarat obligasi dengan waran adalah menilai waran. Terdapat satuperbedaan pentingdi ant ara opsi beli dan waran. Ketika opsi beli dilaksanakan, saham yangdiberikan kepada pemegangopsi akanberasal dari pasar sekunder, tetapi ketika warandilaksanakan, saham yang diberikan kepada pemegang waran adalah saham yang baru diterbitkan. Memberikan penilaianyangtepat atas waran adalah suatuhal yangpenting. Jika untuk emisi yangmenggunakanharga awal, nilai yangdiberikan kepada waran lebih besar dari nilai pasarnya yang sebenarnya, maka tingkat kupon obligasi akan ditentukan terlalu rendah, seh ingga menyebabkanmenjual paket obligasi dengan waran menggunakannilai pari menjadi sesuatuhal yangmustahil untuk dilakukan.Sebaliknya, jika nilai waran dinilai terlalurendahmaka tingkat kupon akan ditentukanterlalutinggi. Hal ini artinya niali obligasi dengan waran yang sebenarnya akan lebih besar dari harga emisi. 2. Penggunaan Waran dalam Pendanaan Waran umumnya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil yangtumbuh dengancepat sebagai “pemanis” ketika perusahaan-perusahaan tersebut menjual utangatausaham preferen.Perusahaan seperti ituseringkali dipandang oleh investor sebagai investasi yang sangan beresiko sehingga obligasi meeka dapat dijual hanya jikamemberikantingkat kupon yang sangat tinggi dan dengan ketentuan perwaliaman atan yang sangat ketat. Hampir seluruh waran saat ini dapat dilepaskan. Jadi, setelah suatu obligasi dengan waran terjual, waran tersebut dapat dilep askan dan diperdagangkan secara terpisah dari obligasi. Harga pelaksanaanwaran umumnya ditentukan sekitar 20 – 30 % di atas harga pasar saham pada tanggal obligasi tersebut diterbitkan. Jika perusahaan mengalami pertumbuhandan maju, dan jika harga sahamnaikdi atas harga pelaksanaandimanasaham dapat dibeli, para pemegang waran dapat melaksanakanwaran mereka dan membeli saham pada harga yangtelah ditentukan.Akantetapi, tanpa insentif waran tidak akan pernah dilaksanakan sebelum jatuh tempo – nilainya di pasar tebuka akan jauh lebih tinggi daripada nilai jika dilaksanakan, sehingga pemegangnya akan lebih menjual waran daripada melaksanakan waran. Terdapat 3 kondisi yang akan mendorong pemegang waran melaksanakan waran: a. Pemegang waran pasti akan melaksanakan dan membeli saham jika waran segera kadaluarsa dan harga pasar saham di atas harga pelaksanaan b. Pemegangwaran akanmelaksanakanwaran secara sukarelajika perusahaan menaikandividen yangdiberikanatas pemegang saham dalam jumlah yang memadai c. Waran kadangkala memiliki harga pelaksanaan yang dinaikkan, yang akan mendorong pemegang waran melaksanakannya Salah satu fitur waran yang menarik adalah bahwa waran pada umumnya akan menarik dana hanya jika dana tersebut dibutuhkan. 3. Pengaruh Kekayaan dan Dilusi Akibat Waran
  • 31.
    Perpindahankekayaanitumerugikan para pemegangsahamawal.Karena nilai pemegangsahamawal sudah jelas akan lebih baik jika tidak ada waran. Akan tetapi, bisa juga tidak merugikan pemegangsahamawal karena mereka memangpada akhirnyamengharapkan terjadi perpindahan dan menerima kompensasi secara adil dengan turunnya pembayaran kupon. 4. Komponen Biaya dari Obligasi dengan Waran Ekspektasi tingkat pengembalianinvestoradalah biayasebelum pajak perusahaan, hal ini berlaku bagi saham biasa, obligasi biasa, dan saham preferen dan berlaku pula pada obligasi yang dijual dnegan waran. 5. Masalah dalam Emisi Waran Meskipun waran dibeli dengan investor dengan harapan akan menerima total pengembalian yang sepadan dengan tingkat resiko seca ra keseluruhan dari paket sekuritas yang dibeli, kenyataan kadang tidak terjadi seperti yang diharapkan. D. Konvertibel Sekuritas konvertibel ialahsebuah sekuritas yangbiasanya berupa obligasi atau saham preferen, yang dapat ditukarkan (konversi) pada opsi pemegangnya dengan saham biasa dari perusahaan yang menerbitkan. Berbeda dengan waran yang akan memberikan tambahan dana bagi perusahaan, konversi ini tidak menghasilkan modal didalam neraca, utang atau saham preferen, ini hanya digantikan oleh saham biasa. Menurunkan jumlahutangatausaham preferen akan memperbaiki kekuatan keuanganperusahaandan menjadikannya lebih mudah memperoleh tambahan modal. 1. Rasio konversi dan Harga Konversi Rasio konversi (CR) adalahjumlah lembar saham biasa yangdiperoleh denganmengonversi selembarsahampreferen konvertibel at au obligasi konvertibel.Sedangkan harga konversi (Pc) adalah harga efektifyangdibayarkanuntuk saham biasa yang diperoleh dengan mengonversi suatu sekuritas konvertibel. Setelah nilai CR diketahui, maka nilai Pc akan dapat dihitung dan begitu juga sebaliknya. Sama dengan harga pelaksanaanwaran, harga konversi pada umumnya ditentukanberada pada kisaran 20 hingga 30 persen diatas harga pasar saham yangberlakupada saat emisi konvertibel tersebu dijual. Pada umumnya, harga konversi dan rasio konversi adalah tetap selama usia obligasi tersebut, meskipun kadang-kadang dipergunakan pula harga konversi yang dapat dinaikkan. Faktor yangmungkindapat menyebabkan terjadinya perubahanpada harga dan rasio konversi adalah suatu fitur standar yang hamp ir terdapat diseluruh konvertibel-klausul yangmelindungi konvertibel dari dilusi melalui pemecahan saham, dividen saham, dan penjualan saham biasa dibawah harga konversi. Ketentuanumum menyatakanbahwa jika sahambiasa dijual pada harga dibawah harga konversi, maka harga konversi harus diturunkan dan rasio konversi dinaikkan hingga harga baruketika sahamditerbitkan. Demikian pula jika terjadi pemecahan saham atau pengumuman dividen saham, harga konversi harus diturunkan sebesar jumlah presentase dividen atau pemecahan saham tersebut. 2. Penggunaan Konvertibel Dalam Pendanaan Konvertibel memiliki keunggulan penting jika dilihat dari sudut pandang emiten:
  • 32.
