Disusun Oleh :
1. Imroati Istibsyaroh Ar Ruhimat 120210401031
2. Rulina Istiqomah 120210401056
PELAKSANAAN KURIKULUM
DAN ADMINISTRASI
KEPENDIDIKAN
a. Penyusunan dan Pengembangan Satuan Pengajaran
Semester
b. Prosedur Penyusunan Satuan Pengajaran
c. Pengembangan Satuan Pengajaran
d. Penggunaan Satua Pengajaran Bukan Buatan Guru Sendiri
e. Pelaksanaan Proses Belajar-Mengajar
f. Pengaturan Ruang Belajar
g. Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler
h. Evaluasi Hasil Belajar dan Program Pengajaran
C. PELAKSANAAN KURIKULUM
a.Penyusunan dan Pengembangan Satuan
Pengajaran Semester
1. Pengertian Penyusunan Program Pengajaran
Semester
2. Tujuan Penyusunan Program Pengajaran
Semester
3. Fungsi Program Pengajaran Semester
4. Langkah-langkah Penyusunan Program
Pengajaran Semester
1. Pengertian Penyusunan Program Pengajaran
Semester
Satuan Pengajaran (SP) adalah :
bentuk persiapan mengajar secara mendetail
perpokok bahasan yang disusun secara sistematik
berdasarkan Garis-garis Besar Program Pengajaran
(GBPP) yang telah ada untuk suatu mata pelajaran
tertentu.
Penyusunan program Pengajaran Semester adalah :
rencana belajar-mengajar yang akan dilaksanakan
selama satu semester dalam tahun ajaran tertentu.
2. Tujuan Penyusunan Program Pengajaran
Semester
a. Menjabarkan bahan pengajaran yang akan disajikan
guru dalam proses belajar-mengajar.
b. Mengarahkan tugas yang harus ditempuh oleh guru
agar pengajaran dapat terlaksana secara bertahap dan
tepat.
3. Fungsi Program Pengajaran Semester
a. Sebagai pedoman penyelenggaraan pengajaran selama
satu semester.
b. Sebagai bahan dalam pembinaan guru yang dilakukan
sekolah dan atau pengawas sekolah.
4. Langkah-langkah Penyusunan Program
Pengajaran Semester
a. Mengelompokkan bahan pengajaran yang tercantum
dalam GBPP menjadi beberapa satuan bahasan.
b. Menghitung banyaknya satuan bahasan yang terdapat
selama satu semester.
c. Menghitung banyakya minggu efektif sekolah selama
satu semester.
d. Mengalokasikan waktu yang dibutuhkan untuk setiap
satuan bahasan sesuai dengan hari efektif sekolah.
e. Mengatur pelaksanaan belajar-mengajar sesuai dengan
banyaknya minggu efektif sekolah.
b. Prosedur Penyusunan Satuan Pengajaran
1. Mengisi identitas mata pelajaran.
2. Menjabarkan tujuan pokok bahasan (tujuan intruksional
umum) menjadi tujuan intruksional khusus (TIK( yang
lebih rinci.
3. Menjabarkan materi pengajaran dari pokok bahasan atau
subpokok bahasan sesuai dengan TIK.
4. Mengalokasikan waktu pengajaran.
5. Menetapkan langkah-langkah penyampaian secara lebih
rinci.
6. Menetapkan prosedur, memperoleh balikan,
baik balikan formatif melalui monitoring atau
balikan sumatif melalui tes bagian itu.
7. Mengantisipasikan perbaikan pengajaran
c. Pengembangan Satuan Pengajaran
Perkembangan ilmu, peningkatan kemampuan
guru dan perubahan kebutuhan siswa menyebabkan
adanya pengembangan SP berupa penambahan,
pengurangan, pengubahan dan penggantian SP.
d. Penggunaan Satuan Pengajaran Bukan
Buatan Guru Sendiri
1. Melihat GBPP dan mencocokkan komponen-komponen dalam
satuan pelajaran dengan GBPP.
2. Jika komponen tersebut telah cocok, selanjutnya mencocokkan
konsistensi yaitu :
a. Tujuan intruksional umum dengan tujun intruksional khusus.
b. Tujuan intruksional khusus dengan bahan, metode, tekhnik,
evaluasi dan sumber belajar.
