SlideShare a Scribd company logo
KESADARAN
Ikfina Himmati Alfi B
Wildatul Lubab
• Kesadaran adalah kesadaran akan perbuatan. Sadar
artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan yang
sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali
(dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat,
tau dan mengerti, misalnya , rakyat telah sadar akan
politik. Kesadaran merupakan suatu yang dimiliki oleh
manusia dan tidak ada pada ciptaan Tuhan yang lain.
Kesadara yang dimiliki oleh manusia merupakan
bentuk unik dimana ia dapat menempatkan diri
manusia sesuai dengan yang diyakininya. Refleksi
merupakan bentuk dari penggungkapan kesadaran,
dimana ia dapat memberikan atau bertahan dalam
situasi dan kondisi tertentu dalam lingkungan.
Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang
berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5
cara pendekatan, yaitu:
• Pendekatan neurobiologis
Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh
aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis
berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls
listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan
proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses
mental.
Biasanya menggunakan terapi tanpa obat.
Pendekatan perilaku
Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya
tingkah laku adalah respon atas stimulus yang
datang. Secara sederhana dapat digambarkan
dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus -
Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek
tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini
dipelopori oleh J.B. Watson kemudian
dikembangkan oleh banyak ahli, seperti
B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
• Pendekatan kognitif
Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku
adalah proses mental, dimana individu (organisme)
aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan
menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi.
Individu menerima stimulus lalu melakukan proses
mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang
datang.
Kata kognisi menunjk ke persepsi tentang dunia sekitar,
beberapa aspek belajar, memori, berpikir, dan
pengetahuan tentang lingkungan sekitar. Proses itu
merupakan dasar dari pengalaman yang dimiliki yang
kita sebut pikiran.
• Pendekatan psikoanalisa
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh
Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan
individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah
sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh
hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan,
impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan
yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah
sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk
dipuaskan.
• Pendekatan fenomenologi
Pendekatan fenomenologi ini lebih
memperhatikan pada pengalaman subyektif
individu karena itu tingkah laku sangat
dipengaruhi oleh pandangan individu
terhadap diri dan dunianya, konsep tentang
dirinya, harga dirinya dan segala hal yang
menyangkut kesadaran atau aktualisasi
dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku
seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena
tentang dirinya.
• Atensi atau perhatian adalah pemrosesan secara
sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar
informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari
penginderaan, ingatan maupun proses kognitif
lainnya. Proses atensi membantu efisiensi
penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang
kemudian akan membantu kecepatan reaksi
terhadap rangsang tertentu.
Proses atensi
• Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.
• Proses otomatis tidak melibatkan kesadaran, misalkan mengarahkan
pandangan pada rangsang yang menarik secara kognisi. Memperhatikan
secara otomatis dilakukan tanpa bermaksud untuk memperhatikan suatu
hal. Perhatian terhadap suatu hal atau tindakan dapat dibentuk sehingga
menjadi otomatis (otomatisasi) melalui latihan dan frekuensi melakukan
tindakan tersebut.
• Proses terkendali biasanya dikendalikan oleh kesadaran, bahkan
membutuhkan kesadaran untuk dapat mengarahkan atensi secara
terkendali. Biasanya proses terkendali membutuhkan waktu lebih lama
untuk dilakukan, karena dilakukan secara bertahap.
Fungsi atensi
Terdapat tiga fungsi dalam melakukan atensi
terkendali
• Deteksi sinyal
Bertugas untuk mendeteksi kemunculan dari
rangsang khusus.
• Atensi selektif
Memilih suatu rangsang tertentu dan mengabaikan
rangsang lainnya.
• Atensi terbagi
Menempatkan sumberdaya atensi secara bijaksana
untuk mengkoordinasi pelaksanaan beberapa
tugas sekaligus.
• Neurologi atensi
Atensi erat kaitannya dengan fungsi otak. Bagian otak
yang memproses atensi terletak pada anterior di dalam
frontal lobe yang aktif pada proses atensi terkendali
dan pada posterior di dalam parietal lobe. Atensi juga
melibatkan aktivitas saraf pada korteks penginderaan,
terutama visual dan motorik.
• Atensi visual
Semakin kecil bayi semakin sulit untuk mengalihkan
perhatian pada hal lain, karena gerak motorik dan mata
masih terbatas. Pada dewasa kerusakan pada posterior
parietal lobe dapat menyebabkan pengabaian yang
parah pada integrasi kontralateral visual dan
penginderaan lainnya.
Gangguan pada atensi
Beberapa gangguan pada atensi menyebabkan
terjadinya gangguan perilaku seperti pada
• autisme
• Attention-deficit hyperactivity disorder atau
ADHD

