SINERGITAS PERAN KPH
DALAM PERHUTANAN
SOSIAL
NAMA : MUH SUYUTI HAMSI
NIM : L13120026
KELAS : KHT A
• PENGERTIAN KEHUTANAN SOSIAL
• TUJUAN PEHUTANAN SOSIAL
• SKEMA PERHUTANAN SOSIAL
• INTERGRITAS KPH DALAM PS
• KENDALA DALAM MENSINERGIKAN KPH DAN PS
POKOK MATERI
Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari
yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan
hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat
setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku
utama untuk meningkatkan kesejahteraannya,
keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya
PENGERTIAN PERHUTANAN
SOSIAL
Sesuai dengan Permen LHK Nomor 83 Tahun
2016, Perhutanan Sosial bertujuan untuk
menyelesaikan permasalahan tenurial dan keadilan
bagi masyarakat setempat dan masyarakat hukum
adat yang berada di dalam atau sekitar kawasan
hutan dalam rangka kesejahteraan masyarakat.
TUJUAN PERHUTANAN
SOSIAL
Tujuan dari program ini sendiri adalah untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme
pemberdayaan dan tetap berpedoman pada aspek
kelestarian hutan. Berdasarkan hal tersebut maka hal ini
menjadi kesempatan yang sangat besar bagi masyarakat
sekitar hutan untuk dapat mengelola dan memberadayakan
lahan hutan.
SKEMA PERHUTANAN
SOSIAL
Hutan Desa (HD) adalah hutan
negara yang dalam pengelolaannya
diberikan kepada lembaga desa
yang bertujuan untuk
mensejahterakan suatu desa.
SKEMA PERHUTANAN
SOSIAL
Hutan Kemasyarakatan
(HKm) adalah hutan negara yang
mana pengelolaannya dilakukan
oleh masyarakat dengan tujuan
untuk memberdayakan masyarakat
sekitar agar terciptanya
kesejahteraan masyarakat.
Hutan Tanaman Rakyat (HTR) adalah
Hutan produksi yang dibangun oleh
sekelompok masyarakat yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas
dan potensi dari hutan produksi
dengan menerapkan Silvikultur
agardapat menjamin kelestarian
sumberdaya hutan.
Hutan Adat (HA) adalah hutan yang
dimiliki oleh masyarakat adat yang
sebelumnya merupakan hutan negara
ataupun bukan hutan negara.
Kemitraan Kehutanan (KK) merupakan
adanya kerjasama antara masyarakat
sekitar hutan dengan pengelolaan
hutan, seperti Pemegang Izin Usaha
Pemenfaatan Hutan, Jasa hutan Izin
Pinjam Pakai kawasan hutan atau
Pemegang Izin Usaha Industri Primer
Hasil Hutan.
Hutan Desa
Hutan Kemasyarakatan
Hutan Tanaman Rakyat
Hutan Adat
Capaian Perhutanan Sosial
1 agustus 2022
Perhutanan
Sosial
Customary Forest
Hutan Desa
1.994.755,22 Ha
Hutan Tanaman Rakyat
355.185,08 Ha
Hutan Adat
Kemitraan Kehutanan
IPHPS
34.789,79 Ha
Kulin KK
571.055,42 Ha
Penetapan Hutan
Adat
74.703 Ha
Indikatif Hutan
Adat
1.092.341 Ha
Hutan Kemasyarakatan
907.928,59 Ha
Peran KPH
Kesatuan
pengelolaan Hutan (KPH)
berperan penting
untuk mendorong
implementasi skema-
skema perhutanan sosial untuk
meningkatkan kesejahteraan
masyarakat sekaligus menjaga
kelestaian hutan dan mengurangi
emisi gas rumah kaca penyebab
perubahan iklim.
Kesatuan Pengelolaan
Hutan (KPH) memiliki
informasi kondisi biofisik
dan sosial ekonomi sekitar
hutan sehingga KPH
memiliki peranan penting
dalam mendukung
Perhutanan Sosial (PS)
Tugas dan Fungsi
KPH
KPH bertugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan,
fasilitasi peningkatan produksi – pasca panen, fasilitasi akses
pembiayaan dan pemasaran, serta memfasilitasi keterlibatan
sektor dan pihak lain pusat maupun daerah untuk
mendukung Pasca Izin.
