REPRESENTASI PENGETAHUAN mekanisme penalaran/Inferance Mechanisme  : kumpulan prosedur yang digunakan untuk menguji (melacak dan mencocokkan) untuk mencari solusi. PENGETAHUAN  =  data / fakta + mekanisme penalaran   d irepresentasikan    melalui komp/system fakta,ide,teori hub.nya dlm domain ttt  KNOWLEDGE BASE
Langkah membangun sistem AI Pengumpulan pengetahuan dari berbagai sumber  (otak/pengetahuan pakar, buku, artikel, dll) Diorganisasikan (skema)   SKEMA DEKLARATIF cocok untuk menggambarkan fakta2 asersi yang termasuk skema representasi pengetahuan deklaratif:  Logika,  Jaringan Semantik, Frame,  Script  SKEMA PROSEDURAL cocok untuk menyatakan aksi dan prosedur yang termasuk skema representasi pengetahuan prosedural:  Prosedure/SubRoutine, Kaidah Produksi   Dimodifikasi
LOGIKA Merupakan sutau pengkajian ilmiah tentang serangkaian penalaran, system kaidah dan prosedur yang membantu proses penalaran. Proses logika : proses membentuk kesimpulan / menarik suatu inferensi berdasarkan fakta yang telah ada. Merupakan bentuk representasi pengetahuan yang paling tua.
Penalaran Deduktif penalaran ini bergerak dari penalaran umum menuju ke konklusi khusus umumnya dimulai dari suatu silogisme / pernyataan premis dan inferensi umumnya terdiri dari tiga bagian: premis mayor, premis minor dan konklusi. Contoh : Premis mayor : Jika hujan turun saya tidak akan lari pagi  Premis minor : Pagi ini hujan turun Konklusi : Oleh karena itu pagi ini saya tidak akan lari pagi
Penalaran Induktif dimulai dari masalah khusus menuju ke masalah umum. menggunakan sejumlah fakta / premis untuk menarik kesimpulan umum  Contoh: Premis 1 : Dioda yang salah menyebabkan peralatan  elektronik rusak Premis 2 : Transistor rusak menyebabkan peralatan  elektronik rusak Premis 3 : IC rusak menyebabkan peralatan elektronik  tidak berfungsi Konklusi : Maka, peralatan semi konduktor rusak  merupakan penyebab utama rusaknya peralatan  elektronik. Konklusi tidak selalu mutlak, dapat berubah jika ditemukan fakta-fakta baru
Logika Proporsional Bentuk logika komputasional ada 2 macam : Logika proporsional atau kalkulus dan Logika Predikat Suatu proposisi merupakan suatu statement / pernyataan yang menyatakan benar (TRUE) atau salah (FALSE) 3+3=6 (logika proposisi) 3+7=5 (logika proposisi FALSE) Makanan orang indonesia adalah nasi (pernyataan yg nilainya bisa benar/salah) Hari ini hujan (logika proposisi) Operator logika (penggabungan proposisi) Konjungsi (and) Disjungsi (or) Negasi (not) Imlikasi (   ) Ekuivalensi (<-->)
Untuk menggambarkan berbagai proposisi, premis / konklusi gunakan symbol seperti huruf abjad Misal : P : Tukang Pos mengantarkan surat mulai Senin sampai  dengan Sabtu Q : Hari ini adalah hari Minggu R : Maka hari ini tukang pos tidak mengantarkan surat Inferensi (kesimpulan) pada logika proposisi dapat dilakukan dengan menggunakan resolusi Resolusi merupakan suatu aturan untuk melakukan inferensi yang dapat berjalan secara efisien dalam suatu bentuk CNR (Conjuction Normal Form)
