.PENGERTIAN AWAN
Awan adalah sekumpulan tetesan air/kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena
pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan
jenuh.
B.PROSES TERBENTUKNYA AWAN
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air,
terbentuklah awan. Peluapan ini boleh berlaku dengan cara :
 Apabila udara panas, lebih banyak uap terkadung di dalam udara karena air lebih
cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di
satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah
awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
 Apabila awan telah terbentuk, titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan
awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarikan bumi
menariknya ke bawah. Hinggalah sampai satu peringkat titik-titik itu akan terus jatuh
ke bawah. Hingalah sampai satu peringkat titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah dan
turunlah hujan.
 Namun jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap
dan lenyaplah awan itu. Inilah yang menyebabkan awan itu selalu berubah-ubah
bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair.
Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.
Awan
C.KLASIFIKASI AWAN
Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok
utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan
vertikal.
1.Kelompok Awan Tinggi
Pada kawasan tropis, awan ini terletak di ketinggian 6-18 km, pada kawasan iklim sedang
awan ini terletak pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutub terletak pada 3-8 km.
Awan yang tergolong ke dalam awan tinggi adalah :
a.Awan Sirrus (Ci)
Awan Sirrus
 Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung.Awan
ini juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan
tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon
 Awan ini tidak menimbulkan hujan.
 Awan ini terdiri daripada halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin pada
atmosfer.
 Awan Sirus ini ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih
dengan pinggiran tidak jelas.
b.Awan Sirostratus (Ci-St)
Awan Sirostratus
 Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga
tampak cerah, bisa juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.
 Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari
dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.
c.Awan Sirokumulus(Ci-Cu)
Awan Sirokumulus
Awan ini bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga
bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan.
2.Kelompok Awan Sedang
Pada kawasan tropis awan ini terletak di ketinggian 2-8 km, pada kawasan iklim sedang
terletak di ketinggian 2-7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak di ketinggian 2-4 km.
Yang termasuk dalam awan sedang antara lain :
a.Awan Altokumulus(A-Cu)
Awan Altokumulus
 Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak
 Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.
 Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering
berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.
 Tiap-Tiap elemen nampak jelas tersisih aantara satu sama lain dengan warna
keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Sirokumulus.
b.Awan Altostratus(A-St)
Awan Altostratus
 Awan Altostratus berwarna kekelabuan dan meliputi hampir keseluruhan langit.
 Awan ini menghasilkan hujan apabila cukup tebal.
 Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan malam hari dan menghilang
apabila matahari terbit di awal pagi.
3.Kelompok Awan Rendah
Awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km, yang tergolong ke dalam awan rendah
antara lain :
a.Awan Stratokumulus(St-Cu)
Awan Stratokumulus
 Awan ini berbentuk seperti bola-bola yang seringg menutupi daerah seluruh langit,
sehingga tampak seperti gelombang.
 Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.
 Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer
stabil.
b.Awan Stratus(St)
Awan Stratus
 Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Tingginya di bawah 2000 m.
 Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.
c.Awan Nimbostratus(Ni-St)
Awan Nimbostratus
 Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.
 Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.
 Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas.
4.Kelompok Awan Dengan Perkembangan Vertikal
Awan ini terletak antara 500-1500 m, yang tergolong dalam awan dengan perkembangan
vertikal antara lain :
a.Awan Kumulus(Cu)
Awan Kumulus
 Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau
cahaya kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis
besar yang tajam dan dasar yang datar.
 Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebaar 1 km.
b.Awan Kumulonimbus(Cu-Ni)
Awan Kumulonimbus
 Berwarna putih/gelap.
 Terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih
dari 3500 kaki. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
 Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, petir, tornado, dan badai.
Sedangkan berdasarkan bentuknya, Awan terbagi menjadi 3 yaitu :
 Kumulus, yaitu aawan yang bentuknyaa bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.
 Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara
merata.
 Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini
tidak dapat menimbulkan hujan.
Nah demikianlah postingan kali ini, semoga dapatt bermanfaat bagi sobat semua.
Terimakasih telah berkunjung ke softilmu.blogspot.com (blog sederhana yang berbagi ilmu
pengetahuan. Terus mampir ya sob, jangan lupa bagi jempol sama komentarnya.
isinya
Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau
kristal-kristal es pada bagian atas awan. terdapat updraft dan downdraft sehingga
memungkinkan terjadi sirkulasi. gesekan partikel2 awan di dalamnya dapat menimbulkan
muatan listrik.
Catatan
Cumulonimbus menimbulkan kilat (lightining) dan guntur (thundestorm), hujan lebat, angin
kencang, bisa menimbulkan hujan es.
Pada umumnya Cumulonimbus terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulus yang aktif.
Cumulus menjadi Towering Cumulus menjadi Cumulonimbus .
Cumulonimbus dapat terjadi atau muncul dari perkembangan atau pertumbuhan jenis awan
yang lain.
Pertumbuhan awan rendah Stratocumulus atau pertumbuhan awan menengah Altostratus,
Nimbostratus, dan Altocumulus.
Cumulus merupakan awan dengan vertikal depelopment atau pertumbuhan vertikal. cumulus
memiliki tinggi puncak awan yang tinggi dan sangat tebal, walaupun tidak setebal awan
cumulonimbus. cumulus dapat sendiri atau berkumpul dalam satu kelompok. Pembentukan
awan ini terjadi karena udara labil. Jika keadaan udara tetap labil, cumulus bisa berkembang
menjadi cumulunimbus.
Bentuk/wujudnya
Cumulus tampak terpisah-pisah, pada umumnya padat dengan batas yang jelas. Pertumbuhan
vertical atau tegak, mirip menara atau gunung atau kubah dengan puncaknya menyerupai
bunga kol yang pada bagian-bagian yang terkena sinar matahari akan tampak putih kemilau
sedangkan pada dasar tampak rata.
Fisisnya
Cumulus terdiri dari tetes-tetes air, sedangkan butir-butir es atau kristal-kristal es atau kristal-
kristal salju biasa tertutup pada bagian awal yang suhunya di bawah 0 C.
Jenis/spesies
1) Cumulus Humulis (CL=1), tampak sebagai Cumulus kecil-kecil, terbentuk pada saat-saat
angin timuran atau angin pasat dan ukuran tinggi lebih pendek dari pada lebar dasarnya.
2) Cumulus Mediocris (CL=2), dengan ukuran tinggi sedang dan ukuran tingginya lebih
panjang dari lebar dasarnya. Puncaknya berbentuk tonjolan kecil.