KPH sebagai unit yang memiliki fungsi mengelola
hutan dinilai memainkan peran strategis dalam
mewujudkan pengelolaan hutan lestari yang
berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat
dengan memaduserasikan pengelolaan wilayah dan
pelaksanaan perhutanan sosial.
Integritas KPH Dalam
Mendukung program
Perhutanan Sosial
KPH bertanggung jawab untuk
memberdayakan masyarakat yang
bergantung pada hutan, menjadi mitra,
memberikan pendampingan dan layanan
teknis, menyetujui, memantau dan
mengendalikan rencana pengelolaan serta
implementasi berbagai skema PS.
Perhutanan Sosial yang berada dalam wilayah KPH
sebagaimana pemegang izin lainnya, perlu mengacu kepada
perencanaan KPH (RPHJP) dan KPH mengontrol pelaksanaan
PS menuju pengelolaan hutan lestari masyarakat sejahtera.
KPH terkait langsung dalam rencana pengelolaan dan rencana
kerja perhutanan sosial. Keberadaan KPH di tingkat tapak juga
menjadikannya bagian dari tim verifikasi permohonan Izin
Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).
Program KPH
Melaksanakan
pembinaan
Monitoring
Evaluasi kerja pengelolaan hutan
yang dilaksanakan oleh pemegang
izin pemanfaatan hutan dan
penggunaan kawasan hutan
1. Penguatan kebijakan dan kelembagaan untuk mendukung
perhutanan sosial.
2. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Peran KPH
dalam perhutanan social
3. Penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola
sumberdaya hutan melalui skema perutanan sosial.
4. Melakukan pendampingan kepada masyarakat
Pengungkapan fakta lapangan dan pertanyaan-pertanyaan
terkait pelaksaan PS. Disampaikan adanya keterbatasan dana
dan SDM KPH, tidak adanya tindaklanjut pendampingan
setelah keluar izin, serta overlap koordinasi dimana pengajuan
PS tidak melalui KPH dan dinas kehutanan namun tiba-tiba
keluar izin dari pusat, dari segi keamanan pun kerap terjadi
kegiatan ilegal di lokasi PS oleh oknum.
Kendala-kendala Dalam Mensinergikan
KPH dengan PS
Thank you
Link ke video CBCF
 Perhutanan Sosial.pptx

Perhutanan Sosial.pptx

  • 1.
    SINERGITAS PERAN KPH DALAMPERHUTANAN SOSIAL NAMA : MUH SUYUTI HAMSI NIM : L13120026 KELAS : KHT A
  • 2.
    • PENGERTIAN KEHUTANANSOSIAL • TUJUAN PEHUTANAN SOSIAL • SKEMA PERHUTANAN SOSIAL • INTERGRITAS KPH DALAM PS • KENDALA DALAM MENSINERGIKAN KPH DAN PS POKOK MATERI
  • 3.
    Perhutanan sosial adalahsistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya PENGERTIAN PERHUTANAN SOSIAL
  • 4.
    Sesuai dengan PermenLHK Nomor 83 Tahun 2016, Perhutanan Sosial bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tenurial dan keadilan bagi masyarakat setempat dan masyarakat hukum adat yang berada di dalam atau sekitar kawasan hutan dalam rangka kesejahteraan masyarakat. TUJUAN PERHUTANAN SOSIAL Tujuan dari program ini sendiri adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme pemberdayaan dan tetap berpedoman pada aspek kelestarian hutan. Berdasarkan hal tersebut maka hal ini menjadi kesempatan yang sangat besar bagi masyarakat sekitar hutan untuk dapat mengelola dan memberadayakan lahan hutan.
  • 5.
  • 6.