More Related Content

What's hot

Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia
Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran ManusiaTingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia
Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia
pjj_kemenkes
 
Ppt psikologi kognitif - Endang Siswati
Ppt psikologi kognitif - Endang SiswatiPpt psikologi kognitif - Endang Siswati
Ppt psikologi kognitif - Endang SiswatiEndang20
 
Ppt pendekatan psikoanalisis
Ppt pendekatan psikoanalisisPpt pendekatan psikoanalisis
Ppt pendekatan psikoanalisis
Tiffana Maheswary Pragita Saputri
 
Dollard&miller
Dollard&millerDollard&miller
Dollard&miller
Pretty A
 
PSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESI
PSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESIPSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESI
PSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESI
Wulandari Rima Kumari
 
Psikodiagnostik observasi
Psikodiagnostik observasiPsikodiagnostik observasi
Psikodiagnostik observasiSeta Wicaksana
 
Psikoanalisis
PsikoanalisisPsikoanalisis
Psikoanalisis
Seta Wicaksana
 
Pertemuan ke-10 Carl Gustav Jung
Pertemuan ke-10 Carl Gustav JungPertemuan ke-10 Carl Gustav Jung
Pertemuan ke-10 Carl Gustav Jung
Vivia Maya Rafica
 
Presentasi kepribadian (psikologi)
Presentasi kepribadian (psikologi)Presentasi kepribadian (psikologi)
Presentasi kepribadian (psikologi)
Mustaqim Furohman
 
Modifikasi perilaku
Modifikasi perilakuModifikasi perilaku
Modifikasi perilakuAfra Balqis
 
Psikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikapPsikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikap
vidyatiara
 
Rangkuman Materi Psikologi sosial
Rangkuman Materi Psikologi sosialRangkuman Materi Psikologi sosial
Rangkuman Materi Psikologi sosialFuad Nasir
 
Power point psikologi gestalt
Power point psikologi gestaltPower point psikologi gestalt
Power point psikologi gestalt
nindypratiwi
 
Aliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam PsikologiAliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam PsikologiIntan Irawati
 
Persepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - docPersepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - docNofrida Atika
 
Persepsi sosial dan kognisi sosial
Persepsi sosial dan kognisi sosialPersepsi sosial dan kognisi sosial
Persepsi sosial dan kognisi sosialkkepyy
 
Metode-metode Penelitian dalam Psikologi
Metode-metode Penelitian dalam PsikologiMetode-metode Penelitian dalam Psikologi
Metode-metode Penelitian dalam PsikologiUmmu Faizah
 
Konsep biopsikologi
Konsep biopsikologiKonsep biopsikologi
Konsep biopsikologi
Missty II
 
Berpikir
BerpikirBerpikir
Berpikir
vera78
 

What's hot (20)

Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia
Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran ManusiaTingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia
Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia
 
Emosi
EmosiEmosi
Emosi
 
Ppt psikologi kognitif - Endang Siswati
Ppt psikologi kognitif - Endang SiswatiPpt psikologi kognitif - Endang Siswati
Ppt psikologi kognitif - Endang Siswati
 
Ppt pendekatan psikoanalisis
Ppt pendekatan psikoanalisisPpt pendekatan psikoanalisis
Ppt pendekatan psikoanalisis
 
Dollard&miller
Dollard&millerDollard&miller
Dollard&miller
 
PSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESI
PSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESIPSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESI
PSIKOLOGI SOSIAL - PERILAKU AGRESI
 
Psikodiagnostik observasi
Psikodiagnostik observasiPsikodiagnostik observasi
Psikodiagnostik observasi
 
Psikoanalisis
PsikoanalisisPsikoanalisis
Psikoanalisis
 
Pertemuan ke-10 Carl Gustav Jung
Pertemuan ke-10 Carl Gustav JungPertemuan ke-10 Carl Gustav Jung
Pertemuan ke-10 Carl Gustav Jung
 
Presentasi kepribadian (psikologi)
Presentasi kepribadian (psikologi)Presentasi kepribadian (psikologi)
Presentasi kepribadian (psikologi)
 
Modifikasi perilaku
Modifikasi perilakuModifikasi perilaku
Modifikasi perilaku
 
Psikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikapPsikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikap
 
Rangkuman Materi Psikologi sosial
Rangkuman Materi Psikologi sosialRangkuman Materi Psikologi sosial
Rangkuman Materi Psikologi sosial
 