3) Cumulus Congestus, mengalami perkembangan vertikal ke atas yang jelas dan tinggi
dengan puncaknya berbentuk bunga kol.
Stratus merupakan awan rendah yang biasanya menandai kestabilan udara atau inversi suhu.
Awan stratus dapat terbentuk akibat menyebarnya awan stratucumulus akibat adanya inversi
suhu. stratus juga dapat bertahan berhari-hari di wilayah anticyclone. Pada saat terjadi front
panas yang lemah, awan ini kerap muncul dan membawa presipitasi ringan, yaitu drizzle.
Bentuk/wujudnya
Stratus berupa lembaran-lembaran atau lapisan-lapisan berwarna abu-abu dengan dasar yang
teratur. Jika matahari masih terlihat dari balik awan ini maka tepi awannya akan tampak jelas.
Kadang-kadang berbentuk pecah-pecah dan tampak kasar (frakto stratus). Untuk stratus tebal
mampu menutup sinar matahari atau bulan.
Fisisnya
Stratus terdiri dari tetes-tetes air yang sangat kecil dan yang cukup besar dapat menjadi tetes-
tetes Drizzle atau prisma-prisma es atau butir-butir salju.
Catatan
Stratus Umumnya berbentuk lapisan awan yang mirip kabut berwarna abu-abu dengan tinggi
dasar awan yang rendah, hujan yang terjadi adalah gerimis atau drizzle. Bisa juga terjadi dari
awan Cumulus dengan dasar yang rendah
Proses pembentukannya adanya proses pendinginan pada atmosfer bagian bawah dekat
permukaan, bisa juga terbentuk dari Stratocumulus yang dasarnya merendah atau kehilangan
bentuk-bentuk. Awan stratus yang tampak kasar disebut fractostratus.awan ini merupakan
awan tambahan yang terbentuk karena pengaruh turbulensi yang disebabkan oleh munculnya
udara basah yang berasal dari endapan yang turun dari Altocumulus.
Stratus dapat terbentuk karena naiknya kabut secara perlahan-lahan sebagai akibat dari
adanya pemanasan permukaan bumi atau meningkatnya kecepatan angin permukaan.
Stratocumulus merupakan awan rendah. Semua awan rendah dapat menghasilkan presipitasi,
begitupun awan stratocumulus. secara umum, stratocumulus dibedakan menjadi dua
jenis,yaitu stratocumulus undulatus (bergelombang) dan stratocumulus cumuliformis (seperti
cumulus).
Bentuk/wujudnya
Stratocumulus berupa perca-perca atau lembaran-lembaran berwarna abu-abu atau keputih-
putihan atau campuran keduanya. Terdiri dari massa awan yang bulat, gumpalannya nampak
mengumpul/terpisah, dan elemen-elemennya tersusun secara teratur yang besarnya sekitar
5derajat.
Fisisnya
Stratocumulus terdiri dari tetes-tetes air. Ketebalan dan bentuk elemennya berubah sesuai
dengan tingkat transparansinya.
Jenis/spesies
1) Stratocumulus Translucidus (CL=5), mirip Altocumulus translucidus yang membedakan
tingkat dasarnya.
2) Stratocumulus Opacus (mirip CL=5), mirip Altocumulus Opacus.
3) Stratocumulus Undulatus. Bentuknya mirip Cl = 5, bentuknya bergelombang
4) Stratocumulus Veperalis, CL=4 bentuk lapisannya tebal tipis.
5) Stratocumulus Comuloginitus (CL=4), terjadi dari bentangan Cumulus.
Nimbostratus merupakan awan menengah, namun pada kenyataannya awan ini dapat
merendah di ketinggian awan rendah. Nimbo berasal dari baha latin Nimbus yang artinya
endapan atau presipitasi. Awan ini dapat menghasilkan endapan baik hujan maupun salju.
ketebalan awan nimbostratus bisa mencapai 2 km atau 2000 m.
Bentuk/wujudnya
Nimbostratus berupa lembaran/lapisan awan berwarna abu-abu dan tampak gelap tidak
teratur. Umumnya di daerah lintang tinggi/sedang yang disertai dengan hujan salju yang tidak
continue. Karena ketebalannya maka matahari tidak tampak di balik awan ini.
Fisisnya
pada umumnya nimbostratus terdiri dari titik-titik air untuk daerah tropis sedangkan pada
daerah lintang tinggi mengandung butir-butir salju atau campuran keduanya.
Catatan
Pada umumnya awan ini sendirian dan dasar awannya tidak tampak, hujan terus-menerus
tanpa Guntur. Terdiri dari Altostratus yang menebal lalu merendah.
Altostratus merupakan awan menengah (middle cloud).
Awan ini dapat menghasilkan presipitasi ringan dan virga (hujan yang tidak sampai ke tanah).
species-species awan dari altostratus antara lain : altostratus undulatus, altostratus opacus,
dan altostratus translucidus.
Bentuk/wujudnya
Altostratus berupa lembaran/lapisan atau jalur-jalur berwarna keabu-abuan dan berserabut,
mampu menutup seluruh langit. Pada bagian-bagian awan yang tipis masih dapat ditembus
oleh sinar matahari kecuali yang tebal.
Fisisnya
Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau
kristal-kristal es pada bagian atas awan. terdapat updraft dan downdraft sehingga
memungkinkan terjadi sirkulasi. gesekan partikel2 awan di dalamnya dapat menimbulkan
muatan listrik.
Catatan
Cumulonimbus menimbulkan kilat (lightining) dan guntur (thundestorm), hujan lebat, angin
kencang, bisa menimbulkan hujan es.
Pada umumnya Cumulonimbus terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulus yang aktif.
Cumulus menjadi Towering Cumulus menjadi Cumulonimbus .
Cumulonimbus dapat terjadi atau muncul dari perkembangan atau pertumbuhan jenis awan
yang lain.
Pertumbuhan awan rendah Stratocumulus atau pertumbuhan awan menengah Altostratus,
Nimbostratus, dan Altocumulus.
Cumulus merupakan awan dengan vertikal depelopment atau pertumbuhan vertikal. cumulus
memiliki tinggi puncak awan yang tinggi dan sangat tebal, walaupun tidak setebal awan
cumulonimbus. cumulus dapat sendiri atau berkumpul dalam satu kelompok. Pembentukan
awan ini terjadi karena udara labil. Jika keadaan udara tetap labil, cumulus bisa berkembang
menjadi cumulunimbus.
