SPGDT 
KABUPATEN BANYUMAS 
dr. PURWANTO
OUTLINE 
1. PENDAHULUAN 
2. KARAKTERISTIK BENCANA 
3. DASAR HUKUM 
4. REVIEW SPGDT 
5. KONSEP SPGDT KABUPATEN BANYUMAS 
6. PENUTUP
1. PENDAHULUAN
LANJUTAN......
LANJUTAN.....
2. KARAKTERISTIK BENCANA 
PERMASALAHAN KESEHATAN 
AKIBAT MELETUSNYA GUNUNG BERAPI 
Stress psikologis 
(ketakutan pada 
penduduk) 
Luka bakar hebat krn lava & 
awan panas 
Gangguan 
Pernafasan krn abu 
Patah tulang 
Crush injury 
Inhalasi (krn abu) 
dalam waktu 
lama ()silicosis)
MASALAH KESEHATAN PADA KORBAN BANJIR 
Penyakit menular 
terjadi pasca banjir 
sampai beberapa 
hari/ minggu 
kemudian. (perlu 
pencegahan) 
• Jumlah yang meninggal biasanya tidak 
banyak.(banjir bandang ada korban 
meninggal/ tenggelam) 
• Jumlah korban yang sakit dan perlu 
pengobatan sekitar 0, 2- 2, 0% dari 
total penduduk yg terkena. Kasus 
Hipothermia, trauma, gangguan makanan 
Pengungsi banyak
KARAKTERISTIK 
KORBAN TANAH LONGSOR 
MASALAH KESEHATAN DENGAN KASUS TERBANYAK Meninggal karena tertimbun 
atau luka-luka (Crush injury)
KARAKTERISTIK KASUS 
AKIBAT GEMPA 
• Banyak korban yang meninggal 
sebelum regu/ team penolong 
tiba di lokasi (angka kematian > 
10% s/d 85% jumlah 
penduduk) 
• Kebakaran dapat merupakan 
Bencana sekunder pasca gempa 
dan jumlah korban akan 
bertambah. 
Trauma multiple (Terutama 
trauma tumpul, terbanyak patah 
tulang) dan perdarahan (syok), 
Luka bakar, Gagal nafas , 
Keracunan
COMPLEX EMERGENCY DISASTER 
– PolitiK, sosial, ekonomi, 
ethnis, atau problem sara
KLASIFIKASI BERDASARKAN TINGKAT 
PENANGANAN 
Tingkat I : memerlukan petugas dan organisasi 
gawat darurat setempat untuk menangani 
bencana dan setelah bencana secara 
efektif. 
Tingkat II : memerlukan usaha dan kegiatan saling bantu 
ditingkat regional dari masyarakat 
sekitarnya. 
Tingkat III : memerlukan bantuan secara nasional 
Tingkat IV : memerlukan bantuan secara internasional
3. DASAR HUKUM 
1. UU No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan 
2. UU No.44 Tahun 2009 tentang RS 
3. UU No. 24 Tahun 2007 ttg Penanggulangan Bencana 
4. Kepmenkes No. 783/Menkes/SK/X/2006, ttg Pembentukan Pusat 
Bantuan Penanggulangan Krisis Regional 
5. Kepmenkes No. 856/Menkes/SK/IX/2009 untuk mengatur 
standarisasi pelayanan gawat darurat di rumah sakit. 
6. Kepmenkes No. 876/Menkes/SK/XI/2006, ttg Kebijakan dan Strategi 
Penanganan Krisis dan Masalah Kesehatan Lain 
7. Kepmenkes No. 145/Menkes/SK/I/2007, ttg Pedoman 
Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan 
8. Kepmenkes No. 679/Menkes/SK/VI/2007, ttg Organisasi Pusat 
Penanggulangan Krisis Kesehatan Regional
4. REVIEW SPGDT 
• SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) 
adalah sebuah sistem yg merupakan koordinasi berbagai unit 
kerja (multi sektor) dan didukung berbagai kegiatan profesi 
(multi disiplin dan multi profesi) utk menyelenggarakan 
pelayanan terpadu bagi penderita gawat darurat (GD) baik 
dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. 
