PENGEBORAN MINYAK BUMI 
1. Nathanael Ernadianto 
2. Stefanus Raditya
PENGERTIAN 
Pengeboran minyak bumi adalah usaha teknis yang 
dilaksanakan dengan membuat lubang ke perut bumi 
dengan aman (sesuai standar tertentu) sampai ke 
formasi yang kaya akan kandungan minyak bumi dan 
gas.
Lubang ini kemudian 
dilapisi dengan casing 
(pipa besi dengan 
ukuran standar) dan 
dilakukan penyemenan 
(cementing) untuk 
melekatkan casing 
pada dinding formasi. 
Dengan terhubunganya 
lapisan formasi dengan 
permukaan melalui 
lubang hasil 
pengeboran ini maka 
kandungan minyak
Operasi pengeboran 
merupakan kegiatan di kawasan 
terbatas dengan jumlah investasi 
yang besar. Kegiatan ini 
melibatkan investasi padat modal 
dengan peralatan teknologi tinggi 
dan manusia-manusia yang 
memiliki kualifikasi yang 
dibutuhkan. Para personil yang 
bekerja di pengeboran harus 
memiliki pengetahuan yang 
mendalam, pengalaman di bagian 
yang menjadi kekhususannya, dan 
memperhatikan keselamatan kerja 
sebagai hal yang paling utama. 
Keselamatan kerja akan 
serta berpengaruh pada 
citra perusahaan minyak 
bumi dan gas di mata 
pemangku kepentingan 
(pemerintah, pemegang 
saham, investor, 
masyarakat sekitar, dan 
pemerhati lingkungan).
PROSES PENCARIAN MINYAK BUMI 
1. Survei oleh ahli geologi 
Ruang lingkup geologi minyak dan gas bumi adalah 
geologi batuan lunak (soft-rock geology) yang 
mempelajari batuan sedimen untuk mencari minyak 
dan batu bara yang erat kaitannya dengan batuan 
sedimen. Geologi mengkaji batuan sedimen dan semua 
faktor yang menentukan cara terdapatnya, penyebaran, 
dan cara berakumulasinya minyak dan gas bumi di 
kerak bumi. Dari hasil singkapan tersebut lalu 
dibuatkan petanya untuk menentukan tempat terbaik 
untuk melakukan pengeboran.Geologi migas meliputi
Menurut Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia, untuk 
menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak 
bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah 
tersebut dalam eksplorasi minyak bumi hal ini disebut kajian 
geologi. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut 
tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. 
Kondisi itu adalah: 
a. Batuan Sumber (Source Rock), yaitu batuan yang menjadi 
bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang 
berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih (Shale). 
batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) 
yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang 
terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan 
menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia 
hidrokarbon.
b. Tekanan dan Temperatur, untuk mengubah fosil 
tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang 
tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan 
mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi 
rantai hidrokarbon. 
c. Migrasi, Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses 
di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana 
hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. 
Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak 
memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon 
di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. 
Sehingga tahapan ini sangat penting untuk 
menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon 
tersebut.
d. Reservoir, adalah batuan yang merupakan wadah bagi 
hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. 
Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan 
karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang 
cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar 
sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di 
produksi. 
e. Caps Rock, Minyak dan atau gas terdapat di dalam 
reservoir, untuk dapat menahan dan melindungi fluida 
tersebut, maka lapisan reservoir ini harus mempunyai 
penutup di bagian luar lapisannya. Sebagai penutup lapisan 
reservoir biasanva merupakan lapisan batuan yang 
rnempunyai sifat kekedapan (impermeabel), yaitu sifat yang 
tidak dapat meloloskan fluida yarg dibatasinya. Jadi lapisan 
penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada dibagian
f. Perangkap Reservoir (Reservoir Trap), 
Merupakan unsur pembentuk reservoir 
sedemikian rupa sehingga lapisan beserta 
penutupnya merupakan bentuk yang konkap ke 
bawah, hal ini akan mengakumulasikan minyak 
dalam reservoir. Jika perangkap ini tidak ada maka 
hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang 
berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak 
ekonomis sama sekali.
2. Seisimik 
Proses ini bertujuan untuk 
mencari kandungan 
minyak ataupun gas bumi 
dengan menggunakan 
gelombang akustik 
(acoustic waves) yang 
merambat ke lapisan tanah. 