    1) Konvertibel, sepertiobligasi dengan waran, menawarkankesempatan bagi perusahaan untuk menjual utang dengan tingkat bunga yang rendah dengan sebagai gantinya memberikan kesempatan untuk berpartisipasi didalam keberhasilan perusahaan jika perusahaan mem ang melakukannya dengan baik 2) Secara tidak langsung, konvertibel memberikanjalan untuk menjual sahambiasa pada harga yanglebih tinggi daripada harga yang saat ini berlaku. Konvertibel juga memiliki kerugian penting jika dilihat dari sudut pandang emiten: 1) Meskipun penggunaan obligasi konvertibel dapat memberikankesempatanbagi perusahaanuntuk menjual sahamdengan harga yang lebih tinggi daripada harga penjualan sekarang, jika harga sahammengalami kenaikanyangsangat tinggi, perusahaan mungkinakanmenyadari bahwa lebih baik jiga digunakan utang biasa walaupun biayanya lebih tinggi dan kemudian menjual saham biasa lalu melunasi utangnya 2) Konvertibel umumnya memiliki kupon tingkat bunga yang rendah, dan keuntungan biaya yang rendah ini akan hilang ketika terjadi konversi 3) Jika perusahaan sebenarnyaingin menaikkan ekuitas modal,dan jika harga sahamtidakmengalami kenaikkan yang cukup tinggi setelah obligasi diterbitkan, maka perusahaan tetap akan harus menanggung utangnya 3. Konvertibel dan Biaya Keagenan Salah satu potensi masalah keagenan antara pemegang obligasi dan pemegang saham adalah subtitusi aktiva. Pemegang saham memiliki keinginan untuk tetapmelaksanakan proyek-proyekyangmendatangkankeuntungan tinggi meskipun proyekitujuga akan meningkatkan tingkat risiko perusahaan, hal ini memicuterjadinya perpindahaan kekayaan antara pemegang saham dengan pemegang obligasi. Tetapi ketika utang konvertibel diterbitkan,tindakan yangakan menaikkantingkat risiko perusahaan kemungkinan juga akan menaikkannilai utangkonvertibelnya. Sehingga keuntungan pemegangsaham harus dibagi dengan pemegangobligasi konvertibel. Dikarenakanpembagian keuntungan ini maka akan menurunkan biaya keagenan. 4. Perbandingan Akhir Antara Waran dan Konvertibel Perbedaan antara utang dengan waran dan utang konvertibel: 1) Pelaksanaan waranakanmembawa modal ekuitas barumasuk, sedangkankonversi dari konvertibel hanya akanmengakibatkan terjadinya perpindahan secara akuntansi 2) Berhubungan dengan fleksibilitas, kebanyakan emisi konvertibel mengandungsuatu ketentuan pembelian kembali yang memungkinkan emiten melunasi kembali utangnya ataumemaksaterjadinya konversi, tergantung pada hubungan diantara nilai konversi dan harga pembelian kembali. Sedangkan sebagian besar waran tidakdapat dibeli kembali sehingga perusahaan harus menungguhingga saat jatuh tempo bagi waran untuk menghasilkan ekuitas modal baru Waran biasanyamemiliki waktu jatuh tempo yang lebih singkat daripada konvertibel dan waran biasanya kadaluwarsa sebelum utan g yang menyertainya jatuh tempo. Waranmemberikansahambiasa dimasa depan yanglebih sedikit daripada konvertibel. Dalam konvertibel, seluruh utangakan dikonversi menjadi sahambiasa sedangkan ketikawaran dilaksanakan masih tetap akan ada utang yang masih harus dilunasi oleh perusahaan. Fakta ini menunjukkan perusahaan yang menerbitkan utang plus waran sebenarnya lebih tertarik untuk menjual utang daripada menjual ekuitas. Biasanya perusahaan yangmenerbitkanutangdengan waran adalah perusahaan yang lebih kecil dan lebih berisiko daripada perusahaan yang menerbitkankonvertibel.Sulit bagi calon pemberi pinjamanuntuk menilai tingkat risikodari perusahaan tersebut, dan tentunyaakan mengalami kesusahan ketika menentukansuatu tingkat suku bunga yang wajar. Hal ini membuat investor enggan menempatkan inv estasinya sehingga perusahaan perlu menentukan tingkat suku bunga tinggi untuk menarik modal utang.
  • 33.
    Akhirnyaterdapat satuperbedaan yangsignifikanpadabiaya emisinya. Obligasi dengan waran umumnyamembutuhkan biaya emisi sekitar 1,2 persen lebih tinggi daripada biaya emisi konvertibel.Umumnya pendanaanobligasi dengan waran dikenakan biayapenjaminan yang jumlahnya mendekati rata-rata tertimbang biaya yang terkait dengan emisi utang dan ekuitas, sedangkan biaya penjaminan untuk konvertibel secara substansial lebih rendah jumlahnya. MATERI INTERNET SEKURITAS KONVERTIBEL Sekuritas konvertibel adalah obligasi atau saham preferen yang dapat ditukar menjadi saham biasa sesuai opsi dari pemegangnya. Apabila konversi terjadi, maka utang atau saham preferen digantikan oleh saham biasa, tetapi tidak ada uang yang berpindah tangan. RASIO KONVERSI DAN HARGA KONVERSI Salah satuprovisi atauketentuanterpentingdalam sekuritas konvertibel adalah rasio konversi (conversionratio,CR), yaitu jumlah lernbar saham yangakan diterima pemegangobligasi pada saat konversi. Di sini rasio konversi berkaitan denganharga konversi (conversion price, Pc), yaitu harga efektif yang dibayarkan investor untuk saham biasa yang diterima pada saat konversi terjadi. Hubungan antara rasio konversi dengan harga konversi dapat dijelaskandengansurat utangkonvertibel SiliconValley Software Company, yang diterbi¬kan dengan nilai nominal $1.000pada bulan Juli 1997. Setiapsaat sebelum jatuh tempopada tanggal 15Juli 2017,pemegangsurat utang tersebut dapat menukar selembar obligasi dengan 20lembarsahambiasa; jadi, rasio konversi, CR, adalah 20. Obligasi tersebut mempunyai nilai nominal $1.000, sehingga pemegangnya akan"menyerahkan"hakuntuk menerima$1.000itupada saat jatuhtempo jikaia melakukan konversi. Dengan membagi nilai nominal $1.000 dengan 20 lembar saham yang diterima, diperoleh harga konversi sebesar $50 per saham: Sebaliknya, dengan mengetahui harga konversi, kita memperoleh rasio konversi: PENGGUNAAN KONVERTIBEL DALAM PEMBIAYAAN Konvertibel memiliki dua keunggulan penting dari sudut pandang penerbitnya. a. Konvertibel, seperti halnya obligasi dengan warrant, memungkinkan perusahaan menjual surat hutang dengan suku bunga yang lebih rendah dan memberikan peluang untuk berpartisipasi dalam keberhasilan perusahaan b. Dalam satupengertian, sekuritas konvertibel memungkinkan penjualan saham biasa dengan harga yanglebih tinggi dari pada yang berlaku saat ini. Dari sudut pandang penerbit, sekuritas konvertibel mempunyai tiga kelemahan utama : a. Penggunaan sekuritas konvertibel memberi peluangkepada perusahaan penerbitnya untuk menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada yangdapat dijual saat ini. Akantetapi,harga saham tersebut meningkat tajam, perusahaanakan lebih baik menggunakan utang murni meskipun dengan biaya yang lebih tinggi karena nantinya dapat menjual saham biasa itu untuk melunasi utang. b. Sekuritas konvertibel pada umumnya mempunyai suku bungan kupon yang rendah, dan manfaat utang berbiaya rendah ini akan hilang setelah konversi dilaksanakan.