• SPGDT-S (sehari-hari) 
adalah rangkaian upaya pelayanan GD yg saling terkait yg 
dilaksanakan di tingkat Pra RS – di RS – antar RS dan terjalin 
dalam suatu sistem. 
• SPGDT-B (dalam keadaan bencana) 
adalah kerja sama antar unit pelayanan Pra RS dan di RS 
dalam bentuk pelayananan GD terpadu sebagai peningkatan 
(eskalasi) dari kegiatan pelayanan sehari-hari (SPGDT-S).
VISI DAN MISI 
VISI 
•Memberikan pelayanan yang cepat, cermat, dan tepat, 
dimana tujuannya adalah untuk menyelamatkan jiwa dan 
mencegah kecacatan (time saving is life and limb saving). 
MISI 
•Mendorong terciptanya gerakan masyarakat untuk menjadi sehat, aman 
dan sejahtera. 
•Mendorong kerja-sama lintas sektor dan lintas program dalam gerakan 
mewujudkan masyarakat sehat dan aman. 
•Mengembangkan standar nasional dalam peningkatan kualitas 
pelayanan kesehatan. 
•Mengusahakan dukungan pendanaan bidang kesehatan dari pemerintah 
dan bantuan lain dalam rangka pemerataan dan perluasan jangkauan 
pelayanan kesehatan terutama dalam keadaan darurat. 
•Menata sistem pendukung pelayanan kesehatan pra RS dan pelayanan 
kesehatan di RS dan seluruh unit pelayanan kesehatan.
TUJUAN 
• Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kepedulian 
masyarakat dan profesi kesehatan dalam kewaspadaan dini 
kegawatdaruratan. 
• Membangun respons masyarakat pada pelayanan kesehatan 
dalam keadaan darurat melalui pusat pelayanan terpadu antara 
lain PSC dan potensi penyiagaan fasilitas kesehatan serta peran 
serta masyarakat dalam menghadapi bencana 
• Terlaksananya koordinasi lintas sektor terkait dalam SPGDT, 
baik untuk keamanan dan ketertiban (kepolisian), unsur 
penyelamatan (PMK) dan unsur kesehatan (RS, 
Puskesmas,ambulans dll) yang tergabung dalam satu kesatuan. 
• Terwujudnya subsistem komunikasi dan transportasi sebagai 
pendukung dalam satu sistem SPGDT. 
• Mempercepat response time kegawatdaruratan untuk 
menghindari kematian dan kecacatan.
Sebuah sistem yang merupakan kordinasi 
berbagai unit kerja (internal/eksternal),yang 
didukung oleh multiprofesi,multidisiplin 
melayani pasien Gadar S-B secara 
terpadu,efektif , efisien dan terstruktur 
23
KOMPONEN SPGDT
Komponen sumber daya manusia: petugas 
kesehatan 
JENIS SDM KEMAMPUAN YANG PERLU DIMILIKI 
 Dokter Spesialis 
 Dokter Umum 
 Perawat 
 Awam Khusus 
Polisi 
Pemadam 
Kebakaran 
Pramuka 
PMI 
Hansip 
 Awam Umum 
Diagnosa dan terapi alternatif 
GELS, ATLS, ACLS, APLS, dll. 
GELS Dokter Umum 
ATLS, ACLS, APLS, dll sesuai kebutuhan 
(optional). 
PPGD Perawat (BASIC 1-2 , ADVANCED) 
PPGD Awam Khusus. 
PPGD Awam Umum.
