Perencanaan dan Pelaku
    Pembangunan
           g

     Drs. H. Dadang Solihin, MA

   Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana
             Tingkat Pertama-Bappenas
                     Pertama-

                  LPEM-FEUI
           Jakarta, 22 Agustus 2007
dadang-solihin.blogspot.com   2
Dadang Solihin’s Profile
               Dadang holds a MA degree (
                     g                 g   (Economics), University of
                                                        )         y
               Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research
               Data and Information at DPD Secretariat General as well as
               Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land
               Use Management at Indonesian National Development
               Planning Agency (Bappenas).
 Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia-
                                                               Asia
  Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as
  Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.
 He got various training around the globe included Advanced International
                                     globe,
  Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad
  City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management,
  Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala
                                                        Managers,
  Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver,
  Canada (2002); Local Government Administration Training Course,
  Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training
     os    a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a                g a    g
  Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books
  regarding local autonomous.
 You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his
  mobile at +62812 932 2202
                            dadang-solihin.blogspot.com                3
Materi
   Pola Perubahan yang Sedang Terjadi
   Pergeseran Paradigma: From Government to Governance
   Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
   Pelaku Pembangunan: Stakeholders
   Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha
    Swasta,
    Swasta dan Masyarakat
   Perencanaan
   Fungsi/Manfaat Perencanaan
   Syarat Perencanaan
    S      tP
   Tujuan dan Rencana
   Sifat Perencanaan
   Kegagalan Perencanaan
   Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan
   Sistem Perencanaan yang Berhasil
                        y g
   Perencanaan yang Ideal
   Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)

                   dadang-solihin.blogspot.com             4
Pola Perubahan yang Sedang Terjadi
                  y g       g    j


 Proses transformasi struktural dari masyarakat
  tradisional ke masyarakat modern dan dari
  ekonomi agraris ke ekonomi industri.
                               industri
 Proses transformasi dari sistem ekonomi yang
  didominasi oleh pemerintah ke arah sistem
  ekonomi pasar yang masyarakatnya makin
            pasar,
  berperan sebagai pelaku utama pembangunan.
 Kedua proses internal tersebut didorong dan
          p                              g
  dipengaruhi oleh proses eksternal, yaitu proses
  globalisasi perekonomian dunia, dengan dua ciri
  dan faktor pendorongnya y
              p       g y yaitu pperdagangan
                                        g g
  bebas dan kemajuan teknologi.


              dadang-solihin.blogspot.com           5
Pergeseran Paradigma:
           From Government to Governance




           Government                                  Governance
 Memberikan hak ekslusif bagi       Persoalan-persoalan publik
  negara untuk mengatur hal-hal       adalah urusan bersama
  publik,                             pemerintah, civil society dan
 sementara aktor di luarnya, hanya   dunia usaha sebagai tiga aktor
  dapat disertakan sejauh negara      utama.
  mengijinkannya.
        iji k
                         dadang-solihin.blogspot.com                   6
Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
   Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat
    yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
                                       Tenaga Kerja
                        Kontrol                           Kontrol



          Dunia Usaha
            Swasta
                                       Pemerintah                   Masyarakat


                          Nilai                       Redistibusi
                   Pertumbuhan                     Melalui Pelayanan
                                           Pasar


   Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan
    Good.
    Good
                                  dadang-solihin.blogspot.com                    7
Pelaku Pembangunan: Stakeholders

         STATE                      CITIZENS
         Executive                   organized into:
         Judiciary
            d              Community-based organizations
                           C       it b d          i ti
        Legislature        Non-governmental organizations
                              Professional Associations
       Public service
                                  Religious groups
          Military                Women’s groups
           Police                       Media

                     BUSINESS
            Small / medium / large enterprises
               Multinational Corporations
                   Financial institutions
                      Stock exchange


                dadang-solihin.blogspot.com                 8
Troika:
Pola Hubungan antara Pemerintah Dunia
                     Pemerintah,
     Usaha Swasta, dan Masyarakat


  Masyarakat,
  Bangsa, dan
    Negara
      g                                         Masyarakat

                                                             VISI
                                       Pemerintah

Good Governance            Dunia Usaha



                  dadang-solihin.blogspot.com                       9
Perencanaan

• Suatu proses untuk menentukan tindakan masa
  depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan
  memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
• Proses pengambilan keputusan dari sejumlah
  pilihan, untuk mencapai suatu tujuan yang
  dikehendaki.




               dadang-solihin.blogspot.com           10
Fungsi/Manfaat Perencanaan


   Sebagai penuntun arah
   Minimalisasi Ketidakpastian
   Minimalisasi inefisiensi sumber daya
   Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas




               dadang-solihin.blogspot.com        11
Syarat Perencanaan

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
1. Tujuan akhir yang dikehendaki.
2. Sasaran-sasaran d prioritas untuk mewujudkannya (
2 S                 dan i it       t k      j dk     (yang
   mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
4. Masalah-masalah yang dihadapi.
5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta
   pengalokasiannya.
   pengalokasiannya
6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan
   pelaksanaannya.


                dadang-solihin.blogspot.com              12
Syarat Perencanaan

   Faktual dan Realistis
   Logis dan Rasional
   Fleksibel
    Fl k ib l
   Komitmen
   Komprehensif atau menyeluruh




              dadang-solihin.blogspot.com   13
Tujuan dan Rencana

Tujuan (Goals)
 Pada dasarnya adalah hasil akhir yang
                 y                   y g
   diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh
   individu, kelompok atau seluruh organisasi.
Rencana (Plans)
 Segala bentuk konsep dan dokumentasi yang
   menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai
   dan bagaimana sumber daya akan dialokasikan,
   penjadualan dari proses pencapaian tujuan
                                        tujuan,
   hingga segala hal yang terkait dengan
   p
   pencapaian tujuan.
          p        j
             dadang-solihin.blogspot.com      14
Sifat Perencanaan