Gelombang ini 
direfleksikan dan 
ditangkap kembali oleh 
sensor. Dari data proses 
perambatan gelombang ini 
akan diolah untuk 
mendapatkan informasi 
lapisan tanah yang dapat
HASIL OLAHAN MINYAK BUMI 
Struktur kimia dari minya Bumi sangatlah heterogen, 
terdiri dari banyak rantai hidrokarbon dengan panjang yang 
berbeda-beda. Maka dari itu, minyak bumi dibawa ke 
tempat pengilangan minyak sehingga senyawa-senyawa 
hidrokarbon ini bisa dipisahkan dengan teknik distilasi dan 
proses kimia lainnya. Hasil penyulingan minyak inilah yang 
digunakan manusia untuk berbagai macam kebutuhan. Produk 
olahan minyak bumi tersebut adalah:
ELPIJI (LPG) 
Elpiji, pelafalan bahasa Indonesia dari akronim bahasa Inggris 
; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: "gas minyak bumi 
yang dicairkan"), adalah campuran dari berbagai unsur 
hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah 
tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. 
Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). 
Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah 
kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12). 
Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut: 
• Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar 
• Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau 
menyengat 
• Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam 
tangki atau silinder. 
• Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan
BENSIN 
Bensin adalah salah satu jenis bahan bakar minyak yang 
dimaksudkan untuk kendaraan bermotor roda dua, tiga, dan 
empat. Secara sederhana, bensin tersusun 
dari hidrokarbon rantai lurus, mulai dari C7 (heptana) sampai 
dengan C11. Dengan kata lain, bensin terbuat dari molekul 
yang hanya terdiri dari hidrogen dan karbon yang terikat 
antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk rantai. 
Karakteristik 
• Mudah menguap pada temperatur normal. 
• Tidak berwarna, tembus pandang, dan berbau. 
• Mempunyai titik nyala rendah (-10 sampai -15 derajat 
Celcius). 
• Mempunyai berat jenis yg rendah (0,71 sampai 0,77 kg/l).
BAHAN BAKAR JET 
Bahan bakar jet atau jet fuel atau aviation turbine 
fuel (ATF) atau avtur (aviation turbine) merupakan salah satu 
jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk 
digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas. 
Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling 
umum adalah Jet A dan Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam 
perlengkapan spesifikasi yang terstandardisasi secara 
internasional. Satu-satunya bahan bakar jet yang umum 
digunakan dalam penerbangan bermesin turbin disebut Jet B 
dan digunakan untuk menghadapi cuaca dingin. 
Bahan bakar jet adalah campuran sejumlah hidrokarbon yang 
berbeda, kemungkinan ribuan lebih. Kisaran ukurannya (berat 
molekul atau nomor karbon) dibatasi oleh persyaratan untuk 
produk, sebagai contoh, titik beku atau titik asap. Bahan bakar
MINYAK TANAH 
Minyak tanah (minyak gas; bahasa 
Inggris: kerosene atau paraffin) 
adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah 
terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi 
fraksional dari petroleum pada 150 °C dan 275 °C (rantai 
karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak 
digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang 
utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih 
teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk 
dari minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan 
oksigen cair sebagai bahan bakar roket. 
Nama kerosene diturunkan dari bahasa 
Yunani keros (κερωσ, malam).
MINYAK BAKAR 
Minyak bakar adalah 
hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum 
membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. 
Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom. 
Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan 
minyak diesel. Secara umum kegunaan minyak bakar adalah 
untuk bahan bakar pengapian langsung pada industri - industri 
besar, PLTU dan juga digunakan sebagai salah satu alternatif 
bahan bakar pada industri menengah kecil lainnya. Minyak 
bakar juga sering dikenal dengan istilah fuel oil.
DIESEL 
Bahan bakar diesel secara umum adalah bahan bakar cair 
apapun yang digunakan untuk mesin diesel. Jenis yang paling 
umum adalah minyak bahan bakar yang berasal dari 
hasil distilasi fraksi minyak bumi, namun ada juga produk 
selain dari turunan minyak bumi seperti biodiesel, 
diesel biomassa menjadi cairan atau diesel gas menjadi cairan. 