SPGDT-S 
(SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU SEHARI-HARI) 
A PENCEGAHAN PENANGGULANGAN 
MULTI DISIPLIN 
B 
ANTARA LAIN SUMBER DAYA MANUSIA MULTI PROFESI 
-HELM YANG MEMBERI PERTOLONGAN MULTI SEKTOR 
- SABUK AWAM UMUM PETUGAS DOKTER 
PENGAMAN AWAM KHUSUS AMBULANS PERAWAT 
TUJUAN 
MENCEGAH 
KOMUNIKASI - KEMATIAN 
- KECACATAN 
1 
PASIEN AMBULANS PUSKESMAS RS.KLAS C RS. KLAS A/B 
PRA RS INTRA RS INTRA RS 
ANTAR RS 
PENDANAAN 
TIME SAVING IS LIFE SAVING 
RESPONSE TIME DIUPAYAKAN SEPENDEK MUNGKIN 
MERUJUK THE RIGHT PATIENT, TO THE RIGHT PLACE AT THE RIGHT TIME 
2 
3 
C 
Polri 
PMK 
DLLAJR 
Dll 
4 
MASYARAKAT 
AMAN 
SEJAHTERA 
TRANSPORTASI
SPGDT SEHARI-HARI 
(Alur Contact Center Pra-Hospital) 
Pasien 
Telepon 
Page 28 
Screening 
Penelepon 
Bukan 
Kesehatan 
Close 
Usia & 
Gender 
Neonatal 
Bayi & Anak 
Dewasa 
Evaluasi 
Neonatal 
Evaluasi 
Bayi & Anak 
Evaluasi 
Dewasa 
Tindakan 
Penyelamatan 
Hidup 
Informasi 
Bantuan 
Pertama 
Informasi 
TPK Bantuan 
Evakuasi 
TPK 
Terdekat 
Tidak 
Gawat 
Darurat 
Gawat 
Darurat 
kesehatan 
Pra-Hospital Contact Center 
- Jantung Koroner 
- Ibu & Anak 
- Cerebro Vaskular 
- Pernapasan 
- Trauma
SPGDT SEHARI-HARI 
Bentuk prioritas jenis pelayanan kegawatan sehari hari 
•Kegawatan Penyakit Jantung Koroner 
• Kegawatan penyakit Ibu dan Anak (ibu bersalin) 
• Kegawatan Cerebro Vaskular (stroke) 
• Kegawatan Sistem Pernafasan 
• Kegawatan Trauma 
Membantu diagnosis, 
memfasilitasi konsultasi, 
menyelenggarakan kecepatan 
pelayanan kegawatan 
KEGAWATAN MEDIS 
CALL CENTRE
SISTEM PENANGGULANGAN 
PENDERITA GAWAT DARURAT 
• TUJUAN : 
Tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal, 
terarah dan terpadu bagi setiap anggota masyarakat 
yang berada dalam keadaan gawat darurat. 
1. Penanggulangan di tempat kejadian 
2. Transportasi ke sarana kesehatan yang 
lebih memadai 
3. Penyediaan sarana komunikasi 
4. Rujukan ilmu, pasien dan tenaga ahli 
5. Upaya PPGD di tempat rujukan (UGD dan 
ICU) 
6. Upaya pembiayaan penderita
Mobilisasi TIM BANTUAN BENCANA 
bila ada bencana. 
Tugas sehari2 : 
Staf UGD 
& DinKes 
Staf UGD 
Staf UGD 
Staf 
Dinkes 
Subtim rapid assessment 
medik / kesehatan 
Subtim medik 
Dr Spes/PPDS I/DM 
Perawat, Paramedik 
PMI/Relawan 
Manajemen pelaksanaan 
Logistik 
Komunikasi 
Informasi 
Transportasi 
Subtim kesehatan 
Surveillance 
Food, shelter 
save water / sanitasi 
Kebutuhan 
• KIE / Diklat : Alat bantu, audio visual dll 
• Alat bantu : Komunikasi, transportasi 
• Logistik : Obat, alat medik, rumah sakit lapangan dll 
Tugas : 
Rapid health assessment. 
Minta bantuan. 
Triage resusitasi, stabilisasi, 
diagnosis, terapi definitif. 
Perawatan. 
Dukungan manajemen bencana. 
Surveilans penyakit / kesehatan. 
Kebutuhan dasar / sanitasi. 