Mengubah  kalimat ke dalam bentuk CNF hilangkan implikasi dan ekivalensi kurangi lingkup semua negasi menjadi satu negasi saja gunakan aturan asosiatif dan distributive untuk mengkonversi menjadi conjuction of disjunction buat satu kalimat terpisah untuk tiap-tiap konjungsi
Contoh : Tentukan CNF dari P ^ Q   CNF = P  ν   Q P Q P^Q   B B B P  ν  Q B S S   S B S   S S S  
Tentukan CNF dari P    Q   CNF = (P  ν  Q) ^ (-P  ν  Q) ^ (-P  ν  –Q)   P Q P   Q   B B B P  ν  Q B S S   S B B -P  ν  Q S S B -P  ν  -Q
Diketahui basis pengetahuan (fakta-fakta yg bernilai benar) sbb: P (P^Q)    R (SvT)    Q T Buktikan kebenaran R. Konversi ke bentuk CNF : ¬PV¬QVR  menghilangkan implikasi : ¬(P^Q)VR  mengurangi lingkup negasi :(¬PV¬Q)VR  gunakan asosiatif : ¬PV¬QVR  2. (P^Q)    R P Sudah bentuk CNF 1. P CNF Langkah-langkah Kalimat
Kemudian tambahkan kontradiksi pada tujuannya, R menjadi ¬R, shg fakta –fakta(dlm bentuk CNF) menjadi : 1. P 2. ¬PV¬QVR 3. ¬SVQ 4. ¬TVQ 5. T 6. ¬R T  Sudah bentuk CNF 4. T ¬SVQ ¬TVQ menghilangkan implikasi : ¬(SVT)VQ  mengurangi lingkup negasi:(¬S^¬T)VQ  gunakan distributif : (¬SVQ)^(¬TVQ) 3. (S^T)    Q CNF Langkah-langkah Kalimat
Resolusi pada Logika Proposisi ¬PV¬QVR ¬R ¬PV¬Q P ¬Q ¬TVQ ¬T T 2 1 4 5
Logika Predikat / Kalkulus Predikat Suatu logika yang seluruhnya menggunakan konsep dan kaidah proporsional yang sama. Disebut juga kalkulus predikat Kalkulus predikat memungkinkan bisa memecahkan statement ke dalam bagian komponen, yang disebut objek. Contoh : Ani makan apel    makan (Ani,apel)   3 + 3    +(3,3) Suatu proposisi / premis dibagi menjadi 2 bagian yaitu ARGUMEN (objek) atau PREDIKAT(keterangan) Argumen adalah  individu / objek yang membuat keterangan Predikat adalah keterangan yang membuat argumen atau predikat
Dalam suatu kalimat, predikat bisa berupa kata kerja / bagian dari kata kerja Bentuk umum :  PREDIKAT [individu(objek)1, individu(objek)2] Misal:  Mobil berada dalam garasi,   dinyatakan menjadi: di dalam (mobil,garasi)   mobil=argumen (objek)   garasi=argumen(objek) Contoh lain:  Proposisi : Hanif rajin belajar Kalkulus predikat : rajin (Hanif, belajar) Proposisi : Pintu terbuka Kalkulus predikat : buka(pintu)
Variabel : huruf bisa menggantikan argumen “ symbol” juga bisa digunakan untuk merancang beberapa objek / individu misal : x = Hanif dan y=belajar   proposisinya : rajin(x,y) dengan menggunakan system ini knowledge base dapat dibentuk pengetahuan diekspresikan dalam kalkulus predikat yang bisa dimanipulasi agar menimbulkan inferensi
Fungsi : Predikat kalkulus membolehkan penggunaan symbol untuk mewakili fungsi-fungsi  Misal : ibu (Hanan)=Wilis , ibu (Mulia)=Yuli Fungsi dapat digunakan bersamaan dengan predikat Contoh: saudara(ibu(Hanan),ibu(Mulia))=saudara(Wilis,Yuli) Predikat di atas menjelaskan bahwa Wilis dan Yuli adalah bersaudara.
