Aplikasi  Programmable Logic Controller  pada HVAC Muhammad Arman Disampaikan pada Workshop Politeknik Indramayu, 20 Agustus 2009
Overview Pengertian PLC Perbandingan PLC dengan PC Aplikasi PLC Keuntungan dan kekurangan PLC dan HVAC Sejarah Bagian-bagian PLC Mengenal Lebih Jauh PLC
Pengertian PLC : Programmable Logic Controller PLC : Suatu perangkat berbasis mikroprosesor yang digunakan untuk mengendalikan suatu proses dengan jenis dan tingkat kerumitan (complexity) tertentu melalui suatu program.
 
Perbandingan PC dengan PLC PLC PC Microprocessor  Microprocessor  Monitor Monitor Keypad Keyboard Program Program - Mouse
Process Control Computer System Motor Solenoid Heater Motion Sensor Light Sensor Temperature Sensor Data Processing Computer System Video Display Printer Plotter Keyboard Mouse Light Pen
Sejarah Akhir ’60 atau awal ’70 Digunakan pada pabrik otomotif. Rangkaian full wire, relay, timer. Kesulitan pada pemrograman 1978, diperkenalkan teknologi mikroposesor, mengimbas pada PLC 1980, perkembangan PC, PLC juga berkembang Kecepatan meningkat, jumlah I/O bertambah
Sejarah (Con’t) 1990, perluasan penggunaan pada security, medik, teknologi proses. Perkembangan analog PLC Jumlah vendor bertambah, dengan program  dan protokol masing-masing Masalah : PLC yang dapat diintegrasikan dengan sistem yang lain atau yang sudah ada Ide tentang  OPEN System .
Akhir ’90, remote system, always on always connected, berkembang seiring dengan berkembangan  mobile telecomunication. Perkembangan dari segi ukuran, dahulu relay panel 2X2 m2 menjadi 20X20 cm2, 100 kali lebih kecil, compact. Kecepatan, naik 2 kali setiap 18 bulan (Moore’s law) Tahun 2000 : PAC : Programmable Automation Controller
Aplikasi PLC OIL and Gas Process Industries : Pulp and Paper, Cement Otomotif Food and Beverage Pharmaceutical HVAC and Building
Oil and Gas
Process Industries : Pulp & Paper
Cement
Otomotif
Pharmaceutical
Food & Beverage
Kelebihan PLC Kompak dan fleksibel Kemudahan pemrograman ulang Lebih murah Pre running dan evaluasi Observasi visual Kecepatan yang tinggi Keandalan dan kemampu-rawatan
Kelebihan  PLC Kemudahan dalam melakukan order/pemesanan Beberapa cara pemrograman Mudah dikembangkan (expandable) Adanya dokumentasi
PLC dan HVAC (Building) Pengontrolan Mesin Refrigerasi dan Air Conditioning Pengembangan lebih lanjut : Lighting, lift and eskalator Water and waste mater Fire and security    BUILDING AUTOMATION SYSTEM
Building Automation System
ROOM1 ROOM2 ROOM3 ROOM8 ROOM9 ROOM10 ROOM7 ROOM15 ROOM14 ROOM13 ROOM11 Energy Meter ROOM12 ROOM16 MODBUS ETHERNET  / OPC AREA TEMPERATURES OUTPUT TO A/Cs BMS SOFTWARE ROOM4 ROOM5 ROOM6 PLC SENSORS
ROOM BMS SOFTWARE PLC A/Cs DUCT TYPE SENSORS CENTRAL CONTROL ROOM RETURN LINE
ROOMS with PLC BASED AC controls PLC AC  Duct able ROOM4 AC  Duct able ROOM1 AC Duct able ROOM2  AC Duct able ROOM3 AC  Duct able ROOM7 AC  Duct able ROOM8 AC Duct able ROOM5 AC  Duct able ROOM6 AC Duct able ROOM9
 
Control Mesin Chiller
VAV control
Manfaat PLC dalam aplikasi HVAC Penghematan Energi Kemudahan perawatan Online monitoring, display data dan trend, fault and alarm, History Re-programing yang mudah Temperatur / RH yang lebih baik  Kualitas product yang lebih baik
POWER CONSUMPTION PER HOUR
POWER CONSUMPTION PER HOUR TRIPPING IF CONSUMPTION GOES OVER DEFINED LEVEL.
Tantangan Biaya investasi yang besar Penyiapan SDM  Attutide “Control” yang harus dibangun Optimasi tenaga kerja Ketergantungan akan satu produk teknologi
Bagian PLC CPU (central processing unit) Programmer/Monitor Modul I/O
Skema Dasar PLC
CPU Merupakan ‘otak’ dari PLC, terdiri dari: Mikroprosesor, untuk melakukan operasi matematikan dan logika. Memory, tempat program dan software disimpan Power supply, mengkonversi tengangan AC ke DC, proses kontrol dalam PLC bekerja dengan tegangan DC.
Programmer/Monitor Sarana komunikasi antara manusia dengan PLC Membuat, mengedit, mengevaluasi dan memonitor program. Bentuk : keypad, LCD, handheld, handy programmer,  computer, Palmtop.
 
