IBNU SINA (Avicena)
(370-428 H = 980-1037 M)
KELOMPOK 2
LAILATUL BADRIYAH
WILDATUL LUBAB
NURIN
Tim Kreator & Editor (@Elmakrufi)
Sub Pembahasan
 Penciptaan Alam, Alam Berasal dari Allah
 Hubungan jiwa manusia dengan Allah
 Daya yang dimiliki oleh Jiwa (annathiqoh)
 Teori Kecerdasan
Kamis, 09 Mei 2013 2Detikpsikologi.wordpress.com
BIOGRAFI
Kamis,09Mei2013
3
Detikpsikologi.wordpress.com
Abu Ali Husein Ibn Abdillah Ibn Sina lahir di Afsyana, suatu tempat yang
terletak di dekat Bukhara pada tahun 980 M. orang tuanya pegawai tinggi
pada pemerintahan Dinasti Samani. Menurut Jurjani, ia mempelajari ilmu
fisika, matematika, kedokteran, hukum, dll. Pada usia 17 tahun ia telah
dikenal sebagai dokter. Setelah orang tuanya meninggal ia pindah
ke Juzjan, suatu kota dekat laut Kaspia dan di sana ia mulai menulis
ensiklopedi tentang ilmu kedokteran yang diberi nama Al-Qanun fi al-Tibbi
(The Canon). Kemudian pindah ke Ray, suatu kota sebelah Teheran, dan
bekerja untuk Ratu Sayyedah dan anaknya Majid al-Dawlah. Sultan Syam
al-Daulah yang berkuasa di Hamdan (bagaian barat Iran) mengangkat Ibnu
Sina menjadi menterinya. Terakhir ia pindah ke Isfahan dan meninggal di
sana pada tahun 1037 M.
METAFISIKA
Kamis,09Mei2013
4
Detikpsikologi.wordpress.com
Metafisika adalah ilmu yang membahas sesuatu yang berada di
luar alam empiris dan bahasan yang terpenting adalah ilmu
Ketuhanan.
a. Dalil wujud Allah.
Ibnu Sina terpengaruh dalil ontologi Aristoteles dan mengikuti al-
Farabi. Ia membagi wujud menjadi dua jenis, yakni wajib wujud
dan mumkin wujud.
b. Dzat dan sifat.
Allah adalah kebaikan (khair) dan kesempurnaan (kamal), karena
mustahil diri-Nya mengandung ketiadaan. Allah Maha Benar
dalam arti yang sebenarnya. Tidak ada sesuatupun yang
menyamai dzat Nya yang maha sempurna.
Sifat allah tidak berbeda dengan dzat Nya, merupakan satu
kesatuan yang tidak berbeda, yakni sifat identik dengan dzat.
FISIKA
Kamis,09Mei2013
5
Detikpsikologi.wordpress.com
Mengenai bagaimana alam ini dijadikan, Ibnu Sina menerangkan dengan
teori emanasi, yakni dari Tuhan memancar Akal Pertama dan dari akal
pertama memancar akal kedua dan langit pertama, demikian seterusnya
hingga mencapai akal ke sepuluh dan bumi. Dari akal kesepuluh
memancar segala apa yang terdapat di bumi yang berada di bawah bulan.
Akal pertama adalah malaikat tertinggi dan akal kesepuluh adalah Jibril.
Akal pertama mempunyai dua sifat: sifat wajib wujudnya, sebagai
pancaran dari Allah, dan sifat mumkin wujudnya jika ditinjau dari hakekat
dirinya. Dengan demikian ia mempunyai tiga obyek pemikiran;
Tuhan, dirinya sebagai wajibul wujud dan dirinya sebagai mumkinul wujud.
Dari pemikiran tentang Tuhan timbul akal-akal, dari pemikiran tentang
dirinya sebagai wajibul wujud timbul jiwa-jiwa dan dari pemikiran tentang
dirinya sebagai mumkinul wujud timbul langit-langit.
JIWA
Kamis,09Mei2013
6
Detikpsikologi.wordpress.com
Ibnu Sina membagi jiwa menjadi tiga :
a. Jiwa tumbuh-tumbuhan dengan daya-daya :
makan, tumbuh dan berkembang biak.
b. Jiwa binatang, dengan daya-daya: gerak, menangkap
(dari luar dan dalam).
c. Jiwa manusia, dengan dua daya: praktis dan teoritis.