3. Melakukan pertimbangan apakah SP tersebut sesuai dengan
kemampuan awal siswa, fasilitas yang ada dan faktor pendukung
lainnya.
4. Jika butir 3 belum memadai, maka guru harus
melakukan penyesuaian terhadap SP dengan cara
menambah, mengurangi, atau mengganti komponen
yang tidak sesuai.
e. Pelaksanaan Proses Belajar-Mengajar
Pengalokasian dan pengaturan sumber-sumber
yang ada di sekolah untuk memungkinkan proses
belajar-mengajar itu dapat dilakukan guru dengan
seefektif mungkin.
f. Pengaturan Ruang belajar
1. Bentuk dan luas ruangan kelas.
2. Bentuk serta ukuran bangku atau kursi dan meja siswa.
3. Jumlah siswa pada tingkat kelas yang bersangkutan.
4. Jumlah siswa dalam setiap kelas.
5. Jumlah kelompok dalam setiap kelas.
6. Jumlah siswa dalam setiap kelas.
7. Kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan
g. Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler
1. Kegiatan Intrakurikuler
2. Kegiatan Kokurikuler
3. Kegiatan Ekstrakurikuler
h. Evaluasi Hasil Belajar dan Program
Pengajaran
1. Evaluasi Hasil Belajar
2. Evaluasi Program Pengajaran
D. ADMINISTRASI KESISWAAN
Penerimaan Siswa
• Penerimaan siswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk
sekolah, setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh
sekolah itu.
Pembinaan Siswa
• Orientasi siswa baru
• Pengaturan kehadiran siswa
• Pencatatan siswa di kelas
• Pembinaan disiplin siswa
• Tata tertib sekolah
• Promosi dan mutasi
Tamat Belajar
• Jika siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum
sekolah dengan memuaskan, maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar
dari kepala sekolah.
Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
Peranan Guru dalam
Administrasi Kesiswaan
TERIMAKASIH

Pelaksanaan Kurikulum dan Administrasi Pendidikan

  • 1.
    Disusun Oleh : 1.Imroati Istibsyaroh Ar Ruhimat 120210401031 2. Rulina Istiqomah 120210401056 PELAKSANAAN KURIKULUM DAN ADMINISTRASI KEPENDIDIKAN
  • 2.
    a. Penyusunan danPengembangan Satuan Pengajaran Semester b. Prosedur Penyusunan Satuan Pengajaran c. Pengembangan Satuan Pengajaran d. Penggunaan Satua Pengajaran Bukan Buatan Guru Sendiri e. Pelaksanaan Proses Belajar-Mengajar f. Pengaturan Ruang Belajar g. Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler h. Evaluasi Hasil Belajar dan Program Pengajaran C. PELAKSANAAN KURIKULUM
  • 3.
    a.Penyusunan dan PengembanganSatuan Pengajaran Semester 1. Pengertian Penyusunan Program Pengajaran Semester 2. Tujuan Penyusunan Program Pengajaran Semester 3. Fungsi Program Pengajaran Semester 4. Langkah-langkah Penyusunan Program Pengajaran Semester
  • 4.
    1. Pengertian PenyusunanProgram Pengajaran Semester Satuan Pengajaran (SP) adalah : bentuk persiapan mengajar secara mendetail perpokok bahasan yang disusun secara sistematik berdasarkan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) yang telah ada untuk suatu mata pelajaran tertentu. Penyusunan program Pengajaran Semester adalah : rencana belajar-mengajar yang akan dilaksanakan selama satu semester dalam tahun ajaran tertentu.
  • 5.
    2. Tujuan PenyusunanProgram Pengajaran Semester a. Menjabarkan bahan pengajaran yang akan disajikan guru dalam proses belajar-mengajar. b. Mengarahkan tugas yang harus ditempuh oleh guru agar pengajaran dapat terlaksana secara bertahap dan tepat.
  • 6.
    3. Fungsi ProgramPengajaran Semester a. Sebagai pedoman penyelenggaraan pengajaran selama satu semester. b. Sebagai bahan dalam pembinaan guru yang dilakukan sekolah dan atau pengawas sekolah.