Bentuk/wujudnya
Cumulus tampak terpisah-pisah, pada umumnya padat dengan batas yang jelas. Pertumbuhan
vertical atau tegak, mirip menara atau gunung atau kubah dengan puncaknya menyerupai
bunga kol yang pada bagian-bagian yang terkena sinar matahari akan tampak putih kemilau
sedangkan pada dasar tampak rata.
Fisisnya
Cumulus terdiri dari tetes-tetes air, sedangkan butir-butir es atau kristal-kristal es atau kristal-
kristal salju biasa tertutup pada bagian awal yang suhunya di bawah 0 C.
Jenis/spesies
1) Cumulus Humulis (CL=1), tampak sebagai Cumulus kecil-kecil, terbentuk pada saat-saat
angin timuran atau angin pasat dan ukuran tinggi lebih pendek dari pada lebar dasarnya.
2) Cumulus Mediocris (CL=2), dengan ukuran tinggi sedang dan ukuran tingginya lebih
panjang dari lebar dasarnya. Puncaknya berbentuk tonjolan kecil.
3) Cumulus Congestus, mengalami perkembangan vertikal ke atas yang jelas dan tinggi
dengan puncaknya berbentuk bunga kol.
Stratus merupakan awan rendah yang biasanya menandai kestabilan udara atau inversi suhu.
Awan stratus dapat terbentuk akibat menyebarnya awan stratucumulus akibat adanya inversi
suhu. stratus juga dapat bertahan berhari-hari di wilayah anticyclone. Pada saat terjadi front
panas yang lemah, awan ini kerap muncul dan membawa presipitasi ringan, yaitu drizzle.
Bentuk/wujudnya
Stratus berupa lembaran-lembaran atau lapisan-lapisan berwarna abu-abu dengan dasar yang
teratur. Jika matahari masih terlihat dari balik awan ini maka tepi awannya akan tampak jelas.
Kadang-kadang berbentuk pecah-pecah dan tampak kasar (frakto stratus). Untuk stratus tebal
mampu menutup sinar matahari atau bulan.
Fisisnya
Stratus terdiri dari tetes-tetes air yang sangat kecil dan yang cukup besar dapat menjadi tetes-
tetes Drizzle atau prisma-prisma es atau butir-butir salju.
Catatan
Stratus Umumnya berbentuk lapisan awan yang mirip kabut berwarna abu-abu dengan tinggi
dasar awan yang rendah, hujan yang terjadi adalah gerimis atau drizzle. Bisa juga terjadi dari
awan Cumulus dengan dasar yang rendah
Proses pembentukannya adanya proses pendinginan pada atmosfer bagian bawah dekat
permukaan, bisa juga terbentuk dari Stratocumulus yang dasarnya merendah atau kehilangan
bentuk-bentuk. Awan stratus yang tampak kasar disebut fractostratus.awan ini merupakan
awan tambahan yang terbentuk karena pengaruh turbulensi yang disebabkan oleh munculnya
udara basah yang berasal dari endapan yang turun dari Altocumulus.
Stratus dapat terbentuk karena naiknya kabut secara perlahan-lahan sebagai akibat dari
adanya pemanasan permukaan bumi atau meningkatnya kecepatan angin permukaan.
Stratocumulus merupakan awan rendah. Semua awan rendah dapat menghasilkan presipitasi,
begitupun awan stratocumulus. secara umum, stratocumulus dibedakan menjadi dua
jenis,yaitu stratocumulus undulatus (bergelombang) dan stratocumulus cumuliformis (seperti
cumulus).
Bentuk/wujudnya
Stratocumulus berupa perca-perca atau lembaran-lembaran berwarna abu-abu atau keputih-
putihan atau campuran keduanya. Terdiri dari massa awan yang bulat, gumpalannya nampak
mengumpul/terpisah, dan elemen-elemennya tersusun secara teratur yang besarnya sekitar
5derajat.
Fisisnya
Stratocumulus terdiri dari tetes-tetes air. Ketebalan dan bentuk elemennya berubah sesuai
dengan tingkat transparansinya.
Jenis/spesies
1) Stratocumulus Translucidus (CL=5), mirip Altocumulus translucidus yang membedakan
tingkat dasarnya.
2) Stratocumulus Opacus (mirip CL=5), mirip Altocumulus Opacus.
3) Stratocumulus Undulatus. Bentuknya mirip Cl = 5, bentuknya bergelombang
4) Stratocumulus Veperalis, CL=4 bentuk lapisannya tebal tipis.
5) Stratocumulus Comuloginitus (CL=4), terjadi dari bentangan Cumulus.
Nimbostratus merupakan awan menengah, namun pada kenyataannya awan ini dapat
merendah di ketinggian awan rendah. Nimbo berasal dari baha latin Nimbus yang artinya
endapan atau presipitasi. Awan ini dapat menghasilkan endapan baik hujan maupun salju.
ketebalan awan nimbostratus bisa mencapai 2 km atau 2000 m.
Bentuk/wujudnya
Nimbostratus berupa lembaran/lapisan awan berwarna abu-abu dan tampak gelap tidak
teratur. Umumnya di daerah lintang tinggi/sedang yang disertai dengan hujan salju yang tidak
continue. Karena ketebalannya maka matahari tidak tampak di balik awan ini.
Fisisnya
pada umumnya nimbostratus terdiri dari titik-titik air untuk daerah tropis sedangkan pada
daerah lintang tinggi mengandung butir-butir salju atau campuran keduanya.
Catatan
Pada umumnya awan ini sendirian dan dasar awannya tidak tampak, hujan terus-menerus
tanpa Guntur. Terdiri dari Altostratus yang menebal lalu merendah.
Altostratus merupakan awan menengah (middle cloud).
Awan ini dapat menghasilkan presipitasi ringan dan virga (hujan yang tidak sampai ke tanah).
species-species awan dari altostratus antara lain : altostratus undulatus, altostratus opacus,
dan altostratus translucidus.
Bentuk/wujudnya
Altostratus berupa lembaran/lapisan atau jalur-jalur berwarna keabu-abuan dan berserabut,
mampu menutup seluruh langit. Pada bagian-bagian awan yang tipis masih dapat ditembus
oleh sinar matahari kecuali yang tebal.
isisnya
Altostratus terdiri dari butiran-butiran air.
Catatan
Altostratus dapat terjadi dari awan Nimbostratus yang menipis atau dari Cirrostratus yang
menebal kemudian merendah sampai ke lapisan awan menengah.
Pada umumnya Altostratus terbentuk merata akibat adanya gerak udara secara vertikal yang
naik secara perlahan-lahan sampai lapisan menegah.
Altocumulus merupakan awan menengah bersama altostratus dan nimbostratus. Kemunculan
awan altocumulus congestus (salah satu species awan altocumulus) ini biasanya menandakan
akan datangnya thunderstorm
Bentuk / Wujud
Altocumulus mirip dengan Cirrocumulus, tapi bulatan massa awan altocumulus lebih luas
berupa massa awan yang berbentuk bulatan atau bergulung-gulung teratur dengan ukuran
1derajat < α < 5derajat atau lebih besar dari Cirrocumulus. Lapisan atau lembaran awan
berwarna putih atau keabu-abuan atau kedua-duanya sehingga terbentuk bayangan di
permukaan bumi jika terkena sinar matahari.
wan altocumulus terdiri dari tetes air yang kelewat dingin.
Catatan :
Altocumulus dapat terjadi dari menebalnya awan Cirrocumulus kemudian merendah.
Perubahan dari awan Altostratus atau Nimbostratus.
Turbulensi vertikal sampai ke lapisan menengah.
Jenis/spesies
1) Altocumulus Translucidus (CM=3), massa awan yang berbentuk bulatan-bulatan atau
bergulung-gulung, tepinya bercahaya dari celah-celahnya, apabila tidak ada awan tinggi maka
langit biru tampak. Bulatannya 3o < α < 5o
2) Altocumulus Opacus (CM=5), lapisan awan tebal dimana di dasarnya atau bawahnya
masih terdapat/tampak kerutan atau lekukan-lekukan/kantong-kantong sehingga sinar bulan
atau matahari tidak mampu menembusnya.
3) Altocumulus Cumuloginitus (CM=6), terjadi dari bentangan Cumulus (atau Cb).
4) Altocumulus Castellatus (CM=8), menjulang tinggi seperti tembok, benteng, castil, atau
menara dan mirip awan Cumulus.
5) Altocumulus Lenticularis (CM=4), massa awan yang tipis, terpisah-pisah, berbentuk
seperti lensa dan kelihatan terus berubah.
6) Altocumulus Pilus (CM=7), Keberadaanya di dekat atau di puncak awan Cumulus atau
Cumulonimbus terlihat seolah-olah mengahalangi pertumbuhan induknya
7) Altocumulus Percipitans (CM=9), menimbulkan hujan ringan, tidak kontinyu.
Cirrostratus merupakan awan yang sulit dideteksi, namun dengan adanya awan ini, itu
biasanya menandakan datangnya front panas. Ini berarti mungkin akan ada hujan atau
jatuhnya presipitasi. Cirrostratus dapat menimbulkan HALO jika cukup tebal.
Bentuk/wujudnya
Cirrostratus berupa serabut dengan jalur-jalur yang tipis atau cadar atau mirip kerudung,
halus berwana keputih-putihan dan mampu menutup sebagian atau seluruh langit serta dapat
menimbulkan HALO dengan besaran sudut 22 derajat.
Fisisnya
Cirrostratus terdiri dari kristal-kristal es atau butir-butir es.
Jenis/spesies
1) Cirrostratus Nobulosus (CH=5 atau CH=6), menyerupai cadar yang halus atau kerudung.
2) Cirrostratus Filocius (CH=8), terbentuk dari perkembangan Cirrus Densus yang lebar atau
menipis.
3) Cirrostratus Fibratus (CH=7), menutupi seluruh langit, sering menimbulkan halo.
Cirrocumulus merupakan awan tinggi (high cloud). bentuknya mirrip dengan stratocumulus
dan altocumulus, namun dengan bulatan-bulatan yang lebih kecil dibandingkan kedua awan
tersebut jika di lihat dari permukaan.
Bentuk/wujudnya
Biasa berupa lensa atau perca-perca atau biji-bijian yang pusarannya < 1derajat, tipis dan
berwarna putih tanpa bayangan, deretannya hampir teratur, mirip sisik ikan. Awan ini sering
terlihat seperti serpihan-serpihan kecil atau massa-massa bulatan awan yang sangat kecil. Jika
susunannya serba sama atau teratur, pelaut biasanya menyebutnya langit Macharel.
Fisisnya
Sebagian besar terdiri dari kristal-kristal es dan terdapat tetes-tetes air yang kelewat
dingin(super cooled droplets) yang sifatnya mudah membeku dan mudah menjadi kristal-
kristal es. Pada umunya Cc jarang sendiri, biasnya bercampur dengan awan Ci atau Cs. Jika
Cc sebagian besar lebih besar dari Cs dan Ci, CH=
Cirrus (Ci) merupakan sebutan dari awan tipis, halus dan berserabut. Kata Cirro digunakan
untuk sebutan dari bentuk-bentuk awan yang selevel dengan cirrus, contohnya Cirrocumulus
dan cirrostratus.
Bentuk/wujudnya
Terpisah-pisah, berserabut halus, berserat-serat berupa jalur-jalur sempit dengan warna putih
atau sebagian besar putih dan tampak seperti bulu ayam
Fisisnya
Terdiri dari kristal-kristal es. Cirrus tebal atau cirrus densus, mampu menghalangi datangnya
sinar matahari dan bulan sehingga menimbulkan halo (lingkaran seperti cincin, fenomena
alam yang terjadi sebagai proses kristal es dalam awan cirrus yang membiaskan sinar
matahari dan bulan.
Catatan
Tipe awan ini umumnya berbentuk sederhana, penyebarannya tidak tetap namun mudah
dikenal yaitu pada saat ada sinar/cahaya yang terang.Dan tampak membentuk jalur-jalur yang
rata. Mengingat ketinggian, apabila tidak ada jenis awan lain maka cuaca cerah. jika Cirrus
dilihat pada posisi horison yaitu pada saat matahari terbit dan terbenam maka daerah tersebut
tampak cahaya berwarna kuning terang/merah dan hampir menutup seluruh langit di atasnya.
Jenis/spesies 1) Cirrus Fibratus (CH=1), berbentuk benang atau mirip rambut halus rata atau
melengkung seperti mirip bulu ayam.
2) Cirrus Uncinus (CH=4), mirip bentuk kail atau koma atau puncaknya mirip jambul.