BSB : 
Brigade Siaga Bencana 
+ BSB 
PPGD
• Awam Umum 
• Awam Khusus 
Korban 
Petugas 
Ambulans 
• Dokter 
• Perawat 
• Dokter Spesialis 
• Perawat Terdidik 
RS Kelas CRS Kelas B / KOMUNIKASI 
TRANSPORTASI 
Ambulans Puskesmas 
Pra RS 
Intra RS Intra RS 
•Antar RS 
+ 
POS 
LAPANGAN 
POS 
DEPAN 
Pusat Pengendali 
Pertolongan Medik 
SPGDT-B 
(SISTIM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU BENCANA) 
PENDANAAN
KORBAN BENCANA 
(DISASTER VICTIMS) 
Pasien 
cedera 
Pengungsi 
Pasien 
meninggal 
1 
2 
3
5. KONSEP JEJARING SPGDT 
KABUPATEN BANYUMAS
Page 43 
CALL CENTER 119 
LAPORAN 
MASYARAKAT 
RSUD AJIBARANG 
RS.ANANDA 
BKPM 
PUSKESMAS RJ 
RS. ISLAM PWT 
RS. ELISABETH PWT 
RST. WIJAYA KUSUMA 
RS MEDIKA LESTARI 
RSUD.BANYUMAS 
(PONEK) 
RSUP.DR.KARYADI 
RSU MARGONO S 
(PONEK) 
DKK 
PKM RAWAT INAP 
(PONED)
RSUP. DR.KARYADI (024) 
RSUD MARGONO 
& RSUD BMS(0281) 
CALL CENTER 
119 
1. KEBUMEN 
2. WONOSOBO 
3. BANJARNEGARA 
4. PURBALINGGA 
5. CILACAP 
6. BANYUMAS 
1 
2 
3 
4 
5 
6
KONSEP CALL CENTER DAN SEKRETARIAT SPGDT 
NO WILAYAH KERJA 
KOORDINATOR & TEMPAT RUJUKKAN 
SERTA CALL CENTER WILAYAH 
KETERANGAN 
1 KABUPATEN BANYUMAS DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS SEKRETARIAT SPGDT 
2 KABUPATEN BANYUMAS RSUD MARGONO SUKARJO dan 
RSUD BANYUMAS 
SPGDT SEHARI-HARI 
3 KABUPATEN BANYUMAS KANTOR PMI CABANG BANYUMAS dan BPBD 
Kabupaten Banyumas 
SPGDT BENCANA 
4 BANYUMAS I ( EKS Kotp PWT, 
Patikraja, Kalibagor, Sokaraja, 
Karanglewas, Baturraden, Kembaran, 
Sumbang, Cilongok ,Kedungbanteng 
RSUD MARGONO SUKARJO PURWOKERTO 
( RS Tipe B Pendidikan milik Propinsi) 
Sekaligus sebagai pusat 
rujukan Kab. & Regional 
Banyumas ( RS PONEK) 
5 BANYUMAS II ( Jatilawang, Purwojati, 
Rawalo, Kebasen, Banyumas, 
Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, 
Somagede) 
RSUD BANYUMAS 
(RS Tipe B Pendidikan milik Kabupaten) 
Sekaligus sebagai pusat 
rujukan Kab. & Regional 
Banyumas ( RS PONEK ) 
6 BANYUMAS III ( Lumbir, Wangon, 
Gumelar, Ajibarang, Pekuncen ) 
RSUD AJIBARANG 
(RS Tipe C)
