PSIKOLOGI GESTALT

PSIKOLOGI UMUM I
KELOMPOK 9
SILAM
NINDY PRATIWI
Latar Belakang Psikologi Gestalt
 Max Wertheimer (1880-1943) pendiri dari
Psikologi Gestalt, bekerjasama dengan
dua temannya, yaitu Kurt Koffka (18861941) dan Wolfgang Kohler (1887-1967).
 Aliran Gestalt dipelopori oleh Max
Wertheimer
 Pandangan pokok psikologi Gestalt
berpusat bahwa apa yang dipersepsi itu
merupakan suatu kebulatan, suatu unity
atau suatu Gestalt.
Pengertian Psikologi Gestalt
 What is it Psikologi Getalt ??
Psikologi Gestalt adalah sebuah teori yang membahas
tentang persepsi manusia melalui
pengorganisasian kompenen, hubungan, dan pola
yang menjadi kesatuan.

 Apa Itu Persepsi ??
Persepsi adalah proses pengaturan dan
penerjemahan Informasi sensorik oleh otak.
Pengertian Psikologi Gestalt
 Psikologi gestalt merupakan salah satu
aliran yang mempelajari suatu gejala
sebagai suatu phenomena. Dalam
phenomena terdapat 2 unsur yaitu objek
dan arti
 Fenomena adalah data yang paling dasar
bagi psikologi gestalt.
 Gestalt adalah prinsip yang mempelajari
suatu gejala yang dikemukakan pertama
kalinya oleh Christian Von Ehrenferls
dalam eksperimennya mengenai musik.
Tokoh-Tokoh dalam Psikologi
Gestalt
1.

Franz Brentano (1838-1917)

Franz adalah guru dari tokoh psikologi gestalt,
pikiran brentano banyak kesamaan dengan
pikiran aristoteles. Brentano adalah pelopor
aliran psikologi fenomenalogi.
Gejala kejiwaan harus dipandang sebagai
fenomena.
Brentano berpendapat bahwa dasar dari segala
tingkah laku kejiwaan (psychic acts) adalah
persepsi.
Tokoh-Tokoh dalam Psikologi
Gestalt
2. Christian Von Ehrenfels
Christian bukanlah termasuk dalam
kelompak aliran psikologi gestalt namun ia
telah meletakkan dasar-dasar dari aliran
gestalt yang akan timbul kemudian.
Ia adalah seorang pendeta, kemudian
menjadi filsafat di praha.
Tokoh-Tokoh dalam Psikologi
Gestalt

3. Max Wertheimer (1880-1943)

Max Wertheimer adalah tokoh tertua dari tiga serangkai
pendiri aliran psikologi Gestalt.
Wertheimer dianggap sebagai pendiri teori Gestalt setelah dia
melakukan eksperimen dengan menggunakan alat yang bernama
stroboskop.
stroboskop, yaitu alat yang berbentuk kotak dan diberi suatu
alat untuk dapat melihat ke dalam kotak itu. Di dalam kotak
terdapat dua buah garis yang satu melintang dan yang satu tegak.
Kedua gambar tersebut diperlihatkan secara bergantian, dimulai
dari garis yang melintang kemudian garis yang tegak, dan
diperlihatkan secara terus menerus. Kesan yang muncul adalah
garis tersebut bergerak dari tegak ke melintang. Gerakan ini
merupakan gerakan yang semu karena sesungguhnya garis
tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secara
bergantian.
 Menurut Wertheimer, gerak stroboskopik hanya
dapat diterangkan dengan teori Gestalt, yaitu
bahwa seseorang melihat lingkungannya secara
menyeluruh. Garis-garis dilihat secara sendirisendiri, tetapi dalam hubungan dengan yang
lainnya, persepsi ini disebut persepsi holistik.
 Pada tahun 1923, dalam bukunya Investigation of
Gestalt Theory Whertheimer mengemukakan
hukum-hukum gestalt untuk pertama kalinya yaitu
sebagai berikut :
lanjutan