Teoritis mempunyai empat tingkatan: akal materiil, akal
bakat (intelectus in habitus), akal aktuil dan akal mustafat.
Pemikiran terpenting yang dihasilkan Ibnu Sina ialah
falsafatnya tentang jiwa. Sebagaimana Al-Farabi, ia
juga menganut faham pancaran. Dari Tuhan
memancar akal pertama, dan dari akal pertama
memancar akal kedua dan langit pertama, demikian
seterusnya sehingga tercapai akal ke sepuluh dan
bumi. Dari akal ke sepuluh memancar segala apa
yang terdapat di bumi yang berada dibawah bulan.
Akal pertama adalah malaekat tertinggi dan akal
kesepuluh adalah Jibril.
Kamis,09Mei2013
7
Detikpsikologi.wordpress.com
DAYA YANG DIMILIKI OLEH JIWA
Jiwa manusia mempunyai dua daya: praktis dan teoritis.
Daya praktis hubungannya dengan jasad, sedangkan daya teoritis
hubungannya dengan hal-hal yang abstrak.
Daya teoritis mempunyai empat tingkatan:
a). Akal materiil yang semata-mata mempunyai potensi untuk
berfikir dan belum dilatih walaupun sedikit.
b). Akal al malakat yang telah dapat berpikir tentang hal-hal
abstrak.
c). Akal actual yang telah dapat berpikir tentang hal-hal abstrak.
d). Akal Mustafad yaitu akal yang sanggup berpikir tentang hal-hal
abstrak tanpa perlu daya upaya. Akal seperti inilah yang dapat
berhubungan dan menerima limpahan ilmu pngetahuan dari akal
aktif.
Kamis,09Mei2013
8
Detikpsikologi.wordpress.com
CATATAN TAMBAHAN DARI DOSEN
 Ibn sina dipengaruhi alfaraby
 Apakah ibn sina setuju dengan pandangan alfaraby mengenai akal
dan jiwa?
 Apakah sama pembagian akal dan jiwa menurut alfaraby dan ibn
sina?
 Baca buku “filsafat & mistisme” dalam islam, karya Harun Nasution.
Kamis,09Mei2013
9
Detikpsikologi.wordpress.com
 Kecerdasan manusia bersumber dari Allah, ia tidak dapat berdiri
sendiri dan selalu terhubung dengan Allah karena kecerdasannya
berasal dari Allah. Mengapa manusia bisa memikirkan Ketuhanan?
Karena kecerdasannya bersumber dari Allah.
 Ada tingkatan kecerdasan manusia. Ditunjukkan dalam teori
“Emanasi”.
 Akal I Akal X (kesepuluh).
 akal manusia selalu terhubung dengan akal kesepuluh, dan terus sampai ke
akal pertama
 Akal kesepuluh: kecerdasan bumi, langit.
 Sehingga, manusia memiliki kecerdasan memikirkan Alam dan kecerdasan
memikirkan Tuhan.
Kamis,09Mei2013
10
Detikpsikologi.wordpress.com
 Tingkat Kecerdasan Manusia
1. Kecerdasan Praktis (kecerdasan akal budi)
1. Kecerdasan yang terkait dengan gerak tubuh, seperti
makan, minum, study by doing.
2. Kecerdasan Teoritis (Kecerdasan Rasio, pemikiran Abstrak)
1. Terbagi menjadi empat;
1. potensial,
2. Bakat: dua Konsep—setara anak SD.
3. bakat terlatih : dua atau lebih variable—setingkat anak SMP atau SMA.
4. Perolehan: multivariable—kecerdasan setara S1, S2 atau S3. yaitu akal manusia
yang mampu terhubung dengan akal sepuluh.
2. Ibn sina mengatakan, “kecerdasan itu bukan faktor bawaan, tapi lebih
banyak hasil belajar”. Bukan berarti dia menolak akan adanya
kecerdasan bawaan.
Kamis,09Mei2013
11
Detikpsikologi.wordpress.com
Kecerdasan
menurut
Renald
Kasali
Kecerdasan
Kaki
Kecerdasan
Atas
Kamis,09Mei2013
12
Detikpsikologi.wordpress.com
Kecerdasan
praktis, belajar
dari
pengalaman, tin
dakan konkrit
Kecerdasan
konseptual,
abstrak
Keduanya
harus
“diasah agar
semakin
sempurna”
Kecerdasan
atas diasah
dengan berfikir
abstrak
Kecerdasan kaki
diasah dengan
bertindak
 Hakekat filsafat menurut Ibn sina adalah “menghubungkan
kecerdasan manusia dengan Allah”.