NO 
RUMAH SAKIT 
/PUSKESMAS 
HOTLINE 
SERVICE 
RS 
WEB 
SITE 
JUMLAH 
AMBUL 
ANCE 
SPGDT 
NAMA 
DOKTER 
CALL 
CENTER 
NAMA 
PERAWAT 
CALL 
CENTER 
KEMAM 
PUAN 
GADAR 
PONEK 
KEMAMP 
UAN 
GADAR 
TRAUMA 
KEMAMPU 
AN 
GADAR 
JANTUNG 
JML TT 
KLAS III 
1 RSU 
MARGONO S 
2 RSUD 
BANYUMAS 
3 RSUD 
AJIBARANG 
4 RST WIJAYA 
KUSUMA 
5 RSU ELISABETH 
6 RSU ISLAM 
7 RSU SINAR 
KASIH 
8 RSU ANANDA 
9 RSB 
JATIWINANGUN 
10 RSU MEDIKA 
LESTARI 
11 RSOP 
PURWOKERTO 
12 RS SIAGA 
MEDIKA 
13 Dst. 
Bisa akses ke web : www.spgdt.dinkesjatengprov.go.id
NO 
RUMAH SAKIT 
/PUSKESMAS 
HOTLINE 
SERVICE 
RS 
WEB 
SITE 
JUMLAH 
AMBULA 
NCE 
SPGDT 
NAMA 
DOKTER 
CALL 
CENTER 
NAMA 
PERAWAT 
CALL 
CENTER 
KEMAM 
PUAN 
GADAR 
PONEK 
KEMAMP 
UAN 
GADAR 
TRAUMA 
KEMAMPU 
AN GADAR 
JANTUNG 
JML TT 
KLAS III 
14 PKM LUMBIR 
15 PKM RAWALO 
16 PKM I WANGON 
17 Dst. 
18 
19 
20 
21 
22 
23 
24 
25 
26
6. PENUTUP
Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau 
ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa 
dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. 
(HR. Ahmad) 
“Kemauan yang kuat akan mengerahkan seluruh kesungguhan, walau 
menghadapi banyak kesulitan, tantangan & penderitaan. Sebaliknya, 
kemauan yang lemah menjadi tak berdaya meskipun sarana, dana dan waktu 
tersedia.”

Ppt spgdt s b

  • 1.
  • 2.
    OUTLINE 1. PENDAHULUAN 2. KARAKTERISTIK BENCANA 3. DASAR HUKUM 4. REVIEW SPGDT 5. KONSEP SPGDT KABUPATEN BANYUMAS 6. PENUTUP
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    2. KARAKTERISTIK BENCANA PERMASALAHAN KESEHATAN AKIBAT MELETUSNYA GUNUNG BERAPI Stress psikologis (ketakutan pada penduduk) Luka bakar hebat krn lava & awan panas Gangguan Pernafasan krn abu Patah tulang Crush injury Inhalasi (krn abu) dalam waktu lama ()silicosis)
  • 7.
    MASALAH KESEHATAN PADAKORBAN BANJIR Penyakit menular terjadi pasca banjir sampai beberapa hari/ minggu kemudian. (perlu pencegahan) • Jumlah yang meninggal biasanya tidak banyak.(banjir bandang ada korban meninggal/ tenggelam) • Jumlah korban yang sakit dan perlu pengobatan sekitar 0, 2- 2, 0% dari total penduduk yg terkena. Kasus Hipothermia, trauma, gangguan makanan Pengungsi banyak
  • 8.
    KARAKTERISTIK KORBAN TANAHLONGSOR MASALAH KESEHATAN DENGAN KASUS TERBANYAK Meninggal karena tertimbun atau luka-luka (Crush injury)
  • 9.
    KARAKTERISTIK KASUS AKIBATGEMPA • Banyak korban yang meninggal sebelum regu/ team penolong tiba di lokasi (angka kematian > 10% s/d 85% jumlah penduduk) • Kebakaran dapat merupakan Bencana sekunder pasca gempa dan jumlah korban akan bertambah. Trauma multiple (Terutama trauma tumpul, terbanyak patah tulang) dan perdarahan (syok), Luka bakar, Gagal nafas , Keracunan
  • 10.
    COMPLEX EMERGENCY DISASTER – PolitiK, sosial, ekonomi, ethnis, atau problem sara
  • 11.
    KLASIFIKASI BERDASARKAN TINGKAT PENANGANAN Tingkat I : memerlukan petugas dan organisasi gawat darurat setempat untuk menangani bencana dan setelah bencana secara efektif. Tingkat II : memerlukan usaha dan kegiatan saling bantu ditingkat regional dari masyarakat sekitarnya. Tingkat III : memerlukan bantuan secara nasional Tingkat IV : memerlukan bantuan secara internasional
  • 12.
    3. DASAR HUKUM 1. UU No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan 2. UU No.44 Tahun 2009 tentang RS 3. UU No. 24 Tahun 2007 ttg Penanggulangan Bencana 4. Kepmenkes No. 783/Menkes/SK/X/2006, ttg Pembentukan Pusat Bantuan Penanggulangan Krisis Regional 5. Kepmenkes No. 856/Menkes/SK/IX/2009 untuk mengatur standarisasi pelayanan gawat darurat di rumah sakit. 6. Kepmenkes No. 876/Menkes/SK/XI/2006, ttg Kebijakan dan Strategi Penanganan Krisis dan Masalah Kesehatan Lain 7. Kepmenkes No. 145/Menkes/SK/I/2007, ttg Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan 8. Kepmenkes No. 679/Menkes/SK/VI/2007, ttg Organisasi Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Regional
  • 20.