Power point psikologi gestalt
Power point psikologi gestaltPower point psikologi gestalt
Power point psikologi gestalt
 
Aliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam PsikologiAliran-Aliran dalam Psikologi
Aliran-Aliran dalam Psikologi
 
Persepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - docPersepsi Sosial - doc
Persepsi Sosial - doc
 
Persepsi sosial dan kognisi sosial
Persepsi sosial dan kognisi sosialPersepsi sosial dan kognisi sosial
Persepsi sosial dan kognisi sosial
 
Metode-metode Penelitian dalam Psikologi
Metode-metode Penelitian dalam PsikologiMetode-metode Penelitian dalam Psikologi
Metode-metode Penelitian dalam Psikologi
 
Konsep biopsikologi
Konsep biopsikologiKonsep biopsikologi
Konsep biopsikologi
 
Berpikir
BerpikirBerpikir
Berpikir
 

Similar to Presentasi kesadaran

Biopsikologi & Proses sensori-motorik
Biopsikologi & Proses sensori-motorikBiopsikologi & Proses sensori-motorik
Biopsikologi & Proses sensori-motorik
pjj_kemenkes
 
Psikologi modul 1 kb 3
Psikologi modul 1 kb 3Psikologi modul 1 kb 3
Psikologi modul 1 kb 3Uwes Chaeruman
 
Proses Sensorik dan Motorik
Proses Sensorik dan MotorikProses Sensorik dan Motorik
Proses Sensorik dan Motorik
ade indriani safitri
 
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL.ppt
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL.pptKOMUNIKASI INTRAPERSONAL.ppt
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL.ppt
ashrafkhairulAzam
 
03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt
03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt
03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt
NovanVR
 
Persepsi Sosial - ppt
Persepsi Sosial - pptPersepsi Sosial - ppt
Persepsi Sosial - pptNofrida Atika
 
7
77
pengenalan diri dan potensi diri.pptx
pengenalan diri dan potensi diri.pptxpengenalan diri dan potensi diri.pptx
pengenalan diri dan potensi diri.pptx
ZiznecxGhoni
 
18060464113 yoananda
18060464113 yoananda18060464113 yoananda
18060464113 yoananda
yoanandamahendra
 
5 aliran psikologi
5 aliran psikologi5 aliran psikologi
5 aliran psikologi
Ana Febrina Purwani
 
Bahan Ajar Psikologi Kristen.pptx
Bahan Ajar Psikologi Kristen.pptxBahan Ajar Psikologi Kristen.pptx
Bahan Ajar Psikologi Kristen.pptx
BambangCiptoUtomo
 
Presentasi persepsi
Presentasi persepsiPresentasi persepsi
Presentasi persepsi
Yashinta Levy
 
Kesadaran dan perubahan kesadaran
Kesadaran dan perubahan kesadaranKesadaran dan perubahan kesadaran
Kesadaran dan perubahan kesadaran
Angel Purwanti
 

Similar to Presentasi kesadaran (20)

Psikologi Umum
Psikologi UmumPsikologi Umum
Psikologi Umum
 
Psikologi Umum
Psikologi UmumPsikologi Umum
Psikologi Umum
 
P S I K O L O G I U M U M
P S I K O L O G I  U M U MP S I K O L O G I  U M U M
P S I K O L O G I U M U M
 
Biopsikologi & Proses sensori-motorik
Biopsikologi & Proses sensori-motorikBiopsikologi & Proses sensori-motorik
Biopsikologi & Proses sensori-motorik
 
Psikologi modul 1 kb 3
Psikologi modul 1 kb 3Psikologi modul 1 kb 3
Psikologi modul 1 kb 3
 
Bab4
Bab4Bab4
Bab4
 
Proses Sensorik dan Motorik
Proses Sensorik dan MotorikProses Sensorik dan Motorik
Proses Sensorik dan Motorik
 
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL.ppt
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL.pptKOMUNIKASI INTRAPERSONAL.ppt
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL.ppt
 
03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt
03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt
03. Komunikasi Intrapersonal (sensasi-persepsi).ppt
 
Aktiviti pengamatan
Aktiviti pengamatanAktiviti pengamatan
Aktiviti pengamatan
 
Persepsi Sosial - ppt
Persepsi Sosial - pptPersepsi Sosial - ppt
Persepsi Sosial - ppt
 
7
77
7
 
pengenalan diri dan potensi diri.pptx
pengenalan diri dan potensi diri.pptxpengenalan diri dan potensi diri.pptx
pengenalan diri dan potensi diri.pptx
 