3) Cirrus Densus (CH=2 dan CH=3), cukup tebal bagi penglihatan sehingga tampak keabu-
abuan jika dilihat ke arah matahari. Terbentuk dari sisa-sisa landasan Cb yang terurai dank
arena tebalnya kadang-kadang sulit dibedakan dengan awan menengah As, bentuknya
terpisah-pisah, massa awan yang kusut dan biasanya tidak bertambah. Menyerupai perca-
perca.
4) Cirrus Nothus (Ci palsu), awan ini terjadi karena puncak Cb yang terurai atau pecah.

Pengertian awan

  • 1.
    .PENGERTIAN AWAN Awan adalahsekumpulan tetesan air/kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh. B.PROSES TERBENTUKNYA AWAN Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, terbentuklah awan. Peluapan ini boleh berlaku dengan cara :  Apabila udara panas, lebih banyak uap terkadung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.  Apabila awan telah terbentuk, titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hinggalah sampai satu peringkat titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah. Hingalah sampai satu peringkat titik-titik itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.  Namun jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan lenyaplah awan itu. Inilah yang menyebabkan awan itu selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan. Awan C.KLASIFIKASI AWAN Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal. 1.Kelompok Awan Tinggi
  • 2.
    Pada kawasan tropis,awan ini terletak di ketinggian 6-18 km, pada kawasan iklim sedang awan ini terletak pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutub terletak pada 3-8 km. Awan yang tergolong ke dalam awan tinggi adalah : a.Awan Sirrus (Ci) Awan Sirrus  Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung.Awan ini juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon  Awan ini tidak menimbulkan hujan.  Awan ini terdiri daripada halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin pada atmosfer.  Awan Sirus ini ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas. b.Awan Sirostratus (Ci-St) Awan Sirostratus  Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah, bisa juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.  Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau. c.Awan Sirokumulus(Ci-Cu)
  • 3.
    Awan Sirokumulus Awan inibentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan. 2.Kelompok Awan Sedang Pada kawasan tropis awan ini terletak di ketinggian 2-8 km, pada kawasan iklim sedang terletak di ketinggian 2-7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak di ketinggian 2-4 km. Yang termasuk dalam awan sedang antara lain : a.Awan Altokumulus(A-Cu) Awan Altokumulus  Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak  Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.  Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.  Tiap-Tiap elemen nampak jelas tersisih aantara satu sama lain dengan warna keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Sirokumulus. b.Awan Altostratus(A-St)
  • 4.
    Awan Altostratus  AwanAltostratus berwarna kekelabuan dan meliputi hampir keseluruhan langit.  Awan ini menghasilkan hujan apabila cukup tebal.  Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan malam hari dan menghilang apabila matahari terbit di awal pagi. 3.Kelompok Awan Rendah Awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km, yang tergolong ke dalam awan rendah antara lain : a.Awan Stratokumulus(St-Cu) Awan Stratokumulus  Awan ini berbentuk seperti bola-bola yang seringg menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seperti gelombang.  Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.  Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil. b.Awan Stratus(St)
  • 5.
    Awan Stratus  Awanini cukup rendah dan sangat luaas. Tingginya di bawah 2000 m.  Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis. c.Awan Nimbostratus(Ni-St) Awan Nimbostratus  Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.  Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.  Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas. 4.Kelompok Awan Dengan Perkembangan Vertikal Awan ini terletak antara 500-1500 m, yang tergolong dalam awan dengan perkembangan vertikal antara lain : a.Awan Kumulus(Cu)
  • 6.
    Awan Kumulus  Merupakanawan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.  Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebaar 1 km. b.Awan Kumulonimbus(Cu-Ni) Awan Kumulonimbus  Berwarna putih/gelap.  Terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih dari 3500 kaki. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.  Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, petir, tornado, dan badai. Sedangkan berdasarkan bentuknya, Awan terbagi menjadi 3 yaitu :  Kumulus, yaitu aawan yang bentuknyaa bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.  Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata.  Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan.
  • 7.
    Nah demikianlah postingankali ini, semoga dapatt bermanfaat bagi sobat semua. Terimakasih telah berkunjung ke softilmu.blogspot.com (blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan. Terus mampir ya sob, jangan lupa bagi jempol sama komentarnya. isinya Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas awan. terdapat updraft dan downdraft sehingga memungkinkan terjadi sirkulasi. gesekan partikel2 awan di dalamnya dapat menimbulkan muatan listrik. Catatan Cumulonimbus menimbulkan kilat (lightining) dan guntur (thundestorm), hujan lebat, angin kencang, bisa menimbulkan hujan es. Pada umumnya Cumulonimbus terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulus yang aktif. Cumulus menjadi Towering Cumulus menjadi Cumulonimbus . Cumulonimbus dapat terjadi atau muncul dari perkembangan atau pertumbuhan jenis awan yang lain. Pertumbuhan awan rendah Stratocumulus atau pertumbuhan awan menengah Altostratus, Nimbostratus, dan Altocumulus. Cumulus merupakan awan dengan vertikal depelopment atau pertumbuhan vertikal. cumulus memiliki tinggi puncak awan yang tinggi dan sangat tebal, walaupun tidak setebal awan cumulonimbus. cumulus dapat sendiri atau berkumpul dalam satu kelompok. Pembentukan awan ini terjadi karena udara labil. Jika keadaan udara tetap labil, cumulus bisa berkembang menjadi cumulunimbus. Bentuk/wujudnya Cumulus tampak terpisah-pisah, pada umumnya padat dengan batas yang jelas. Pertumbuhan vertical atau tegak, mirip menara atau gunung atau kubah dengan puncaknya menyerupai bunga kol yang pada bagian-bagian yang terkena sinar matahari akan tampak putih kemilau sedangkan pada dasar tampak rata.
  • 8.