    4. REVIEW SPGDT • SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) adalah sebuah sistem yg merupakan koordinasi berbagai unit kerja (multi sektor) dan didukung berbagai kegiatan profesi (multi disiplin dan multi profesi) utk menyelenggarakan pelayanan terpadu bagi penderita gawat darurat (GD) baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana. • SPGDT-S (sehari-hari) adalah rangkaian upaya pelayanan GD yg saling terkait yg dilaksanakan di tingkat Pra RS – di RS – antar RS dan terjalin dalam suatu sistem. • SPGDT-B (dalam keadaan bencana) adalah kerja sama antar unit pelayanan Pra RS dan di RS dalam bentuk pelayananan GD terpadu sebagai peningkatan (eskalasi) dari kegiatan pelayanan sehari-hari (SPGDT-S).
  • 21.
    VISI DAN MISI VISI •Memberikan pelayanan yang cepat, cermat, dan tepat, dimana tujuannya adalah untuk menyelamatkan jiwa dan mencegah kecacatan (time saving is life and limb saving). MISI •Mendorong terciptanya gerakan masyarakat untuk menjadi sehat, aman dan sejahtera. •Mendorong kerja-sama lintas sektor dan lintas program dalam gerakan mewujudkan masyarakat sehat dan aman. •Mengembangkan standar nasional dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. •Mengusahakan dukungan pendanaan bidang kesehatan dari pemerintah dan bantuan lain dalam rangka pemerataan dan perluasan jangkauan pelayanan kesehatan terutama dalam keadaan darurat. •Menata sistem pendukung pelayanan kesehatan pra RS dan pelayanan kesehatan di RS dan seluruh unit pelayanan kesehatan.
  • 22.
    TUJUAN • Meningkatkankesadaran, kemampuan dan kepedulian masyarakat dan profesi kesehatan dalam kewaspadaan dini kegawatdaruratan. • Membangun respons masyarakat pada pelayanan kesehatan dalam keadaan darurat melalui pusat pelayanan terpadu antara lain PSC dan potensi penyiagaan fasilitas kesehatan serta peran serta masyarakat dalam menghadapi bencana • Terlaksananya koordinasi lintas sektor terkait dalam SPGDT, baik untuk keamanan dan ketertiban (kepolisian), unsur penyelamatan (PMK) dan unsur kesehatan (RS, Puskesmas,ambulans dll) yang tergabung dalam satu kesatuan. • Terwujudnya subsistem komunikasi dan transportasi sebagai pendukung dalam satu sistem SPGDT. • Mempercepat response time kegawatdaruratan untuk menghindari kematian dan kecacatan.
  • 23.
    Sebuah sistem yangmerupakan kordinasi berbagai unit kerja (internal/eksternal),yang didukung oleh multiprofesi,multidisiplin melayani pasien Gadar S-B secara terpadu,efektif , efisien dan terstruktur 23
  • 25.
  • 26.
    Komponen sumber dayamanusia: petugas kesehatan JENIS SDM KEMAMPUAN YANG PERLU DIMILIKI  Dokter Spesialis  Dokter Umum  Perawat  Awam Khusus Polisi Pemadam Kebakaran Pramuka PMI Hansip  Awam Umum Diagnosa dan terapi alternatif GELS, ATLS, ACLS, APLS, dll. GELS Dokter Umum ATLS, ACLS, APLS, dll sesuai kebutuhan (optional). PPGD Perawat (BASIC 1-2 , ADVANCED) PPGD Awam Khusus. PPGD Awam Umum.
  • 27.