MODUL I/O Modul Input dihubungkan dengan  : Switch  Sensor Alat ukur tertentu Output PLC   Modul Input, analog, digital, universal. Rangkaian terintegrasi atau rangkaian terpisah .
Modul I/O Modul Output dihubungkan dengan: Aktuator Input Motor Relay Modul Ouput, analog, digital, universal, kebanyakan adalah output digital. Rangkaian terintegrasi atau rangkaian terpisah.
Kekurangan Teknologi baru, program baru, diperlukan adaptasi Tidak cocok untuk operasi yang sudah tetap. Lebih rentan terhadap gangguan lingkungan seperti EMF
PLC Lebih Jauh Jumlah INPUT-OUPUT Jenis I/O: digital (Relay/transistor), analog, DC atau AC Karakteristik I/O,  Tegangan dan arus maksimal. Tegangan dan arus saat OFF-to-ON dan ON-to-OFF Delay time Impedansi
PLC Lebih Jauh Memory yang tersedia Software program yang diperlukan. Alat bantu pemrograman (komputer, kabel konektor) Power supply yang dipakai. Persyaratan lingkungan yang diperlukan (EMF, shock listrik, vibrasi)
PLC Sebelum memilih dan memrogram PLC: Tentukan/deskripsikan proses yang hendak dikontrol, sejelas mingkin. Jika proses terlalu besar, bagi dalam sub-proses dan kembali deskripsikan. Usahakan sub proses seminimal mungkin tergantung dengan proses yang lain. Tentukan jumlah I/O yang diperlukan Tentukan jenis dan karakteristik I/O yang dipakai.
Jika perlu sederhanakan. Pertimbangkan faktor keamanan. Lakukan simulasi. Pilih dan program PLC Evaluasi terlebih dahulu Implementasi di plant sebenarnya.
Case 1 Valve, V1 Valve, V2 Motor Pressure Switch, PS Temperature Switch, TS Process Tank Inlet Pipe Outlet Pipe Stirrer M
Tentukan Proses Jumlah Input Jenis Input Jumlah Output Jenis Output Pengaman
Pertanyaan ??? Terima Kasih

Programmable Logic Controller 1 By Mar For Indramayu

  • 1.
    Aplikasi ProgrammableLogic Controller pada HVAC Muhammad Arman Disampaikan pada Workshop Politeknik Indramayu, 20 Agustus 2009
  • 2.
    Overview Pengertian PLCPerbandingan PLC dengan PC Aplikasi PLC Keuntungan dan kekurangan PLC dan HVAC Sejarah Bagian-bagian PLC Mengenal Lebih Jauh PLC
  • 3.
    Pengertian PLC :Programmable Logic Controller PLC : Suatu perangkat berbasis mikroprosesor yang digunakan untuk mengendalikan suatu proses dengan jenis dan tingkat kerumitan (complexity) tertentu melalui suatu program.
  • 4.
  • 5.
    Perbandingan PC denganPLC PLC PC Microprocessor Microprocessor Monitor Monitor Keypad Keyboard Program Program - Mouse
  • 6.
    Process Control ComputerSystem Motor Solenoid Heater Motion Sensor Light Sensor Temperature Sensor Data Processing Computer System Video Display Printer Plotter Keyboard Mouse Light Pen
  • 7.
    Sejarah Akhir ’60atau awal ’70 Digunakan pada pabrik otomotif. Rangkaian full wire, relay, timer. Kesulitan pada pemrograman 1978, diperkenalkan teknologi mikroposesor, mengimbas pada PLC 1980, perkembangan PC, PLC juga berkembang Kecepatan meningkat, jumlah I/O bertambah
  • 8.
    Sejarah (Con’t) 1990,perluasan penggunaan pada security, medik, teknologi proses. Perkembangan analog PLC Jumlah vendor bertambah, dengan program dan protokol masing-masing Masalah : PLC yang dapat diintegrasikan dengan sistem yang lain atau yang sudah ada Ide tentang OPEN System .
  • 9.
    Akhir ’90, remotesystem, always on always connected, berkembang seiring dengan berkembangan mobile telecomunication. Perkembangan dari segi ukuran, dahulu relay panel 2X2 m2 menjadi 20X20 cm2, 100 kali lebih kecil, compact. Kecepatan, naik 2 kali setiap 18 bulan (Moore’s law) Tahun 2000 : PAC : Programmable Automation Controller
  • 10.
    Aplikasi PLC OILand Gas Process Industries : Pulp and Paper, Cement Otomotif Food and Beverage Pharmaceutical HVAC and Building
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
    Kelebihan PLC Kompakdan fleksibel Kemudahan pemrograman ulang Lebih murah Pre running dan evaluasi Observasi visual Kecepatan yang tinggi Keandalan dan kemampu-rawatan
  • 18.
    Kelebihan PLCKemudahan dalam melakukan order/pemesanan Beberapa cara pemrograman Mudah dikembangkan (expandable) Adanya dokumentasi
  • 19.
    PLC dan HVAC(Building) Pengontrolan Mesin Refrigerasi dan Air Conditioning Pengembangan lebih lanjut : Lighting, lift and eskalator Water and waste mater Fire and security  BUILDING AUTOMATION SYSTEM
  • 20.
  • 21.
    ROOM1 ROOM2 ROOM3ROOM8 ROOM9 ROOM10 ROOM7 ROOM15 ROOM14 ROOM13 ROOM11 Energy Meter ROOM12 ROOM16 MODBUS ETHERNET / OPC AREA TEMPERATURES OUTPUT TO A/Cs BMS SOFTWARE ROOM4 ROOM5 ROOM6 PLC SENSORS
  • 22.
    ROOM BMS SOFTWAREPLC A/Cs DUCT TYPE SENSORS CENTRAL CONTROL ROOM RETURN LINE
  • 23.
    ROOMS with PLCBASED AC controls PLC AC Duct able ROOM4 AC Duct able ROOM1 AC Duct able ROOM2 AC Duct able ROOM3 AC Duct able ROOM7 AC Duct able ROOM8 AC Duct able ROOM5 AC Duct able ROOM6 AC Duct able ROOM9
  • 24.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Manfaat PLC dalamaplikasi HVAC Penghematan Energi Kemudahan perawatan Online monitoring, display data dan trend, fault and alarm, History Re-programing yang mudah Temperatur / RH yang lebih baik Kualitas product yang lebih baik
  • 28.
  • 29.
    POWER CONSUMPTION PERHOUR TRIPPING IF CONSUMPTION GOES OVER DEFINED LEVEL.
  • 30.
    Tantangan Biaya investasiyang besar Penyiapan SDM Attutide “Control” yang harus dibangun Optimasi tenaga kerja Ketergantungan akan satu produk teknologi
  • 31.
    Bagian PLC CPU(central processing unit) Programmer/Monitor Modul I/O
  • 32.
  • 33.
    CPU Merupakan ‘otak’dari PLC, terdiri dari: Mikroprosesor, untuk melakukan operasi matematikan dan logika. Memory, tempat program dan software disimpan Power supply, mengkonversi tengangan AC ke DC, proses kontrol dalam PLC bekerja dengan tegangan DC.
  • 34.
    Programmer/Monitor Sarana komunikasiantara manusia dengan PLC Membuat, mengedit, mengevaluasi dan memonitor program. Bentuk : keypad, LCD, handheld, handy programmer, computer, Palmtop.
  • 35.
  • 36.
    MODUL I/O ModulInput dihubungkan dengan : Switch Sensor Alat ukur tertentu Output PLC Modul Input, analog, digital, universal. Rangkaian terintegrasi atau rangkaian terpisah .
  • 37.
    Modul I/O ModulOutput dihubungkan dengan: Aktuator Input Motor Relay Modul Ouput, analog, digital, universal, kebanyakan adalah output digital. Rangkaian terintegrasi atau rangkaian terpisah.
  • 38.
    Kekurangan Teknologi baru,program baru, diperlukan adaptasi Tidak cocok untuk operasi yang sudah tetap. Lebih rentan terhadap gangguan lingkungan seperti EMF
  • 39.
    PLC Lebih JauhJumlah INPUT-OUPUT Jenis I/O: digital (Relay/transistor), analog, DC atau AC Karakteristik I/O, Tegangan dan arus maksimal. Tegangan dan arus saat OFF-to-ON dan ON-to-OFF Delay time Impedansi
  • 40.
    PLC Lebih JauhMemory yang tersedia Software program yang diperlukan. Alat bantu pemrograman (komputer, kabel konektor) Power supply yang dipakai. Persyaratan lingkungan yang diperlukan (EMF, shock listrik, vibrasi)
  • 41.
    PLC Sebelum memilihdan memrogram PLC: Tentukan/deskripsikan proses yang hendak dikontrol, sejelas mingkin. Jika proses terlalu besar, bagi dalam sub-proses dan kembali deskripsikan. Usahakan sub proses seminimal mungkin tergantung dengan proses yang lain. Tentukan jumlah I/O yang diperlukan Tentukan jenis dan karakteristik I/O yang dipakai.
  • 42.
    Jika perlu sederhanakan.Pertimbangkan faktor keamanan. Lakukan simulasi. Pilih dan program PLC Evaluasi terlebih dahulu Implementasi di plant sebenarnya.
  • 43.
    Case 1 Valve,V1 Valve, V2 Motor Pressure Switch, PS Temperature Switch, TS Process Tank Inlet Pipe Outlet Pipe Stirrer M
  • 44.
    Tentukan Proses JumlahInput Jenis Input Jumlah Output Jenis Output Pengaman
  • 45.

Editor's Notes