    Fisisnya Cumulus terdiri daritetes-tetes air, sedangkan butir-butir es atau kristal-kristal es atau kristal- kristal salju biasa tertutup pada bagian awal yang suhunya di bawah 0 C. Jenis/spesies 1) Cumulus Humulis (CL=1), tampak sebagai Cumulus kecil-kecil, terbentuk pada saat-saat angin timuran atau angin pasat dan ukuran tinggi lebih pendek dari pada lebar dasarnya. 2) Cumulus Mediocris (CL=2), dengan ukuran tinggi sedang dan ukuran tingginya lebih panjang dari lebar dasarnya. Puncaknya berbentuk tonjolan kecil. 3) Cumulus Congestus, mengalami perkembangan vertikal ke atas yang jelas dan tinggi dengan puncaknya berbentuk bunga kol. Stratus merupakan awan rendah yang biasanya menandai kestabilan udara atau inversi suhu. Awan stratus dapat terbentuk akibat menyebarnya awan stratucumulus akibat adanya inversi suhu. stratus juga dapat bertahan berhari-hari di wilayah anticyclone. Pada saat terjadi front panas yang lemah, awan ini kerap muncul dan membawa presipitasi ringan, yaitu drizzle. Bentuk/wujudnya Stratus berupa lembaran-lembaran atau lapisan-lapisan berwarna abu-abu dengan dasar yang teratur. Jika matahari masih terlihat dari balik awan ini maka tepi awannya akan tampak jelas. Kadang-kadang berbentuk pecah-pecah dan tampak kasar (frakto stratus). Untuk stratus tebal mampu menutup sinar matahari atau bulan. Fisisnya Stratus terdiri dari tetes-tetes air yang sangat kecil dan yang cukup besar dapat menjadi tetes-
  • 9.
    tetes Drizzle atauprisma-prisma es atau butir-butir salju. Catatan Stratus Umumnya berbentuk lapisan awan yang mirip kabut berwarna abu-abu dengan tinggi dasar awan yang rendah, hujan yang terjadi adalah gerimis atau drizzle. Bisa juga terjadi dari awan Cumulus dengan dasar yang rendah Proses pembentukannya adanya proses pendinginan pada atmosfer bagian bawah dekat permukaan, bisa juga terbentuk dari Stratocumulus yang dasarnya merendah atau kehilangan bentuk-bentuk. Awan stratus yang tampak kasar disebut fractostratus.awan ini merupakan awan tambahan yang terbentuk karena pengaruh turbulensi yang disebabkan oleh munculnya udara basah yang berasal dari endapan yang turun dari Altocumulus. Stratus dapat terbentuk karena naiknya kabut secara perlahan-lahan sebagai akibat dari adanya pemanasan permukaan bumi atau meningkatnya kecepatan angin permukaan. Stratocumulus merupakan awan rendah. Semua awan rendah dapat menghasilkan presipitasi, begitupun awan stratocumulus. secara umum, stratocumulus dibedakan menjadi dua jenis,yaitu stratocumulus undulatus (bergelombang) dan stratocumulus cumuliformis (seperti cumulus). Bentuk/wujudnya Stratocumulus berupa perca-perca atau lembaran-lembaran berwarna abu-abu atau keputih- putihan atau campuran keduanya. Terdiri dari massa awan yang bulat, gumpalannya nampak mengumpul/terpisah, dan elemen-elemennya tersusun secara teratur yang besarnya sekitar 5derajat. Fisisnya Stratocumulus terdiri dari tetes-tetes air. Ketebalan dan bentuk elemennya berubah sesuai dengan tingkat transparansinya. Jenis/spesies 1) Stratocumulus Translucidus (CL=5), mirip Altocumulus translucidus yang membedakan tingkat dasarnya. 2) Stratocumulus Opacus (mirip CL=5), mirip Altocumulus Opacus. 3) Stratocumulus Undulatus. Bentuknya mirip Cl = 5, bentuknya bergelombang 4) Stratocumulus Veperalis, CL=4 bentuk lapisannya tebal tipis. 5) Stratocumulus Comuloginitus (CL=4), terjadi dari bentangan Cumulus.
  • 10.
    Nimbostratus merupakan awanmenengah, namun pada kenyataannya awan ini dapat merendah di ketinggian awan rendah. Nimbo berasal dari baha latin Nimbus yang artinya endapan atau presipitasi. Awan ini dapat menghasilkan endapan baik hujan maupun salju. ketebalan awan nimbostratus bisa mencapai 2 km atau 2000 m. Bentuk/wujudnya Nimbostratus berupa lembaran/lapisan awan berwarna abu-abu dan tampak gelap tidak teratur. Umumnya di daerah lintang tinggi/sedang yang disertai dengan hujan salju yang tidak continue. Karena ketebalannya maka matahari tidak tampak di balik awan ini. Fisisnya pada umumnya nimbostratus terdiri dari titik-titik air untuk daerah tropis sedangkan pada daerah lintang tinggi mengandung butir-butir salju atau campuran keduanya. Catatan Pada umumnya awan ini sendirian dan dasar awannya tidak tampak, hujan terus-menerus tanpa Guntur. Terdiri dari Altostratus yang menebal lalu merendah. Altostratus merupakan awan menengah (middle cloud). Awan ini dapat menghasilkan presipitasi ringan dan virga (hujan yang tidak sampai ke tanah). species-species awan dari altostratus antara lain : altostratus undulatus, altostratus opacus, dan altostratus translucidus. Bentuk/wujudnya Altostratus berupa lembaran/lapisan atau jalur-jalur berwarna keabu-abuan dan berserabut, mampu menutup seluruh langit. Pada bagian-bagian awan yang tipis masih dapat ditembus oleh sinar matahari kecuali yang tebal.
  • 11.
    Fisisnya Cumulonimbus terdiri daritetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas awan. terdapat updraft dan downdraft sehingga memungkinkan terjadi sirkulasi. gesekan partikel2 awan di dalamnya dapat menimbulkan muatan listrik. Catatan Cumulonimbus menimbulkan kilat (lightining) dan guntur (thundestorm), hujan lebat, angin kencang, bisa menimbulkan hujan es. Pada umumnya Cumulonimbus terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulus yang aktif. Cumulus menjadi Towering Cumulus menjadi Cumulonimbus . Cumulonimbus dapat terjadi atau muncul dari perkembangan atau pertumbuhan jenis awan yang lain. Pertumbuhan awan rendah Stratocumulus atau pertumbuhan awan menengah Altostratus, Nimbostratus, dan Altocumulus. Cumulus merupakan awan dengan vertikal depelopment atau pertumbuhan vertikal. cumulus memiliki tinggi puncak awan yang tinggi dan sangat tebal, walaupun tidak setebal awan cumulonimbus. cumulus dapat sendiri atau berkumpul dalam satu kelompok. Pembentukan awan ini terjadi karena udara labil. Jika keadaan udara tetap labil, cumulus bisa berkembang menjadi cumulunimbus. Bentuk/wujudnya Cumulus tampak terpisah-pisah, pada umumnya padat dengan batas yang jelas. Pertumbuhan vertical atau tegak, mirip menara atau gunung atau kubah dengan puncaknya menyerupai bunga kol yang pada bagian-bagian yang terkena sinar matahari akan tampak putih kemilau sedangkan pada dasar tampak rata.
