DEUTROMYCOTA
Kelompok 4
Agus Eko Siswanto
Firman T Jafar
Herdiana Munandar
Nurefi Jabar
Karakteristik
Deutromycota
• Berasal dari kata
“Deutro” (urutan kedua
atau tidak sempurna) dan
“Mycota” (jamur)
• Sel eukariotik
• Memiliki hifa bersekat
• Sebagian besar
mikroskopis dan
multiseluler
• Heterotrof
• Dinding sel tersusun atas
zat kitin
• Bersifat parasit dan
saprofit
• Hidup di tempat yang
lembab
• Reproduksi secara
asexual dengan konidium
sedangkan secara sexual
belum diketahui bahkan
tidak ada.
• Serinf disebut jamur
imperfect
KLASIFIKASI DEUTROMYCOTA
Berdasarkan ciri-ciri morfologi
konidia dan konidiomata yang
dibentuknya, divisi
Deutromycota terbagi menjadi
3 kelas, yaitu :
1. Kelas Blastomycetes
2. Kelas Coelomycetes
3. Kelas Hypomycetes
Anggota jamur yang termasuk kedalam kelas ini mirip
khamir dan tidak mengahsilkan konidia melainkan
membentuk pseudomesilium. Umumnya hidup parasit
pada tubuh manusia. Contohnya ; Candida sp,
Cryptococus sp dan Torulopsis sp.
Kelas Blastomycetes
Konidia terbentuk dalam konidiomata dan
biasanya berupa arsevulus atau piknidium.
Kelas ini terbagi menjadi dua ordo :
a. Ordo Melanconiales
b. Ordo Sphaeropsidales
Kelas Coelomycetes
Ordo Melanconiales, konidia
terbentuk di dalam arcevulus
dan banyak yang hidup parasit
di tanaman dan dapat
menyebabkan penyait
anthracnoses. Contoh nya ;
Colletotrichum dan Pestalotia
konidia
Ordo Sphaeropsidales, konidia terbentuk di
dalam piknidium dan piknidium
yangterdapat pada anggota ordo ini sangat
beragam. Ordo ini terbagi atas 4 famili
khusus diantaranya :
1. Sphaeropsidaceae : piknidium berwarna
gelap, agak keras atau seperti belulang,
berstroma, kebanyakan berlubang.
2. Zythraceae : Piknidium berwarna cerah,
lunak seperti lilin.
3. Leptostromataceae : Paknidium serupa
perisai atau pipih memanjang.
4. Exipuluceae : Piknidium yang dewasa
serupa mangkuk.
Konidia dibentuk langsung pada cabang hifa
khusus. Kelas ini terbagi menjadi 2 ordo yaitu ;
a. Ordo Moniliales
b. Ordo Agonomycetales
Kelas Hypomycetes
Ordo Moniliales, kelompok
yang sangat besar yang terdiri
atas patogen tanaman,
patogen manusia dan
merupakan jamur yang sering
digunakan pada berbagai
industri. Ordo ini terbagi atas
4 famili khusus diantaranya :
1. Moniliaceae
2. Dematiceae
3. Stibellaceae
4. Tuberculariaceae
Moniliaceae
Famili Moniliaceae adalah
yang terbesar dan anggota
kelompok ini memiliki
konidia yang berwarna
terang.
Dematiceae
Jamur-jamur ini mempunyai
konidiofor dan konidia yang
berwarna. Kadang-kadang
hanya konidiofor atau hanya
konidianya sajalah yang
berwarna. Dematiaceae hidup
sebagai saprofit, akan tetapi
ada juga yang sebagai saprofit
pada tumbuhan, pada hewan
atau pada manusia.
Stibellaceae
Kebanyakan Stilbellaceae
adalah saproba. Graphium
menghasilkan warna biru pada
kayu-kayuan. Fasse sempurna
dari Graphium yang telah
ditemukan disebut
Ceratocystis.Konidium pada
Graphium terhimpun menjadi
sinema.
Tuberculariaceae
Konidiofor dari Tuberculariaceae
terhimpun sebagai sporodokium.
Fusarium, jamur yang terkenal ini
dapat ditemukan dimana-dimana
sebagai saproba akan tetapi juga
sebagai parasit. Fusarium
menghasilkan dua macam
konidia, yaitu makronidia yang
panjang-panjang melengkung
serta meruncing dikedua ujung
seperti bulan sabit dan
mikronidia yang pendek-pendek
dan lurus.
Siklus Hidup
Rekombinasi genetik
Banyak spesies yang diduga memiliki berkembang
jauh reproduksi seksual. Bagaimana ini mungkin?