    Hutan Desa (HD)adalah hutan negara yang dalam pengelolaannya diberikan kepada lembaga desa yang bertujuan untuk mensejahterakan suatu desa. SKEMA PERHUTANAN SOSIAL Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara yang mana pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar agar terciptanya kesejahteraan masyarakat. Hutan Tanaman Rakyat (HTR) adalah Hutan produksi yang dibangun oleh sekelompok masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan potensi dari hutan produksi dengan menerapkan Silvikultur agardapat menjamin kelestarian sumberdaya hutan. Hutan Adat (HA) adalah hutan yang dimiliki oleh masyarakat adat yang sebelumnya merupakan hutan negara ataupun bukan hutan negara. Kemitraan Kehutanan (KK) merupakan adanya kerjasama antara masyarakat sekitar hutan dengan pengelolaan hutan, seperti Pemegang Izin Usaha Pemenfaatan Hutan, Jasa hutan Izin Pinjam Pakai kawasan hutan atau Pemegang Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Capaian Perhutanan Sosial 1agustus 2022 Perhutanan Sosial Customary Forest Hutan Desa 1.994.755,22 Ha Hutan Tanaman Rakyat 355.185,08 Ha Hutan Adat Kemitraan Kehutanan IPHPS 34.789,79 Ha Kulin KK 571.055,42 Ha Penetapan Hutan Adat 74.703 Ha Indikatif Hutan Adat 1.092.341 Ha Hutan Kemasyarakatan 907.928,59 Ha
  • 12.
    Peran KPH Kesatuan pengelolaan Hutan(KPH) berperan penting untuk mendorong implementasi skema- skema perhutanan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestaian hutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) memiliki informasi kondisi biofisik dan sosial ekonomi sekitar hutan sehingga KPH memiliki peranan penting dalam mendukung Perhutanan Sosial (PS)
  • 13.
    Tugas dan Fungsi KPH KPHbertugas melaksanakan pembinaan dan pengawasan, fasilitasi peningkatan produksi – pasca panen, fasilitasi akses pembiayaan dan pemasaran, serta memfasilitasi keterlibatan sektor dan pihak lain pusat maupun daerah untuk mendukung Pasca Izin. KPH sebagai unit yang memiliki fungsi mengelola hutan dinilai memainkan peran strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan lestari yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dengan memaduserasikan pengelolaan wilayah dan pelaksanaan perhutanan sosial.
  • 14.
    Integritas KPH Dalam Mendukungprogram Perhutanan Sosial KPH bertanggung jawab untuk memberdayakan masyarakat yang bergantung pada hutan, menjadi mitra, memberikan pendampingan dan layanan teknis, menyetujui, memantau dan mengendalikan rencana pengelolaan serta implementasi berbagai skema PS. Perhutanan Sosial yang berada dalam wilayah KPH sebagaimana pemegang izin lainnya, perlu mengacu kepada perencanaan KPH (RPHJP) dan KPH mengontrol pelaksanaan PS menuju pengelolaan hutan lestari masyarakat sejahtera. KPH terkait langsung dalam rencana pengelolaan dan rencana kerja perhutanan sosial. Keberadaan KPH di tingkat tapak juga menjadikannya bagian dari tim verifikasi permohonan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS). Program KPH Melaksanakan pembinaan Monitoring Evaluasi kerja pengelolaan hutan yang dilaksanakan oleh pemegang izin pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan
  • 15.
    1. Penguatan kebijakandan kelembagaan untuk mendukung perhutanan sosial. 2. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Peran KPH dalam perhutanan social 3. Penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumberdaya hutan melalui skema perutanan sosial. 4. Melakukan pendampingan kepada masyarakat
  • 16.
    Pengungkapan fakta lapangandan pertanyaan-pertanyaan terkait pelaksaan PS. Disampaikan adanya keterbatasan dana dan SDM KPH, tidak adanya tindaklanjut pendampingan setelah keluar izin, serta overlap koordinasi dimana pengajuan PS tidak melalui KPH dan dinas kehutanan namun tiba-tiba keluar izin dari pusat, dari segi keamanan pun kerap terjadi kegiatan ilegal di lokasi PS oleh oknum. Kendala-kendala Dalam Mensinergikan KPH dengan PS
  • 17.