    SPGDT-S (SISTEM PENANGGULANGANGAWAT DARURAT TERPADU SEHARI-HARI) A PENCEGAHAN PENANGGULANGAN MULTI DISIPLIN B ANTARA LAIN SUMBER DAYA MANUSIA MULTI PROFESI -HELM YANG MEMBERI PERTOLONGAN MULTI SEKTOR - SABUK AWAM UMUM PETUGAS DOKTER PENGAMAN AWAM KHUSUS AMBULANS PERAWAT TUJUAN MENCEGAH KOMUNIKASI - KEMATIAN - KECACATAN 1 PASIEN AMBULANS PUSKESMAS RS.KLAS C RS. KLAS A/B PRA RS INTRA RS INTRA RS ANTAR RS PENDANAAN TIME SAVING IS LIFE SAVING RESPONSE TIME DIUPAYAKAN SEPENDEK MUNGKIN MERUJUK THE RIGHT PATIENT, TO THE RIGHT PLACE AT THE RIGHT TIME 2 3 C Polri PMK DLLAJR Dll 4 MASYARAKAT AMAN SEJAHTERA TRANSPORTASI
  • 28.
    SPGDT SEHARI-HARI (AlurContact Center Pra-Hospital) Pasien Telepon Page 28 Screening Penelepon Bukan Kesehatan Close Usia & Gender Neonatal Bayi & Anak Dewasa Evaluasi Neonatal Evaluasi Bayi & Anak Evaluasi Dewasa Tindakan Penyelamatan Hidup Informasi Bantuan Pertama Informasi TPK Bantuan Evakuasi TPK Terdekat Tidak Gawat Darurat Gawat Darurat kesehatan Pra-Hospital Contact Center - Jantung Koroner - Ibu & Anak - Cerebro Vaskular - Pernapasan - Trauma
  • 29.
    SPGDT SEHARI-HARI Bentukprioritas jenis pelayanan kegawatan sehari hari •Kegawatan Penyakit Jantung Koroner • Kegawatan penyakit Ibu dan Anak (ibu bersalin) • Kegawatan Cerebro Vaskular (stroke) • Kegawatan Sistem Pernafasan • Kegawatan Trauma Membantu diagnosis, memfasilitasi konsultasi, menyelenggarakan kecepatan pelayanan kegawatan KEGAWATAN MEDIS CALL CENTRE
  • 30.
    SISTEM PENANGGULANGAN PENDERITAGAWAT DARURAT • TUJUAN : Tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal, terarah dan terpadu bagi setiap anggota masyarakat yang berada dalam keadaan gawat darurat. 1. Penanggulangan di tempat kejadian 2. Transportasi ke sarana kesehatan yang lebih memadai 3. Penyediaan sarana komunikasi 4. Rujukan ilmu, pasien dan tenaga ahli 5. Upaya PPGD di tempat rujukan (UGD dan ICU) 6. Upaya pembiayaan penderita
  • 34.
    Mobilisasi TIM BANTUANBENCANA bila ada bencana. Tugas sehari2 : Staf UGD & DinKes Staf UGD Staf UGD Staf Dinkes Subtim rapid assessment medik / kesehatan Subtim medik Dr Spes/PPDS I/DM Perawat, Paramedik PMI/Relawan Manajemen pelaksanaan Logistik Komunikasi Informasi Transportasi Subtim kesehatan Surveillance Food, shelter save water / sanitasi Kebutuhan • KIE / Diklat : Alat bantu, audio visual dll • Alat bantu : Komunikasi, transportasi • Logistik : Obat, alat medik, rumah sakit lapangan dll Tugas : Rapid health assessment. Minta bantuan. Triage resusitasi, stabilisasi, diagnosis, terapi definitif. Perawatan. Dukungan manajemen bencana. Surveilans penyakit / kesehatan. Kebutuhan dasar / sanitasi. BSB : Brigade Siaga Bencana + BSB PPGD
  • 35.
    • Awam Umum • Awam Khusus Korban Petugas Ambulans • Dokter • Perawat • Dokter Spesialis • Perawat Terdidik RS Kelas CRS Kelas B / KOMUNIKASI TRANSPORTASI Ambulans Puskesmas Pra RS Intra RS Intra RS •Antar RS + POS LAPANGAN POS DEPAN Pusat Pengendali Pertolongan Medik SPGDT-B (SISTIM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU BENCANA) PENDANAAN
  • 36.
    KORBAN BENCANA (DISASTERVICTIMS) Pasien cedera Pengungsi Pasien meninggal 1 2 3
  • 42.
    5. KONSEP JEJARINGSPGDT KABUPATEN BANYUMAS
  • 43.