Hukum Kedekatan (Law of Proximity)  Hal-hal
yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat
cenderung dianggap sebagai totalitas. Contohnya :
Garis-garis di bawah ini akan terlihat sebagai tiga
kelompok garis yang masing-masing terdiri dari
dua garis, ditambah dengan satu garis yang berdiri
sendiri di sebelah kanan sekali.
 Hukum Ketertutupan (Law of Closure)  Adalah hal-hal
yang cenderung menutup akan membentuk kesan
totalitas terendiri.
 Hukum kesamaan (law of equivalance) Hal-hal yang
mirip satu sama lain, cenderung kita persepsikan
sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.
Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt
4. Kurt Koffka (1886-1941)
Sumbangan koffka untuk psikologi adalah penyajian
yang sistematis dan pengamalan dalam prinsip-prinsi
gestalt dalam rangkaian gejala psikologi dari mulai
persepsi, belajar, mengingat sampai kepada psikologi
belajar dan psikologi sosial.
Teori Koffka dalam belajar didasarkan pada anggapan
bahwa belajar, sebagaimana tingkah laku lainnya
dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip organisasi
psikologi gestalt, berikut beberapa teori koffka
tentang belajar :
 Faktor penting dalam belajar adalah jejak ingatan
(Memory traces), yaitu pengalaman-pengalaman
yang membekas pada tempat-tempat tertentu di
otak.
 Perubahan-perubahan yang terjadi pada ingatan
bersamaan dengan jalannya waktu tidak
melemahkan jejak ingatan itu.
 Latihan-latihan akan memperkuat jejak ingatan.
Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt
5. Wolfgang Kohler(1887-1967)
Kohler adalah 3 serangkai tokoh gestalt, Wertheimer tokoh
yang mengemukakan ide-ide, Kohler mengadakan
eksperimen-eksperimen dari ide tersebut, sedangkan
Koffka menulis teori-teori Wertheimer dan hasil-hasil
eksperimen Kohler.
Karya Kohler yang paling terkenal adalah penyelidikinnya
menegnai tingkah laku kecerdasan (Intelligent Behavior)
pada hewan simpanse. Ekperimennya bertitik tolak pada
teori Thorndike yang beranggapan bahwa tingkah laku
hewan pada dasarnya tingkah laku coba-salah (trial
anerror), Kohler membuktikan bahwa hewan kera terdapat
pemahaman (insight).
 Jalan eksperimennya adalah sebagai berikut :
Eksperimennya : seekor simpanse diletakkan di
dalam sangkar. Pisang digantung di atas
sangkar. Didalam sangkar terdapat beberapa
kotak berlainan jenis. Mula-mula hewan itu
melompat-lompat untuk mendapatkan pisang itu
tetapi tidak berhasil.
Karena usaha-usaha itu tidak membawa hasil,
simpanse itu berhenti sejenak, seolah-olah
memikir cara untuk mendapatkan pisang itu.
Tiba-tiba hewan itu dapat sesuatu ide dan
kemudian menyusun kotak-kotak yang tersedia
untuk dijadikan tangga dan memanjatnya untuk
mencapai pisang itu.
Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt
6. F. Krueger
Tahun 1924 Krueger memperkenalkan pada dunia
psikologi istilah ganzheit di Leipzig, Ganzheit berasal
dari kata jerman das Ganze yang berarti keseluruhan.
Sampai sekarang gestalt masih dianggap sama dengan
Ganzheit. Krueger berpendapat bahwa psikologi Gestalt
terlalu menitikberatkan pada masalah persepsi objek,
padahal menurut Krueger adalah penghayatan secara
menyeluruh terhadap ruang dan waktu, bukan hanya
persepsi saja atau totalitas objek-objek saja.
Konsekuensi dari pendapat ini adalah bahwa tingkah
laku harus diamati secara holistik atau molar, yaitu
suatu tingkah laku harus dipandang dalam hubungannya
dengan tingkah laku lain.
Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt
6. Kurt Lewin (1890-1947)