  • 34.
    c. Jika perusahaansebenarnya inginmenambah modal ekuitas, dan jika harga saham tidak mengalami kenaikan yang cukup besar setelah obligasi diterbitkan, maka perusahaan akan terjerat utang. Namun, utang ini mempunyai bunga kupon yang rendah. KONVERTIBEL DAN BIAYA KEAGENAN Salah satumasalah potensial tentangkeagenandiantarapemegangobligasi dan pemegangsahamadalahpenggantian aktiva. Pemegang saham mempunyai insentifyang berkaitandenganopsi untuk menjalankanproyek-proyekyangterpotensi meningkatkan harga saham meskipun hal itu menaikan tingkat risiko perusahaan bersangkutan. Apabila tindakanitudiambil, maka ada kemungkinan pemindahan kekayaan diantara pmegangobligasi dan pemegangsaham. Akantetapi, bila utangkonvertibel diterbitkan, makatindakan yangmenaikantingkat risiko perusahaan juga akan meningkatkan nilai utang konvertibel. Jadi, beberapa keuntunganpemegangsahamyangmengambil proyek-proyek berisiko tinggi dapat dibagi dengan pemegang obligasi konvertibel. Pembagian keuntungan ini akan menurunkan biaya keagenan. Logika umum yang sama juga berlaku untuk warrant. PEMBAHASAN A. Istilah Merger Berdasarkan asal-usulnya, katamergerberasal dari kata “merger”, “fusion”,atau“absorption”, yangberarti “menggabungkan”.[1]Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaanyangme-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yangdi-merger dengan begituperusahaanyangme-merger memiliki palingtidak50% saham dan perusahaanyangdi-mergerberhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru. Definisi merger yanglain yaitusebagai penyerapandari suatuperusahaanolehperusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan namadan identitasnya.Perusahaan pembeli juga akanmengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yangdibeli. Setelah merger, perusahaan yangdibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640). Merger, konsolidasi, akuisisi adalah hal yangsangat umum dilakukanagar perusahaan dapat memenangkan persaingan, serta terus tumbuh dan berkembang. Merger berdasarkan aktivitas ekonomik dapat diklasifikasikan dalam empat tipe, yaitu : 1. Merger Horizontal, adalah mergeryangdilakukan oleh usaha sejenis (usahanyasama), misalnyamergerantara dua perusahaan roti, merger perusahaan sepatu, merger perusahaan kapas. Contoh PT “A” yang mengusahakan kapas, bergabung dengan PT “B” yang mengusahakan pemintalan, bergabungdengan PT “C” yangmengusahakankaindan seterusnya. Dengan demikian, tujuan kerjasama disini adalah menjamin tersedianya pasokan atau penjualan dan distribusi, dimana PT “B” akan mempergunakan produk PT “B” dan seterusnya. 2. Merger vertikal,adalah merger yangterjadi antara perusahaan-perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi yang berurutan. Contohnya: perusahaan pemintalan benang merger dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan peurusahaan mobil. Contoh: PT. A, PT. B, PT. C bergabung, lalu PT B yang menjadi induk perusahaan. 3. Konglomerat ialah merger antaraberbagai perusahaanyang menghasilkan berbagai produk yang berbeda-beda dan tidak ada kaitannya, misalnya perusahaansepatumerger denganperusahaanelektronik, atauperusahaanmobil merger dengan perusahaan makanan. Tujuan utama konglomerat ialahuntukmencapai pertumbuhanBadan Usaha dengan cepat dan mendapatkanhasil yanglebih baik. Caranya ialahdengan saling bertukar saham antara kedua perusahaan yang disatukan. 4. Merger Ekstensi Pasar Merger ekstensi pasar adalahmerger yangdilakukanolehdua ataulebih perusahaanuntuksecara bersama-samamemperluas area pasar. Tujuan merger dan akuisisi ini terutama untukmemperkuat jaringanpemasaran bagi produk masing-masing perusahaan. Merger dan akusisi ekstensi pasar sering dilakukan oleh perusahan- perusahan lintas Negara dalam rangka ekspansi dan penetrasi pasar. B. Faktor yang mendorong perusahaan untuk melakukan merger
  • 35.
    Motivasi perusahaan untukmelakukan alternatif strategi merger antara lain : · Untuk mendapatkan kesempatan beroperasi dalam skala usaha yang hemat, · Guna meningkatkan pangsa pasar, · Menghilangkan tidak efisien melalui operasional dan pengendalian finansial yang lebih baik, · Kesempatanmenggabungkan sumber dayaataupun pasar yangdimiliki masing-masing Bank. Selain itu masih terdapat beberapa faktor yang mendorong motivasi untuk merger, seperti: upaya diversifikasi, menurunkan biaya dana, dan menaikkan harga saham secara emosi (bootstrapping of earning per share) karena adanya pengumuman akan merger bagi Bank publik. · Berguna sebagai platform pertumbuhan perusahaan.[2] · Mengurangi pengeluaran-pengeluaranorganisasional dengancaramenghapuskanpenggandaandan mentransfer pengetahuan diantara dan antar unit-unit bisnisatau alur produk individu.[3] C. Prasyarat melakukan merger Hazel J.Johnson(1995)menyatakan, prasyarat yang harus dianalisis terlebih dahulu dari kedua Bank yang akan melakukan merger adalah: Kondisi keuangan masing-masing Bank, merger sesama bank sehat atau karena collapse Kecukupan modal Manajemen, baik sebelum atau sesudah merger Apakah merger dapat memberi manfaat bagi pengguna jasa Bank tersebut Johnson lebih lanjut menyatakansetiap lembaga yangakan melakukanmerger, pada umumnya mempunyai beberapa isu penting yang relevan untuk dianalisis sebelum merger dilakukan, antara lain: Kapan waktu yang tepat untuk melakukan merger? Bagaimana mengidentifikasi kecocokan pasangan (partner) untuk merger? Bagaimana mengkomunikasikan denganbaik atas rencana merger ini kepada seluruh pihakyang berkepentingan agar niat merger mempunyai dampak yang positif di pasar? Bagaimana melakukan cara, yang akan dilakukan untuk konsolidasi diantara Bank yang merger? D. Merger Lintas Negara Definisi: Merger lintas negara adalah transaksi dimana dua perusahaan dengan tempat-tempat operasi di beberapa negara yang berbeda menyetujui penyatuan kedua perusahaan tersebut dimana kedua perusahaan mempunyain kedudukan yang sederajat.[4] Mendorong keputusan untuk menyatukanoperasi atas dasar kedudukan yangsederajat adalahsuatukenyataan bahwa kedua perusahaan mempunyai kemampuan yang jika digabungkan diharapkan bisa menciptakan keunggulan-keunggulan kompetitif yang akan membantu keberhasilan di pasar global. Alasan – alasan untuk melakukan Merger lintas negara:
  • 36.