Untuk membedakan jenis-jenis diesel, bahan bakar dari 
minyak bumi umumnya disebut petrodiesel.[1] Diesel dengan 
sulfur ultra-rendah (ULSD) adalah standar untuk 
mendefinisikan bahan bakar diesel dengan 
kandungan sulfur yang telah direndahkan.
PELUMAS 
Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang 
diberikan di antara dua benda bergerak untuk 
mengurangi gaya gesek. Zat ini merupakan fraksi hasil 
destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat 
celcius. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang 
memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya 
pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat tambahan. 
Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli 
mesin yang dipakai pada mesin pembakaran dalam.
ASPAL 
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat 
(adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, 
dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan 
bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan 
sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal 
dari aspal alam (aspal buton} atau aspal minyak (aspal yang 
berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal 
dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal cair. 
Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang 
merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung 
sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam 
perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan 
bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila 
dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks 
dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik.
Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun 
aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom 
lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah 
karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan 
nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. 
Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang 
massa molekulnya kecil) dan malten (yang massa molekulnya 
besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25% aspalten. 
Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar.

Pengeboran minyak bumi

  • 1.
    PENGEBORAN MINYAK BUMI 1. Nathanael Ernadianto 2. Stefanus Raditya
  • 2.
    PENGERTIAN Pengeboran minyakbumi adalah usaha teknis yang dilaksanakan dengan membuat lubang ke perut bumi dengan aman (sesuai standar tertentu) sampai ke formasi yang kaya akan kandungan minyak bumi dan gas.
  • 3.
    Lubang ini kemudian dilapisi dengan casing (pipa besi dengan ukuran standar) dan dilakukan penyemenan (cementing) untuk melekatkan casing pada dinding formasi. Dengan terhubunganya lapisan formasi dengan permukaan melalui lubang hasil pengeboran ini maka kandungan minyak
  • 4.
    Operasi pengeboran merupakankegiatan di kawasan terbatas dengan jumlah investasi yang besar. Kegiatan ini melibatkan investasi padat modal dengan peralatan teknologi tinggi dan manusia-manusia yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan. Para personil yang bekerja di pengeboran harus memiliki pengetahuan yang mendalam, pengalaman di bagian yang menjadi kekhususannya, dan memperhatikan keselamatan kerja sebagai hal yang paling utama. Keselamatan kerja akan serta berpengaruh pada citra perusahaan minyak bumi dan gas di mata pemangku kepentingan (pemerintah, pemegang saham, investor, masyarakat sekitar, dan pemerhati lingkungan).
  • 5.
    PROSES PENCARIAN MINYAKBUMI 1. Survei oleh ahli geologi Ruang lingkup geologi minyak dan gas bumi adalah geologi batuan lunak (soft-rock geology) yang mempelajari batuan sedimen untuk mencari minyak dan batu bara yang erat kaitannya dengan batuan sedimen. Geologi mengkaji batuan sedimen dan semua faktor yang menentukan cara terdapatnya, penyebaran, dan cara berakumulasinya minyak dan gas bumi di kerak bumi. Dari hasil singkapan tersebut lalu dibuatkan petanya untuk menentukan tempat terbaik untuk melakukan pengeboran.Geologi migas meliputi
  • 6.
    Menurut Ikatan AhliTeknik Perminyakan Indonesia, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut dalam eksplorasi minyak bumi hal ini disebut kajian geologi. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah: a. Batuan Sumber (Source Rock), yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih (Shale). batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon.
  • 7.
    b. Tekanan danTemperatur, untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon. c. Migrasi, Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.
  • 8.
    d. Reservoir, adalahbatuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi. e. Caps Rock, Minyak dan atau gas terdapat di dalam reservoir, untuk dapat menahan dan melindungi fluida tersebut, maka lapisan reservoir ini harus mempunyai penutup di bagian luar lapisannya. Sebagai penutup lapisan reservoir biasanva merupakan lapisan batuan yang rnempunyai sifat kekedapan (impermeabel), yaitu sifat yang tidak dapat meloloskan fluida yarg dibatasinya. Jadi lapisan penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada dibagian
  • 9.
    f. Perangkap Reservoir(Reservoir Trap), Merupakan unsur pembentuk reservoir sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya merupakan bentuk yang konkap ke bawah, hal ini akan mengakumulasikan minyak dalam reservoir. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali.
  • 10.