Lewin mengkritik teori gestalt karena dianggapnya
tidak adekuat, ia kurang setuju dengan cara
pendekatan aristotelian yg memntingkan struktur
dan isi gejala kejiwaan. Ia cenderung kepada
pendekatan galilean yaitu fungsi kejiwaan.
Lewin mempelajari motivasi sejak 1914 dan
mengadakan penelitian tentang intuisi, harapan,
substitusi dari tugas dan kejenuhan.Penelitiannya
mendapat suatu kesimpulan bahwa persepsi dan
tingkah laku seseorang tidak hanya ditentukan oleh
bentuk keseluruhan atau sifat totalitas dari rangsang
tetapi ditentukan oleh kekuatan yg ada dalam
lapangan psikologis (psychological field) seseorang.
 Lapangan psikologi ini terdiri dari rangsang-rangsang
dari luar maupun motivasi dan dorongan dari dalam diri
orang yang bersangkutan.
 Tingkah laku sesorang selalu mempunyai tujuan tertentu
(goal seeking behavior) dan tujuan itu adalah mencari
kesinambungan antara forces tsb.
 Teori Lewin di atas disebut sebagai teori lapangan (field
Theory) atau disebut juga sebagai topologi.
 Arah dan tingkah laku ditetakan melalui hodologi, yaitu
ilmu tentang arah tingkah laku teori lewin disebut juga
psikodinamika.
 Salah satu teorinya yang bersifat praktis adalah teori
tentang konflik, sebagai akibat adanya vektor-vektor
yang saling bertentangan dan tarik menarik.
Lewin membagi konflik dalam 3 jenis :
Konflik mendekat mendekat (approach-approach
conflict)  konflik ini terjadi kalau seseorang
menghadapi dua objek yang sama-sama bernilai
positif.
Konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance
confilct)  konflik ini terjadi kalau sesorang
berhadapan dengan dua objek yang sama-sama
mempunyai nilai negatif tetapi ia tidak bisa
menghindari kedua objek itu sekaligus.
Konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance
confilct)  dalam konflik ini terdapat hanya satu
objek yang mempunyai nilai positif dan negatif
sekaligus.
Pengembangan teori yang dilakukan oleh Kurt Lewin
adalah tentang training group (T-group) yaitu latihan
kepekaan. Lewin berpendapat bahwa sebagai akibat
industrilasasi orang barat yg sudah terlalu
individualistis, sehingga antara sistem psikologis di
dalam dirinya dengan lingkungan sekitar terdapat
dinding pemisah yg semakin lama semakin tebal,
maka orang tidak peka (sensitive)terhadap
rangsangan dari luar. Ia hanya peka terhadap
rangsangan yg dapat menimbulkan keseimbangan
dlm dirinya saja. Tanpa memperhatikan hal yg
menimbulkan ketidakseimbangan pada orang lain
diluar dirinya.
Prinsip Dasar Gestalt

1. Interaksi antara individu dan lingkungan disebut
sebagai perceptual field  Setiap perceptual field
memiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan
oleh manusia sebagai figure and ground. Oleh
karena itu kemampuan persepsi ini merupakan
fungsi bawaan manusia, bukan skill yang
dipelajari.
2. Prinsip-prinsip Pengorganisasian ada 6 Principle, yaitu ;
Principle of Proximity
Principle of Similarity
Principle of Similarity
Principle of Closure/ Principle of Good Form
Principle of Figure and Ground
Principle of Isomorphism
Aplikasi Teori Gestalt dalam proses
Pembelajaran
Dalam teori Belajar Gestalt, Belajar pada hakikatnya
adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain
pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa
belajar pemahaman merupakan bentuk utama aliran
ini. Maka dalam Proses pembelajaran harus
diterapkan sesuai dengan Konsep teori Gestalt
tersebut. Aplikasi teori Gestalt dalam proses
pembelajaran antara lain :
1. Belajar  fenomena kognitif Setelah proses
belajar terjadi, seseorang dapat memiliki cara
pandang baru terhadap suatu problem.
Aplikasi Teori Gestalt dalam proses
Pembelajaran
Beberapa prinsip belajar yang penting, antara lain:
Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan
Belajar adalah perkembangan kearah diferensiasi ynag
lebih luas
Belajar hanya berhasil, apabila tercapai kematangan
untuk memperoleh insight.
Belajar akan berhasil kalau ada tujuan
Aplikasi Teori Gestalt dalam proses
Pembelajaran
2. Insight  Pemecahan masalah secara jitu yang muncul
setelah adanya proses pengujian berbagai
dugaan/kemungkinan. Setelah adanya pengalaman insight
3. Memory  Hasil persepsi terhadap obyek meninggalkan
jejak ingatan. Dengan berjalannya waktu, jejak ingatan ini
akan berubah pula sejalan dengan prinsip-prinsip
organisasional terhadap obyek.
4. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) 
Kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang
pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran.
Aplikasi Teori Gestalt dalam proses
Pembelajaran
5. Perilaku bertujuan (pusposive behavior)  Perilaku
bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons,
tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin
dicapai.
6. Prinsip ruang hidup (life space)  Bahwa perilaku
individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan di mana ia
berada.
7. Transfer dalam Belajar  Yaitu pemindahan pola-pola
perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain.
Power point psikologi gestalt