• Dari segi ruang lingkup tujuan dan sasarannya,
  perencanaan dapat bersifat nasional, sektoral dan
  spasial.
  spasial
• Perencanaan dapat berupa perencanaan agregatif
  atau komprehensif dan parsial.
• Dalam jangkauan dan hierarkinya, ada
  perencanaan tingkat pusat dan tingkat daerah.
• Dari jangka waktunya, perencanaan dapat bersifat
  jangka panjang, menengah, atau jangka pendek.




              dadang-solihin.blogspot.com         15
Sifat Perencanaan

• Dilihat dari arus informasi, perencanaan dapat
  bersifat dari atas ke bawah (top down), dari bawah
  ke t (bottom up), atau kedua-duanya.
  k atas (b tt         ) t k d d
• Dari segi ketetapan atau keluwesan proyeksi ke
  depannya,
  depannya perencanaan dapat indikatif atau
  preskriptif.
• Berdasarkan sistem politiknya, perencanaan dapat
  bersifat alokatif, inovatif dan radikal.
• Produk perencanaan dapat berbentuk rencana
  (plan), kebijakan, peraturan,
  (plan) kebijakan peraturan alokasi anggaran
                                           anggaran,
  program, atau kegiatan (d/h proyek).

               dadang-solihin.blogspot.com        16
Kegagalan Perencanaan

1. Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin
   karena:
    informasinya kurang lengkap,
    metodologinya belum dikuasai,
    perencanaannya tid k realistis sehingga tidak mungkin
                        tidak    li ti   hi     tid k   ki
     pernah bisa terlaksana
    pengaruh p
     p g       politis terlalu besar sehingga p
                                          gg pertimbangan-
                                                      g
     pertimbangan teknis perencanaan diabaikan.




               dadang-solihin.blogspot.com               17
Kegagalan Perencanaan

2. Perencanaannya mungkin baik, tetapi
   pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.
     kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan
      dengan pelaksanaannya.
     aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten
                                             kompeten,
     masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi
      sehingga tidak mendukungnya.




                dadang-solihin.blogspot.com               18
Kegagalan Perencanaan

3. perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata
   tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan
   serta tidak d
       t tid k dapat mengatasi masalah mendasar
                   t      t i       l h   d
   negara berkembang.
    Misalnya, orientasi semata-mata pada p
           y ,                       p     pertumbuhan
     yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.
    Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata
     perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik
     perencanaan itu.




                dadang-solihin.blogspot.com                 19
Kegagalan Perencanaan

4. karena perencanaan diartikan sebagai
   pengaturan total kehidupan manusia sampai yang
   paling k il sekalipun.
     li kecil k li
    Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan
     berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan
     kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.
    Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan
     p
     permintaan karena p pemerintah mengatur semuanya.
                                        g            y
    Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem
     perencanaan terpusat (centrally planned system).




               dadang-solihin.blogspot.com               20
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias pertama
    Adanya kecenderungan berpikir bahwa:
      – dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari
        dimensi moralnya,
      – dimensi material lebih penting daripada dimensi
        kelembagaannya, dan
      – dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya.
    Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber
     daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan
     p
     pikiran y g demikian.
             yang



                    dadang-solihin.blogspot.com                 21
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias kedua
    Pendekatan pembangunan yang berasal dari atas
     lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi
     pembangunan di tingkat bawah (grass-root).
    Akibatnya kebijakan pembangunan menjadi
     kurang efektif karena kurang mempertimbangkan
     kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat.




                 dadang-solihin.blogspot.com      22
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias ketiga
    Pembangunan masyarakat banyak di tingkat
     bawah lebih memerlukan bantuan material
     daripada keterampilan teknis dan manajerial.
    Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan
     sumber daya dan dana, karena:
      – kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan
        manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia,
        dan
      – mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di
             g                    gg y       y
        lapisan bawah.



                  dadang-solihin.blogspot.com            23
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias keempat
    Teknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh
     lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari
     masyarakat itu sendiri.
    Anggapan demikian dapat menyebabkan
     pendekatan pembangunan yang:
       terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu
        untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang
        sangat luas d b
               tl    dan beragam t h perkembangannya i i
                                   tahap   k b            ini.
       pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi
        teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan
        dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif
        untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi
        impor.

                   dadang-solihin.blogspot.com               24
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias kelima
    Lembaga-lembaga yang telah berkembang di
     kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan
     kurang efektif bahkan menghambat proses
     pembangunan.
    Anggapan ini membuat lembaga-lembaga
     masyarakat di lapisan bawah kurang dimanfaatkan
     dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui,
               g                       p
     memperkuat serta memberdayakannya.
    Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk
     memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang
                       lembaga lembaga
     asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan
     norma masyarakat.

                 dadang-solihin.blogspot.com      25
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias keenam
    Masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang
     diperlukannya atau bagaimana memperbaiki
     nasibnya.
    Oleh karena itu, mereka harus dituntun dan diberi
     petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam
     perencanaan meskipun yang menyangkut dirinya
     sendiri.
    Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek
     pembangunan yang ditujukan untuk rakyat, tetapi
     salah alamat tidak memecahkan masalah dan
           alamat,                      masalah,
     bahkan merugikan rakyat.
    Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan
     bukan subjek pembangunan.
                    pembangunan
                  dadang-solihin.blogspot.com            26
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias ketujuh
    Orang miskin adalah miskin karena bodoh dan
     malas. Dengan demikian, cara menanganinya
     haruslah bersifat paternalistik seperti
     memperlakukan orang bodoh dan malas dan
                                         malas,
     bukan dengan memberi kepercayaan.
    Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan
     dipandang lebih sebagai usaha sosial (charity) dan
     bukan usaha penguatan ekonomi.




                  dadang-solihin.blogspot.com        27
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias kedelapan
    Ukuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan,
      misalnya ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu
            y       ,
      diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi
      pertumbuhan.
    Padahal upaya pemberdayaan masyarakat, akan
      menghasilkan pertumbuhan, b hk
           h ilk        t b h      bahkan merupakan sumber
                                                     k      b
      pertumbuhan yang lebih lestari (sustainable), tetapi
      umumnya dalam kerangka waktu (time frame) yang lebih
      panjang.
      panjang
    Anggapan yang demikian beranjak dari konsep
      pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak
      memahami sisi-sisi sosial budaya dari pembangunan dan
                                    y       p        g
      potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan
      pembangunan.