Operasi operator yang sama seperti pada logika proporsional misal:  proposisi : Rojali suka Juleha, suka (Rojali, Juleha) proposisi : Mandra suka Juleha, suka(mandra,Juleha) 2 predikat di atas, ada 2 orang menyukai Juleha, untuk memberikan pernyataan adanya kelembutan: suka (X,Y) and suka (Z,Y) implies not suka(X,Z) atau suka(X,Y) v suka(Z,Y)    suka(X,Z)
Pengukuran kuantitas (quantifier) penggunaan kuantitas (quantifier) adalah symbol untuk menyatakan suatu rangkaian variable dalam suatu ekspresi logika dua pengukuran kuantitas, yaitu : ukuran kuantitas universal :    (semua, setiap) ukuran kuantitas eksistensial :    (ada, beberapa) Contoh: Proposisi : “Semua orang Jogja adalah warga negara Indonesia” Diekspresikan : (  x) [orang Jogja (x),warga Indonesia (x)] Simbol    menyatakan bahwa ekspresi ini berlaku secara universal benar, yaitu untuk semua nilai x. Jika x adalah orang Jogja, maka benar jika x adalah warga negara Indonesia.
RULES   Rules    aturan – aturan, merupakan pengetahuan prosedural. Menghubungkan informasi yang diberikan dengan tindakan (action) Struktur rule, secara logika menghubungkan satu atau lebih antecedent (atau premises) yang berada pada bagian IF dengan satu atau lebih consequents (atau konklusi / kesimpulan) pada bagian THEN IF hari hujan AND saya tidak bawa payung THEN saya kehujanan Sebuah rule dapat memiliki multiple premise yang tergabung dengan menggunakan operasi logika (AND, OR) Bagian konklusi dapat berupa kalimat tunggal atau gabungan dengan menggunakan operasi logika (AND) dan dapat pula memiliki kalimat ELSE IF . . . THEN . . . AND . . . ELSE . . .
Contoh operasi sistem berbasis aturan Rule dapat melakukan beberapa operasi Untuk operasi – operasi yang kompleks, system berbasis aturan dirancang untuk mengakses program eksternal IF warna baju itu merah THEN saya suka baju itu IF saya suka baju itu THEN saya akan beli baju itu Warna baju itu merah Saya suka baju itu Saya akan beli baju itu Q=warna baju? A=merah Knowledge base Working memori
Contoh : (database) IF terjadi situasi darurat   AND NAMA = Smith THEN OPEN TELEPHONE   AND FIND NAMA, NAMA-FIELD   AND TELEPHONE=TELEPHONE-FIELD datapersonal.dbf (database) … … Andi … … John … … Smith … TELEPHONE NAMA
Jenis-Jenis Rules relationship atau hubungan IF baterai sudah soak THEN mobil tidak bias distarter rekomendasi IF mobil tidak bisa distarter AND system bahan bakar OK THEN periksa bagian elektrikal strategi IF mobil tidak bisa distarter THEN pertama periksa system bahan bakar, lalu periksa  sistem elektrikal heuristic IF mobil tidak bisa distarter AND mobilnya adalah Ford tahun 1957 THEN periksa float-nya
interpretasi IF tegangan resistor R1 lebih besar dari 2,0 volt AND tegangan kolektor pada Q1 kurang dari 1,0 volt THEN bagian pre-Amp berada pada range normal diagnosa IF stain dari organisme adalah grampus AND morfologi dari organisme adalah coccus AND pertumbuhan dari organisme adalah chains THEN organisme tersebut adalah streptococcus disain IF task sekarang adalah menempatkan catu daya AND posisi dari catudaya pada kabinet sudah diketahui AND ada ruang tersedia dalam kabinet untuk catu daya THEN letakkan catu daya pada kabinet tersebut
JARRINGAN SEMANTIK  (semantic network)   merupakan pengetahuan secara grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek. Disusun dari node dan ARC (lines). Node representasi dari objek, objek properti /properti value (digambarkan dgn lingkaran) ARC representasi dari hubungan antar node (digambarkan dengan garis)
Contoh jaringan semantic sederhana: Node ‘canary’ dan ‘bird’ menjelaskan hubungan specific to general.   canary wings bird fly is a has travel