Power point psikologi gestalt

  • 1.
    PSIKOLOGI GESTALT PSIKOLOGI UMUMI KELOMPOK 9 SILAM NINDY PRATIWI
  • 2.
    Latar Belakang PsikologiGestalt  Max Wertheimer (1880-1943) pendiri dari Psikologi Gestalt, bekerjasama dengan dua temannya, yaitu Kurt Koffka (18861941) dan Wolfgang Kohler (1887-1967).  Aliran Gestalt dipelopori oleh Max Wertheimer  Pandangan pokok psikologi Gestalt berpusat bahwa apa yang dipersepsi itu merupakan suatu kebulatan, suatu unity atau suatu Gestalt.
  • 3.
    Pengertian Psikologi Gestalt What is it Psikologi Getalt ?? Psikologi Gestalt adalah sebuah teori yang membahas tentang persepsi manusia melalui pengorganisasian kompenen, hubungan, dan pola yang menjadi kesatuan.  Apa Itu Persepsi ?? Persepsi adalah proses pengaturan dan penerjemahan Informasi sensorik oleh otak.
  • 4.
    Pengertian Psikologi Gestalt Psikologi gestalt merupakan salah satu aliran yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu phenomena. Dalam phenomena terdapat 2 unsur yaitu objek dan arti  Fenomena adalah data yang paling dasar bagi psikologi gestalt.  Gestalt adalah prinsip yang mempelajari suatu gejala yang dikemukakan pertama kalinya oleh Christian Von Ehrenferls dalam eksperimennya mengenai musik.
  • 5.
    Tokoh-Tokoh dalam Psikologi Gestalt 1. FranzBrentano (1838-1917) Franz adalah guru dari tokoh psikologi gestalt, pikiran brentano banyak kesamaan dengan pikiran aristoteles. Brentano adalah pelopor aliran psikologi fenomenalogi. Gejala kejiwaan harus dipandang sebagai fenomena. Brentano berpendapat bahwa dasar dari segala tingkah laku kejiwaan (psychic acts) adalah persepsi.
  • 6.
    Tokoh-Tokoh dalam Psikologi Gestalt 2.Christian Von Ehrenfels Christian bukanlah termasuk dalam kelompak aliran psikologi gestalt namun ia telah meletakkan dasar-dasar dari aliran gestalt yang akan timbul kemudian. Ia adalah seorang pendeta, kemudian menjadi filsafat di praha.
  • 7.
    Tokoh-Tokoh dalam Psikologi Gestalt 3.Max Wertheimer (1880-1943) Max Wertheimer adalah tokoh tertua dari tiga serangkai pendiri aliran psikologi Gestalt. Wertheimer dianggap sebagai pendiri teori Gestalt setelah dia melakukan eksperimen dengan menggunakan alat yang bernama stroboskop. stroboskop, yaitu alat yang berbentuk kotak dan diberi suatu alat untuk dapat melihat ke dalam kotak itu. Di dalam kotak terdapat dua buah garis yang satu melintang dan yang satu tegak. Kedua gambar tersebut diperlihatkan secara bergantian, dimulai dari garis yang melintang kemudian garis yang tegak, dan diperlihatkan secara terus menerus. Kesan yang muncul adalah garis tersebut bergerak dari tegak ke melintang. Gerakan ini merupakan gerakan yang semu karena sesungguhnya garis tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secara bergantian.
  • 8.
     Menurut Wertheimer,gerak stroboskopik hanya dapat diterangkan dengan teori Gestalt, yaitu bahwa seseorang melihat lingkungannya secara menyeluruh. Garis-garis dilihat secara sendirisendiri, tetapi dalam hubungan dengan yang lainnya, persepsi ini disebut persepsi holistik.  Pada tahun 1923, dalam bukunya Investigation of Gestalt Theory Whertheimer mengemukakan hukum-hukum gestalt untuk pertama kalinya yaitu sebagai berikut :
  • 9.
    lanjutan Hukum Kedekatan (Lawof Proximity)  Hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai totalitas. Contohnya : Garis-garis di bawah ini akan terlihat sebagai tiga kelompok garis yang masing-masing terdiri dari dua garis, ditambah dengan satu garis yang berdiri sendiri di sebelah kanan sekali.
  • 10.
     Hukum Ketertutupan(Law of Closure)  Adalah hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas terendiri.  Hukum kesamaan (law of equivalance) Hal-hal yang mirip satu sama lain, cenderung kita persepsikan sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.
  • 11.
    Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt 4.Kurt Koffka (1886-1941) Sumbangan koffka untuk psikologi adalah penyajian yang sistematis dan pengamalan dalam prinsip-prinsi gestalt dalam rangkaian gejala psikologi dari mulai persepsi, belajar, mengingat sampai kepada psikologi belajar dan psikologi sosial. Teori Koffka dalam belajar didasarkan pada anggapan bahwa belajar, sebagaimana tingkah laku lainnya dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip organisasi psikologi gestalt, berikut beberapa teori koffka tentang belajar :
  • 12.
     Faktor pentingdalam belajar adalah jejak ingatan (Memory traces), yaitu pengalaman-pengalaman yang membekas pada tempat-tempat tertentu di otak.  Perubahan-perubahan yang terjadi pada ingatan bersamaan dengan jalannya waktu tidak melemahkan jejak ingatan itu.  Latihan-latihan akan memperkuat jejak ingatan.
  • 13.
    Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt 5.Wolfgang Kohler(1887-1967) Kohler adalah 3 serangkai tokoh gestalt, Wertheimer tokoh yang mengemukakan ide-ide, Kohler mengadakan eksperimen-eksperimen dari ide tersebut, sedangkan Koffka menulis teori-teori Wertheimer dan hasil-hasil eksperimen Kohler. Karya Kohler yang paling terkenal adalah penyelidikinnya menegnai tingkah laku kecerdasan (Intelligent Behavior) pada hewan simpanse. Ekperimennya bertitik tolak pada teori Thorndike yang beranggapan bahwa tingkah laku hewan pada dasarnya tingkah laku coba-salah (trial anerror), Kohler membuktikan bahwa hewan kera terdapat pemahaman (insight).
  • 14.
     Jalan eksperimennyaadalah sebagai berikut :
  • 15.
    Eksperimennya : seekorsimpanse diletakkan di dalam sangkar. Pisang digantung di atas sangkar. Didalam sangkar terdapat beberapa kotak berlainan jenis. Mula-mula hewan itu melompat-lompat untuk mendapatkan pisang itu tetapi tidak berhasil. Karena usaha-usaha itu tidak membawa hasil, simpanse itu berhenti sejenak, seolah-olah memikir cara untuk mendapatkan pisang itu. Tiba-tiba hewan itu dapat sesuatu ide dan kemudian menyusun kotak-kotak yang tersedia untuk dijadikan tangga dan memanjatnya untuk mencapai pisang itu.
  • 16.
    Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt 6.F. Krueger Tahun 1924 Krueger memperkenalkan pada dunia psikologi istilah ganzheit di Leipzig, Ganzheit berasal dari kata jerman das Ganze yang berarti keseluruhan. Sampai sekarang gestalt masih dianggap sama dengan Ganzheit. Krueger berpendapat bahwa psikologi Gestalt terlalu menitikberatkan pada masalah persepsi objek, padahal menurut Krueger adalah penghayatan secara menyeluruh terhadap ruang dan waktu, bukan hanya persepsi saja atau totalitas objek-objek saja. Konsekuensi dari pendapat ini adalah bahwa tingkah laku harus diamati secara holistik atau molar, yaitu suatu tingkah laku harus dipandang dalam hubungannya dengan tingkah laku lain.
  • 17.
    Tokoh-Tokoh Psikologi Gestalt 6.Kurt Lewin (1890-1947) Lewin mengkritik teori gestalt karena dianggapnya tidak adekuat, ia kurang setuju dengan cara pendekatan aristotelian yg memntingkan struktur dan isi gejala kejiwaan. Ia cenderung kepada pendekatan galilean yaitu fungsi kejiwaan. Lewin mempelajari motivasi sejak 1914 dan mengadakan penelitian tentang intuisi, harapan, substitusi dari tugas dan kejenuhan.Penelitiannya mendapat suatu kesimpulan bahwa persepsi dan tingkah laku seseorang tidak hanya ditentukan oleh bentuk keseluruhan atau sifat totalitas dari rangsang tetapi ditentukan oleh kekuatan yg ada dalam lapangan psikologis (psychological field) seseorang.
  • 18.