    Ada lebih darisatualasan bagi perusahaan untuk melakukan merger lintas negara antara lain : meningkatnya kekuatan pasar, penyelesaian hambatanmasuk, biayapengembangan produk baru, meningkatnya kecepatanmencapai pasar, dan meningkatnya diversifikasi. Dari lima alasan tersebut, satuyangpalingmendorong diambilnya keputusan untuk melakukan merger lintas negara adalah keinginan untuk meningkatkan kekuatan pasar. Kekuatan pasaradalah produk dari besar (ukuran)perusahaan, tingkat ketahanan keunggulan kompetitif saat itu, dan kemampuannya membuat keputusan saat ini yangakanmenhasilkan keunggulan kompetitifbaruuntuk masadatang.[5] Perusahaandapat meningkatkankekuatan pasar mereka melalui akuisisi lintas negara maupun merger lintas negara. E. Evaluasi keberhasilan dan kegagalan merger Membuat proyeksi keberhasilanmerger pentingdilaksanakan, sebelum merger dilakukansecara legal. Tahapandiawali dengan due diligence (uji tuntas) atas perusahaanyangakandikonsolidasikan. Penilaiandilakukanatas sinergi yang akan diperoleh, dilihat dari sinergi operasional dan sinergi finansial. Sinergi operasional,umumnya denganmembandingkansumber daya masing-masingperusahaan, antara lain: Visi Misi dan tujuan perusahaan, perencanaanstrategik,Sumber Daya Manusia, jaringan, pangsa pasar, Informasi Teknologi yang digunakan, dan budaya kerja masing-masing perusahaan. Evaluasi finansial, didasarkan atas: analisis laporankeuangan perusahaan, berupa neraca dan laba rugi, baik yang berupa on atau off balance sheet, sertafee basedincome. Metoda yang digunakan bermacam-macam, salah satunya menitik beratkan pada cash flow, sebagai berikut: Analisis proyeksi arus kas dengan menggunakan diskon faktor sesuai biaya dana perusahaan (Discounted cash flow approach) Analisis yangdidasakan atas ratioharga saham denganpendapatan(PriceEarningRatio)dibandingkandengannilai P/E dari perusahaan sejenis Penilaian atas dasar nilai buku,yangbeberapapos dari neraca disesuaikandengan perkiraan risiko yangmungkin ada sehingga mengurangi nilai buku (Adjusted book value) Banyak perusahaan atau Bank yang mengalami kegagalan saat dilakukan merger, disebabkan, antara lain: Harga yang ditetapkan saat dilakukan merger terlalu tinggi akibat analisis sebelumnya tidak akurat Sumber pembiayaan merger berasal dari pinjaman berbiaya tinggi Asumsi yang salah dengan mengharapkan booming market, yang ternyata terjadi sebaliknya Tergesa-gesa, sebelum dilakukan uji tuntas dengan baik Perbedaan kedua perusahaan terlalu besar Budaya kerja tak dapat disatukan Krisis manajerial karena ingin mempertahankan semua manajemen yang ada di kedua perusahaan. Contoh merger : o Relative banyak, sebut saja dua perusahaanteleponSony dan Ericsonyangberubah menjadi Sony-Ericson,di dunia perbankan Internasional sangat banyak yangmelakukan merger.Di Indonesia yangpalingdikenal adalahmerger 4 (empat) BankPemerintahyaituBank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank PembangunanDaerah dan BankEkspor ImporIndonesia menjadi Bank Mandiri. Saat ini Bank Mandiri menjadi Bank dengan Asset terbesar di Indonesia yang berarti tujuan mergernya tercapai.[6] o SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta yangmerupakan gabungan dua SMA Negeri bertetangga, yaituSMA Negeri IX dan SMA Negeri XI yang masing-masingberdiri tahun 1959 dan 1960.Kedua sekolahini bergabungpada 5 Oktober1981, karena selalutawuran (bentrok), masing-masing
  • 37.
    mengklaim SMAnya palingjago.Setelahdigabungmenjadi SMA 70 prestasinya terus meroket menjadi SMAN Plus tingkat Kotamadya Jakarta Selatan, membuka LayananProgram Percepatan Belajar (kelas akselerasi), menjadi SMAN Plus Tingkat Provinsi DKI, membuka Layanan Program Sertifikasi Internasional A/ASLevel yangmengacupada University of Cambridge International Examination (kelas internasional), menjadi SMAN Plus Standar Nasional dan mulai tahunajaran2006-2007, ditetapkan sebagai salah satuRintisanSekolahBertaraf Internasional (RSBI). Sumber: http://id.shvoong.com/tags/merger-adalah Divestasi Dalam finansial dan ekonomi, divestasi adalah pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentukfinansial ataubarang, dapat pula disebut penjualan dari bisnis yangdimiliki olehperusahaan. Ini adalah kebalikan dari investasi pada aset yangbaru. Perusahaan memiliki beberapa motif untuk divestasi. 1. sebuah perusahaan akanmelakukan divestasi (menjual) bisnis yangbukan merupakan bagian dari bidangoperasional utamanyasehingga perusahaan tersebut dapat berfokus pada area bisnis terbaikyangdapat dilakukannya. Sebagai contoh, Eastman Kodak, FordMotorCompany, dan banyak perusahaanlainnyatelahmenjual beragambisnis yangtidakberelasi dengan bisnis utamanya. 1. untuk memperolehkeuntungan.Divestasi menghasilkan keuntunganyanglebih baik bagi perusahaankarena divestasi merupakanusaha untukmenjual bisnis agar dapat memperoleh uang. Sebagai contoh, CSX Corporationmelakukandivestasi untuk berfokus pada bisnis utamanya yaitupembangunanrel kereta api serta bertujuan untuk memperoleh keuntungansehingga dapat membayar hutangnya pada saat ini. 1. kadang-kadangdipercayai bahwa nilai perusahaanyangtelahmelakukandivestasi (menjual bisnis tertentumereka)lebih tinggi daripada nilai perusahaan sebelum melakukandivestasi. Dengan katalain, jumlahnilai aset likuidasi pribadi perusahaan melebihi nilai pasar bila dibandingkan denganperusahaan pada saat sebelum melakukan divestasi. Hal ini memperkuat keinginan perusahaan untuk menjual apayangseharusnya bernilai berharga daripada terlikuidasi pada saat sebelum divestasi. 1. unit bisnis tersebut tidak menguntungkanlagi. Semakinjauhnya unit bisnis yangdijalankandari core competence perusahaan, makakemungkinangagal dalam operasionalnya semakinbesar. Beberapa perusahaanmenggunakanteknologi untukmemfasilitasi proses divestasi beberapa divisi. Mereka mempublikasikan informasi tentang divisi mana saja yangingin mereka jual pada situs resmi mereka sehingga dapat dilihat olehperusahaanlain yangsekiranya tertarikuntuk membeli divisi tersebut. Sebagai contoh, Alcoa telahmendirikan sebuah online showroom yangmenampilkandivisi yangmerekajual. Dengan melakukan komunikasi secara online, Alcoa telahmengurangi biaya yangdibutuhkan untuk membiayai divisi yangbergerak pada hotel, usaha transportasi,dan urusan pertemuan Apa yangdimaksuddengan holdingcompanyataudisebut juga PerusahaanInduk dalambahasa Indonesia, adalah suatuperusahaanyang bertujuan untuk memilikisahamdalam satuataulebih perusahaanlain dan dapat mengendalikan semua jalannyaproses usaha pada setiap badan usaha yangtelah dikuasai sahamnya.Denganmelakukan pengelompokan perusahaanke dalam induk perusahaan, diharapkantercapainya tujuan peningkatanataupenciptaannilai pasarperusahaan(market value creation)berdasarkanlini bisnis perusahaan.Perusahaan Induk seringjuga disebut dengan HoldingCompany, parent company, atauControllingCompany. Biasanya (walaupuntidakselamanya),suatuPerusahaan Induk memiliki banyakperusahaan yangbergerakdalam bidang-bidangbisnis yangsangat berbeda-beda.[3]Sedangkan perusahaan-perusahaanyang manajemendan operasionalnya dikendalikanolehperusahaaninduk disebut dengan sebagai PerusahaanAnak (Subsidiary Company). Hubungan antara perusahaan induk dan perusahaananakdisebut Hubungan Affiliasi. Perusahaananakmerupakanunit perusahaanyangterpisah dan mandiri secara yuridis dari perusahaan induk.
  • 38.
    Dalam dunia bisnis,kehadiran holdingcompanymerupakansesuatuhal yanglumrah, mengingat banyakperusahaan yangtelahmelakukan kegiatan bisnis yangsudah sedemikianbesar dengan berbagai garapankegiatan, sehingga perusahaanituperludipecah-pecahmenurut penggolonganbisnisnya. Namundalam pelaksanaan kegiatan bisnis yangdipecah-pecahtersebut, yangmasing-masingakanmenjadi perseroan terbatas yangmandiri masih dalamkepemilikan yangsama denganpengontrolanyangmasih tersentralisasi dalam batas-batas tertentu; artinya walaupun perusahaan tersebut telahdipecah-pecahdan menjadi perseroan terbatas tersendiri; tidakotomatis terpisahmutlak dari perusahaan holding. HoldingCompanyberfungsi sebagai perusahaaninduk yangberperanmerencanakan, mengkoordinasikan,mengkonsolidasikan, mengembangkan, sertamengendalikandengan tujuan untuk mengoptimalkankinerja perusahaansecara keseluruhan, termasukanakperusahaan dan juga afiliasi-afiliasinya. Penggabunganbadan usaha dalam bentuk HoldingCompany pada umumnya merupakancarayangdianggap lebih menguntungkan,dibandingdengan cara memperluas perusahaandengan cara ekpansi investasi. Karena denganpengabungan perusahaanini akan diperoleh kepastianmengenai: Daerahpemasaran, sumber bahanbakuataupenghematanbiaya melalui penggunaanfasilitas dan sarana yang lebih ekonomis dan efisien (Hadori yunus;1990). Ciri- ciri Holdingcompanyadalah: 1. Terdiri daripada dua orangataulebih. 2. Ada kerjasama. 3. Ada komunikasi antarsatuanggota denganyanglain. 4. Ada tujuan yangingin dicapai. 5. Memiliki induk perusahaanyaituholdingcompanyitusendiri. 6. Memiliki anak perusahaan, yaitubadan- badan usaha yangdikuasainya. 7. Menyerahkan pengelolaanbisnis yangdimiliki kepada manajemenyangterpisahdari manajemenholding. 8. Menguasai mayoritas saham dari masing-masingsaham di anakperusahaanholdingserta mengendalikansemua proses bisnis dari masing- masinganak perusahaantersebut yangtelah dikuasai sahamnya. 9. Setiap anak perusahaanholdingmemiliki linebisnis yangberbeda-beda. Yangdi mana hubunganantara induk perusahaan dengananak perusahaan di sebut hubungan affiliasi. 10. Membeli dan menguasai sebagian besar saham dari beberapa badan usaha lain. 11. Sumber pendapatanutama bagi HoldingCompany (PeusahaanInduk)adalah pendapatandevidenyangdiperoleh dari saham-saham yang dimilikinya. 12. Kekayaanholdingcompanydiperolehdari saham – sahamdari masing– masingbadanusaha yangdikuasainya. Terdapat dua model pengendalianperusahaan grup ditinjaudari kegiatanusaha induk perusahaannya, yakni investment holding companydan operatingholdingcompany. Yangmenurut penjelasannya investment holdingcompany hanya sebatas menanamkan sahamnya pada suatuperusahaan tanpa melakukankegiatanpendukungataupun kegiatan operasional, sedangkan operatingholdingcompany yaituinduk perusahaan menjalankankegiatanusaha ataumengendalikananakperusahaan.[4]
  • 39.
    Pengembanganbisnis melalui mekanismeperusahaangrup kini telahsemakin berkembangsecarapesat. Perusahaan grup dianggap sebagai bentuk usaha yangpalingmampumemenuhi kebutuhankegiatanusaha berskalabesar dan memiliki lini usaha yangterdiversifikasi.[5] Secara umum ada dua alasan utama pembentukan ataupengembangan perusahaangrup: 1. Perintah peraturan perundang-undangan, berimplikasi kepada terbentuknya perusahaangrup biasanya melibatkankepentinganekonomi pengelolaan negara/daerahdari badan usaha milik Negara/daerah.Peraturan peeundang-undangan ini memuat ketentuan yangdidorongoleh kepentinganbisnis dari penyertaanmodal pemerintahsertameningkatkanefisiensi ataupun daya saingbadan usaha yangbersangkutan. 2. Respons pelakuusaha terhadap escape clauseddalam peraturanpeeundang-undangan. Peraturanpetundang-undanganini biasanyabersifat sektoral yanghanyamengatur sektorusaha atauindustri kecil saja, pembentukannya disebabkanolehadanyarespons pelakuusaha pada suatu sektor usaha atauindustri.[6] 2.2 Klasifikasi Perusahaan Induk Variasi hubungan hukum antara perusahaaninduk dengan anak perusahaanjuga terlihat dari terdapatnya klasifikasi perusahaaninduk. Klasifikasi perusahaan induk tersebut dapat dilakukandenganmenggunakanberbagai criteriaseperti tinjauandari keterlibatannya dalam berbisnis, keterlibatannya dalam hal pengambilankeputusan, dan keterlibatan dalamhal equity.[7] Sedangkan menurut MunirFuady, klasifikasi perusahaan induk dapat dibagi dalam dalam 2 kriteria,yaituditinjaudari keterlibatannyadalam berbisnis, dan ditinjaudalam hal pengambilan keputusan.Klasifikasi kriteria dari perusahaan induk diterangkan lebih lanjut sebagai berikut: 1. Ditinjaudari segi keterlibatanperusahaan induk dalam berbisnis. Apabila dipakai sebagai kriterianyaberupa keterlibatanperusahaan induk dalam berbisnis sendiri (tidaklewat anak perusahaannya)maka perusahaan induk dapat diklasifikasikansebagai berikut : a) Perusahaan induk semata-mata. Jenis perusahaan induk semata-mata ini secara de facto tidak melakukanbisnis sendiri dalam praktek,terlepas dari bagaimanapengaturannya dalam anggaran dasarnya. Sebabjarangada anggaran dasar perusahaanyangmenyebutkanbahwa maksuddan tujuan perusahaansemata-mata menjadi perusahaaninduk. Jadi perusahaaninduk semata-mata ini sebenarnyamemangdimaksudkanhanya untukmemegangsahamdan mengontrol anakperusahaannya itu. b) Perusahaaninduk beroperasi. Berbeda dengan perusahaan induk semata-mata, perusahaan induk beroperasi disampingbertugas memegangsahamdan mengontrol anak perusahaan, juga melakukanbisnis sendiri. Biasanya perusahaan induk beroperasi memangsedari awal, sebelum menjadi perusahaan induk sudah terlebih dahuluaktif berbisnis sendiri. 2. Ditinjaudari keterlibatandalam pengambilan keputusan. Apabila dilihat dari faktorsejauh mana perusahaan induk ikut terlibat dalampengambilankeputusanolehanakperusahaan,maka perusahaan induk dapat dibagi dalam kategori: 1) Perusahaaninduk investasi. Dalamhal ini, tujuan dari perusahaaninduk investasi memiliki sahampada perusahaananaksemata-mata hanya untukinvestasi, tanpa perlumencampuri soal manajemendari perusahaananak. Karena itu, kewenangan mengelola bisnis sepenuhnyaatau sebagian besar berada pada perusahaan anak.