  • 7.
    4. Langkah-langkah PenyusunanProgram Pengajaran Semester a. Mengelompokkan bahan pengajaran yang tercantum dalam GBPP menjadi beberapa satuan bahasan. b. Menghitung banyaknya satuan bahasan yang terdapat selama satu semester. c. Menghitung banyakya minggu efektif sekolah selama satu semester. d. Mengalokasikan waktu yang dibutuhkan untuk setiap satuan bahasan sesuai dengan hari efektif sekolah. e. Mengatur pelaksanaan belajar-mengajar sesuai dengan banyaknya minggu efektif sekolah.
  • 8.
    b. Prosedur PenyusunanSatuan Pengajaran 1. Mengisi identitas mata pelajaran. 2. Menjabarkan tujuan pokok bahasan (tujuan intruksional umum) menjadi tujuan intruksional khusus (TIK( yang lebih rinci. 3. Menjabarkan materi pengajaran dari pokok bahasan atau subpokok bahasan sesuai dengan TIK. 4. Mengalokasikan waktu pengajaran. 5. Menetapkan langkah-langkah penyampaian secara lebih rinci.
  • 9.
    6. Menetapkan prosedur,memperoleh balikan, baik balikan formatif melalui monitoring atau balikan sumatif melalui tes bagian itu. 7. Mengantisipasikan perbaikan pengajaran
  • 10.
    c. Pengembangan SatuanPengajaran Perkembangan ilmu, peningkatan kemampuan guru dan perubahan kebutuhan siswa menyebabkan adanya pengembangan SP berupa penambahan, pengurangan, pengubahan dan penggantian SP.
  • 11.
    d. Penggunaan SatuanPengajaran Bukan Buatan Guru Sendiri 1. Melihat GBPP dan mencocokkan komponen-komponen dalam satuan pelajaran dengan GBPP. 2. Jika komponen tersebut telah cocok, selanjutnya mencocokkan konsistensi yaitu : a. Tujuan intruksional umum dengan tujun intruksional khusus. b. Tujuan intruksional khusus dengan bahan, metode, tekhnik, evaluasi dan sumber belajar. 3. Melakukan pertimbangan apakah SP tersebut sesuai dengan kemampuan awal siswa, fasilitas yang ada dan faktor pendukung lainnya.
  • 12.
    4. Jika butir3 belum memadai, maka guru harus melakukan penyesuaian terhadap SP dengan cara menambah, mengurangi, atau mengganti komponen yang tidak sesuai.
  • 13.
    e. Pelaksanaan ProsesBelajar-Mengajar Pengalokasian dan pengaturan sumber-sumber yang ada di sekolah untuk memungkinkan proses belajar-mengajar itu dapat dilakukan guru dengan seefektif mungkin.
  • 14.
    f. Pengaturan Ruangbelajar 1. Bentuk dan luas ruangan kelas. 2. Bentuk serta ukuran bangku atau kursi dan meja siswa. 3. Jumlah siswa pada tingkat kelas yang bersangkutan. 4. Jumlah siswa dalam setiap kelas. 5. Jumlah kelompok dalam setiap kelas. 6. Jumlah siswa dalam setiap kelas. 7. Kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan
  • 15.
    g. Kegiatan Kurikulerdan Ekstrakurikuler 1. Kegiatan Intrakurikuler 2. Kegiatan Kokurikuler 3. Kegiatan Ekstrakurikuler
  • 16.
    h. Evaluasi HasilBelajar dan Program Pengajaran 1. Evaluasi Hasil Belajar 2. Evaluasi Program Pengajaran
  • 17.
  • 18.
    Penerimaan Siswa • Penerimaansiswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah, setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu. Pembinaan Siswa • Orientasi siswa baru • Pengaturan kehadiran siswa • Pencatatan siswa di kelas • Pembinaan disiplin siswa • Tata tertib sekolah • Promosi dan mutasi Tamat Belajar • Jika siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan, maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar dari kepala sekolah. Kegiatan dalam Administrasi Kesiswaan
  • 19.
  • 20.