                    dadang-solihin.blogspot.com                 28
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias kesembilan
   • Sektor pertanian dan perdesaan adalah sektor
     tradisional,
     tradisional kurang produktif dan memiliki masa
                         produktif,
     investasi yang panjang, karena itu kurang menarik
     untuk melakukan investasi modal besar-besaran di
     sektor itu.
             itu
   • Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan
     usaha kecil di sektor pertanian dan p
                           p             perdesaan
     dipandang tidak menguntungkan dan memiliki
     risiko tinggi.
   • Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka
     dan menghambat upaya untuk secara sungguh-
     sungguh membangun usaha pertanian dan usaha
     kecil di perdesaan
              perdesaan.
                 dadang-solihin.blogspot.com        29
Bias Bias
Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan

   Bias kesepuluh
    Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di
     perkotaan, di sektor industri yang justru banyak
     disubsidi dan diproteksi, yang akibatnya juga
     mendorong urbanisasi.
                 urbanisasi
    Pengalaman Taiwan dan Jepang menunjukkan
     bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat
     meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus
     pemerataan yang menyebabkan ekonominya
     menjadi kukuh
              kukuh.



                  dadang-solihin.blogspot.com           30
Sistem Perencanaan yang Berhasil

•   Sistem perencanaan yang mendorong
    berkembangnya mekanisme pasar dan peran
    serta masyarakat.
       t           k t
•   Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan
    menentukan sasaran-sasaran secara garis besar
                 sasaran sasaran              besar,
    baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan
    pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha
    swasta.
         t




               dadang-solihin.blogspot.com         31
Perencanaan yang Ideal

Interactive Planning
•   Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh
    manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam
    prosesnya.
•   Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti
    p
    pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin
                    p;     p               j        gg       j
    adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan
    jangan sampai terjadi kemunduran.
•   Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan
    pelaksanaannya tid k d
       l k             tidak dapat h
                                  t hanya dilih t d i satu sisi ( t
                                          dilihat dari t i i (atau
    sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam
    keutuhan konsep secara keseluruhan.
•   Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and
    adaptive system).
•   Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).

                    dadang-solihin.blogspot.com                  32
Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (SPPN)




      dadang-solihin.blogspot.com   33
Apa itu SPPN?

SPPN adalah
 satu kesatuan tata cara
  perencanaan pembangunan
 untuk menghasilkan rencana-
  rencana pembangunan dalam
  jangka panjang, jangka
  j   k      j    j    k
  menengah, dan tahunan
 yang dilaksanakan oleh unsur
  penyelenggara negara dan
  masyarakat di tingkat pusat
  dan daerah
      daerah.



              dadang-solihin.blogspot.com   34
Tujuan SPPN
               j
Mendukung koordinasi antar-pelaku pembangunan.
Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan
sinergi baik antar-Daerah, antar-ruang, antar-waktu,
antar-fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan
Daerah.
Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara
perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan
pengawasan
pengawasan.
Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya
secara efisien, efektif, berkeadilan, dan
berkelanjutan.
                dadang-solihin.blogspot.com            35
Proses Perencanaan
Pendekatan Politik:
Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan
rencana pembangunan hasil proses politik (public choice
theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi
dalam RPJM/D
       RPJM/D.
Proses Teknokratik:
Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah
    gg                          g      p
oleh lembaga atau satuan kerja yang secara
fungsional bertugas untuk itu.
Partisipatif:
Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh
stakeholders, antara lain melalui Musrenbang.
Proses top-down dan bottom-up:
Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.

   dadang-solihin.blogspot.com                     36
Tahapan Perencanaan
             p

1. Penyusunan Rencana
      Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah
      Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKPD
      Musyawarah Perencanaan Pembangunan
      Rancangan Akhir Rencana Pembangunan
2. Penetapan Rencana
    RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda
    RPJM dengan Keputusan Presiden / Kepala Daerah
    RKP / RKPD dengan Kep. Presiden / Kepala Daerah
3. Pengendalian Pelaksanaan Rencana
      g
4. Evaluasi Kinerja


                   dadang-solihin.blogspot.com           37
Alur Perencanaan dan Penganggaran
 20 Tahunan             5 Tahunan                                          Tahunan


                                     Pedoman                  Pedoman
                         Renstra                  Renja -                               Rincian
                                                                          RKA-KL




                                                                                                  Pemer
                           KL                       KL                                   APBN




                                                                                                    Pusat
                  Pedoman                      Diacu




                                                                                                      rintah
                                     Dijabar
              Pedoman                                        Pedoman
   RPJP                   RPJM        kan
                                                   RKP                     RAPBN        APBN
  Nasional               Nasional


Diacu           Diperhatikan                           Diserasikan melalui Musrenbang


              Pedoman                                         Pedoman
    RPJP                 RPJM        Dijabar       RKP
                                       kan
                                                                           RAPBD        APBD
   Daerah                Daerah                   Daerah




                                                                                                  Pemerint
                                                                                                    Daerah
                  Pedoman                      Diacu




                                                                                                         tah
                                                                                                         h
                                     Pedoman                 Pedoman
                         Renstra                  Renja -                  RKA -        Rincian
                          SKPD                    SKPD                     SKPD          APBD



                        UU SPPN                                              UU KN
                                    dadang-solihin.blogspot.com                                   38
Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004)

                 NASIONAL                                         DAERAH
         Dokumen               Penetapan                Dokumen                Penetapan
Rencana Pembangunan                 UU          Rencana Pembangunan               Perda
Jangka Panjang Nasional       (Ps. 13 Ayat 1)   Jangka Panjang Daerah        (Ps. 13 Ayat 2)
(RPJP-Nasional)                                 (RPJP-Daerah)
                                                (RPJP D    h)
Rencana Pembangunan              Per Pres       Rencana Pembangunan          Peraturan KDH
Jangka Menengah Nasional      (Ps. 19 Ayat 1)   Jangka Menengah Daerah       (Ps. 19 Ayat 3)
(RPJM-Nasional)                                 (RPJM-Daerah)
                                                (RPJM D    h)
Renstra Kementerian /           Peraturan       Renstra Satuan Kerja            Peraturan
Lembaga (Renstra KL)           Pimpinan KL      Perangkat Daerah (Renstra    Pimpinan SKPD
                              (Ps. 19 Ayat 2)   SKPD)                         (Ps. 19 Ayat 4)
Rencana Kerja Pemerintah         Per Pres       Rencana Kerja Pemerintah     Peraturan KDH
(RKP)                         (Ps.
                              ( 26 Ayat 1)
                                       y )      Daerah (RKPD)                (
                                                                             (Ps. 26 Ayat 2)
                                                                                      y )
Rencana Kerja Kementerian /     Peraturan       Rencana Kerja Satuan Kerja      Peraturan
Lembaga (Renja KL)             Pimpinan KL      Perangkat Daerah (Renja      Pimpinan SKPD
                              (Ps.
                              ( 21 Ayat 1)
                                      y )       SKPD)                        ( Ps. 21 Ayat 3)
                                                                                       y )

                              dadang-solihin.blogspot.com                               39
<Satu Tahun Sebelum Berakhir RPJP Yang Berlaku>
                                                                 g


                                                                                                                                    Ditetapkan
   DPR


                                                                                                                                  Dengan Undang-
                                                                                                                                     Undang
     esiden




                                                                                                                   Diajukan
                                                                                                                 sebagai RUU
                                                                                                                 RPJP Inisiatif
   Pre




                                                                                                                  Pemerintah



                                               Dihimpun dan
   Menteri PPN




                                                   Dikaji       Rancangan                      Rancangan Akhir
                                                                                Musrenbang
                                                                Awal RPJP                        RPJP Nas                         RPJP Nasional
                                                                              Jangka Panjang
                 Evaluasi          Pemikiran
                 RPJP(-1)           Visioner
Penyelenggara




                                                                  Aspirasi
                                                                    p
   Negara




                 Evaluasi          Pemikiran                     Pemangku                                                           Acuan bagi
                 RPJP(-1)           Visioner                    Kepentingan                                                        RPJP Daerah
   Masyarakat




                                                                  Aspirasi
                 Evaluasi          Pemikiran                     Pemangku
                 RPJP(-1)           Visioner                    Kepentingan




                                                              dadang-solihin.blogspot.com                                                  40
K
                                           KEMENTERIA /
                                                    AN    KEMEN
                                                              NTERIAN
             DAERA
                 AH           MASYARAKAT                                PRESIDEN
                                             LEMBAGA
                                                   A          P
                                                              PPN




dadang-solihin.blogspot.com
41
dadang-solihin.blogspot.com   42
Penyusunan dan Penetapan RPJPD


                                                   Penetapan
                                      Penyusunan   Rancangan
  Rancangan        Musrenbang
                                      Rancangan     RPJPD
    RPJPD            RPJPD
                                         Akhir      menjadi
                                                     Perda
                  Bahan
   Proses          Rancangan
                                        oleh        oleh
 Teknokratik       RPJP
                                      Bappeda      DPRD
oleh Bappeda      Melibatkan
                   Masyarakat




               dadang-solihin.blogspot.com                     43
Isi RPJP
            NASIONAL                                       DAERAH




Penjabaran Tujuan                           Mengacu pada RPJP
Nasional kedalam:                           Nasional dan memuat:
  Visi dan Penjabarannya;                     Visi dan Penjabarannya;
  Misi;                                       Misi;
  Arah Pembangunan Nasional                   Arah Pembangunan Daerah
      • Kewilayahan                                 • Kewilayahan
      • Sarana – Prasarana                          • Sarana Prasarana
      • Bidang Kehidupan                            • Urusan Wajib
                                                    • Urusan Pilihan



                             dadang-solihin.blogspot.com                          44
Penyusunan dan Penetapan RPJMD
                          (1)          Visi, Misi, Program
                                      Kepala Daerah Terpilih


         Bappeda menyusun                               (2)
          Rancangan Awal                                          SKPD Menyusun Renstra SKPD
              RPJMD                                     (3)
                                                               Program SKPD
a)   Visi,Misi Kepala Daerah
b)   Strategi Pembangunan Daerah
c)
 )   Kebijakan Umum
          j
d)   Kerangka Ekonomi Daerah                            (4)        Bappeda menyelenggarakan
                                                                     MUSRENBANG RPJMD
e) Program SKPD



                                                        (5)
         Bappeda menyusun                                                      Penetapan RPJMD
       Rancangan Akhir RPJMD

a)   Visi, Misi Kepala Daerah                                                          (7)
b)   Strategi Pembangunan Daerah                        (6)
c)   Kebijakan Umum                                                            Digunakan sebagai
d)   Kerangka Ekonomi Daerah                                                  pedoman penyusunan
e)   Program SKPD                                                               Rancangan RKPD
                            dadang-solihin.blogspot.com                                      45
(8)
            Penyusunan dan Penetapan RKPD
         Bappeda menyusun                            (9)
        Rancangan Awal RKPD                                      SKPD Menyusun Renja SKPD
                                                    (10)
a) P i it P b
 ) Prioritas Pembangunan D
                         Daerah
                              h                             Program SKPD
b) Kebijakan Umum
c) Kerangka Ekonomi Daerah 
   Pagu Indikatif                                                      MUSRENBANG
d) Program SKPD                                                   Desa/Kelurahan/Kecamatan
                                                                  D /K l h /K          t
                                                                                (11.b)
                                                   (11.a)
                                                                                              Maret
                                                                   MUSRENBANG Kab/Kota
                                                            a. Sinkronisasi Program SKPD
        Rancangan Akhir RKPD
                                                            b. Harmonisasi Dekon dan TP
a)    Prioritas Pembangunan                                                      (12)
b)
 )    Kebijakan Umum
           j
c)    Kerangka Ekonomi Daerah                                     MUSRENBANG Prov Sbg         April
                                                                                              A il

d)    Program SKPD                                                 Wakil Pemerintah Pusat
                                                            a. Harmonisasi Dekon dan TP
                    (15)
                                                                                 (13)
                                Mei
           Penetapan RKPD                          (14)          Bappenas menyelenggarakan
                                                                      (4)                      April

      Sebagai pedoman penyusunan                                     MUSRENBANGNAS
           Rancangan APBD                                   a.
                                                            a Sinkronisasi Program KL/SKPD
                                                            b. Harmonisasi Dekon dan TP
                            dadang-solihin.blogspot.com                                  46
Isi RPJM
     RPJM NASIONAL                                       RPJM DAERAH
     Penjabaran visi, misi program Presiden;
                visi misi,                               Penjabaran visi, misi, program Kepala Daerah;
                                                                    visi misi
     Berpedoman pada RPJP Nasional                       Berpedoman pada RPJP Daerah dan
                                                         memperhatikan RPJM Nasional


1.      Strategi Pemb. Nasional                     1.      Strategi Pemb. Daerah
2.      Kebijakan Umum                              2.      Kebijakan Umum
3.      Kerangka Ekonomi Makro                      3.      Arah Kebijakan Keuangan Daerah
4.      Program – program                           4.      Program –program
          • Kementerian,                                      • SKPD,
          • Lintas kementerian
                   kementerian,                               • Lintas SKPD
                                                                       SKPD,
          • Kewilayahan, dan                                  • Kewilayahan,
          • Lintas kewilayahan                                • Lintas kewilayahan
          yang memuat kegiatan pokok dalam:                   yang memuat kegiatan pokok dalam:
           K
            Kerangka R l i
                  k Regulasi                                   Kerangka Regulasi
           Kerangka Anggaran                                  Kerangka Anggaran



                                         dadang-solihin.blogspot.com                              47
Isi RKP/D

     RKP                                                 RKP Daerah
     Penjabaran RPJM Nasional                            Penjabaran RPJM Daerah;
                                                         Mengacu pada RKP

1.      Prioritas Pembangunan Nasional              1.      Prioritas Pembangunan Daerah
2.      Rancangan Kerangka Ekonomi                  2.      Rancangan Kerangka Ekonomi
        Makro                                               MakroDaerah
3.      Arah Kebijakan Fiskal                       3.      Arah Kebijakan Keuangan Daerah
4.      Program – program                           4.      Program –program
          • Kementerian,                                      • SKPD,
          • Lintas kementerian
                   kementerian,                               • Lintas SKPD
                                                                       SKPD,
          • Kewilayahan, dan                                  • Kewilayahan,
          • Lintas kewilayahan                                • Lintas kewilayahan
          yang memuat kegiatan dalam:                         yang memuat kegiatan dalam:
           Kerangka Regulasi                                  Kerangka Regulasi
           Kerangka Anggaran                                  Kerangka Anggaran


                                Proses Penyusunan RKPD
                                        dadang-solihin.blogspot.com                          48
Isi Renstra-KL & Renstra-SKPD


  Renstra-KL                              Renstra-SKPD
  Berpedoman pada RPJM
  B    d       d                          Berpedoman pada RPJM
                                          B    d       d
  Nasional                                Daerah

Isi:                                    Isi:
1.     Visi-Misi                        1.     Visi-Misi
2.
2      Tujuan, St t i d Kebijakan
       T j     Strategi, dan K bij k    2.
                                        2      Tujuan, St t i d Kebijakan
                                               T j     Strategi, dan K bij k
3.     Program-program                  3.     Program-program
4.     Kegiatan Indikatif
          g                             4.     Kegiatan Indikatif
                                                  g




                         dadang-solihin.blogspot.com                           49
Terima kasih



   dadang-solihin.blogspot.com   50

Perencanaan dan Pelaku Pembangunan

  • 1.
    Perencanaan dan Pelaku Pembangunan g Drs. H. Dadang Solihin, MA Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat Pertama-Bappenas Pertama- LPEM-FEUI Jakarta, 22 Agustus 2007
  • 2.
  • 3.
    Dadang Solihin’s Profile Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas).  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia- Asia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia.  He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala Managers, Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training os a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a g a g Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 dadang-solihin.blogspot.com 3
  • 4.
    Materi  Pola Perubahan yang Sedang Terjadi  Pergeseran Paradigma: From Government to Governance  Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance  Pelaku Pembangunan: Stakeholders  Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, Swasta dan Masyarakat  Perencanaan  Fungsi/Manfaat Perencanaan  Syarat Perencanaan S tP  Tujuan dan Rencana  Sifat Perencanaan  Kegagalan Perencanaan  Bias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan  Sistem Perencanaan yang Berhasil y g  Perencanaan yang Ideal  Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dadang-solihin.blogspot.com 4
  • 5.
    Pola Perubahan yangSedang Terjadi y g g j  Proses transformasi struktural dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern dan dari ekonomi agraris ke ekonomi industri. industri  Proses transformasi dari sistem ekonomi yang didominasi oleh pemerintah ke arah sistem ekonomi pasar yang masyarakatnya makin pasar, berperan sebagai pelaku utama pembangunan.  Kedua proses internal tersebut didorong dan p g dipengaruhi oleh proses eksternal, yaitu proses globalisasi perekonomian dunia, dengan dua ciri dan faktor pendorongnya y p g y yaitu pperdagangan g g bebas dan kemajuan teknologi. dadang-solihin.blogspot.com 5
  • 6.
    Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Government Governance  Memberikan hak ekslusif bagi  Persoalan-persoalan publik negara untuk mengatur hal-hal adalah urusan bersama publik, pemerintah, civil society dan  sementara aktor di luarnya, hanya dunia usaha sebagai tiga aktor dapat disertakan sejauh negara utama. mengijinkannya. iji k dadang-solihin.blogspot.com 6
  • 7.
    Pelaku Pembangunan: ParadigmaGovernance  Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Dunia Usaha Swasta Pemerintah Masyarakat Nilai Redistibusi Pertumbuhan Melalui Pelayanan Pasar  Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. Good dadang-solihin.blogspot.com 7
  • 8.
    Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE CITIZENS Executive organized into: Judiciary d Community-based organizations C it b d i ti Legislature Non-governmental organizations Professional Associations Public service Religious groups Military Women’s groups Police Media BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange dadang-solihin.blogspot.com 8
  • 9.
    Troika: Pola Hubungan antaraPemerintah Dunia Pemerintah, Usaha Swasta, dan Masyarakat Masyarakat, Bangsa, dan Negara g Masyarakat VISI Pemerintah Good Governance Dunia Usaha dadang-solihin.blogspot.com 9
  • 10.
    Perencanaan • Suatu prosesuntuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. • Proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan, untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. dadang-solihin.blogspot.com 10
  • 11.
    Fungsi/Manfaat Perencanaan  Sebagai penuntun arah  Minimalisasi Ketidakpastian  Minimalisasi inefisiensi sumber daya  Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas dadang-solihin.blogspot.com 11
  • 12.
    Syarat Perencanaan Harus memiliki,mengetahui, dan memperhitungkan: 1. Tujuan akhir yang dikehendaki. 2. Sasaran-sasaran d prioritas untuk mewujudkannya ( 2 S dan i it t k j dk (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Masalah-masalah yang dihadapi. 5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. pengalokasiannya 6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya. 8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. dadang-solihin.blogspot.com 12
  • 13.
    Syarat Perencanaan  Faktual dan Realistis  Logis dan Rasional  Fleksibel Fl k ib l  Komitmen  Komprehensif atau menyeluruh dadang-solihin.blogspot.com 13
  • 14.
    Tujuan dan Rencana Tujuan(Goals)  Pada dasarnya adalah hasil akhir yang y y g diharapkan dapat diraih atau dicapai oleh individu, kelompok atau seluruh organisasi. Rencana (Plans)  Segala bentuk konsep dan dokumentasi yang menggambarkan bagaimana tujuan akan dicapai dan bagaimana sumber daya akan dialokasikan, penjadualan dari proses pencapaian tujuan tujuan, hingga segala hal yang terkait dengan p pencapaian tujuan. p j dadang-solihin.blogspot.com 14
  • 15.
    Sifat Perencanaan • Darisegi ruang lingkup tujuan dan sasarannya, perencanaan dapat bersifat nasional, sektoral dan spasial. spasial • Perencanaan dapat berupa perencanaan agregatif atau komprehensif dan parsial. • Dalam jangkauan dan hierarkinya, ada perencanaan tingkat pusat dan tingkat daerah. • Dari jangka waktunya, perencanaan dapat bersifat jangka panjang, menengah, atau jangka pendek. dadang-solihin.blogspot.com 15
  • 16.
    Sifat Perencanaan • Dilihatdari arus informasi, perencanaan dapat bersifat dari atas ke bawah (top down), dari bawah ke t (bottom up), atau kedua-duanya. k atas (b tt ) t k d d • Dari segi ketetapan atau keluwesan proyeksi ke depannya, depannya perencanaan dapat indikatif atau preskriptif. • Berdasarkan sistem politiknya, perencanaan dapat bersifat alokatif, inovatif dan radikal. • Produk perencanaan dapat berbentuk rencana (plan), kebijakan, peraturan, (plan) kebijakan peraturan alokasi anggaran anggaran, program, atau kegiatan (d/h proyek). dadang-solihin.blogspot.com 16
  • 17.
    Kegagalan Perencanaan 1. Penyusunanperencanaan tidak tepat, mungkin karena:  informasinya kurang lengkap,  metodologinya belum dikuasai,  perencanaannya tid k realistis sehingga tidak mungkin tidak li ti hi tid k ki pernah bisa terlaksana  pengaruh p p g politis terlalu besar sehingga p gg pertimbangan- g pertimbangan teknis perencanaan diabaikan. dadang-solihin.blogspot.com 17
  • 18.
    Kegagalan Perencanaan 2. Perencanaannyamungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya.  kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya.  aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten kompeten,  masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya. dadang-solihin.blogspot.com 18
  • 19.
    Kegagalan Perencanaan 3. perencanaanmengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak d t tid k dapat mengatasi masalah mendasar t t i l h d negara berkembang.  Misalnya, orientasi semata-mata pada p y , p pertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan.  Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu. dadang-solihin.blogspot.com 19
  • 20.
    Kegagalan Perencanaan 4. karenaperencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling k il sekalipun. li kecil k li  Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh.  Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan p permintaan karena p pemerintah mengatur semuanya. g y  Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally planned system). dadang-solihin.blogspot.com 20
  • 21.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias pertama  Adanya kecenderungan berpikir bahwa: – dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari dimensi moralnya, – dimensi material lebih penting daripada dimensi kelembagaannya, dan – dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya.  Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan p pikiran y g demikian. yang dadang-solihin.blogspot.com 21
  • 22.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias kedua  Pendekatan pembangunan yang berasal dari atas lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi pembangunan di tingkat bawah (grass-root).  Akibatnya kebijakan pembangunan menjadi kurang efektif karena kurang mempertimbangkan kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 22
  • 23.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias ketiga  Pembangunan masyarakat banyak di tingkat bawah lebih memerlukan bantuan material daripada keterampilan teknis dan manajerial.  Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan sumber daya dan dana, karena: – kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia, dan – mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di g gg y y lapisan bawah. dadang-solihin.blogspot.com 23
  • 24.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias keempat  Teknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari masyarakat itu sendiri.  Anggapan demikian dapat menyebabkan pendekatan pembangunan yang:  terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang sangat luas d b tl dan beragam t h perkembangannya i i tahap k b ini.  pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor. dadang-solihin.blogspot.com 24
  • 25.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias kelima  Lembaga-lembaga yang telah berkembang di kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan kurang efektif bahkan menghambat proses pembangunan.  Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan bawah kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui, g p memperkuat serta memberdayakannya.  Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang lembaga lembaga asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan norma masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 25
  • 26.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias keenam  Masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya.  Oleh karena itu, mereka harus dituntun dan diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam perencanaan meskipun yang menyangkut dirinya sendiri.  Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan yang ditujukan untuk rakyat, tetapi salah alamat tidak memecahkan masalah dan alamat, masalah, bahkan merugikan rakyat.  Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek pembangunan. pembangunan dadang-solihin.blogspot.com 26
  • 27.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias ketujuh  Orang miskin adalah miskin karena bodoh dan malas. Dengan demikian, cara menanganinya haruslah bersifat paternalistik seperti memperlakukan orang bodoh dan malas dan malas, bukan dengan memberi kepercayaan.  Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha sosial (charity) dan bukan usaha penguatan ekonomi. dadang-solihin.blogspot.com 27
  • 28.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias kedelapan  Ukuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan, misalnya ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu y , diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan.  Padahal upaya pemberdayaan masyarakat, akan menghasilkan pertumbuhan, b hk h ilk t b h bahkan merupakan sumber k b pertumbuhan yang lebih lestari (sustainable), tetapi umumnya dalam kerangka waktu (time frame) yang lebih panjang. panjang  Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi-sisi sosial budaya dari pembangunan dan y p g potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan pembangunan. dadang-solihin.blogspot.com 28
  • 29.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias kesembilan • Sektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional, tradisional kurang produktif dan memiliki masa produktif, investasi yang panjang, karena itu kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran di sektor itu. itu • Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan usaha kecil di sektor pertanian dan p p perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan memiliki risiko tinggi. • Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan menghambat upaya untuk secara sungguh- sungguh membangun usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan perdesaan. dadang-solihin.blogspot.com 29
  • 30.
    Bias Bias Bias-Bias dalamPerencanaan Pembangunan Bias kesepuluh  Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di perkotaan, di sektor industri yang justru banyak disubsidi dan diproteksi, yang akibatnya juga mendorong urbanisasi. urbanisasi  Pengalaman Taiwan dan Jepang menunjukkan bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan yang menyebabkan ekonominya menjadi kukuh kukuh. dadang-solihin.blogspot.com 30
  • 31.
    Sistem Perencanaan yangBerhasil • Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. t k t • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar sasaran sasaran besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta. t dadang-solihin.blogspot.com 31
  • 32.
    Perencanaan yang Ideal InteractivePlanning • Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya. • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti p pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin p; p j gg j adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran. • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tid k d l k tidak dapat h t hanya dilih t d i satu sisi ( t dilihat dari t i i (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan. • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). • Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting). dadang-solihin.blogspot.com 32
  • 33.
    Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional(SPPN) dadang-solihin.blogspot.com 33
  • 34.
    Apa itu SPPN? SPPNadalah  satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan  untuk menghasilkan rencana- rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka j k j j k menengah, dan tahunan  yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah daerah. dadang-solihin.blogspot.com 34
  • 35.
    Tujuan SPPN j Mendukung koordinasi antar-pelaku pembangunan. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar-Daerah, antar-ruang, antar-waktu, antar-fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pengawasan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. dadang-solihin.blogspot.com 35
  • 36.
    Proses Perencanaan Pendekatan Politik: PemilihanPresiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D RPJM/D. Proses Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah gg g p oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Proses top-down dan bottom-up: Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan. dadang-solihin.blogspot.com 36
  • 37.
    Tahapan Perencanaan p 1. Penyusunan Rencana  Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah  Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKPD  Musyawarah Perencanaan Pembangunan  Rancangan Akhir Rencana Pembangunan 2. Penetapan Rencana  RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda  RPJM dengan Keputusan Presiden / Kepala Daerah  RKP / RKPD dengan Kep. Presiden / Kepala Daerah 3. Pengendalian Pelaksanaan Rencana g 4. Evaluasi Kinerja dadang-solihin.blogspot.com 37
  • 38.
    Alur Perencanaan danPenganggaran 20 Tahunan 5 Tahunan Tahunan Pedoman Pedoman Renstra Renja - Rincian RKA-KL Pemer KL KL APBN Pusat Pedoman Diacu rintah Dijabar Pedoman Pedoman RPJP RPJM kan RKP RAPBN APBN Nasional Nasional Diacu Diperhatikan Diserasikan melalui Musrenbang Pedoman Pedoman RPJP RPJM Dijabar RKP kan RAPBD APBD Daerah Daerah Daerah Pemerint Daerah Pedoman Diacu tah h Pedoman Pedoman Renstra Renja - RKA - Rincian SKPD SKPD SKPD APBD UU SPPN UU KN dadang-solihin.blogspot.com 38
  • 39.
    Ruang Lingkup Perencanaan(UU25/2004) NASIONAL DAERAH Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan Rencana Pembangunan UU Rencana Pembangunan Perda Jangka Panjang Nasional (Ps. 13 Ayat 1) Jangka Panjang Daerah (Ps. 13 Ayat 2) (RPJP-Nasional) (RPJP-Daerah) (RPJP D h) Rencana Pembangunan Per Pres Rencana Pembangunan Peraturan KDH Jangka Menengah Nasional (Ps. 19 Ayat 1) Jangka Menengah Daerah (Ps. 19 Ayat 3) (RPJM-Nasional) (RPJM-Daerah) (RPJM D h) Renstra Kementerian / Peraturan Renstra Satuan Kerja Peraturan Lembaga (Renstra KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah (Renstra Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 2) SKPD) (Ps. 19 Ayat 4) Rencana Kerja Pemerintah Per Pres Rencana Kerja Pemerintah Peraturan KDH (RKP) (Ps. ( 26 Ayat 1) y ) Daerah (RKPD) ( (Ps. 26 Ayat 2) y ) Rencana Kerja Kementerian / Peraturan Rencana Kerja Satuan Kerja Peraturan Lembaga (Renja KL) Pimpinan KL Perangkat Daerah (Renja Pimpinan SKPD (Ps. ( 21 Ayat 1) y ) SKPD) ( Ps. 21 Ayat 3) y ) dadang-solihin.blogspot.com 39
  • 40.
    <Satu Tahun SebelumBerakhir RPJP Yang Berlaku> g Ditetapkan DPR Dengan Undang- Undang esiden Diajukan sebagai RUU RPJP Inisiatif Pre Pemerintah Dihimpun dan Menteri PPN Dikaji Rancangan Rancangan Akhir Musrenbang Awal RPJP RPJP Nas RPJP Nasional Jangka Panjang Evaluasi Pemikiran RPJP(-1) Visioner Penyelenggara Aspirasi p Negara Evaluasi Pemikiran Pemangku Acuan bagi RPJP(-1) Visioner Kepentingan RPJP Daerah Masyarakat Aspirasi Evaluasi Pemikiran Pemangku RPJP(-1) Visioner Kepentingan dadang-solihin.blogspot.com 40
  • 41.
    K KEMENTERIA / AN KEMEN NTERIAN DAERA AH MASYARAKAT PRESIDEN LEMBAGA A P PPN dadang-solihin.blogspot.com 41
  • 42.
  • 43.
    Penyusunan dan PenetapanRPJPD Penetapan Penyusunan Rancangan Rancangan Musrenbang Rancangan RPJPD RPJPD RPJPD Akhir menjadi Perda  Bahan Proses Rancangan oleh oleh Teknokratik RPJP Bappeda DPRD oleh Bappeda  Melibatkan Masyarakat dadang-solihin.blogspot.com 43
  • 44.
    Isi RPJP NASIONAL DAERAH Penjabaran Tujuan Mengacu pada RPJP Nasional kedalam: Nasional dan memuat:  Visi dan Penjabarannya;  Visi dan Penjabarannya;  Misi;  Misi;  Arah Pembangunan Nasional  Arah Pembangunan Daerah • Kewilayahan • Kewilayahan • Sarana – Prasarana • Sarana Prasarana • Bidang Kehidupan • Urusan Wajib • Urusan Pilihan dadang-solihin.blogspot.com 44
  • 45.
    Penyusunan dan PenetapanRPJMD (1) Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih Bappeda menyusun (2) Rancangan Awal SKPD Menyusun Renstra SKPD RPJMD (3) Program SKPD a) Visi,Misi Kepala Daerah b) Strategi Pembangunan Daerah c) ) Kebijakan Umum j d) Kerangka Ekonomi Daerah (4) Bappeda menyelenggarakan MUSRENBANG RPJMD e) Program SKPD (5) Bappeda menyusun Penetapan RPJMD Rancangan Akhir RPJMD a) Visi, Misi Kepala Daerah (7) b) Strategi Pembangunan Daerah (6) c) Kebijakan Umum Digunakan sebagai d) Kerangka Ekonomi Daerah pedoman penyusunan e) Program SKPD Rancangan RKPD dadang-solihin.blogspot.com 45
  • 46.
    (8) Penyusunan dan Penetapan RKPD Bappeda menyusun (9) Rancangan Awal RKPD SKPD Menyusun Renja SKPD (10) a) P i it P b ) Prioritas Pembangunan D Daerah h Program SKPD b) Kebijakan Umum c) Kerangka Ekonomi Daerah  Pagu Indikatif MUSRENBANG d) Program SKPD Desa/Kelurahan/Kecamatan D /K l h /K t (11.b) (11.a) Maret MUSRENBANG Kab/Kota a. Sinkronisasi Program SKPD Rancangan Akhir RKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP a) Prioritas Pembangunan (12) b) ) Kebijakan Umum j c) Kerangka Ekonomi Daerah MUSRENBANG Prov Sbg April A il d) Program SKPD Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP (15) (13) Mei Penetapan RKPD (14) Bappenas menyelenggarakan (4) April Sebagai pedoman penyusunan MUSRENBANGNAS Rancangan APBD a. a Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP dadang-solihin.blogspot.com 46
  • 47.
    Isi RPJM RPJM NASIONAL RPJM DAERAH Penjabaran visi, misi program Presiden; visi misi, Penjabaran visi, misi, program Kepala Daerah; visi misi Berpedoman pada RPJP Nasional Berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional 1. Strategi Pemb. Nasional 1. Strategi Pemb. Daerah 2. Kebijakan Umum 2. Kebijakan Umum 3. Kerangka Ekonomi Makro 3. Arah Kebijakan Keuangan Daerah 4. Program – program 4. Program –program • Kementerian, • SKPD, • Lintas kementerian kementerian, • Lintas SKPD SKPD, • Kewilayahan, dan • Kewilayahan, • Lintas kewilayahan • Lintas kewilayahan yang memuat kegiatan pokok dalam: yang memuat kegiatan pokok dalam:  K Kerangka R l i k Regulasi  Kerangka Regulasi  Kerangka Anggaran  Kerangka Anggaran dadang-solihin.blogspot.com 47
  • 48.
    Isi RKP/D RKP RKP Daerah Penjabaran RPJM Nasional Penjabaran RPJM Daerah; Mengacu pada RKP 1. Prioritas Pembangunan Nasional 1. Prioritas Pembangunan Daerah 2. Rancangan Kerangka Ekonomi 2. Rancangan Kerangka Ekonomi Makro MakroDaerah 3. Arah Kebijakan Fiskal 3. Arah Kebijakan Keuangan Daerah 4. Program – program 4. Program –program • Kementerian, • SKPD, • Lintas kementerian kementerian, • Lintas SKPD SKPD, • Kewilayahan, dan • Kewilayahan, • Lintas kewilayahan • Lintas kewilayahan yang memuat kegiatan dalam: yang memuat kegiatan dalam:  Kerangka Regulasi  Kerangka Regulasi  Kerangka Anggaran  Kerangka Anggaran Proses Penyusunan RKPD dadang-solihin.blogspot.com 48
  • 49.
    Isi Renstra-KL &Renstra-SKPD Renstra-KL Renstra-SKPD Berpedoman pada RPJM B d d Berpedoman pada RPJM B d d Nasional Daerah Isi: Isi: 1. Visi-Misi 1. Visi-Misi 2. 2 Tujuan, St t i d Kebijakan T j Strategi, dan K bij k 2. 2 Tujuan, St t i d Kebijakan T j Strategi, dan K bij k 3. Program-program 3. Program-program 4. Kegiatan Indikatif g 4. Kegiatan Indikatif g dadang-solihin.blogspot.com 49
  • 50.
    Terima kasih dadang-solihin.blogspot.com 50