18060464113 yoananda
18060464113 yoananda18060464113 yoananda
18060464113 yoananda
 
Persepsi Word
Persepsi WordPersepsi Word
Persepsi Word
 
5 aliran psikologi
5 aliran psikologi5 aliran psikologi
5 aliran psikologi
 
Bahan Ajar Psikologi Kristen.pptx
Bahan Ajar Psikologi Kristen.pptxBahan Ajar Psikologi Kristen.pptx
Bahan Ajar Psikologi Kristen.pptx
 
Presentasi persepsi
Presentasi persepsiPresentasi persepsi
Presentasi persepsi
 
Fungsi jiwa kehendak
Fungsi jiwa kehendakFungsi jiwa kehendak
Fungsi jiwa kehendak
 
Kesadaran dan perubahan kesadaran
Kesadaran dan perubahan kesadaranKesadaran dan perubahan kesadaran
Kesadaran dan perubahan kesadaran
 

More from elmakrufi

Lansia
LansiaLansia
Lansia
elmakrufi
 
Masa tua
Masa tuaMasa tua
Masa tua
elmakrufi
 
Dampak psikologis monopouse
Dampak psikologis monopouseDampak psikologis monopouse
Dampak psikologis monopouse
elmakrufi
 
Prasangka dan diskriminasi
Prasangka dan diskriminasiPrasangka dan diskriminasi
Prasangka dan diskriminasi
elmakrufi
 
Konformitas
KonformitasKonformitas
Konformitas
elmakrufi
 
Altruisme dan perilaku pro sosial
Altruisme dan perilaku pro sosialAltruisme dan perilaku pro sosial
Altruisme dan perilaku pro sosial
elmakrufi
 
Ibnu sina (avicena) kel02
Ibnu sina (avicena) kel02Ibnu sina (avicena) kel02
Ibnu sina (avicena) kel02
elmakrufi
 
Psikologi gestalt
Psikologi gestaltPsikologi gestalt
Psikologi gestaltelmakrufi
 
Presentasi psikologi faal (testosteron)
Presentasi psikologi faal (testosteron)Presentasi psikologi faal (testosteron)
Presentasi psikologi faal (testosteron)elmakrufi
 
Presentasi sistem-syaraf-2
Presentasi sistem-syaraf-2Presentasi sistem-syaraf-2
Presentasi sistem-syaraf-2elmakrufi
 
Persepsi mealui telinga
Persepsi mealui telingaPersepsi mealui telinga
Persepsi mealui telingaelmakrufi
 
Persepsi indra mata
Persepsi indra mataPersepsi indra mata
Persepsi indra mataelmakrufi
 
Medula spinalis
Medula spinalisMedula spinalis
Medula spinaliselmakrufi
 
Kepemimpinan
KepemimpinanKepemimpinan
Kepemimpinanelmakrufi
 
Gerak biasa dan reflek
Gerak biasa dan reflekGerak biasa dan reflek
Gerak biasa dan reflekelmakrufi
 
Bu ava, rasa nyeri dan suhu
Bu ava, rasa nyeri dan suhuBu ava, rasa nyeri dan suhu
Bu ava, rasa nyeri dan suhuelmakrufi
 
Behaviorisme
BehaviorismeBehaviorisme
Behaviorismeelmakrufi
 

More from elmakrufi (20)

Adhd
AdhdAdhd
Adhd
 
Lansia
LansiaLansia
Lansia
 
Masa tua
Masa tuaMasa tua
Masa tua
 
Dampak psikologis monopouse
Dampak psikologis monopouseDampak psikologis monopouse
Dampak psikologis monopouse
 
Prasangka dan diskriminasi
Prasangka dan diskriminasiPrasangka dan diskriminasi
Prasangka dan diskriminasi
 
Konformitas
KonformitasKonformitas
Konformitas
 
Altruisme dan perilaku pro sosial
Altruisme dan perilaku pro sosialAltruisme dan perilaku pro sosial
Altruisme dan perilaku pro sosial
 
Ibnu sina (avicena) kel02
Ibnu sina (avicena) kel02Ibnu sina (avicena) kel02
Ibnu sina (avicena) kel02
 
Psikologi gestalt
Psikologi gestaltPsikologi gestalt
Psikologi gestalt
 
Presentasi psikologi faal (testosteron)
Presentasi psikologi faal (testosteron)Presentasi psikologi faal (testosteron)
Presentasi psikologi faal (testosteron)
 
Presentasi sistem-syaraf-2
Presentasi sistem-syaraf-2Presentasi sistem-syaraf-2
Presentasi sistem-syaraf-2
 