 Apakah berfikir itu?
 Berfikir adalah memahami dengan menghubungkannya dengan
memori dunia (akal X).
 Jadi, manusia boleh saja mati dengan sel otaknya yang dikubur.
Tapi, ilmunya tetap hidup di memori dunia.
 Sel otak hanyalah alat untuk memanggil
Kamis,09Mei2013
13
Detikpsikologi.wordpress.com
 Buku dipahami akal kesepuluh
 membaca menghubungkan manusia dengan memori-dunia (akal X).
Karena seseorang membaca pada dasarnya memahami bacaan
berdasarkan pada apa yang terjadi atau ada di dunia (akal X).
Kamis,09Mei2013
14
Detikpsikologi.wordpress.com
Kamis,09Mei2013
15
Detikpsikologi.wordpress.com
Meraih
kecerdasam
Mengasah;
otak
atas, dan
otak kaki
4 sehat + 5
sempurna
Akhlak
Mulia
Kamis,09Mei2013
16
Detikpsikologi.wordpress.com
Kamis,09Mei2013
17
Detikpsikologi.wordpress.com
Kamis,09Mei2013
18
Detikpsikologi.wordpress.com
PERTANYAAN-PERTANYAAN
 Penjelasan tentang dari akal kesepuluh memancar segala apa yang
terdapat di bumi yang berada di bawah bulan. Akal pertama dan akal
kesepuluh adalah jibril?
 Penjelasan tentang jiwa berdasarkan jenisnya, jiwa nabati, jiwa
hewani dan jiwa rasional?
 Tentang teori Kecerdasan?
 Mengapa akal pertama adalah malaikat tertinggi dan akal kesepuluh
adalah jibril?
Kamis,09Mei2013
19
Detikpsikologi.wordpress.com
MOTIVASI DIBALIK YANG TERSURAT
Oleh;
Kreator & Editor
@elmakrufi
Kamis,09Mei2013
20
Detikpsikologi.wordpress.com
Kamis,09Mei2013
21
Detikpsikologi.wordpress.com
“sekolah tenanan coy” “lan tanaalul birra hatta tunfiquu min
maa tuhibbun” (tidaklah kamu sekalian
memperoleh kemuliaan, kecuali
menginfakkan sebagian dari apa yang
kalian senangi
Kamis,09Mei2013
22
Detikpsikologi.wordpress.com
Kamis,09Mei2013
23
Detikpsikologi.wordpress.com
“ya, nanti
diperdala
m ya!!”
“bu, gue masih
belum
mendalami
materi
sekolah, iki
piye??”
Kamis,09Mei2013
24
Detikpsikologi.wordpress.com

Ibnu sina (avicena) kel02

  • 1.
    IBNU SINA (Avicena) (370-428H = 980-1037 M) KELOMPOK 2 LAILATUL BADRIYAH WILDATUL LUBAB NURIN Tim Kreator & Editor (@Elmakrufi)
  • 2.
    Sub Pembahasan  PenciptaanAlam, Alam Berasal dari Allah  Hubungan jiwa manusia dengan Allah  Daya yang dimiliki oleh Jiwa (annathiqoh)  Teori Kecerdasan Kamis, 09 Mei 2013 2Detikpsikologi.wordpress.com
  • 3.
    BIOGRAFI Kamis,09Mei2013 3 Detikpsikologi.wordpress.com Abu Ali HuseinIbn Abdillah Ibn Sina lahir di Afsyana, suatu tempat yang terletak di dekat Bukhara pada tahun 980 M. orang tuanya pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Samani. Menurut Jurjani, ia mempelajari ilmu fisika, matematika, kedokteran, hukum, dll. Pada usia 17 tahun ia telah dikenal sebagai dokter. Setelah orang tuanya meninggal ia pindah ke Juzjan, suatu kota dekat laut Kaspia dan di sana ia mulai menulis ensiklopedi tentang ilmu kedokteran yang diberi nama Al-Qanun fi al-Tibbi (The Canon). Kemudian pindah ke Ray, suatu kota sebelah Teheran, dan bekerja untuk Ratu Sayyedah dan anaknya Majid al-Dawlah. Sultan Syam al-Daulah yang berkuasa di Hamdan (bagaian barat Iran) mengangkat Ibnu Sina menjadi menterinya. Terakhir ia pindah ke Isfahan dan meninggal di sana pada tahun 1037 M.