  • 40.
    2) Perusahaaninduk manajemen.Berbeda dengan perusahaaninduk investasi. pada perusahaan induk manajemen, keterlibatannyapada perusahaan anaknya tidakhanyasebagai pemegangsahampasif semata-mata. Tetapi turut serta dan mencampuri atausetidak-tidaknya memonitor terhadappengambilankeputusan bisnis dari perusahaananak.[8] 2.3 Proses Pembentukan HoldingCompany Secara Umum Proses pembentukanHoldingCompanydapat dilakukan dengantiga prosedur, yaitu: 1. Prosedur residu. Dalam hal ini perusahaan asal dipecahpecahsesuai masingmasingsektor usaha. Perusahaan yangdipecahpecah tersebut telah menjadi perusahaanyangmandiri,sementarasisanya(residu) dari perusahaanasal dikonversi menjadi perusahaanholding, yangjuga memegangsaham pada perusahaanpecahantersebut dan perusahaan-perusahaan lainnya jikaada. 2. Prosedur penuh.Prosedur penuh ini biasanya dilakukanjika sebelumnya tidak terlalubanyakterjadi pemecahan ataupemandirian perusahaan, tetapi masing-masingperusahaan dengankepemilikanyangsamaataubersama hubungan salingterpencar-pencar, tanpa terkonsentrasi dalam suatuperusahaaninduk. Dalamhal ini, yangmenjadi perusahaan induk bukansisa dari perusahaanasal seperti pada prosedur residu, tetapi perusahaan penuh dan mandiri. Perusahaanmandiri calonperusahaan induk ini dapat berupa: a. Dibentuk perusahaanbaru. b. Diambil salah satuperusahaandari perusahaanyangsudah ada tetapi masihdalam kepemilikanyangsama atauberhubungan. c. Diakuisisi perusahaan yanglain yangsudah terlebihdahulu ada, tetapi dengankepemilikanyangberlainandan mempunyai keterkaitansatu sama lain. 3. Prosedur terprogram. Dalamprosedur ini pembentukanperusahaan holdingtelahdirencanakan sejakawal memulai bisnis. Karenanya, perusahaan yangpertamasekali didirikandalam groupnya adalahperusahaanholding. Kemudian untuk setiap bisnis yangdilakukan, akan dibentuk ataudiakuisisi perusahaanlain. Dimanaperusahaanholdingsebagai pemegangsaham biasanya bersama-samadengan pihaklain sebagai partner bisnis. Apabila dilihat dari segi usaha variasi usahanya, suatugrup usaha konglomerat dapat digolong-golongkankedalam kategori sebagai berikut : 1) Grup usaha vertical. Dalamgrup ini, jenis-jenis usaha dari masing-masingperusahaansatusama lainmasih tergolongserupa.Hanya mata rantainya saja yangberbeda. Misalnya ada anakperusahaan yangmenyediakan bahanbaku, ada yangmemproduksi bahansetengahjadi, bahan jadi, bahkan ada pula yangbergerak dibidangeksport-import. Jadi, suatukelompokusaha menguasai suatujenis produksi dari huluke hilir. 2) Grup usaha horizontal.Dalam grup usaha horizontal,bisnis dari masing-masinganak perusahaan tidak ada kaitannya antara yangsatu dengan yanglainnya. 3) Grup usaha kombinasi. Ada juga grup usaha, dimana jika dilihat dari segi bisnis anak perusahaannya, ternyata ada yangterkait dalamsuatu mata rantai produksi (dari huluke hilir), disampingada juga anak perusahaan yangbidangbisnisnya terlepas dari satusama lain. Sehingga dalam grup tersebut terdapat kombinasi antara grup vertical dengangrup horizontal. 2.4 ManajemenOperasi HoldingCompany: Untuk menjadi holdingcompany satuperusahaanharus memiliki proporsi sahamperusahaanlain yangcukup besar. Perusahaanlain yangberada di bawah pengendalian holdingcompanydisebut dengan anakperusahaanatausubsidiary company.Satuholdingcompanydapat menguasai beberapa perusahaanlain dalam industryyangberbeda. Sebagai contohsatuholdingcompanymemiliki beberapa anakperusahaan yangbergerak di bidang otomotif, real estate,kimiadan obat-obatan, perkebunan,dan pertanian. 2.5 TanggungJawabInduk PerusahaanTerhadapPerikatanAnakPerusahaan
  • 41.
    Sebuah Perusahaan dalammenjalankanusahanya sudah pasti berhubungan denganpihak lainyaitupihak ketiga. Perusahaanmelakukantransaksi jual beli, kredit dari perbankan, sewa-menyewa dan lain sebagainya. Biasanya kalautransaksinyadapat berjalandengan lancaratautidakada masalah kondisinyaakanaman-aman saja, namunbila terjadi sebaliknyaterjadi masalah misalnya perusahaan melakukanwanprestasi maka yang dicari adalah yangmenyangkut tanggungjawab. Berhubungyangmelakukantransaksi adalah suatuPerusahaanmaka mengenai masalah tanggungjawab dipengaruhi oleh statusnya, apakahberstatus badan hukum atautidak. Adanya perbedaanstatus tersebut berpengaruhpada siapa yangharus bertanggungjawab.[9] 2.6 KeuntunganDan Kerugian Dari Perusahaaan Induk Eksistensi suatugrup usaha konglomerat cenderunguntukmempunyai perusahaaninduk (holding), tetapikeberadaan dari perusahaan induk itu sendiri punya keuntungandan kerugian. Di antara keuntungan mempunyai suatuprerusahaaninduk dalam suatukelompokusaha adalah sebagai berikut: Kemandirian Risiko Karena masing-masinganakperusahaanmerupakanbadan hukum berdiri sendiri yangsecara legal terpisahsatusama lain, maka pada prinsipnya setiap kewajiban, risikodan klaimdari pihak ketiga terhadap suatuanakperusahaan tidak dapat dibebankankepada anakperusahaan yanglain, walaupun masing-masinganak perusahaantersebut masihdalam suatugrup usaha, ataudimiliki olehpihak yangsama.Namundemikian,prinsip kemandiriananakperusahaan ini dalamhal dapat diterobos. Kadangkalaperusahaaninduk dapat melakukankotrol yanglebih besar terhadap anak perusahaan,sungguh pun misal nya memiliki sahamdi anak perusahaankurangdari 50%. Hak Pengawasan YangLebih Besar Jika perusahaan induk diberikan hakveto. Hal seperti ini dapat terjadi antara lain dalam hal-hal sebagai berikut: Eksistensi perusahaaninduk dalam anak perusahaaansangat diharapkanolehanakperusahaan.Bisa jadi disebabkan karena perusahaanholding dan/ataupemiliknya sudah sangat terkenal. Jika pemegangsaham lain selainperusahaaninduk tersebut banyak dan terpisah-terpisah. PengotrolanYangLebih Mudah Dan Efektif Perusahaan induk dapat mengontrol seluruh anakperusahaan dalam suatugrup usaha, sehingga kaitannyalebih mudah diawasi. operasional YangLebih Efisien Dapat terjadi bahwa atas prakarsa dari perusahaaninduk, masing-masinganakperusahaandapat salingbekerja sama,salingmembantusama lain. Misalnya promosi bersama,pelatihanbersama, salingmeminjamsumber daya manusia, dan sebagainya. Disampingitu, kegiatanmasing-masing anak perusahaan tidak overlapping. Karena masing-masinganakperusahaanlebih besar dan lebih benefiddalam suatukesatuandibandingkan jikamasing-masinglepas satusama lain, maka kemungkinanmendapatkan dana oleh anakperusahaandari pihak ketiga relative lebih besar. Lavarage buyout Pembelian terutang (leveragedbuyout; LBO)adalah akuisisi (biasanya perusahaan, tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estat) yangharga belinya dibantuoleh gabungan sahamdan utangdan yangarus kas atauaset targetnya dipakai untuk menjamindan melunasi utang. Karena utang biasanya memiliki biayamodal yanglebih rendah daripada saham, imbal balik saham meningkat seiringpeningkatanutangnya.Utangtersebut otomatis menjadi dongkrak untuk menambahimbal balik yangmenjadi asal usul istilah LBO (secara harafiah "pembelianterdongkrak").
  • 42.
    LBO umum dijumpaidalam lingkungan mergerdan akuisi M&A)zaman sekarang. IstilahLBO biasanyadipakai ketika sebuah sponsorfinansial mengakusisi sebuah perusahaan. Akantetapi,banyaktransaksi korporat separuhdidanai olehutangbank, sehingga bisa juga digolongkan ke LBO. LBO memiliki berbagai macambentuk seperti Management Buy-out (MBO), Management Buy-in(MBI), pembeliansekunderdan tersier. LBO bisa dilakukan pada situasi pertumbuhan,restrukturisasi, dan insolvensi sebagaimana yangterjadi di perusahaan-perusahaandengan kinerja yangstabil. KebanyakanLBO dilakukandi perusahaan swasta,tetapi bisa juga dilakukan di perusahaanterbuka (melalui transaksi PtP, Publik ke Privat). Ketika sponsorfinansial meningkatkanimbal balik mereka denganmemakai dongkrakyangsangat tinggi (yaiturasio hutangdan saham yang tinggi), mereka memiliki insentifuntuk memakai sebanyakmungkin utanguntukmendanai suatuakuisisi. Hal ini dapat memunculkanmasalah ketika perusahaan "terlaluterdongkrak",artinya mereka tidak menghasilkan arus kas yangcukup untuk melunasi utangmereka yangkemudian berujung pada insolvensi ataupertukaranutang-ke-sahamketika para pemegangsahamkehilangankendali atas perusahaandan penyedia utang berhak memegangsahamtersebut. BAB VI ANALISA KESEHATAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN BADAN USAHA MILIK SWASTA (BUMS) DAN BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DAN CARA MENGATASINYA SECARA UMUM ANALISIS KESEHATAN DAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN BUMS DAN BUMNPert.25-26 Kesulitan keuangandan prediksi kebangktutan Kebangkrutanadalah kondisi keuangan perusahaanyangmengalami kesulitankeuangan dalamjangkapendek (likuiditas atautechnical solvency) dan mengalami insolvency(debt > asset).Pengertian lainnya dapat dikatakan bila total kewajibanmelebihi total aktiva. Sebagai contoh di Indonesia tahun 1997-an,puluhanbank mengalami kebangkrutan. Tetapi pemerintah tidak inginbank-banktsbbangkrut maka diberikan bantuan (BLBI) yangsangat merugikanNegara dalamjumlah yangsangat besar sehingga berdampak kepada perekonomianIndonesia sampai saat ini. Pemerintah memberikan kredit BLBI karenamenjaga kredibilitas pemerintahdi mata maryarakat dan dunia. Kondisi incolvencyada dua pilihan yaitulikuidasi(kebangkrutan) dan reorganisasi (retrukturisasi).Hal-hal perusahaandalam mengalami kebangkrutanal: kegagalandibidangmanajemen, operasional,penyelewengan, bencana,persainganyangsangat tajamdan lainnya. Sebab-sebab kegagalan usaha dan perusahaan mengalami kesulitankeuangan: Kekurangan pengalamanmanajemensecara operasional dan tidakkompeten Kurangnya pengalaman secara manajerial. Keseimbangan antara keuangan,produksi, pemasarandan fungsi lainnya tidak baik.
  • 43.
    Penyelewengandan korupsi atauKKN. Bencanaalam, tuntutanserikat buruh yangberlebihan, pungli, dan lainnya Peraturanpemerintah yangmemberatkan antaralain kenaikanBBM,perpajakandan lainnya. Karena persaingan yangsangat tajamantarperusahaansejenis. Mengalami kerugian terus menerus. Faktor-faktor lainnya. Metode Memprediksi Kebangkrutan 1. Analisis Rasio Keuangan 2. Z Score – Metode Altman 3. Shut Down Point – Shut Down Cost 4. Analisis Surat Keputusan MenNegBUMN Note: BUMStidak menggunakanmetode ke-4 Analisis kebangkrutan 1. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Analisisnya dapat dibagi dalam 2 hal yaitu: 1) Analisis Univariate Rasio-rasio diuji secara terpisah untuk mengetahui penympangan Memperhatikan denganteliti atas variabelitas al: pengaruh biaya tetapberbandingpendapatanoperasi (operationincome) atau rasio FC/OI tidak baik dan pengaruh Time Interest Earned(TIE) yangdibandingkandengan laba (bunga lebih tinggi dari laba).Penilaian prediksi kebangkrutan dapat juga dilakukan dengan menilai rasio-rasio keuanganlainnya. 2) Analisis Multivariate. Analisis ini menggunakan2 ataulebih varabelitas kedalam satupersamaan.Contohnya model regresi: Y = a+a1X1+a2X2+……+anXn Karena data analisis regresi adalahmasa lampau, makadiadakananalisis diskriminan denganmenggunakan tehnikstatistic. Analisis kebangkrutan Analisis kebangkrutan ini dipopulerkan oleh EdwardI. Altmandi NewYork Universitypertengahantahun1960menggunakan “analisisdiskriminan”untukmemprediksi kebangkrutan perusahaan. Altman adalahpioner memprediksi tentangkebangkrutan.Altman menganalisis perusahaanbesar di USA dengan 22 rasio keuangan, tetapi hanya 5 rasiodominandalam memprediksi perusahaan mengalami kebangkrutanatautidak.
  • 44.
    Analisis diskriminan/ kebangjrutanterdiri3 tahap: a. Menyusun klasifikasi kelompokbersifat mutuallyexclusive. Setiapkelompok dibedakandengan satudistribusi peluang(probability distribution) sesuai cirri-cirinya. b. Mengumpulkandata untuk pengamatandalam kelompok. c. Menurunkan kombinasi linier dari ciri-ciri tsb“palingbaik” mendiskrimi nasikannya (membedakannya)diantara kelompok “palingbaik”, artinya kombinasi ygmeminumkanpeluangada kesalahanklasifikasi. Analisis kebangkrutan Altman Model”s., fungsi Z (Zeta) Z= ,012X1+0,14X2+0,033X3+0,006X4+0,999X5 Dimana: X1 = Modal Kerja/Total Aset ( %) X2= Laba ditahan/Total Aset (%) X3= Laba sebelum bunga dan pajak/Total Aset (%). X4= (Nilai pasar Saham Biasa dan Saham Preferen) / Nilai BukuTotal Utang. (%) X5 = Penjualan /Total Aset.(kali) d. 3 or above = Far from beingbankruptcy Analisis kebangkrutan 2) Menurut BookValue dan Market Value, Z score: Market Value Book Value 1. Very High Probability of Bankruptcy 1,80 orless 1,20or less 2. High ProbalbilityBankruptcy Z 1,81 -2,991,20–2,90 3 Possible BankrkuptcyZ> 2,992,90 4. Far from beingbankruptcy3,00 above 3,00above Kemudian Altman, mengembangkan4 versi variabel yangberlakuperusahaan public mapun pribadi, atauperusahaanmanufaktur dan jasa. Z = 6,56X1+ 3,26X2+6,72X3+ 1,05X4. Dalam 4 versi ini, tidaktercatat total penjualandibagi total asset,sehingga analisisnya sempit bila dibandingdengan kedua model Altmandiatas.
  • 45.
    Dalam kuliah MKP,yangkitapakaiadalah kedua model tsbdiatas ( 5 versi ataudari X1 s/dX5) dengan mengklasifiasikanperusahaan “Go public dan bukan Go public”. Analalis kebangkrutan Badan UsahaMilik Negara 2. Badan Usaha Milik Negara ( BUMN). Untuk menilai kesehatanataukebangkrutanBUMN, sampai saat ini berlakuKeputusan Menteri Negara BUMNNo: 100/MBU/2002/ tanggal 4 Juni 2002. Setiap BUMN harus membuat analisis kesehatansuatuBUMN,yangdilaporkanke Menteri BUMN. Dalam SK tersebut dikategorikan hal-hal sebagai berikut: Analisis Kebangkrutan A. Tingkat kesehatan:BUMN 1. Sehat, terdiri dari : a. AAA apabila total (TS) > 95 b. AA apabila 80 <=”95 c. A apabila 65 <TS<=”80. 2. KurangSehat, yangterdiri dari : a. BBB apabila 50<TS<=”65 b. BB apabila 40<.TS<=”50 c. B apabila 30<TS< =”40. 3. Tidak sehat, yangterdiri dari: a. CCC apabila 20<TS<”30 b. CC apabila 10<TS<=”20 c. C apabila TS<=”20 Tingkat kesehatanBUMN berdasarkanpenilaian terhadapKinerja perusahaanmeliputi: A. Aspek Keuangan. B. Aspek Operasional. C. Aspek Administrasi. 3) LaporanPeriodik, kalauditerima Dekom/Pengawas danPemegangsahamatauMenteri BUMNpalinglambar 2 bulan setelah berakhirnya periode. Jumlah keterlambatan: Lebih cepat sama dengannol hari skor= 3,dan
  • 46.
    0<x< 30 hariskor= 2, 30<x<60hari skor=1, dan <60 skornya =0 4) LaporanPembinaanUsaha Kecil dan Koperasi (PUKK)merupakanhal yangharus dilakkan olehBUMN.Indikatornyadengan menilai efketivitas penyaluran bantuannilai skor = 3, dan Tingkat kolektibilitas pengembalianpinjamandengan skor =3,Jumlah skor untuk PUKK ini = 6. Pada umumnya Persero,milik BUMNmemberikandata maupun laporannya ke Menteri, Dekom, PemegangSaham disampaikantepat waktu begitujuga masalah PUKK dsbnya, karena para Direksi dapat melakukankoordinasi masalahini dengan divisi-divisinya. Persero “KFM” LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk Tahun Ygberakhir tanggal 31 Desember 2004 Penjualan bersih 1.816.384 Bebab pokok penjualan 1.273.699 Laba kotor 542.685 Beban usaha Beban umum dan administrasi 454.028 Laba usaha 88.657 Penghasilan(beban)dan hasil investasi (12.121) Laba sebelum pajak 76.536 Beban (penghasilanpajak) 33.607 Laba bersih 42.929 Laba Per Saham Dasar (EPS) 7,729 Analisis Shut Down PointMemprediksi Kebangkrutan–PenutupanUsaha Alternatif-Alternatif Mengatasi Kesehatan dan Prediksi Kebangkrutan Perusahaan. 1. PemecahanSecara Informal, dilakukan dengan: a. Dilakukan dengan segera bila keadaanbelum begituparah(earlywarningsystem). b. Melakukan “Extension (perpanjangan) “yaitumelakukannegosiasi dengankreditor dan pemasokuntukmemperpanjangjatuh tempohutang c. Composition(Komposisi) yaitumelakukan negosiasi dengan kreditor/pemasokuntuk dapat mengurangi besarnya tagihan, atauklaimhutang dari 100% menjadi 60%. d. Melakukan likuidasi, jikanilai likuidasi lebih besar dibandingkandengan “goingconcernatauterus menerurs”, bila perusahaandilikuidasi secara formal. e. Melakukan merger/concolidationdengan perusahaanlainnya. Diadakan negosiasi dengan kreditor/pemasokdengan kurator dan hasilnya:
  • 47.
    1). Sebesar 50%“ utangditurunkanstatusnya menjadi utangdisubordinasikan” 2). Sebesar 50% yangdisubordinasikan statusnya diturunkan menjadi sahampreferen. 3). Sebsar 50% saham preferenstatusnya diturunkan menjadi sahambiasa. Struktur Modal Baru. Kompenen Jumlah Utang$ 5 juta Utangdisubordinasikan 7,5 Saham Preferen5 Saham Biasa 2,5 Total $ 20juta. Alternatifmenyehatkan "Persero BUMN” Campur tanganPemerintah,dengan memberikandana untuk modal kerja dan investasi, subsidi dengan persetujuan DPR. Contohnya: Merpati Nusantara, Garuda Indonesia, PLN dan lainnya. Melakukan reorganisasi, struktur organisasi,mengganti manajemen, melakukanPensiun Muda, pengurangan karyawan dan lainnya. Melakukan “Concolidation” seperti BankMandiri terdiri dari bank-bank pemerintahlainnya. Melakukan “Cost Reduction”disegala bidangdengan konsekuen Restrukturisasi, reschedulingutang-utang(Composositiondan Extension)kepada kreditor dengan bunga relatifrendah denganjaminan pemeritnah.Penilaiankembali struktur modal baru. Pemerintah tidak banyakcampur tangan dalam BUMN Membentuk Strategic Business Unit untuk“profit center”, RSPertamina, RSPelni, Garuda Maintenance Facilitydan lainnya.. Melakukan evaluasi kontrak-kontrakyangmerugikan Perserodan menjual asset yangtidaklangsungberhubungan denganoperasi perusahaan, contohmenjual rumah-rumahdinas dllnya. Mengundang“Investor asingdandalamnegeri” untuk membeli sahamPersero,kecuali Persero sangat strategis, PLN, Garuda Indonesia dan lainnya. Melakukan aliansi strategi dengan perusahaan asing. Dan lainnya.