  • 12.
    Fisisnya Cumulus terdiri daritetes-tetes air, sedangkan butir-butir es atau kristal-kristal es atau kristal- kristal salju biasa tertutup pada bagian awal yang suhunya di bawah 0 C. Jenis/spesies 1) Cumulus Humulis (CL=1), tampak sebagai Cumulus kecil-kecil, terbentuk pada saat-saat angin timuran atau angin pasat dan ukuran tinggi lebih pendek dari pada lebar dasarnya. 2) Cumulus Mediocris (CL=2), dengan ukuran tinggi sedang dan ukuran tingginya lebih panjang dari lebar dasarnya. Puncaknya berbentuk tonjolan kecil. 3) Cumulus Congestus, mengalami perkembangan vertikal ke atas yang jelas dan tinggi dengan puncaknya berbentuk bunga kol. Stratus merupakan awan rendah yang biasanya menandai kestabilan udara atau inversi suhu. Awan stratus dapat terbentuk akibat menyebarnya awan stratucumulus akibat adanya inversi suhu. stratus juga dapat bertahan berhari-hari di wilayah anticyclone. Pada saat terjadi front panas yang lemah, awan ini kerap muncul dan membawa presipitasi ringan, yaitu drizzle. Bentuk/wujudnya Stratus berupa lembaran-lembaran atau lapisan-lapisan berwarna abu-abu dengan dasar yang teratur. Jika matahari masih terlihat dari balik awan ini maka tepi awannya akan tampak jelas. Kadang-kadang berbentuk pecah-pecah dan tampak kasar (frakto stratus). Untuk stratus tebal mampu menutup sinar matahari atau bulan. Fisisnya Stratus terdiri dari tetes-tetes air yang sangat kecil dan yang cukup besar dapat menjadi tetes- tetes Drizzle atau prisma-prisma es atau butir-butir salju.
  • 13.
    Catatan Stratus Umumnya berbentuklapisan awan yang mirip kabut berwarna abu-abu dengan tinggi dasar awan yang rendah, hujan yang terjadi adalah gerimis atau drizzle. Bisa juga terjadi dari awan Cumulus dengan dasar yang rendah Proses pembentukannya adanya proses pendinginan pada atmosfer bagian bawah dekat permukaan, bisa juga terbentuk dari Stratocumulus yang dasarnya merendah atau kehilangan bentuk-bentuk. Awan stratus yang tampak kasar disebut fractostratus.awan ini merupakan awan tambahan yang terbentuk karena pengaruh turbulensi yang disebabkan oleh munculnya udara basah yang berasal dari endapan yang turun dari Altocumulus. Stratus dapat terbentuk karena naiknya kabut secara perlahan-lahan sebagai akibat dari adanya pemanasan permukaan bumi atau meningkatnya kecepatan angin permukaan. Stratocumulus merupakan awan rendah. Semua awan rendah dapat menghasilkan presipitasi, begitupun awan stratocumulus. secara umum, stratocumulus dibedakan menjadi dua jenis,yaitu stratocumulus undulatus (bergelombang) dan stratocumulus cumuliformis (seperti cumulus). Bentuk/wujudnya Stratocumulus berupa perca-perca atau lembaran-lembaran berwarna abu-abu atau keputih- putihan atau campuran keduanya. Terdiri dari massa awan yang bulat, gumpalannya nampak mengumpul/terpisah, dan elemen-elemennya tersusun secara teratur yang besarnya sekitar 5derajat. Fisisnya Stratocumulus terdiri dari tetes-tetes air. Ketebalan dan bentuk elemennya berubah sesuai dengan tingkat transparansinya. Jenis/spesies 1) Stratocumulus Translucidus (CL=5), mirip Altocumulus translucidus yang membedakan tingkat dasarnya. 2) Stratocumulus Opacus (mirip CL=5), mirip Altocumulus Opacus. 3) Stratocumulus Undulatus. Bentuknya mirip Cl = 5, bentuknya bergelombang 4) Stratocumulus Veperalis, CL=4 bentuk lapisannya tebal tipis. 5) Stratocumulus Comuloginitus (CL=4), terjadi dari bentangan Cumulus. Nimbostratus merupakan awan menengah, namun pada kenyataannya awan ini dapat merendah di ketinggian awan rendah. Nimbo berasal dari baha latin Nimbus yang artinya
  • 14.
    endapan atau presipitasi.Awan ini dapat menghasilkan endapan baik hujan maupun salju. ketebalan awan nimbostratus bisa mencapai 2 km atau 2000 m. Bentuk/wujudnya Nimbostratus berupa lembaran/lapisan awan berwarna abu-abu dan tampak gelap tidak teratur. Umumnya di daerah lintang tinggi/sedang yang disertai dengan hujan salju yang tidak continue. Karena ketebalannya maka matahari tidak tampak di balik awan ini. Fisisnya pada umumnya nimbostratus terdiri dari titik-titik air untuk daerah tropis sedangkan pada daerah lintang tinggi mengandung butir-butir salju atau campuran keduanya. Catatan Pada umumnya awan ini sendirian dan dasar awannya tidak tampak, hujan terus-menerus tanpa Guntur. Terdiri dari Altostratus yang menebal lalu merendah. Altostratus merupakan awan menengah (middle cloud). Awan ini dapat menghasilkan presipitasi ringan dan virga (hujan yang tidak sampai ke tanah). species-species awan dari altostratus antara lain : altostratus undulatus, altostratus opacus, dan altostratus translucidus. Bentuk/wujudnya Altostratus berupa lembaran/lapisan atau jalur-jalur berwarna keabu-abuan dan berserabut, mampu menutup seluruh langit. Pada bagian-bagian awan yang tipis masih dapat ditembus oleh sinar matahari kecuali yang tebal. isisnya Altostratus terdiri dari butiran-butiran air. Catatan Altostratus dapat terjadi dari awan Nimbostratus yang menipis atau dari Cirrostratus yang menebal kemudian merendah sampai ke lapisan awan menengah. Pada umumnya Altostratus terbentuk merata akibat adanya gerak udara secara vertikal yang naik secara perlahan-lahan sampai lapisan menegah. Altocumulus merupakan awan menengah bersama altostratus dan nimbostratus. Kemunculan awan altocumulus congestus (salah satu species awan altocumulus) ini biasanya menandakan akan datangnya thunderstorm
  • 15.
    Bentuk / Wujud Altocumulusmirip dengan Cirrocumulus, tapi bulatan massa awan altocumulus lebih luas berupa massa awan yang berbentuk bulatan atau bergulung-gulung teratur dengan ukuran 1derajat < α < 5derajat atau lebih besar dari Cirrocumulus. Lapisan atau lembaran awan berwarna putih atau keabu-abuan atau kedua-duanya sehingga terbentuk bayangan di permukaan bumi jika terkena sinar matahari. wan altocumulus terdiri dari tetes air yang kelewat dingin. Catatan : Altocumulus dapat terjadi dari menebalnya awan Cirrocumulus kemudian merendah. Perubahan dari awan Altostratus atau Nimbostratus. Turbulensi vertikal sampai ke lapisan menengah. Jenis/spesies 1) Altocumulus Translucidus (CM=3), massa awan yang berbentuk bulatan-bulatan atau bergulung-gulung, tepinya bercahaya dari celah-celahnya, apabila tidak ada awan tinggi maka langit biru tampak. Bulatannya 3o < α < 5o 2) Altocumulus Opacus (CM=5), lapisan awan tebal dimana di dasarnya atau bawahnya masih terdapat/tampak kerutan atau lekukan-lekukan/kantong-kantong sehingga sinar bulan atau matahari tidak mampu menembusnya. 3) Altocumulus Cumuloginitus (CM=6), terjadi dari bentangan Cumulus (atau Cb). 4) Altocumulus Castellatus (CM=8), menjulang tinggi seperti tembok, benteng, castil, atau menara dan mirip awan Cumulus. 5) Altocumulus Lenticularis (CM=4), massa awan yang tipis, terpisah-pisah, berbentuk seperti lensa dan kelihatan terus berubah. 6) Altocumulus Pilus (CM=7), Keberadaanya di dekat atau di puncak awan Cumulus atau Cumulonimbus terlihat seolah-olah mengahalangi pertumbuhan induknya 7) Altocumulus Percipitans (CM=9), menimbulkan hujan ringan, tidak kontinyu. Cirrostratus merupakan awan yang sulit dideteksi, namun dengan adanya awan ini, itu biasanya menandakan datangnya front panas. Ini berarti mungkin akan ada hujan atau jatuhnya presipitasi. Cirrostratus dapat menimbulkan HALO jika cukup tebal. Bentuk/wujudnya Cirrostratus berupa serabut dengan jalur-jalur yang tipis atau cadar atau mirip kerudung, halus berwana keputih-putihan dan mampu menutup sebagian atau seluruh langit serta dapat menimbulkan HALO dengan besaran sudut 22 derajat.
  • 16.
    Fisisnya Cirrostratus terdiri darikristal-kristal es atau butir-butir es. Jenis/spesies 1) Cirrostratus Nobulosus (CH=5 atau CH=6), menyerupai cadar yang halus atau kerudung. 2) Cirrostratus Filocius (CH=8), terbentuk dari perkembangan Cirrus Densus yang lebar atau menipis. 3) Cirrostratus Fibratus (CH=7), menutupi seluruh langit, sering menimbulkan halo. Cirrocumulus merupakan awan tinggi (high cloud). bentuknya mirrip dengan stratocumulus dan altocumulus, namun dengan bulatan-bulatan yang lebih kecil dibandingkan kedua awan tersebut jika di lihat dari permukaan. Bentuk/wujudnya Biasa berupa lensa atau perca-perca atau biji-bijian yang pusarannya < 1derajat, tipis dan berwarna putih tanpa bayangan, deretannya hampir teratur, mirip sisik ikan. Awan ini sering terlihat seperti serpihan-serpihan kecil atau massa-massa bulatan awan yang sangat kecil. Jika susunannya serba sama atau teratur, pelaut biasanya menyebutnya langit Macharel. Fisisnya Sebagian besar terdiri dari kristal-kristal es dan terdapat tetes-tetes air yang kelewat dingin(super cooled droplets) yang sifatnya mudah membeku dan mudah menjadi kristal- kristal es. Pada umunya Cc jarang sendiri, biasnya bercampur dengan awan Ci atau Cs. Jika Cc sebagian besar lebih besar dari Cs dan Ci, CH= Cirrus (Ci) merupakan sebutan dari awan tipis, halus dan berserabut. Kata Cirro digunakan untuk sebutan dari bentuk-bentuk awan yang selevel dengan cirrus, contohnya Cirrocumulus
  • 17.
    dan cirrostratus. Bentuk/wujudnya Terpisah-pisah, berserabuthalus, berserat-serat berupa jalur-jalur sempit dengan warna putih atau sebagian besar putih dan tampak seperti bulu ayam Fisisnya Terdiri dari kristal-kristal es. Cirrus tebal atau cirrus densus, mampu menghalangi datangnya sinar matahari dan bulan sehingga menimbulkan halo (lingkaran seperti cincin, fenomena alam yang terjadi sebagai proses kristal es dalam awan cirrus yang membiaskan sinar matahari dan bulan. Catatan Tipe awan ini umumnya berbentuk sederhana, penyebarannya tidak tetap namun mudah dikenal yaitu pada saat ada sinar/cahaya yang terang.Dan tampak membentuk jalur-jalur yang rata. Mengingat ketinggian, apabila tidak ada jenis awan lain maka cuaca cerah. jika Cirrus dilihat pada posisi horison yaitu pada saat matahari terbit dan terbenam maka daerah tersebut tampak cahaya berwarna kuning terang/merah dan hampir menutup seluruh langit di atasnya. Jenis/spesies 1) Cirrus Fibratus (CH=1), berbentuk benang atau mirip rambut halus rata atau melengkung seperti mirip bulu ayam. 2) Cirrus Uncinus (CH=4), mirip bentuk kail atau koma atau puncaknya mirip jambul. 3) Cirrus Densus (CH=2 dan CH=3), cukup tebal bagi penglihatan sehingga tampak keabu- abuan jika dilihat ke arah matahari. Terbentuk dari sisa-sisa landasan Cb yang terurai dank arena tebalnya kadang-kadang sulit dibedakan dengan awan menengah As, bentuknya terpisah-pisah, massa awan yang kusut dan biasanya tidak bertambah. Menyerupai perca- perca. 4) Cirrus Nothus (Ci palsu), awan ini terjadi karena puncak Cb yang terurai atau pecah.