Perluasan jaringan semantic perluasan dilakukan dengan menambah node dan menghubungkan dengan node. Node baru tersebut dapat merupakan objek tambahan / properti tambahan Umumnya penambahan dapat dilakukan dalam 3 cara objek yang sama objek yang lebih khusus objek yang lebih umum
wings animal walk pinguin fly bird canary tweety is a travel travel has is a is a is a objek yg lebih khusus objek yg lebih umum objek yg sama properti tambahan
Pewarisan (Inheritance) pada jaringan semantic Node yang ditambahkan pada jaringan semantic secara otomatis mewarisi informasi yang telah ada pada jaringan. Contoh lain : Nomor mahasiswa IF diawali dengan 123 Ani adalah mahasiswa IF NIM Ani adalah 12300001 Jaringan semantiknya ? Node bisa berisi : Object : mahasiswa Property object : NIM, nama, alamat, … Property value : 12300001, Ani, Jogja, …
Operasi pada jaringan semantic   Salah satu cara untuk menggunakan jaringan semantik adalah dengan bertanya NODE. Misal : pertanyaan untuk ‘bird’    How do you travel?   jawabnya    fly Untuk menjawab, maka node tersebut akan mengecek pada arc dengan label travel dan kemudian menggunakan informasi (value) yang ada pada arc tersebut sebagai jawabannya. Jaringan semantic pada dasarnya berbentuk grafik, tapi dalam komputer tidak tampak karena objek dan hubungannya dinyatakan dalam istilah verbal. Titik awal biasanya ditentukan oleh sebuah pertanyaan Contoh: (berdasarkan gambar jaringan semantic)   Burung mempunyai sayap, dst mempunyai (burung,sayap) travel(bird,fly) is a(canary,bird)
FRAME  Frame merupakan kumpulan pengetahuan tentang suatu objek tertentu, peristiwa, lokasi, situasi, dll. Secara umum frame memiliki 2 elemen dasar SLOT dan FACET SLOT merupakan kumpulan atribut / property yang menjelaskan objek yang direpresentasikan oleh frame. FACET / SUBSLOT menjelaskan pengetahuan atau prosedure dari atribut pada slot.
Trans. laut Trans. darat Trans.udara KA mobil motor … Sedan Pickup … … Mesin Rangka Bahan bakar … Bensin solar Frame macam2 angk. darat Frame macam2 mobil Frame komponen mobil sedan Frame jenis bahan bakar Frame alat-alat transportasi
Struktur dari sebuah frame Frame nama : objek 1     mhs angk 2004 class : objek 2     mhs IF Properti : properti 1  value 1      NIM  : 12304001     properti 2  value 2   Nama  : Agus   properti 3  value 3   Alamat : Solo   properti 4  value 4   properti  value Frame dapat memiliki field tambahan yang disebut class. Class dapat berisi object-object yang merupakan nama dari frame lain yang berhubungan dengan object 1 Biasanya dalam hubungan is a    object, is a object 2
Frame Kelas mempresentasikan karakteristik (sifat-sifat) umum dari suatu object mendefinisikan property – property umum yang biasanya dimiliki oleh semua object dalam kelas tersebut. Ada 2 jenis property, yaitu static dan dinamik Properti static merupakan fitur dari object yang tidak dapat berubah Property dinamik merupakan fitur yang dapat berubah selama sistem berjalan.
NASKAH  sama dengan frame tetapi yang digambarkan adalah urutan peristiwa (bukan object) elemen dalam script / naskah: kondisi input: situasi yang harus dipenuhi sebelum terjadi track / jalur : variasi script prop/ pendukung : objek yang digunakan dalam urutan peristiwa yang terjadi role / peran : orang – orang terlibat scene / adegan : urutan peristiwa aktual hasil
Contoh : script    restoran track    restoran swalayan role    tamu, pelayan prop    counter, baki, makanan, tisu, dll kondisi masukan    tamu lapar, tamu punya uang adegan (scene 1)    masuk tamu parkir mobil tamu masuk restoran tamu duduk tamu baca menu adegan (scene 2)    memesan tamu memesan pelayan membawa makanan pelayan meletakkan makanan di meja tamu membayar adegan (scene 3)    makan hasilnya    tamu kenyang, uang tamu berkurang, tamu senang

Representasi Pengetahuan

  • 1.