  • 4.
    METAFISIKA Kamis,09Mei2013 4 Detikpsikologi.wordpress.com Metafisika adalah ilmuyang membahas sesuatu yang berada di luar alam empiris dan bahasan yang terpenting adalah ilmu Ketuhanan. a. Dalil wujud Allah. Ibnu Sina terpengaruh dalil ontologi Aristoteles dan mengikuti al- Farabi. Ia membagi wujud menjadi dua jenis, yakni wajib wujud dan mumkin wujud. b. Dzat dan sifat. Allah adalah kebaikan (khair) dan kesempurnaan (kamal), karena mustahil diri-Nya mengandung ketiadaan. Allah Maha Benar dalam arti yang sebenarnya. Tidak ada sesuatupun yang menyamai dzat Nya yang maha sempurna. Sifat allah tidak berbeda dengan dzat Nya, merupakan satu kesatuan yang tidak berbeda, yakni sifat identik dengan dzat.
  • 5.
    FISIKA Kamis,09Mei2013 5 Detikpsikologi.wordpress.com Mengenai bagaimana alamini dijadikan, Ibnu Sina menerangkan dengan teori emanasi, yakni dari Tuhan memancar Akal Pertama dan dari akal pertama memancar akal kedua dan langit pertama, demikian seterusnya hingga mencapai akal ke sepuluh dan bumi. Dari akal kesepuluh memancar segala apa yang terdapat di bumi yang berada di bawah bulan. Akal pertama adalah malaikat tertinggi dan akal kesepuluh adalah Jibril. Akal pertama mempunyai dua sifat: sifat wajib wujudnya, sebagai pancaran dari Allah, dan sifat mumkin wujudnya jika ditinjau dari hakekat dirinya. Dengan demikian ia mempunyai tiga obyek pemikiran; Tuhan, dirinya sebagai wajibul wujud dan dirinya sebagai mumkinul wujud. Dari pemikiran tentang Tuhan timbul akal-akal, dari pemikiran tentang dirinya sebagai wajibul wujud timbul jiwa-jiwa dan dari pemikiran tentang dirinya sebagai mumkinul wujud timbul langit-langit.
  • 6.
    JIWA Kamis,09Mei2013 6 Detikpsikologi.wordpress.com Ibnu Sina membagijiwa menjadi tiga : a. Jiwa tumbuh-tumbuhan dengan daya-daya : makan, tumbuh dan berkembang biak. b. Jiwa binatang, dengan daya-daya: gerak, menangkap (dari luar dan dalam). c. Jiwa manusia, dengan dua daya: praktis dan teoritis. Teoritis mempunyai empat tingkatan: akal materiil, akal bakat (intelectus in habitus), akal aktuil dan akal mustafat.
  • 7.
    Pemikiran terpenting yangdihasilkan Ibnu Sina ialah falsafatnya tentang jiwa. Sebagaimana Al-Farabi, ia juga menganut faham pancaran. Dari Tuhan memancar akal pertama, dan dari akal pertama memancar akal kedua dan langit pertama, demikian seterusnya sehingga tercapai akal ke sepuluh dan bumi. Dari akal ke sepuluh memancar segala apa yang terdapat di bumi yang berada dibawah bulan. Akal pertama adalah malaekat tertinggi dan akal kesepuluh adalah Jibril. Kamis,09Mei2013 7 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 8.
    DAYA YANG DIMILIKIOLEH JIWA Jiwa manusia mempunyai dua daya: praktis dan teoritis. Daya praktis hubungannya dengan jasad, sedangkan daya teoritis hubungannya dengan hal-hal yang abstrak. Daya teoritis mempunyai empat tingkatan: a). Akal materiil yang semata-mata mempunyai potensi untuk berfikir dan belum dilatih walaupun sedikit. b). Akal al malakat yang telah dapat berpikir tentang hal-hal abstrak. c). Akal actual yang telah dapat berpikir tentang hal-hal abstrak. d). Akal Mustafad yaitu akal yang sanggup berpikir tentang hal-hal abstrak tanpa perlu daya upaya. Akal seperti inilah yang dapat berhubungan dan menerima limpahan ilmu pngetahuan dari akal aktif. Kamis,09Mei2013 8 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 9.