    2. Seisimik Prosesini bertujuan untuk mencari kandungan minyak ataupun gas bumi dengan menggunakan gelombang akustik (acoustic waves) yang merambat ke lapisan tanah. Gelombang ini direfleksikan dan ditangkap kembali oleh sensor. Dari data proses perambatan gelombang ini akan diolah untuk mendapatkan informasi lapisan tanah yang dapat
  • 11.
    HASIL OLAHAN MINYAKBUMI Struktur kimia dari minya Bumi sangatlah heterogen, terdiri dari banyak rantai hidrokarbon dengan panjang yang berbeda-beda. Maka dari itu, minyak bumi dibawa ke tempat pengilangan minyak sehingga senyawa-senyawa hidrokarbon ini bisa dipisahkan dengan teknik distilasi dan proses kimia lainnya. Hasil penyulingan minyak inilah yang digunakan manusia untuk berbagai macam kebutuhan. Produk olahan minyak bumi tersebut adalah:
  • 12.
    ELPIJI (LPG) Elpiji,pelafalan bahasa Indonesia dari akronim bahasa Inggris ; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12). Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut: • Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar • Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat • Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder. • Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan
  • 13.
    BENSIN Bensin adalahsalah satu jenis bahan bakar minyak yang dimaksudkan untuk kendaraan bermotor roda dua, tiga, dan empat. Secara sederhana, bensin tersusun dari hidrokarbon rantai lurus, mulai dari C7 (heptana) sampai dengan C11. Dengan kata lain, bensin terbuat dari molekul yang hanya terdiri dari hidrogen dan karbon yang terikat antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk rantai. Karakteristik • Mudah menguap pada temperatur normal. • Tidak berwarna, tembus pandang, dan berbau. • Mempunyai titik nyala rendah (-10 sampai -15 derajat Celcius). • Mempunyai berat jenis yg rendah (0,71 sampai 0,77 kg/l).
  • 14.
    BAHAN BAKAR JET Bahan bakar jet atau jet fuel atau aviation turbine fuel (ATF) atau avtur (aviation turbine) merupakan salah satu jenis bahan bakar penerbangan yang dirancang untuk digunakan pada pesawat terbang yang bermesin turbin gas. Warnanya cerah sampai kekuningan. Bahan bakar yang paling umum adalah Jet A dan Jet A-1 (Avtur) yang diproduksi dalam perlengkapan spesifikasi yang terstandardisasi secara internasional. Satu-satunya bahan bakar jet yang umum digunakan dalam penerbangan bermesin turbin disebut Jet B dan digunakan untuk menghadapi cuaca dingin. Bahan bakar jet adalah campuran sejumlah hidrokarbon yang berbeda, kemungkinan ribuan lebih. Kisaran ukurannya (berat molekul atau nomor karbon) dibatasi oleh persyaratan untuk produk, sebagai contoh, titik beku atau titik asap. Bahan bakar
  • 15.
    MINYAK TANAH Minyaktanah (minyak gas; bahasa Inggris: kerosene atau paraffin) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 °C dan 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, malam).
  • 16.
    MINYAK BAKAR Minyakbakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom. Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan minyak diesel. Secara umum kegunaan minyak bakar adalah untuk bahan bakar pengapian langsung pada industri - industri besar, PLTU dan juga digunakan sebagai salah satu alternatif bahan bakar pada industri menengah kecil lainnya. Minyak bakar juga sering dikenal dengan istilah fuel oil.
  • 17.
    DIESEL Bahan bakardiesel secara umum adalah bahan bakar cair apapun yang digunakan untuk mesin diesel. Jenis yang paling umum adalah minyak bahan bakar yang berasal dari hasil distilasi fraksi minyak bumi, namun ada juga produk selain dari turunan minyak bumi seperti biodiesel, diesel biomassa menjadi cairan atau diesel gas menjadi cairan. Untuk membedakan jenis-jenis diesel, bahan bakar dari minyak bumi umumnya disebut petrodiesel.[1] Diesel dengan sulfur ultra-rendah (ULSD) adalah standar untuk mendefinisikan bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur yang telah direndahkan.
  • 18.
    PELUMAS Pelumas adalahzat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Zat ini merupakan fraksi hasil destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat celcius. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang dipakai pada mesin pembakaran dalam.
  • 19.
    ASPAL Aspal ialahbahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal cair. Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik.
  • 20.
    Atom-atom selain hidrogendan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal adalah karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25% aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar.