TERMODINAMIKA 
KELOMPOK : 
Julfi Jaelani 
Saepul Milah 
Ari Hariyandi 
Zaki Syfaurahman
A.PENGERTIAN TERMODINAMIKA 
Kata termodinamika di ambil dari bahasa yunani thermos 
yang berarti “panas” dan dynamic yang berarti “perubahan”. 
Sehingga dapat dikatakan bahwa termodinamika adalah 
fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. 
Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika 
statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal. 
Termodinamika adalah nama yang kita berikan untuk 
studi proses di mana energi di transfer sebagai kalor 
dan sebagai kerja. Dalam arti luas, termodinamika 
adalah pengkajian hubungan kuantitatif antara kalor 
dan bentuk lain.
Pengabstrakan dasar atas termodinamika adalah 
pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan 
atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam 
pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. 
Dalam termodinamika telah kita ketahui tentang sistem 
dan lingkungan. Sistem termodinamika adalah bagian dari 
jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata 
atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang 
disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika 
berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan 
perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan 
lingkungan.
SISTEM TERMODINAMIKA 
1. Sistem Tertutup 
Adalah sistem di mana tidak ada basa yang masuk 
maupun keluar (tetapi energi dapat di pertukarkan 
dengan lingkungan). Rumah Hijau adalah contoh dari 
sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas 
tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan 
lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran 
panas, kerja atau keduanya biasanya 
dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya: 
pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran 
panas. 
pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
2. Sistem Terbuka 
Pada sistem terbuka masa bisa masuk dan keluar 
demikian pula dengan energi. 
3. sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, 
benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari 
sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti 
tabung gas terisolasi.
HUKUM-HUKUM DASAR TERMODINAMIKA 
Hukum-hukum termodinamika pada prinsipnya 
menjelaskan peristiwa perpindahan panas dan 
kerja fisika pada proses termodinamika. Sejak 
perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi 
salah satu hukum terpenting dalam fisika dan 
berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan 
dengan termodinamika. Hukum-hukum ini sering 
dikaitkan dengan konsep-konsep yang jauh 
melampaui hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata 
rumusannya.
A. HUKUM TERMODINAMIKA 
Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika 
Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan 
setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam 
saling setimbang satu dengan lainnya. 
Hukum Pertama Termodinamika 
Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini 
menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem 
termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah 
energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang 
dilakukan terhadap sistem.
Hukum kedua Termodinamika 
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Tidak ada bunyi 
untuk hukum kedua termodinamika yang ada hanyalah pernyataan 
kenyataan eksperimental yang dikeluarkan oleh kelvin-plank dan 
clausius. Pernyataan clausius: tidak mungkin suatu sistem apapun 
bekerja sedemikian rupa sehingga hasil satu-satunya adalah 
perpindahan energi sebagai panas dari sistem dengan temperatur 
tertentu ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi. Pernyataan 
kelvin-planck: tidak mungkin suatu sistem beroperasi dalam siklus 
termodinamika dan memberikan sejumlah netto kerja kesekeliling sambil 
menerima energi panas dari satu reservoir termal.(sumber 
Fundamentals of engineering thermodynamics (Moran J., Shapiro N.M. - 
6th ed. - 2007 - Wiley) Bab5). "total entropi dari suatu sistem 
termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan 
meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya hal ini disebut 
dengan prinsip kenaikan entropi" merupakan korolari dari kedua 
pernyataan diatas (analisis Hukum kedua termodinamika untuk proses 
dengan menggunakan sifat entropi)(sumber Fundamentals of 
engineering thermodynamics (Moran J., Shapiro N.M. - 6th ed. - 2007 - 
Wiley) Bab6).
Hukum ketiga Termodinamika 
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan 
temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan 
bahwa pada saat suatu sistem mencapai 
temperatur nol absolut, semua proses akan 
berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai 
minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa 
entropi benda berstruktur kristal sempurna pada 
temperatur nol absolut bernilai nol.
TERMODINAMIKA

Pengertian Termodinamika

  • 1.
    TERMODINAMIKA KELOMPOK : Julfi Jaelani Saepul Milah Ari Hariyandi Zaki Syfaurahman
  • 2.
    A.PENGERTIAN TERMODINAMIKA Katatermodinamika di ambil dari bahasa yunani thermos yang berarti “panas” dan dynamic yang berarti “perubahan”. Sehingga dapat dikatakan bahwa termodinamika adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal. Termodinamika adalah nama yang kita berikan untuk studi proses di mana energi di transfer sebagai kalor dan sebagai kerja. Dalam arti luas, termodinamika adalah pengkajian hubungan kuantitatif antara kalor dan bentuk lain.
  • 3.
    Pengabstrakan dasar atastermodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dalam termodinamika telah kita ketahui tentang sistem dan lingkungan. Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.
  • 4.
    SISTEM TERMODINAMIKA 1.Sistem Tertutup Adalah sistem di mana tidak ada basa yang masuk maupun keluar (tetapi energi dapat di pertukarkan dengan lingkungan). Rumah Hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya: pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas. pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
  • 5.
    2. Sistem Terbuka Pada sistem terbuka masa bisa masuk dan keluar demikian pula dengan energi. 3. sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan. Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
  • 6.
    HUKUM-HUKUM DASAR TERMODINAMIKA Hukum-hukum termodinamika pada prinsipnya menjelaskan peristiwa perpindahan panas dan kerja fisika pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi salah satu hukum terpenting dalam fisika dan berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan dengan termodinamika. Hukum-hukum ini sering dikaitkan dengan konsep-konsep yang jauh melampaui hal-hal yang dinyatakan dalam kata-kata rumusannya.
  • 7.
    A. HUKUM TERMODINAMIKA Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. Hukum Pertama Termodinamika Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
  • 8.
    Hukum kedua Termodinamika Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Tidak ada bunyi untuk hukum kedua termodinamika yang ada hanyalah pernyataan kenyataan eksperimental yang dikeluarkan oleh kelvin-plank dan clausius. Pernyataan clausius: tidak mungkin suatu sistem apapun bekerja sedemikian rupa sehingga hasil satu-satunya adalah perpindahan energi sebagai panas dari sistem dengan temperatur tertentu ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi. Pernyataan kelvin-planck: tidak mungkin suatu sistem beroperasi dalam siklus termodinamika dan memberikan sejumlah netto kerja kesekeliling sambil menerima energi panas dari satu reservoir termal.(sumber Fundamentals of engineering thermodynamics (Moran J., Shapiro N.M. - 6th ed. - 2007 - Wiley) Bab5). "total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya hal ini disebut dengan prinsip kenaikan entropi" merupakan korolari dari kedua pernyataan diatas (analisis Hukum kedua termodinamika untuk proses dengan menggunakan sifat entropi)(sumber Fundamentals of engineering thermodynamics (Moran J., Shapiro N.M. - 6th ed. - 2007 - Wiley) Bab6).
  • 9.
    Hukum ketiga Termodinamika Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.
  • 10.