    CATATAN TAMBAHAN DARIDOSEN  Ibn sina dipengaruhi alfaraby  Apakah ibn sina setuju dengan pandangan alfaraby mengenai akal dan jiwa?  Apakah sama pembagian akal dan jiwa menurut alfaraby dan ibn sina?  Baca buku “filsafat & mistisme” dalam islam, karya Harun Nasution. Kamis,09Mei2013 9 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 10.
     Kecerdasan manusiabersumber dari Allah, ia tidak dapat berdiri sendiri dan selalu terhubung dengan Allah karena kecerdasannya berasal dari Allah. Mengapa manusia bisa memikirkan Ketuhanan? Karena kecerdasannya bersumber dari Allah.  Ada tingkatan kecerdasan manusia. Ditunjukkan dalam teori “Emanasi”.  Akal I Akal X (kesepuluh).  akal manusia selalu terhubung dengan akal kesepuluh, dan terus sampai ke akal pertama  Akal kesepuluh: kecerdasan bumi, langit.  Sehingga, manusia memiliki kecerdasan memikirkan Alam dan kecerdasan memikirkan Tuhan. Kamis,09Mei2013 10 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 11.
     Tingkat KecerdasanManusia 1. Kecerdasan Praktis (kecerdasan akal budi) 1. Kecerdasan yang terkait dengan gerak tubuh, seperti makan, minum, study by doing. 2. Kecerdasan Teoritis (Kecerdasan Rasio, pemikiran Abstrak) 1. Terbagi menjadi empat; 1. potensial, 2. Bakat: dua Konsep—setara anak SD. 3. bakat terlatih : dua atau lebih variable—setingkat anak SMP atau SMA. 4. Perolehan: multivariable—kecerdasan setara S1, S2 atau S3. yaitu akal manusia yang mampu terhubung dengan akal sepuluh. 2. Ibn sina mengatakan, “kecerdasan itu bukan faktor bawaan, tapi lebih banyak hasil belajar”. Bukan berarti dia menolak akan adanya kecerdasan bawaan. Kamis,09Mei2013 11 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 12.
    Kecerdasan menurut Renald Kasali Kecerdasan Kaki Kecerdasan Atas Kamis,09Mei2013 12 Detikpsikologi.wordpress.com Kecerdasan praktis, belajar dari pengalaman, tin dakankonkrit Kecerdasan konseptual, abstrak Keduanya harus “diasah agar semakin sempurna” Kecerdasan atas diasah dengan berfikir abstrak Kecerdasan kaki diasah dengan bertindak
  • 13.
     Hakekat filsafatmenurut Ibn sina adalah “menghubungkan kecerdasan manusia dengan Allah”.  Apakah berfikir itu?  Berfikir adalah memahami dengan menghubungkannya dengan memori dunia (akal X).  Jadi, manusia boleh saja mati dengan sel otaknya yang dikubur. Tapi, ilmunya tetap hidup di memori dunia.  Sel otak hanyalah alat untuk memanggil Kamis,09Mei2013 13 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 14.
     Buku dipahamiakal kesepuluh  membaca menghubungkan manusia dengan memori-dunia (akal X). Karena seseorang membaca pada dasarnya memahami bacaan berdasarkan pada apa yang terjadi atau ada di dunia (akal X). Kamis,09Mei2013 14 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 15.
  • 16.
    Meraih kecerdasam Mengasah; otak atas, dan otak kaki 4sehat + 5 sempurna Akhlak Mulia Kamis,09Mei2013 16 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    PERTANYAAN-PERTANYAAN  Penjelasan tentangdari akal kesepuluh memancar segala apa yang terdapat di bumi yang berada di bawah bulan. Akal pertama dan akal kesepuluh adalah jibril?  Penjelasan tentang jiwa berdasarkan jenisnya, jiwa nabati, jiwa hewani dan jiwa rasional?  Tentang teori Kecerdasan?  Mengapa akal pertama adalah malaikat tertinggi dan akal kesepuluh adalah jibril? Kamis,09Mei2013 19 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 20.
    MOTIVASI DIBALIK YANGTERSURAT Oleh; Kreator & Editor @elmakrufi Kamis,09Mei2013 20 Detikpsikologi.wordpress.com
  • 21.
    Kamis,09Mei2013 21 Detikpsikologi.wordpress.com “sekolah tenanan coy”“lan tanaalul birra hatta tunfiquu min maa tuhibbun” (tidaklah kamu sekalian memperoleh kemuliaan, kecuali menginfakkan sebagian dari apa yang kalian senangi
  • 22.
  • 23.
  • 24.