Rekombinasi genetik
Siklus Parasexual: Mekanisme ditemukan oleh
Pontecorvo dan Roper (1952) di septate, jamur
miselium dimana rekombinasi genetik adalah tidak
berdasarkan reproduksi seksual.
Siklus Parasexual
Siklus Parasexual
Dua hifa dari spesies
yang sama dari jamur
yang genetik yang
berbeda
bersentuhan.
Heterokarion
Pembentukan:
Plasmogami sel hifa
dari
individu genetik, yang
berbeda.
Diploidization:
Pembentukan
diploid dari
karyogami inti. inti
diploid heterozigot
memberikan rekomb
inasi genetik.
Lanjutan
Persimpangan mitosis
lebih dapat dilihat
sebagai lebih
pertumbuhan kuat di
miselium koloni:
Sektorisasinya.
Haploidization:
Bertahap pengurangan
jumlah kromosom ke
negara haploid. Banyak
aneuploids dari mitosis
non disjungtif juga
dihasilkan.
Reproduksi Deuteromycota
Jamur ini bereproduksi secara
aseksual dengan menghasilkan
konidia atau menghasilkan hifa
khusus yang disebut konidiofor.
Peranan Deuteromycota
Peranan yang Menguntungkan
1. Monilia sitophila digunakan untuk pembuatan
oncom.
2. Penicillium chrysogenum dan berperan dalam
industri antibiotic
3. Penicillium notatum penghasil antibiotik penisilin
4. Penicillium roqueforti dan Penicillium
camemberti sering digunakan dalam pembuatan
keju.
5. Aspergillus niger untuk menjernihkan sari buah
6. Aspergillus oryzae digunakan untuk melunakkan
adonan roti
7. Aspergillus wentii digunakan untuk pembuatan
kecap, tauco, sake, dan asam oksalat.
Peran yang Merugikan
1. Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
2. Epidermophytonmicrosporum, penyebab penyakit
kurap.
3. Fusariumsp, hidup pada tanaman tomat.
4. Trychophyton tonsurans, menimbulkan ketombe di
kepala
5. Sclerothium rolfsie, menyebabkan penyakit busuk
pada tanaman
6. Helminthosporium oryzae, menimbulkan noda
berwarna hitam pada daun.
7. Candida albicans, menyebabkan infeksi pada
vagina.
8. Chaclosporium sp, parasit pada buah-buahan dan
sayuran
9. Verticillium sp banyak menyerang bibit tanaman.

PPT Deutromycota

  • 1.
    DEUTROMYCOTA Kelompok 4 Agus EkoSiswanto Firman T Jafar Herdiana Munandar Nurefi Jabar
  • 2.
    Karakteristik Deutromycota • Berasal darikata “Deutro” (urutan kedua atau tidak sempurna) dan “Mycota” (jamur) • Sel eukariotik • Memiliki hifa bersekat • Sebagian besar mikroskopis dan multiseluler • Heterotrof • Dinding sel tersusun atas zat kitin • Bersifat parasit dan saprofit • Hidup di tempat yang lembab • Reproduksi secara asexual dengan konidium sedangkan secara sexual belum diketahui bahkan tidak ada. • Serinf disebut jamur imperfect
  • 3.
    KLASIFIKASI DEUTROMYCOTA Berdasarkan ciri-cirimorfologi konidia dan konidiomata yang dibentuknya, divisi Deutromycota terbagi menjadi 3 kelas, yaitu : 1. Kelas Blastomycetes 2. Kelas Coelomycetes 3. Kelas Hypomycetes
  • 4.
    Anggota jamur yangtermasuk kedalam kelas ini mirip khamir dan tidak mengahsilkan konidia melainkan membentuk pseudomesilium. Umumnya hidup parasit pada tubuh manusia. Contohnya ; Candida sp, Cryptococus sp dan Torulopsis sp. Kelas Blastomycetes
  • 5.
    Konidia terbentuk dalamkonidiomata dan biasanya berupa arsevulus atau piknidium. Kelas ini terbagi menjadi dua ordo : a. Ordo Melanconiales b. Ordo Sphaeropsidales Kelas Coelomycetes Ordo Melanconiales, konidia terbentuk di dalam arcevulus dan banyak yang hidup parasit di tanaman dan dapat menyebabkan penyait anthracnoses. Contoh nya ; Colletotrichum dan Pestalotia konidia
  • 6.
    Ordo Sphaeropsidales, konidiaterbentuk di dalam piknidium dan piknidium yangterdapat pada anggota ordo ini sangat beragam. Ordo ini terbagi atas 4 famili khusus diantaranya : 1. Sphaeropsidaceae : piknidium berwarna gelap, agak keras atau seperti belulang, berstroma, kebanyakan berlubang. 2. Zythraceae : Piknidium berwarna cerah, lunak seperti lilin. 3. Leptostromataceae : Paknidium serupa perisai atau pipih memanjang. 4. Exipuluceae : Piknidium yang dewasa serupa mangkuk.