    Page 43 CALLCENTER 119 LAPORAN MASYARAKAT RSUD AJIBARANG RS.ANANDA BKPM PUSKESMAS RJ RS. ISLAM PWT RS. ELISABETH PWT RST. WIJAYA KUSUMA RS MEDIKA LESTARI RSUD.BANYUMAS (PONEK) RSUP.DR.KARYADI RSU MARGONO S (PONEK) DKK PKM RAWAT INAP (PONED)
  • 44.
    RSUP. DR.KARYADI (024) RSUD MARGONO & RSUD BMS(0281) CALL CENTER 119 1. KEBUMEN 2. WONOSOBO 3. BANJARNEGARA 4. PURBALINGGA 5. CILACAP 6. BANYUMAS 1 2 3 4 5 6
  • 45.
    KONSEP CALL CENTERDAN SEKRETARIAT SPGDT NO WILAYAH KERJA KOORDINATOR & TEMPAT RUJUKKAN SERTA CALL CENTER WILAYAH KETERANGAN 1 KABUPATEN BANYUMAS DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANYUMAS SEKRETARIAT SPGDT 2 KABUPATEN BANYUMAS RSUD MARGONO SUKARJO dan RSUD BANYUMAS SPGDT SEHARI-HARI 3 KABUPATEN BANYUMAS KANTOR PMI CABANG BANYUMAS dan BPBD Kabupaten Banyumas SPGDT BENCANA 4 BANYUMAS I ( EKS Kotp PWT, Patikraja, Kalibagor, Sokaraja, Karanglewas, Baturraden, Kembaran, Sumbang, Cilongok ,Kedungbanteng RSUD MARGONO SUKARJO PURWOKERTO ( RS Tipe B Pendidikan milik Propinsi) Sekaligus sebagai pusat rujukan Kab. & Regional Banyumas ( RS PONEK) 5 BANYUMAS II ( Jatilawang, Purwojati, Rawalo, Kebasen, Banyumas, Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Somagede) RSUD BANYUMAS (RS Tipe B Pendidikan milik Kabupaten) Sekaligus sebagai pusat rujukan Kab. & Regional Banyumas ( RS PONEK ) 6 BANYUMAS III ( Lumbir, Wangon, Gumelar, Ajibarang, Pekuncen ) RSUD AJIBARANG (RS Tipe C)
  • 46.
    NO RUMAH SAKIT /PUSKESMAS HOTLINE SERVICE RS WEB SITE JUMLAH AMBUL ANCE SPGDT NAMA DOKTER CALL CENTER NAMA PERAWAT CALL CENTER KEMAM PUAN GADAR PONEK KEMAMP UAN GADAR TRAUMA KEMAMPU AN GADAR JANTUNG JML TT KLAS III 1 RSU MARGONO S 2 RSUD BANYUMAS 3 RSUD AJIBARANG 4 RST WIJAYA KUSUMA 5 RSU ELISABETH 6 RSU ISLAM 7 RSU SINAR KASIH 8 RSU ANANDA 9 RSB JATIWINANGUN 10 RSU MEDIKA LESTARI 11 RSOP PURWOKERTO 12 RS SIAGA MEDIKA 13 Dst. Bisa akses ke web : www.spgdt.dinkesjatengprov.go.id
  • 47.
    NO RUMAH SAKIT /PUSKESMAS HOTLINE SERVICE RS WEB SITE JUMLAH AMBULA NCE SPGDT NAMA DOKTER CALL CENTER NAMA PERAWAT CALL CENTER KEMAM PUAN GADAR PONEK KEMAMP UAN GADAR TRAUMA KEMAMPU AN GADAR JANTUNG JML TT KLAS III 14 PKM LUMBIR 15 PKM RAWALO 16 PKM I WANGON 17 Dst. 18 19 20 21 22 23 24 25 26
  • 48.
  • 52.
    Sesungguhnya Allah sukakepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad) “Kemauan yang kuat akan mengerahkan seluruh kesungguhan, walau menghadapi banyak kesulitan, tantangan & penderitaan. Sebaliknya, kemauan yang lemah menjadi tak berdaya meskipun sarana, dana dan waktu tersedia.”