    REPRESENTASI PENGETAHUAN mekanismepenalaran/Inferance Mechanisme : kumpulan prosedur yang digunakan untuk menguji (melacak dan mencocokkan) untuk mencari solusi. PENGETAHUAN = data / fakta + mekanisme penalaran d irepresentasikan melalui komp/system fakta,ide,teori hub.nya dlm domain ttt KNOWLEDGE BASE
  • 2.
    Langkah membangun sistemAI Pengumpulan pengetahuan dari berbagai sumber (otak/pengetahuan pakar, buku, artikel, dll) Diorganisasikan (skema) SKEMA DEKLARATIF cocok untuk menggambarkan fakta2 asersi yang termasuk skema representasi pengetahuan deklaratif: Logika, Jaringan Semantik, Frame, Script SKEMA PROSEDURAL cocok untuk menyatakan aksi dan prosedur yang termasuk skema representasi pengetahuan prosedural: Prosedure/SubRoutine, Kaidah Produksi Dimodifikasi
  • 3.
    LOGIKA Merupakan sutaupengkajian ilmiah tentang serangkaian penalaran, system kaidah dan prosedur yang membantu proses penalaran. Proses logika : proses membentuk kesimpulan / menarik suatu inferensi berdasarkan fakta yang telah ada. Merupakan bentuk representasi pengetahuan yang paling tua.
  • 4.
    Penalaran Deduktif penalaranini bergerak dari penalaran umum menuju ke konklusi khusus umumnya dimulai dari suatu silogisme / pernyataan premis dan inferensi umumnya terdiri dari tiga bagian: premis mayor, premis minor dan konklusi. Contoh : Premis mayor : Jika hujan turun saya tidak akan lari pagi Premis minor : Pagi ini hujan turun Konklusi : Oleh karena itu pagi ini saya tidak akan lari pagi
  • 5.
    Penalaran Induktif dimulaidari masalah khusus menuju ke masalah umum. menggunakan sejumlah fakta / premis untuk menarik kesimpulan umum Contoh: Premis 1 : Dioda yang salah menyebabkan peralatan elektronik rusak Premis 2 : Transistor rusak menyebabkan peralatan elektronik rusak Premis 3 : IC rusak menyebabkan peralatan elektronik tidak berfungsi Konklusi : Maka, peralatan semi konduktor rusak merupakan penyebab utama rusaknya peralatan elektronik. Konklusi tidak selalu mutlak, dapat berubah jika ditemukan fakta-fakta baru
  • 6.
    Logika Proporsional Bentuklogika komputasional ada 2 macam : Logika proporsional atau kalkulus dan Logika Predikat Suatu proposisi merupakan suatu statement / pernyataan yang menyatakan benar (TRUE) atau salah (FALSE) 3+3=6 (logika proposisi) 3+7=5 (logika proposisi FALSE) Makanan orang indonesia adalah nasi (pernyataan yg nilainya bisa benar/salah) Hari ini hujan (logika proposisi) Operator logika (penggabungan proposisi) Konjungsi (and) Disjungsi (or) Negasi (not) Imlikasi (  ) Ekuivalensi (<-->)
  • 7.
    Untuk menggambarkan berbagaiproposisi, premis / konklusi gunakan symbol seperti huruf abjad Misal : P : Tukang Pos mengantarkan surat mulai Senin sampai dengan Sabtu Q : Hari ini adalah hari Minggu R : Maka hari ini tukang pos tidak mengantarkan surat Inferensi (kesimpulan) pada logika proposisi dapat dilakukan dengan menggunakan resolusi Resolusi merupakan suatu aturan untuk melakukan inferensi yang dapat berjalan secara efisien dalam suatu bentuk CNR (Conjuction Normal Form)
  • 8.
    Mengubah kalimatke dalam bentuk CNF hilangkan implikasi dan ekivalensi kurangi lingkup semua negasi menjadi satu negasi saja gunakan aturan asosiatif dan distributive untuk mengkonversi menjadi conjuction of disjunction buat satu kalimat terpisah untuk tiap-tiap konjungsi
  • 9.
    Contoh : TentukanCNF dari P ^ Q CNF = P ν Q P Q P^Q   B B B P ν Q B S S   S B S   S S S  
  • 10.
    Tentukan CNF dariP  Q CNF = (P ν Q) ^ (-P ν Q) ^ (-P ν –Q) P Q P  Q   B B B P ν Q B S S   S B B -P ν Q S S B -P ν -Q
  • 11.
    Diketahui basis pengetahuan(fakta-fakta yg bernilai benar) sbb: P (P^Q)  R (SvT)  Q T Buktikan kebenaran R. Konversi ke bentuk CNF : ¬PV¬QVR menghilangkan implikasi : ¬(P^Q)VR mengurangi lingkup negasi :(¬PV¬Q)VR gunakan asosiatif : ¬PV¬QVR 2. (P^Q)  R P Sudah bentuk CNF 1. P CNF Langkah-langkah Kalimat
  • 12.
    Kemudian tambahkan kontradiksipada tujuannya, R menjadi ¬R, shg fakta –fakta(dlm bentuk CNF) menjadi : 1. P 2. ¬PV¬QVR 3. ¬SVQ 4. ¬TVQ 5. T 6. ¬R T Sudah bentuk CNF 4. T ¬SVQ ¬TVQ menghilangkan implikasi : ¬(SVT)VQ mengurangi lingkup negasi:(¬S^¬T)VQ gunakan distributif : (¬SVQ)^(¬TVQ) 3. (S^T)  Q CNF Langkah-langkah Kalimat
  • 13.
    Resolusi pada LogikaProposisi ¬PV¬QVR ¬R ¬PV¬Q P ¬Q ¬TVQ ¬T T 2 1 4 5
  • 14.
    Logika Predikat /Kalkulus Predikat Suatu logika yang seluruhnya menggunakan konsep dan kaidah proporsional yang sama. Disebut juga kalkulus predikat Kalkulus predikat memungkinkan bisa memecahkan statement ke dalam bagian komponen, yang disebut objek. Contoh : Ani makan apel  makan (Ani,apel) 3 + 3  +(3,3) Suatu proposisi / premis dibagi menjadi 2 bagian yaitu ARGUMEN (objek) atau PREDIKAT(keterangan) Argumen adalah individu / objek yang membuat keterangan Predikat adalah keterangan yang membuat argumen atau predikat
  • 15.
    Dalam suatu kalimat,predikat bisa berupa kata kerja / bagian dari kata kerja Bentuk umum : PREDIKAT [individu(objek)1, individu(objek)2] Misal: Mobil berada dalam garasi, dinyatakan menjadi: di dalam (mobil,garasi) mobil=argumen (objek) garasi=argumen(objek) Contoh lain: Proposisi : Hanif rajin belajar Kalkulus predikat : rajin (Hanif, belajar) Proposisi : Pintu terbuka Kalkulus predikat : buka(pintu)
  • 16.
    Variabel : hurufbisa menggantikan argumen “ symbol” juga bisa digunakan untuk merancang beberapa objek / individu misal : x = Hanif dan y=belajar proposisinya : rajin(x,y) dengan menggunakan system ini knowledge base dapat dibentuk pengetahuan diekspresikan dalam kalkulus predikat yang bisa dimanipulasi agar menimbulkan inferensi
  • 17.
    Fungsi : Predikatkalkulus membolehkan penggunaan symbol untuk mewakili fungsi-fungsi Misal : ibu (Hanan)=Wilis , ibu (Mulia)=Yuli Fungsi dapat digunakan bersamaan dengan predikat Contoh: saudara(ibu(Hanan),ibu(Mulia))=saudara(Wilis,Yuli) Predikat di atas menjelaskan bahwa Wilis dan Yuli adalah bersaudara.
  • 18.
    Operasi operator yangsama seperti pada logika proporsional misal: proposisi : Rojali suka Juleha, suka (Rojali, Juleha) proposisi : Mandra suka Juleha, suka(mandra,Juleha) 2 predikat di atas, ada 2 orang menyukai Juleha, untuk memberikan pernyataan adanya kelembutan: suka (X,Y) and suka (Z,Y) implies not suka(X,Z) atau suka(X,Y) v suka(Z,Y)  suka(X,Z)
  • 19.