  • 8.
    Konidia dibentuk langsungpada cabang hifa khusus. Kelas ini terbagi menjadi 2 ordo yaitu ; a. Ordo Moniliales b. Ordo Agonomycetales Kelas Hypomycetes Ordo Moniliales, kelompok yang sangat besar yang terdiri atas patogen tanaman, patogen manusia dan merupakan jamur yang sering digunakan pada berbagai industri. Ordo ini terbagi atas 4 famili khusus diantaranya : 1. Moniliaceae 2. Dematiceae 3. Stibellaceae 4. Tuberculariaceae
  • 9.
    Moniliaceae Famili Moniliaceae adalah yangterbesar dan anggota kelompok ini memiliki konidia yang berwarna terang.
  • 10.
    Dematiceae Jamur-jamur ini mempunyai konidiofordan konidia yang berwarna. Kadang-kadang hanya konidiofor atau hanya konidianya sajalah yang berwarna. Dematiaceae hidup sebagai saprofit, akan tetapi ada juga yang sebagai saprofit pada tumbuhan, pada hewan atau pada manusia.
  • 11.
    Stibellaceae Kebanyakan Stilbellaceae adalah saproba.Graphium menghasilkan warna biru pada kayu-kayuan. Fasse sempurna dari Graphium yang telah ditemukan disebut Ceratocystis.Konidium pada Graphium terhimpun menjadi sinema.
  • 12.
    Tuberculariaceae Konidiofor dari Tuberculariaceae terhimpunsebagai sporodokium. Fusarium, jamur yang terkenal ini dapat ditemukan dimana-dimana sebagai saproba akan tetapi juga sebagai parasit. Fusarium menghasilkan dua macam konidia, yaitu makronidia yang panjang-panjang melengkung serta meruncing dikedua ujung seperti bulan sabit dan mikronidia yang pendek-pendek dan lurus.
  • 13.
    Siklus Hidup Rekombinasi genetik Banyakspesies yang diduga memiliki berkembang jauh reproduksi seksual. Bagaimana ini mungkin? Rekombinasi genetik Siklus Parasexual: Mekanisme ditemukan oleh Pontecorvo dan Roper (1952) di septate, jamur miselium dimana rekombinasi genetik adalah tidak berdasarkan reproduksi seksual.
  • 15.
    Siklus Parasexual Siklus Parasexual Duahifa dari spesies yang sama dari jamur yang genetik yang berbeda bersentuhan. Heterokarion Pembentukan: Plasmogami sel hifa dari individu genetik, yang berbeda. Diploidization: Pembentukan diploid dari karyogami inti. inti diploid heterozigot memberikan rekomb inasi genetik.
  • 16.
    Lanjutan Persimpangan mitosis lebih dapatdilihat sebagai lebih pertumbuhan kuat di miselium koloni: Sektorisasinya. Haploidization: Bertahap pengurangan jumlah kromosom ke negara haploid. Banyak aneuploids dari mitosis non disjungtif juga dihasilkan.
  • 17.
    Reproduksi Deuteromycota Jamur inibereproduksi secara aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor.
  • 19.
    Peranan Deuteromycota Peranan yangMenguntungkan 1. Monilia sitophila digunakan untuk pembuatan oncom. 2. Penicillium chrysogenum dan berperan dalam industri antibiotic 3. Penicillium notatum penghasil antibiotik penisilin 4. Penicillium roqueforti dan Penicillium camemberti sering digunakan dalam pembuatan keju. 5. Aspergillus niger untuk menjernihkan sari buah 6. Aspergillus oryzae digunakan untuk melunakkan adonan roti 7. Aspergillus wentii digunakan untuk pembuatan kecap, tauco, sake, dan asam oksalat.
  • 20.
    Peran yang Merugikan 1.Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air. 2. Epidermophytonmicrosporum, penyebab penyakit kurap. 3. Fusariumsp, hidup pada tanaman tomat. 4. Trychophyton tonsurans, menimbulkan ketombe di kepala 5. Sclerothium rolfsie, menyebabkan penyakit busuk pada tanaman 6. Helminthosporium oryzae, menimbulkan noda berwarna hitam pada daun. 7. Candida albicans, menyebabkan infeksi pada vagina. 8. Chaclosporium sp, parasit pada buah-buahan dan sayuran 9. Verticillium sp banyak menyerang bibit tanaman.