Persepsi mealui telinga
Persepsi mealui telingaPersepsi mealui telinga
Persepsi mealui telinga
 
Persepsi indra mata
Persepsi indra mataPersepsi indra mata
Persepsi indra mata
 
Neuroglia
NeurogliaNeuroglia
Neuroglia
 
Medula spinalis
Medula spinalisMedula spinalis
Medula spinalis
 
Kepemimpinan
KepemimpinanKepemimpinan
Kepemimpinan
 
Gerak biasa dan reflek
Gerak biasa dan reflekGerak biasa dan reflek
Gerak biasa dan reflek
 
Bu ava, rasa nyeri dan suhu
Bu ava, rasa nyeri dan suhuBu ava, rasa nyeri dan suhu
Bu ava, rasa nyeri dan suhu
 
Bu ava 3 .
Bu ava 3 .Bu ava 3 .
Bu ava 3 .
 
Behaviorisme
BehaviorismeBehaviorisme
Behaviorisme
 

Presentasi kesadaran

  • 1. KESADARAN Ikfina Himmati Alfi B Wildatul Lubab
  • 2. • Kesadaran adalah kesadaran akan perbuatan. Sadar artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat, tau dan mengerti, misalnya , rakyat telah sadar akan politik. Kesadaran merupakan suatu yang dimiliki oleh manusia dan tidak ada pada ciptaan Tuhan yang lain. Kesadara yang dimiliki oleh manusia merupakan bentuk unik dimana ia dapat menempatkan diri manusia sesuai dengan yang diyakininya. Refleksi merupakan bentuk dari penggungkapan kesadaran, dimana ia dapat memberikan atau bertahan dalam situasi dan kondisi tertentu dalam lingkungan.
  • 3. Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu: • Pendekatan neurobiologis Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental. Biasanya menggunakan terapi tanpa obat.
  • 4. Pendekatan perilaku Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S - R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
  • 5. • Pendekatan kognitif Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang. Kata kognisi menunjk ke persepsi tentang dunia sekitar, beberapa aspek belajar, memori, berpikir, dan pengetahuan tentang lingkungan sekitar. Proses itu merupakan dasar dari pengalaman yang dimiliki yang kita sebut pikiran.
  • 6. • Pendekatan psikoanalisa Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
  • 7. • Pendekatan fenomenologi Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
  • 8. • Atensi atau perhatian adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun proses kognitif lainnya. Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu.
  • 9. Proses atensi • Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar. • Proses otomatis tidak melibatkan kesadaran, misalkan mengarahkan pandangan pada rangsang yang menarik secara kognisi. Memperhatikan secara otomatis dilakukan tanpa bermaksud untuk memperhatikan suatu hal. Perhatian terhadap suatu hal atau tindakan dapat dibentuk sehingga menjadi otomatis (otomatisasi) melalui latihan dan frekuensi melakukan tindakan tersebut. • Proses terkendali biasanya dikendalikan oleh kesadaran, bahkan membutuhkan kesadaran untuk dapat mengarahkan atensi secara terkendali. Biasanya proses terkendali membutuhkan waktu lebih lama untuk dilakukan, karena dilakukan secara bertahap.
  • 10. Fungsi atensi Terdapat tiga fungsi dalam melakukan atensi terkendali • Deteksi sinyal Bertugas untuk mendeteksi kemunculan dari rangsang khusus. • Atensi selektif Memilih suatu rangsang tertentu dan mengabaikan rangsang lainnya. • Atensi terbagi Menempatkan sumberdaya atensi secara bijaksana untuk mengkoordinasi pelaksanaan beberapa tugas sekaligus.
  • 11. • Neurologi atensi Atensi erat kaitannya dengan fungsi otak. Bagian otak yang memproses atensi terletak pada anterior di dalam frontal lobe yang aktif pada proses atensi terkendali dan pada posterior di dalam parietal lobe. Atensi juga melibatkan aktivitas saraf pada korteks penginderaan, terutama visual dan motorik. • Atensi visual Semakin kecil bayi semakin sulit untuk mengalihkan perhatian pada hal lain, karena gerak motorik dan mata masih terbatas. Pada dewasa kerusakan pada posterior parietal lobe dapat menyebabkan pengabaian yang parah pada integrasi kontralateral visual dan penginderaan lainnya.
  • 12. Gangguan pada atensi Beberapa gangguan pada atensi menyebabkan terjadinya gangguan perilaku seperti pada • autisme • Attention-deficit hyperactivity disorder atau ADHD