    Pengukuran kuantitas (quantifier)penggunaan kuantitas (quantifier) adalah symbol untuk menyatakan suatu rangkaian variable dalam suatu ekspresi logika dua pengukuran kuantitas, yaitu : ukuran kuantitas universal :  (semua, setiap) ukuran kuantitas eksistensial :  (ada, beberapa) Contoh: Proposisi : “Semua orang Jogja adalah warga negara Indonesia” Diekspresikan : (  x) [orang Jogja (x),warga Indonesia (x)] Simbol  menyatakan bahwa ekspresi ini berlaku secara universal benar, yaitu untuk semua nilai x. Jika x adalah orang Jogja, maka benar jika x adalah warga negara Indonesia.
  • 20.
    RULES Rules  aturan – aturan, merupakan pengetahuan prosedural. Menghubungkan informasi yang diberikan dengan tindakan (action) Struktur rule, secara logika menghubungkan satu atau lebih antecedent (atau premises) yang berada pada bagian IF dengan satu atau lebih consequents (atau konklusi / kesimpulan) pada bagian THEN IF hari hujan AND saya tidak bawa payung THEN saya kehujanan Sebuah rule dapat memiliki multiple premise yang tergabung dengan menggunakan operasi logika (AND, OR) Bagian konklusi dapat berupa kalimat tunggal atau gabungan dengan menggunakan operasi logika (AND) dan dapat pula memiliki kalimat ELSE IF . . . THEN . . . AND . . . ELSE . . .
  • 21.
    Contoh operasi sistemberbasis aturan Rule dapat melakukan beberapa operasi Untuk operasi – operasi yang kompleks, system berbasis aturan dirancang untuk mengakses program eksternal IF warna baju itu merah THEN saya suka baju itu IF saya suka baju itu THEN saya akan beli baju itu Warna baju itu merah Saya suka baju itu Saya akan beli baju itu Q=warna baju? A=merah Knowledge base Working memori
  • 22.
    Contoh : (database)IF terjadi situasi darurat AND NAMA = Smith THEN OPEN TELEPHONE AND FIND NAMA, NAMA-FIELD AND TELEPHONE=TELEPHONE-FIELD datapersonal.dbf (database) … … Andi … … John … … Smith … TELEPHONE NAMA
  • 23.
    Jenis-Jenis Rules relationshipatau hubungan IF baterai sudah soak THEN mobil tidak bias distarter rekomendasi IF mobil tidak bisa distarter AND system bahan bakar OK THEN periksa bagian elektrikal strategi IF mobil tidak bisa distarter THEN pertama periksa system bahan bakar, lalu periksa sistem elektrikal heuristic IF mobil tidak bisa distarter AND mobilnya adalah Ford tahun 1957 THEN periksa float-nya
  • 24.
    interpretasi IF teganganresistor R1 lebih besar dari 2,0 volt AND tegangan kolektor pada Q1 kurang dari 1,0 volt THEN bagian pre-Amp berada pada range normal diagnosa IF stain dari organisme adalah grampus AND morfologi dari organisme adalah coccus AND pertumbuhan dari organisme adalah chains THEN organisme tersebut adalah streptococcus disain IF task sekarang adalah menempatkan catu daya AND posisi dari catudaya pada kabinet sudah diketahui AND ada ruang tersedia dalam kabinet untuk catu daya THEN letakkan catu daya pada kabinet tersebut
  • 25.
    JARRINGAN SEMANTIK (semantic network) merupakan pengetahuan secara grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek. Disusun dari node dan ARC (lines). Node representasi dari objek, objek properti /properti value (digambarkan dgn lingkaran) ARC representasi dari hubungan antar node (digambarkan dengan garis)
  • 26.
    Contoh jaringan semanticsederhana: Node ‘canary’ dan ‘bird’ menjelaskan hubungan specific to general. canary wings bird fly is a has travel
  • 27.
    Perluasan jaringan semanticperluasan dilakukan dengan menambah node dan menghubungkan dengan node. Node baru tersebut dapat merupakan objek tambahan / properti tambahan Umumnya penambahan dapat dilakukan dalam 3 cara objek yang sama objek yang lebih khusus objek yang lebih umum
  • 28.
    wings animal walkpinguin fly bird canary tweety is a travel travel has is a is a is a objek yg lebih khusus objek yg lebih umum objek yg sama properti tambahan
  • 29.