     Lapangan psikologiini terdiri dari rangsang-rangsang dari luar maupun motivasi dan dorongan dari dalam diri orang yang bersangkutan.  Tingkah laku sesorang selalu mempunyai tujuan tertentu (goal seeking behavior) dan tujuan itu adalah mencari kesinambungan antara forces tsb.  Teori Lewin di atas disebut sebagai teori lapangan (field Theory) atau disebut juga sebagai topologi.  Arah dan tingkah laku ditetakan melalui hodologi, yaitu ilmu tentang arah tingkah laku teori lewin disebut juga psikodinamika.  Salah satu teorinya yang bersifat praktis adalah teori tentang konflik, sebagai akibat adanya vektor-vektor yang saling bertentangan dan tarik menarik.
  • 19.
    Lewin membagi konflikdalam 3 jenis : Konflik mendekat mendekat (approach-approach conflict)  konflik ini terjadi kalau seseorang menghadapi dua objek yang sama-sama bernilai positif. Konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance confilct)  konflik ini terjadi kalau sesorang berhadapan dengan dua objek yang sama-sama mempunyai nilai negatif tetapi ia tidak bisa menghindari kedua objek itu sekaligus. Konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance confilct)  dalam konflik ini terdapat hanya satu objek yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
  • 20.
    Pengembangan teori yangdilakukan oleh Kurt Lewin adalah tentang training group (T-group) yaitu latihan kepekaan. Lewin berpendapat bahwa sebagai akibat industrilasasi orang barat yg sudah terlalu individualistis, sehingga antara sistem psikologis di dalam dirinya dengan lingkungan sekitar terdapat dinding pemisah yg semakin lama semakin tebal, maka orang tidak peka (sensitive)terhadap rangsangan dari luar. Ia hanya peka terhadap rangsangan yg dapat menimbulkan keseimbangan dlm dirinya saja. Tanpa memperhatikan hal yg menimbulkan ketidakseimbangan pada orang lain diluar dirinya.
  • 21.
    Prinsip Dasar Gestalt 1.Interaksi antara individu dan lingkungan disebut sebagai perceptual field  Setiap perceptual field memiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan oleh manusia sebagai figure and ground. Oleh karena itu kemampuan persepsi ini merupakan fungsi bawaan manusia, bukan skill yang dipelajari.
  • 22.
    2. Prinsip-prinsip Pengorganisasianada 6 Principle, yaitu ; Principle of Proximity Principle of Similarity Principle of Similarity Principle of Closure/ Principle of Good Form Principle of Figure and Ground Principle of Isomorphism
  • 23.
    Aplikasi Teori Gestaltdalam proses Pembelajaran Dalam teori Belajar Gestalt, Belajar pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk utama aliran ini. Maka dalam Proses pembelajaran harus diterapkan sesuai dengan Konsep teori Gestalt tersebut. Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain : 1. Belajar  fenomena kognitif Setelah proses belajar terjadi, seseorang dapat memiliki cara pandang baru terhadap suatu problem.
  • 24.
    Aplikasi Teori Gestaltdalam proses Pembelajaran Beberapa prinsip belajar yang penting, antara lain: Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan Belajar adalah perkembangan kearah diferensiasi ynag lebih luas Belajar hanya berhasil, apabila tercapai kematangan untuk memperoleh insight. Belajar akan berhasil kalau ada tujuan
  • 25.
    Aplikasi Teori Gestaltdalam proses Pembelajaran 2. Insight  Pemecahan masalah secara jitu yang muncul setelah adanya proses pengujian berbagai dugaan/kemungkinan. Setelah adanya pengalaman insight 3. Memory  Hasil persepsi terhadap obyek meninggalkan jejak ingatan. Dengan berjalannya waktu, jejak ingatan ini akan berubah pula sejalan dengan prinsip-prinsip organisasional terhadap obyek. 4. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning)  Kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran.
  • 26.
    Aplikasi Teori Gestaltdalam proses Pembelajaran 5. Perilaku bertujuan (pusposive behavior)  Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. 6. Prinsip ruang hidup (life space)  Bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan di mana ia berada. 7. Transfer dalam Belajar  Yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain.