LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK)
TEMA : “MELAHIRKAN INSAN YANG MEMILIKI JIWA KEPEMIMPINAN DAN BERINTEGRITAS”
JUDUL MATERI : PROBLEM SOLVING/SOLUSI PEMECAHAN MASALAH
OLEH :
DIRGA AGUNG, S.H.,M.H.
FAKULTAS HUKUM
UNIV. ATMA JAYA MAKASSAR
TAHUN 2023
TUJUAN MATERI PROBLEM SOLVING
Diharapkan semua mahasiswa(i)/peserta dapat
mengimplementasikan solusi-solusi terbaik ketika
menghadapi masalah-masalah secara lebih dewasa dan
bijaksana
P E N G E R T I A N
Masalah adalah :
Hambatan-hambatan/kendala yang harus diselesaikan/dipecahkan
untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam kehidupan sehari-hari.
Problem Solving/Pemecahan Masalah :
Metode/proses untuk menyelesaikan/memecahkan masalah yang
terjadi dengan memilih keputusan/solusi terbaik.
JENIS – JENIS MASALAH SECARA UMUM ;
Masalah yang diciptakan (problem to be
created)
Masalah yang dirasakan (problems to be
perceived)
Masalah yang telah terjadi (problems already
occurred)
JENIS-JENIS MASALAH SOSIAL
 Tingkat Kemiskinan
Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalam
masyarakat menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas.
Sehingga adanya kejanggalan atau batas pemisah dalam
interaksi atau komunikasi antara orang yang berada di tingkatan
yang di bawah dan di atasnya. Kemiskinan juga sangat
berpengaruh terhadap lingkungan hidup yang akhirnya akan
merusak lingkungan itu sendiri. Penduduk miskin yang terdesak
akanmencari lahan-lahan kritis atau lahan-lahan konservasi
sebagai tempat pemukiman.
 Meningkatnya angka Kejahatan/Kriminalitas/Tindak Pidana
Kejahatan secara formal dapat diartikan sebagai suatu tingkah
laku yang melanggar norma-norma sosial dan undang-undang
pidana, bertentangan dengan moral kemanusiaan, bersifat
merugikan, sehingga ditentang oleh masyarakat. Di zaman
sekarang ini, Tingkah laku kriminal bisa saja tidak lagi dianggap
sebagai suatu bentuk kriminalitas sebab hal itu telah membudaya
dan sudah menjadi rahasia umum yang dapat ditebak.
 Masalah dalam Rumah Tangga/Keluarga
Keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan
dan pembentukan kepribadian (tempat belajar pertama) setiap
anggotanya. Dalam keluarga kita pertama-tama mendapat
penanaman nilai dan norma sosial, kesopanan, kesusilaan, etika,
moral, dan tata krama. Ketidakharmonisan dalam keluarga juga
merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku
menyimpang. Ketidakharmonisan keluarga merupakan
perpecahan keluarga sebagai satu kesatuan, karena anggota-
anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai
dengan peran sosialnya.
 Masalah Peperangan
Perang selalu menyisakan persoalan yang berkepanjangan.
Retaknya hubungan sosial, bahkan mungkin dendam
berkepanjangan yang sulit dihentikan. Selain tentunya korban
harta bahkan nyawa. Trauma terhadap anak-anak menjadi
persoalan tersendiri yang dapat mewarnai perkembangan
kepribadian anak-anak korban perang. Serta persoalan
kemanusiaan lainnya, seperti pengungsi, pemenuhan kebutuhan
pangan, dan pendidikan.
 Masalah Kualitas dan Kuantitas Penduduk
Dalam sebuah Negara penduduk merupakan
subyek serta obyek pembangunan yang sangat
penting. Di Indonesia masalah kependudukan
yang masih membelit adalah persebaran
penduduk, meskipun tingkat kelahiran mulai bisa
dikendalikan, dan yang masih sering disebut-
sebut adalah kualitas SDM yang rendah.
Permasalahan kuantitas diantaranya:
a. Jumlah penduduk.
b. Pertumbuhan penduduk.
c. Kepadatan penduduk.
d. Komposisi penduduk.
Sedangkan masalah kualitas antara lain ;
a. Masalah tingkat pendidikan.
b. Masalah kesehatan.
c. Masalah tingkat penghasilan/pendapatan.
LANGKAH-LANGKAH SEDERHANA PEMECAHAN MASALAH
(PROBLEM SOLVING)
1. Mengidentifikasi/mempelajari masalah yang terjadi.
Mencari tahu faktor penyebab masalah yang sebenarnya dan
mengetahui tingkat kesulitannya.
2. Merumuskan masalah secara baik dan benar. Pada tahap
ini, hendak dicari dan ditentukan secara jelas apakah
sebenarnya kesulitan yang menimbulkan masalah ini.
3. Menemukan beberapa alternatif pemecahan masalah.
Kemampuan seseorang mencari cara pemecahan masalah
yang berasal dari dirinya sendiri atau orang lain untuk
menemukan berbagai kemungkinan yang dapat
menyelesaikan masalah tersebut.
4. Menemukan solusi terbaik untuk memecahkan masalah
Mengambil keputusan yang tepat untuk menentukan solusi
terbaik dengan berbagai pertimbangan yang matang secara
dewasa dan bijaksana, seperti hal-hal yang berkaitan dengan
kemampuan untuk melaksanakan cara pemecahan yang di pilih.
5. Melaksanakan solusi terbaik yang sudah dipilih
Melaksanakan solusi tersebut dengan keyakinan penuh pada diri
sendiri dan tanpa keraguan
6. Melakukan evaluasi terhadap hasil yang didapat
Mengevaluasi apakah solusi tersebut benar telah menyelesaikan
masalah dengan tuntas. Jika belum, dapat kembali mngulang
solusi tersebut atau memilih alternatif solusi lainnya. Dengan
demikian kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap
masalah yang terjadi dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
QUOTE :
“MENGATASI MASALAH TANPA MENCIPTAKAN MASALAH BARU”
“kita harus membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa”
 Mengembangkan sikap
keterampilan dalam
memecahkan masalah
serta dalam mengambil
keputusan secara objektif
dan mandiri.
 Mengembangkan
kemampuan berpikir,
anggapan yang
menyatakan bahwa
kemampuan berpikir akan
lahir bila pengetahuan
makin bertambah.
Manfaat dari Metode Pemecahan Masalah
 Melalui inkuiri atau problem
solving kemampuan berpikir
tadi diproses dalam situasi
atau keadaan yang benar-
benar dihayati dan diminati.
 Membina pengembangan
sikap perasaan (ingin tahu
lebih jauh) dan cara berpikir
objektif, mandiri, dan kritis
baik secara individual
maupun kelompok.
11
PHLEGMATIS
KEKUATAN KELEMAHAN
 Mudah bergaul, santai, tenang, dan teguh
 Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
 Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
 Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan
emosi)
 Kuat dibidang administrasi dan cenderung ingin
segalanya terorganisir
 Penengah masalah yang baik
 Cenderung berusaha menemukan cara yang
termudah
 Baik dibawah tekanan
 Menyenangkan dan tidak suka menyinggung
perasaan
 Rasa humor yang tajam
 Senang melihat dan mengawasi
 Berbelas kasihan dan peduli
 Mudah diajak rukun dan damai
 Kurang antusias, terutama terhadap
perubahan/kegiatan baru
 Takut dan khawatir
 Tidak pasti
 Menghindari konflik dan tanggung jawab
 Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa
benar)
 Terlalu pemalu dan pendiam
 Humor kering & mengejek (sarkas)
 Kurang berorientasi pada tujuan
 Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
 Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
 Tidak senang didesak-desak
KOLERIS
KEKUATAN KELEMAHAN
 Senang memimpin, membuat keputusan dinamis dan aktif
 Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi
kesalahan
 Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai
sasaran/target
 Bebas dan mandiri
 Berani menghadapi tantangan dan masalah
 “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok
lebih baik dari hari ini”
 Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
 Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada
produktivitas
 Membuat dan menentukan tujuan
 Terdorong oleh tantangan
 Tidak terlalu perlu teman
 Mau memimpin dan mengorganisasi
 Biasanya cepat dan punya visi kedepan
 Unggul dalam keadaan darurat
 Tidak sabar dan cepat marah
 Senang memerintah
 Terlalu bergairah dan susah untuk santai
 Menyukai kontroversi dan pertengkaran
 Terlalu kaku dan kuat/keras
 Tidak menyukai air mata dan emosi
 Tidak suka sesuatu yang bertele-tele atau terlalu rinci
 Sering membuat keputusan yang tergesa-gesa
 Memanipulasi dan cenderung memperalat orang lain
 Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
 Workaholics
 Susah mengaku salah & minta maaf
 Kemungkinan selalu benar tetapi tidak populer
SANGUINIS
KEKUATAN KELEMAHAN
 Senang berbicara
 Secara fisik memegang pendengar, emosional, &
demonstratif
 Antusias dan ekspresif
 Ceria dan penuh rasa ingin tahu
 Hidup di masa sekarang
 Mudah berubah (banyak kegiatan/keinginan)
 Berhati tulus dan kekanak-kanakan
 Senang kumpul & berkumpul (bertemu orang &
berkomunikasi)
 Umumnya hebat dipermukaan
 Mudah berteman dan menyukai orang lain
 Senang dengan pujian dan ingin jadi perhatian
 Menyenangkan dan dicemburui orang lain
 Mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam) dan cepat
minta maaf
 Mengambil inisiatif/menghindar dari hal-hal atau keadaaan
yang membosankan
 Menyukai hal-hal yang spontan
 Suara & tertawa yang keras
 Membesar-besarkan
 Susah untuk diam (aktif)
 Mudah ikut-ikutan dengan keadaan dan dikendalikan
orang lain
 Sering minta persetujuan termasuk hal yang sepele
 Rentang konsentrasi pendek
 Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan
kewajiban (antusias di awal)
 Mudah berubah
 Susah datang tepat waktu
 Prioritas kegiatan kacau
 Mendominasi percakapan,suka menyela, dan susah
mendengarkan dengan tuntas
 Sering mengambil masalah orang lain menjadi seolah-
olah masalahnya
 Egoistis
 Sering berdalih dan mengulangi cerita
 Konsentrasi ke “how to spend the money” daripada “how
to save the money”
S E K I A N
&
T E R I M A K A S I H

PROBLEM SOLVING LDK.pptx

  • 1.
    LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN(LDK) TEMA : “MELAHIRKAN INSAN YANG MEMILIKI JIWA KEPEMIMPINAN DAN BERINTEGRITAS” JUDUL MATERI : PROBLEM SOLVING/SOLUSI PEMECAHAN MASALAH OLEH : DIRGA AGUNG, S.H.,M.H. FAKULTAS HUKUM UNIV. ATMA JAYA MAKASSAR TAHUN 2023
  • 2.
    TUJUAN MATERI PROBLEMSOLVING Diharapkan semua mahasiswa(i)/peserta dapat mengimplementasikan solusi-solusi terbaik ketika menghadapi masalah-masalah secara lebih dewasa dan bijaksana
  • 3.
    P E NG E R T I A N Masalah adalah : Hambatan-hambatan/kendala yang harus diselesaikan/dipecahkan untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam kehidupan sehari-hari. Problem Solving/Pemecahan Masalah : Metode/proses untuk menyelesaikan/memecahkan masalah yang terjadi dengan memilih keputusan/solusi terbaik.
  • 4.
    JENIS – JENISMASALAH SECARA UMUM ; Masalah yang diciptakan (problem to be created) Masalah yang dirasakan (problems to be perceived) Masalah yang telah terjadi (problems already occurred)
  • 5.
    JENIS-JENIS MASALAH SOSIAL Tingkat Kemiskinan Kemiskinan menjadi masalah sosial ketika stratifikasi dalam masyarakat menciptakan tingkatan atau garis-garis pembatas. Sehingga adanya kejanggalan atau batas pemisah dalam interaksi atau komunikasi antara orang yang berada di tingkatan yang di bawah dan di atasnya. Kemiskinan juga sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup yang akhirnya akan merusak lingkungan itu sendiri. Penduduk miskin yang terdesak akanmencari lahan-lahan kritis atau lahan-lahan konservasi sebagai tempat pemukiman.  Meningkatnya angka Kejahatan/Kriminalitas/Tindak Pidana Kejahatan secara formal dapat diartikan sebagai suatu tingkah laku yang melanggar norma-norma sosial dan undang-undang pidana, bertentangan dengan moral kemanusiaan, bersifat merugikan, sehingga ditentang oleh masyarakat. Di zaman sekarang ini, Tingkah laku kriminal bisa saja tidak lagi dianggap sebagai suatu bentuk kriminalitas sebab hal itu telah membudaya dan sudah menjadi rahasia umum yang dapat ditebak.
  • 6.
     Masalah dalamRumah Tangga/Keluarga Keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian (tempat belajar pertama) setiap anggotanya. Dalam keluarga kita pertama-tama mendapat penanaman nilai dan norma sosial, kesopanan, kesusilaan, etika, moral, dan tata krama. Ketidakharmonisan dalam keluarga juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang. Ketidakharmonisan keluarga merupakan perpecahan keluarga sebagai satu kesatuan, karena anggota- anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya.  Masalah Peperangan Perang selalu menyisakan persoalan yang berkepanjangan. Retaknya hubungan sosial, bahkan mungkin dendam berkepanjangan yang sulit dihentikan. Selain tentunya korban harta bahkan nyawa. Trauma terhadap anak-anak menjadi persoalan tersendiri yang dapat mewarnai perkembangan kepribadian anak-anak korban perang. Serta persoalan kemanusiaan lainnya, seperti pengungsi, pemenuhan kebutuhan pangan, dan pendidikan.
  • 7.
     Masalah Kualitasdan Kuantitas Penduduk Dalam sebuah Negara penduduk merupakan subyek serta obyek pembangunan yang sangat penting. Di Indonesia masalah kependudukan yang masih membelit adalah persebaran penduduk, meskipun tingkat kelahiran mulai bisa dikendalikan, dan yang masih sering disebut- sebut adalah kualitas SDM yang rendah. Permasalahan kuantitas diantaranya: a. Jumlah penduduk. b. Pertumbuhan penduduk. c. Kepadatan penduduk. d. Komposisi penduduk. Sedangkan masalah kualitas antara lain ; a. Masalah tingkat pendidikan. b. Masalah kesehatan. c. Masalah tingkat penghasilan/pendapatan.
  • 8.
    LANGKAH-LANGKAH SEDERHANA PEMECAHANMASALAH (PROBLEM SOLVING) 1. Mengidentifikasi/mempelajari masalah yang terjadi. Mencari tahu faktor penyebab masalah yang sebenarnya dan mengetahui tingkat kesulitannya. 2. Merumuskan masalah secara baik dan benar. Pada tahap ini, hendak dicari dan ditentukan secara jelas apakah sebenarnya kesulitan yang menimbulkan masalah ini. 3. Menemukan beberapa alternatif pemecahan masalah. Kemampuan seseorang mencari cara pemecahan masalah yang berasal dari dirinya sendiri atau orang lain untuk menemukan berbagai kemungkinan yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.
  • 9.
    4. Menemukan solusiterbaik untuk memecahkan masalah Mengambil keputusan yang tepat untuk menentukan solusi terbaik dengan berbagai pertimbangan yang matang secara dewasa dan bijaksana, seperti hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan untuk melaksanakan cara pemecahan yang di pilih. 5. Melaksanakan solusi terbaik yang sudah dipilih Melaksanakan solusi tersebut dengan keyakinan penuh pada diri sendiri dan tanpa keraguan 6. Melakukan evaluasi terhadap hasil yang didapat Mengevaluasi apakah solusi tersebut benar telah menyelesaikan masalah dengan tuntas. Jika belum, dapat kembali mngulang solusi tersebut atau memilih alternatif solusi lainnya. Dengan demikian kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap masalah yang terjadi dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
  • 10.
    QUOTE : “MENGATASI MASALAHTANPA MENCIPTAKAN MASALAH BARU” “kita harus membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa”
  • 11.
     Mengembangkan sikap keterampilandalam memecahkan masalah serta dalam mengambil keputusan secara objektif dan mandiri.  Mengembangkan kemampuan berpikir, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambah. Manfaat dari Metode Pemecahan Masalah  Melalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang benar- benar dihayati dan diminati.  Membina pengembangan sikap perasaan (ingin tahu lebih jauh) dan cara berpikir objektif, mandiri, dan kritis baik secara individual maupun kelompok. 11
  • 12.
    PHLEGMATIS KEKUATAN KELEMAHAN  Mudahbergaul, santai, tenang, dan teguh  Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik  Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana  Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)  Kuat dibidang administrasi dan cenderung ingin segalanya terorganisir  Penengah masalah yang baik  Cenderung berusaha menemukan cara yang termudah  Baik dibawah tekanan  Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan  Rasa humor yang tajam  Senang melihat dan mengawasi  Berbelas kasihan dan peduli  Mudah diajak rukun dan damai  Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/kegiatan baru  Takut dan khawatir  Tidak pasti  Menghindari konflik dan tanggung jawab  Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)  Terlalu pemalu dan pendiam  Humor kering & mengejek (sarkas)  Kurang berorientasi pada tujuan  Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri  Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat  Tidak senang didesak-desak
  • 13.
    KOLERIS KEKUATAN KELEMAHAN  Senangmemimpin, membuat keputusan dinamis dan aktif  Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan  Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/target  Bebas dan mandiri  Berani menghadapi tantangan dan masalah  “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini”  Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat  Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas  Membuat dan menentukan tujuan  Terdorong oleh tantangan  Tidak terlalu perlu teman  Mau memimpin dan mengorganisasi  Biasanya cepat dan punya visi kedepan  Unggul dalam keadaan darurat  Tidak sabar dan cepat marah  Senang memerintah  Terlalu bergairah dan susah untuk santai  Menyukai kontroversi dan pertengkaran  Terlalu kaku dan kuat/keras  Tidak menyukai air mata dan emosi  Tidak suka sesuatu yang bertele-tele atau terlalu rinci  Sering membuat keputusan yang tergesa-gesa  Memanipulasi dan cenderung memperalat orang lain  Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan  Workaholics  Susah mengaku salah & minta maaf  Kemungkinan selalu benar tetapi tidak populer
  • 14.
    SANGUINIS KEKUATAN KELEMAHAN  Senangberbicara  Secara fisik memegang pendengar, emosional, & demonstratif  Antusias dan ekspresif  Ceria dan penuh rasa ingin tahu  Hidup di masa sekarang  Mudah berubah (banyak kegiatan/keinginan)  Berhati tulus dan kekanak-kanakan  Senang kumpul & berkumpul (bertemu orang & berkomunikasi)  Umumnya hebat dipermukaan  Mudah berteman dan menyukai orang lain  Senang dengan pujian dan ingin jadi perhatian  Menyenangkan dan dicemburui orang lain  Mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam) dan cepat minta maaf  Mengambil inisiatif/menghindar dari hal-hal atau keadaaan yang membosankan  Menyukai hal-hal yang spontan  Suara & tertawa yang keras  Membesar-besarkan  Susah untuk diam (aktif)  Mudah ikut-ikutan dengan keadaan dan dikendalikan orang lain  Sering minta persetujuan termasuk hal yang sepele  Rentang konsentrasi pendek  Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (antusias di awal)  Mudah berubah  Susah datang tepat waktu  Prioritas kegiatan kacau  Mendominasi percakapan,suka menyela, dan susah mendengarkan dengan tuntas  Sering mengambil masalah orang lain menjadi seolah- olah masalahnya  Egoistis  Sering berdalih dan mengulangi cerita  Konsentrasi ke “how to spend the money” daripada “how to save the money”
  • 15.
    S E KI A N & T E R I M A K A S I H