    Pewarisan (Inheritance) padajaringan semantic Node yang ditambahkan pada jaringan semantic secara otomatis mewarisi informasi yang telah ada pada jaringan. Contoh lain : Nomor mahasiswa IF diawali dengan 123 Ani adalah mahasiswa IF NIM Ani adalah 12300001 Jaringan semantiknya ? Node bisa berisi : Object : mahasiswa Property object : NIM, nama, alamat, … Property value : 12300001, Ani, Jogja, …
  • 30.
    Operasi pada jaringansemantic Salah satu cara untuk menggunakan jaringan semantik adalah dengan bertanya NODE. Misal : pertanyaan untuk ‘bird’  How do you travel? jawabnya  fly Untuk menjawab, maka node tersebut akan mengecek pada arc dengan label travel dan kemudian menggunakan informasi (value) yang ada pada arc tersebut sebagai jawabannya. Jaringan semantic pada dasarnya berbentuk grafik, tapi dalam komputer tidak tampak karena objek dan hubungannya dinyatakan dalam istilah verbal. Titik awal biasanya ditentukan oleh sebuah pertanyaan Contoh: (berdasarkan gambar jaringan semantic) Burung mempunyai sayap, dst mempunyai (burung,sayap) travel(bird,fly) is a(canary,bird)
  • 31.
    FRAME Framemerupakan kumpulan pengetahuan tentang suatu objek tertentu, peristiwa, lokasi, situasi, dll. Secara umum frame memiliki 2 elemen dasar SLOT dan FACET SLOT merupakan kumpulan atribut / property yang menjelaskan objek yang direpresentasikan oleh frame. FACET / SUBSLOT menjelaskan pengetahuan atau prosedure dari atribut pada slot.
  • 32.
    Trans. laut Trans.darat Trans.udara KA mobil motor … Sedan Pickup … … Mesin Rangka Bahan bakar … Bensin solar Frame macam2 angk. darat Frame macam2 mobil Frame komponen mobil sedan Frame jenis bahan bakar Frame alat-alat transportasi
  • 33.
    Struktur dari sebuahframe Frame nama : objek 1  mhs angk 2004 class : objek 2  mhs IF Properti : properti 1 value 1  NIM : 12304001 properti 2 value 2 Nama : Agus properti 3 value 3 Alamat : Solo properti 4 value 4 properti value Frame dapat memiliki field tambahan yang disebut class. Class dapat berisi object-object yang merupakan nama dari frame lain yang berhubungan dengan object 1 Biasanya dalam hubungan is a  object, is a object 2
  • 34.
    Frame Kelas mempresentasikankarakteristik (sifat-sifat) umum dari suatu object mendefinisikan property – property umum yang biasanya dimiliki oleh semua object dalam kelas tersebut. Ada 2 jenis property, yaitu static dan dinamik Properti static merupakan fitur dari object yang tidak dapat berubah Property dinamik merupakan fitur yang dapat berubah selama sistem berjalan.
  • 35.
    NASKAH samadengan frame tetapi yang digambarkan adalah urutan peristiwa (bukan object) elemen dalam script / naskah: kondisi input: situasi yang harus dipenuhi sebelum terjadi track / jalur : variasi script prop/ pendukung : objek yang digunakan dalam urutan peristiwa yang terjadi role / peran : orang – orang terlibat scene / adegan : urutan peristiwa aktual hasil
  • 36.
    Contoh : script  restoran track  restoran swalayan role  tamu, pelayan prop  counter, baki, makanan, tisu, dll kondisi masukan  tamu lapar, tamu punya uang adegan (scene 1)  masuk tamu parkir mobil tamu masuk restoran tamu duduk tamu baca menu adegan (scene 2)  memesan tamu memesan pelayan membawa makanan pelayan meletakkan makanan di meja tamu membayar adegan (scene 3)  makan hasilnya  tamu kenyang, uang tamu berkurang, tamu senang